Anda di halaman 1dari 31

Ika Puspita Dewi

when the effects of one drug are changed by the presence of another drug, herbal medicine, food, drink or by some environmental chemical agent (Stockley, 2008) Suatu keadaan bilamana suatu obat dipengaruhi penambahan obat lain dan menimbulkan pengaruh klinis (Comittee for Propietary Medicine Product (CPMP))

Happen When.. DRUG + Other Drug Herbal Medicine Food/Drink Chemical Agents Drug Effect Toxicity

Changing Drug Effect


Drug Effect Failure of therapeutic effect

Precipitant drug : that causes the interaction Object drug : that is affected by interaction

Berbahaya
Meningkatkan toksisitas Mengurangi efikasi

Menguntungkan

Meningkatkan aktivitas

Tidak signifikan/ tidak bermakna secara klinis

19/11/2012

Bgmn interaksi obat dikatakan bermakna klinis? Suatu interaksi obat dikatakan bermakna klinis apabila kombinasi terapeutik mengakibatkan perubahan yg tidak diinginkan atau komplikasi thd kondisi pasien, shg perlu penanganan.

Penisilin dg Probenesid
Probenesid menghambat sekresi penisilin pada tubuli ginjal meningkatkan kadar penisilin dalam plasma meningkatkan efektivitas pada terapi gonore

Kombinasi Obat Hipertensi


meningkatkan efektivitas dan mengurangi efek samping

Kombinasi Obat antiTB


memperlambat timbulnya resistensi kuman pada obat

Obat berisiko tinggi


Obat dengan indeks terapetik sempit Dikenal sebagai inhibitor atau induktor enzim

Pasien berisiko tinggi


Geriartri, pediatri, wanita hamil/ menyusui Dengan penyakit beragam (e.g.:komplikasi) Gangguan fungsi ginjal dan hepar Terapi dengan beragam obat (> 1)

19/11/2012

Interaksi Farmasetis
Interaksi fisikakimia yang terjadi ssat obat diformulasikan sebelum obat disiapkan o/ penderita

Interaksi Farmakokinetik
Terkait pengaruh tubuh terhadap obat (ADME)

Interaksi Farmakodinamik
Terkait efek yang ditimbulkan obat Suatu obat memodulasi efek farmakologis dari obat yang lain: additif, sinergistik, atau antagonistik

19/11/2012

Interaksi fisika-kimia sebelum obat diberikan pada pasien Bentuk interaksi :

Interaksi secara fisik misal : terjadi perubahan kelarutan, terjadinya penurunan titik beku Interaksi secara khemis misal : terjadinya reaksi satu dg yang lain, terhidrolisisnya suatu obat selama proses pembuatan atau selama proses penyimpanan

Obat mengalami perubahan pada proses absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi karena obat atau senyawa lain Diukur dari perubahan parameter farmakokinetik, seperti : konsentrasi maksimum obat dalam serum, waktu paruh, jumlah obat yg diekskresi melalui urin dsb Ada 4 macam

Interaksi pada fase absorbsi Interaksi pada fase distribusi Interaksi pada fase metabolisme Interaksi pada fase eliminasi

Dpt mempengaruhi :
Jumlah obat yg diabsorbsi Kecepatan absorbsi obat

Dapat dipengaruhi berbagai faktor : kecepatan aliran darah, motilitas saluran cerna, pH saluran cerna, metabolisme saluran cerna, kelarutan obat, sistem flora & mukosa saluran cerna

Perubahan absorbsi obat mll mekanisme :


Perubahan pH saluran cerna Pembentukan kelat yang susah diabsorbsi Peningkatan atau penurunan motilitas usus Perubahan metabolisme (pemecahan) obat oleh saluran cerna Perubahan aliran darah pada organ saluran cerna Mempengaruhi flora normal bakteri dalam saluran cerna

Interaksi secara fisik/kimiawi antarobat dalam saluran pencernaan Dapat dihindari dg memberikan jarak waktu pemberian yg berbeda pada obat yg saling berinteraksi (minimal 2 jam)

Contoh :

Antasida dan tetrasiklin membentuk kompleks

Tetrasiklin membentuk kompleks dengan ion kovalen (Ca++, Mg++, Al+++, Fe++, Fe+++) sehingga menjadi tak larut

Pemberian karbon aktif bersamaan dgn obat lain dpt mybb interaksi krn karbon aktif dpt meng-adsorbsi obat lain

Jika ada perubahan pH lambung (misal pada pemberian H2 blocker, PPI, antasida) dpt mempengaruhi absorbsi obat lain Misal : Saluran cerna yg alkalis karena pemberian antasid meningkatkan kelarutan obat asam yg sukar larut dlm cairan tsb

misal : Aspirin (asam) dlm suasana alkalis terionisasi memperlambat absorpsi per satuan luas area

Usus halus mrpk tempat absorbsi utama u/ semua obat Makin cepat sampai usus halus makin cepat absorbsinya Misal :

Metoklorpamid memperpendek waktu pengosongan lambung mempercepat absorbsi obat lain Obat antikolinergik (misal Propantheline) memperpanjang waktu pengosongan lambung memperlambat absorbsi obat lain

19/11/2012

17

19/11/2012

18

Flora normal usus mempunyai fungsi a.l :


Sintesis vitamin K dan merupakan sumber vitamin K Memecah sulfasalazin menjadi bagian2 aktif Tempat metabolisme sebagian obat, misal levodopa Hidrolisis glukoronid yg diekskresi empedu memperpanjang sirkulasi enterohepatik memperpanjang kerja obat seperti pil KB

Pemberian antibakteri berspektrum luas (misal Tetrasiklin, Kloramfenikol, Ampisilin) mengubah flora normal usus, akibatnya :
Meningkatkan efektivitas antikoagulan oral yg diberikan bersama2 Mengurangi efektivitas sulfasalazin Meningkatkan bioavaibilitas levodopa Mengurangi efektivitas kontrasepsi oral

a. Interaksi dalam ikatan protein-plasma

Sering membahayakan Drug + plasma/tissue protein Drug-Protein (free form) (bound form) Free pharmacologically active, subjected to metabolism and excretion Bound pharmacologically inactive, temporarily protected from metabolism and excretion Jika suatu obat dilepaskan dari ikatan protein oleh suatu precipitant drug konsentrasi object drug akan meningkat timbul efek toksik

Pemberian obat2an yg terikat protein secara bersamaan akan mybb tjnya kompetisi untuk dpt berikatan dg protein plasma, tgt pd konsentrasi obat dan afinitasnya

Jika konsentrasi obat dan afinitasnya tinggi dpt berkompetisi dg obat lain dan menyingkirkan obat yg mempunyai konsentrasi & afinitas lbh rendah

Obat yg tdk mendapat tmpt ikatan akan mjd obat dlm btk bebas tjd peningkatan kadar obat bebas dlm darah biasanya diikuti peningkatan metabolisme/ekskresi

Sifat obat yg menyebabkan terjadinya interaksi ini :

Mempunyai ikatan yg kuat dg protein plasma dan volume distribusi yg kecil Mempunyai batas keamanan sempit meningkatkan kadar obat bebas Efek toksik serius misal : pendarahan pada antikoagulan oral atau hipoglokemia pada antidiabetik oral Eliminasi mengalami kejenuhan, misal Fenitoin peningkatan kadar obat bebas tidak disertai peningkatan kecepatan eliminasi

Obat2 yg ikatan dg proteinnya tinggi adl fenitoin, warfarin, tolbutamid

b. Interaksi dalam Ikatan Jaringan


Adanya kompetisi untuk ikatan dalam jaringan Misal : Digoksin vs Kuinidin peningkatan kadar plasma digoksin

Banyak obat dimetabolisme di hati oleh enzim CYP450 Induksi enzim akan meningkatkan metabolisme obat tjd pengurangan efek farmakologi Inhibisi enzim akan menurunkan metabolisme obat Tjd akumulasi obat Tjd resiko peningkatan toksisitas obat

Terjadi karena retikulum endoplasma di hepatosit dan sitokrom P450 (enzim metabolik) bertambah Akibatnya metabolisme obat lebih aktif dan konsentrasi plasma object drug akan berkurang efektivitas obat akan berkurang Misal : pemberian rifampisin pada akseptor kontrasepsi oral dapat menyebabkan terjadinya kehamilan

Efek hambatan secara langsung Menyebabkan akumulasi kadar obat dlm darah (efek >>>) dan kemungkinan peningkatan toksisitas Manifestasi klinik inhibisi enzim tergantung pd seberapa besar kenaikan kadar obat dlm darah
Dlm therapeutic range efek diinginkan Dlm toxicity range berbahaya

a. Perubahan pH urin
Reabsorbsi pasif obat dlm tubulus ginjal tgt pd seberapa besar btk tak terion larut lemak Yg terion dikeluarkan lewat urin Yg tdk terion direabsorbsi kembali ke dlm darah Jika pH urin meningkat (7.5-10) tjd penurunan jmlh ionisasi obat2 basa lemah, tp meningkatkan jmlh ionisasi obat2 asam lemah

Salisilat, fenobarbital meningkatkan klirens (bersihan) Na bikarbonat & antasida Amfetamin, efedrin meningkatkan klirens (bersihan) Amonium klorida, tp menurunkan klirens Na bikarbonat & asetazolamid

b.Ekskresi aktif tubulus ginjal


Obat yang menggunakan sistem transport aktif yg sama dpt berkompetisi dgn obat lain utk dieksresi Contoh :
Probenesid vs Penisilin probenesid menghambat sekresi tubular penisilin meningkatkan & memperlama efek penisilin menguntungkan Probenesid vs Kloroquin probenesid menghambat sekresi tubular Kloroquin meningkatkan toksisitas kloroquin pada mata pasien

c. Mengubah aliran darah ke ginjal


Aliran drh ke ginjal diatur oleh produksi vasodilator ginjal (prostaglandin) Inhibisi produksi prostaglandin (misal oleh indometasin) dpt menurunkan aliran darah ke ginjal ekskresi litium <<<