Anda di halaman 1dari 9

life ways Rabu, 25 April 2012 ASUHAN KEPERAWATAN NYAMAN NYERI

TUGAS ILMU KEPERAWATAN DASAR IIIA ASUHAN KEPERAWATAN NYAMAN NYERI

oleh: Moh. Taufiqurrahman Febriana Perdana P.B

102310101026 102310101056

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

ASUHAN KEPERAWATAN NYAMAN NYERI 1. Devinisi Nyeri Nyeri adalah suatu sensasi atau pengalaman sensori dan emosional yang tidak meny enangkan akibat dari kerusakan jaringan (jejas yang merusak) yang aktual atau po tensial. Sensasi ini diteruskan oleh persarafan khusus menuju ke sistim saraf p usat (korteks serebri) untuk diinterpretasikan sebagai rasa nyeri dimana nyeri m erupakan alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan. Rasa nyeri dipandang sebagai mekanisme pertahanan tubuh yang paling banyak dan paling umum dikeluhkan seorang pasien untuk mencari perawatan kesehatan jika dibanding

kan dengan keluhan-keluhan lainnya. Pengertian nyeri berbeda-beda dari setiap individu karena nyeri yang dialami ind ividupun berbeda-beda. 1.1 Definisi Nyeri Secara Medis Mouncastle mendevinisikan nyeri sebagai pengalaman sensori yang dibawa oleh stim ulus sebagai akibat adanya ancaman atau kerusakan jaringan, dapat disimpulkan ba hwa nyeri adalah ketika seseorang terluka (secara fisik). International Association for Study of Pain (1979) mendevinisikan nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkai tan dengan kerusakan jaringan yang bersifat aktual atau potensial atau yang dira sakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Arthur C. Curton pada tahun 1983 juga memberi pendapatnya bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme pruduksi bagi tubuh yang timbul ketika jaringan sedang rusak dan menyebabkan individu bereaksi menghilangkan rasa nyeri.

1.2 Devinisi Keperawatan McCaffery pada tahun 1980 menyatakan bahwa neri adalah perkataan seseorang tenta ng nyeri dan terjadi kapan saja saat seseorang itu mrasakan nyeri. Nyeri merupak an sesuatu yang bersifat subjektif, tidak ada ukuran yang objektif sehingga hany alah orang yang merasakannya yang paling tepat dalam mendefinisika nyeri. 2. Karakteristik Nyeri Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang diseb abkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersifat subjektif dan sangat bersifat indi vidual. Mahon berpendapat terdapat empat atribut untuk pengalaman nyeri, antara lain: nyeri bersifat individu, tidak menyenangkan, merupakan suatu kekuatan yang mendominasi, dan bersifat tidak berkesesudahan (1994). Nyeri tidak dapat diukur secara objektif, misalnya dengan menggunakan sinar-X da n dalam pemeriksaan darah. Seseorang yang mengalami nyeri perilakunya akan berub ah. Misalnya seseorang yang kakinya terkilir akan menghindari aktivitas mengangk at barang yang terlalu berat bahkan saat berjalan harus serba hati-hati. 3. Penyebab Nyeri Nyeri dapat disebabkan oleh: a. Adanya kerusakan viseral Yaitu kerusakan organ dalam, misalnya hati atau paru-paru. b. Penyumbatan suplai darah ke organ; c. Adanya penyakit tertentu, misalnya yang disebabkan oleh penyakit remati k. Beberapa faktor bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit atau nyeri di tubuh, ya itu: 1. Salahposisi ketika tidur sehingga membuat beberapa bagian tubuh merasa s akit keesokan harinya. Kondisi ini seringkali membuat seseorang tidak tahu menga pa tubuhnya terasa sakit di pagi hari; 2. Jika seseorang melakukan kegiatan fisik lalu tiba-tiba langsung beristir ahat dengan memanjakan diri maka bisa menyebabkan nyeri. d. Luka tertentu sehingga mengakibatkan trauma jaringan. 4. Klasifikasi Nyeri Nyeri diklasifikasikan menjadi 5 tipe, antara lain: 4.1 nyeri Akut Tipe nyeri ini terjadi setelah cedera akut, penyakit, atau intervensi bedah dan memiliki awitan yang cepat dengan intensitas yang bervariatif (ringan sampai ber at) dan berlangsung dalam waktu yang sikat (Meinhart & McCaffery, 1983; NIH; 198 6). Fungsi nyeri akut adalah memberi tanda akan cedera atau penyakit yang akan d atang biasanya menghilang dengan atau tanpa pengobatan setelah area yang rusak p ulih kembali. Nyeri akut memiliki durasi kurang dar 6 bulan dengan ofset yang datang tiba-tiba

dan terlokalisir. Trauma, bedah, dan inflasi biasanya yang memicu timbulnya nye ri ini. Nyeri ini biasanya terasa seperti saat sakit kepala, tertusuk jarum, nye ri saat melahirkan, nyeri sesudah tindakan pembedahan, dan lain sebagainya. 4.2 nyeri Kronik Nyeri kronik berlangsung lebih lama dibandingkan dengan nyeri akut. Selain itu, nyeri kronik juga memiliki durasi yang lebih lama yaitu lebih dari 6 bulan dan i ntensitasnya bervariasi dari yang ringan sampai berat (McCaffery, 1986). Nyeri kronik disebabkan oleh kanker yang tidak terkontrol dan pengobatan dari ka nker itu, atau gangguan dari progresif lainnya (nyeri maligna). Penderita nyeri ini biasanya merasa nyeri kronik secara terus-menerus (setiap hari) yang dapat b erlangsung sampai kematian. Nyeri non-maligna, disebut juga dengan chronic benig n pain juga dirasakan setiap hari selama lebih dari 6 bulan (intensitas nyeri ri ngan sampai berat). Tanda dan gejala yang tampak pada nyeri kronis yaitu tanda-tanda vital sering da lam batas normal dan tidak disertai dilatasi pupil, pasien tampak lesu, penuruna n berat badan, pasien mudah putus asa, tidak tertarik pada aktivitas fisik, meng erang, menangis, dan menjerit. 4.3 Nyeri Kutaneus / Superfisial (Cutaneus Pain) Nyeri kutaneus dibagi menjadi dua macam bentuk nyeri, yaitu: a. Nyeri dengan onset yang tiba-tiba dan mempunyai kualitas yang tajam; b. Nyeri dengan onset lambat dan disertai rasa terbakar. Nyeri superfisial dapat dirasakan di seluruh permukaan kulit atau tubuh klien. P enyebab timbulnya nyeri superfisial yaitu trauma gesekan dan suhu yang terlalu panas. 4.4 nyeri Somatis Dalam Nyeri ini bersifat difusi (menyebar). Bagian yang sensitivitasnya tinggi terhada p nyeri ini antara lain tendon, fascia dalam, ligamen, pembuluh darah, tulang pe riosteum dan nervus-nervus. 4.5 Nyeri Visceral Penyebab dari nyeri ini adalah semua rangsangan yang dapat menstimulasi ujung sa raf nyeri di daerah visceral (organ tubuh bagian dalam yang lebaar dan mempunyai ruang seperti cavitas tengkorak, cavitas thorax, cavitas pelvis, dan cavitas ab dominal). Nyeri ini cenderung bersifat difus (menyebar), sulit dilokalisir, sama r-samar, dan sifatnya tumpul. Contoh dari nyeri visceral, antara lain: apendiksi tis akut, penyakit kardiovaskular, dan lain sebagainya. 5. Patofisiologi Mekanisme Terjadinya Nyeri

Stimulus nyeri: biologis, zat kimia, panas, listrik serta mekanik stimulus nyeri menstimulasi nosiseptor di perifer impuls nyeri diteruskan oleh serat afferen (A-delta & C) ke medula spinalis mela lui dorsal horn Impuls bersinapsis di substansia gelatinosa (lamina II dan III) Impuls melewati traktus spinothalamus

Impuls masuk ke formatio retikularis Sistem limbik Fast pain Slow pain

Impuls langsung masuk ke thalamus

Timbul respon emosi Respon otonom: TD meningkat, keringat dingin

Rasa nyeri: 6. Manajemen Nyeri Manajemen nyeri merupakan suatu tindakan yang dapat mengurangi rasa nyeri pada k lien. Adapun manajemen nyeri terdiri dari: 6.1 Manajemen nyeri nonfarmakologik. Pendekatan nonfarmakologik biasanya menggunakan terapi perilaku (hipnotis, biofe edback), pelemas otot/relaksasi,akupuntur, terapi kognitif (distraksi), restrukt urisasi kognisi, imajinasi dan terapi fisik. 6.2 Manajemen nyeri dengan pendekatan farmakologik Ada tiga kelompok utama obat yang digunakan untuk menangani rasa nyeri: a. Analgetika golongan non narkotika; b. Analgetika golongan narkotika; c. Adjuvan

6.3 Prosedur invasif Prosedur invasif yang biasanya dilakukan adalah dengan memasukan opioid ke dalam ruang epidural atau subarakhnoid melalui intraspinal, cra ini dapat memberikan efek analgesik yang kuat tetapi dosisnya lebih sedikit. Prosedur invasif yang la in adalah blok saraf, stimulasi spinal, pembedahan (rhizotomy,cordotomy) teknik stimulasi, stimulasi columna dorsalis. 7. Kebutuhan Dasar yang Terganggu Teori keperawatan yang membahas tentang kebutuhan dasar manusia yaitu teori kepe rawatan Virginia Henderson. Virginia Henderson mengidentifikasi 14 kebutuhan das ar manusia (klien), antara lain: 1. Bernapas secara normal 2. Makan dan minum dengan cukup 3. Membuang kotoran tubuh 4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan 5. Tidur dan istirahat 6. Memilih pakaian yang sesuai 7. Menjaga suhu badan tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan 8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integu men 9. Menghindar dari bahaya dalam lingkungan dan yang bisa melukai 10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kenutuhan, rasa takut, atau pendapat-pendapat 11. Beribadah sesuai keyakinan seseorang 12. Bekerja dengan suatu cara yang mengandung unsur prestasi 13. Bermain atau terlibat dalam beragan bentuk rekreasi 14. Belajar, mengetahui, atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perke mbangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas ksehatan yang tersedia.

Dari ke-14 kebutuhan dasar diatas, kebutuhan dasar yang terganggu ketika orang m engalami nyeri yaitu: 1. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan 2. Tidur dan istirahat 3. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integu men 4. Bekerja dengan suatu cara yang mengandung unsur prestasi 5. bermain atau terlibat dalam beragan bentuk rekreasi 6. Belajar, mengetahui, atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada pe rkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas ksehatan y ang tersedia. Hal-hal yang terganggu diatas dikarenakan keterbatasan gerak klien akibat nyeri . Kebutuhan dasar manusia menurut maslow yang terganggu akibat nyeri, yaitu: kebut uhan fisiologis (tidur, istirahat, latihan kegiatan, rasa nyaman, kebersihan), k ebutuhan keselamatan dan keamanan (bebas dari rasa sakit). 8. Asuhan Keperawatan Nyeri Kasus: seorang wanita usia 19 tahun datang ke rumah sakit Sejahtera dengan luka robek panjang kurang lebih 10 cm, lebar 2,5 cm pada lengan kiri bawah dan luka abrasi besar p ada lutut sebelah kiri. Klien menyatakan bahwa dua hari yang lalu mengalami kece lakaan bermotor yang mengakibatkan luka di lengan dan lututnya. Klien mengeluh n yeri di kedua lukanya sepanjang hari dan lebih terasa saat digerakkan. Nyeri ter asa panas dan tertusuk-tusuk. Terlihat pucat dan meringis saat lukanya dibersihk an. Klien mengaku bahwa aktivitas sehari-harinya terganggu. Semua dibantu oleh k eluarga. Setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital didapat: RR 24x/menit, TD 120/80 mmHg, nadi: 80x/menit, suhu 370 C. 8.1 Pengkajian a. Data objektif: klien dengan luka robek panjang kurang lebih 10 cm, lebar 2,5 cm pada lengan kir i bawah dan luka abrasi besar pada lutut sebelah kiri. Terlihat pucat dan meringis saat lukanya dibersihkan. Dalam melakukan aktivitasnya dibantu keliarga. pemeriksaan tanda-tanda vital didapat: RR 24x/menit, TD 120/80 mmHg, nadi: 80x/m enit, suhu 370 C. b. Data subjektif: Klien menyatakan bahwa dua hari yang lalu mengalami kecelakaan bermotor yang men gakibatkan luka di lengan dan lututnya. Klien mengeluh nyeri di kedua lukanya sepanjang hari dan lebih terasa saat diger akkan. Nyeri terasa panas dan tertusuk-tusuk. Klien mengaku bahwa aktivitas sehari-harinya terganggu. 8.2 Diagnosa NO. DATA MASALAH KEPERAWATAN ETIOLOGI 1. Data Subjektif: 1. Klien menyatakan bahwa dua hari yang lalu mengalami kecelakaan bermotor yang mengakibatkan luka di lengan dan lututnya; 2. klien mengeluh nyeri di kedua lukanya sepanjang hari dan lebih terasa sa at digerakkan; 3. nyeri terasa panas dan tertusuk-tusuk.

Data Objektif: 1. Terlihat pucat dan meringis saat lukanya dibersihkan. 2. terlihat luka robek panjang kurang lebih 10 cm, lebar 2,5 cm pada lengan kiri bawah dan luka abrasi besar pada lutut sebelah kiri.

Gangguan rasa nyaman Nyeri pada bagian yang luka 2. Data Subjektif: Klien mengaku bahwa aktivitas sehari-harinya terganggu. Data Objektif: Terlihat luka robek panjang kurang lebih 10 cm, lebar 2,5 cm pada lengan kiri ba wah dan luka abrasi besar pada lutut sebelah kiri. Defisit perawatan diri Keterbatasan anggota gerak

8.3 Intervensi Keperawatan Nama Usia No. register Ruangan Tanggal Masuk RS No. Diagnosa keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intruksi keperawatan Nama dan paraf 1. DK.1 Pasien akan dapat beradaptasi dengan rasa nyeri yang dialaminya pada tanggal 8 O ktober 2011 pasien mampu menyatakan pengurangan rasa nyeri yang dialaminya pada tanggal 6 Ok tober 2011 1. 2. Kaji tingkat nyeri yang dialami pasien dengan menggunakan skala nyeri; Kaji mekanisme pertahanan (koping) yang dilakukan pasien terhadap nyeri : Nn. X : 19 tahun : 013/02/001/2011 : Irna-F : 5 Oktober 2011

yang dialami; 3. Atur posisi pasien dalam keadaan aman dan nyaman; 4. Ajarkan teknik menghilangkan rasa nyeri; 5. Ajarkan teknik relaksasi; 6. Kaji efektifitas penyuluhan yang diberikan; 7. Lakukan diskusi korelasi pasien dengan tim kesehatan lainnya Ns. Y 2. DK.2 Pasien akan dapat melakukan perawatan (makan, minum, mandi) pada tanggal 8 Oktob er 2011, tanpa bantuan pasien mampu makan, minum, dan mandi tanpa bantuan pada tanggal 7 Oktober 2011 1. Kaji riwayat aktivitas yang dilakukan sehari-hari; 2. Kaji perlakuan pasien terhadap aktivitas sekarang; 3. Ajarkan teknik bergerak pada pasien untuk membantu melakukan aktivitasny a; 4. Kaji respon pasien terhadap tindakan yang telah diberikan; 5. Dukung partisipasi pasien dalam rencana asuhan yang diberikan; 6. Libatkan keluarga dalam memberi pelatihan pada pasien untuk terus mencob a berlatih. Ns. Y

8.4 Implementasi Keperawatan No. Diagnosa Keperawatan (DK) Implementasi Keperawatan Respon pasien Nama dan Paraf 1. DK. 1 1. Telah dilakukan pengkajian tingkat nyeri pasien dengan menggunakan skala nyeri (1-10) 2. 3. Telah dilakukan pengaturan posisi pasien dalam keadaan aman dan nyaman Telah diajarkan teknik menghilangkan rasa nyeri pada pasien

Objektif: Skala nyeri yang ditunjukkan pasien pada poin 7 Objektif: pasien terlihat lebih nyaman

Subjektif: Pasien mengatakan, Ns. Y 2. DK. 2 1.

Sus, nyeri saya mendingan

Telah dikaji perlakuan pasien terhadap aktivitas sekarang;

2. Telah diajarkan teknik bergerak pada pasien untuk membantu melakukan akt ivitasnya; 3. Telah dilakukan diskusi dengan keluarga dalam memberi pelatihan pada pas ien untuk terus mencoba berlatih. Subjektif: Pasien mengatakan, saya tidak bisa makan, minum, dan minum sendiri, Sus.. Objektif: Pasien mengikuti teknik yang diajarkan Objektif: Pasien terlihat melakukan latihan sendiri dengan dibantu oleh keluarga. Ns. Y

8.5 Evaluasi Nama Usia No. register Ruangan Tanggal Masuk RS Tanggal Diagnosa Keperawatan Evaluasi Nama Perawat 07/10/2011 DK. 1 S : pasien mengatakan bahwa nyerinya berkurang. O : pasien tidak lagi terlihat meringis. A : masalah teratasi. P : masalah teratasi sebagian, rencana tindakan tetap dijalankan sampai keluhan : Nn. X : 19 tahun : 013/02/001/2011 : Irna-F : 5 Oktober 2011

pasien teratasi sepenuhnya. Ns. Y 07/10/2011 DK. 2 S : pasien mengatakan bahwa ia sudah bisa melakukan aktivitasnya yaitu makan, mi num, dan mandi tanpa bantuan. O : terlihat pasien melakukan aktivitasnya sendiri. A : masalah teratasi. P : masalah teratasi sepenuhnya, rencana tindakan dihentikan. Ns. Y

DAFTAR PUSTAKA Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta: EGC. Prasetyo, Sigit Nian. 2010. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Surakarta: Grah a Ilmu. Tucker, Susan Martin. 1998. Standar Perawatan Pasien. Jakarta: EGC. http://www.4shared.com/get/PONTxkmG/Rasa_Nyeri_dan_Metoda_Penghamb.html http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20095/4/Chapter%20II.pdf http://www.pdpersi.co.id/website/banten/data/nyeri_lutut.pdf Diposkan oleh Poetrie Phebryana di 05:33 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Arsip Blog * 2012 (4) o April (4) + Batu, 20 Januari 2012 + Apakah mata ini terlalu jujur??sehingga mata ini t... + ASUHAN KEPERAWATAN NYAMAN NYERI + Asuhan Keperawatan Transkultural pada Suku Bajo Mengenai Saya Foto Saya Poetrie Phebryana "___Setiap Napas Ini Adalah Amanah___" Lihat profil lengkapku Template Picture Window. Gambar template oleh borchee. Diberdayakan oleh Blogger .