Anda di halaman 1dari 7

PENGOLAHAN MINERAL Dipandang dari segi pemanfaatannya bahan galian dapat digolongkan dalam tiga golongan, yaitu : 1.

Bahan galian logam (bijih), 2. Bahan galoan non logam (bahan galian industri), dan 3. Bahan galian energi (batubara, gambut dan migas). Bijih adalah bahan galian yang dimanfaatkan sebagai sumber dari satu atau lebih logam, misalnya bijih nikel, bijih timah, bijih tembaga, bauksit untuk logam aluminium, dsb. Bahan galian industri adalah bahan galian yang dapat dimanfaatkan langsung atau sebagai bahan baku industri, seperti kaolin, batu gamping, feldspar, asbes, dsb. Bahan galian energi adalah bahan galian yang dipakai sebagai sumber energi, misalnya batubara, gambut, minyak dan gas bumi (minyak dan gas bumi tidak termasuk mineral). Semua bahan galian tersebut di atas baru dapat dimanfaatkan apabila telah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Bahan galian yang diperoleh di alam banyak yang belum/tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh pemakai atau industri. Pengolahan bahan galian adalah proses untuk mempertinggi mutu bahan galian sehingga memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta, baik mengambil logamnya (untuk bijih), maupun persyaratan yang diperlukan oleh industri lainnya (untuk bahan galian industri dan bahan galian industri). Pengolahan bahan galian atau dalam instilah teknologi mineral disebut Mineral Dressing atau Ore Dressing adalah proses pemisahan antara mineral berharga dari mineral tak berharga dengan menggunakan perbedaan sifat-sifat mineral-mineral tersebut tampa merubah identitas kimianya. Dari proses pengolahan bahan galian akan diperoleh dua macam produk yaitu konsentrat yang terdiri dari sebagian besar mineral yang dikehendaki (berharga) dan

yang kedua disebut tailing atau kotoran/ampas yang terdiri dari sebagian besar mineral-mineral yang tak dikehendaki (tak berharga). STRATEGI PENGOLAHAN BAHAN GALIAN Keberhasilan proses pengolahan bahan galian ditentukan oleh sifat-sifat bahan galiannya sendiri dan teknologi bahan galian yang diterapkan. Pengenalan sifat-sifat bahan galian yang akan diolah sangat menentukan keberhasilan proses pengolahannya. Data dan informasi yang diperlukan dari suatu bahan galian yang akan diolah diantaranya : 1. Macam mineral-mineral yang dikandung, 2. Banyaknya masing-masing mineral, 3. Besar ukuran dan distribusi ukuran, 4. Macam assosiasi mineral-mineral, 5. Derajat liberasi mineral-mineral, 6. Sifat-sifat fisik mineral-mineralnya, seperti berat jenis, kemagnitan, konduktivitas listrik, sifat-sifat permukaan, dsb. Disamping sifat-sifat bahan galian seperti di atas diperlukan juga data dan informasi mengenai : 7. Persyaratan kualitas bahan galian sebagai bahan baku untuk ekstraksi logam atau untuk suatu industri. 8. Teknologi pengolahan bahan galian yang tersedia. Penentuan sifat-sifat bahan galian yang disebut dalam 1 s/d 6 di atas dilakukan di laboratorium. Uji coba proses pengolahan juga dilakukan dalam skala laboratorium yang dilanjutkan ke skala pilot plant untuk menentukan kondisi yang optimal dalam skala komersial (pabrik).

PROSES PENGOLAHAN BAHAN GALIAN Secara umum pengolahan bahan galian dapat dibagi dalam empat langkah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 1. Liberasi Sizing, Pemisahan (Separation/Konsentrasi), dan Pengeringan. Liberasi Liberasi adalah langkah pembebasan dari pada minera-mineral yang terkandung dalam bongkah-bongkah batuan dengan cara mengecilkan ukuran bongkahbongkah tersebut dengan peremukan dan penggilingan, Langkah ini disebut juga dengan istilah Comminution. Langkah ini biasanya dilakukan dalam dua tahap yaitu : Crushing (peremukan) dan Grinding (penggilingan). Crushing adalah pengecilan ukuran sampai dengan lebih kecil dari satu centimeter. Grinding adalah pengecilan ukuran sampai dengan lebih kecil dari 100 mikrometer. 2. Sizing Sizing adalah penyeragaman ukuran sebelum langkah pemisahan atau konsentrasi dilakukan. Mineral-mineral lepas yang akan dipisahkan satu dari yang lain dibuat berkelompok-kelompok berdasarkan ukuran. Tiap kelompok mempunyai ukuran yang sama. Langkah ini dilakukan dengan memakai ayakan atau saringan dan klasifikasi dengan media air (hydraulic classifier). 3. Pemisahan/Konsentrasi Berdasarkan perbedaan sifat-sifat fisik daripada mineral-mineral maka proses pemisahan/konsentrasi dapat dibagi menjadi :

a. b. c. d.

Konsentrasi berdasarkan perbedaan berat jenis (konsentrasi gravitasi); Konsentrasi berdasarkan perbedaan sifat kemagnitan (konsentrasi Konsentrasi berdasarkan perbedaan sifat hantaran listrik (konsentrassi Konsentrasi berdasarkan perbedaan sifat fisik permukaan terhadap fasa

magnetik); elektrostatik); cair (air) dan fasa gas (udara). Suatu permukaan fasa padat dapat dibuat lebih mudah menempel pada fasa gas dibandingkan pada fasa cair dengan cara melapisi permukaan dengan bahan kimia. Jika menempel pada gelembung gas (udara) maka fasa padat akan mengapung dalam fasa cair (air). Proses ini disebut konsentrasi pengapungan (flotasi). Contoh : No. SIFAT 1. 2. 3. . Berat Jenis Kemagnetan Kelistrikan Kimia Permukaan A. A 2,7 -0,2 10 B 4,2 2,0 1000

MINERAL C D 4,8 4,7 162 1000 -0,3 10

TEKNIK SEPARASI E 5,1 15 10 A. Gravitasi Separation B. Magnetic Sparation C. Electrostatic Separation D. Flotasi

Modifikasi selektif dari pada sifat permukaan mineral dengan bahan kimia

Gravity Concentration atau Konsentrasi Gravitasi

Proses konsentrasi gravitasi adalah proses pemisahan butiran mineral berharga dari butiran pengotornya dengan memanfaatkan perbedaan berat jenis antara mineral-mineral yang akan dipisahkan. Proses pemisahan berlangsung di dalam media cairan (biasanya air) dan pemisahan terjadi karena bekerjanya gaya-gaya berat pada butiran mineral. Contoh : Sluice Box Meja Goyang J i g.

B. Magnetic Separation Magnetic Separation adalah pemisahan mineral berharga dari pengotornya dengan memanfaatkan perbedaan sifat kemagnitan dari butiran mineral-mineral tersebut. Prinsipnya adalah butiran mineral yang mempunyai sifat kemagnitan tinggi akan tertarik dan menempel pada permukaan magnet sehingga dapat dipisahkan dari butiran yang tidak mempunyai sifat kemagnitan (tidak menempel). C. Electrostatic Separation Adalah suatu proses pemisahan mineral dengan memanfaatkan sifat hantaran listrik dari butiran mineral-mineral. Prinsipnya, butiran mineral yang bersifat menghantar listrik apabila berada dalam suatu medan listrik akan melepaskan elektronnya sehingga butiran mineral tersebut menjadi bermuatan positif (+), sedangkan butiran mineral yang tidak bersifat konduktor bermuatan negatif (-). Dengan perbedaan potensial listrik yang sangat tinggi (20.000 Volt DC) maka butiran mineral konduktor akan terangkat ke arah elektroda negatif sehingga terpisah dari butiran minerl nonkonduktor. D. Flotasi Proses konsentrasi dimana butiran-butiran halus dari mineral berharga dipisahkan dari mineral pengotor lainnya dengan menggunakan sifatsifat fisi bidang batas antara fase padat-cair-gas (udara). Padatan adalah butiran mineral, cairan adalah media pemisah dan udara adalah gelembung gas, Pemisahan dapat terlaksana apabila butiran mineral berharga lebih suka menempel pada gelembung udara

dibandingkan terhadap cairan, yang kemudian mengapung (float) kepermukaan cairan. Permukaan mineral yang mudah dibasahi oleh air tidak mudah menempel kepada gelembung udara. Untuk membuat permukaan mineral berharga menjadi bersifat mudah menempel pada gelembung udara maka permukaannya terlebih dahulu dilapisi dengan zat kimia yang disebut dengan istilah kolektor, dimana ia tidak berpengaruh pada permukaan mineral-mineral pengotor. 4. Pengeringan Pengeringan atau Dewatering adalah proses untuk mengurangi/menghilangkan kandungan air dari hasil akhir proses pengolahan bahan galian. Hal ini terutama dilakukan terhadap bahan mineral berharga untuk mengurangi atau mempermudah ongkos pengangkutan. Proses pengurangan kandungan air ini biasanya dilakukan dalam tiga tahapan : a. Pengentalan (thickening) b. Pemisahan air dari padatan (filtering) c. Pengeringan (drying). a). Thickening Proses ini dilakukan dengan cara membiarkan butiran-butiran mineral mengendap ke bawah di dalam suatu tangki (thickener). Setelah padatan mengendap, air dibagian atas dipompa keluar dan lumpur kentalnya diproses lebih lanjut dengan filtrasi. Lumpur ini mengandung air sekitar 40 % berat. b). Filtering Pemisahan padatan dari lumpur dengan cara menyaring dengan bantuan gaya tekan. Padatan yang diperoleh masih mengandung air sekitar 10 % berat.

c). Drying Pengeringan selanjutnya dilakukan dengan cara menjemur di panas matahari atau pada dapur pengering.