Anda di halaman 1dari 60

Bersama Teman semasa kecil Di Surabaya

By : Ruzana Wulan

Sahabatku
Fitri,begitulah ia sering di sapa.Nama lengkapnya adalah Fitria Maharani.Anak sulung dari 2 bersaudara.Kelahiran tahun 1993 di Kediri.Fitri sekarang berusia 19 tahun,dan ia sedang kuliah di salah satu Universitas terkemuka di kota Surabaya.Ia kuliah di Surabaya bersama sahabat-sahabatnya sejak masih di bangku MTs,yang bernama Fiya,Andi,dan Hendra.Mereka semua sama-sama dalam 1 universitas,tetapi mengambil jurusan yang berbeda-beda.Fitri sendiri mengambil jurusan tentang informatika. Tahun ini adalah tahun ke 2 Fitri di Universitas.Selama di Surabaya,ia tinggal di tempat kos,tempat kosnya dengan ke 3 sahabatnya pun berbeda.Ia menempati tempat kos yang dulu di tempati oleh Ayahnya dulu,ketika masih bekerja di kota pahlawan itu.Sementara tempat kos Fiya,Andi,dan Hendra juga tidak jauh dari tempat kos Fitri. Suatu pagi,Fitri berangkat ke kampusnya dengan naik motor.Sesampainya di kampus,ia segera memarkirkan motornya dan langsung menuju ke kelas.Pagi itu ia sedikit terlambat.Haduh.Baru kali ini aku terlambat..Lain kali jangan sampai deh! Andi dan Hendra yang melihat Fitri berlarian langsung mencoba menggoda Fitri. Lagi olahraga ya Mbak?hahaha,kata Andi yang sangat sangat suka bercanda. Fitri langsung menengok kea rah Andi dan Hendra,ia kesal melihat Andi dan Hendra yang terus tertawa melihatnya.Ukh,kalian ini,selalu aja seperti itu!,kata Fitri dalam hati,ia pun mempercepat langkahnya dan tidak menghiraukan Andi dan Hendra. Sementara itu,setelah puas menggoda Fitri,Andi dan Hendra pun segera menuju ke Masjid yang di kampusnya itu,mereka memang sedang tidak ada jam kuliah dan pergi ke masjid sambil menunggu Fitri dan Fiya. Di,di sini wirelessnya hidup tidak ya?,Tanya Hendra pada Andi. Mana aku tahu Hen,kamu coba aja!,jawab Andi sambil membuka laptopnya. Hmm,kamu ini.Kamu kan lagi buka laptop tuh,nah sekalian kamu lihat gitu! Oh iya dehhehe,wirelessnya di hidupkan.,kata Andi setelah mengecek di laptopnya. Oke sip deh! Hendra pun juga ikut membuka laptopnya,mereka berdua memang sangat senang browsing di internet.maka tak heran,jika mereka bisa pulang sampai sore,bahkan sampai maghrib.
RUZANA WULAN 2

Fitri ternyata belum telat sepenuhnya,dosen yang akan mengajar kali ini ternyata belum datang.Ia bisa bernafas lega.Alhamdulillah.dosennya ternyata belum datang!:) sesampainya di bangkunya,ia langsung mengambil air mineral yang di bawanya,dan langsung meminumnya.Temannya yang satu kelas dengannya heran melihat Fitri yang ngos-ngosan. Fit,kamu habis ngapain sih?,Tanya temannya yang bernama Rani. Aku tadi lari,takut telat!,jawab Fitri dengan tersengal-sengal. Ya ampunsantai aja donk,jangan terburu-buru gitu.Kamu lupa ya,hari ini kan dosennya memang nggak datang,karena lagi di luar daerah! Fitri langsung teringat,dan berkata, O iya,lupa aku.Ya Allah.,sesal Fitri sambil terduduk lemas. Hahaha..kamu ini Fit,sukanya panikan.,canda Rani dengan menyenggol bahu Fitri. Hehehe,udah bawaan soalnya Ran!,jawab Fitri dengan tertawa kecil. Siang harinya,Fitri keluar dari kelasnya,ia mau pergi ke masjid menyusul Andi dan Hendra,ketika di jalan ia bertemu dengan Fiya. Assalamualaikum Fiya?,sapa Fitri. Waalaikum salameh kamu Fit,kebetulan nih! Mau ke masjid kan?,Tanya Fiya. Pastinya donk,kita kesana sama-sama yuk?,ajak Fitri. Ayuk! Mereka berdua pun menuju ke masjid bersama-sama.Beberapa saat kemudian,mereka pun sampai di masjid,rupanya Andi dan Hendra sedang asyik dengan laptopnya masingmasing,sehingga mereka tidak menyadari kedatangan Fitri dan Fiya. Fiya pun berencana mengagetkan Andi dan Hendra,tetapi Fitri mencegahnya. Assalamualaikum Akhi.!,sapa Fitri dengan ramah. Mendengar ada orang yang menyapa,Andi dan Hendra pun langsung melihat ke depan mereka,dan tersenyum. Waalaikum salam Ukhti,jawab Andi dan Hendra bersamaan. Aku kira siapa,ternyata kalian berdua.,kata Hendra sambil membereskan bukunya. Kalian ini,setiap hari gini aja kerjaannya!,kata Fitri sambil memperhatikan apa yang sedang di buka kedua sahabatnya itu di laptop. Iya nih,kerjaannya terus-terusan gini aja!,timpal Fiya.

RUZANA WULAN

Eits,jangan salahkita itu juga lagi belajar kok,iya kan Hen ?,bela Andi Yaps,betul yang di katakan oleh Andi itu..,kata Hendra yang sependapat dengan Andi. Hmmmmtadi kalian Sholat Dhuha tidak?,Tanya Fiya. Andi dan Hendra pun langsung ingat,ternyata mereka dari tadi belum melaksanakan Sholat Dhuha.Padahal biasanya tidak pernah telat untuk Sholat Dhuha. Tuh kankalian belum sholat dhuha kan ?,selidik Fitri dengan tersenyum kecil. Ehehehe,belum,lupa kita!,jawab Andi dengan cengengesan. Kalian ini! Hmmmmmmmm.,gumam Fitri. Andi dan Hendra pun hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Mereka ber-empat pun menghabiskan waktu mereka sampai sore bersama.Mereka semua sedang menjelajahi dunia maya semua.Andi dan Hendra sedang menyelesaikan tugas kuliahnya,Fiya sedang membuka situs jejaring social yang sangat popular,yaitu Facebook,sementara itu Fitri sedang asyik mengelola blog miliknya.Di samping itu,mereka selalu menyelingi dengan bercanda,berdiskusi,saling curhat,dan lain-lain. Begitulah mereka,dimana-mana selalu seperti itu.Bersama-sama kemanapun,saling bisa merasakan perasaan satu sama lain ketika ada masalah,saling memberi Support.Mereka sudah seperti keluarga sendiri,dan tidak akan pernah bisa di pisahkan. Fitri sangat senang memiliki sahabat-sahabat seperti Fiya,Hendra dan Andi.Yang selalu bisa mengerti keadaan sahabatnya,selalu perhatian,dan sangat baik pada sahabatnya. Sore harinya,mereka pun meninggalkan masjid dan menuju ke tempat parker untuk mengambil motor mereka.Tiba-tiba Andi berhenti berjalan dengan senyum berbinar-binar. Ada apa Di,kok senyum-senyum gitu ?,Tanya Fiya yang penasaran. Aku puny aide bagus!,jawab Andi sambil tersenyum.Ia terlihat sangat senang. Ide apaan itu ?,Tanya Hendra. Ayo sama-sama pergi jalan-jalan besok ! besok kan kita libur,tidak ada jam kuliah!,jawab Andi lagi. Ide bagus itu,tapi mau kemana ?,Tanya Fitri dengan mata yang berbinar-binar. Em,kemana ya.enaknya kemana ?,Tanya Andi lagi. Ah,kamu inikamu yang ngajak malah nggak tahu mau kemana !,sahut Hendra. Bagaimana kalau keliling-keliling kota Surabaya ?,usul Fiya.

RUZANA WULAN

Iya tapi tujuannya kemana gitu ?,Tanya Fitri. Bagaimana kalau ke Jembatan Suramadu,keliling-keliling kota Surabaya,habis itu ke masjid Cheng Ho sama masjid Agung An-Nur.Mau nggak ?,usul Andi. Wahbagus itu usul kamu Di,aku setuju!,kata Hendra dengan semangat. Setuju!,kata Fitri dan Fiya bersamaan. Sip deh kalau begitu!,ujar Andi. Mereka semua pun tertawa semua.Mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang kebetulan ada di sana sedang mengamati mereka,seorang laki-laki yang belum terlalu tua,yang kurang lebih seumuran dengan ayah Fitri.ia tampak tersenyum melihat Andi dkk.Kompak banget tho arek-arek iki,kata satpam itu dengan tersenyum.Hendra melihat satpam itu sedang mengamati dirinya dan ke 3 sahabatnya,ia pun merasa tidak enak,karena terlalu ribut. Maaf ya pak,kami sudah membuat rame disini?,kata Hendra sambil memandang satpam itu sambil tersenyum dan membungkukkan badannya.Andi,Fiya dan Fitri pun jadi ikut membungkukkan badan mereka. Ndak apa-apa kok,malah bapak senang melihat kalian yang sangat kompak sekali!,kata satpam itu. Hehehehe,,bapak bisa saja!,kata Andi,Hendra,Fiya dan FItri bersamaan. Hahakalian sepertinya mau berlibur ya ?,Tanya satpam itu lagi. Iya Pak,kebetulan kami belum sempat liburan disini,selama ini.,jawab Andi dengan malu-malu. Bukannya kalian sudah 2 tahun ya kuliah disini,kok belum pernah liburan disini ? Hehe,kami bukan asli sini Pak,tiap liburan kami mudik terus Pak !,jawab Fitri. Oh begitu,kalian rumahnya mana ? Kediri Pak!,jawab mereka dengan kompak. Hahaha,kompak sekali kalian,ya..selamat berlibur ya,dan jangan sampai lupa jalan,nanti nyasar lagi ?,kata satpam itu dengan ramah. Fitri dkk pun tersenyum,mereka tidak menyangka satpam itu baik sekali. Terima kasih banyak Pak!,kata Fiya. Sama-sama Oh iya,bapak namanya siapa ya kalau boleh tahu ?,Tanya Andi.

RUZANA WULAN

Nama saya Yasin,kalian bisa panggil saya dengan sebutan Pak Yasin.,jawab satpam itu dengan ramah.Ternyata namanya adalah Pak Yasin. Oke deh Pak.Terima kasih ya Pak buat semuanya!,kata Hendra dengan tersenyum ramah. Iya sama-sama Kami pulang dulu Pak,Assalamualaikum,kata mereka bersamaan. Waalaikum salam. Fitri dan sahabat-sahabatnya pun langsung mengambil kendaraan mereka dan pulang ke tempat kos mereka masing-masing.

RUZANA WULAN

Liburan sejenak
Keesokan harinya pagi-pagi sekali,Fitri sedang bersiap-siap untuk jalan-jalan mengelilingi kota pahlawan itu bersama ke 3 sahabatnya.Saat ia sedang memakai jaketnya,tiba-tiba ponselnya bordering,ternyata ada sms masuk,ternyata sms dari Andi. Fit,cepetan Kita sudah nunggu nih di depan gang tempat kos kamu Fitri pun tersenyum,kemudian mengambil tasnya dan keluar menemui Andi dan yang lainnya.Tak lupa ia mengunci kamar kosnya.Saat menaiki motornya,ia melihat Ibu kosnya yang dari masjid. Mau kemana pagi-pagi sekali mbak ?,Tanya Ibu kosnya dengan tersenyum ramah. Ini Ibu,teman-teman ngajak keliling-keliling.mumpung lagi tidak ada kuliah hari ini.,jawab Fitri. Oh gitu..iya udah hati-hati ya mbak ?,pesan Ibu kos Fitri. Iya Ibu..Mari,assalamualaikum. Waalaikum salam Fitri pun langsung melaju ke depan gangnya,tenyata di sana sudah ada Fiya,Andi dan Hendra yang duduk di motor.Hendra yang melihat Fitri datang langsung memberitahu Andi. Fitri sudah datang tuh,ayo kita berangkat ! Oh,kamu sudah datang Fit,ya udah kita berangkat sekarang !,kata Andi. Mereka pun berangkat,Fiya berboncengan dengan Fitri,sedangkan Andi berboncengan dengan Hendra.Tujuan pertama mereka adalah Jembatan Suramadu.Karena Indra dan Hendra belum tahu jalan menuju ke sana,maka Fitri lah yang menjadi petunjuk jalan,karena ia sudah tahu jalan menuju kesana. Satu jam kemudian,mereka pun telah sampai di Jembatan Suramadu.Sebelum melintasinya,mereka berhenti di pinggir jalan. Mau langsung menyebrang atau bagaimana ?,Tanya Fitri.

RUZANA WULAN

Langsung aja deh!,jawab Andi dan Hendra kompak. Iya,lebih baik gitu.Mumpung masih pagi.,kata Fitri kemudian. Memangnya kalau udah mulai siang kenapa Fit ?,Tanya Fiya. Jembatannya pasti rame,karena banyak orang yang mau bekerja.,ujar Fitri. Owh begituYa udah langsung aja deh !,kata Fiya kemudian. Mereka pun memutuskan untuk langsung saja.Setelah membayar mereka pun bisa melintas di jembatan Suramadu.Mereka pun hanya melintas pelan-pelan,karena angin sedikit kencang dan udaranya juga sangat dingin,karena masih jam 6.Mereka tidak berhenti di jembatan,karena dilarang.Akhirnya mereka jalan terus sampai tiba di Madura.Di sana ternyata ada banyak sekali yang jualan pernak-pernik accessories,makanan,baju,dll.Mereka pun istirahat sejenak di sana. Wah,masih pagi ternyata sudah ramai juga ya di sini ?,ujar Fiya. Iya nihpadahal masih jam 6 lebih.,timpal Hendra. Kita istirahat sebentar yananti lanjut lagi.,kata Andi. Kalian mau makan di sini apa di sana nanti ?,Tanya Fitri. Nanti aja deh Fit,masih terlalu pagi.,jawab Andi. Iya Fit,lagian kan mungkin saja di sini lebih mahal daripada di Surabaya.,kata Hendra. Iya,lebih baik makan nanti aja deh ! Mereka pun menikmati suasana di sana.Setengah jam kemudian,mereka berangkat kembali ke Surabaya.Mereka tiba di Surabaya lagi kurang lebih jam 07.15.Mereka pun mencari tempat makan untuk sarapan,kali ini Andi dan Hendra yang memimpin perjalanan,dan akhirnya mereka memilih warung makan,maklum mahasiswa perantauan harus hemat. Beberapa saat kemudian,mereka pun melanjutkan perjalanan berkeliling-keliling kota.Semua tempat mereka kunjungi,seperti : Tempat pabrik-pabrik di daerah rungkut,Kebun Binatang Surabaya,Masjid Cheng Ho,dan terakhir Masjid An-Nur yang merupakan Masjid Agung di kota Surabaya.Mereka sampai di sana pada sore hari.Mereka memang sengaja mengunjungi Masjid An-Nur yang terakhir supaya bisa sekalian sholat di sana. Setelah Sholat Ashar,mereka beristirahat di teras masjid sambil merasakan udara yang sangat sejuk di sana.Rupanya masih jam 16.00. Ayuk foto-foto,buat kenang-kenangan ?,ajak Hendra. Wah,bagus ituayo !,sahut Fiya.
RUZANA WULAN 8

Mereka semua pun langsung berpose sama-sama.Andi meminta seseorang untuk memfoto mereka ber 4.Mereka berfoto tepat di depan masjid,fotonya pun juga terlihat sangat bagus. Setengah jam kemudian,mereka pun pulang.Perjalanan dari masjid sampai ke tempat kos mereka kurang lebih 1 jam.Sesampainya di tempat kos,ternyata sudah maghrib.Mereka pun menuju kosnya masing-masing.Fitri segera masuk ke kamar kosnya dan mandi lalu sholat maghrib.Setelah itu,ia tiduran di kamarnya.Ia merasa capek tapi senang.Perjalanannya hari itu sangatlah menyenangkan. Tiba-tiba,di depan kamar kosnya,terdengar ramai.Fitri keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sedang terjadi,ternyata suara ramai itu terdengar dari rumah ibu kosnya.Ada apa ya disana ? apa beliau sedang ada acara ? kalau ada acara,aku kok nggak tahu ? Fitri menjadi bertanya-tanya sendiri.Ia menjadi mengamati apa yang terjadi di rumah Ibu Kosnya itu. Fitri melihat ada seorang laki-laki yang berada di sana,ia merasa asing dengan pemuda itu,ia hanya lihat dari belakang dan tidak melihat wajahnya.Ah mungkin keluarganya Ibu Kos.Fitri pun kembali masuk ke kamar kosnya dan ber istirahat,karena ia sudah terlalu capek. Ketika Fitri sudah mau tidur,tiba-tiba ponselnya bordering,ternyata ada sms dari Hendra : Besok sarapan sama-sama di kantin,oke !! ^_^ Fitri tersenyum-senyum sendiri membaca sms dari Hendra.Ada-ada saja sahabatku satu ini! Fitri pun membalas sms dari Hendra : Oke!! Traktir pokoknyahahahha Beberapa saat kemudian ada sms masuk.Fitri tidak menghiraukannya dan mulai tidur.Ia tahu itu adalah balasan sms dari Hendra. Keesokan harinya,alarm Fitri pun berbunyi,tepat pukul 04.00 pagi.Ia pun segera bangun dan mandi,Sholat Shubuh,membersihkan kamar dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah.Fitri ada mata kuliah di hari itu.Jam 07.00 tepat,Fitri keluar dari kamar kosnya dan berangkat ke kampusnya. Perlu waktu 30 menit untuk sampai di kampusnya.Sesampainya di tempat parker,ia bertemu Pak Yasin,satpam yang mulai dekat dengan Fitri dkk.Fitri pun menyapa Pak Yasin. Assalamualaikum Pak Yasin.,sapa Fitri dengan ramah. Waalaikum salamEh,mbak..mau kuliah ya ?,Tanya Pak Yasin sambil meletakkan Koran yang dari tadi di bacanya.
RUZANA WULAN 9

Iya Paksaya masuk dulu ya Pak ? Iya..yang semangat ya kuliahnya ?,kata Pak Yasin member semangat. Oke Pak,jawab Fitri dengan tersenyum. Fitri pun melangkah ke dalam kampus,ia teringat kalau ia mau sarapan sama-sama sama ke 3 sahabatnya.Ia pun segera melangkah ke kantin.Sesampainya di kantin,ia mencaricari keberadaan sahabat-sahabatnya,dan akhirnya ketemu.Ia pun segera menghampiri mereka. Lama sekali kamu Fit ?,Tanya Andi yang tidak sabaran. Maaf..tadi di parkiran ketemu sama Pak Yasin dan di ajak ngobrol sebentar. Owh,pak Yasin yang kemarin itu ya ?,Tanya Fiya. Iya Ya udah nggak apa-apasekarang kita sarapan dulu aja.Udah mau masuk nih aku !kata Hendra. Oke !,jawab Fiya,Fitri dan Andi. Mereka ber 4 pun sarapan bersama-sama,sambil berbincang-bincang dan bercanda ria.Setelah sarapan,mereka pun menuju kelasnya masing-masing.Fitri berjalan ke kelasnya sendirian,karena tidak ada yang searah tempat kelasnya di antara Fitri,Fiya,Hendra dan Andi,semuanya berpencar. Saat menuju kelasnya,Fitri di tabrak dari belakang oleh seseorang dan membuat bukubuku dan tas Fitri jatuh di lantai. Ah,maaf..aku nggak sengaja.,kata Pemuda yang menabrak Fitri itu sambil mengambil buku Fitri yang jatuh di lantai. Oh,nggak apa-apa,kata Fitri sambil mengambil tasnya. Mereka berdua pun bangkit,dan saling memandang.sesaat kemudian mereka saling menundukkan kepala.Pemuda itu pun menyerahkan buku-buku yang di pegangnya ke Fitri. Ini buku-buku kamu !,kata pemuda itu sambil menyerahkan buku-buku milik Fitri. Iya,terima kasih,kata Fitri yang kemudian langsung berlari meninggalkan pemuda itu dan menuju kelasnya. Pemuda itu pun masih berdiri di tempat yang sama dan memandang Fitri yang berlari meninggalkannya.Siapa ya dia,aku belum pernah melihatnya.ah,kenapa aku tidak menanyakan namanya tadi.kata pemuda itu dalam hati. Sementara itu,Fitri terus berlari meninggalkan pemuda itu.Ia berlari ternyata bukan karena pemuda itu,tetapi karena jam kuliahnya yang segera akan di mulai dan ia takut

RUZANA WULAN

10

terlambat.Fitri sedikit melupakan kejadian yang menimpanya barusan.Dan ketika sampai di kelasnya,untungnya dosennya belum datang.Ia bisa bernafas sedikit lega. Setelah jam kuliahnya selesai,ia di ajak oleh teman sekelasnya untuk ke kantin bersama-sama,tetapi ia tidak bisa karena sudah di tunggu sahabat-sahabatnya di masjid kampus.Ia pun langsung menuju ke masjid. Sesampainya di masjid,ternyata yang datang pertama adalah Fitri.Fiya,Andi dan Hendra belum terlihat kedatangannya.Fitri pun melirik jam tangannya,mungkin sebentar lagi mereka datang! Gumam Fitri. Sambil menunggu sahabat-sahabatnya datang,Fitri mengambil novel dari tasnya,ia pun mulai membaca.Ia memang gemar membaca novel,apa lagi yang berbau islami,pasti langsung ia baca.Tak heran jika koleksinya sekarang sudah sangat banyak. Sementara itu,ada seorang pemuda yang sedang mengamati Fitri dari kejauhan.Rupanya ia adalah pemuda yang menabrak Fitri tadi pagi.Ia ingin menemui Fitri dan berkenalan dengannya,tetapi saat ia mulai melangkah ada 3 mahasiswa yang menghampiri Fitri,ia pun tidak jadi menemuinya. Sementara itu,ketika Fitri sedang asyik membaca novel,akhirnya yang ia tunggutunggu pun datang juga. Fitri,sudah menunggu lama ya ?,Tanya Andi. Nggak,aku baru saja datang kok,jawab Fitri sambil menutup novelnya. Oke deh,Sholat Dhuha dulu yuk !,ajak Fiya. Oke,nanti keburu habis lagi waktunya.,timpal Hendra. Mereka pun Sholat Dhuha bersama-sama.Setelah selesai,seperti biasa mereka dudukduduk di teras masjid.Merasakan semilirnya angin sambil bercengkrama sangatlah menyenangkan. Sayang yamasjidnya tidak terlalu ramai.Padahal di sini enak banget !,kata Andi tiba-tiba.Ia merasa iba,karena sedikit sekali yang datang ke masjid. Iya yapadahal masjidnya bagus,bersih dan terawat.Kurang apa lagi coba ?,timpal Fiya. Mereka pun menjadi terdiam,seperti sedang memikirkan sesuatu.Tidak ada yang berbicara.Mereka sangat menyayangkan kenapa sedikit sekali yang datang ke masjid,apa masjid hanya di gunakan sebagai pajangan saja.Itulah yang sedang mereka sesalkan.Mereka ingin sekali membuat masjid berfungsi semestinya,tetapi mereka bukan siapa-siapa,hanya seorang mahasiswa biasa.Mereka hanya bisa menyimpannya dalam hati fikiran tersebut. Untuk mengembalikan kembali keceriaan sahabat-sahabatnya,Andi pun membuka laptop dan membuka internet.
RUZANA WULAN 11

Eh,ayuk kita browsing ?,ajak Andi. Aku tidak bawa laptop Di.,kata Fitri. Aku juga..,kata Fiya dan Hendra. Yah,kalian iniaku berencana mau mengupload foto kita kemarin ke facebook. Buat apa Di ?,Tanya Fitri. Biar sahabat-sahabat kita yang di Kediri pada pengin.Hahaha,jawab Andi sambil tertawa. Hahaha,kamu ini ada-ada aja Di!kata Hendra. Tapi kan foto-fotonya udah aku pindah di laptopku Di,dan sekarang nggak aku bawa.hehehe,kata Fitri. YAH.!!,kata Andi,Hendra dan Fiya. Ya udah,kapan-kapan aja kalau gitu Di.,kata Fiya pada Andi. Oke deh Mereka pun kembali berbincang-bincang,entah itu masalah kuliah mereka,pribadi,dll.Mereka juga sering bercanda-canda ria,dan yang biasa menjadi bahan candaan adalah Fitri.Dan tak terasa,ternyata sudah siang. Sholat dulu aja yuk !,ajak Fitri. Lets Go!,jawab Fiya,Hendra dan Andi dengan kompak. Setelah selesai Sholat,mereka pun pulang ke tempat kos masing-masing.

RUZANA WULAN

12

Pertemuan teman Masa kecil


Saat sampai di tempat kosnya,Fitri melihat Ibu Kosnya sedang berbincang-bincang dengan seorang pemuda di teras rumahnya.pemuda itu terlihat seumuran dengannya,tinggi,putih,tampan dan berkacamata.Fitri melihatnya sekilas.Ibu kosnya melihat Fitri pulang dan menyapanya. Udah pulang ya mbak ?,Tanya Ibu kosnya dengan ramah. Iya Bu.,jawab Fitri dengan tersenyum. Sini dulu mbak ? ada yang mau saya bicarakan. Oh,iya Bu..,kata Fitri.Ia pun langsung menemui Ibu kosnya itu. Fitri bertanya-tanya,kenapa ia di panggil.mungkin kah masalah uang kontrakan ? ah tidak mungkin,kan baru saja di bayar sama ayah pas aku habis liburan akhir semester kemarin.Trus apa ya ???? Fitri pun jadi terus bertanya-tanya dalam hati. Kamu masih ingat tidak,anak Ibu yang dulu waktu kecil sering main sama kamu saat kamu disini ?,Tanya Ibu kos Fitri dengan tersenyum. Fitri pun berpikir sejenak,dan ia pun mulai ingat. Iya Bu saya ingat sekarang..,jawab Fitri. Nah,ini dia yang sering main sama kamu dulu mbak,kata Ibu kos sambil menepuk punggung pemuda yang duduk di sampingnya itu. Fitri pun kaget melihatnya.Ternyata pemuda itu adalah orang yang pernah bermain dengannya sewaktu kecil. Jadi ini anak Ibu yang dulu main sama aku ya ?,Tanya Fitri. Iya,ini Dion yang dulu main sama kamu,jawab Ibu kos dengan tersenyum ramah. Ini siapa Bu ?,Tanya Dion yang masih belum ingat.

RUZANA WULAN

13

Kan sudah ibu bilang tadi,anaknya pak Hamim dulu yang waktu kecil sering main sama kamu kalau sedang berada di sini itu,terang Ibu Dion. Dion pun mulai ingat. Oh,jadi ini Fitri ya ?,Tanya Dion dengan tersenyum ramah. Iya,kamu ternyata Dion ya ?,Tanya Fitri. Iya..wah sekarang jadi beda sama yang dulu ya ?,kata Dion dengan tersenyum. Sementara Fitri hanya tersenyum. Nah,akhirnya kalian sama-sama ingat kan,kata Ibu Dion dengan tersenyum. Dion dan Fitri pun sama-sama mengangguk.Mereka berdua jadi sama-sama malu.Karena sudah lama sekali tidak bertemu.Ibu Dion mulai merasakan apa yang sedang di rasakan anaknya dan Fitri,ia tersenyum senang.Ia berniat meninggalkan mereka berdua,tetapi ternyata Fitri sudah mau kembali ke kosnya. Ibu saya kembali dulu ya ?,kata Fitri. :Lho kenapa terburu-buru ? Saya mau bersih-bersih dulu.,jawab Fitri dengan tersenyum. Oh begitu,iya udah nggak apa-apa. Permisi Ibu..,kata Fitri yang kemudian menundukkan kepala pada Ibu kosnya dan Dion. Dion membalas menunduk dan tersenyum. Fitri berjalan menuju kamar kosnya dan masuk ke dalam.Ternyata Dion memperhatikannya,dan itu membuat Ibunya tersenyum sendiri.Sementara itu,sesampainya di kamar,ia masih terbayang-bayang tadi.ternyata itu Dion,wah beda banget ya sama yang dulu.Jadi lebih.Fitri tidak meneruskannya,ia malah tersenyum-senyum.Jantungnya dari tadi berdetak lebih cepat dari biasanya.Ada apa ya ini ???? Malam harinya,Fitri sedang duduk-duduk di depan kamar kosnya.Tiba-tiba ada 3 orang datang.Setelah ia amati,ternyata mereka adalah Fiya,Andi dan Hendra.Fitri pun tersenyum melihat kedatangan mereka.Fiya,Andi dan Hendra pun sudah terbiasa ketika malam hari menemui Fitri di tempat kosnya.Tetangga-tetangga kos Fitri pun juga sudah menganggapnya biasa,karena mereka sudah tahu bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya Fitri.Dan selalu membuat ramai,karena mereka dimana pun dan kapan pun selalu bercanda ria. Assalamualaikum..,sapa Andi. Waalaikum salamada apa ini,kok kesini ?,Tanya Fitri basa basi.
RUZANA WULAN 14

Alah kamu ini,nggak boleh ya,kalau kita maen kesini ?,Tanya Hendra. Hahaha,siapa bilang nggak boleh,aku malah senang kalian kesini! Mereka ber 4 pun duduk-duduk di depan kamar kos Fitri,yang kebetulan memang ada kursi dan meja untuk bersantai.Mereka biasanya duduk di sana dan bercengkrama ria.Fitri pun ke dalam untuk mengambil air untuk ke tiga sahabatnya. Maaf yaadanya Cuma ini !,kata Fitri sambil membawa 4 air mineral gelas dan 1 toples roti kering. Alah nggak apa-apa kok Fit,jangan repot-repot !,kata Andi. Mereka ber 4 pun bercengkrama kembali sampai malam,bahkan saat mereka sedang berbincang bincang,ada ibu kos Fitri yang sedang lewat,ia tersenyum ramah. Wah,teman-temannya lagi di sini ya mbak ?,Tanya Ibu kos Fitri. Hehe,iya Ibuini lagi berbincang-bincang saja.,jawab Fitri. Ya tidak apa-apa.Biar suasananya rame.,kata Ibu kos Fitri dengan tersenyum ramah. Iya Ibuhabis dari mana Ibu ? Ini,dari swalayan yang di depan itu..habis beli makanan kecil.Ya udah saya ke dalam dulu ya..ayo mampir ke sini ? Iya Ibu,terima kasih,kata Fitri dan ke 3 sahabatnya. Ibu kos Fitri pun masuk ke rumahnya,dan kebetulan rumahnya berada tepat di depan kamar kos Fitri.Ibu kos Fitri memang sangat ramah dan baik pada Fitri,karena ia sudah mengenal Fitri lama. Fit,ibu kos kamu baik banget sama kamu ya ?,Tanya Andi. Iya donk,beliau sudah kenal aku sejak aku masih kecil.,jawab Fitri sambil tersenyum. Ah masak ? kok bisa sih ?,Tanya Andi lagi.Fiya dan Hendra pun juga terlihat penasaran,sama seperti Andi. Fitri pun akhirnya menceritakan semuanya. Begini ceritanya,dulu kamar kos ini kan yang menempati Ayahku dari beliau masih bujang sampai sebelum aku kuliah.Nah ketika Ayah dan Ibuku sudah menikah sampai aku lahir,ketika aku masih kecil aku sering di ajak ke Surabaya,Ibu kos itu dan keluarganya juga sudah sangat akrab sekali sama ayahku.Saat aku sama Ibuku sedang di sini,aku sering di ajak main Ibu kos itu.Kebetulan,anaknya ibu kos yang nomer 3 juga seumuran sama akumakanya sering bermain bersamasama.Gitu,terang Fitri.
RUZANA WULAN 15

Owh,jadi begitu,kata Andi,Hendra dan Fiya bersamaan. Iya,Oh iya..kita upload yuk fotonya yang kemarin ?,ajak Fitri. Setuju banget tuh,kata Andi,Hendra dan Fiya. Sebentar,aku ambil dulu.kata Fitri sambil masuk ke kamar kosnya mengambil laptop dan modemnya.Tidak lama kemudian ia kembali lagi dan membuka laptopnya. Sementara itu,dari dalam rumah Ibu kos,Dion tampak mengamati Fitri dan sahabatsahabatnya.Ia bertanya-tanya siapa 2 pemuda dan seorang perempuan yang berada di sana.Ibu Dion yang baru saja datang,melihat Dion yang serius mengamati pun menjadi tersenyum melihat tingkah anaknya itu. Kamu ini ada apa Dion ?,Tanya Ibunya. Eh Ibu,ini aku lagi lihat-lihat aja.,jawab Dion yang baru menyadari kedatangan ibunya itu. Lihat-lihat apa ? mereka yang di sana itu ya ?,tebak Ibunya Dion. Hehehesiapa sih mereka itu Bu ?,jawab Dion sambil malu-malu. Mereka itu sahabatnya Fitri sejak di bangku MTs,dan sekarang sama-sama di 1 universitas.Mereka juga sering ke sini,karena tempat kos mereka di sebelah.,terang Ibu Dion. Oh begituaku kira siapa.,kata Dion sambil mengangguk-anggukkan kepala. Ibunya pun tersenyum. Dion-dion,kamu ini.,kata Ibu Dion yang kemudian masuk ke dalam,sementara itu Dion masih ingin memperhatikan Fitri dan ke 3 sahabatnya itu. Beberapa saat kemudian,Ibu Dion ke ruang tamu dengan membawa nampan yang berisi buah-buahan dan minuman.Dion yang melihatnya bertanya-tanya. Dion,kamu bawa ini ke sana ya ?,pinta Ibunya. Kenapa aku Bu ? Sudahlah,kamu ingin kesana kan ?,Goda ibunya sambil tersenyum. Dion pun menjadi malu sendiri.Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Ia pun akhirnya mau mengantarkannya ke tempat kos Fitri. Sementara itu,Fitri dan ke 3 sahabatnya sibuk memilih mana saja yang akan mereka upload. Yang mana ya enaknya ?,Tanya Fitri yang bingung.

RUZANA WULAN

16

Sini-sini,aku pilihin!,kata Hendra yang menggeser Fitri dan sekarang yang memegang laptopnya adalah Hendra. Ah,yang ini di upload !,kata Andi sambil menunjuk foto dimana mereka ber 4 sedang berfoto tepat di depan masjid An-Nur. Aku setuju yang itu,timpal Fiya. Mereka pun sibuk memilih mana yang akan di upload.Tiba-tiba Dion datang membawa apa yang di suruh oleh Ibunya. Assalamualaikum.sapa Dion. Semuanya langsung mengalihkan perhatiannya dari laptop dan memandang Dion. Waalaikum salam.,jawab Fitri dkk serempak. Andi,Hendra dan Fiya masih melongo melihat Dion,sementara Fitri langsung menghampiri Dion. Eh Dion,ada apa ya ?,Tanya Fitri. Ini,Aku di suruh Ibu buat nganterin ini buat kalian.,terang Dion. Wah,kok repot-repot sih ?,kata Fitri yang mulai tidak enak. Ah,tidak apa-apa kok,ini buat kamu dan teman-teman kamu Fit.,kata Dion sambil menyodorkan nampannya. Kalau gitu terima kasih ya ? aku jadi tidak enak.,kata Fitri sambil menerima nampan yang di sodorkan oleh Dion. Nggak apa-apa kok Fit,malah Ibu senang kok.,kata Dion lagi. Mereka pun berbincang-bincang,sementara itu Andi,Hendra dan Fiya bertanya-tanya siapakah Dion itu,karena baru kali ini mereka melihatnya,dan Dion terlihat akrab sekali dengan Fitri. Eh,siapa ya dia ?,Tanya Andi pada Hendra dan Fiya. Mana aku tahu,jawab Fiya dan Hendra bersamaan. Hmmmkalian ini! Fitri pun tersadar dan mengajak Dion gabung dengan mereka. Dion,ayuk ikut gabung di sini ?,ajak Fitri. Ah nggak usah aja.Nanti mengganggu lagi ? Nggak kok,mereka malah senang karena dapat teman baru.,terang Fitri.

RUZANA WULAN

17

Ah nggak usah aja deh,nggak enak aku Nggak apa-apa kok.ayuk ?,ajak Fitri lagi. Akhirnya Dion pun mau.Ia ikut bergabung bersama Andi,Hendra dan Fiya.Fitri pun memperkenalkan Dion pada sahabat-sahabatnya. Teman-taman,kenalkan ini Dion,anaknya Ibu Kos aku.Dia seumuran lho sama kita !terang Fitri. Hai,salam kenal aku Dion !,kata Dion dengan senyum ramah yang memperkenalkan dirinya. Hai,salam kenal juga.Aku Andi,ini hendra dan Fiya.kata Andi sambil memperkenalkan Hendra dan Fiya sambil tersenyum ramah pula. Hai,sapa Fiya dan Hendra yang tersenyum. Dion pun menundukkan kepala sambil tersenyum.Mereka semua pun akhirnya berbincang-bincang bersama.Dion juga sudah mulai sedikit akrab dengan mereka,Fitripun tersenyum melihatnya. Kamu anaknya ibu kos ya Dion ?,Tanya Andi. Iyakalian teman akrabnya Fitri ya ?,Tanya Dion. Iya,bukan hanya akrab lagi..kami sudah seperti saudara sendiri,hehe !,jelas Hendra. Owh begitu.Wah bagus donk kalau begitu !,kata Dion. Oh iya,kamu kenal Fitri sejak kapan ?,selidik Fiya. Dion pun sedikit malu dan tersenyum kecil,begitu pula dengan Fitri.Dion pun akhirnya menjawab. Aku kenal sejak masih kecil dulu.Tapi udah lama sekali tidak ketemu. Owh begitu,pantas aja sudah kelihatan akrab sekali.,kata Fiya. Dari rumah Dion,Ibu Dion sedang melihat mereka dari ruang tamu.Ia tersenyum dan senang,karena ia tahu apa yang dirasakan oleh anaknya itu pada Fitri.Sementara itu,Fitri dkk serta Dion bercengkrama sampai malam.Pukul 21.00,Fiya,Andi dan Hendra pamit pulang. Fit,kami pulang dulu ya ?,kata Andi. Iya,hati-hati ya ?,kata Fitri sambil tersenyum. Oke ! jangan lupa besok seperti biasanya !,kata Hendra. Iya,pasti.

RUZANA WULAN

18

Mari Dion,kami pulang dulu,kata Andi. Iya,jawab Dion dengan tersenyum ramah. Assalamualaikum.,kata Fiya,Andi dan Hendra. Waalaikum salam,jawab Fitri dan Dion. Mereka bertiga pun pulang ke tempat kosnya,meninggalkan Fitri dan Dion sendirian.Dion pun akhirnya juga pamit pulang. Aku pulang dulu ya ?,kata Dion. Iya..,jawab Fitri dengan tersenyum. Dion pun juga tersenyum dan pulang ke rumahnya.Sementara itu,Fitri masuk ke kamar kosnya.Ia ingin tidur,karena sudah mulai mengantuk.sebelum tidur,ia malah tiba-tiba terbayang sosok Dion yang sekarang.Hmkamu jauh berbeda dari yang dulu.dulu terlihat pendek malah tinggian akusekarang kamu malah tinggi banget. Saat ia memikirkan Dion,tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat,dadanya juga terasa sesak memikirkannya.Ia pun langsung ber istighfar dan langsung tidur.Sementara itu,Dion setelah pulang ia langsung menuju kamarnya.Ia terlihat tersenyum-senyum sendiri memikirkan saat ia ikut berbincang-bincang dengan Fitri dkk.

RUZANA WULAN

19

Berita Duka
Suatu hari,Fitri sedang membaca novel di taman.Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampirinya.Ternyata ia adalah yang menabrak Fitri dulu, Assalamualaikum.sapa pemuda itu. Waalaikum salam,jawab Fitri.Ia tidak ingat dengan pemuda itu. Maaf,aku yang menabrak kamu dulu.,kata pemuda itu. Fitri pun akhirnya ingat. Oh iya aku ingat.Ada apa ya ?,Tanya Fitri. Boleh aku berkenalan sama kamu ? Boleh-boleh aja.,jawab Fitri dengan tersenyum. Pemuda itu pun juga ikut tersenyum. Kalau boleh tahu nama kamu siapa ya ?,Tanya pemuda itu. Aku Fitri,kamu ? Aku Indra.Senang berkenalan dengan kamu !,kata Pemuda itu yang bernama Indra sambil tersenyum. Sama-sama Mereka pun berbincang-bincang.Mulai dari jurusan mereka masing-masing,asal-usul mereka,dan masih banyak lagi.Dalam sekejap,Fitri bisa tahu sifat Indra dari ekspresi dan gaya bicaranya.Menurut Fitri,Indra memiliki sifat yang baik,sedikit pendiam dan berani. Sementara itu,Andi dan Hendra sedang menuju masjid.Mereka melewati taman.Hendra tidak sengaja melihat Fitri sedang berbincang-bincang dengan seseorang.Ia pun langsung memberitahu Andi. Eh Andi,lihat ! itu bukannya Fitri ya ?,kata Hendra sambil menunjuk kea rah Fitri. Eh iya,sama siapa ya dia ?,kata Andi yang bertanya-tanya.

RUZANA WULAN

20

Aku juga nggak tahu Di !,kata Hendra yang juga ikut bertanya-tanya. Andi dan Hendra pun menjadi bertanya-tanya.Kerena tidak biasanya Fitri mau mengobrol dengan laki-laki yang bukan ia kenal. Apa kita kesana aja ya ?,Tanya Andi pada Hendra. Nggak usah aja Di,kita tunggu aja di masjid.,jawab Hendra. Iya dehkamu sms dia,suruh cepat-cepat ke masjid.Keburu waktu Dhuhanya habis nanti !,perintah Andi. Iya,nanti aku sms ! Mereka pun melanjutkan perjalanan ke masjid.Rupanya sesampainya disana,Fiya sudah menunggu sambil membuka laptopnya.Melihat Andi dan Hendra yang datang,ia pun menutup laptonya. Lho mana Fitri ?,Tanya Fiya. Dia lagi di taman Fiy.,jawab Hendra sambil duduk di samping Fiya. Lagi baca novel ya ?,Tanya Fiya lagi. Nggak,dia lagi ngobrol sama pemuda.,jawab Andi. Kok tumben banget.Nggak biasanya ia mau ngobrol sama pemuda yang belum ia kenal !,kata Fiya. Aku juga nggak tahu Fiy,timpal Andi. Hendra pun mengirim sms ke Fitri,supaya ia cepat ke masjid,karena waktu Dhuha sudah mau habis. Fit,cepetan ke masjid Semuanya udah nunggu kamu Sebentar lagi mau habis waktu Dhuhanya Beberapa detik kemudian,sms pun terkirim.Fitri yang sedang asyik mengobrol tibatiba hpnya bergetar.Ia sedikit kaget,lalu membuka hpnya.Ternyata sms dari Hendra,ia teringat dan langsung memasukkan novelnya ke dalam tas.Indra yang sedang bersamanya pun bertanya-tanya. Ada apa Fit ? Maaf,aku harus ke masjid sekarang.Karena udah di tunggu !,jawab Fitri. Owh begitu,kebetulan aku juga mau kesana.Bagaimana kalau kesana sama-sama ?

RUZANA WULAN

21

Iya boleh,jawab Fitri. Mereka berdua pun akhirnya ke masjid bersama-sama.Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di Masjid.Fitri segera bergabung dengan sahabat-sahabatnya,sedangkan indra langsung menuju tempat wudhu. Udah lama ya nunggunya ?,Tanya Fitri. Iya lumayan.Kamu dari mana Fit ?,Tanya Hendra. Biasa,dari taman.,jawab Fitri. Owh,yang tadi itu siapa Fit ? Hayoo?,goda Fiya. Fitri pun langsung tersenyum,mendapat pertanyaan tersebut. Itu tadi kenalan baru.Kemarin menabrak aku saat aku mau masuk ke kelas,terus tadi mau minta maaf gitu !,terang Fitri. Wah Fitri,nggak biasanya kamu mau di ajak kenalan sama orang yang belum kamu kenal ?,canda Andi. Ya kelihatannya dia baik,makanya aku mau.Kalau nggak,pasti aku langsung kabur kayak biasanya ! Hahahaha,kamu ini Fit Fitri.,kata Andi. Mereka pun kemudian langsung sholat Dhuha berjamaah.Setelah selesai mereka duduk-duduk di teras masjid bercengkrama ria.Tiba-tiba hp Fitri berdering,ada telfon dari keluarganya di Kediri,yaitu pamannya.Fitri pun bertanya-tanya kenapa pamannya tiba-tiba menelfon,tanpa berfikir panjang,ia pun langsung mengangkat telfonnya. Hallo Assalamualaikum Waalaikum salam,ini Fitri kan ? Iya,ada apa paman ? Nada bicara paman Fitri seperti habis menangis,Fitri pun menjadi firasat buruk. Nduk,ndang pulango,Mbahe tinggal ! Mendengar kabar tersebut,bagai di sambar petir,ia pun kaget setengah mati. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.Fitri pun mulai terisak. Ndang pulang ya nduk ? ntar sampean nggak keburu ngeliat mbahe lagi lho Inggih,tak pulang sak niki ! Ya wis,hati-hati neng ndalan.

RUZANA WULAN

22

Setelah menutup telfon,Fitri pun langsung menangis,sahabat-sahabatnya langsung bertanya pada Fitri. Ada apa Fit ?,Tanya Fiya. Kakekku meninggal Fiy,jawab Fitri sambil menangis. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.,kata Fiya,Hendra dan Andi bersama-sama. Kita turut berduka cita ya Fit,kamu yang sabar.,kata Andi yang mulai ikut sedih. Iya,terima kasih ya,kata Fitri yang masih menangis. Iya sama-sama,terus kamu sekarang langsung pulang Fit ?,Tanya Andi. Iya,aku harus pulang sekarang.Aku pulang dulu ya ?,kata Fitri sambil merapikan buku-bukunya. Iya udah Fit,apa perlu kami nemenin kamu ?,Tanya Hendra. Nggak usah aja,kalian disini aja.Aku tolong izinin ya ? Iya Fit,nanti kami izinin.,jawab Fiya. Fitri pun berpelukkan dengan Fiya kemudian menyalami Hendra dan Andi.ia akan pulang ke Kediri setelah mengambil baju di kosnya. Hati-hati di jalan ya Fit ?,kata Fiya,Andi dan Hendra. Iya pasti. Fitri pun langsung berlari ke parkiran untuk mengambil motornya dan langsung pergi ke kosnya.Sementara itu,Fiya,Andi dan Hendra masih di masjid,mereka ikut sedih atas apa yang menimpa Fitri. Sesampainya Fitri di tempat kos,air matanya masih mengalir.Ibu kos dan Dion yang sedang di depan rumah menjadi bertanya-tanya mengapa Fitri menangis.Sementara Fitri tampak sangat pucat. Ada apa mbak ?,Tanya Ibu kos yang mulai cemas dan menghampiri Fitri dengan Dion. Kakek saya meninggal Bu.,jawab Fitri sambil terisak. Innalillahi wainna ilaihi Rojiun.,kata Ibu kos dan Dion. Terus kamu sekarang mau pulang ke Kediri Fit ?,Tanya Dion.Ia juga sangat cemas. Iya Dion,jawab Fitri.

RUZANA WULAN

23

Ibu Dion akhirnya menyuruh Dion untuk menemani Fitri pulang,karena ia cemas dengan keadaan Fitri dan takut terjadi apa-apa di jalan. Dion,kamu temani mbak Fitri ya ?,pinta Ibu Dion. Baik Bu.,jawab Dion Nggak usah aja Bu,saya pulang sendiri saja.,tolak Fitri dengan halus. Nggak mbak,saya cemas dengan keadaan mbak yang seperti itu,mbak pucat sekali.Nanti kalau terjadi apa-apa di jalan bagaimana ? mau ya ?,bujuk Ibu Dion. Fitri pun terdiam,akhirnya ia mau di temani oleh Dion.Dion pun langsung ke rumahnya berganti baju dan membawa baju secukupnya,sementara Fitri juga mengemasi bajunya,ia membawa baju secukupnya,dan di bantu Ibu kosnya. Saya dan keluarga turut berduka cita ya Mbak..semoga di beri ketabahan dan kesabaran,kata Ibu Dion. Iya Bu,terima kasih..Dan terima kasih juga buat bantuannya!,kata Fitri.ia sekarang sedikit lebih tenang,meskipun masih sedikit terisak. Sama-sama mbak.. Dion pun mengeluarkan motor vixionnya dari dalam rumah,Fitri pun juga sudah siap di depan bersama Ibu kosnya.Dion masih cemas melihat Fitri yang tampak pucat sekali. Saya pulang dulu ya Ibu,kata Fitri sambil menyalami Ibu kosnya itu. Iya,hati-hati di jalan Iya Bu Fitri pun di bonceng oleh Dion.Mereka pun langsung berangkat,sedangkan Ibu Dion masuk kembali ke rumahnya. Di jalan,Dion dan Fitri hanya diam.Dion mengendarai motornya dengan cepat.Fitri hanya bicara untuk menunjukkan arah-arahnya menuju Kediri pada Dion.Ia masih Shock mendengar kabar kalau kakeknya meninggal.ia masih terbayang wajah kakek yang sangat ia cintai itu,yang merawatnya sejak kecil.Memang beberapa hari lalu,kakeknya sedang sakit struk,dan di rumah sakit selama 1 minggu lebih.Fitri pun tidak bisa menjenguknya karena ada jam kuliah.Ia menyesal,tidak bisa menjenguk kakeknya ketika masih sakit.Air matanya pun tidak berhenti mengalir. 2,5 Jam kemudian mereka sampai di rumah.Di rumah sudah banyak sekali orang,beruntung jenazahnya belum di kebumikan,Fitri dan Dion segera masuk ke dalam rumah,setelah memarkirkan motor.Tetangga-tetangga yang melihat kedatangan Dion dan Fitri menjadi bertanya-tanya,siapakah yang bersama Fitri itu.

RUZANA WULAN

24

Di dalam rumah,sudah ada keluarga besar Fitri,juga Ayah Fitri.Fitri langsung mendekat ke jenazah kakeknya itu,Dion yang masih mengenali wajah ayahnya Fitri langsung mendekat dan bersalaman.Sementara Ayah Fitri masih belum tahu bahwa itu adalah Dion. Assalamualaikum Pak,sapa Dion yang tersenyum sambil menjabat tangan ayah Fitri. Waalaikum salamini siapa ya ?,Tanya ayah Fitri. Ini Dion pak,anaknya Ibu Kos.,jawab Dion. Ayah Fitri pun langsung ingat. Oh ternyata nak Dion thopangling saya !,kata Ayah Fitri sambil tersenyum. Iya pak Mereka pun menjadi terlihat akrab.Ayah Fitri mengajak Dion untuk ikut bergabung dengan keluarga besar Fitri.Di sana ada Nenek,Ibu,Paman dan masih banyak lagi.Semuanya menangis,yang paling terpukul adalah sang nenek.Di samping jenazah kakeknya,Fitri menangis tersedu-sedu.Adiknya kemudian mendampinginya dan mengajak kakaknya untuk mundur,karena jenazah kakeknya mau di berangkatkan.Fitri pun akhirnya mundur. Dion yang melihat itu,tampak sedih sekali.Ia tahu sekali bagaimana di tinggalkan oleh orang yang dekat dengan kita.Karena ia sudah pernah mengalami,Ayahnya meninggal 3 tahun lalu.Ia sangat sedih dan terpukul atas meninggalnya ayahnya itu.Dan sekarang ia hanya tiggal bersama Ibu dan adik laki-lakinya.Sementara kakak laki-lakinya sudah hidup sendiri dengan isteri dan anaknya. Saat jenazah di berangkatkan,Dion ingin ikut mengantar ke pemakaman,akhirnya ia pergi bersama Ayah Fitri.Sementara itu,Fitri di rumah sedikit lebih tenang.Ia sekarang bersama dengan keluarganya.Ibunya pun bertanya pada Fitri,dengan siapa ia pulang. Kamu pulang sama siapa tadi Nduk ?,Tanya Ibunya. Aku sama Dion Buanaknya Ibu kos.,jawab Fitri. Ibunya Fitri mencoba untuk mengingat-ingat. Dion yang dulu sering bermain sama kamu itu ya ? Iya Bu,jawab Fitri. Beberapa saat kemudian,Dion dan ayah Fitri kembali ke rumah,di susul oleh pamannya Fitri.Dion pun langsung menyalami ibunya Fitri. Ini nak Dion ya ?,Tanya Ibunya Fitri. Iya Ibu,saya Dion .,jawab Dion sambil tersenyum mengangguk.

RUZANA WULAN

25

Wah,pangling saya.Sudah lama tidak ketemu. Dion pun hanya tersenyum.Ia duduk di samping Pak Hamim,ayah Fitri.Mereka pun berbincang-bincang.Ayah Fitri mengucapkan terima kasih karena Dion mau menemani Fitri pulang ke Kediri. Terima kasih banyak lho nak Dion,karena sudah mau menemani Fitri ke sini.. Iya pak sama-sama.Tadi sama Ibu saya di suruh menemani Fitri pulang,takutnya terjadi apa-apa di jalan.Soalnya tadi Fitri terlihat pucat sekali tadi.,jelas Dion. Sekali lagi terima kasih banyak ya..Ibu kamu baik banget,bagaimana kabarnya di sana ? Alhamdulillah baik-baik aja Pak,bapak kapan-kapan main ke Surabaya ya Pak ? Iya Insyaallah Mereka semua pun berbincang-bincang,semuanya masih diselimuti oleh kesedihan yang mendalam. Sementara itu,di luar rumah ada beberapa tetangga laki-laki yang tua dan muda yang masih mengobrol.Semuanya membicarakan Pemuda yang datang bersama Fitri.Ada yang mengira bahwa itu adalah pacar Fitri,ada yang mengira ia adalah calon suami Fitri,dan masih banyak lagi tanggapan-tanggapan mereka.Saat Paman Fitri keluar rumah,mereka menanyakan siapa pemuda itu. Pak Heri,siapa yang sama Fitri itu ?,tanya salah seorang laki-laki yang dulu kakak kelas Fitri di MTs. Oh itu,dia anaknya Ibu Kos tempat Fitri kos.,jawab Paman Fitri. Kok sampai mau mengantar ke sini ya ? Yak arena,Keluarganya sudah sangat dekat sekali sama Bapaknya Fitri,sejak masih di Surabaya dulu!,jelasnya. Oh begitu Iya.. Sementara itu di dapur,juga membicarakan Dion.Mereka juga bertanya-tanya siapa yang bersama Fitri itu.Ada yang berkomentar,wah,ganteng ya!!,manis,calon suami Fitri masak ??,dan lain sebagainya. Malam harinya,setelah tahlilan,Fitri duduk di ruang tamu sendirian.Dion yang melihatnya,akhirnya memutuskan untuk menemuinya.Fitri tampak masih sangat sedih,dan Dion pun ingin sekali menghiburnya. Lagi ngelamun ya Fit ?,Tanya Dion sambil duduk di samping Fitri.
RUZANA WULAN 26

Eh Dion,nggak kok.Aku nggak ngelamun.Aku Cuma masih sedih aja !,jawab Fitri. Di ikhlasin aja Fit,kakek kamu sudah tenang di sana.Aku juga pernah mengalami seperti ini Waktu meninggalnya ayah kamu ya ? Iya,aku dulu juga seperti kamu Fit,tapi aku coba kuatin diri menerima semuanya dan ikhlas.Memang semua ini tidak mudah!,terang Dion. Mendengar penjelasan Dion,Fitri mulai menyadari semuanya.Ia mencoba untuk menguatkan dirinya.Ia pun tersenyum pada Dion.Ia merasa Dion sangat perhatian dan bisa memahami apa yang di rasakannya sekarang. Terima kasih banyak ya Dion atas semuanyakamu sangat baik sekali,udah mau nemenin aku pulang sampai di sini..kata Fitri. Iya sama-sama Fitri,aku juga senang kok.Dengan begini kan aku bisa ketemu ayah kamu lagi,dan bisa kenal semua keluarga kamu sambil silaturrahmi !,jawab Dion dengan tersenyum. Hehe,gara-gara kamu ikut sama aku,semuanya pada mengira yang nggak-nggak ! Iya nggak apa-apa. Mereka pun saling diam,dan saling senyum.Fitri jadi tambah grogi,karena ia baru menyadari,karena ia sekarang Cuma berdua dengan Dion.Suasana di ruang tamu menjadi dingin.Padahal dari tadi tidak terasa sama sekali dinginnya. Oh iya,kamu mau kembali kapan ?,Tanya Dion,yang mencoba mencairkan suasana. Besok lusa saja ya ? kamu ada kegiatan nggak ?,Tanya Fitri. Aku nggak ada kegiatan kok,nggak apa-apa kalau kamu masih mau di sini. Oh iya,kamu selama ini tinggal dimana,kok selama aku di Surabaya belum pernah ketemu kamu ?,Tanya Fitri lagi. Oh,aku ada di Surabaya juga tapi aku tinggal di rumahnya nenekku dan sekolah di sana dulu.Setelah lulus SMK,aku kerja di perusahaan IT di Surabaya.Dan mengambil cuti,aslinya aku mengajukan cuti selama 1 minggu,tapi Bos aku tiba-tiba memberi aku cuti 3 minggu,karena aku kerjanya sangat disiplin dan baik dalam bekerja.,jelas Dion. Wah,bagus donk ! berarti kamu pasti pintar banget,kata Fitri yang tersenyum. Amiinnhehehe.

RUZANA WULAN

27

Mereka pun berbincang-bincang.Fitri juga mengatakan,kalau ia juga dulu lulusan SMK dengan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan,sama seperti Dion.dari obrolan mereka,Fitri dan Dion menangkap banyak sekali kecocokan diantara mereka. Dari luar,Ayah Fitri melihat mereka dan tersenyum.Dion ternyata bisa membuat Fitri tersenyum lagi,dan kelihatan sangat akrab.Juga kelihatan cocok!,ia pun langsung pergi dengan terseenyum,setelah melihat Dion dan Fitri. Sementara adik Fitri yang kebetulan lewat di depan rumah,melihat kakaknya yang sedang dengan Dion.Cocok sekali mereka ! ia pun juga tersenyum. Sementara itu,keesokan harinya di Surabaya,Fiya,Andi dan Hendra tampak kesepian tanpa adanya Fitri.Mereka lebih banyak diam dari pada berbicara. Hmm,nggak seru ya,kalau Fitri nggak ada di sini ?,kata Andi. Fiya dan Hendra pun sama-sama mengangguk menyetujui apa yang di katakana oleh Andi. Iya,benar kamu Di,rasanya kurang lengkap !,timpal Hendra. Kapan ya Fitri pulangnya ? apa dia baik-baik saja di sana ?,kata Fiya. Mereka semua bertanya-tanya tentang keadaan Fitri.Hendra pun menyuruh Fiya untuk menghubungi Fitri,untuk menanyakan keadaannya di Kediri. Fiy,coba kamu telfon Fitri,tanya keadaannya gitu ? Baiklah,jawab Fiya. Fiya pun akhirnya menghubungi Fitri,dan beberapa saat kemudian Fitri pun menjawab telfon dari Fiya. Assalamualaikum Waalaikum salam Ini Fitri kan ? Iya,ini aku Fiy.Ada apa ? Bagaimana keadaan kamu disana ? Alhamdulillah udah mulai baikan.Tumben telfon,ada apa nih ? Ini,anak-anak pada kesepian nggak ada kamu,aku di suruh nelfon. Oh begitu,aku udah nggak apa-apa kok Oh iya,kapan pulangnya ?kita di sini udah kangen lho

RUZANA WULAN

28

Hahaha,kalian ini ada-ada saja! Aku besok pulangnya.Jam 10 dari sini! Owh begitu,ya udah hati-hati di jalan yaEh udah dulu ya,pulsaku mau habis nih,hahaha Hahaha,kamu ini Fiy,iya nggak apa-apa. Oke,udah dulu ya,Assalamualaikum Waalaikum salam Sesudah menutup telfon,Andi pun bertanya pada Fiya. Bagaimana katanya Fiy ? Dia udah baik-baik aja.Besok jam 10 dia pulang.,jawab Fiya. Alhamdulillah kalau begitu.,kata Andi yang mulai lega. Bagaimana kalau besok kita ke tempat kosnya Fitri ?,usul Hendra. Wah,bagus itu..tapi aku besok ada jam kuliah.,kata Fiya. Ya malam aja kalau begitu,bagaimana ?,usul Andi. Sip deh,sahut Fiya dan Hendra. Mereka bertiga pun bisa sedikit lega,karena sudah tahu kabar Fitri.Memang,persahabatan mereka sangatlah kuat.Ketika salah satu dari mereka dalam keadaan sedih,atau terkena musibah,maka yang lainnya pun juga bisa ikut merasakan. Dari kejauhan,Indra sedang mengamati Fiya,Andi dan Hendra.Dia heran,biasanya Fitri selalu bersama mereka,tetapi 2 hari ini Fitri tidak terlihat bersama mereka.Ia juga tidak pernah bertemu dengan Fitri. Keesokan harinya,Fitri dan Dion bersiap-siap berangkat ke Surabaya.Sebelum kembali ke Surabaya,Ibu Fitri memberi Fitri makanan,buah-buahan untuk di makan di Kosnya.Ia juga berpesan untuk memberikannya pada Ibu kosnya,sebagai ucapan terima kasih atas semua kebaikannya.Sementara Ayah Fitri berbincang-bincang dengan Dion di depan rumah. Hal yang tidak di sangka-sangka Dion pun terjadi. Bapak titip anak bapak ya Dion,tolong jaga dia selama di sana,kata Ayah Fitri dengan tersenyum ramah. Mendapat perkataan seperti itu,Dion jadi tersenyum Iya Pak,pasti,jawab Dion.

RUZANA WULAN

29

Kata-kata dari ayah Fitri itu terpaku di hati Dion,ia seperti mendapatkan semangat dari ayah Fitri.Ia pun sangat senang.Fitri pun keluar dari rumahnya,ia sudah di tunggu oleh Dion di luar.Di mata Fitri,Dion tampak keren,dengan memakai jaket dan membawa tas ransel hitam.Fitri pun tersenyum-senyum sendiri. Fitri dan Dion sebelumnya berpamitan dengan nenek Fitri dulu,beliau jatuh sakit sejak kakeknya Fitri mulai sakit. Nenek,saya pamit dulu yanenek harus jaga kesehatan dan tetap sehat..,kata Dion sambil bersalaman dengan nenek dan tersenyum ramah. Iya,terima kasih ya nakhati-hati di jalan..,kata nenek dengan tersenyum. Iya nek Dion memang sudah akrab dengan nenek Fitri,neneknya Fitri bahkan juga menyukai Dion,karena Dion sangat baik dan sopan.Bahkan Dion mendapatkan banyak cerita tentang Fitri dari nenek.Dion tambah sangat senang. Tiba saatnya Fitri dan Dion kembali ke Surabaya.Mereka di antar Ayah dan Ibu Fitri dari depan rumah. Kami pamit dulu Bapak,Ibu ?,pamit Dion. Iya,hati-hati di jalan ya Dion ? salam buat Ibu kamu !,kata Ayah Fitri. Iya Pak Assalamualaikum.,kata Fitri dan Dion. Waalaikum salam. Dion dan Fitri pun berangkat,sementara Ayah dan Ibunya Fitri masih berbincangbincang di luar rumah. Kelihatannya mereka cocok ya Pak ?,kata Ibu Fitri. Iya Busaya juga berfikir begitu ! Mereka juga kelihatannya saling suku Pak ! Yadilihat nanti aja Bu,jawab Ayah Fitri. Mereka berdua pun tersenyum. Saat perjalanan,kali ini Dion mengendarai motornya sedikit lebih lambat daripada saat ke Kediri.Itu adalah permintaan dari Fitri,supaya mengendarainya lebih pelan saja.Dalam waktu 3 jam,mereka akhirnya sampai di Surabaya lagi.

RUZANA WULAN

30

Rival
Saat Fitri dan Dion sampai di tempat kos,mereka sudah di tunggu oleh Ibu Dion.Ia sudah tahu kalau Dion dan Fitri akan kembali pada hari itu,karena sudah diberitahu oleh Dion. Alhamdulillahkalian bisa sampai dengan selamat !,kata Ibu Dion dengan tersenyum. Dion dan Fitri pun juga ikut tersenyum. Iya Bu..,jawab Fitri. Ya udah,kamu istirahat dulu mbak,pasti capek ! Dion juga istirahat sana !,perintah Ibu Dion. Iya Bu,kata Fitri. Fitri pun masuk ke kamar kosnya,begitu juga dengan Dion,ia segera masuk ke dalam rumahnya dan ber istirahat. Malam harinya,Dion dan Ibunya sedang berbincang-bincang di ruang tamu.Mereka sedang membicarakan saat Dion dan Fitri di Kediri.Dion pun menceritakan semua,ia juga mengatakan kalau ia bertemu dengan Ayahnya Fitri dan di sambut baik oleh keluarga besar dari Fitri. Aku kemarin juga ngobrol-ngobrol sama neneknya Fitri Bu.,kata Dion dengan gembira. Benarkah ? wah bagus donk ?,kata Ibunya dengan tersenyum senang. Iya,malah beliau cerita sama aku semua tentang Fitri Bu. Wah,kamu jadi lebih tahu Fitri donk nak ?,Tanya Ibu Dion yang menggoda Dion. Hehehe Dion pun hanya tersenyum. Sementara itu,di tempat kos Fitri.Ia sedang merapikan kamarnya,ia baru ingat kalau ada titipan yang harus diberikan ke Ibu kosnya.Fitri pun langsung mengenakan kerudungnya dan keluar menuju rumah Ibu kosnya itu.Dion yang melihat kedatangan Fitri menjadi bertanya-tanya,begitu juga dengan Ibunya Dion.

RUZANA WULAN

31

Assalamualaikum,sapa Fitri dengan ramah. Waalaikum salam,jawab Dion dan Ibunya. Ayo,silahkan masuk mbak ! duduk di sini,kata Ibu Dion yang mempersilahkan Fitri masuk. Fitri pun duduk di samping Ibu kosnya. Ada apa Fit ?,Tanya Dion yang penasaran. Ini,tadi ada titipan dari keluarga di rumah buat Ibu dan Dion !,kata Fitri sambil menyerahkan sebuah bungkusan ke Ibu kosnya. Wah,kok repot-repot sekali mbak ?,Tanya Ibu Dion. Nggak apa-apa kok Bu,kan Ibu juga sudah banyak membantu saya akhir-akhir ini..,kata Fitri. Itu kan beda lagi mbak,saya senang kok bisa bantu kamu mbak.. Iya Bu..Terima kasih banyak ya Bu buat semuanya Sama-sama,terima kasih juga ya buat ini ?,kata Ibu Dion sambil menunjuk bungkusan yang diberikan oleh Fitri. Terima kasih ya Fit ?,kata Dion sambil tersenyum. Iya sama-sama,malah saya yang harus berterima kasih,kata Fitri sambil tersenyum pula. Dari luar,terdengar ada orang yang lewat.Ada seorang wanita yang berjalan menuju rumah Dion.Dion yang melihatnya langsung kaget,ia tahu siapa perempuan itu.Sementara itu,Fitri dan Ibu Dion masih bertanya-tanya siapakan perempuan itu. Perempuan itu menggunakan pakaian seperti orang kantoran,tidak memakai jilbab,usianya sepertinya hamper sama dengan Fitri dan Dion.Ia pun mengucapkan salam,san semua yang di dalam pun juga mejawab salamnya. Ayo silahkan masuk !,kata Ibu Dion mempersilahkannya masuk dan duduk. Iya...kata perempuan itu. Sementara Dion tampak terdiam,begitu juga dengan Fitri yang tidak tahu apa-apa.Ibu Dion pun makin penasaran,siapakah perempuan itu. Maaf,anda siapa ya ?,Tanya Ibu Dion. Ehm,saya Dea,teman sekantornya Dion Bu,jawabnya.

RUZANA WULAN

32

Ibu Dion pun langsung memandang Dion,begitu pula dengan Fitri.Sedangkan Dion hanya diam dan tersenyum pahit.Fitri yang merasa tidak enak,dan takut mengganggu,akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar kosnya.Ia pun berpamitan dengan Dion dan Ibunya. Ibu,saya kembali dulu ya ?,pamit Fitri. Kenapa terburu-buru,disini aja dulu ?,kata Ibu Dion. Iya Fit,kamu disini dulu aja !,timpal Dion. Sementara Dea melihat Fitri dengan sinis,Fitri pun menjadi semakin tidak enak. Iya terima kasih,tapi saya mau mengerjakan tugas-tugas saya dulu..,jawab Fitri. Owh begitu,ya udah nggak apa-ap.Lain kali kesini lagi ya ?,kata Ibu Dion. Iya IbuMari Dion !,kata Fitri sambil melangkah keluar. Dion pun hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala.Sementara Fitri pun langsung keluar dari rumah Dion.Ketika sudah di luar,ia melihat ada 3 orang berjalan dari arah jalan masuk ke tempat kos Fitri.Ternyata mereka adalah sahabat-sahabat Fitri,yaitu Fiya,Andi dan Hendra.Fitri begitu sangat senang melihat kedatangan mereka. Assalamualaikum Fitri.,sapa Fiya,Andi dan Hendra bersamaan. Waalaikum salam.,jawab Fitri dengan gembira. Mereka pun saling bersalaman dengan senyum yang mengembang.Fitri sangat senang saat itu,bisa bertemu dengan ke 3 sahabat yang sangat ia cintai itu.Ia pun mengajak mereka ke kosnya.Sementara itu,dari dalam rumah Dion,Dion melihat Fitri yang sangat gembira maresa senang,akhirnya Fitri bisa tersenyum.Ia pun jadi tersenyum,Dea yang melihatnya tampak tidak senang.Ia merasa bahwa kehadirannya tidak dianggap oleh Dion. Sementara itu,Ibu Dion pamit untuk masuk ke dalam dan meninggalkan Dion dan Dea sendirian.Dion pun bersikap cuek pada Dea. Ada apa kamu tiba-tiba ke sini ?,Tanya Dion. Cuma ingin kesini aja.Apa nggak boleh ? Hm,seharusnya bilang dulu kalau mau kesini !,kata Dion dengan sedikit tidak senang. Kamu tidak senang ya,kalau aku kesini ?,Tanya Dea. Dion hanya diam mendengar Dea menanyakan hal itu dan terus memandang Fitri dan ke tiga sahabatnya yang sedang bercengkrama di depan kamar kos Fitri.Dion tahu,Dea masih berusaha untuk mendapatkannya,tapi selalu ia tolak,karena sudah ada orang lain di hati Dion.

RUZANA WULAN

33

Dea yang melihat itu,tampak tidak senang,ia pun langsung menanyai Dion. Kamu suka sama perempuan tadi ?,Tanya Dea. Mendengar pertanyaan itu,Dion langsung kaget. Itu bukan urusan kamu !,jawab Dion. Apa sih,yang membuat kamu suka sama dia ? masih lebih cantikan aku deh kayaknya!,kata Dea dengan arogan. Dion yang mendengar perkataan Dea langsung marah.Ia ingin sekali mengusir Dea,tapi ia mencoba untuk bersabar menghadapinya. Dia cantik luar dan dalam,sedangkan kamu hanya cantik luarnya !,jawab Dion. Maksud kamu ?,Tanya Dea yang masih belum mengerti. Kamu memang cantik,tapi hanya secara fisik,sedangkan iman kamu nggak sama sekali !,kata Dion dengan serius. Dea langsung diam mendengar perkataan dari Dion.Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.Tetapi ia masih belum menyerah untuk mendapatkan Dion.Ia akan menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkannya. Baiklah,tapi ingat Dion! Aku nggak akan pernah menyerah!,kata Dea. Sudahlah Dea,nggak ada gunanya.Di hatiku sudah ada orang lain dan nggak akan nada yang bisa menggantikan termasuk kamu !,terang Dion. Aku nggak peduli ! aku pulang dulu Dion !,kata Dea sambil berdiri dari tempat duduknya dan pergi. Dion hanya bisa menghela nafas melihat sikap Dea,ia jadi berfikir,kok bisa aku kenal sama orang seperti itu ta????.Sementara itu,Ibu Dion yang sebenarnya mendengar percakapan antara anaknya dengan Dea,juga ikut tidak senang dengan sikap Dea.Ia menilai tindakan anaknya itu benar,Ibu Dion menjadi penasaran siapa yang di sukai oleh anaknya itu. Sementara itu,Fitri yang sedang bercengkrama dengan ke tiga sehabatnya melihat Dea yang keluar dari rumah Dion dengan muka marah.Fitri pun bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.Dea yang begitu melihat Fitri langsung memasang tampang yang marah,kesal.Fitri pun menjadi bingung. Siapa itu Fit ?,Tanya Andi yang juga ikut melihat Dea. Aku juga nggak tahu Di,jawab Fitri. Pacarnya Dion ya ?,Tanya Hendra.

RUZANA WULAN

34

Mendengar pertanyaan itu,Fitri langsung kaget dan sedikit murung.Hendra,Andi dan Fiya pun bisa menangkap ekspresi dari Fitri,mereka pun saling tersenyum. Aku nggak tahu juga,jawab Fitri kemudian. Tenang aja Fit,mana mungkin Dion punya pacar yang seperti itu,Dion kan anak baikbaik,hibur Fiya. Apa sih kalian ini ?,kata Fitri yang mencoba untuk menutupi perasaannya. Hahaha,kami tahu kok Fit,apa yang kamu rasain,jadi meskipun kamu menyembunyikannya,kami bisa tetap tahu !,kata Hendra. Iya,benar itu yang di katakana sama Hendra !,timpal Andi. Fitri pun menjadi malu sendiri,ternyata sahabat-sahabatnya bisa mengetahui apa yang sedang ia fikirkan. Hehehe,kalian tahu aja !,kata Fitri sambil tersenyum. Ya tau donk,hahaha!,kata Andi sambil tertawa. Awas,nanti ada lalat yang masuk ke mulut kamu lho Di !,canda Hendra. Mereka semua pun tertawa.Memang,mereka ber 4 memang tidak bisa di pisahkan dari yang namanya bercanda dan tertawa.Itu memang sudah menjadi cirri khas mereka.Kapan dan dimana saja mereka berada,selalu membuat ramai dengan canda tawa mereka. Beberapa hari kemudian,sehabis Sholat Maghrib Fitri keluar dari kamar kosnya dan pergi ke swalayan yang berada di depan gang.Ia membeli beberapa mie instant dan keperluan sehari-harinya.Saat kembali,ia di hadang oleh Dea.Dea meminta Fitri untuk berhenti sejenak. Hei kamu !,panggil De dengan tidak sopan. Saya ? ada apa ya mbak ?,Tanya Fitri. Saat Fitri sudah ada di hadapan Dea,tiba-tiba Dea menampar wajahnya.Fitri langsung kaget dan memegangi pipinya.Dion yang kebetulan baru pulang bekerja,melihat Dea yang menampar Fitri langsung menghentikan motornya di depan gang dan menemui mereka.Dea pun langsung kaget melihat kedatangan Dion,begitu pula dengan Fitri. Dea,apa yang kamu lakukan pada Fitri ?,Tanya Dion yang marah. Aku nggak melakukan apa-apa kok !,bela Dea. Jangan menyangkal,buktinya sudah ada ! Aku itu nggak melakukan apa-apa,Tanya aja sama dia ! Fitri pun hanya diam,ia belum pernah di tampar sebelumnya.Dion yang melihat Fitri yang masih terdiam dan tertunduk,langsung bertambah naik pitam.
RUZANA WULAN 35

Kamu,jangan sekali-kali mengganggu dia,kalau sampai kamu berani kamu akan berhadapan dengan aku !,kata Dion yang sedikit mengancam. Siapa sih dia,kok kamu sampai seperti itu ? kamu kan lebih lama mengenal aku dari pada dia,yang baru kamu kenal baru-baru ini !,Tanya Dea yang tidak mau kalah. Kamu salah,aku lebih dulu mengenal dia daripada kamu,dia adalah temanku dari kecil !,jawab Dion.Ia belum ingin mengatakan kalau Fitri adalah orang yang ia sayangi. Fitri pun langsung melihat Dion,apa aku masih kamu anggap sebagai teman di waktu kecil dulu Dion ??? .Fitri pun hanya mengucapkan kata-kata itu di dalam hatinya. Sementara itu,Dea masih belum menyerah.Ia tambah memusuhi Fitri.Sementara Fitri tidak tahu apa-apa. Tapi kan hanya sebatas teman masa kecil ! sementara aku.,belum sempat Dea melanjutkan kata-katanya,Dion langsung menyelanya. Kamu hanya sebetas teman kantorku,sudahlah Dea aku tidak mau rebut lagi dengan kamu,lebih baik kamu pulang !,kata Dion. Dion pun lalu mengajak Fitri kembali ke kos. Ayo Fit,kita pergi !,ajak Dion. Fitri pun mengangguk dan mengikuti Dion kembali ke tempat kos.Sementara itu,Dea semakin marah dan semakin membenci Fitri.Ketika sampai di depan rumah Dion dan tempat kos Fitri,mereka pun sedikit berbincang-bincang. Maaf ya Fit,aku tadi bersikap sedikit kasar di depan kamu,kata Dion yang menyesal telah memperlihatkan sikap marahnya di depan Fitri. Iya,nggak apa-apa kok Dion,kamu nggak salah,jawab Fitri. Kamu nggak apa-apa Fit ? pipi kamu tambah merah,Tanya Dion yang mulai khawatir. Aku nggak apa-apa kok Dion.,jawab Fitri. Sebenarnya Fitri ingin menanyakan apa hubungan Dion dengan Dea,dan kenapa Dea tiba-tiba menamparnya,tetapi tidak jadi.Ia melihat Dion sangat keleleahan setelah bekerja,sehingga Fitri tidak mau membuat Dion tambah capek lagi. Ya udah Fit,kamu masuk dan istirahat saja,jangan di fikirkan lagi masalah yang tadi ya ?,kata Dion. Iya. Ya udah,aku masuk dulu ya Fit ?,kata Dion.
RUZANA WULAN 36

Fitri pun menganggukkan kepala.Ketika Dion berjalan masuk ke rumahnya,Fitri pun mengucapkan terima kasih pada Dion karena sudah menolongnya tadi. Dion,panggil Fitri. Dion pun langsung menengok ke belakang. Terima kasih ya ?,ucap Fitri dengan senyum yang sangat manis. Dion pun ikut tersenyum dan menganggukkan kepala,lalu meneruskan langkahnya masuk ke rumah.Sementara itu,Fitri belum masuk ke kamarnya,ia duduk-duduk di kursi kamar kosnya sambil membuka laptop.Rupanya ia sedang mengerjakan tugas kuliahnya.Ia tiba-tiba teringat kejadian tadi,ia masih penasaran apa alasan Dea menamparnya,dan kenapa Dea seperti sangat benci kepadanya,sementara Dea baru bertemu dengannya baru-baru ini. Keesokan paginya,Fitri telah sampai di kampusnya,tiba-tiba dari arah depan muncul Indra yang menyapanya. Assalamualaikum Fitri,sapa Indra. Waalaikum salam,jawab Fitri. Wah,sudah lama nggak ketemu,kemana aja nih ?,Tanya Inda. Aku nggak kemana-mana aja kok,jawab Fitri dengan tersenyum. Mereka berdua pun berjalan bersama sambil berbincang-bincang,membicarakan banyak hal,dan mereka pun menjadi semakin akrab.Dan tidak terasa,Fitri sudah sampai di depan kelasnya. Aku masuk dulu ya ?,kata Fitri. Iya,udah dulu ya,kata Indra sambil berjalan pergi. Fitri pun langsung masuk ke kelasnya,di dalam kelas,belum banyak yang datang.Untuk mengisi waktu kosongnya,Fitri membaca novel kesukaannya.Dan beberapa menit kemudian,kelas sudah mulai rame tetapi dosen yang mengajar belum juga datang.Dan ternyata dosennya tidak datang pagi itu.Beberapa mahasiswa memutuskan untuk meninggalkan kelas,tetapi Fitri masih tinggal di kelasnya menbaca novel,ia sedang tidak ada kegiatan. 1 jam kemudian,ia mulai bosan dan keluar dari kelasnya.Tiba-tiba ia melihat Fiya yang sedang berjalan seperti terburu-buru.Fitri pun penasaran dan menghampiri Fiya. Fiy,ada apa kamu kok kayak terburu-buru begitu ?,Tanya Fitri. Anuitu Fit,ada pameran di aula.Ayuk ikut sama aku Fit ?,ajak Fiya. Ayukaku ikut !

RUZANA WULAN

37

Mereka pun pergi bersama-sama.Di tengah jalan,mereka juga bertemu dengan Andi dan Hendra,Fiya dan Fitri pun mengajak mereka berdua untuk ikut.Sesampainya di Aula,ternyata belum begitu ramai,beruntung mereka datang lebih cepat,karena kalau sudah ramai,maka sulit untuk melihat pamerannya. Ternyata,di Aula ada pameran gadget terbaru.Fitri dan ketiga sahabatnya pun sangat antusias,terurama Fitri yang memang bidangnya.Hal yang tidak di sangka-sangka oleh Fitri pun terjadi.Hendra melihat Dion ada di barisan panitia,ia pun langsung memberitahukan hal itu pada Fitri. Eh Fit,itu bukannya Dion ya ?,kata Hendra sambil menunjuk Dion. Fitri pun langsung melihat apa yang di tunjukkan Hendra,dan ia melihat Dion berada di barisan panitia pameran itu. Wah,benar kamu Hen,itu Dion !,kata Fitri. Jadi Dion itu jadi panitia di sini ya Fit ?,Tanya Andi. Kayaknya Di,soalnya aku baru tahu hari ini,dan Dion tidak bilang sama aku! Owh,nggak nyangka ya,padahal dia masih seumuran dengan kita,tapi dia udah bisa sukses seperti itu !,kata Andi. Fitri pun tersenyum mendengar kata-kata itu dari Andi.Memang,Dion sangat pintar dan sukses,meskipun ia tidak kuliah,tapi keahliannya melebihi daripada anak kuliahan pada umumnya. Kita kesana yuk Fit ?,ajak Fiya. Eh,kenapa kesana ?,Tanya Fitri yang gugup. Ayolah Fit !hehe...bujuk Andi. Kayaknya aku punya firasan buruk nih !,kata Fitri. Akhirnya mereka berhasil membujuk Fitri,dan bersama-sama pergi menemui Dion dan melihat pamerannya.Dion pun meliah Fitri bersama 3 sahabatnya,ia tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya.Fitri pun tersenyum dan menemui Dion bersama Fiya,Andi dan Hendra. Wah,Fitri ! kamu ternyata kuliah di sini ya ?,Tanya Dion sambil tersenyum. Iya,kamu kok nggak bilang-bilang kalau jadi panitia di pameran ini ? Aku mau bilang,tapi lupa..hehe.Oh iya,Andi,Hendra sama Fiya bagaimana kabarnya? lama nggak ketemu ?,Tanya Dion dengan ramah. Alhamdulillah,kami baik-baik aja !,jawab Andi dengan tersenyum.

RUZANA WULAN

38

Alhamdulillahayo kesini,sambil lihat-lihat barangnya !,kata Dion sambil mengarahkan mereka ber empat ke stand yang di tangani oleh Dion sendiri. Mereka pun menurut dan mengikuti Dion,ternyata gadget-gadgetnya bagus-bagus dan kualitasnya juga sangat baik.Fitri dan ke sahabatnya sangat menyukainya. Bagaimana,bagus-bagus kan ?,Tanya Dion sambil tersenyum. Iya,bagu-bagus semuanya.,jawab Fitri.Sementara yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya. Hehe,kalau bagus di beli donk !,canda Dion. Tapi yang bayar kamu ya ? hehe.,sahut Hendra. Haha,ada-ada aja,masak yang jual jadi yang beli juga ? Ya nggak apa-apa.hehe.,kata Fiya yang tertawa. Semuanya ikut tertawa.Tiba-tiba muncul Dea,yang baru datang.Fitri,Fiya,Andi dan Hendra langsung memandang Dea.Pakaiannya terlalu ketat dan tidak sopan. Astaghfirullahaladzim..,ucap Andi dan hendra yang langsung mengalihkan pandangannya.Begitu juga dengan Dion. Sementara itu,Fitri dan Fiya hanya bisa menghela nafas melihat Dea.Dea yang melihat Fitri,langsung memasang wajah yang tidak suka dan marah. Dion,kenapa dia disini ?,Tanya Dea dengan angkuh. Sopan sedikit kalau bicara,dia itu mahasiswa disini.,jawab Dion. Owh,ternyata kamu masih kuliah ya ? Fitri pun hanya mengangguk. Sudahlah,kamu ganti baju.nggak sopan memakai pakaian yang seperti itu di sini!,kata Dion yang menyuruh supaya Dea berganti pakaian. Kenapa harus ganti ? aku nyaman dengan ini !,kata Dea sambil berlalu dari tempat Dion berada. Sementara itu,Andi bertanya pada Fitri, Fit,bukannya dia yang dulu ke rumahnya Dion ya ?,Tanya Andi. Iya,jawab Fitri. Hmm,sepertinya kamu punya rival Fit ?,kata Andi samba tersenyum misterius. Fitri hanya diam mendengar perkataan Andi.

RUZANA WULAN

39

Tenang aja Fit,dia itu nggak sebanding sama kamu.Masih lebih baik kamu dari pada dia !,hibur Andi. Fitri pun mencoba menutupi perasaannya. Ah,apa-apaan sih kamu,becanda aja sukanya !,kata Fitri sambil tersenyum. Hmmm,adek aku yang satu ini,masih suka menutupi perasaannya !,kata Andi. Fitri hanya tersenyum mendengar perkataan dari Andi.Sementara itu,Andi menjadi tidak enak dengan Fitri dan sahabat-sahabatnya.Ia pun meminta maaf. Maaf ya,atas ketidak nyamanannya ?,kata Dion yang meminta maaf. Nggak apa-apa kok,kamu nggak perlu meminta maaf.,kata Hendra. Iya,benar yang dikatakan oleh Hendra.,timpal Fiya. Sementara itu,Fitri terlihat murung,Dion yang melihatnya menjadi bertanyatanya.Fitri melihat Dion yang sedang memperhatikannya langsung menutupi kemurungannya dengan tersenyum,namun Dion tetap tahu kalau Fitri menutup-nutupinya. Acara pameran itu,berakhir pada jam 1 siang.Semuanya pun mulai meninggakan gedung Aula,tetapi Fitri dan sahabat-sahabatnya masih berada di sana,mereka masih berbincang-bincang dengan Dion.Dion meminta mereka supaya tetap di sana,supaya mereka menjadi lebih akrab. Fit,kamu pulang jam berapa ?,Tanya Dion. Habis ini,kamu mau pulang ya ? Iya,ya udah,kalau pulang sama-sama aja bagaimana ?,ajak Dion. Fitri berfikir sejenak,sementara Andi,Fiya dan Hendra berusaha membujuk Fitri supaya mau.Dan akhirnya Fitri pun mau.Dion senang,Fitri mau pulang bersamanya.Ia pun tersenyum.

RUZANA WULAN

40

Musibah
Beberapa bulan kemudian,Fitri sudah memasuki semester baru.Fitri menjadi lebih pintar dan rajin daripada bulan-bulan yang lalu.Karena ia ingin segera lulus dengan nilai yang sangat bagus dan membanggakan kedua orang tuanya. Dan rival Fitri,yaitu Dea.Masih tetap mengejar Dion dan masih membenci Fitri.Ia memang tidak pernah menyerah.Sementara Dion sudah tidak sanggup lagi jika harus menghadapi Dea yang selalu membuat masalah. Suatu hari,Fitri sedang dalam perjalanan pulang dari kampusnya,tiba-tiba dari arah belakang ada mobil yang menabrak Fitri,dan membuat Fitri terjatuh dari motornya dan jatuh ke jalan.Mobil itu langsung di hadang oleh warga yang berada di sana,dan karena geram,mereka menyuruh pengemudi mobil tersebut untuk turun.ternyata pengemudi itu adalah Dea.Ia langsung memacu mobilnya dan berhasil melarikan diri.Beruntung salah seorang warga mencatat nomor polisi mobil tersebut. Fitri tidak sadarkan diri,ia terluka parah.kaki dan tangannya bersimbah darah.Warga pun segera menghubungi ambulans.Ketika itu,kebetulan Hendra melintas di jalan itu,ia penasaran kenapa banyak orang dan polisi yang berada di pinggir jalan.Ia menghampirinya,dan ketika melihat apa yang terjadi,ia melihat Fitri yang tergeletak tidak sadarkan diri dan berlumuran darah.Ia sangat keget dan langsung mendekatinya.Ia menanyakan pada warga yang berada di situ,apa yang sebenarnya terjadi. Salah seorang warga pun menceritakan apa yang terjadi,dan ia juga berkata pada Hendra,kalau ia sempat mencatat nomer polisi mobil yang menabrak Fitri tersebut dan sudah menyerahkan nomer itu pada polisi. Hendra pun mengerti,ia tidak tahu harus bagaimana,beberapa saat kemudian ambulans pun datang.Fitri pun di bawa ke rumah sakit,dan hendra pun mengikutinya.Sesampainya di rumah sakit,Fitri dibawa ke ruang UGD.Hendra lalu menelfon Fiya dan Andi.Ia mengatakan apa yang terjadi.Fiya dan Andi langsung kaget mendengar kabar dari Hendra.Hendra membagi tugas,ia menyuruh Fiya untuk menghubungi keluarga Fitri di Kediri,yang kebetulan Fiya mempunyai nomer telfonnya.Sedangkan Andi,ia suruh untuk menemui Dion dan Ibunya.

RUZANA WULAN

41

Fiya pun langsung menghubungi keluarga Fitri di Kediri.Ayah Fitri yang mendengar anaknya kecelakaan langsung kaget setengah mati,badannya langsung lemas.Beliau memutuskan untuk menyusul ke Surabaya,Ibu Fitri ingin sekali ikut,tetapi di halangi oleh Ayahnya Fitri.Ibu di rumah saja,biar Bapak yang mengurusnya.Kasihan nenek kalau di tinggal !,Ibunya Fitri langsung mengerti,ia terpaksa tidak ikut.Kalau bisa di bawa pulang aja pak !,kata Ibu Fitri.Ayahnya Fitri pun langsung berangkat ke Surabaya dengan naik Bis. Sementara itu,Andi langsung ke rumah Dion,dan kebetulan Dion juga sudah di rumah.Mendengar Fitri kecelakaan,Dion langsung kaget.Ia segera memanggil ibunya dan menceritakan apa yang terjadi.Akhirnya,Dion dan Ibunya pergi ke rumah sakit bersama Andi.Fitrisemoga kamu tidak apa-apa dan baik-baik saja ya kata Dion dalam hati. Sementara itu,Hendra masih sendirian di rumah sakit.Ia masih cemas dan kebingungan.Beberapa saat kemudian,Fiya datang dengan wajah yang penuh dengan air mata.Ia memang habis menangis. Bagaimana keadaan Fitri Hen ?,Tanya Fiya sambil menangis. Aku juga belum tahu Fiy,dari tadi dokternya belum keluar,dan masih di UGD ! Kejadianya itu bagaimana sih Hen ?,Tanya Fiya. Hendra pun menjelaskan apa yang terjadi,menurut penjelasan saksi mata.Fiya pun mulai mengerti,ia masih belum bisa berhenti menangis,begitu juga dengan Hendra.Beberapa menit kemudian,Andi datang bersama dengan Dion dan Ibunya.Mereka tampak cemas dan khawatir. Andi pun langsung berlari ke arah Hendra dan Fiya.Ia menanyakan keadaan Fitri. Bagaimana keadaan adek ?,Tanya Andi. Belum tau Di,dokternya masih belum keluar dari tadi !,jawab Hendra. Bagaimana ini bisa terjadi ?,Tanya Dion. Dari kesaksian warga,ada mobil dari belakang yang menabrak Fitri dan membuat Fitri terjatuh dari motornya.Salah seorang warga juga sudah mencatat nomer polisi mobil itu.Ia juga sudah bilang ke polisi.,terang Hendra. Ya Allah,sekarang sudah di ketahui siapa pemilik mobil tersebut nak ?,Tanya Ibu Dion. Hendra pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,ia sudah terlalu lemas dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Ibu Dion mencoba untuk menenangkan Fiya,semantara Andi,Hendra dan Dion hanya menunduk dan menunggu keluarnya dokter.Dion sangat sedih mendengar Fitri kecelakaan.Ia tidak menyangka hal ini bisa terjadi.Fitri,semoga kamu baik-baik saja ! aku sudah lalai

RUZANA WULAN

42

menjalankan apa yang ayah kamu pesankan kepadaku,yaitu untuk menjagamu !,Dion menjadi murung,ia menjadi merasa bersalah. Beberapa menit kemudian,dokter pun keluar.semuanya langsung berdiri dari tempat duduk mereka.Dion pun langsung menanyakan keadaan Fitri. Dok,bagaimana keadaannya ?,Tanya Dion. Keadaannya sangat kritis,ia belum sadar.kakinya yang sebelah kanan patah.,jawab sang dokter. Fiya,Andi dan Hendra yang mendengarnya langsung lemas,mereka langsung terduduk di kursi,mereka masih shock mendengar perkataan dokter itu.Begitu juda dengan Dion dan Ibunya,mereka tidak bisa menyembunyikan air mata mereka.Ibu Dion mencoba untuk menenangkan Fiya,sementara Dion terduduk lemas,tertunduk dan diam-diam menangis.Semuanya larut dalam kesedihan. Kemudian,ada suster yang menghampiri mereka. Maaf,siapakah wali dari pasien ini ?,Tanya sang Suster. Saya yang akan membiayainya Sus,kebetulan walinya belum datang.,kata Ibu Dion.Ia akan membiayai pengobatan Fitri. Baiklah,ikuti saya !,kata suster tersebut. Fiya,Hendra dan Andi saling pandang.Ia tidak menyangka Ibu Dion sangatlah baik dan bermurah hati. Dion,apakah nggak apa-apa kalau Ibu kamu yang membiayai ?,Tanya Andi. Iya,nggak apa-apa kok,Fitri sudah di anggap anak sendiri sama Ibu.,jawab Dion. Owh begitu,,,terima kasih banyak ya,atas semua kebaikan kalian ?,kata Andi. Iya,sama-sama.,kata Dion sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian,Ibu Dion sudah kembali. Ibu,terima kasih banyak ya ?,kata Fiya. Iya sama-sama nak !,kata Ibu Dion sambil tersenyum. Beberapa menit kemudian,tampak beberapa perawat laki-laki masuk ke dalam ruang UGD,ternyata mereka akan di pindahkan ke kamar inap.Saat Keranjang tidur yang di atasnya terbaring Fitri keluar,semuanya langsung mendekat.Fitri masih belum sadar.Dion yang melihat Fitri langsung memanggil-manggil namanya.Mereka semua pun mengikuti sampai kamar inap untuk Fitri.Kamar Fitri berada di lantai 3.

RUZANA WULAN

43

Setelah menempatkan Fitri,perawat pun keluar.Dan kini tinggal Fiya,Andi,Hendra,Dion dan Ibunya.Mereka semua mendekati Fitri.Fiya tidak kuasa menahan tangis,Ibu Dion pun berusaha untuk menenangkannya.Dion ingat akan 1 hal. O iya,ayahnya Fitri sudah di kasih tahu belum ?,Tanya Dion. Sudah,beliau katanya langsung menuju kesini,sekarang mungkin masih dalam perjalanan !,terang Fiya. Dion pun kembali mendekat ke ranjang tempat Fitri.Ia duduk di sampingnya. Fitri,kamu cepat sadar ya ? kami semua sangat cemas dan ingin kamu cepat sadar,cepat sembuh,dan bisa jalan-jalan sama-sama,kata Dion sambil meneteskan air mata.Melihat air matanya yang jatuh,ia langsung tersenyum. Lihat Fit,aku bahkan menangis di depan kamu.padahal aku dulu sudah janji tidak memperlihatkan kesedihan maupun kemarahanku di depan kamu Fit ! Hendra dan Andi yang melihat Dion berkata seperti itu merasa bahwa Dion memang sangat baik dan sangat tulus. Kita harus bisa bersabar buat hadapin semua ini,kita harus berdoa supaya Fitri cepat sadar dan sembuh,ya ?,kata Ibu Dion yang menasehati. Semuanya mengangguk,menyetujui.Dan tidak terasa,waktu Sholat Maghrib pun sudah tiba.Ibu Dion memutuskan untuk membagi siapa dulu yang Sholat Maghrib. Nah,siapa yang Sholat duluan ?,Tanya Ibu Dion. Ibu Sholat duluan saja sama Fiya.Biar aku yang jaga di sini !,kata Dion. Aku juga sholat dulu aja !,kata Hendra. Baiklah,kita sholat dulu kalau begitu.,kata Fiya. Fiya,Hendra dan Ibu Dion pergi ke musholla di rumah sakit itu,untuk sholat maghrib.Sementara itu,Dion dan Andi tetap di kamar dan menemani Fitri. Kamu nggak sholat dulu Di ?,Tanya Dion. Nggak,kalau aku sholat dulu,nanti kamu nggak ada temannya donk ? Iya sih O iya,ada yang mau aku tanyakan sama kamu ?,kata Andi. Apa itu ? Kamu suka sama Fitri ya ?,Tanya Andi. Dion pun tersenyum,

RUZANA WULAN

44

Apa terlihat dari wajahku ya ? Iya,aku bisa melihatnya.Hehe, Iya memang,aku suka sama Fitri. Kenapa nggak bilang saja ?,Tanya Andi lagi. Belum saatnya.Nanti kalau sudah saatnya,aku akan langsung melamarnya !,kata Dion sambil tersenyum. Walaupun keadaan Fitri seperti ini ? Aku akan tetap melamarnya,bagaimana pun keadaannya.Aku akan selalu berada di sisinya !,terang Dion. Andi yang mendengarnya sampai merinding.Ia salut dengan Dion,ia begitu setia. Wah,aku salut sama kamu Dion,kamu memang cocok dengan Fitri.Ya tolong jaga adek aku yang satu ini ya ?,kata Andi sambil tersenyum. Iya pasti,kata Dion sambil tersenyum pula. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar,ternyata itu adalah polisi.Andi dan Dion langsung kaget,mereka lalu menghampiri polisi tersebut. Selamat malam !,kata polisi tersebut. Selamat malam Pak,ada apa ya ?,Tanya Dion. Ini adalah nomor polisi dari mobil yang menabrak saudara Fitri,kami akan melanjutkan pencarian !.,kata sang polisi sambil menyerahkan selembar kertas yang ada nomor polisinya mobil yang menabrak Fitri. Polisi itu pun lalu berpamitan dan pergi.Dion dan Andi memperhatikan nomor polisi itu,Dion merasa tidak asing dengan nomor polisi tersebut,ia mencoba mengingat-ingat.Dan akhirnya ia ingat,itu adalah nomor polisi dari mobil milik Dea.Dion langsung kaget sendiri,ternyata Dea yang melakukan semua ini. Kamu tahu siapa pelakunya Dion ?,Tanya Andi. Aku tahu sekarang ! Siapa ? Dea !,jawab Dion dengan mantap. Yang dulu di pemeran itu ?,Tanya Andi sekali lagi. Iya,dia ternyata yang melakukannya.Aku nggak akan bisa maafin dia !,kata Dion yang mulai marah.

RUZANA WULAN

45

Sabar-sabar,kalau kamu hadapinnya dengan emosi,nggak akan menyelesaikan masalah !,kata Andi sambil menepuk pundak Dion. Iya,kamu benar Di !. Aku mau cari makanan dulu buat kita semua nanti ya ?,kata Andi pada Dion. Iya,hati-hati !. Oke !. Andi pun keluar dari kamar dan pergi untuk mencari makanan,tetapi ketika sampai di depan rumah sakit,ia seperti melihat Ayah Fitri.Dan ternyata benar,itu adalah ayahnya Fitri.Andi pun langsung menemuinya.Ayah Fitri terlihat sangat pucat. Pak Hamim !,panggil Andi. Oh,nak Andi.Dimana Fitri sekarang dan bagaimana keadaannya ?,Tanya Ayah Fitri. Mari ikut saya,Pak !,kata Andi sambil berjalan menuju ke dalam rumah sakit. Ayah Fitri pun mengikuti Andi,dan akhirnya sampai juga mereka di kamar tempat Fitri.Ayah Fitri melihat Dion yang di samping Fitri.Ia langsung mendekat ke ranjang Fitri. Ndukkok bisa seperti ini bagaimana,bangun tho ndukBapak udah disini,kata Ayah Fitri sambil mengelus-elus kepala Fitri dan terisak. Andi kembali pergi untuk membeli makanan,sedangkan Dion mencoba menenangkan Ayah Fitri tersebut. Yang sabar ya pak,kata Dion yang mencoba menenangkan. Apa kata dokter Dion ?,Tanya Ayah Fitri. Dion pun terdiam sejenak.Ia pun akhirnya mengatakan yang sebenarnya. Kaki kanan Fitri patah Pak,dan sampai sekarang belum sadar.,terang Dion. Mendengar hal itu,Ayah Fitri langsung lemas dan hampir terjatuh.Beruntung Dion langsung sigap menolongnya. Bagaimana ini bisa terjadi nak Dion ?,Tanya Ayah Fitri yang sedikit mulai tenang. Dion pun mengajak duduk di depan kamar dan menceritakan semuanya.Setelah mendengar cerita Dion,ayah Fitri pun langsung mengerti. Apakah pelakunya sudah di tangkap nak Dion ?,Tanya Ayah Fitri. Belum pak,polisi masih melakukan pencarian sekarang.,jawab Dion. Ya,kita hanya bisa bersabar dan bersabar menghadapi semua ini !,kata Ayah Fitri.

RUZANA WULAN

46

Dion pun mengangguk. Maaf pak,saya sudah lalai menjaga Fitri,kata Dion yang menyesal. Nggak,ini bukan salah kamu kok Dion.Kamu nggak perlu minta maaf pada saya.,kata Ayah Fitri sambil tersenyum. Tapi pak. Sudah,jangan di fikirkan lagi,ini memang musibah. Dion pun mengangguk dan terdiam. O iya,Bapak tadi langsung kesini apa mampir dulu ke kos tadi ?,Tanya Dion. Aku tadi langsung kesini,dan kebetulan bertemu Andi di luar.Lho Andi kemana sekarang ?. Andi mau beli makanan dulu buat semuanya pak.Bapak sudah sholat ?,Tanya Dion. Belum nak.. Kalau begitu,setelah ini kita sholat sama-sama ya pak? ,ajak Dion. Kalau kita Sholat,siapa yang menjaga Fitri ?,Tanya Ayah Fitri. Nanti ada Ibu,Fiya dama Hendra Pak,mereka sekarang sedang sholat. Ibu kamu ada di sini juga Dion ? Iya pak.kata Dion sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian,Andi kembali dengan membawa nasi goring dan Mie yang di bungkus.Dan kemudian,Ibu Dion,Fiya dan Hendra pun kembali.Fiya dan Hendra sudah mulai tenang. Wah,sudah datang ya pak Hamim ?,Tanya Ibu kos dengan tersenyum. Iya BuLama tidak bertemu,bagaimana kabarnya ? Alhamdulillah baikPak Hamim sendiri bagaimana kabarnya ? Ya,seperti inilah Bu,jawab Ayah Fitri sambil tersenyum. Yang sabar ya pak,kata Ibu Dion. Ayah Fitri pun mengangguk dan tersenyum.Andi pun lalu mengajak Dion dan ayah Fitri untuk Sholat Maghrib dulu.Mereka bertiga pun berjalan menuju Musholla,sedangkan Fiya,Hendra dan Ibu Dion masuk ke dalam kamar.Setelah sebelumnya,Andi menyerahkan makanann yang di belinya pada Hendra. Di dalam kamar,Hendra mengajak Fiya dan Ibunya Dion untuk makan dulu.
RUZANA WULAN 47

Ibu,mari makan dulu ?,ajak Hendra. Saya nanti dulu saja nak,kamu sama nak Fiya makan dulu saja ! Akhirnya Fiya dan Hendra pun makan duluan,sedangkan Ibu Dion menemani Fitri di samping ranjang. Yang beli ini tadi siapa Hen ?,Tanya Fitri pada Hendra. Kayaknya Andi,Fiy.,jawab Hendra. Owh begitu..Eh,keluarganya Dion sangat baik ya sama Fitri ? Iya,menurutku juga begitu.Kayaknya Fitri akan jadi bagian dari keluarga Dion nih!,kata Hendra sambil tersenyum. Fiya pun ikut tersenyum mendengar perkataan Hendra. Amin Beberapa menit kemudian,Dion serta Andi dan Ayahnya Fitri pun kembali.Hendra langsung meminta mereka untuk makan dulu. Mari makan dulu Pak ?,ajak Hendra. Ayuk makan dulu Dion sama Andi ?,ajak Fiya. Saya nanti dulu saja nak,masih belum lapar !,kata Ayah Fitri. Ayolah Pak,bapak kan tadi menempuh perjalanan yang sangat jauh,jadi pasti bapak capek..,bujuk Dion. Akhirnya Ayah Fitri pun mau.Mereka bertiga makan bersama-sama. Terima kasih ya Di,sudah membelikan makanan ?,kata Dion pada Andi. Iya,sama-sama,jawab Andi sambil tersenyum. Setelah selesai makan,Fiya,Hendra,Andi dan Dion duduk-duduk di depan kamar Fitri.Hendra memutuskan untuk pulang ke kosnya dulu,karena besok ada kuliah.Fiya pun juga begitu.Dan Dion mau mengantarkan Ibunya pulang dulu,lalu kembali lagi ke rumah sakit. Di,kamu pulang nggak ?,Tanya Hendra. Nanti dulu aja,nanti siapa yang menemani Pak Hamim?,sementara Dion juga mau mengantar Ibunya pulang dulu.,jawab Andi. Ya udah kalau begitu,aku boncengan pakai motornya Fiya aja.,kata Hendra.

RUZANA WULAN

48

Mereka pun kembali ke kamar,Ayah Fitri sedang menunggui Fitri di samping ranjang.Menunggu anaknya yang belum sadar-sadar. Ibu ayuk pulang dulu,Istirahat dulu.,ajak Dion. Tapi,siapa yang menemani Ayahnya Fitri,kalau kita pulang ? Nanti aku kembali lagi Bu,sementara Andi yang akan disini sampai aku kembali.,jelas Dion. Iya Bu,saya akan di sini,nanti kalau Dion sudah kembali saya akan pulang.,kata Andi. Ibu Dion pun akhirnya mau untuk di ajak pulang. Pak,kami pulang dulu ya ? karena besok ada kuliah..,pamit Hendra dan Fiya. Iya nak..hati-hati di jalan.,kata Ayah Fitri. Saya juga pulang dulu ya Pak Hamim ?,pamit Ibu Dion. Iya Ibu,hati-hati di jalan Mereka pun akhirnya pergi,dan sekarang tinggal Andi dan Ayah Fitri yang di rumah sakit.Andi meminta Ayah Fitri untuk beristirahat,karena beliau kelihatan sangat capek. Bapak istirahat dulu aja,bapak kelihatan sangat lesu ?,kata Andi. Nggak apa-apa kok Andi,saya nggak apa-apa.,jawab Ayah Fiya. Nanti bapak bisa sakit lho pak,kalau terlalu memaksakan diri ? Iya udah nak,saya istirahat dulu,kata Ayah Fitri kemudian. Iya Pak Ayah Fitri pun tidur di kursi.Sementara Andi duduk di samping ranjang Fitri.Ia berdoa supaya Fitri cepat sadar dan sembuh. Sementara itu,Dion dan Ibunya sudah sampai di rumah.Ibu Dion meminta Dion untuk membawa tikar untuk beristirahat di sana,dan membeli makanan untuk di makan nanti di sana. Kamu bawa tikar,biar bisa istirahat di sana,dan jangan lupa membeli makanan!,kata Ibu Dion. Iya Ibu Dion pun kembali ke rumah sakit dengan membawa tikar dan makanan.Sesampainya di rumah sakit,ia melihat Ayahnya Fitri tertidur di rumah sakit,sedangkan Andi juga tertidur

RUZANA WULAN

49

di kursi damping ranjang Fitri.Ia tersenyum,kemudian menggelar tikar dan meletakkan makanan di meja.Ia lalu membangunkan Andi. Bangun Di,kata Dion sambil menepuk pundak Andi. Andi pun terbangun.Ia melihat Dion sudah ada di sampingnya. Kamu udah datang Dion ?. Iya,kamu pulang aja,besokkan ada kuliah ? Iya,aku pulang dulu ya ? Iya,eh kamu bawa aja makanan yang di meja itu ?,kata Dion sambil menunjuk makanan yang di meja. Nggak aja deh,Mari aku pulang dulu !,kata Andi sambil berjalan keluar. Iya,hati-hati Iya,Assalamualaikum Waalaikum salam. Andi pun sudah pergi,kini tinggal Dion saja yang belum tidur.Ia berniat untuk tidak tidur dan menunggu Fitri.Ia memandang lekat-lekat wajah Fitri.Wajahnya mengguratkan kelelahan yang mendalam.Dan tanpa terasa,Dion tertidur di samping Fitri. Saat Shubuh,Ayah Fitri terbangun.Ia melihat Dion tertidur di samping ranjang Fitri.Ayah Fitri pun kemudian terbangun,melihat Fitri.Putrinya ternyata belum sadar juga.Ia pun lalu membangunkan Dion. Dion bangun,sudah Shubuh !,kata Ayah Fitri pelan sambil menepuk pundak Dion. Dion pun lalu bangun,Ayah Fitri tersenyum. Akhirnya bangun juga.Kamu Sholat Shubuh dulu ya ?,kata Ayah Fitri. Iya Pak,saya Sholat dulu !,kata Dion. Ia pun keluar dari kamar menuju musholla untuk sholat Shubuh.Sedangkan Ayah Fitri,merapikan tikarnya dan duduk di samping Fitri. Kamu kok nggak sadar-sadar tho nduk-nduk! ndang sadar,bapak udah disini,Dion juga di sini,gumam Ayah Fitri. Setengah jam kemudian,Dion sudah kembali.Sekarang gentian Ayahnya Fitri yang Sholat Shubuh.Sementara Dion duduk di samping ranjang Fitri.Ia membuka hpnya,dan ternyata ada sms dari Dea.Dion tidak menghiraukan sms dari Dea.Ia menutup lagi hpnya.Di lihatnya tangan Fitri.Tangan Fitri mulai bergerak-gerak.Dion kaget dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
RUZANA WULAN 50

Fitri !,kata Dion yang senang. Fitri pun mulai perlahan-lahan membuka matanya,ia melihat Dion berada di sampingnya,ia pun tersenyum.begitu juga dengan Dion,yang sangat senang sekali. Tunggu ya,aku panggil dokter dulu,kata Dion dengan tersenyum. Fitri pun mengangguk,Dion langsung berlari keluar dan memanggil dokter.Beberapa saat kemudian,Dion kembali bersama sang dokter san seorang suster.Dokter pun langsung memeriksa Fitri. AlhamdulillahAkhirnya sadar juga ya mbak ?,kata Dokter itu sambil tersenyum. Fitri pun mengangguk,Dion pun sangat senang,ia langsung mengabari Andi dan Ibunya. AlhamdulillahFitri sudah sadar Menerima kabar bahwa Fitri sudah sadar,Andi yang masih berada di tempat kosnya,langsung mengucapkan puji syukur.Hendra yang melihat Andi langsung bertanya pada Andi. Ada apa Di ?,Tanya Hendra. Alhamdulillah Hen,Adek kita sudah sadar,kata Andi dengan gembira. Alhamdulillah ya Allah.,ucap Hendra. Keduanya sangat senang,Andi pun langsung berlari ke tempat kos Fiya,yang dekat dengan tempat kos Andi dan Hendra. Assalamualaikum Fiy,kata Andi sambil mengetuk pintu kamar kos Fiya. Waalaikum salamada apa Di ?,Tanya Fiya setelah membuka pintu. Alhamdulillah Fiy,Fitri sudah sadar !,jawab Andi sambil tersenyum. Benarkah ?,Tanya Fiya sekali lagi untuk memastikan. Iya Fiy,barusan aku di kasih tahu sama Dion di rumah sakit !,jawab Andi. Alhamdulillah ya Allah..ayuk setelah kuliah langsung kesana Di ?,ajak Fiya yang sangat gembira. Oke,aku siap-siap dulu !. Andi pun lalu kembali ke tempat kosnya.Andi,Hendra dan Fiya begitu gembira mendengar kabar bahwa Fitri sudah sadar.Mereka tidak sabar ingin segera bertemu dengan Fitri.Sementara itu,Ibu Dion di rumah setelah mengetahui kabar dari Dion langsung mengucapkan puji syukur dan sangat gembira karena Fitri sudah sadar.

RUZANA WULAN

51

Sementara itu,Ayah Fitri yang baru selesai Sholat,melihat ada dokter di kamar Fitri,menjadi bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.Ia melihat wajah Dion yang sangat senang dan tersenyum.Dion yang melihat Ayah Fitri kembali,langsung memberitahunya. Fitri sudah sadar Pak !,kata Dion dengan tersenyum. Ayah Fitri pun langsung mendekat untuk memastikan.Ia melihat putrinya sudah sadar,dan mengucapkan puji syukur. Alhamdulillah ya AllahAkhirnya putriku sadar juga,ucap Ayah Fitri. Ayah Fitri pun terisak,ia memegang kepala Fitri dan mengelus-elusnya.Sementara Fitri hanya bisa mengangguk dan tersenyum.Dion dan Ayah Fitri terus di dekat Fitri.Dokter juga mengatakan,kalau Fitri sudah mulai ada kemajuan. Siang harinya,Fitri sudah di perbolehkan duduk,Dion terus berada di sampingnya.Ia mengajak Fitri bercanda,berbincang-bincang untuk menghibur Fitri.Ayah Fitri yang melihat itu,tersenyum senang. Sementara itu,di kampus.Andi,Fiya dan Hendra sudah berkumpul di Masjid.Mereka akan segera pergi ke rumah sakit.Saat menuju parkiran,mereka bertemu dengan pak Yasin.Pak Yasin yang tidak melihat Fitri bersama mereka pun ,menjadi bertanya-tanya. Wah,kok Cuma ber empat ? lha Fitri kemana ?,Tanya Pak Yasin. Fitri sedang di rumah sakit pak,habis kecelakaan.Ini kami mau kesana pak.Dia baru saja sadar !,Jawab Hendra. Ya Allahbagaimana keadaannya ? kakinya yang sebelah kanan patah pak .,jawab Fiya. Ya Allah,bapak doakan semoga cepat sembuh ya ?,kata Pak Yasin. Iya,terima kasih ya pak atas doanya,kata Andi sambil tersenyum. Andi,Fiya dan hendra pun langsung menuju ke rumah sakit,setelah sebelumya mereka mampir di took buah untuk membelikan buah kesukaan Fitri,yaitu buah Pear.Sesampainya di rumah sakit,mereka bergegas menuju kamara Fitri.Mereka melihat Ayah Fitri sedang duduk di depan kamar Fitri dan sedang menelfon.Ayah Fitri yang melihat mereka datang langsung tersenyum dan meminta mereka langsung masuk saja. Assalamualaikum..,sapa Andi,Hendra dan Fiya bersamaan. Waalaikum salam,jawab Fitri dan Dion. Terlihat,Dion sedang di samping Fitri dan bercanda-canda.Fiya,Andi dan Hendra pun langsung mendekat.Fiya langsung memeluk Fitri. Fitri..akhirnya kamu sadar juga !,kata Fiya.
RUZANA WULAN 52

Iya,Alhamdulillah,jawab Fitri sambil tersenyum. Akhirnya kamu sadar juga dek !,kata Andi. Fitri pun tersenyum dan mengangguk,Begitu juga dengan Dion yang tersenyum senang. Ini kami bawakan buah kesukaan kamu Fit !,kata Hendra sambil meletakkan buah di meja samping Fitri. Wah,terima kasih ya ? aku senang sekali.,kata Fitri sambil tersenyum senang. Mereka semua pun berbincang-bincang,juga bercanda-canda.Fitri pun tampak begitu senang,karena sahabat-sahabatnya dan Dion terus bersamanya. Beberapa menit kemudian,Ayah Fitri masuk ke kamar.Ia memanggil Dion. Dion,bisa bicara sebentar ?. Bisa pak.. Dion pun bertanya-tanya,apa yang Ayahnya Fitri mau bicarakan.Begitu juga dengan Fitri dan yang lainnya,mereka bingung apa yang mau ayahnya Fitri bicarakan.Sesampainya di luar,Ayah Fitri mengajak Dion duduk. Ada apa ya pak ?,Tanya Dion yang penasaran. Mengenai biayanya nak,berapa biayanya rumah sakit Fitri ? Saya nggak tahu pak,Ibu yang tahu persisnya.jawab Dion dengan jujur. Owh begitu.Ya nanti saya akan coba Tanya ke Ibu kamu Dion.Ibu kamu ada di rumah kan ?,Tanya Ayah Fitri. Iya Pak,Ibu ada di rumah sekarang. Ia lesu. Kenapa Pak ?,Tanya Dion. Keluarga di rumah ingin melihat keadaan Fitri,mereka meminta supaya Fitri diwaba pulang saja sampai sembuh.Ibunya yang meminta.,terang Ayah Fitri. Dion pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.Ia bisa mengerti. Iya,tidak apa-apa Pak.Saya bisa mengerti.,kata Dion sambil tersenyum. Ayah Fitri senang,karena Dion bisa mengeri.Ia lalu mengajak Dion masuk kembali ke dalam.Sesampainya di dalam,Ayah Fitri mengambil jaketnya.Fitri pun bertanya-tanya kemana ayahnya akan pergi.

RUZANA WULAN

53

Bapak mau kemana ?,Tanya Fitri. Bapak mau ke rumahnya Dion nak. Ada apa kok ke sana ? Dion ka nada disini. Mau bertemu Ibunya Dion sebentar.Ada urusan.kamu baik-baik ya disini ?. Tenang aja pak,ada kita kok yang jagain !hehe..,kata Andi sambil tertawa. Ayah Fitri pun tersenyum,kemudian beliau keluar dan pergi ke rumah Dion.Sementara itu,Dion ikut bergabung bersama Fitri dan yang lainnya.Mereka kembali bercanda ria.Tiba-tiba Fitri bertanya pada Dion,apa yang ia bicarakan dengan Ayahnya tadi. Dion,tadi bicarain apa sih ?,Tanya Fitri yang penasaran. Oh,tadi nggak bicarain apa-apa kok,tadi ayah kamu bilang kalau kamu sementara dibawa pulang dulu sampai sembuh.,jawab Dion. Aku mau di bawa pulang ?,Tanya Fitri lagi. Dion pun hanya mengangguk.Fitri jadi sedih,karena ia tidak bisa bertemu dengan Dion kalau pulang ke Kediri.Tapi di satu sisi,kalau dia tetap di Surabaya,dia mau tinggal dimana,sementara ia harus memakai kursi roda dan belum bisa berjalan. Dion yang mengetahui apa yang sedang di fikirkan oleh Fitri pun tersenyum.ia ingin mengatakan,kita nggak akan berpisah kok Fit,tenang saja !.tapi kata-kata itu hanya terucap di hatinya saja.Sementara itu,Fiya,Andi dan hendra jadi ikut sedih,karena mereka tidak bisa bertemu dengan Fitri kalau ia berada di Kediri. Hendra pun mempunyai ide,supaya mereka tetap bisa bertemu. Aku punya ide,biar kita bisa tetap bertemu Fitri.,kata Hendra. Apa itu Hen ?,Tanya Fiya yang penasaran. Bagaimana kalau setiap akhir pecan kita pulang ke Kediri,dengan begitu kan kita bisa bertemu deangan Fitri.Iya nggak ?,kata Hendra dengan semangat. Fiya dan Andi pun berfikir sejenak.Kemudian Fiya dan Andi pun tersenyum. Ide bagus,aku setuju sama kamu !,ucap Andi. Aku juga setuju !,timpal Fiya. Sip deh kalau begitu !,kata hendra sambil tersenyum. O iya,Dion kamu mau nggak ikut ?,Tanya Andi pada Dion. Wah,boleh juga itu.Aku juga ikut deh !,jawab Dion sambil tersenyum.

RUZANA WULAN

54

Iya donk,kamu harus ikut ! haha..,canda Fiya. Mereka pun bercanda ria bersama-sama.Dan tidak terasa,ternyata sudah siang.Waktunya untuk Sholat Dhuhur.Mereka pun bergantian untuk Sholat. Satu minggu kemudian,waktunya Fitri untuk pulang ke Kediri.Fitri di antar dengan ambulans dari rumah sakit.Karena ia belum bisa berjalan dan harus memakai kursi roda.Fitri dan Ayahnya di antar oleh Dion beserta Ibunya,Fiya,Andi dan juga Hendra.Mereka menyesal,karena tidak bisa ikut ke Kediri,karena ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan di Surabaya. Semoga cepat sembuh ya mbak ?dan cepat kembali lagi ke sini.kata Ibu Dion sambil tersenyum ramah. Iya Bu,pasti ! Hati-hati di jalan ya Fit ?,kata Dion. Iya,terima kasih ya Dion ? Iya,sama-sama.,kata Dion sambil tersenyum. Tetap semangat Dek,kami pasti kesana kok !,kata Andi yang memberi semangat. Iya..aku tunggu kedatangan kalian. Sekarang,tiba saatnya Fitri dan ayahnya pergi.Fitri melihat dari jendela mobil dan melambaikan tangannya sambil tersenyum.Dion dan yang lainnya juga melambaikan tangan sambil tersenyum pula. Fitri sangat bahagia,bisa bertemu dengan Dion dan Ibunya,serta mempunyai sahabatsahabat yang sepeti saudara sendiri.Sahabat yang selalu ada untuk sahabatnya di kala susah maupun senang.Ia tidak akan pernah melupakan sahabat-sahabatnya yang sangat ia sayangi itu. Sesampainya di rumah,Fitri sudah di tunggu oleh keluarga besarnya.Melihat kedatangan Fitri,mereka tampak begitu senang,tapi di lain sisi,mereka sedih melihat keadaan Fitri yang belum bisa berjalan.Fitri pun menanggapinya dengan tersenyum.Ia ingat kata-kata dari Dion saat di rumah sakit.Bagaimanapun keadaan kamu,baik itu sedih ataupun senang.Tetaplah tersenyum yaKata-kata itu selalu di ingat oleh Fitri. Ya Allah nduk,bagaimana keadaan kamu sekarang ?,Tanya Ibunya Fitri. Aku baik-baik aja kok Bu,tinggal kaki ini aja !,jawab Fitri sambil tersenyum. Tapi sekarang udah mendingan tho nduk ? Iya Bu

RUZANA WULAN

55

Fitri pun lalu di minta istirahat oleh ayahnya,karena dari tadi di mobil terus.Fitri pun di antar oleh adiknya menuju ke kamarnya.Ia pun lalu istirahat. Fitri pun sembuh setelah beberapa bulan kemudian.Setiap hari minggu,Dion beserta ke 3 sahabatnya selalu mengunjunginya untuk melihat keadaannya.Dan setiap hari minggu itu pula,mereka bersama-sama melatih Fitri supaya bisa berjalan lagi.Ide itu muncul dari Dion.Andi beserta Fiya dan Hendra pun merespon dengan baik. Setiap hari minggu itu pula,Dion bisa bertemu dengan Fitri.Menghiburnya,berbincang-bincang.Bahkan Dion juga sudah sangat akrab dengan keluarga Fitri.Bahkan sudah seperti keluarga sendiri.Dion sangat senang akan hal itu.Ia semakin bersemangat untuk membuat Fitri sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya lagi.

RUZANA WULAN

56

Hari bahagia
Minggu terakhir Fitri di rumah.Hari itu,Dion berniat untuk langsung melamar Fitri di depan ayah Fitri.Ketika Fitri bersama dengan Fiya,Hendra beserta Andi.Dion menemui ayah Fitri yang sedang berada di ruang tamu. Pak,saya ingin berbicara sebentar.,kata Dion. Oh iya,silahkan nak.Sini duduk dulu!,kata Ayah Fitri mempersilahkan Dion duduk.. Dion pun berdiam diri,ia sedang mengumpulkan energy untuk mengatakannya.Beberapa hari yang lalu,ia sudah mengatakan kepada Ibunya,kalau ia berniat untuk melamar Fitri.Ibunya pun senang dan mendukung Dion.Dion pun senang mendengarnya.Ibunya meminta supaya Dion saja yang mengatakan hal itu langsung.Dan sekarang Dion pun masih grogi.Ia mengumpulkan tenaga untuk mengatakannya.Dan akhirnya,ia pun berhasil mengatakannya. Nak Dion ?,Tanya Ayah Fitri yang melihat Dion hanya Diam saja. Ah,maaf pak..Pak,sayasaya..saya mau melamar putri bapak !,kata Dion setelah mengumpulkan tenaganya. Ayah Fitri yang mendengar perkataan Dion menjadi terdiam sejenak.Kemudian ia pun tersenyum.Di lihatnya,Dion sedang tertunduk.Sementara itu,Adik Fitri yang kebetulan sedang menonton tv di sebelah ruang tamu pun langsung berlari memanggil kakaknya,setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dion kepada ayahnya. MbakMbak!.teriak Adik Fitri. Ada apa Dek ?,Tanya Fitri. Ituitu..Mas Dion melamar Mbak !,kata Adik Fitri dengan ngos-ngosan. Fitri pun langsung kaget mendengar penuturan adiknya,begitu juga dengan Andi,Hendra san Fiya.Mereka tidak menyangka kalau Dion akan mengatakannya hari ini.Adik Fitri pun langsung mengajak Fitri ke ruang tamu.Fitri pun akhirnya menurut. Sementara itu,di ruang tamu.Dion masih tertunduk,dan Ayah Fitri pun tersenyum.Ia pun akhirnya mengatakan sesuatu.

RUZANA WULAN

57

Nak Dion,kita tunggu keputusan Fitri ya?,kata Ayah Fitri. Dion pun mengangguk.Ia berdoa,semoga Fitri mau menerima lamarannya. Kalau saya sama keluarga setuju,tetapi kan semua keputusan ada di tangan Fitri,iya kan ?,kata Ayah Fitri sambil tersenyum ramah. Iya pak,saya mengerti! Tak lama kemudian,Fitri sampai di ruang tamu.Di lihatnya Ayahnya sedang berbincang-bincang dengan Dion.Dion yang melihat Fitri pun langsung tersenyum.Sementara itu,Ayah Fitri menyuruh Fitri untuk duduk.Ayah Fitri pun bertanya pada Fitri. Nduk,kamu dilamar sama Dion.Apakah kamu menerimanya atau tidak ?,Tanya Ayah Fitri yang langsung to the point. Fitri pun terdiam dan berfikir.Inilah yang di tunggu-tunggu Fitri selama ini.Ia memang berdoa,semoga Dion lah jodohnya.Dan itu pun menjadi kenyataan.Tak terasa,air matanya keluar karena terharu.Dion yang melihatnya tampak was-was menanti jawaban Fitri.Sementara itu,ketiga sahabat Fitri melihat dari ruang tengah.Mereka juga berharap,semoga Fitri mau menerima lamaran itu.Dan akhirnya Fitri pun mengambil keputusan. Sayasayasaya menerimanya!,kata Fitri setelah berfikir cukup lama. Semuanya yang mendengar pun sangat senang,terutama Dion.Ia sangat bahagia,hari itu adalah hari yang tidak bisa ia lupakan selamanya.Ayah Fitri pun juga ikut senang,begitu juga dengan ke tiga sehabat Fitri.Fiya langsung memeluk Fitri,sementara Andi dan Hendra langsung menghampiri Dion. Selamat ya !!,ucap Fiya,Hendra dan Andi bersamaan.Mereka sangat gembira. Dion pun tersenyum senang,begitu juga dengan Fitri.mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum. 1 minggu kemudian,Dion mengajak Ibunya untuk datang ke Kediri.Meskipun jauh,Ibu Dion tetap bersemangat dan senang karena putranya akhirnya menemukan pendamping hidupnya kelak.Dan pertemuan antara 2 keluarga pun terjadi. Mereka semua akan menetapkan tanggal pernikahannya.Sesuai keputusan yang sudah di buat,tanggal pernikahannya akan diselenggarakan 3 bulan lagi.Dion dan Fitri pun bisa menerimanya. Akhirnya,kita menjadi 1 keluarga ya Bu ?,kata Ayah Fitri sambil tersenyum. Iya Pak Hamim,saya sangat senang mendengarnya.,kata Ibu Dion sambil tersenyum ramah.

RUZANA WULAN

58

Sementara itu,Fitri dan Dion sedang berbincang-bincang di depan rumah.Mereka terlihat sangat malu-malu.Mungkin karena sudah mengetahui perasaan mereka masingmasing,dan mereka juga sudah mau menikah. Apa alas an kamu menerima lamaran aku Fit ?,Tanya Dion. Suka !,jawab Fitri sambil tersenyum manis. Apa ? Aku suka,aku juga merasa kamu lah orang yang tepat !,jawab Fitri sambil memandang langit. Dion pun tersenyum senang.Harapannya selama ini pun terwujud,yaitu menikah dengan Fitri.Dulu mereka berstatus sebagai teman masa kecil,dan sekarang mereka akan naik ke level yang lebih tinggi,yaitu sebagai sepasang suami isteri. Selama 3 bulan masa persiapan,mereka tidak saling bertemu.Fitri berada di Kediri.Sedangkan Dion berada di Surabaya.Dion semakin bersemangat dalam bekerja.Sementara itu,Fitri sibuk menyiapkan akad nikahnya nanti di bantu keluarganya. Dan akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.Hari dimana akad nikah akan berlangsung.Tempat akad nikah pun di rumah Fitri di Kediri.Dion datang ke Kediri bersama keluarganya,Ibunya tidak bisa ikut.Tetapi ia selalu memberi semangat Dion.Saat akad nikah,Fitri tampak terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin muslimahnya.Dion bahkan sampai terpesona olehnya. Akad nikah pun berlangsung.Saksi untuk Dion dalam akad nikah itu adalah Pamannya,sementara itu di pihak Fitri adalah Ayahnya sendiri.Andi dan Hendra juga ikut menjadi saksi dalam akad nikah tersebut.Mereka berdua begitu gembira.Dan sekarang waktunya Dion mengucapkan akad nikahnya. Saya terima nikahnya Fitria Maharani Bin Hamin dengan mas kawin seperangkat alat Sholat dibayar Tunai !,ucap Dion dengan lancer. SAH!! Dan akhirnya,Dion dan Fitri pun resmi menjadi sepasang suami isteri.Fitri sampai meneteskan air mata karena terharu.Ia tidak bisa membayangkan,Dion yang dulu adalah teman semasa kecilnya,sekarang telah menjadi suaminya,pendampingnya seumur hidup.Hal yang sama pun juga dirasakan oleh Dion.Ia bersyukur,akhirnya ia bisa bersama Fitri.Ia sekarang mempunyai Isteri. Keluarga Fitri dan Dion pun begitu bahagia,begitu juga dengan ke 3 sahabat Fitri.Mereka begitu gembira.Mereka tidak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada Fitri dan Dion. Selamat ya Fitri dan Dion !,ucap Andi,hendra dan Fiya saat resepsi pernikahan.

RUZANA WULAN

59

Iya,terima kasih banyak ya semuanya !,kata Dion sambil tersenyum. Terima kasih kakak-kakakku !,kata Fitri sambil tersenyum pula. Sama-sama Dek !,kata Hendra. Dion dan Fitri pun hidup bahagia.Mereka tinggal di Surabaya bersama keluarga Dion.Begitu juga dengan ke 3 sahabat Fitri.Mereka juga sudah menemukan pendamping masing-masing,sama seperti Fitri. Fitri dan Dion sangat bahagia,akhirnya mereka bisa menikah dan menjadi keluarga yang harmonis dan tentram.

--TAMAT--

RUZANA WULAN

60