Anda di halaman 1dari 1

Pembaharuan Di Dunia Islam

Tajdid adalah pembaharuan dalam kehidupan keagamaan,baik berbentuk pemikiran maupun gerakan, sebagai reaksi atau tanggapan terhadap tantangan internal maupun eksternal yang menyangkut keyakinan dan urusan social umat islam. Istilah tajdid atau pembaharuan sering digunakan dalam konteks gerakan islam modern. Pada masa modern, tajdid adalah upaya para salafi dan mo-dernis islam untuk memperkenalakan pengaruh isalam dalam kehidupan muslim. Dengan demikian, ada dua kecendrungan disini yakni kecendrungan salafi dan reformis atau modernis, (khalil, 1995:431). Pertama, kecendrungan gerakan salafi (seperti Muhammad ibn Abdul Wahhab). Geraakan salafi sama sekali tidak berkaitan dengan pengaruh barat. Gerakan ini lebih mengutamakan upaya pemurnian akhidah isalam dari bahaya tahayul dan khurafat; pemurnian ibadah dari bahaya bidah. Kedua, kecendrungan gerakan reformis atau modernis (seperti: Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh). Gerakan ini memenadang masyarakat muslim gagal menangkap spirit kemajuan dan perkembanagan dalam seluruh aspek kehidupan yang telah dicapai Eropa. Para reformis tidak bermaksud mengundang westernisasi. Mereka justru mengkritik kebutaan dunia muslim dalam melihat cara-cara barat memperoleh kemajuan. Mereka berusaha memperbaiki martabat kebesaran muslim, dan arab melalui peremajaan pemikiran dan praktek islam. Pembaharuan dalam islam meliputi seluruh bidang kehidupan yang pada intinya dapat dibedakan menjadai dua bidang. Pertama, dibidang akidah dan ibadah, pembaruan dimaksudkan untuk memurnikan ajaran islam (purifikasi) dari unsur-unsur asing dan kembali kepada ajaran murni, sehingga iman menjadi suci karena telah diperbaharui. Kedua, dibidang muamalah duniawiah, pembaharuan dimaksudkan sebagai upaya moderenisasi atau pengembanagan dalam aspek social, ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan lain-lain sepanjang tidak bertentanagan dengan panduan Al-Quran dan Hadist.