Anda di halaman 1dari 39

BAB IV

NERACA UNSUR
- Merupakan satu-satunya piranti yang masih dipakai jika informasi yang tersedia
mengenai komponen-komponen sistem hanya berupa analisis unsur.
- Umumnya berguna jika stokiometri reaksi-reaksi yang terjadi tidak diketahui atau
sangat rumit.
Landasan Operasional:
Dalam tiap proses yang tidak melibatkan reaksi nuklir, banyaknya atom sembarang unsur
harus kekal.
Persamaan neraca unsur:
Pada setiap sistem pemrosesan yang tidak melibatkan reaksi nuklir dan berada dalam
keadaan tunak:

,
`

.
|

,
`

.
|
sistem dalam
dari elemen
n pengeluara Laju
sistem
dalam ke elemen
Pemasukan Laju

Contoh soal 1:
Propilen, C
3
H
6
dapat dihasilkan dengan dehidrogenasi katalitik propan, C
3
H
8
. Akan tetapi,
ada sejumlah reaksi samping terjadi yang menghasilkan hidrokarbon yang lebih ringan
dan karbon yang dapat mengendap pada permukaan reakstor. Endapan karbon
mengurangi keefektifan katalis sehingga secara periodik katalis harus diregenerasi dengan
membakar timbunan karbon. Dalam skala laboratorium, umpan adalah gas metan murni
dikonversi menjadi campuran gas sebagai berikut (% mol): 45% propana, 20% propilena,
6% etana, 1 % etilena, 3 % metana dan 25% hidrogen, sebahagian karbon mengendapa.
Asumsikan reakstor dapat di scale up menjadi 58,2 mol/hari propana, hitung laju
pengendapan karbon yang diharapkan.
4-14
Penyelesaian:
Dari diagram alir menunjukkan bahwa hanya 2 unsur yang terlibat dalam proses ini. Jadi
hanya ada dua persamaan unsur yang dapat dibuat.
Neraca H:
8(58,2) = 8(0,45 N
2
) + 5(0,2N
2
) + 6(0,06N
2
) + 4(0,01N
2
) + 4(0,03N
2
) + 2(0,25N
2
)
8(58,2) = 5,82 N
2
N
2
= 80 mol/hari
Neraca C:
3(58,2) = N
3
+ 3(0,45 N
2
) + 3(0,2N
2
) + 2(0,06N
2
) + 2(0,01N
2
) + 0,03(0,03N
2
)
3(58,2) = N
3
+ 2,12(80) N
3
= 5,0 mol/hari karbon yang terendapkan.
Matriks Atom dan Persamaan Neraca
Definisi simbol-simbol:
1. Untuk sistem yang memiliki I buah alur masukan dan J buah alur keluaran:



I
1 i
i
s
J
1 j
j
s
_
N N
N
2. Untuk sistem yang secara keseluruhan melibatkan E buah elemen dalam bentuk S
buah zat.

es

N
_
= koefisien etomik = banyaknya atom e didalam satu molekul zat s, dan

S
1 s
es
E ....., 2, 1, e ; 0
N
s
_
Jika A
e
= berat atom elemen e, maka karena

S
1 s
es
E ....., 2, 1, e ; 0
N
s
_
:

S
1 s
es e
E ....., 2, 1, e ; 0
N
s
_
A
4-15
N
3
3
C
C
3
H
8
58,2 mol/hari
N
2
C
3
H
8
0,45
C
3
H
5
0,20
C
2
H
6
0,06
C
2
H
4
0,01
CH
4
0,03
H
2
0,25
atau, dijumlahkan untuk semua e dari 1 s/d E:


+ + +
S
1 s
s
_
Es E
S
1 s
s
_
s 2 2
S
1 s
_
es 1 1
0 A ..... A
s
A
N N
N
dengan perkataan lain:
0 A
S
1 s
s
_
es E
E
1 e
N



atau dapat juga ditulis:


+ + +
S
1 s
s
_
Es E
S
1 s
s
_
s 2 2
S
1 s
_
es 1 1
0 A ..... A
s
A
N N
N
atau



S
1 s
s
_
Es E
E
1 e
0 ) A (
N

S
1 s
s
_
s
0 M
N
dimana M
s
= berat molekul =
) A (
Es E
E
1 e

Jadi jumlah dari semua neraca unsur adalah neraca massa total. Neraca massa total paling
banyak E buah dari (E persamaan neraca massa unsur + 1 persamaan neraca massa total)
akan TTSL.
Persamaan neraca unsur juga bersifat homogen terhadap laju alir, karena jika
s
N
_
, s = 1 ,
2, .., S adalah suatu penyelesaian persamaan neraca unsur, maka untuk tiap 0:



S
1 s
s
_
es
S
1 s
s
_
es
E ..., 2, 1, e , 0 ) ( ) (
N N
,
sehingga
s
N
_
juga memenuhi persamaan neraca unsur. Jika tak ada satupun spesifikasi
nilai laju alir, kita bisa memilih basis perhitungan.
4-16
Contoh 2.
11
Konversi CH
3
OH = 55%
Tentukan komposisi alur 2 dan alur 3.
Penyelesaian:
Matriks atom dapat dibuat:
s=1
O
2
2
H
2
3
CO
4
N
2
5
CO
2
6
CH
3
OH
7
CH
2
O
8
HCOOH
9
H
2
O
e=1=O 2 0 1 0 2 1 1 2 1
2=C 0 0 1 0 1 1 1 1 0
3= H 0 2 0 0 0 4 2 2 2
4=N 0 0 0 2 0 0 0 0 0
Basis perhitungan : 1000 mol/hari umpan
N
1
= 1000 mol/hari
N
1
6
= 0,4 x 1000 = 400 mol/hari
N
1
4
= 79/100 x (1000 400) = 474 mol/hari
N
1
1
= 1000 400 474 = 126 mol/hari
Karena derajat koversi CH
3
OH = 55 %, maka:
N
3
6
= 400(1 -0,55) = 180 mol/hari
N
3
7
= N
3
6
= 180 mol/hari
4-17
CH
2
O
CH
3
OH
HCOOH 0,5%
H
2
O
CH
3
OH
O
2
N
2
CO
2
CO
H
2
7,5%
N
2
Laju pengeluaran zat-zat adalah:
1
_
N
= 0 -126 = -126 mol/hari
2
_
N
= 0,075N
2
0 = 0,075N
2
3
_
N
=N
2
3
0 = N
2
3
4
_
N
= N
2
4
474
5
_
N
=N
2
5
0 = N
2
5
6
_
N
= 180 400 = -220 mol/hari
7
_
N
=180 0 = 180 mol/hari
8
_
N
=0,005N
3
0 = 0,005 N
3
9
_
N
= N
3
9
0 = N
3
9
Neraca-neraca Unsur:
N: 0(
1
) + 0(
2
) + 0(
3
) + 2(
4
) + 0(
5
) + 0(
6
) + 0(
7
) + 0(
8
) + 0(
9
) = 0
Jadi
4
= 0 atau N
2
4
= 474 mol/hari
H: 0(
1
) + 2(
2
) + 0(
3
) + 0(
4
) + 0(
5
) + 4(
6
) + 2(
7
) + 2(
8
) + 2(
9
) = 0
Atau: 0,15 N
2
+ 4(-220) + 360 + 0,01N
3
+ 2N
3
9
= 0
0,15 N
2
+ 0,01 N
3
+ 2N
3
9
= 520 (1)
C: 0(
1
) + 0(
2
) + 1(
3
) + 0(
4
) + 1(
5
) + 1(
6
) + 1(
7
) + 1(
8
) + 0(
9
) = 0
Atau N
2
3
+ N
2
5
220 + 180 + 0,005N
3
= 0
Atau N
2
3
+ N
2
5
+ 0,005N
3
= 40 (2)
O: 2(
1
) + 0(
2
) + 1(
3
) + 0(
4
) + 2(
5
) + 1(
6
) + 1(
7
) + 2(
8
) + 1(
9
) = 0
Atau -252 + N
2
3
+ 2N
2
5
-220 + 180 + 0,01N
3
+ N
3
9
= 0
Atau N
2
3
+ 2N
2
5
+ 0,01N
3
+ N
3
9
= 292 (3)
Variabel-variabel alur 2 dan 3 harus memenuhi :
N
2
= N
2
5
+ N
2
3
+ 0,075N
2
+ 474
atau 0,925N
2
- N
2
3
+ N
2
5
=474 (a)
dan N
3
= N
3
7
+ N
3
6
+N
3
8
+ N
3
9
atau N
3
180 180 0,005N
3
- N
3
9
= 0
Atau 0,995N
3
+ N
3
9
= 360 (b)
Substitusi N
3
9
dari b ke 1 :
0,15N
2
+ 0,01N
3
+ 1,99N
3
720 = 520
4-18
atau 0,15N
2
+ 2N
3
= 1240
370N
2
+ 2N
3
= 205600
- 369,85N
2
= 204360 N
2
= 552,55 mol/hari
Substitusi (N
2
3
+ N
2
5
) dari a ke 2 :
0,925N
2
474 + 0,005N
3
= 40
atau 0,925N
2
+ 0,005N
3
= 514
0,15(552,55) + 2N
3
= 1240 N
3
= 578,56 mol/hari
Substitusi nilai N
3
ke b : 0,995(578,56) N
3
9
= 360 N
3
9
= 215,67 mol/hari
Pers 3: N
2
3
+ 2N
2
5
+ 0,01N
3
+ N
3
9
= 292
N
2
3
+ 2N
2
5
+5,78 + 215,67 = 292 N
2
3
+ 2N
2
5
= 70,55
Pers a : 0,925N
2
N
2
2
N
2
5
= 474
511,11 N
2
3
N
2
5
= 474 N
2
3
+N
2
5
= 37,11
N
2
2
= 0,075N
2
= 41,44 mol/hari N
2
5
= 33,44 mol/hari
N
2
= [N
2
2
N
2
3
N
2
4
N
2
5
] N
2
3
= 37,11 33,44
= [41,44 3,67 474 33,44] mol/hari N
2
3
= 3,67 mol/hari
[X
2
2
X
2
3
X
2
4
X
2
5
] = [0,0750 0,0066 0,8578 0,0606]
N
3
8
= 0,005
3
= 0,005(578,56) = 2,89 mol/hari
N
3
= [N
3
6
N
3
7
N
3
8
N
3
9
]
N
3
= [180 180 2,89 215,67] mol/hari
[X
3
6
X
3
7
X
3
8
X
3
9
] = [0,3111 0,3111 0,0050 0,3728]
Aljabar neraca unsur lebih ruwet dari pada neraca zat (tiap neraca unsur menyangkut laju
netto pengeluaran semua zat).
Contoh 3. Absorbsi SO
3
dalam pembuatan asam sulfat
4-19
Neraca S :
1 (0 - N
3
) + 0 (50 - N
1
- 0,8N
2
) + 1 (50 - 0,2N
2
) = 0
atau 0,2N
2
+ N
3
= 50
Neraca O :
3 (0 - N
3
) + 1 (50 - N
1
- 0,8N
2
) + 4 (50 - 0,2N
2
) = 0
atau N
1
+ 1,6N
2
+ 3N
3
= 250
N
1
N
2
Ada tiga unsur (S, O, H) dan tiga zat (H
2
0, H
2
SO
4
, SO
3
).
Neraca H :
0 (0 N
3
) + 2 (50 N
1
0,8N
2
+ 2 (50 0,2N
2
) = 0
atau 2N
1
+ 2N
3
= 200
[N
1
+ N
3
= 100]
Neraca O: 3 x (neraca S)
N
1
+ N
3
= 100
Jadi ketiga persamaan neraca tidak TTSL (masalah kurang satu spesifikasi karena hanya
ada dua persamaan TTSL).
[H
2
SO
4
= H
2
O.SO
3
, tak ada oksigen bebas, neraca elemen hanya merupakan neraca grup
unsur: H
2
O dan SO
2
.
Kesimpulan:
Penentuan banyaknya persamaan neraca unsur yang TTSL harus merupakan bagian dari
analisa masalah.
Aljabar Neraca Unsur
Sistem persamaan neraca unsur:
4-20
100 mol/jam
H
2
SO
4
50%
H
2
O
H
2
O
H
2
SO
4
H
2
O
4
4
1
4
2
3
4
20%
SO
3
= ?
S ..., 2, 1, e ; 0 N
s
S
1 s
es

atau:
]
]
]
]
]
]

]
]
]
]
]
]
]

]
]
]
]
]
]




0
....
0
0
N
....
N
N

.......... .......... ..........
.........
.........
S
2
1
ES 2 E 1 E
s 2 22 21
s 1 12 11
Cara menentukan banyaknya persamaan neraca unsur TTSL:
- Lakukan proses eliminasi Gauss terhadap matriks atom.
Jika pada tahap eliminasi ke-i (i=1, 2, ..., (s-1)) dijumpai bahwa elemen
i
ii
= 0,
tukar baris ke-I dengan salah satu baris di bawahnya yang berelemen pada kolom
ke-I tidak nol.
- Jika pada akhir tahap eliminasi ke-i (i = 1, 2, , (S-1)) dijumpai bahwa baris ke-
(i+1) sampai dengan baris ke-S merupakan baris baris nol, maka hanya i-buah
baris pertama yang TTSL.
Contoh 4. Matriks contoh 3 adalah:
SO
3
H
2
O H
2
SO
4
]
]
]
]
]

2 2 0
4 1 3
1 0 1
H
O
S
1. a. Baris kedua = baris kedua (3/1) x baris pertama
b. Baris ketiga = baris ketiga (0/1) x baris pertama
]
]
]
]
]

2 2 0
1 1 0
1 0 1
2. Baris ketiga = baris ketiga (2/1) x baris kedua
]
]
]
]
]

0 0 0
1 1 0
1 0 1
4-21
Jadi hanya ada dua baris pertama yang TTSL (hanya ada dua persamaan neraca unsur
TTSL).
Contoh 5. Sintesa Urea
NH
3
CO
2
H
2
O (NH
2
)
2
CO NH
4
COONH
2
N 1 0 0 2 2
H 3 0 2 4 6
C 0 1 0 1 1
O 0 2 1 1 2
1. Baris kedua = baris kedua (3/1) x baris pertama
1 0 0 2 2
3 0 2 4 6
0 1 0 1 1
0 2 1 1 2
2. Tukar baris kedua dengan baris ketiga diperoleh:
1 0 0 2 2
0 1 0 1 1
0 0 2
-
2
0
0 2 1 1 2
Baris ke-empat = baris ke empat (2/1) x baris ke-dua
N 1 0 0 2 2
C 0 1 0 1 1
H
0 0 2
-
2
0
O
0 0 1
-
1
0
3. Baris ke-empat = baris ke-empat (1/2) x baris ke-tiga
4-22
CO
2
33%
NH
3
(NH
2
)
2
CO
H
2
O
NH
2
COONH
2
CO
2
NH
3
1
C 66%
H 3
S 3
Abu 18
H
2
O 10
8
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
9
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
H
2
10
CO
CH
4
H
2
OO
7
H
2
O
6
H
2
5%
CO 0,1 %
CH
4
= 94,9%
H
2
S, CO
2
5
Jadi hanya ada tiga persamaan neraca unsur
yang TTSL.
Hanya ada dua spesifikasi hubungan (% CO
2
dalam umpan + basis) untuk tiga persamaan TTSL, masalah kekeurangan spesifikasi.
Contoh 6. Hidrogenasi olefin
Ada dua laju alir zat tidak diketahui. Untuk menyelesaikan persoalan ini, hanya ada dua
persamaan neraca unsur TTSL yang mungkin dibuat.
Matriks atomnya:
H
2
C
2
H
4
C
2
H
6
C
4
H
8
C
4
H
10
H 2 4 6 8 10
C 0 2 2 4 4
Jelas menunjukkan bahwa neraca C dan H bersifat TTSL.
Neraca H: 2(0-7) + 4(N
2
2
10) + 6(4 0) + 8(5 - N
1
4
) + 10(3 0) = 0
8N
1
4
- 4 N
2
2
= 40 (A)
Neraca C: 0(0 - 7) + 2(N
2
2
10) + 2(4 0) + 4(5 N
1
4
) + 4(3 0) = 0
4N
1
4
2N
2
2
= 20 (B)
Persamaan (A) = 2 x persamaan (B), jadi kedua persamaan neraca unsur adalah TSL.
Mengapa ??? Vektor atom C
2
H
4

]
]
]

2
4
dan vektor atom C
4
H
8

]
]
]

4
8
satu sama lain TSL,
pada hal laju alir kedua zat ini yang perlu dihitung.
Definisi:
Sehimpunan spesifikasi mengenai suatu sistem yang melibatkan E persamaan-persamaan
neraca unsur TTSL disebut spesifikasi TTSL jika vektor-vektor atom dari E buah zat
yang laju netto pengeluarannya tak diketahui ternyata bersifat TTSL.
1 0 0 2 2
0 1 0 1 1
0 0 2
-
2
0
0 0 0 0 0
4-23
C
2
H
4
10 mol/jam
C
4
H
8
???
H
2
7 mol/jam
C
2
H
4
???
C
2
H
6
4 mol/jam
C
4
H
8
5 mol/jam
C
4
H
10
3 mol/jm
1
C 66%
H 3
S 3
Abu 18
H
2
O 10
8
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
9
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
H
2
10
CO
CH
4
H
2
OO
7
H
2
O
6
H
2
5%
CO 0,1 %
CH
4
= 94,9%
H
2
S, CO
2
5
Proposisi:
Spesifikasi yang tepat/layak mengenai suatu sistem yang melibatkan E buah persamaan
neraca unsur TTSL adalah spesifikasi yang memenuhi ketiga syarat berikut:
1. banyaknya tepat
2. bersifat TTSL
3. mengakibatkan banyaknya laju-laju netto pengeluaran yang tak dikatahui E buah.
Analisa Derajat Kebebasan
1. Tentukan banyaknya persamaan neraca unsur TTSL (tiap unit).
2. Tentukan unsur-unsur yang akan dineracakan (pada tiap unit)
3. Jika derajat kebebasn nol, periksa ke-TTSL-an spesifikasi.
Contoh 7.
4-24
O
2
3
Batu
Bara 2
Unit
Gasifier
Pergeseran
CO
Penyisihan
CO
2
dan
H
2
S
Meta
nator
1
C 66%
H 3
S 3
Abu 18
H
2
O 10
4
Abu
8
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
9
CH
4
10%
CO
2
CO
H
2
O
H
2
H
2
S
H
2
10
CO
CH
4
H
2
OO
7
H
2
O
6
H
2
5%
CO 0,1 %
CH
4
= 94,9%
H
2
S, CO
2
5
F
2
/F
1
= 0,8
H
2
/CO = 0,56
Perolehan karbon SNG = 25%
F
1
= 10.000 ton batubara/hari
Hitung komposisi dan laju alir semua alur.
Penyelesaian:
Proses melibatkan 4 unsur (H,C, S, O) dan suatu kesatuan mineral-mineral anorganik,
yakni abu. Matriks pada gasifier
H
2
CH
4
H
2
S CO CO
2
H
2
O
H 2 4 2 0 0 2
C 0 1 0 1 1 0
S 0 0 1 0 0 0
O 0 0 0 1 2 1
Ada 4 neraca unsur TTSL untuk masing-masing gasifier, penggeseran CO dan penyisihan
CO
2
dan H
2
S. Tambahkan 1 neraca pada gasifier: neraca abu.
Matriks atom zat-zat yang terlibat dalam metanator.
H
2
CH
4
CO H
2
O
H 2 4 0 2
C 0 1 1 0
O 0 0 1 1
Ada 3 neraca unsur TTSL pada metanator.
Analisa derajat kebebasan:
Banyak Gasifier Shift CO Penyisihan
CO
2
+H
2
S
Metana
tor
Proses Kesel.
Variabel alur
Pers. Neraca TTSL
H
14
1
12
1
12
1
8
1
30
4
14
1
4-25
C
O
S
Abu
Spesifikasi/komp.
Hub. Pembantu
Gasifier
Alur 8
Shift CO
Alur 10
Efisiensi C
1
1
1
1
5
1
1
-12
2
1
1
1
-
2
-
1
1
-
-
-8
4
1
1
1
-
4
-
-
-
1
-6
6
1
1
-
-
2
-
-
-
1
-
-6
2
4
4
3
1
8
1
1
1
1
1
-29
1
1
1
1
1
6
1
-
-
-
1
-13
1
Dipilih basis F
1
= 10.000 kg/jam
Manurut tabel, perhitungan seharusnya mulai dari neraca keseluruhan.
F
2
/F
1
= 0,8, sehingga F
2
= 0,8 x 10.000 = 8000 kg/jam
Dari efisiensi karbon:
1(0,949 + 0,001)N
7
x 12 = 0,25(0,66 x 10.000)
N
7
= 144,74 kmol/jam
Dari neraca abu: F
4
= 0,18(10.000) = 1800 kg/jam
Karena laju alir total alur 7 dan komposisinya diketahui: N
7
CH4
, N
7
CO
, N
7
H2
.
Laju netto pengeluaran:
NCH4
= (N
7
CH4
0) = N
7
CH4
NCO
= (N
7
CO
0) = N
7
CO
NH2
= (N
7
H2
0 ) = N
7
H2
yang belum diketahui adalah: NO2
, NH2O
, NH2S
, NCO2
Telah dibuktikan bahwa vektor-vektor atom pada gasifier adalah TTSL.
Neraca C:
(0 -6600/12) + 1(0,949 x 144,74 0) + 1(0,001 x 144,74 -0) + 1(N
5
CO2
0) = 0
4-26
N
5
CO2
= 6600/12 -137,36 0,1447 = 412,5 kmol/jam
Neraca S: (0 -300/12) + 1(N
5
H2O
0) = 0 N
5
H2O
= 300/12 = 9,375 kmol/jam
Neraca H:
(0 300/1) + 2(N
6
H2O
8000/18) + 2(9,375 0) + 4(137,36 0) + 2(0,05 x 144,74-0) = 0
N
6
H2O
= 303,11 kmol/jam
Neraca O:
2(0 N
3
) + 2(412,5 0) + 1(303,11 8000/18) + 1(0,1447 0) = 0
N
3
= 341,90 kmol/jam.
N
3
telah diketahui dengan demikian derajat kebebasan pada gasifier menjadi nol.
Neraca di Gasifier:
Neraca S: (0 300/12) + 1(N
8
H2S
0) = 0
N
8
H2S
= 9,375 kmol/jam
Neraca C: (0 6600/12) + 1(0,1N
8
0) + 1(N
8
CO
0) + 1(N
8
CO2
0) = 0
0,1 N
8
+ N
8
CO
+ N
8
CO2
= 550 (A)
Neraca O: 2(0 341,9) + 1(N
8
CO
0) + 2(N
8
CO2
0) + 1(N
8
H2O
8000/18)= 0
N
8
CO
+ 2N
8
CO2
+ N
8
H2O
= 1128,24 (B)
Neraca H: (0 300/1) + 2(N
8
H2
0) + 4(0,1N
8
0) + 2(9,375 0) + 2(N
8
H2O

8000/18)= 0 N
8
H2
/N
8
CO
= 0,56, maka diperoleh:
0,4N
8
+ 1,12N
8
CO
+ 2N
8
H2O
= 1170,14 (C)
N
8
adalah laju alir total pada alur 8:
N
8
= 0,1 N
8
+ N
8
CO
+ N
8
CO2
+ N
8
H2O
+ N
8
H2
+ 9,375
0,9 N
8
- 1,56N
8
CO
- N
8
CO2
- N
8
H2O
= 9,375 (D)
Dapat dibuat matriks:
]
]
]
]
]
]
]

]
]
]
]
]
]
]
]

]
]
]
]
]
]
]

24 , 1128
550
14 , 1170
375 , 9 9 , 0
2
8
2
8
8
8
O H
CO
CO
N
N
N
N
1 2 1 0
0 1 1 0,1
2 0 1,12 0,4
1 - 1 - 1,56 -
Diselesaikan dengan eliminasi Gauss
4 , 1128
96 , 548
97 , 1165
375 , 9
1 2 1 0
0,111 1,111 1,173 0
2,444 0,444 1,813 0,4
1 - 1 - 1,56 9 , 0
4-27
28 , 485
42 , 205
97 , 1165
375 , 9
0,348 - 1,755 0 0
1,470 - 0,824 0 0
2,444 0,444 1,813 0,4
1 - 1 - 1,56 9 , 0

795 , 922
42 , 205
97 , 1165
375 , 9
2,783 0 0 0
1,470 - 0,824 0 0
2,444 0,444 1,813 0,4
1 - 1 - 1,56 9 , 0

jadi dapat diperoleh:


N
8
H2O
= 922,795/2,783 = 331,58 kmol/jam
N
8
CO2
= (-205,42 (331,58)(-1,470))/0,824 = 342,24 kmol/jam
N
8
CO
= (1165,97 (2,44)(331,58) (0,444)(342,24))/1,813 = 112,32 kmol/jam
N
8
= (9,375 (-1)(331,58) (-1)(342,24) (-1,56(112,32))/0,9 = 953,79
Jadi: N
8

= 953,79
= (N
8
CH4
, N
8
CO2
, N
8
CO
, N
8
H2O
, N
8
H2
, N
8
H2S
)
= (95,37; 342,23; 112,32; 331,58; 62,90; 9,38)
Dengan diketahuinya laju-laju pada alur 8, maka derjat kebebasan shift CO menjadi nol.
Neraca pada Shift CO:
Derajat konversi = 0,625 = N
8
CO
N
9
CO
N
8
CO
N
9
CO
= 112,32 (0,625) (112,32) = 42,12 kmol/jam
Neraca S : 1 (N
9
H2S
9,38) = 0 N
9
H2S
= 9,38 kmol/jam
Neraca C : 1 (0,1N
9
95,37) + 1 (42,12 112,32) + 1 (N
9
CO2
342,24) = 0
0,1N
9
= 507,81 N
9
CO2
(E)
Neraca O : 1 (42,12 -112,32) + 2 (N
9
CO2
342,24) + 1 (N
9
H2O
331,58) = 0
4-28
N
9
H2O
= 1086,26 2N
9
CO2
(F)
Neraca H : 4 (0,1N
9
95,37) + 2 (9,38 9,38) + 2 (N
9
H2
62,90) + 2 (N
9
H2O
331,58) =
0
4 (0,1N
9
) + 2NN
9
H2O
+ 2N
9
H2
= 1170,44
Substitusi (E) dan (F) :
2031,24 4 N
9
CO2
+ 2172,52 - 4N
9
CO2
+ 2N
9
H2
= 1170,44
2N
9
H2
8N
9
CO2
= -3033,32
(G)
Defenisi N
9
: N
9
= 0,1N
9
+ N
9
H2O
+ 9,38 + 42,12 + N
9
H2
+ N
9
CO2
= 51,5
- N
9
H2
- 8N
9
CO2
= -3432,55
(H)
(G) (H) : 3N
9
H2
= 399,23 N
9
H2
= 133,08 kmol/jam
(G) : N
9
CO2
= jam / kmol 43 , 412
8
) 08 , 133 ( 2 32 , 3033

+
1
(E) : N
9
=
jam / kmol 80 , 953
1 , 0
43 , 412 81 , 507

(F) : N
9
H2O
= jam / kmol 40 , 261
1
) 43 , 412 ( 2 26 , 1086

N
9
= 953,80 kmol/jam
= (N
CH4
, N
CO2
, N
CO
, N
H2O
, N
H2
, N
H2S
)
= (95,38; 412,43; 42,12; 261,40; 133,08; 9,38)
Penyisihan CO
2
dan H
2
O :
Dari tabel, derjat kebebasan 6
N
5
CO2
, N
5
H2S
diketahui (neraca keseluruhan) -2
(N
9
CO2
, N
9
CO
, N
9
H2S
, N
9
H2O
, N
9
H2
) diketahui -5
Neraca S sudah dipakai +1
Derjat kebebasan sekarang = 0
Neraca-neraca penyisihan CO
2
dan H
2
S
4-29
Neraca O : 1 (N
10
CO
42,12) + 2 (0) + (N
10
H2O
261,40) = 0
N
10
H2O
= 303,52 N
10
CO
(R)
Neraca C : (N
10
CH4
95,38) + (0) + (N
10
CO
42,12) = 0
N
10
CH4
= 137,5 - N
10
CO
(S)
Neraca H : 2(N
10
H2
133,08) + 4(N
10
CH4
95,38) + 2 (0) + 2 (N
10
H2O
261,40) = 0
2N
10
H2
= 1170,48 - 4N
10
CH4
- 2N
10
H2O
Substitusi (R) dan (S) :
N
10
H
= 6,72 + 3N
10
CO
(T)
Hubungan pembantu alur (10) :
N
10
H2
N
10
H

N
10
- N
10
H2O
N
10
H2
+ N
10
CH4
- N
10
CO

0,508N
10
H2
0,492N
10
CH4
- 0,492N
10
CO
= 0
Substitusi (S) dan (T) :
3,41 + 1,524N
10
CO
67,65 + 0,492N
10
CO
0,492N
10
CO
=0
N
10
CO
= 42,12 kmol/jam
(S) : N
10
CH4
= 137 42,12 = 95,38 kmol/jam
(T) : N
10
H2
= 6,72 + 3 (42,12) = 133,08 kmol/jam
(R) : N
10
H2O
= 303,52 42,12 = 261,40 kmol/jam
N
10
= 42,12 + 95,38 + 133,08 + 261,40
N
10
= 531,98 kmol/jam
Semua variabel proses sekarang telah diketahui nilainya, untuk basis 10000 kg
batubara/jam.
Untuk mengubah neraca ke basis 10000 short ton/hari, kalikan semua laju alir dengan
faktor pengganda :
83 , 37
10000
24 / 1 x ) 2000 x 454 , 0 ( x 10000

4.2. Hubungan Antara Neraca Unsur dan Zat


4-30
0,492
Telah dibahas sebelumnya bahwa neraca unsur digunakan apabila stokiometri
reaksi tidak diketahui, dan bila hanya diketahui analisa unsur. Dalam beberapa kasus,
neraca zat tak dapat dituliskan secara langsung, sehingga neraca unsur dapat digunakan
sebagai alternatif. Meskipun demikian, dalam banyak kasus diharuskan melakukan
pemilihan apakah neraca unsur atau neraca zat yang digunakan. Pada sub-bab ini akan
dibahas kriteria yang yang membolehkan kita memilih jenis neraca yang digunakan
penyelesaian lebih mudah.
4.2.1 Sistem tanpa reaksi
Neraca unsur yang melibatkan reaksi maupun tidak dapat dituliskan :
E ...., 1, e 0 N
S
1 s
es

dimana Nlaju keluar bersih zat s.


Pada kasus tanpa reaksi, neraca zat dapat dituliskan:
N = 0 s = 1, ....., S
Dasar pemilihan neraca mana yang digunakan, berdasarkan pada persamaan
neraca paling banyak yang dapat dibentuk dari kasus yang dianalisa. Dengan makin
banyaknya neraca yang dapat ditulis akan mengurangi informasi spesifik yang diperlukan
untuk menyelesaikan problem itu dan selanjutnya dapat mencegah ketidak konsistenan.
Bila jumlah maksimum neraca unsur yang TTSL dinyatakan dalam () adalah
sama dengan jumlah zat kimia S, maka akan diperoleh jumlah neraca yang sama dan
dapat dipilih salah satunya.
Contoh 4.8
Aliran gas mengandung 40% O
2
, 40% H
2
dan 20% H
2
O (mol %) dikeringkan dengan
mendinginkan dan selanjutnya dikondensasi menjadi air. Bila 100 mol/jam alur gas yang
diproses, hitung laju alir air yang dikondensasi dan komposisi gas kering.
Penyelesaian:
4-31
Ada 6 variabel alir, 2 komposisi dan 1 laju alir yang terspesifikasi.
Jika dipilih neraca zat, maka dalam sistem ini ada 3 zat sehingga diperoleh neraca zat
sebanyak 3, sehingga persoalan terspesifikasi, dan diproleh hasilnya:
N
2
= 20 mol/jam N
3
O2
= 40 mol/jam N
3
H2
= 40 mol/jam
Jika dipilih neraca unsur, pada soal ini hanya ada dua unsur, sehingga hanya dapat ditulis
sebanyak 2 buah neraca unsur yaitu:
Neraca O 1(N
2
20) + 2(N
3
O2
40) = 0
Neraca H 2(N
2
20) + 2(N
3
H2
40) = 0
Dengan 2 neraca unsur tidak mencukupi untuk menyelesaikan 3 variabel alur yang tak
diketahui, sehingga penyelesaian dengan membentuk neraca unsur persoalan tidak dapat
diselesaikan.
= = = = = = = = = = =
Dari contoh di atas, menjunjukkan bahwa persamaan neraca unsur () dapat
lebih sedikit dibanding banyak zat S. Timbul pertanyaan dapatkan banyaknya () >
banyaknya S ?
Himpunan neraca unsur dinyatakan dalam vektor baris
e
, e = 1, ., E, kemudian
ditentukan apakah vektor-vektor tersebut TTSL atau tidak dengan menggunakan kaedah
eliminasi Gauss. Berdasarkan prosedur ini ada kemungkinan diperoleh baris yang
beranggotakan nol, sehingga dapat disimpulkan selalu berlaku:
() S
Contoh 4.9
Suatu larutan mengandung 20 mol % NaOH dipersiapkan pada proses kontinu dengan
mencampur NaOH dengan air. Berapa laju masing-masing untuk mendapatkan 100
mol/jam larutan.
4-32
2
H
2
O
3 O
2
H
2
O
2
40%
H
2
40% 1
H
2
O
100 mol/jam
Kondensor
Penyelesaian:
Jika dipilih neraca zat:
Variabel alur 4
Spesifikasi
- laju alir 1
- komposisi 1
Neraca zat 2
Derajat kebebasan = 0
Jika dipilih neraca unsur:
Ada 3 unsur ada 3 persamaan neraca unsur, sehingga derajat kebebasan menjadi
4 1 1 3 = -1 ? Jadi redundant.
Masalah: dicurigai ada persamaan diantara 3 persamaan ada neraca unsur yang tidak
TTSL.
]
]
]
]
]

1 1
1 1
0 1

H
O
Na

H2O NaOH
Matriks ini dengan mudah direduksi menjadi:
]
]
]
]
]

0 0
1 0
0 1
Jadi hanya ada 2 persamaan neraca unsur yang TTSL.
= = = = = = = = = = = =
Kesimpulan: dalam kasus tanpa reaksi, jumlah neraca unsur TTSL selalu lebih kecil atau
sama dengan jumlah neraca zat. Oleh sebab itu, neraca unsur hanya digunakan bila () =
4-33
3 NaOH 20%
H
2
O
100 mol/jam larutan
H
2
O
2
NaOH 1
Pencampur
S. Neraca zat selalu TTSL, sementara neraca unsur belum tentu TTSL sehingga perlu
diuji lebih dahulu, sehingga lebih tepat selalu digunakan neraca zat.
4.2.2 Sistem dengan Reaksi
Pada neraca zat yang melibatkan reaksi kimia dapat ditulis:


R
1 r
r sr
r N
s = 1, , S
Bila tidak diketahui koefisien stokiometri, maka langsung gunakan neraca unsur.
Meskipun demikian, bila diketahui koefisien stokiometri, penyelesaian dapat dipilih
diantara neraca zat dan unsur.
Anggap dalam suatu sistem reaksi melibatkan V variabel alur dan S zat. Semua
koefisien reaksi diketahui dan juga dari sejumlah reaksi R diketahui () yang TTSL.
Maka derajat kebebasannya adalah V + () S.
Selanjutnya, untuk neraca unsur yang melibatkan E unsur dan ()neraca unsur
yang TTSL. Bila jumlah variabel sebanyak V, maka derajat kebebasan adalah V - ().
Derajat kebebasan kedua neraca sama jika:
V + () S = V - () atau () = S - ()
Bila kondisi ini dijumpai, maka kedua neraca sama mudahnya untuk dipakai dalam
penyelesaian persoalan. Jika () < (), maka gunakan neraca zat.
Contoh 10.
Ozon dibentuk oleh reaksi atom oksigen dengan O
2
menurut reaksi:
O + O
2
O
3
Bila 100 mol/jam campuran 50% O dan 50% O
2
direaksikan dengan konversi O
2
50%,
hitung komposisi produk.
Penyelesaian:
4-34
O 50%
O
2

100 mol/jam
O
2
O
3
O
Neraca zat:
Total variabel : 5
Variabel laju reaksi (()) : 1
+6
Spesifikasi: komposisi : 1
Konversi : 1
Laju alir : 1
Persamaan neraca zat : 3
-6
Maka derajat kebebasan = 0
N
keluar
O2
= N
masuk
O2
(1- X
O2
) = 0,5(100)(1 0,5) = 25 mol/jam
Neraca O
2
r = N
masuk
O2
N
keluar
O2
= 50 25 = 25 mol/jam
Neraca O N
keluar
O
= N
masuk
O
r = 0,5(100) 25 = 25 mol/jam
Neraca O
3
N
keluar
O3
= N
masuk
O2
r = 0 + 25 = 25 mol/jam
Maka komposisi O
2
= O = O
3
= 3 / 1
25 25 25
25

+ +
= 33,3%
Neraca Unsur:
Banyak variabel : 5
Spesifikasi: komposisi : 1
Koversi : 1
Laju alir : 1
Persamaan neraca unsur : 1
Derajat kebebasan : 1
Neraca unsur tidak dapat digunakan dalam penyelesaian masalah.
Pada kasus ini () < S - (), jadi dipakai neraca zat.
Derajat kebebasan yang diperoleh dari neraca unsur selalu sama atau lebih besar dari
derajat kebebasan yang didapat lewat peneracaan zat. Walaupun demikian pada situasi
yang melibatkan sistem reaksi yang kompleks, kadang-kadang lebih mudah diselesaikan
dengan neraca unsur dibanding neraca zat.
4-35
Contoh 4.11
N-etilanilin dihasilkan secara industri dengan reaksi katalitik fase uap anilin dan etanol.
Pada pabrik ini, campuran reaktan adalah 2/3 etanol, C
2
H
5
OH dan 1/3 anilin, C
6
H
5
NH
2
direaksikan sampai 2/3 anilin dan etanol dikonversi. Hasilnya terdisi dari campuran
anilin, etanol, N-etileanilin, C
6
H
5
NHC
2
H
5
, dietilanilin, C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
, air dan 1% etilene.
Reaksi yang berlangsung direaktor adalah:
(1) C
6
H
5
NH
2
+ C
2
H
5
OH C
6
H
5
NHC
2
H
5
+ H
2
O
(2) C
2
H
5
OH C
2
H
4
+ H
2
O
(3) C
6
H
5
NH
2
+ C
2
H
4
C
6
H
5
NHC
2
H
5

(4) C
6
H
5
NHC
2
H
5
+ C
2
H
4
C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
(5) C
6
H
5
NHC
2
H
5
+ C
2
H
5
OH C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
+ H
2
O
Hitung komposisi alur keluar reaktor.
Penyelesaian:
Matriks koefisien stokiometri:
C
6
H
5
NH
2
C
2
H
5
OH C
2
H
4
C
6
H
5
NHC
2
H
5
H
2
O C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
]
]
]
]
]
]
]
]

1 1 1 - 0 1 - 0
1 0 1 - 1 - 0 0
0 0 1 1 - 0 1 -
0 1 0 1 1 - 0
0 1 1 0 1 - 1
) 5 (
) 4 (
) 3 (
) 2 (
) 1 (
Dilakukan opersa reduksi sehingga diperoleh:
]
]
]
]
]
]
]
]

1 1 1 - 0 1 - 0
1 0 1 1 - 1 0
0 1 - 0 1 - 1 0
0 1 0 1 1 - 0
0 1 1 0 1 - 1
selanjutnya
]
]
]
]
]
]
]
]

1 0 1 - 1 - 0 0
1 0 1 - 1 - 0 0
0 0 0 0 0 0
0 1 0 1 1 - 0
0 1 1 0 1 - 1
selanjutnya
4-36
]
]
]
]
]
]
]
]

0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
1 0 1 - 1 - 0 0
0 1 0 1 1 - 0
0 1 1 0 1 - 1
Jadi hanya terdapat 3 reaksi yang TTSL yaitu: reaksi (1), (2) dan (4).
Dari gambar diperoleh:
Variabel (aliran = 8 + reaksi TTSL 3) = 11
Neraca zat = 6
Spesifikasi:
- komposisi = 2
- konversi = 2
Basis = 1 +
= 11-
Derajat kebebasan = 0
Basis = 900 mol/jam umpan
Konversi anilin: r
1
/3000 = 2/3 diperoleh r
1
= 2000 mol/jam
Konversi etanol: (r
1
+ r
2
)/6000 = diperoleh r
2
= 1000 mol/jam
Neraca Zat:
Anilin: N
keluar
1
= 3000 r
1
= 1000 mol/jam
Etanol: N
keluar
2
= 6000 r
1
r
2
= 3000 mol/jam
Etilena: N
keluar
3
= 0 + 1000 r
4
= 0,01N
keluar
n-Etilanilin: N
keluar
4
= 0 + 2000 r
4

Air: N
keluar
5
= 0 + 2000 + 1000 = 3000 mol/jam
Dietilanilin: N
keluar
6
= 0 + r
4
4-37
Reaktor
C
6
H
5
NH
2
C
2
H
5
OH
C
2
H
4
1%
C
6
H
5
NHC
2
H
5
H
2
O
C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
C
6
H
5
NH
2
C
2
H
5
OH
Jumlahkan enam persamaan di atas diperoleh:
N
keluar
= 10.000 r
4
Dari neraca etilena : r
4
= -0,01 N
keluar
+ 1000
Subsitusi r
4
sehingga diperoleh: N
keluar
= 900/0,99 = (1/11) x 10
5
mol/jam
Dan r
4
= 1000 0,01(1/11) x 10
5
= (1/11) x 10
4
Subsitusi ke persamaan di atas diperoleh:
N
keluar
3
= 0,01(1/11) x 10
5
= 1000/11 mol/jam
N
keluar
4
= 2000 (1/11) x 10
4
= 12/11 x 10
3
mol/jam
N
keluar
6
= r
4
= (1/11) x 10
4
Jadi alur keluar mengandung:
N
keluar
=( 1000; 3000; 1000/11; 12/11 x 10
2
; 3000; 10
4
/11) mol/jam
Bagaimana kalau persoalan ini menggunakan neraca unsur ?
Tentukan neraca unsur yang TTSL:
C
6
H
5
NH
2
C
2
H
5
OH C
2
H
4
C
6
H
5
NHC
2
H
5
H
2
O C
6
H
5
N(C
2
H
5
)
2
]
]
]
]
]
]
]

15 2 11 4 6 7
10 0 8 2 2 6
10 1 0 0 1 0
1 0 1 0 0
H
C
O
N 1

8 2 4 4 6 0
4 0 2 2 2 0
0 1 0 0 1 0
1 0 1 0 0 1


8 4 - 4 4 0 0
4 2 - 2 2 0 0
0 1 0 0 1 0
1 0 1 0 0 1


0 0 0 0 0 0
4 2 - 2 2 0 0
0 1 0 0 1 0
1 0 1 0 0 1
Jadi ada tiga neraca unsur (N,O,C) yang TTSL.
Banyak neraca unsur TTSL = () = 3, banyak reaksi TTSL = () = 3 dan banyak zat =
S = 6, sehingga diperoleh: 3 = () = S () = 6 3 = 3
4-38
Jadi derajat kebebasan neraca unsur dan zat sama yaitu nol yang berarti masalah ini juga
dapat diselesaikan dengan neraca unsur.
Dari hubungan konversi diperoleh:
N
keluar
1
= (1 0,667)(3000) = 1000 mol/jam
N
keluar
2
= (1 0,5)(6000) = 3000 mol/jam
Neraca unsur menjadi:
O:

'

+
+ +
mol/jam 3000 N 0 ) 0 N ( ) 6000 3000 (
0 ) N N ( 1 ) N N ( 1 N 1 N 1
keluar
5
keluar
5
masuk
5
keluar
5
masuk
2
keluar
2
5
_
2
_

N:

'


+ + + +
(A) mol/jam 2000 N N (
0 ) 0 N ( ) 0 N ( ) 3000 1000 ( N 1 N 1 N 1
keluar
6
keluar
4
keluar
6
keluar
4
6
_
4
_
2
_
C:

(B) mol/jam 18000 N 10 N 8 N 2
0 ) 0 N ( 10 ) 0 N ( 8
) 0 N ( 2 ) 6000 3000 ( 2 ) 3000 1000 ( 6
0 N 10 N 8 N 2 N 2 N 6
keluar
6
keluar
4
keluar
3
keluar
6
keluar
4
keluar
3
6
_
4
_
3
_
2
_
1
_

'

+ +
+
+ + +
+ + + +
Dari spesifikasi kadar etilen dalam produk diperoleh:

(C) 700 N N N 99 : diperoleh
) N 3000 N N 3000 0,01(1000
) N N N N N N ( 01 , 0 N 01 , 0 N
keluar
6
keluar
4
keluar
3
keluar
6
keluar
4
keluar
3
keluar
6
keluar
5
keluar
4
keluar
3
keluar
2
keluar
1
keluar
3
keluar
3

+ + + + +
+ + + + +
(A)+(C) : 99
keluar
3
N = 9000
keluar
3
N = (1/11)x 10
3
mol/jam
(B) 8(A) : 2
keluar
3
N + 2
keluar
6
N = 2000
keluar
6
N = (2000 (2000/11))/2 = 10000/11 mol/jam
A:
keluar
4
N = 2000 10000/11 = (12/11) x 10
3
mol/jam
Perhitungan dengan menggunakan neraca unsur dan neraca zat memberikan hasil yang
sama.
4-39
4.3.2. Banyak Maksium Reaksi TTSL
Jumlah neraca reaksi yang TTSL dan neraca unsur yang TTSL tidak selalu sama. Dalam
suatu sistem yang melibatkan zat sebanyak S dan unsur sebanyak E dengan matriks atom
terspesifikasi , maka selalunya adalah:
() S ()
dimana: () = reaksi TTSL dan () = neraca unsur TTSL
Bila: () < S (); maka gunakan neraca zat
() = S (); maka pilih neraca zat atau unsur.
Harga (S ()) menunjukkan maksimum reaksi TTSL
Contoh 4.12.
a. Lihat kembali contoh 4.8. dimana dalam sistem melibatkan zat O
2
, H
2
, H
2
O (S = 3), dan
tidak ada reaksi (() = 0). Matriks atom yang sesuai adalah:
O
2
H
2
H
2
O
2 2 0
1 0 2
H
O

dimana: () = 2 dan S - () = 3 2 = 1, jadi:
0 = () < (S ()) = 1
Perhitungan selanjutnya pakai neraca zat.
b. Lihat contoh 4.9
Ada dua zat (S = 2) yaitu NaOH dan H
2
O
() = 2 (S- ()) = 2 2 =0
Tak ada reaksi kimia : () = 0
0 = () = (S ()) = 0
Kesimpulan: boleh pilih neraca zat atau neraca unsur
c. Lihat contoh 4.10.
Ada tiga zat (S = 3) yaitu: O, O
2
dan O
3
Ada satu reaksi (() = 1) yaitu: O + O
2
O
3
Hanya ada satu unsur (S = 0); () = 1
4-40
(S ()) = 3 1 = 2
1 = ( ) < (S ()) = 2
Kesimpulan: pakai neraca unsur
d. Lihat contoh 4.11
() = 3 ada enam zat (S = 6) dan () = 3
3 = () = (S ()) = 6 3 = 3
Keseimpulan: dapat dipilih neraca unsur atau neraca zat
4.3 Penerapan Neraca Unsur pada Proses Kimia Bahan Bakar Fosil
Pada dasarnya dalam sistem peneracaan zat lebih mudah diterapkan dibanding neraca
unsur. Walaupun demikian untuk proses yang melibatkan reaksi kimia yang tak diketahui
atau sangat kompleks atau bila reaktan melibatkan jenis zat yang banyak dimana analisa
dalam zat sangat sukar untuk diperoleh, maka neraca unsur lebih baik digunakan. Hal ini
banyak dijumpai seperti pada kasus yang melibatkan proses kimia dari bahan bakar fosil:
gas alam, bahan bakar minyak dan batubara.
4.3.1 Bahan Bakar Minyak dan Unsur Penyusunnya
Bahan bakar fosil adalah bahan hidrokarbon yang terbentuk dari sisa organik tanaman dan
hewan akibat penguraian bakteri pada waktu yang lama kemudian proses pemanasan
yang umumnya berlangsung dalam kondisi anaerob dibawah permukaan tanah. Pada
umumnya bahan bakar fosil mempunyai unsur penyusun seperti C, H sebagai unsur
utama, N, S, O dan mineral anorganik sebagai unsur minor.
Proses pembentukan batubara diawali dari pembentukan gambut dari kayu. Pada
saat yang sama, proses penguraian lapisan gambut karena dilapisi oleh air dan selanjutnya
terbentuk lapisan peluruhan dan sedimen. Selanjutnya diteruskan dengan proses
penguraian secara anaerob yang berjalan sangat lambat, proses ini disebut pembatubaraan
(coalification). Proses geologis pembatubaraan disebabkan oleh pemanfatan dan
pemanasan dan menghasilkan reduksi kandungan uap air dan oksigen padatan dengan
4-41
melepaskan karbon dioksida dan sebahagian metana. Banyak jenis batubara yang
terbentuk sangat tergantung pada intensitas suhu dan kondisi tekanan (lihat tabel berikut).
Kadar air (%) Karbon(%) Hidrogen(%) Oksigen(%)
Kayu
Gambut
Brown coal
Lignit
Batubara
subbitumen
Batubara bitumen
Batubara
semibitumen
Antrasit
20
90
40 60
20 40
10 20
10
< 5
> 5
50
60
60 70
65 75
75 80
75 90
90 92
92 - 94
6
5,6
sekitar 5,5
sekitar 5,5
4,5 5,5
4,5 5,5
4 4,5
3 -4
42,5
32,3
> 25
16 25
12 21
5 20
4 5
3-4
Minyak bumi dan gas alam pada umumnya dipercayai turunan sisa organik hewan dan
tanaman laut yang terperangkap dalam batuan sedimen. Deposit organik ini diuraikan
oleh bakteri aerob dan anaerob, sehingga menghasilkan yang berikatan dalam batuan
sedimen terbentuk oil shale. Minyak mentah pada umumnya terdiri dari campuran
parafin (alkana), nafta (sikloalkana), senyawa aromatik (berinti benzen), olefin (alkena)
dan senyawa organik yang berikatan dengan N, S, O. Minyak bumi terdiri dari unsur (%
berat) 85% C, 11% H dan 4 % pengotor termasuk senyawa organik yang berikatan
dengan N, S dan O.
Gas alam bisanya didapat diatas atau dekat sumur minyak, yang terperangkap di
bawah batuan dan teridiri dari unsur hidrokarbon ringan. Gas alam biasanya terdiri dari
88% (mol) CH4, 8% hidrokarbon ringan dan sisanya H
2
, N
2
dan CO
2.

4.3.2 Pencirian Bahan Bakar Fosil
Sebahagian besar batubara bukan senyawa yang homogen tetapi terdiri dari campuran
molekul makro yang secara praktis komposisi batubara hanya dapat digambarkan dalam
analisa unsur. Analisa unsur dan ultimate dari batubara terdiri dari 5 unsur yaitu: C, H, O,
S, N dan abu. Analisa unsur C dan H ditentukan dengan mengumpul dan memeriksa
4-42
produk pembakaran. N dan S diperoleh dari analisa kimia langsung, sedangkan % abu
diperoleh dengan memanaskan 1 g sampel sampai suhu 1340
o
F dengan kehadiran
oksigen, kemudian sisanya ditimbang.
Analisa paling hampir (proximate) digunakan untuk operasi rutin karena lebih
murah dan waktu yang diperlukan lebih singkat dibanding analisa ultimate. Analisa
paling hampir ini untuk menentukan 4 fraksi yaitu: kadar air, bahan mudah menguap,
kadar abu dan karbon tetap. Kadar air ditentukan dengan mengukur jumlah berat yang
hilang apabila sampel dipanaskan sampai 110
o
C. Bahan mudah menguap ditentukan dari
berat yang hilang waktu pemanasan sampel sampai 950
o
C selama 7 menit. Analisa abu
sama dengan analisa ultimate, sedangkan analisa karbon tetap merupakan pengurangan
ketiga fraksi di atas.
Untuk minyak bumi sangat sulit menentukannya secara tepat, sehingga analisa
unsur paling sering digunakan untuk mencirikannya. Variasi berat unsur hampir tidak
menggambarkan sifat fisik, kimia dan nilai guna (sebagai bahan bakar atau bahan
mentah). Pencirian yang biasanya digunakan dalam minyak bumi adalah berat jenis, sifat
aliran (kekentalan), dan kadar PONA (padafin, olefon, naftena, Aromatik).
4.3.3 Jenis Utama Operasi Proses Kimia untuk Bahan Bakar Fosil
Secara umum proses kimia yang langsung berhubungan dengan bahan bakar fosil dapat
dibagi tiga yaitu: pembakaran, pembangkit gas sintesa dan peningkatan nilai guna secara
kimia.
Pembakaran
Pembakaran bahan bakar fosil dengan udara atau oksigen adalah pengoksidasian bahan
bakar untuk menghasilkan panas dan menghasilkan buangan sisa senyawa oksidasi
sebahagian maupun sempurna. Produk pembakaran adalah gas (CO
2
, H
2
O, CO, N
2
, O
2
sisa, dan abu.
Masalah utama dalam operasi pembakaran adalah perbandingan laju alir bahan
bakar dengan oksigen, dan efisiensi pembakaran. Produk pembakaran dianalisa dalam
bentuk persen mol. Untuk menganalisa gas hasil pembakaran menggunakan prosedur
yang standard yang dikenal dengan analisa Orsat.
4-43
Dalam sistem pembakaran, jumlah oksigen yang dibutuhkan merupakan faktor
penting dalam menentukan komposisi gas hasil pembakaran. Bila jumlah oksigen kecil,
mengakibatkan terjadi pembakaran tak sempurna sehingga menghasilkan banyak gas CO.
Sebaliknya bila O
2
terlalu besar, maka banyak panas yang timbul akan dibawa oleh gas
hasil pembakaran. Jumlah oksigen yang tepat diperlukan untuk pembakaran sempurna
menurut stokiometri dikenal dengan kebutuhan oksigen teoritis. Sumber oksigen untuk
pembakaran biasanya berasal dari udara, sehingga isitilah kebutuhan udara teoritis sering
juga digunakan. Kebutuhan udara teoritis merupakan persentase perbandingan kebutuhan
oksigen teoritik dengan kandungan oksigen dalam udara.
Contoh 4.13
Hitung kebutuhan udara teoritik pembakaran 100 kg batubara dengan komposisi (%
berat) sebagai berikut: 71,2% C, 4,8% H, 9,5% O, 4,3% S dan 10,2% abu.
Penyelesaian:
Dengan basis 100 kg batubara, maka diperoleh:
C = 71,2 kg = 5,933 katom; H = 4,8 kg = 4,8 katom; dan S = 4,3 kg = 0,134 katom
Atom yang dapat membentuk oksida adalah C, H dan S.
C + O
2
CO
2
diperlukan O
2
sebanyak 5,933 kmol
H + O
2
H
2
O diperlukan O
2
sebanyak (4,8 kmol) = 1,2 kmol
S + O
2
SO
2
diperlukan O
2
sebanyak 0,134 kmol
O
2
yang ada dalam batubara adalah (9,5/16) = 0,297 kmol
Kebutuhan oksigen teoritis = 5,933 + 1,2 + 0,134 0,297 = 6,970 kmol/100 kmol
batubara
Kebutuhan udara teoritis = 6,970 (100/21) = 33,19 kmol
= = = = = = = = = = =
Dalam banyak aplikasi, jumlah udara yang dimasukkan ke sistem pembakaran lebih
banyak dari kebutuhan udara teoritis. Jumlah kelebihan udara ini biasanya lebih dikenal
sebagai persen kelebihan udara
4-44

teoritis udara kebutuhan
teoritis udara kebutuhan - masuk udara jumlah
udara kelebihan %
Contoh 4.14
Gas sisntesa mengandung 0,4% CH
4
, 52,8% H
2
, 38,3% CO, 5,5% CO
2
, 0,1% O
2
dan 2,9%
N
2
dibakar dengan 10% kelebihan udara. Hitung komposisi gas hasil pembakaran dengan
anggapan tidak ada gas CO terbentuk.
Penyelesaian:
Tabel analisa derajat kebebasan:
Banyak variabel 12
Banyak unsur TTSL 4
Banyak spesifikasi:
Komposisi gas 5
Komposisi udara 1
% Kelebihan udara 1
Basis 1
Derajat kebebasan 0
Basis 1000 mol/jam gas sintesa
Gas sintesa:
C: 4 + 383 + 55 = 442 mol
H: 4(4) + 2(528) = 1072 mol
O: 383 + 2(55) + 1(2) = 495
Kebutuhan oksigen teoritis = 442 + 1072/4 - 495/2 = 462,5 mol/jam
4-45
Gas sintesis
CH
4
0,4%
H
2
52,8%
CO 38,3%
CO
2
5,5%
O
2
0,1%
N
2
2,9%
O
2
,
N
2
Gas hasil bakar
CO
2
H
2
O
O
2
N
2
Pembakaran
Pirolisa
tahap 2
13
CH
4
15%(m)
CO
H
2
CO/H
2
= 1/3
CO
2
H
2
S
16
8
Arang: C
abu
Kebutuhan udara teoritis = 462,5/0,21 = 2202,4 mol/jam
Udara yang dibekalkan = 1,1 (kebutuhan teoritik)
= 1,1 (2202,4)
= 2422,6 mol/jam (1913,8 mol/jam N
2

dan 508,8 mol/jam O
2
)
Neraca unsur:
N: 2(N
keluar
N2
1914 29) = 0 N
keluar
N2
= 1942,8 mol/jam
H: 2(N
keluar
H2O
) + 2(-528) + 4(-4) = 0 N
keluar
H2O
= 536 mol/jam
C: N
keluar
CO2
55 383 4 = 0 N
keluar
CO2
= 442 mol/jam
O: 2 N
keluar
O2
2(1) 2(508,8) + 2(N
keluar
CO2
55) + 1(N
keluar
H2O
) + 1(0 383) = 0
N
keluar
O2
= 46,3 mol/jam
Total keluar = 2966,1 mol/jam dengan komposisi:
(x
CO2
, x
H2O
, x
O2
, x
N2
) = (442/2966,1 , 536/2966,1 , 46,3/2966,1 , 1942/2966,1)
= (0,149, 0,1806, 0,0156, 0,6548)
Pembangkitan Gas Sintesis
Gas sintesis adalah campuran gas yang didominasi oleh CO dan H
2
yang dapat digunakan
sebagai bahan bakar atau sintesa senyawa organik. Reaksi pembuatan:
C + H
2
O CO + H
2
Bila sumber karbon kaya hidrogen seperti gas alam, maka dihasilkan gas sintesa dengan
kandungan hidrogen yang tinggi.
CH
4
+ C
2
O CO + 3H
2
Peningkatan Nilai-Guna Secara Kimia
Tujuan peningkatan nilai guna adalah:
a. untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih mudah diangkut, disebar dan
digunakan.
b. Untuk menghilangkan komponen-komponen yang tak dikehendaki.
c. Untuk membentuk dan memperoleh bahan mentah industri.
4-46
Pirolisa
tahap 2
13
CH
4
15%(m)
CO
H
2
CO/H
2
= 1/3
CO
2
H
2
S
16
8
Arang: C
abu
Proses yang digunakan untuk peningkatan nilai guna adalah pirolisa. Pirolisa adalah
perengkahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil pada pemanasan
suhu tinggi tanpa kehadiran oksigen.
Contoh 15
4-47
Batubara
Kering
C 72,5%(b)
H 5,0
O 9,0
S 3,5
Abu 10,0
Pirolisa
tahap 1
Pirolisa
tahap 2
Unit
pemurni
Hydrotreater
)
i n g k e r g a s m o l
O H m o l
4 8 , 0 (
k e r i n g B a s i s
O H
4 S H
4 5 H
2 5 C O
1 8 C O
1 1 % ( m o l ) C H
2
2
2
2
2
4

'

'

'

42 O H
20 H
23 CO
12 CO
3%(mol) CH
2
2
2
4
Minyak kasar
(150 lb/1000 lb kering)
C 82,0%(b)
H 8,0
O 8,0
S 2,0

'

1 5 O H / H
4 O C O / H
O H
H
0 , 4 % S H
C O
C H
2 2
2
2
2
2
4
1
13
CH
4
15%(m)
CO
H
2
CO/H
2
= 1/3
15
CO
2
H
2
S
16
10
Minyak Mentah Sintetik
C 87,5% (b)
H
S
7 O
2
8
Arang: C
abu
9
Tambahan
H
2
12
Uap 6
3
5
2
4
C
H
Abu
11
14
Tabel Analisa Derajat Kebebasan
Banyak Pirolis
a 1
Piroli
sa 2
Hydrotre
ater
Pemuurni Pemisah Proses Keseluruhan
Variabel alur
Pers.Neraca massa
Spesifikasi
komposisi
- alur 1
- alur 2
- alur 3
- alur 5
- alur 10
- alur 12
23
5(u)
4
4
3
4
-
-
-
12
4 (u)
-
-
-
4
-
-
-
16
4 (u)
-
-
3
-
1
1
-
17
6(z)
-
4
-
-
-
1
-
9
3(z)
-
-
-
-
-
-
1
48
22
4
4
3
4
1
1
1
19
5(u)
4
-
-
-
1
-
1
4-48
- alur 13
Hubungan
Pembantu
- (H
2
O/gas) alur 2
- (H
2
/H
2
O) dan
(CO/H
2
O) alur 12
- (minyak kasar/
batubara)
- (CO/H
2
) alur 13
- Kendala
(splitter)
Basis
Derajat kebebasan
1
-
1
-
-
-
22

1
-
1
0
-
-
-
-
-

- 8

4

4
-
2
-
-
-
-
11

5


5
1
2
-
-
-
-
14

3

3
-
-
-
1
2
-7
2
2
1
2
1
1
2
-4
7

1
-
1
0
-
-
-
1
-
-12
7
-1
6
Basis : F
1
= 1000 lb/jam batubara kering
Dari spesifikasi perolehan minyak kasar adalah: F
3
= 50 lb/jam
Pirolisa tahap 1
Neraca:
Abu : F
4
abu
= 0,1(1000) = 100 lb/jam
S : 0,02(150) + 0,04N
2
kering
)32 0,035(1000) = 0
N
2
kering
= 25 lbmol/jam
Hubungan spesifik diketahui N
2
H2O
/N
2
kering
= 0,48
Sehingga diperoleh: N
2
H2O
= 0,48(25) = 12 lbmol/jam
O : 1(0,08 x 150 0,09 x 900) + 1(0,18 x 25 0,12N
5
) + 2(0,25N
2
kering
0,23N
5
)16
+ (N
2
H2O
0,42N
5
)16 = 0
N
5
= 386/16 = 24,125 lb mol/jam
C : 1(F
4
C
+ 0,82 x 150 0,725 x1000) + 1(0,11x25 0,03x24,125)12
+ 1(0,18x25 0,12x24,125)12 + 1(0,25x25 0,23x24,125)12 = 0
F
4
C
= 550,01 lb/jam
4-49
H : 1(F
4
C
+ 0,08 x 150 0,005 x1000) + 4(0,11x25 0,03x24,125)1
+ 2(0,42x25 0,20x24,125)1 + 0,04x25x2 + 2(12-0,42x24,125)1 = 0
F
4
H
= 12,81550,01 lbmol/jam
Dengan diketahuinya F
4
abu
, F
4
C
, F
4
H
dan N
5
, maka derajat kebebasan unit piolisis tahap 2
menjadi nol.
Neraca Pirolisis tahap 2
Abu : F
8
abu
= F
4
abu
= 100 lb/jam
C : F
8
C
550,01 + 1(0,03)(24,125)12 + 1(0,12)(24,125)12 + 1(0,23)(24,125)12 = 0
F
8
C
= 440 lb/jam
H : 4(0,03)(24,125) + 2(0,42x24,125 N
6
) + 2(0,20x24,125) 1(12,81) = 0
N
6
= 20/2 = 10 lbmol/jam (180 lb/jam)
O: 1(0,12)(24,125) + 2x0,23x24,125 + 1(0,42x24,125 10) 2N
7
= 0
N
7
= 14,125/2 = 7,0625 lbmol/jam (226 lb/jam).
Dengan diketahinya N
2
, maka derajat kebebasan pemurni hanya berkurang satu, dari tiga
menjadi dua. Tetapipada pembagi ada hubungan:
X
14
CH4
= X
11
CH4
= X
13
CH4
= 0,15
X
14
CO
/X
14
H2
=X
11
CO
/X
11
H2
= X
13
CO
/X
13
H2
= 1/3
Dengan demikian derajat kebebasan pada pemurni menjadi nol.
Neraca pada pemurni:
CO
2
: N
16
CO2
= 0,25 x 25 = 6,25 lb mol/jam
H
2
: 0,42 x 25 + N
12
H2
= x 0,85 x N
14
Hubungan pembantu: N
12
H2
/N
12
H2O
= 15 subsitusi ke persamaan diatas sehingga
diperoleh: 10,5 + 15N
12
H2O
= 0,6375N
14
(*)
CO : 0,18x25 + N
12
CO
= x 0,85 x N
14
Hubungan pembantu N
12
CO
/N
12
H2O
= 4, sehingga persamaan menjadi:
4,5 + 4N
12
H2O
= 0,2125N
14
(**)
Persamaan (*) dan (**) dapat diselesaikan secara simultan sehingga diperoleh:
N
14
= 40 lb mol/jam dan N
12
H2O
= 1 lb mol/jam
Selanjutnya dari hubungan pembantu diperoleh: N
12
CO
= 4 lb mol/jam dan
N
12
H2
= 15 lb mol/jam
CH
4
: 0,11 x 25 + N
12
CH4
= 0,15 N
14
4-50
N
12
CH4
= 0,15(40) 0,11(25) = 3,25 lb mol/jam
H
2
O : 12 + N
12
H2O
= N
15
sehingga N
15
= 13 lb mol/jam
H
2
S : 0,04 x 25 + 0,004 x N
12
= N
16
H2S
(***)
N
12
= N
12
CH4
+ N
12
CO
+ N
12
H2S
+ N
12
H2
+ N
12
H2O
N
12
= 3,25 + 4 + 0,004N
12
+ 15 + 1
0,996N
12
= 23,25 jadi N
12
= 23,3434 lb mol/jam
Dari neraca H
2
S (***) diperoleh: N
16
H2S
= 1,09337 lb mol/jam
Dari perhitungan unit Pemurnian ini memberikan sumbangan sebanyak 5 variabel yang
diketahui pada hydrotreater, sehingga derajata kebebasan menjadi 0 (dapat dihitung).
Neraca di Hydrotreater
O: 1(-0,08 x 150) + 1(4 0,2125N
11
)16 + 1(1 0) = 0
N
11
= 20 lb mol/jam
S: 1(F
10
S
0,02 x 150) + 1(0,09337)32 = 0; sehingga F
10
S
= 0,012 lb/jam
C: 1(F
10
C
0,82x150) + 1(3,25 0,15x20)12 + 1(4 0,2125x20) = 0
F
10
C
= 123 lb/jam
Karena w
10
C

= 0,875 dan F
10
= F
10
C
/w
10
C
= 123/0,875, maka F
10
= 140,571 lb/jam
F
10
= 140,571 = F
10
C
+ F
10
S
+ F
10
H
= 123 + 0,012 + F
10
H
Maka diperoleh: F
10
H
= 17,56 lb/jam
H: 1(17,56 0,08x150)/1 + 4(3,25 0,15x20) + 2(0,093337)
+ 2(15 0,6375x20 N
9
+ 2(1) = 0 diperoleh: N
9
= 6,623 lb mol/jam
Dengan diketahuinya N
11
dan N
14
, derajat kebebasan di splitter berubah dari 2 menjadi
nol.
Neraca Splitter
Total: N
14
= 40 = N
11
+ N
13
= 20 + N
13
sehingga N
13
= 20 lbmol/jam
x
11
CH4
= x
14
CH4
= x
13
CH4
= 0,15
x
11
CO
= x
14
CO
= x
13
CO
= 0,2125
x
11
H2
= x
14
H2
= x
13
H2
= 0,6375
4-51
4-52