Anda di halaman 1dari 9

Asam, Basa, dan Garam

Label: Kimia, Materi Pelajaran Diposkan oleh Memet Mulyadi

Asam, basa dan garam (Plassa). Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhubungan dengan senyawa asam, basa dan garam, bahkan hampir tiap hari kita selalu menggunakan senyawa yang bersifat asam maupun basa. Kita pun tak lepas dari garam karena hampir semua makan yang kita makan menggunakan garam. Untuk memahami tentang asam, basa dan garam mari kita bahas bersama-sama. A. Asam Senyawa asam banyak kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Semua senyawa asam mempunyai rasa masam/kecut. Rasa masam/kecut ini desebabkan oleh adanya senyawa yang bersifat asam. Buah-buahan memiliki rasa asam berkat adanya senyawa asam yang dikandungnya. Jeruk mengandung asam sitrat sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Air susu yang basi mengandung asam laktat. Selain itu, senyawa asam dapat kita temukan juga dalam lambung dan darah. Dalam lambung terdapat asam klorida yang berperan pada pencernaan makanan serta dalam darah terdapat asam karbonat dan asam phosfat yang berperan pada pengangkutan makanan. Perhatikan tabel berikut. Tabel 1.1 Beberapa Asam dan Sumbernya

1. Ciri-Ciri Asam a. Rasanya asam b. Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah c. Mempunyai pH (derajat keasaman) kurang dari 7 d. Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit) e. Dengan logam tertentu dapat mengahasilkan gas hidrogen f. Bersifat korosif atau merusak bahan-bahan benda-benda yang dikenainya 2. Peranan Asam Dalam Kehidupan

Asam merupakan salah satu senyawa yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut. Tabel 1.2 Beberapa Asam yang Ada di Sekitar

Meskipun asam adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada bahan-bahan yang dikenainya karena asam bersifat korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam: a. mungubah pH tanah sehingga kondisinya tidak sesuai dengan tumbuhan dan mengakibatkan pohon/tanaman mati. b. dapat menghilangkan unsur-unsur hara dalam tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah. c. mengubah pH air sehingga dapat mematikan ikan-ikan dan biota-biota air. d. merusak bangunan, terutama yang terbuat dari batu pualam (karbonat dan logam).

Seperti halnya asam, basa juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para ibu rumah tangga menggunakan abu gosok untuk mencuci piring. Basa dalam abu gosok dapat bereaksi dengan kotoran berupa lemak/minyak , sehingga menjadi larut. Sedangkan, untuk mencuci piring yang sangat berminyak perlu menggunakan sabun. Sabun dapat melarutkan

lemak dan minyak. Para penderita magh selalu minum obat berupa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida. 1. Ciri-Ciri Basa a. Pahit dan licin di kulit Mempunyai pH lebih dari 7 Mengubah warna lakmus merah menjadi biru Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit) Dapat menetralkan sifat asam Bersifat kausatik atau dapat merusak kulit

b. c. d. e. f.

Gambar 1.1 Sabun merupakan salah satu contoh zat yang bersifat basa 2. Peranan Basa dalam Kehidupan Tabel 1.3 Beberapa Basa dan Fungsinya

C. Teori Asam Basa Arrhenius Dari uraian di atas, salah satu ciri dari asam adalah senyawa yang berasa asam dan memerahkan lakmus biru sedangkan basa adalah senyawa berasa pahit dan licin di kulit serta dapat membirukan lakmus merah. Ciri tersebut belum dapat menjelaskan mengapa asam atau basa dapat menghantarkan listrik atau dikenal dengan istilah elektrolit. Untuk itu, Svante August Arrhenius mengajukan suatu konsep asam-basa yang di kenal sebagai teori asam-basa Arrhenius. Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidrogen (H +). Semakin banyak ion H+, semakin kuat sifat asamnya. Dengan demikian, dikenal asam kuat dan asam lemah. Asam kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan asam lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut. Tabel 1.4 Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya

Tabel 1.5 Beberapa Asam Lemah dan Reaksi Ionisasinya

Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Semakin banyak ion OH-, semakin kuat sifat basanya. Dengan demikian, dikenal basa kuat dan basa lemah. Basa kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan basa lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut. Tabel 1.6 Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya

Tabel 1.7 Beberapa Basa Lemah dan Reaksi Ionisasinya

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal garam dapur yang biasa digunakan untuk bumbu masak. Garam dapur merupakan salah contoh dari garam menurut ilmu kimia. Seperti halnya asam dan basa, garam juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Perhatikan tabel berikut. Tabel 1.8 Beberapa Garam dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Adapun ciri-ciri dari garam antara lain: 1. Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik

2. Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya. a. asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral b. asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam c. asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa E. Tingkat Keasaman (pH) Tingkat keasaman merupakan ukuran besar kecilnya pH yang menunjukkan skala keasaman dan kebasaan suatu larutan, angkanya sekitar 0 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Larutan asam memiliki pH<7 2. Larutan basa memiliki pH>7 3. Larutan netral memiliki pH=7

F. Indikator Indikator adalah bahan/alat yang digunakan untuk mengenali sifat suatu senyawa (asam, basa atau netral). Macam-macam Indikator: 1. Indikator alami Indikator alami diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna dapat berupa bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contohnya, kunir, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan lain-lain. Misalkan kulit manggis, kulitnya digerus sampai halus kemudian dituangi pelarut (alkohol) dan selanjutnya airnya dipisahkan melalui penyaringan. Ekstrak kulit manggis tersebut di teteskan pada senyawa yang bersifat asam atau basa, contohnya adalah larutan asam (HCl) atau basa (NaOH), maka:

Pada larutan asam : terjadi perubahan warna dari ungu menjadi coklat kemerahan Pada larutan basa: terjadi perubahan warna dari ungu menjadi biru kehitaman

2. Indikator buatan a. Kertas lakmus

b. Kertas indikator universal c. Larutan Tabel 1.10 Beberapa Indikator Larutan dan Perubahan Warnanya

d. pH meter/pH digital

G. Reaksi pada Asam, Basa, dan Garam


1.

Logam + asam -------> gas hidrogen + garam

Contoh: besi + larutan asam asetat ----------> gas hidrogen + besi(II) asetat Fe(s) +2CH3COOH ----------> H2(g) +Fe( CH3COO)2(aq)
2.

Asam kuat + basa kuat ---------> garam (bersifat netral) + air

Contoh: Larutan asam klorida + larutan natrium hidroksida ---> larutan natrium klorida + air HCl(aq) + NaOH(aq) ---> NaCl(aq) + H2O(l)

1.

Asam lemah + basa kuat ---> garam (bersifat basa) + air

Contoh: Larutan asam phosfat + larutan natrium hidroksida --> larutan natrium phosfat + air H3PO4(aq) + 3NaOH(aq) --> Na3PO4(aq) + 3H2O(l)
2.

Basa lemah + asam kuat --> garam (bersifat asam) + air

Contoh: Larutan ammonium hidroksida + larutan asam sulfat --> larutan ammonium sulfat + air 2NH4OH(aq) + H2SO4(aq) --> (NH4)2 SO4(aq) + 2H2O(l)
3.

Oksida logam (oksida basa) + asam --> garam + air

Contoh: natrium oksida + larutan asam nitrat --> larutan natrium nitrat + air Na2O(s) + HNO3(aq) ---> NaNO3(aq) + H2O(l)
4.

Oksida nonlogam (oksida asam) + basa ---> garam + air

Contoh: gas karbon dioksida + larutan kalsium hidroksida --> endapan kalsium karbonat + air CO2(g) + Ca(OH)2(aq) ---> CaCO3(s) + H2O(l)
Judul artikel: Asam, Basa, dan Garam. Anda boleh mengcopy artikel ini jika bermanfaat, jangan lupa mencantumkan url dibawah sebagai sumbernya. URL: http://memetmulyadi.blogspot.com/2012/04/asam-basa-dan-garam.html Terimakasih atas kunjungan anda.

Read more: Asam, Basa, dan Garam | Plassa (Planet Studi Sains)