Anda di halaman 1dari 34

Sistem Ekskresi Manusia

Alat ekskresi Ginjal

Paru-paru
Hati Kulit
Hati Ginjal Kulit Paru-paru

Fungsi Ginjal
Mengekskresikan zat sisa metabolisme yang bersifat racun seperti amoniak atau urea Mempertahankan keseimbangan asam basa cairan tubuh Mempertahankan keseimbangan garamgaram dan zat lain dalam tubuh Menjaga tekanan osmosis / sebagai organ osmoregulator

Ginjal

19-Nov-12

Disusun oleh : Dra. Ratna Nirmala SMA Negeri 1 Jakarta

Letak & Bentuk Ginjal


Ginjal merupakan alat ekskresi utama manusia Bentuk ginjal seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm danberat sekitar 200 gram. Jumlahnya 2 buah dan terletak di bagian dorsal dinding tubuh sebelah kiri dan kanan tulang pinggang

Bagian-Bagian Ginjal
Korteks Medula
Renal Papila

Arteri Renalis
Ruang Ginjal

Ureter

Struktur Ginjal
Ginjal mengandung jutaan unit penyaring darah yang disebut nefron. Ginjal tersusun atas 2 lapisan yaitu : 1.Korteks, mengandung badan malpighi dan tubulus. Badan malpighi terdiri dari glomerulus dan simpai Bowman 2.Medulla (sumsum ginjal). Mengandung tubulus. Tubulus bermuara pada pelvis renis (ruang ginjal)

Tubulus kontortus

Kapsula Bowman

Ginjal
Nefron Korteks Medula Glomerulus
Korteks Medula

Pelvis Piala ginjal

Tubulus distal Saluran naik

Lengkung Henle

Saluran penampung

Ginjal

Ureter
Kantung kemih Struktur ginjal.

Ginjal (2)

Nefron korteks dan nefron jukstamedula.

Proses pembentukan urin: Filtrasi

Reabsorpsi
Augmentasi

Proses pembentukan urin.

Struktur Nefron
Nefron adalah satuan struktural dan fungsional terkecil pada ginjal. Terdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri atas badan malpighi dan saluran (tubulus) dan berfungsi menyaring darah Badan malpighi terdiri dari glomerulus dan kapsula bowman. Saluran nefron (tubulus) terdiri atas empat bagian yaitu tubulus proksimal, loop henle, tubulus distal dan tubulus kolektifus yang bermuara pada pelvis renalis atau ruang ginjal

Biologi XI IPA 3 LKS Uji Urine Karin, Khalida, Ninda, Rani, Thasya, Yati

1. Kapsula bowman 2. Glomerulus 3. Lubulus c proximal 4. Lengkung henley desenden 5. Lengkung henley ossenden 6. Tubulus c distal 7. Pembuluh pengumpul

Proses Pembentukan Urine


1. Filtrasi (penyaringan) zat sisa metabolisme. Terjadi di Simpai Bowman. Hasilnya : Urin primer (filtrat glomerulus) 2. Reabsorbsi (penyerapan kembali) zat yang masih berguna bagi tubuh. Terjadi di tubulus kontortus proksimal sampai gelung Henle. Hasilnya : Urin sekunder (filtrat tubulus) 3. Augmentasi, penambahan zat yang tidak diperlukan. Terjadi di tubulus kontortis distal sampai tubulus kolektifus. Hasilnya : Urin sesungguhnya

5. Proses yang terjadi pada alat ekskresi( ginjal) a. Proses : filtrasi Tempat : di glomerulus Cairan asal : urine primer \ filtrat glomerulus Keterangan : ada glukosa, tidak ada protein

b. Proses : - reabsorbsi obligat ( secara osmosis ) - reabsorbsi fakultatif ( tergantung kebutuhan ) Tempat : tubulus kontortus proximal, lengkung henley, sebagian di tubulus kontortus distal, TCD ( jika tubuh mengandung air terlalu banyak tidak terjadi reabsorbsi dan dipengaruhi oleh hormon ADH ) Cairan asal : urine primer, zat yang diserap kembali adalah : air, glukosa, vit, K, Na, C Hasil : filtrat tubulus \ urine sekunder yang mengandung air, garam, urea dan pigmen empedu yang berfungsi untuk memberi warnadan bau pada urine. keterangan : tidak ada glukosa, karena sudah diserap sempurna oleh TCD.

c. Proses : Augmentasi Tempat : TCD, tubulus coutorti destal Cairan Asal : urine sekunder, zat yang di buang ammonia, H, K Hasil : urine sesungguhnya Keterangan : penambahan zat** yang tidak berguna lagi bagi tubuh seperti urea

Pembentukkan Urin
Urin terbentuk melalui 3 tahap : 1. Filtrasi 2. Reabsorpsi 3. Sekresi/Augmentasi
1 HCO3 Tubulus Proksimal NaCl H2O Nutrients K+ 4 Tubulus Distal H2O NaCl HCO3

H+

NH3

K+

H+

KORTEKS
2 Filtrasi H2O Salts (NaCl and others) HCO3 H+ Urea Glucose; amino acids Some drugs Lengkung Henle turun NaCl H2O MEDULA LUAR 3 Lengkung Henle naik 5

NaCl

Tubulus Pengumpul

Key Active transport Passive transport MEDULA DALAM NaCl

Urea H2O

Proses pembentukan UREA secara ringkas:


NH3 + ornitin + CO2 -> sitrulin ( AA2) NH3 + sitrulin ( AA2 ) -> arginin (AA3) arginin ( AA3) -> AA1 + urea, dibantu oleh enzim arginase

Reabsorpsi
Urin primer yang terbentuk di tubulus proksimal terdiri dari : Sebagian besar air Glukosa dan Asam Amino Ion Kemudian zat tersebut kemudian diserap oleh kapiler peritubuler secara aktif dan pasif. Penyerapan terjadi di sepanjang Tubulus proksimal, Lengkung Henle, dan tubulus distal.

Biologi XI IPA 3 LKS Uji Urine Karin, Khalida, Ninda, Rani, Thasya, Yati

Filtrasi Proses penyaringan darah yang kurang selektif. Terjadi pada bagian glomerulus Air, ion dan zat makanan serta zat terlarut di keluarkan dari darah ke tubulus proksimal. Sel darah dan beberapa protein tetap berada di dalam darah. Terbentuk urine primer di glomerulus.

Biologi XI IPA 3 LKS Uji Urine Karin, Khalida, Ninda, Rani, Thasya, Yati

Sedangkan zat lainnya, yaitu sampah nitrogen berupa :


Urea Asam Uric Kreatinin Beberapa Air

Akhirnya terbentuklah urin sekunder.

Biologi XI IPA 3 LKS Uji Urine Karin, Khalida, Ninda, Rani, Thasya, Yati

ekskresi Augmentasi
Terjadi di Tubulus Distal Beberapa zat keluar dari kapiler peritubuler ke tubulus ginjal. H+, Ka+ dan ion potassium Creatinin Racun dan obat-obatan Akhirnya urin sekunder dan senyawa diatas bergabung membentuk urine sesungguhnya lalu bergerak menuju tubulus kolektifus(tempat penyimpanan urine sementara)

Biologi XI IPA 3 LKS Uji Urine Karin, Khalida, Ninda, Rani, Thasya, Yati

Pembentukan Urine
Filtrasi darah di dalam glomerulus menghasilkan filtrat glomerulus (urine primer) Urine primer di reabsorsi di dalam tubulus konturtus proksimal untuk menyerap zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) Urine sekunder di augmentasi didalam tubulus konturtus distal menghasilkan urine Dalam keadaan normal urine mengandung air, urea,amonia, garam mineral, zat warna empedu(urobilin), vitamin, obatobatan dan hormon
glomerulus Pembuluh kapiler
Arteri ginjal Vena ginjal ureter Saluran pembawa Konturtus Hasil penyaringan

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin: Hormon antidiuretik (ADH)

Hormon insulin
Jumlah air yang diminum

Pengaruh hormon ADH dalam proses pembentukan urin.

Gangguan dan kelainan ginjal:


Gagal ginjal dan uremia Nefritis Diabetes insipidus Diabetes melitus Albuminaria Kencing batu
Keadaan ginjal penderita uremia.

Lokasi dapat ditemukannya batu ginjal.

Paru-paru Paru-paru mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan uap air.

Paru-paru dan bagian-bagiannya.

Hati

Fungsi ekskresi hati adalah menghasilkan empedu.

Hati dan bagian-bagiannya.

Kulit Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat.

Kulit dan bagian-bagiannya.

Sistem Ekskresi Vertebrata


Pada vertebrata, proses pengeluaran zat sisa dilakukan melalui ginjal.

Ginjal pada ikan.

Ginjal pada katak.

Ginjal pada reptil.

Ginjal pada burung.

Sistem Ekskresi Invertebrata


Sistem ekskresi cacing pipih Pada cacing pipih, proses pengeluaran zat sisa dilakukan melalui sel api dan nefridiofor.

Sistem ekskresi cacing tanah

Pada cacing tanah, proses pengeluaran zat sisa dilakukan melalui nefrostom dan nefridiofor.

Sistem ekskresi serangga


Pada serangga, proses pengeluaran zat sisa dilakukan melalui pembuluh Malphigi.

Proses ekskresi pada serangga.