Anda di halaman 1dari 3

Insan Muda Penumpas Dahaga Kepercayaan

Negara berkembang merupakan sebuah negara yang masih di dalam proses perbaikan. Perbaikan ini meliputi segala macan aspek kehidupan. mulai dari aspek sosial yang menyinggung perbaikan perlaku individu, aspek ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara finansial, aspek budaya yang bercengkrama dengan pelestarian pola adat istiadat, hingga aspek moral yang tak lepas dengan perbaikan nilai dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar kata perbaikan pastilah merupakan suatu proses yang membawa suatu perubahan yang lebih komprehensif pada titik akirnya. Namun proses ini tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Terlebih dengan variabel eksternal yang tidak dapat kita pungkiri. Memang untuk mencapai suatu kebaikan perlu kerja keras dan terkadang harus mengorbankan sesuatu milik kita. Indonesia sebagai subjek dari proses perbaikan ini terus berusaha membenahi diri dalam setiap segi kehidupan, berusaha meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakatnya sebagai mana telah menjadi tujuan dari negara ini sendiri. Dan telah menjadi rahasia publik bahwa Indonesia tengah mengalami tantangan yang amat serius demi meraih cita-cita ataupun tujuan tersebut. salah satu aspek perbaikan dalam proses ini yang menjadi sorotan adalah aspek moral, terutama moral para pemimpin yang memiliki andil besar pada perjalanan negara ini. Para pemimpin yang begitu dipuja dan dihormati oleh rakyatnya, dan bahkan berjuta harapan diamanahkan kepada mereka, tak jarang menghianati kepercayaan mulia yang telah diembankan oleh rakyatnya kepada mereka. Dengan menutup kedua mata dan kedua telinga, mereka rela mengacuhkan lebih dari 2 juta pasang mata yang menantikan perubahan melalui tangan mereka.

Banyak dari para pemimpin kita lebih senang melangkah sendiri meninggalkan rakyatnya. Lebih senang menabung daripada bersedekah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mereka lupa dengan janji manis mereka yang telah mereka deklarasikan dulu kala? Dimanakah sosok heroik yang di percayai akan merubah garis tangan ibu pertiwi ini? Maka tak heran jika sekarang masyarakat tak lagi percaya pada orang-orang yang memiliki kontrol terhadap negara ini. Tak heran jika masyarakat tak lagi peduli terhadap alur yang tengah dirancang oleh para pemimpin kita. Krisis kepercayaan adalah suatu bukti bahwa Indonesia begitu sulit dalam menghadapi proses perbaikan ini. Kita sebagai generasi muda yang belum begitu terakontaminasi dengan dampak negatif degradasi moral, merupakan insan yang bertanggung jawab atas masa depan negara ini. Baik buruknya masa depan bangsa ini berada di genggaman kita. maka dari itu kita harus melestarikan sisi terang yang memang telah ada di dalam diri kita masing-masing sejak kita dilahirkan di dunia. Di dalam pribadi masing-masing pastilah terdapat cita-cita mulia untuk menjadi seorang yang berguna bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan terus mengejar cita-cita tersebut dan senantiasa mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, yang pasti akan sangat sulit, berarti kita secara perlahan telah ikut berkontribusi dalam pencapaian nega tercinta ini. Pada awalnya kita berhasil dalam memimpin pribadi kita sendiri, dan akhirnya diikuti dengan kesuksesan kita dalam memimpin negara ini dalam lahan kita masing-masing, maka kita sedikit demi sedikit memulihkan krisis kepercayaan yang tengah menerpa sistem tata negara ini. Life is about what we choose, kutipan dari filsuf kuno menginspirasikan bahwa kabaikan itu kita sendiri lah yang memilihnya, dan begitu juga dengan keburukan. Selain cita-cita pribadi yang telah lama kita impikan, cita-cita negara pun telah diamanahkan kepada kita para kaula muda. Maka mulailah dari diri sendiri, bawa kebaikan itu untuk

orang-orang terdekat, sehingga kita pun dapat mempengaruhi khalayak ramai dengan kebaikan, karena kita adalah Insan muda penumpas krisis kepercayaan.