Anda di halaman 1dari 25

Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Oleh karena kita hidup dalam dunia yang sangat kompetitif dan sering berubah, organisasi terus berhadapan dengan kebutuhan atas cara mendapatkan informasi yang baru, lebih cepat, dan lebih andal. Demi memenuhi kebutuhan ini, sistem informasi harus mengalami perubahan, dari penyesuian kecil hingga ke pergantian besar. Kadang kala, perubahan yang dibutuhkan begitu drastisnya hingga sistem yang lama dibuang serta diganti semuanya dengan sistem yang baru. Perubahan begitu konstan dan sering hingga sebagian besar organisasi senantiasa terlibat dalam beberapa peningkatan atau perubahan sistem. Metodologi pengembangan sistem meliputi beberapa fitur penting, yaitu: Metodologi tersebut membagi pengembangan sistem menjadi serangkaian tahap-tahap yang dapat dikelola Setiap tahap memiliki tujuan yang ditentukan dengan jelas Alat dan teknik khusus digunakan di setiap tahap Setiap tahap melibatkan aktivitas-aktivitas manajemen proyek tertentu (menentukan personel dan sumber daya lainnya) Setiap tahap diakhiri dengan laporan perkembangan yang ditentukan dengan jelas Pengguna atau manajer memberikan umpan balik dan mengakhiri dengan laporan perkembangan Siklus hidup pengembangan sistem (sistem development life cycleSLDC) adalah model untuk mengurangi risiko keuangan dan operasional yang timbul akibat membeli sistem informasi dari pemasok peranti lunak maupun mendesain dan memprogram sistem tersebut sendiri melalui perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan dokumentasi secara hati-hati dari aktivitas-aktivitas utama.1 Menurut SLDC aktivitas pengembangan sistem diorganisasikan ke dalam beberapa tahap penting yaitu investigasi sistem, perencanaan dan analisis sistem, desain konseptual, desain fisik, implementasi dan perubahan, dan operasional dan pemeliharaan Analisis sistem memiliki tugas antara lain melakukan investigasi awal, melakukan survey sistem, melakukan studi kelayakan, menetapkan kebutuhan informasi dan persyaratan sistem, dan menyerahkan persyaratan sistem.

James A. Hall . 2009 . 262

Desain Konseptual memiliki tugas antara lain mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif desain, mengembangkan spesifikasi desain, dan menyerahkan konsep persyaratan desian. Desain Fisik memiliki tugas antara lain mendesain output, mendesain database, mendesain input, mengembangkan program, mengembangkan prosedur, mendesain pengendalian, dan menyerahkan sistem yang telah dikembangkan. Implementasi dan Perubahan memiliki tugas antara lain mengembangkan rencana implementasi dan perubahan, memasang hardware dan software, melatih personil, menguji sistem, melengkapi dokumentasi, berubah dari sistem lama ke yang baru, dan menyerahkan sistem operasional. Operasional dan Pemeliharaan memiliki tugas melakukan penyesuaian dan peninjauan pasca implementasi, mengoperasikan sistem, melakukan pemeliharaan terus-menerus, dan menyerahkan sistem yang telah ditingkatkan. Banyak orang yang harus bekerja sama untuk dapat berhasil mengembangkan serta mengimplementasikan SIA, diataranya : Manajemen, memberikan dukungan dan dorongan untuk proyek pengembangan serta mneyerasikan sistem informasi dengan strategi perusahaan, membuat tujuan serta sasaran sistem, meninjau kinerja serta kepemimpinan departemen sistem informasi, membuat pemilihan proyek serta kebijakan struktur organisasi, membantu analis sistem dengan perkiraan biaya proyek serta manfaatnya, menugaskan para pegawai utama ke proyek pengembangan dan mengalokasikan dana yang memadai untuk mendukung pengembangan operasional sistem. Akuntan, menetapkan kebutuhan informasi dan persyaratan sistem yang mereka butuhkan, serta memberitahukannya ke para pengembang sistem, membantu mengelola pengembangan sistem, mengambil peran aktif dalam mendesain pengendalian sistem serta secara periodik mangawasi dan menguji sistem tersebut untuk memverifikasi bahwa pengendalian telah diimplementasikan dan berfungsi dengan baik. Komite Pelaksana Sistem Informasi, merencanakan dan mengawasi fungsi sistem informasi, menetapkan kebijakan dan menentukan SIA serta memastikan adanya partisipasi, bimbingan, dan pengendalian dari pihak manajemen puncak, memfasilitasi koordinasi dan integrasi berbagai aktivitas sistem informasu untuk meningkatkan kesesuaian tujuan serta mengurangi konflik tujuan.
2

Tim Pengembangan Proyek, merencanakan setiap proyek, mengawasi untuk memastikan penyelesaian yang tepat waktu dan sesuai biaya, memastikan bahwa pertimbangan yang wajar telah diberikan atas elemen manusia, serta mengkomunikasikan status proyek ke pihak manajemen puncak dan komite pelaksana.

Analisis Sistem, mempelajari sistem yang ada, mendesain yang baru, dan membuat spesifikasi yang digunakan oleh programer komputer, menjembatani dengna baik jarak antara pemakai dan teknologi, memastikan sistem dapat memenuhi kebutuhan pemakai.

Programer

Komputer,

menulis

program

dengan

menggunakan

spesifikasi

yang

dikembangkan oleh analis, mengubah serta memelihara program komputer yang telah ada.

I. Perencanaan dan Analisis Sistem


Pengembangan sistem adalah proses modifikasi atau mengganti sebagian atau semua sistem informasi. Pengembangan sistem secara normal dilakukan oleh tim proyek yang terdiri dari analis sistem , programmer, akuntan, dan orang lain dalam organisasi yang mempunyai pengetahuan memadai dan tahu proyek tersebut. Setiap proyek pengembangan sistem akan melalui siklus hidup pengembangan sistem , yaitu perencanaan dan analisis, perancangan dan implementasi. Membatalkan sebagian dari siklus hidup ini akan memiliki konsekuensi yang serius. Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan : Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing). Perencanaan sistem meliputi proses identifikasi subsistem-subsistem yang ada pada sistem informasi yang pengembangannya membutuhkan perhatian khusus. Tujuan perencanaan sistem adalah untuk mengidentifikasi berbagai bidang permasalahan yang perlu segera dipecahkan maupun yang nantinya akan diselesaikan. Perencanaan pengembangan sistem adalah langkah penting untuk alasan-alasan utama berikut ini:
3

Konsistensi. Perencanaan memungkinkan sasaran dan tujuan sistem sesuai dengna rencana strategis keseluruhan perusahaan. Efisiensi. Sistem akan lebih efisien, subsistem akan lebih terkoordinasi, dan terdapat dasar yang baik untuk memilih aplikasi baru untuk pengembangan. Terkemuka. Perusahaan akan tetap menjadi pemimpin dalam perubahan TI yang ada. Pengurangan biaya. Duplikasi, pengeluaran tenaga yang tidak perlu, dan biaya serta waktu yang tidak seharusnya dikeluarkan dapat dihindari. Sistem tersebut lebih murah dan lebih mudah untuk dipelihara.

Kemampuan adaptasi. Pihak manajemen dapat lebih baik bersiap-siap untuk kbutuhan di masa mendatang, dan para pegawai dapat lebih baik mempersiapkan diri atas berbagai perbahan yang terjadi. Analisis sistem dimulai setelah perencanaan sistem telah mengidentifikasi subsistem yang akan

dikembangkan. Tujuan utama analisis sistem adalah untuk memahami sistem dan permasalahan yang ada, memberikan gambaran informasi yang dibutuhkan, dan untuk menetapkan prioritas untuk kerja sistem berikutnya.

A. Perencanaan Sistem Dan Analisis Kelayakan


Perlu ada perhatian yang saksama ketika mengembangkan sebuah rencana dan strategi sistem secara keseluruhan. Rencana tersebut harus memasukkan dukungan dan persetujuan total dari manajemen puncak agar mendapat kepastian untuk mencapai tujuan berikut ini: Sumber daya yang dimiliki akan ditujukan untuk subsistem yang paling membutuhkan sumber daya tersebut. Proses duplikasi dan upaya yang sia-sia akan diminimalkan. Pengembangan strategi dalam organisasi akan konsisten dengan keseluruhan rencana strategis organisasi. Perencanaan sistem dan analisis kelayakan meliputi beberapa tahap, yaitu: Mendiskusikan dan merencanakan bersama-sama dengan manajemen puncak Menetapkan sebuah dewan penasihat bagi perencanaan sistem. Menetapkan keseluruhan tujuan dan kendala yang dihadapi.
4

Mengembangkan sebuah rencana sistem informasi strategis. Mengidentifikasi dan menetapkan prioritas bagi wilayah-wilayah tertentu dalam organisasi untuk menjadi fokus pengembangan sistem. Membuat sebuah proposal sistem yang akan berperan sebagai landasan analisis dan desain awal bagi subsistem tertentu yang akan dikembangkan. Membentuk sebuah tim yang terdiri dari berbagai individu yang akan bekerja dalam proses analisis dan desain awal.

Perencanaan Sistem dan Manajemen Puncak


Hal paling penting dalam seluruh upaya pengembangan sistem adalah mendapatkan dukungan dari manajemen puncak. Tugas utama pengembang sistem adalah mengamati dengan cermat rencana strategis, faktor kunci sukses, dan keseluruhan tujuan manajemen puncak. Pengembang sistem harus mampu melakukan lebih banyak aktivitas dan inisiatif daripada sekadar bertanya kepada manajemen puncak tentang masalah yang ada.

Dewan Penasihat
Dewan penasihat merupakan pendekatan yang berguna untuk memandu keseluruhan upaya pengembangan sistem. Komite ini merupakan perwakilan dari manajemen puncak dan seluruh fungsi utama dalam organisasi. Tugas utama komite ini seluruhnya harus difokuskan pada kebutuhan informasi saat ini dan masa yang akan datang. Mereka harus memiliki perwakilan dari manajemen puncak karena penting bahwa sistem informasi yang dihasilkan akan sesuai dengan keseluruhan rencana strategis perusahaan. Dewan penasihat harus bertanggung jawab atas keseluruhan perencanaan dan pengendalian upaya pengembangan sistem dalam perusahaan. Sosok ideal yang bertanggung jawab atas komite ini adalah direktur sistem informasi perusahaan. Namun demikian, dewan penasihat tidak boleh terlibat dalam detail proyek pengembangan tertentu. Hal ini karena proyek-proyek tersebut haruslah dikendalikan dan dikelola oleh seseorang yang melaporkannya secara periodik kepada dewan penasihat.

Mengembangkan Tujuan dan Batasan Sistem


Agar efektif, keseluruhan perencanaan membutuhkan pengembangan tujuan umum perusahaan dan tujuan khusus bagi subsistem tertentu dalam perusahaan. Tujuan perusahaan harus memasukkan keseluruhan tujuan strategis yang berkaitan dengan siklus perencanaan jangka panjang
5

perusahaan. Hal penting lainnya dalah faktor kunci sukses dari perusahaan. Faktor tersebut adalah karakteristik-karakteristik yang membedakan sebuah perusahaan dengan para pesaingnya dan merupakan kunci bagi sukses perusahaan.

Mengembangkan Rencana Sistem Strategis


Rencana ini haruslah berupa dokumen tertulis yang menggabungkan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang dari upaya pengembangan sistem sebuah perusahaan. Elemen kunci dalam sebuah rencana sistem strategis adalah: Keseluruhan pernyataan yang terkait dengan faktor sukses kunci dari perusahaan dan tujuantujuan perusahaan yang ingin dicapai Deskripsi sistem dalam perusahaan yang membutuhkan upaya pengembangan Pernyataan prioritas yang menunjukkan bidang-bidang mana saja yang akan mendapatkan prioritas paling tinggi Garis besar sumber daya yang dibutuhkan, termasuk di dalamnya biaya, orang, dan peralatan Rencana waktu pengembangan sistem tertentu

Mengidentifikasi Proyek Tertentu yang akan Diprioritaskan


Rencana strategis harus mampu mengidentifikasi bidang-bidang tertentu yang akan mendapat prioritas utama. Penetapan prioritas ini merupakan hal penting karena sumber daya finansial yang tersedia biasanya terbatas. Manfaat tertentu yang diinginkan harus ditentukan dalam setiap proyek, dan biaya yang dikeluarkan harus diestimasi seakurat mungkin dan ditetapkan dalam anggaran keuangan. Walaupun manfaat pengembangan sistem sering sulit untuk diukur, namun hampir selalu mungkin untuk mengukur biaya yang harus dikeluarkan. Kegiatan ini harus dilakukan sebelum membentuk komisi-komisi dalam sebuah proyek, lalu manfaat-manfaat tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tertulis resmi dalam proposal resmi sistem.

Membentuk Komisi untuk Proyek Sistem


Sebuah proyek pengembangan sistem membutuhkan berbagai individu dari beragam disiplin ilmu. Kebutuhan ini tergantung pada kekhususan proyek itu sendiri, namun demikian pada umumnya membutuhkan ahli manajemen, akuntan, pengguna sistem, programer komputer, dan beragam individu teknisi pendukung.
6

B. Tahap-Tahap Analisis Sistem


Tahap I : Survei terhadap Sistem Saat Ini
Tujuan Survei Ada empat tujuan survei sistem, yaitu: Memperoleh pemahaman mendasar mengenai aspek operasional dari sistem Menetapkan sebuah hubungan kerja dengan pengguna sistem Mengumpulkan data-data penting yang berguna untuk pengembangan desain sistem Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan khusus yang membutuhkan lebih banyak perhatian dalam upaya desain subsekuen Pertimbangan Perilaku Elemen manusia merupakan faktor kunci untuk melakukan survei sistem. Namun, karena pengembangan sistem meliputi perubahan sistem saat ini beserta permasalahan di dalamnya, hal ini menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi para individu yang bekerja dalam sistem tersebut yang tidak menyukai perubahan, baik karena alasan takut kehilangan pekerjaan ataupun karena merasa sudah terbiasa bekerja dengan sistem sebelumnya dalam kurun waktu yang cukup lama. Problem-problem tersebut mengakibatkan suatu kesenjangan komunikasi antara analisis sistem dengan pihak manajemen. Oleh karena itu, tugas pertama seorang analis sistem adalah mengarahkan sebuah survei sistem yang mampu membangun hubungan kerja yang baik antara tim proyek dan pihak manajemen. Beberapa pendekatan tertentu yang dapat digunakan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi ini adalah: Mengetahui sebanyak mungkin orang-orang yang terlibat dalam sistem, secepat mungkin. Mengomunikasikan manfaat yang dapat diperoleh dari sistem kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Memberikan jaminan, sebesar mungkin, pada seluruh individu bahwa mereka tidak akan kehilangan pekerjaan mereka atau tidak ada perubahan besar dalam tanggung jawab pekerjaan mereka.

Memberikan jaminan bahwa Anda benar-benar peduli dengan upaya membuat kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang yang terlibat dalam sistem tersebut.2 Walaupun tidak ada cara terbaik untuk mengatasi masalah perilaku, reaksi orang dapat

diperbaiki dengan mempelajari petunjuk berikut ini: Penuhi kebutuhan pemakai. Menjaga keterbukaan jaringan komunikasi. Mempertahankan situasi yang aman dan terbuka. Mendapatkan dukungan dari pihak manajemen. Pengurangan rasa takut. Minta partisipasi pemakai. Beri tanggapan yang jujur. Pastikan para pemakai memahami sistem. Jelaskan tantangan dan peluang baru yang ada. Periksa kembali evaluasi kerja. Hindari emosionalisme. Sajikan sistem dalam konteks yang tepat. Kendalikan harapan pemakai. Tetaplah membuat sistem yang sederhana. 3

Sumber-Sumber untuk Mendapatkan Beragam Fakta Ada beragam teknik yang bisa digunakan untuk mendapatkan data tentang subsistem informasi yang akan diteliti, seperti wawancara, kuesioner, observasi, dan kajian beragam jenis dokumen seperti catatan rapat, catatan rekening perusahaan, struktur organisasi, laporan keuangan, prosedur manual, kebijakan perusahaan, deskripsi pekerjaan, dan sebagainya. Sumber-sumber informasi di luar perusahaan juga dapat digunakan dan tidak boleh diabaikan, seperti para konsultan, asosiasi industry, serta lembaga pemerintahan. Di samping itu, pelanggan harus dilihat sebagai sebuah komponen vital dalam sistem dan harus dimasukkan dalam setiap analisis.

2 3

George H. Bodnar , William S. Hopwood . 2004 : 443 Marshal B. Romney , Paul John Steinbart . 2005 : 285

Menganalisis Hasil Survei Apabila survei telah diselesaikan, maka kekuatan dan kelemahan dari subsistem yang diteliti harus dianalisis secara mendalam yang bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Apakah diperlukan suatu prosedur tertentu? Apakah prosedur yang selama ini ada menggunakan langkah-langkah yang tidak perlu? Apakah prosedur yang ada selama ini sudah mempertimbangkan efektivitas biaya? Apakah laporan yang dihasilkan saat ini sudah jelas dan mudah dibaca? Apakah sumber-sumber dokumen yang ada selama ini sudah didesain dengan baik? Apakah laporan yang dihasilkan saat ini telah digunakan dengan baik? Apa saja yang menyebabkan timbulnya permasalahan-permasalahan tertentu? Laporan tambahan seperti apa yang berguna bagi manajemen? Sudahkan sistem dokumentasi yang ada saat ini mencukupi? Hasil dari pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dirangkum dalam sebuah laporan yang meringkas kekuatan dan kelemahan sistem yang ada, dan dengan menggunakan standar-standar yang berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi sebagai pembandingnya.

Tahap II : Mengidentifikasi Kebutuhan Informasi


Tahap kedua ini adalah proses mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan manajerial. Analisis pada tahap ini akan memelajari keputusan-keputusan tertentu yang diambil manajer dalam hal input informasi yang dibutuhkan dan digunakan. Proses inilah yang disebut analisis kebutuhan informasi. Beberapa teknik sistematis dapat digunakan untuk memahami pengambilan keputusan dan informasi yang dibutuhkan. Pendekatan tersebut adalah: Mengidentifikasi tanggung jawab utama seorang manajer Mengidentifikasi perangkat apa saja yang digunakan untuk menilai seorang manajer Mengidentifikasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi manajer Mengidentifikasi perangkat apa saja yang dapat digunakan manajer untuk mengevaluasi output personal

Tahap III : Mengidentifikasi Kebutuhan Sistem


Kebutuhan sistem yang dimaksud dapat ditentukan dalam dua hal, yaitu input dan output. Kebutuhan input bagi sebuah subsistem tertentu menentukan kebutuhan khusus apa saja yang harus dipenuhi agar subsistem tersebut mampu mencapai tujuannya. Laporan input bagi suatu subsistem, pada gilirannya, akan menentukan kebutuhan output pada subsistem lainnya. Hal berikut ini dapat dipertimbangkan sebagai kebutuhan output: Laporan kemajuan harian Laporan keuangan harian Laporan unit yang rusak Laporan permasalahan bahan baku

Tahap IV : Mengembangkan Laporan Analisis Sistem


Laporan ini merupakan hasil akhir dari proyek analisis sistem yang akan berperan sebagai landasan bagi pengambilan keputusan selanjutnya oleh manajemen puncak dan juga akan mengorganisasi dan mendokumentasi selururh temuan dalam tiga tahap sebelumnya dalam proyek analisis sistem. Beberapa elemen kunci dalam laporan analisis sistem adalah: Ringkasan lingkup dan tujuan proyek analisis Penegasan kembali hubungan antara proyek dengan rencana keseluruhan sistem informasi strategis Deskripsi keseluruhan permasalahan dalam subsistem tertentu yang sedang dianalisis Ringkasan keputusan-keputusan yang dibuat dan informasi tertentu yang dibutuhkan untuk mendukung keputusan tersebut Spesifikasi kinerja sistem yang dibutuhkan Keseluruhan anggaran biaya dan rencana waktu pelaksanaan proyek Rekomendasi bagi peningkatan sistem yang ada saat ini atau bagi perancangan sistem baru Rekomendasi yang terkait dengan perubahan tujuan bagi subsistem yang sedang dipelajari Laporan ini selanjutnya akan diserahkan kepada direktur sistem informasi, dewan penasihat sistem informasi, atau bila memungkinkan langsung kepada manajemen puncak untuk dikaji dan didiskusikan serta memutuskan apakah desain awal sistem dapat dilakukan atau tidak. Bila
10

diputuskan untuk dilakukan, maka akan menuntut tersedianya anggaran yang lengkap bagi desain dan implementasi proyek pengembangan.

II. Desain Sistem


1. Desain Konseptual
Di salam tahap desain konseptual sistem, pengembang membuat sebuah kerangka kerja umum untuk mengimplementasikan kebutuhan pemakai dan mengatasi masalah yang diidentifikasi dalam tahap analisis. Fungsi umum dan tujuan yang akan dicapai oleh suatu sistem tertentu harus diidentifikasi terlebih dahulu. Barulah dimungkinkan untuk menyiapkan spesifikasi yang lebih detail, seperti struktur database, layout record, dan formulir laporan khusus lainnya. Upaya desain harus dilihat sebagai sebuah proses yang berkelanjutan dalam mengembangkan detail yang dimulai pada tahap analisis dan perencanaan dan berakhir ketika mengawali tahap implementasi dalam siklus pengembangan. Dalam tahap desain, perancang sistem perlu menyiapkan sebuah cetak biru yang dapat diimplementasikan oleh akuntan, programer komputer, dan pihak manajemen. Kesalahan kecil yang dibuat dalam tahap ini akan berakibat besar terhadap sejumlah uang dan pengeluaran di tahap berikutnya. Perangkap lainnya yang sering ditemukan adalah penolakan pengguna sistem terhadap sistem itu sendiri. Dikarenakan minimnya keterlibatan pengguna dalam rencana desain, implementasi sistem dapat tidak popular dan pada akhirnya ditolak oleh para individu yang menjadi target di mana sistem tersebut didesain. Selama masa implementasi, permasalahan yang dihadapi biasanya berhubungan dengan spesifikasi desain. Ketika hal ini terjadi adalah penting untuk menengok kembali proses desain dan membuat perubahan yang diperlukan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah lingkungan bisnis senantiasa berubah dan seiring dengan itu kebutuhan akan sistem yang baru pun muncul, sehingga desain sistem harus direstrukturasi sesuai kebutuhan. Langkah-langkah pokok dalam desain sistem diantaranya yaitu melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif desain, persiapan spesifikasi desain, dan membuat laporan desain konseptual sistem.

Mengevaluasi Berbagai Alternatif Desain Desain sistem harus menyediakan solusi untuk sebuah masalah khusus. Permasalahan dalam desain sistem yaitu tidak adanya solusi tunggal yang secara sempurna memecahkan masalah.
11

Perancang sistem biasa dihadapkan pada sejumlah solusi, yang tampak sangat menarik untuk diuji. Oleh karena itu, salah satu aspek penting dalam desain sistem adalah enumerasi dan pertimbangan yang matang terhadap beragam alternatif desain. 1. Enumerasi alternatif desain Dalam banyak tingkatan, ahli desain menghadapi banyak alternatif manakala sedang mengembangkan sebuah sistem baru yang lengkap atau memodifikasi sistem yang ada. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mendesain sebuah sistem baru yang lengkap. Pendekatan yang pertama adalah mendesains ecara lengkap mulai dari awal. Pendekatan lainnya adalah memaksa ahli desain untuk memilih atau merekomendasi sistem yang belum dibuat. Ada beberapa pendekatan fundamental yang dapat diambil untuk memodifikasi sebuah sistem yang sudah ada. Pertama, memodifikasi data yang telah terkumpul dan laporan yang telah dihasilkan. Dalam pendekatan ini hanya melibatkan sedikit atau bahkan tidak perlu merumuskan kembali tanggung jawab pekerjaan yang ada saat ini. Pendekatan kedua adalah merumuskan kembali sistem yang telah ada saat ini dengan mengorganisasi kembali tanggung jawab pekerjaan. Namun penggunaan pendekataan ini sering ditolak oleh karyawan yang sudah merasa nyaman pada pekerjaan mereka. Oleh karena itu, perancang sistem harus berhati-hati kala merekomendasikan perubahan organisasional , dan hanya dilakukan dalam situasi di mana perubahan tersebut benarbenar dibutuhkan. Akhirnya, sejumlah alternatif desain dapat diaplikasikan baik pada sebuah sistem baru atau memodifikasi sebuah sistem yang sudah ada. Satu alternative umum yang dapat digunakan adalah mempertimbangkan apakah melakukan atau tidak melakukan upaya komputerisasi sebuah sistem tertentu. Alternatif lainnya yang dapat digunakan adalah apakah melakukan sentralisasi atau desentralisasi sistem. 2. Menggambarkan berbagai alternatif Setelah daftar alternatif utama dibuat, tiap alternatif dapat didokumentasikan atau digambarkan. Deskripsi tiap alternatif harus menjelaskan keunggulan dan kelemahannya. Informasi biaya yang terkait dengannya pun harus dimasukkan dalam perhitungan sehingga perbandingan biayamanfaatnya dapat dibuat berdasarkan alternatif desain tersebut.

12

3. Mengevaluasi alternatif Kriteria penting untuk memilih sebuah alternatif untuk diimplementasikan adalah

membandingkan biaya dan manfaatnya. Selain itu, alternatif yang terpilih seharusnya memuaskan semua sasaran sistem. Faktor penting lainnya yang harus dipertimbangkan adalah kelayakan, baik secara teknis maupun operasional. Proposal tersebut harus memungkinkan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan spesifikasi desian tertentu. Alternatif desain yang terbaik biasanya dipilih oleh manajemen puncak. Sehingga desain yang dipresentasikan pada manajemen puncak biasanya tidak terlalu detail. Sekali manajemen memilih sebuah desian, maka tim desain akan menyiapkan spesifikasi detail desain.

Menyiapkan Spesifikasi Desain Peraturan penting untuk mengembangkan spesifikasi desain adalah ahli desain harus bekerja secara terbalik, yaitu dari output ke input. Perancang sistem, manakala bekerja dengan tujuan sistem, harus mendesain seluruh laporan manajemen dan dokumen output operasional sebagai langkah pertama dalam proses. Sekali seluruh output telah dispesifikasikan, input data dan langkah-langkah pemrosesannya ditentukan secara otomatis. Setelah keputusan diambil, perancang sistem kemudian membangun kontrol yang sesuai dengan spesifikasi tersebut.

Membuat Laporan Desain Konseptual Sistem Spesifikasi desain yang telah selesai harus dibuat dalam bentuk proposal. Tujuan dari laporan ini adalah untuk (1) memberi petunjuk pada aktivitas desain sistem; (2) mengkomunikasikan

bagaimana kebutuhan pihak manajemen dan para pemakai akan dipenuhi; (3) membantu komite pelaksana menilai kelayaka sistem. Rincian proposal desain harus memasukkan semua yang dibutuhkan untuk

mengimplementasikan desain proyek. Secara umum proposal akan terdiri dari jadwal waktu khusus penyelesaian proyek, anggaran, dan deskripsi tenaga kerja yang dibutuhkan, juga flowchart dan diagram yang menggambarkan bagaimana sistem tersebut akan diimplementasikan. Salinan seluruh output sistem yang diajukan akan dijadikan satu, termasuk di dalamnya spesifikasi database yang akan diciptakan atau dimodifikasi. Dengan memerhatikan pemrosesan data, detail yang membutuhkan perangkat lunak dan perangkat keras harus pula tersedia. Pada tahap akhir, dalam seluruh kasus, spesifikasi volume dan biaya informasi harus pula tersedia. Penting juga memasukkan analisis yang terperinci mengenai
13

pengendalian dan pengukuran keamanan ke dalam proposal desain karena beberapa pertimbangan desain dapat memunculkan kendala antara pengendalian internal dan efisiensi.

2. Desain Fisik
Selama tahap ini,perusahaan menetapkan bagaimana desain konseptual SIA akan

diimplementasikan. Desain fisik mengartikan persyaratan luas dan berorientasi pemakai dari SIA desain konseptual, ke dalam spesifikasi terperinci yang digunakan untuk pengkodean dan pengujian program komputer. Adapun langkah-langkah yang terjadi selama tahap ini antara lain:

1. Desain Output
Pertimbangan pertama dan utama dalam desain output adalah efektifitas biaya, di mana sebuah investasi dalam sistem informasi adalah sebuah pengeluaran anggaran modal, yaitu harus dievaluasi berdasarkan biaya-manfaat. Tujuannya adalah memaksimalkan rasio manfaat terhadap biaya dengan tetap mencapai tujuan sistem. Relevansi, kejelasan, dan tepat waktu adalah penting dalam laporan manajerial. Laporan harus memasukkan hanya informasi yang relevan bagi pengambil keputusan. Salah satu faktor yang juga penting adalah yang terkait dengan kejelasan, yaitu kesesuaian judul dan tulisan dalam sebuah laporan. Output biasanya masuk ke dalam salah satu dari keempat kategori berikut: a. Laporan Terjadwal, memiliki isi dan format yang telah ditentukan terlebih dahulu dan dibuat secara teratur. b. Laporan analisis untuk tujuan khusus, dibuat sebagai respons atas permintaan pihak manajemen untuk mengevalusi suatu masalah. c. Laporan pengecualian khusus, memiliki isi dan format yang telah ditentukan terlebih dahulu, tetapi dibuat hanya sebagai respons atas kondisi yang tidak biasa. d. Laporan permintaan, memiliki isi dan format yang telah ditentukan terlebih dahulu, tetapi dibuat hanya berdasarkan permintaan.

2. Desain Database
Database perusahaan harus terintegrasi yang berarti adanya upaya untuk menghindari pengumpulan dan penyimpanan item data yang sama di lebih dari satu tempat dalam perusahaan. Dalam sebuah sistem yang terintegrasi, berbagai tahapan operasi bisnis dapat berbagi data yang
14

sama. Pertimbangan penting lainnya saat mendesain database adalah standarisasi, yang berarti semua item data yang dimasukkan berada dalam bentuk yang standar dan memiliki nama yang sama ketika digunakan di lebih dari satu tempat. Fleksibilitas dan keamanan adalah prinsip penting lainnya dalam desain database. Database seharusnya didesain dengan cara yang memudahkan pengguna menyusun struktur yang luas.

3. Pemrosesan Data
Salah satu pertimbangan penting dalam pemrosesan data adalah terkait dengan keseragaman dan integrasi. Hal ini menjadi penting ketika seluruh sistem pemrosesan data sebuah perusahaan berkembang sesuai dengan rencana yang telah disusun.

4. Input Data
Pertimbangan sulit lainnya yang sering muncul ketika mendesain sistem input data adalah akurasi. Penggunaan sumber-sumber dokumen yang tersusun dengan baik akan mendorong karyawan untuk merekam data akurat dengan sesedikit mungkin kesalahan.

5. Desain Program
Program harus dibagi kembali ke dalam modul yang lebih kecil dan jelas, untuk mengurangi kerumitan serta meningkatkan keandalan dan kemampuan untuk dapat diubah. Adapun langkah untuk mengembangkan software antara lain: a. Tetapkan kebutuhan pemakai b. Mengembagkan rencana c. Menulis perintah program (kode) d. Menguji program e. Mendokumentasi program f. Latih para pemakai program g. Memasang sistem h. Menggunakan dan mengubah sistem

15

6. Desain Prosedur
Setiap orang yang berinteraksi dengan SIA yang baru didesain harusmengikuti prosedur yang menjawab pertanyaan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Yang berhubungan dengan semua aktivitas SIA. Prosedur harus meliputi pembuatan input , pemrosesan transaksi, deteksi kesalahan dan perbaikan, pengendalian, rekonsiliasi saldo, akses database, pembuatan output dan distribusi, serta perintah operator komputer. Prosedur dapat berupa buku petunjuk sistem, kelas pemberian instruksi bagian para pemakai, serta bahan pelatihan.

7. Pengendalian dan Ukuran Keamanan


Mengimplementasikan kendali yang memadai seringkali terabaikan. Pengendalian yang bersifat komprehensif dan memadai harus dibangun di setiap tahap proses desain sistem. Di sini akuntan memainkan peranan penting ketika bekerja dengan sebuah tim desain. Dalam banyak kasus, tim desain akan terlibat penuh dengan spesialis sistem informasi yang memiliki pengendalian namun tidak memiliki keahlian dalam bidang ini. Dalam kasus ini, akuntan dapat mengkaji ulang keseluruhan rencana dan mendiskusikan ketidaktepatan pengendalian yang ada dengan anggota tim desain.

A. Teknik-Teknik Desain
Mendesain suatu sistem merupakan suatu aktivitas kreatif dan dapat dipandang sebagai sesuatu yang punya nilai seni walaupun banyak teknik yang telah dikembangkan. Perancang sistem membutuhkan alat bantu khusus yang akan membantu proses desain. Beragam alat bantu juga digunakan dalam analisis sistem. Walaupun beberapa teknik analisis sistem juga ada dalam desain sistem, namun ada beberapa masalah yang lebih khusus pada desain sistem informasi.

1. Desain Formulir
Bagian ini harus mendapat perhatian penuh oleh tim desain sistem karena formulir merupakan perantara antara pengguna dan sistem itu sendiri. Oleh karena itu, desain formulir harus berfokus pada proses produksi dokumen-dokumen yang menyediakan perantara yang efektif antara manajer dan sistem informasi.

16

2. Desain Database
Sejumlah teknik yang berguna dapat dimanfaatkan untuk mendesain database : diagram struktur data, layout record, lembar analisis file, dan matrik yang terkait dengan file. Diagram struktur data menunjukkan hubungan antara beragam jenis record. Diagram layout record akan menunjukkan beragam tempat (field) data dalam sebuah record. Lembar analisis file menyediakan bagi perancang sistem sejumlah poin penting yang berkaitan dengan isi dari sebuah file tertentu. Matrik yang terkait dengan file menunjukkan hubungan antarfile, isi file, dan guna file tersebut.

3. Paket Desain Sistem


Sejumlah metodologi prapaket desain tersedia untuk membantu siklus pengembangan sistem agar perancang melakukan pendekatan secara sistematis terhadap suatu permasalahan, kemudian menyususn struktur permasalahan desain dan menghasilkannya dalam waktu singkat. Di samping keunggulannya tersebut, beberapa paket desain memiliki beberapa keterbatasan. Khususnya paketpaket yang tidak membantu menentukan output yang diinginkan atau tidak mampu mengatasi permasalahan sistem dengan baik dalam waktu singkat, karena paket desain bukan solusi total bagi seluruh permasalahan.

4. Memilih Perangkat Lunak dan Perangkat Keras


Sebenarnya pada tahap analisis harus diambil keputusan apakah sebuah perangkat lunak komputer akan dibangun dari awal atau dibeli di luar. Adapun keunggulan membeli paket perangkat lunak diantaranya: Paket perangkat lunak tersebut lebih murah, karena biaya pengembangan lebih banyak akan ditanggung oleh pembeli daripada si pembuat. Paket perangkat lunak telah siap digunakan. Perusahaan dapat mencoba produk tersebut sebelum menginvestasikan sejumlah besar uang. Kelemahan utama membeli paket perangkat lunak adalah jarangnya perangkat lunak tersebut persis sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan, perlu modifikasi (yang biasanya menelan biaya besar) untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Di lain sisi, para professional komputer lebih suka mendesain dan membangun sebuah sistem baru dari awal dan mengabaikan paket perangkat lunak yang baik yang tersedia di pasar.
17

Setelah memilih perangkat lunak, maka perangkat keras juga harus segera dipilih yang disesuaikan dengan perangkat lunak yang dipilih. Namun kendalanya adalah dalam mendapatkan perangkat keras yang kompatibel di masa yang akan dating, yaiut mudah di-upgrade untuk model yang lebih besar atau lebih cepat tanpa perlu kehilangan data atau program yang sudah ada saat ini.

III. Implementasi Sistem


Implementasi sistem adalah proses memasang hardware dan software serta membuat SIA jadi dan dapat berjalan. Proses ini umumnya terdiri dari pengembangan rencana, pengembangan dan pengujian software, mempersiapkan lokasi, memasang dan menguji hardware, memilih dan melatih personel, mengembangkan dokumentasi, serta menguji sistem. Jika proses sistem desain telah dijalankan dengan cermat dan penuh perhitungan, tahap implementasi sistem akan berjalan mulus tanpa hambatan yang berarti. Namun, mustahil untuk mengantisipasi seluruh potensi permasalahan yang mungkin terjadi selama tahap implementasi. Oleh karena itu, penundaan dan permasalahan yang terkait dengan implementasi adalah hal yang rutin terjadi. Ada tiga langkah utama implementasi sistem: Menetapkan rencana dan pengendalian Pelaksanaan aktivitas seperti yang telah direncanakan Menindaklanjuti dan mengevaluasi sistem yang baru.

1. Membuat Rencana dan Pengendalian untuk Implementasi


Dalam upaya mengelola implementasi proyek dengan baik, dibutuhkan rencana-rencana khusus yang tersusun dengan baik untuk dikembangkan. Rencana-rencana tersebut harus menggabungkan tiga komponen utama: 1) Menguraikan proyek ke dalam berbagai tahapan 2) Anggaran khusus yang dapat diaplikasikan di setiap tahap 3) Waktu pelaksanaan tertentu yang dapat pula diaplikasikan di setiap tahap proyek. Beragam teknik penjadwalan dapat digunakan untuk mengontrol implementasi, seperti Gantt chart yang menggambarkan secara grafis aktivitas-aktivitas utama pada sebuah proyek implementasi
18

sistem yang bersifat hipotesis maupun diagram jaringan yang menggambarkan urutan aktivitasaktivitas yang harus dilakukan. Pendekatan diagram jaringan kerja dapat dikembangkan dengan memasukkan waktu yang diharapkan untuk setiap aktivitas. Berdasarkan perkiraan tersebut akan dapat diketahui estimasi jalur kritis sebuah proyek. Jalur kritis adalah rangkaian aktivitas yang penting / kritis dalam sebuah proyek, dan bila salah satu dari aktivitas-aktivitas tersebut tertunda, seluruh proyek akan tertunda.

2. Melakukan Aktivitas Implementasi


Aktivitas-aktivitas yang ditemui selama pelaksanaan ini antara lain menyeleksi dan melatih personel, memasang perlengkapan baru komputer dan detail desain sistem, menulis dan menguji program-program komputer, pengembangan standar, dokumentasi, dan konversi file.

Pelatihan Karyawan Dalam banyak kasus, implementasi sistem mengharuskan rekrutmen dan pelatihan bagi karyawan baru. Sementara di kasus lainnya, para karyawan yang sudah ada pun harus diajari bagaimana bekerja dengan format laporan prosedur yang baru. Namun, lebih baik untuk melatih kembali karyawan yang ada saat ini karena beberapa alasan sebagai berikut : Biaya perekrutan yang terkait dengan memekerjakan karyawan baru sedapat mungkin dihindari Para karyawan yang ada saat ini sudah terbiasa dan mengenali sistem operasi perusahaan Moral para karyawan seringkali meningkat, khususnya dalam kasus terdapatnya promosi posisi-posisi baru bagi karyawan yang ada saat ini. Banyak jenis program pelatihan yang tersedia bagi perusahaan, seperti pelatihan teknis dari vendor, buku petunjuk untuk belajar sendiri, perintah berbasis komputer, presentasi video, simulasi, studi kasus, dan bereksperimen dengan SIA di bawah bimbingan pemakai yang berpengalaman.

Mendapatkan dan Memasang Perlengkapan Komputer Baru Untuk memasang suatu perlengkapan yang cukup mahal, pemanufaktur komputer biasanya menyediakan teknisi dan personelnya untuk membantu instalasi sistem atau jaringan komputer baru. Namun demikian masih banyak masalah yang dapat ditemuai. Pertama, fasilitas pendukung yang memadai harus tersedia. Kebanyakan komputer-komputer besar menuntut lingkungan yang terkontrol
19

dengan baik yang mampu menjaga kelembaban dan suhu dalam rentang tertentu. Instalasi ini juga menuntut ruangan dengan lantai khusus yang memungkinkan jaringan besar kabel dapat terpasang dengan baik dan teratur. Persyaratan lainnya yang sering ditemui adalah ukuran keamanan khusus.

Rincian Desain Sistem Selama tahap implementasi, perlu melakukan beberapa kerja desain tambahan seperti desain beragam jenis formulir atau laporan. Dan juga perlu dilakukan penyesuaian akhir pada rencana desain sistem, disebabkan adanya kemungkinan beberapa rencana desain yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hal yang penting dalam eksekusi desain detail selama tahap implementasi adalah pemrograman komputer. Spesifikasi desain sebuah program komputer ditentukan oleh tim desain, bukan oleh programer. Akhirnya seluruh program komputer harus didokumentasi dengan memadai baik secara internal maupun eksternal. Selain menguji program secara individu, penting juga untuk menguji program-program terkait yang ada dalam satu kelompok.

Dokumentasi Sistem Baru Dokumentasi kadang sering terlupakan, salah satu alasan keengganan untuk melakukan dokumentasi yang baik adalah pada umumnya para programmer sebelumnya telah menerima pendidikan dan pelatihan bahasa pemrograman, ternyata mereka hanya sedikit atau bahkan tidak menerima pelatihan dalam melakukan dokumentasi. Seorang programer yang baik harus meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan rencana pengembangan dan dokumentasi. Dokumentasi yang baik dapat memberikan beragam manfaat, seperti: Melatih karyawan baru Menyediakan bagi para programer dan analis beragam informasi yang bermanfaat untuk evaluasi program dan modifikasi aktivitas di masa yang akan datang Menyediakan bagi para auditor beragam informasi untuk melakukan evaluasi pengendalian internal Membantu memastikan bahwa spesifikasi desain sistem telah terpenuhi Tiga jenis dokumentasi harus dibuat untuk sistem yang baru: Dokumentasi pengembangan menjelaskan SIA yang baru. Hal ini mencakup deskripsi sistem; salinan output, input, dan tata letak database; bagan alir program; hasil uji; dan formulir penerimaan pemakai.
20

Dokumentasi operasi mencakup jadwal operasi; file serta database yang diakses; dan persyaratan perlengkapan, keamanan, dan penyimpanan file.

Dokumentasi pemakai mengajarkan para pemakai cara mengoperasikan SIA tersebut. Hal ini mencakup buku petunjuk prosedur dan bahan pelatihan.

Konversi Sistem Konversi adalah proses perubahan SIA yang lama ke yang baru. Banyak elemen yang harus dikonversi: hardware, software, file data, dan prosedur. Prosesnya selesai ketika SIA yang baru telah menjadi bagian yang rutin dan berjalan pada sistem. Ada empat pendekatan yang digunakan untuk mengubah sistem yang lama kesistem yang baru: Konversi langsung, segera menghentikan SIA yang lama ketika SIA yang baru diperkenalkan. Konversi paralel, menjalankan sistem yang lama dan yang baru secara stimulan selama periode waktu tertentu. Konversi bertahap (phase-in), secara bertahap mengganti elemen SIA yang lama dengan yang baru. Perubahan perintis (pilot), mengimplementasikan suatu sistem hanya pada satu bagian dari organisasi, seperti lokasi cabang. Konversi Data Dalam banyak kasus file-file yang disimpan secara manual harus dikonversi ke dalam format komputer. Dan seringkali diperlukan untuk mengonversi dari suatu komputer ukuran sedang ke komputer lainnya. Proses konversi dapat menjadi proses yang paling mahal dan makan waktu, terutama dalam kasus mengonversi file manual ke dalam file komputer. Dalam kasus seperti ini, sering perlu untuk menyaring data setelah memasukkan informasi ke dalam komputer karena sering terjadi kesalahan dalam proses input data. File data mungkin perlu dimodifikasi dalam tiga cara. Pertama, file dapat dipindahkan ke tempat penyimpanan yang berbeda, misalnya dari tape ke disk. Kedua, isi data dapat diubah, misalnya field dan catatan dapat ditambah atau dihapus. Ketiga, format database atau file dapat diubah. Langkah pertama dalam proses konversi data adalah memutuskan file atau data mana yang perlu dikonversi. Kemudian data tersebut diperiksa kelengkapannya dan data yang tidak akurat atau
21

tidak konsisten harus dihilangkan. Selanjutnya adalah konversi data aktual. Kemudian file-file baru divalidasi untuk memastikan bahwa data tidak hilang selama konversi. Jika konversi file panjang, file-file baru harus diperbarui dengan transaksi yang terjadi selama konversi data. Setelah file dan database telah dikonversi dan diuji keakuratannya, sistem yang baru dapat berfungsi. Sistem harus dimonitor sewaktu-waktu untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan lancar dan akurat. Aktivitas akhirnya adalah mendokumentasikan aktivitas konversi.

Operasi Pengujian Dokumen dan laporan, input dari pemakai, prosedur operasi dan pengendalian, prosedur pemrosesan, dan program komputer, kesemuanya harus diuji coba jalannya dalam lingkungan yang sesungguhnya. Lagipula batasan kemampuan dan prosedur pembuatan cadangan serta pemulihan harus diuji. Berikut ini adalah tiga bentuk umum pengujian: Peninjauan langsung, yaitu tinjauan per tahap atas logika prosedur atau program. Tim pengembang dan para pemakai sistem melakukan peninjauan langsung di awal desain sistem. Fokusnya adalah pada input, file, output, dan arus data dari organisasi. Peninjauan langsung selanjutnya, yang dilakukan oleh programer, menangani aspek logika dan structural kode program. Pemrosesan transaksi uji menetapkan apakah program beroperasi seperti yang diharapkan. Data yang valid dan salah diproses untuk menetapkan apakah transaksi ditangani dengan benar dan kesalahan dideteksi, serta ditangani dengna tepat. Agar dapat mengevaluasi hasil pengujian, respon sistem yang benar untuk setiap transaksi uji harus dispesifikasikan sebelumnya. Uji penerimaan menggunakan beberapa salinan dari transaksi dan catatan file yang sesunggunya, bukan menggunakan salinan buatan. Para pemakai mengembangkan kriteria penerimaan dna membuat keputusan akhir apakah akan menerima SIA tersebut atau tidak.

3. Mengevaluasi Sistem Baru


Proses tindak lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa sistem baru beroperasi sesuai dengan yang direncanakan. Banyak pendekatan yang bisa digunakan dalam proses tindak lanjut dan evaluasi, seperti observasi, kuesioner, pengukuran kerja, dan uji banding. Singkatnya, dalam setiap implementasi sistem akan memunculkan beragam permasalahan dan oleh karena itu perlu tindak lanjut yang memadai.
22

IV. Operasi dan Pemeliharaan


Langkah akhir dalam SDLC adalah mengoperasikan dan mempertahankan sistem yang baru. Peninjauan pascaimplementasi harus dilakukan pada SIA yang baru dipasang untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuan yang direncanakan. Semua masalah yang ditemukan pada saat peninjauan harus disampaikan ke pihak manajemen dan penyesuaian harus dilakukan. Ketika peninjauan telah selesai, laporan peninjauan pascaimplementasi akan disiapkan. Penerimaan pemakai terhadap laporan peninjauan pascaimplementasi adalah aktivitas akhir dalam proses pengembangna sistem. Pengendalian SIA diberikan ke departemen pemrosesan data. Akan tetapi, pekerjaan terhadap sistem yang baru tidak berakhir. Studi menunjukkan bahwa sepanjang hidup sistem, hanya 30 persen pekerjaan yang terjadi selama pengembangan. Sisanya yang 70 persen digunakan untuk mempertahankan sistem. Kebanyakan biaya pemeliharaan berhubungan dengan modifikasi software dan pembaruan.

Pendekatan Pemecahan Masalah terhadap Pengembangan Sistem


Tujuan dari masing-masing fase dalam pengembangan sistem dapat dipandang sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan oleh tim pengembangan. Model pemecahan masalah professional dapat diterapkan untuk membantu pengembang mencapai tujuan-tujuan fase. Defenisikan dan Dapatkan Langkah pertama dalam urutan pemecahan masalah adalah mendefinisikan masalah dan alternatif solusi. Tugas mendefinisikan dan mendapatkan terutama penting dalam fase investigasi dan analisis sistem. Sebagian besar upaya harus dikerahkan dalam fase investigasi sistem untuk mempertimbangkan karakteristik masalah yang dihadapi bisnis dan faktor-faktor penting dalam mengembangkan sebuah rekomendasi. Fase analisis sistem mengharuskan tim pengembangan untuk mempertimbangkan jenis persyaratan apa dan pengguna mana yang harus diperhatikan. Tugas mendefinisikan dan mendapatkan juga penting dalam fase desain sistem, tetapi sedikit berkurang. Hasil fase analisis sistem cukup spesifik, dan harus mengurangi beban mendefinisikan masalah dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk desain sistem. Demikian pula ketika tugas desain sistem selesai tujuan dan persyaratan fase implementasi relatif mudah, yang mengurangi waktu untuk mendefinisikan dan mendapatkan informasi.

23

Kembangkan Fase investigasi sistem mengharuskan bahwa analis mengorganisasikan informasi mereka dan menganalisis dengan cara yang memungkinkan perbandingan antar alternatif dan menghasilkan dasar pemikiran untuk rekomendasi terakhir mengenai proposal mana yang akan dipilih. Pada fase analisis, analis harus mengembangkan seperangkat spesifikasi terperinci untuk sistem baru. Di fase desian, pengembang mempertimbangkan spesifikasi-spesifikasi alternatif laporan , formulir, tabel, dan pemrosesan. Mereka harus membuat kerangka kerja yang memungkinkan pengembangan sistem dari spesifikasi ini, memilih pemasok yang menawarkan RFQ atau RFP, menstrukturkan pendekatan yang memfasilitasi perbandingan pemasok, dan kemudian mengambil keputusan. Pada fase implementasi, banyak keputusan yang telah dibuat di akhir proses desain. Akan tetapi, masih penting untuk menyediakan kerangka kerja yang memungkinkan kemajuan aktivitas yang rapi di fase implementasi, yang mengakibatkan keberhasilan instalasi.

Komunikasikan Studi kelayakan investigasi sistem harus ditulis dengan cermat karena proposal yang dipilih memiliki dampak-dampak besar pada fase-fase lainnya dan pada sistem yang diterapkan perusahaan, pada tahap analisis sistem, laporan mungkin tidak berpotensi menimbulkan perdebatan, tetapi persyaratan-persyaratan sistem yang diidentifikasikan di laporan memberikan dasar untuk desain sistem. Pekerjaan desain sistem akan diarahkan untuk memenuhi persyaratanpersyaratan ini. Laporan analisis sistem mungkin cukup panjang dikarenakan kebutuhan untuk mendokumentasikan persyaratan sistem yang ada sekarang dan persyaratan sistem baru. Dokumen yang dihasilkan pada fase desain sistem juga bersifat ekstensif khususnya jika desain dilakukan sendiri. Dengan menggunakna model atau teknik yang tepat untuk mendokumentasikan desain, pengembang dapat memfasilitasi komunikasi antara tim pengembangan dengan kelompok pengguna. Dokumen desain yang terperinci juga penting untuk implementasi yang efektif. 4

Dasaratha V. Rama/Frederick L. Jones . 2009 . 336:339

24

Daftar Pustaka
Bodnar, George H. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta : ANDI Hall, James A. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat Rama, Dasaratha V. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat Romney, Marshal B. 2005. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat

25