Anda di halaman 1dari 7

Proses Pembentukan Laut Proses pembentukan laut berkaitan erat dengan proses terbetuknya bumi.

Ada beberapa teori terbentuknya bumi :


Proses pembentukan lautan berdasarkan Teori Laplace ( kabut)

Proses terbentuknya laut berawal dari proses pembentukan bumi yang mana, menurut Laplace, bumi terbentuk 4 miliar tahun yang lalu, karena pembentukan bumi berawal dari pengerutan matahari yang mengakibatkan, bagian dari matahari terlepas, sehingga terlempar keluar dan saling tabrakan, akhirnya terbentuklah planet, salah satunya planet bumi, karena pada saat itu gravitasi bumi sangat kuat sehingga menarik asteroid, sehingga terjadi tabrakan. dengan adanya tabrakan yang cukup banyak dan dashyat, akhirnya terbentuklah kawah kawah, dari kawah itulah mulai terbentuk lautan, di mana pada awalnya, karena bumi di selimuti oleh kabut sehingga bumi mengalami pembekuan, setelah tak lama kemudian debu yang menyelimuti bumi menghilang dan sinar matahari dapat tembus, mengakibatkan terjadinya kondensasi uap air yang ada, dan mulai turun hujan, hujan yang berlalu sangat lama ini mengakibatkan kawah yang terbentuk tadi terisi oleh air. Sumber:http://id.shvoong.com/exact-sciences/1927125-pembentukan-lautberdasarkan-teori-laplace/#ixzz1YX7tAdDj
Teori Bombardement Komet

Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu Bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di Bumi. Kehidupan di Bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean. Hasil penemuan geologis di tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4

milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Teori lain juga mengemukakan bahwa Bumi terbentuk dengan sedikit sekali air, atau tanpa air sama sekali. Air di Bumi berasal dari komet yang terkenal punya es beku di kepalanya dan dari beberapa asteroid yang mengandung air (hydrous asteroids). Kuiper Belt di sebelah luar orbit Neptunus, atau Awan Oort di tepi Tata Surya terkenal sebagai rumah para komet dan benda angkasa lainnya yang mengandung air yang rajin mengunjungi Bumi pada saat-saat awal pembentukannya. Air dibawa ke Bumi diperkirakan 4 milyar tahun yang lalu melalui intense bombardment of the inner solar system. Semua planet dalam Tata surya mengalami bombardemen seru di periode ini. Antara lain, peristiwa yang di astronomi disebut lunar cataclysm, periode ketika Bulan begitu di-bombardemen sehingga permukaannya penuh impact craters seperti sekarang. Bumi menurut perhitungan punya rasio 13 500 kali untuk di-bombardemen daripada Bulan. Bumi juga punya critical mass yang lebih besar yang dapat menahan air (es sebenarnya) dari menguap. Bulan, karena gravitasinya lebih kecil, sebagian besar air bekunya menguap ke angkasa raya. Komet-komet ini juga membombardemen planet-planet raksasa gas macam Yupiter, Saturnus Uranus, dan Neptunus. Diperkirakan di planet-planet ini air beku tadi mengalami semacam inkubasi dan kemudian berubah secara kimiawi menjadi kaya akan gas mulia (helium, neon, argon, krypton, xenon dan radon).

Dengan menggunakan spekstroskopi, para ahli fisika menemukan bahwa semua komet yang dapat diamati mengandung tanda-tanda air. Di Alam Semesta, air terbentuk ketika isotop hidrogen, deuterium, berikatan dengan ion oksigen, membentuk apa yang kita sebut heavy water. Air berat ini (10 % lebih berat dari air yang sehari-hari kita kenal) terlihat dan terasa seperti air normal, tetapi punya titik didih lebih tinggi (101,4 C) dan titik beku lebih tinggi (3,8 C). Es di dalam komet memerangkap gas-gas mulia juga zat-zat kimia lain semacam silikat, karbon, dan debu antarplanet. Satu molekul menarik yang terikat kepada komet adalah asam amino. Ini adalah building blocks of biogenic activity. Komet-komet ini berlomba membombardemen Bumi dengan kecepatan 120.000 km per jam bagai peluru Jagat Raya, membom Bumi sekaligus memberikan "chemical gifts" berupa air dan unsur-unsur kehidupan di dalamnya yang dalam semilyar tahun berikutnya setelah Bumi mengalami diferensiasi magmatik hadiah kimiawi ini berubah menjadi lautan dengan tanda-tanda kehidupan mulai muncul di dalamnya. Dalam pandangan ini, memang komet adalah agen "the miracle of seeding water and biological life on Earth". Sumber:(http://pocongkesurupan.blogspot.com/2010/01/teori-pembentukan-bumidan-air-di-bumi.html)
Teori Kondensasi Uap

Salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah yang mengisi cekungancekungan di Bumi hingga terbentuklah lautan. Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari dapat kembali masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga

volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin. Kondisi planet yang baru terbentuk ini belum bisa dihuni oleh makhluk hidup dengan kondisi kerak bumi yang belum mengeras, hantaman dari berbagai meteor dan komet dan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu yang lama kerak bumi menjadi keras membentuk permukaan bumi. Tabrakan dengan komet membentuk kawah yang dalam. Aktivitas vulkanik menyebabkan atmosfer planet tertutup oleh debu sehingga meghalangi cahaya matahari. Selama proses pembentukan samudera berlangsung, ada dua teori yang menggambarkan laut berasal :
1. Air laut berasal dari aktivitas vulkanik. Dengan terhalangnya sinar

matahari maka suhu permukaan bumi menjadi dingin dan uap air di udara mulai terkondensasi membentuk hujan yang mengisi kawah yang ada.
2. Air yang ada di bumi berasal dari meteor dari luar angkasa. Pada saat

tumbukan dengan bumi kandungan air yang berada dalam meteor itu tinggal di permukaan bumi. Aktivitas vulkanik berkurang dan cahaya matahari mulai bisa menembus sampai permukaan bumi sehingga proses penguapan dan siklus air berlangsung. Dengan mulai terbentuknya lautan maka suhu bumi mulai menurun, CO2 mulai diserap oleh laut membentuk calcium karbonat (bahan dasar terumbu karang). Proses pelapukan batuan yang terjadi melarutkan mineral yang terkandung ke dalam air laut atau air laut asin.

Penciri Samudera di Dunia Samudera Pasifik Luas Samudera Pasifik mencapai 165.385.450 km dengan kedalaman rata-rata 4.250 m. Jika dilihat di globe, luas Samudera ini meliputi hampir separuh permukaan bumi. Samudera Pasifik terletak di antara tiga benua, yaitu Asia, Amerika, dan Australia. Wilayahnya terbentang dari pantai Barat Amerika hingga pantai Timur Cina dan Australia dengan berbagai karakterstik berikut ini : A. Samudera Pasifik merupakan Samudera terluas di dunia. B. Di Samudera Pasifik terdapat titik terendah di muka bumi, yaitu Palung Mariana (kedalaman 11.022 m) terdapat di Filipina. C. Samudera Pasifik memiliki banyak palung, yaitu Palung Tonga (10.882 m), Palung Kuril (10.542 m), Palung Filipina (10.497 m), Palung Kermatec (10.047 m), Palung Tzu Bonin (9.810 m), Palung New Hebrides (9.165 m), Palung South Solomon (9.140 m), Palung Jepang (8.412 m), Palung Peru-Cile (8.066 m), Palung Akution (7.822 m), dan Palung Amerika Tengah (6.662 m). D. Di Samudera Pasifik banyak terdapat gunung api aktif, sehingga sering terjadi gempa. E. Samudera Pasifik merupakan tempat pertemuan antara garis bujur Barat dan bujur Timur (180) sebagai batas penanggalan internasional. F. Di Samudera Pasifik banyak terdapat negara kepulauan (kawasan Oceania). G. Di Samudera Pasifik banyak terjadi gejala alam El Nino dan La Nina, terutama di perairan yang dilintasi garis katulistiwa. H. Di Samudera Pasifik terdapat pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo di Laut Bearing (Pasifik Utara) yang menimbulkan arus hangat dan merupakan kawasan tangkapan ikan yang sangat baik.

Samudera Atlantik Luas Samudera Atlantik mencapai 82.217.000 km dengan kedalaman rata-rata 3.350 m. Samudera ini terletak di antara Benua Eropa, Afrika, dan Amerika, sehingga berperan sebagai jalur lalu lintas penghubung antara dunia lama dengan dunia baru dengan karakteristik berikut ini : A. Samudera Atlantik terletak di daerah bujur Barat. B. Samudera Atlantik memiliki kawasan yang diyakini sebagai pusat medan magnet bumi, yaitu di kawasan Segitiga Bermuda di Perairan Karibia (Amerika Tengah). C. Di Samudera Atlantik terdapat deretan punggung laut terpanjang di dunia, memanjang dari Utara (Samudera Arktik) ke Selatan sepanjang Samudera Atlantik dan ke Timur menuju Samudera Hindia. D. Di Samudera Atlantik terdapat pertemuan arus dingin dari Perairan Greenland dan arus panas dari Teluk Meksiko di Perairan Labrador. E. Di Samudera Atlantik terdapat beberapa palung laut, seperti Palung Puerto Rico (9.220 m), Palung South Sandwich (8.264 m), Palung Romance (7.856 m), dan Palung Caynon (7.500 m). Samudera Hindia Luas Samudera Hindia mencapai 73.481.000 km dengan kedalaman ratarata 3.850 m. Samudera ini terletak di sebelah Selatan Benua Asia, sebelah Barat Australia, sebelah Timur dan Selatan Afrika, serta berbatasan dengan Kutub Selatan. Berikut ini karakteristik Samudera Hindia : A. Sebagian besar wilayahnya berada di belahan bumi Selatan. B. Satu-satunya Samudera yang seluruh wilayahnya berada di belahan bumi Timur. C. Wilayah perairannya berfungsi sebagai penyedia air hujan bagi gejala alam angin monsun untuk sebagian wilayah Asia dan Australia.

D. Samudera Hindia memiliki arus yang relatif tenang dan jarang terjadi badai. E. Samudera Hindia memiliki beberapa palung laut, seperti Palung Jawa (7.450 m), Palung Weber (7.440 m), dan Palung Diamantina (7.102 m). Samudera Arktik Luas Samudera Arktik mencapai 14.056.000 km dengan kedalaman ratarata 5.400 m. Samudera ini terletak di kawasan Kutub Utara yang dikelilingi oleh daratan-daratan luas, seperti Greenland (Kanada), Alaska (Amerika), Rusia (Asia dan Eropa), dan kawasan Skandinavia (Eropa). Berikut ini karakteristik Samudera Arktik : A. Samudera Arktik merupakan Samudera tersempit di dunia. B. Samudera Arktik merupakan satu-satunya Samudera yang terletak di kawasan kutub yang tidak dilalui garis khatulistiwa. C. Samudera Arktik mempunyai suhu perairan dan udara terdingin. D. Sebagian besar wilayah perairannya tertutup oleh es dan banyak dijumpai bongkahan atau gunung es yang mengapung.