Anda di halaman 1dari 3

PAPER

BATUAN SEDIMEN

Disusun Oleh: Firdaus Lazuardi Adzimah 21100112140024

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG OKTOBER 2012

1. Pengertian Batuan Sedimen


Batuan sedimen mentupi 75% bagian permukaan bumi. Namun dalam volume penyusun litosfer, batuan sedimen hanya 5% dari total penyusun litosfer. (Pettijohn, 1975).

2. Penggolongan Batuan Sedimen


Secara genetis, dibagi menjadi 2 golongan. (Pettijohn, 1975 dan W.T. Huang, 1962). Batuan Sedimen Klastik Batuan Sedimen Non Klastik

3. Pembentukan Batuan Sedimen


Pelapukan, secara kimiawi, biologis dan fisik Erosi , melalui air, angin dan gletser Transport, melalui air, angin dan gravitasi Pengendapan, di Cekungan atau lokasi dimana energi trasnportnya sudah habis Diagenesis, meliputi

4. Tekstur Batuan Sedimen Klastik


5.2. Ukuran Butir
Ukuran batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut. Dalam penamaan, juga mengikuti ukuran butir. Seperti breksi, konglomerat, batu pasir, batu lanau, dan batu lempung. Biasanya dimasukkan ke dalam skala wenworth.

5.3. Tingkat kebundaran (Roundness)


Berdasarkan kebundaran atau keruncingan butir sedimen maka Pettijohn, dkk., (1987) membagi kategori kebundaran menjadi enam tingkatan ditunjukkan dengan pembulatan rendah dan tinggi.

5.4. Kemas
Kemas (Fabric) adalah hubungan antara masa dasar dengan fragmen batuan / mineralnya. Kemas pada batuan sedimen ada 2, yaitu : Kemas tertutup

Kemas terbuka

5.5. Sortasi (Pemilahan)


Pemilahan adalah keseragaman dari ukuran besar butir penyusun batuan sedimen, artinya bila semakin seragam ukurannya dan besar butirnya maka pemilahan semakin baik.

5.6. Porositas
Porositas adalah tingkatan banyaknya lubang (porous) rongga atau pori-pori di dalam batuan. Batuan dikatakan mempunyai: porositas tinggi apabila pada batuan itu banyak dijumpai lubang (vesicles) atau pori-pori. Sebaliknya, batuan dikatakan mempunyai porositas rendah apabila kenampakannya kompak, padat atau tersemen dengan baik sehingga sedikit sekali atau bahkan tidak mempunyai pori-pori.

5.7. Permeabelitas
Permeabilitas adalah tingkatan kemampuan batuan meluluskan air (zat cair).

5. Batuan Sedimen Non Klastik


Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau bisa juga dari kegiatan organisme. Reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik. Pengendapan akibat perubahan kondisi kimia (pH lingkungan media pengangkutnya, air) oleh penguapan atau oleh biokimia. (Nikko, 2012)