Lampiran Perkap No 15 Th 2007 Ttg Naskah Dinas Di Lingkungan Polri

www.abdillahrifai.

com

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

www.abdillahrifai.com
1 SISTEMATIKA TATA CARA PENGETIKAN DAN TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH DINAS SERTA CONTOH FORMAT BAB I TATA CARA PENGETIKAN NASKAH DINAS A. JARAK B. NOMOR HALAMAN C. LAMPIRAN D. GARIS BAWAH. E. GARIS PEMISAH F. GARIS PENUTUP G. UKURAN KERTAS H. UKURAN HURUF I. WARNA TINTA J. RUJUKAN/REFERENSI/DASAR K. NOMOR KOPI L. PENULISAN BILANGAN M. SUSUNAN DAN CARA PENOMORAN BAGIAN, BAB, DAN PASAL N. KATA PENYAMBUNG (CATCHTWORD) O. KOPSTUK. P. TAJUK TANDA TANGAN. TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH DINAS A. PERATURAN B. KEPUTUSAN C. INSTRUKSI D. PERINTAH HARIAN/AMANAT ANGGARAN E. SURAT EDARAN F. SURAT PERINTAH/SURAT TUGAS G. LAPORAN H. SURAT I. NOTA DINAS J. SURAT TELEGRAM K. MAKLUMAT L. PENGUMUMAN M. SURAT PENGANTAR N. TELAAHAN STAF O. NASKAH DINAS LAINNYA CONTOH FORMAT NASKAH DINAS GAMBAR LAMBANG TRIBRATA CAP DINAS CONTOH FORMAT PERLENGKAPAN TATA PERSURATAN PENULISAN NAMA SATUAN ORGANISASI, NAMA JABATAN, NAMA PEJABAT DAN PETUNJUK UNIT ORGANISASI BAB I ....

BAB II

BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII

www.abdillahrifai.com
2 BAB I TATA CARA PENGETIKAN NASKAH DINAS A. JARAK Pengetikan naskah dinas memperhatikan kerapian dan urutan penyusunannya sebagai berikut: 1. jarak dari tepi atas kertas ke tulisan ditetapkan tiga spasi dari tepi atas kertas untuk mesin ketik manual atau satu setengah sentimeter untuk komputer. Tulisan paling atas adalah klasifikasi/kopstuk/nomor halaman dan jenis naskah dinas tersebut atau gambar lambang Tribrata; jarak dari tepi bawah kertas ke tulisan ditetapkan tiga spasi atau sekurang–kurangnya dua spasi dari tepi bawah kertas untuk mesin ketik manual atau satu setengah sentimeter untuk komputer. Tulisan paling bawah adalah kata penyambung/klasifikasi atau nomor halaman; jarak dari tepi kiri kertas ke tulisan ditetapkan minimal sepuluh ketukan dan maksimal lima belas ketukan dari sisi kiri kertas untuk mesin ketik manual atau dua setengah sentimeter untuk komputer; jarak dari tepi kanan kertas ke tulisan ditetapkan sekurang–kurangnya lima ketukan dari sisi kanan kertas untuk mesin ketik manual atau satu setengah sentimeter untuk komputer. Jika digunakan bolak-balik, untuk halaman ganjil, ruang tepi kanan kertas sekurang-kurangnya sepuluh ketukan dan sebanyak–banyaknya lima belas ketukan untuk mesin ketik manual (pengetikan pada sheet stensil) atau satu setengah sentimeter untuk komputer; jarak spasi/spasi antar baris, yaitu: a. spasi atau Spasi Vertikal 1) 2) 3) satu spasi (dua gigi) untuk mesin ketik manual adalah satu spasi pada mesin komputer; spasi digunakan untuk pengetikan naskah akhir (bukan konsep) suatu naskah dinas; dan jika isi naskah dinas tidak terlalu panjang dan demi keserasian, pengetikannya dapat menggunakan satu setengah spasi (tiga gigi) pada mesin manual atau satu setengah spasi untuk mesin komputer.

2.

3.

4.

5.

b.

dua spasi (empat gigi) untuk mesin manual atau dua spasi untuk mesin komputer digunakan antara: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) pasal dengan pasal; pasal dengan subpasal; subpasal dengan sub–subpasal; u.p. dengan teks di bawahnya; kepala samping dengan teks di bawahnya; kelompok rujukan dengan lampiran; dan kelompok alamat Kepada dengan Tembusan apabila keduanya berada di sebelah kiri bawah halaman. c. tiga ......

www.abdillahrifai.com
3 c. tiga spasi (enam gigi) pada mesin manual atau tiga spasi pada mesin komputer digunakan antara: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) d. tepi atas kertas dengan kopstuk; tepi atas dengan nomor halaman; nomor halaman dengan kalimat di bawahnya; tepi atas kertas dengan klasifikasi; tepi bawah kertas dengan klasifikasi; klasifikasi dengan kopstuk; klasifikasi dengan nomor halaman; baris terakhir dengan kepala samping; baris terakhir kepala tengah; baris terakhir dengan kata penyambung; tepi bawah kertas dengan catchword; tepi bawah kertas dengan klasifikasi; baris terakhir dengan tajuk tanda tangan; dan baris terakhir dengan catchword.

satu ketukan diadakan: 1) 2) 3) 4) sebelum titik dua; sesudah koma; sesudah catchword; dan sebelum dan sesudah tanda kurung.

e.

dua ketukan diadakan: 1) 2) sesudah titik koma; dan sesudah titik dua.

f.

tiga ketukan diadakan sesudah titik kecuali pada alamat,khusus pengetikan dengan komputer agar memperhatikan jarak dan ketentuan sesuai sistem program komputer yang sepadan dengan ketentuan minu Polri.

6. 7. B.

awal dimulainya huruf pertama pada ketukan keenam; kepala/judul, susunan bab, susunan pasal atau subpasal dan lain-lain.

NOMOR HALAMAN 1. Jika suatu naskah dinas terdiri atas lebih dari satu halaman, lembar ke dua dan seterusnya diberi nomor halaman dengan angka tanpa tambahan tanda lain. Nomor halaman dituliskan di tengah atas halaman kertas. Jika naskah dinas tersebut memiliki tingkat klasifikasi tertentu, misalnya Rahasia, nomor halaman yang berada di tengan atas halaman kertas diletakkan di bawah klasifikasi. 4. Seluruh .....

2. 3.

Khusus untuk naskah dinas yang berlampiran.www. halaman satu. lampiran dapat diikuti dengan sublampiran. Garis bawah ialah garis yang diletakkan di bawah kata untuk menunjukkan kata tersebut mempunyai arti penting. lampiran naskah diakhiri dengan kelompok penutup sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelompok penutup naskah dimaksud (tanpa alamat yang dituju/tembusan). termasuk lampirannya (ketentuan tersebut tidak berlaku jika naskah dinas dicetak menjadi buku atau himpunan). TANGGAL. dua. BULAN. GARIS BAWAH. laporan.. sambutan. Contoh: pada halaman dua 2 LAMPIRAN A KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR : KEP/ /VII/2007 TANGGAL: JULI 2007 2. Jika dipandang perlu. Jika suatu naskah dinas memiliki lampiran. D. . dan nota dinas pada halaman ke dua dan seterusnya sejajar sebelah kanan nomor halaman harus ditambah dengan jenis naskah dinas yang bersangkutan yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.. dan seterusnya dari lampiran naskah dinas tersebut dituliskan kata LAMPIRAN dst…. seluruhnya dengan huruf kapital. 4. Seluruh naskah dinas..NOMOR . kecuali naskah dinas yang berbentuk Prinhar.abdillahrifai. kata yang memiliki arti penting diketik dengan huruf tebal sedangkan untuk penggunaan kata asing/ilmiah dicetak dengan huruf miring. halaman dua dan seterusnya tanpa kopstuk dan digarisbawahi.com 4 4. GARIS . Contoh: 2 SUBLAMPIRAN I LAMPIRAN A KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR : KEP/ /VII/2007 TANGGAL: JULI 2007 Jika sangat diperlukan.. dan TAHUN naskah dinas tersebut. Pada halaman dua. Contoh: 2 SURAT KAPOLRI NOMOR : B/ /VII/2007 TANGGAL: JULI 2007 C. E. kata LAMPIRAN dan seterusnya (garis paling atas) diletakkan sejajar dengan nomor halaman. amanat. yang dituliskan di sudut kanan atas atau pada halaman satu sejajar dengan kopstuk. Contoh: 2 SUB-SUBLAMPIRAN 1 SUBLAMPIRAN I LAMPIRAN A KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR : KEP/ /VII/2007 TANGGAL: JULI 2007 3. Apabila pengetikan dengan komputer. sublampiran dapat ditambah sub-sublampiran. LAMPIRAN 1.

. dan pengumuman. Pencantuman nomor kopi di sudut kanan atas halaman pertama/sampul seperti berikut : KOPI NOMOR . kuarto ganda (A3 – 420 x 297 mm). penandatanganan naskah dinas menggunakan pulpen (alat tulis) tinta hitam. UKURAN HURUF Khusus pengetikan naskah dinas dengan menggunakn komputer huruf yang digunakan berukuran minimal size font 12. laporan. Ukuran kertas yang secara resmi digunakan adalah A-4 = 297 x 210 mm. surat tugas. kata dasar dipakai untuk surat perintah. d. 2. Semua naskah dinas menggunakan kertas putih. NOMOR KOPI 1. Pada dasarnya semua naskah dinas yang mempunyai tingkat klasifikasi rahasia harus diberi nomor kopi pada halaman pertama (kecuali surat). KOPI. 3.. semua bentuk naskah dinas menggunakan tinta hitam. L.. c. dan kata mengingat dipakai untuk peraturan. folio ganda (430 x 330 mm). setengah kuarto A5 – 210 x 148 mm). atau e. RUJUKAN/REFERENSI/DASAR Rujukan/referensi/dasar terdiri atas tulisan atau naskah lain yang dijadikan dasar penyusunan naskah dinas.www. misalnya garis penutup pada kopstuk dan perihal. GARIS PEMISAH. b. H. 3. 1. G. Penyebutan nomor kopi dilakukan untuk menunjukkan bahwa naskah dinas dibuat dalam jumlah terbatas. 3. Dalam keadaan tertentu dan untuk kepentingan tertentu.abdillahrifai. folio ( 330 x 215 mm).. naskah yang didistribusikan terbatas. PENULISAN . WARNA TINTA Cap dinas dan tanda tangan menggunakan warna tinta sebagai berikut: 1. UKURAN KERTAS 1. 4.. 2. digunakan kertas dengan ukuran: a. Garis pemisah ialah garis yang digunakan untuk memisahkan suatu kelompok kata dengan kelompok kata di bawahnya.... I. 3. misalnya Rahasia Jabatan. nota dinas. keputusan dan instruksi. 2. kata referensi dipakai untuk surat telegram. J. 2. cap dinas menggunakan tinta ungu. kuarto. kata rujukan dipakai untuk surat. .com 5 E. surat edaran. surat izin. F. GARIS PENUTUP Garis penutup ialah garis yang menutup kelompok kata. DARI . K.

1. Bagian selalu dibuat di halaman baru.. Dalam susunan ini Bagian merupakan kelompok terbesar yang terdiri atas beberapa bab. diberi tanda titik dan ditulis dengan angka. logistik. Bab diberi nomor urut dengan angka Romawi dan dituliskan di tengah halaman dengan huruf kapital tanpa titik. SUSUNAN DAN CARA PENOMORAN BAGIAN. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran mengikuti cara berikut: Contoh: Tahun 80–an atau tahun delapan puluhan. dan 3) huruf . M. Jika perlu. Benar: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Bagian dan Bab dicantumkan di tengah halaman.abdillahrifai. lima ribu. DAN PASAL 1.. Bab terdiri atas sejumlah pasal. 3.. Salah: 21 orang hilang dalam peperangan itu. 2. seperti 0. Nomor Pasal/Subpasal/Sub–subpasal a. PENULISAN BILANGAN 1. dua.com 6 L.3. Bagian Kesatu. bagian dan nomornya dituliskan di tengah halaman dengan menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak ditempatkan pada awal kalimat.. dua ratus. Bilangan yang dapat dinyatakan dengan sebanyak-banyaknya dua kata dituliskan dengan huruf. Uang 5000–an atau uang lima ribuan. seratus. Contoh: Salah Benar Abad ke XX Abad XX Abad 20 Abad ke–20 Abad kedua puluh Bilangan pada awal kalimat harus dituliskan dengan huruf. Bagian Kedua dan seterusnya. 4. Pasal diberi nomor dengan angka Arab ditulis di kiri atau di tengah halaman dan diberi tanda titik (. Demi keseragaman.2. Contoh: satu. Pasal dicantumkan di samping kiri atau di tengah halaman. bilangan yang terdiri atas tiga kata atau lebih harus dituliskan dengan angka. 5. huruf pertama teks dimulai pada ketukan keenam. 3. 5. Nomor Pasal 1) 2) nomor pasal diketik di ruang tepi kiri atau di tengah.50 Penulisan dalam angka dan huruf hanya untuk hal–hal khusus yang menyangkut perbendaharaan.www. dan 0. tiga. contoh Salah: 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. dan sejenisnya. tetapi dua puluh satu harus dituliskan 21 Bilangan desimal dituliskan dengan angka. .15. dan pasal terdiri atas sejumlah subpasal dan seterusnya. 6. 0. Urutan tersebut bersifat mutlak. seperti berikut. 2. 4. Benar: Dalam peperangan itu 21 orang hilang. penulisan bab tidak boleh dilakukan pada baris terakhir. BAB. contoh BAB I dan BAB II.).

Susunan Kopstuk a. Nomor Subpasal 1) 2) 3) nomor subpasal ditulis dengan huruf kecil (menurut abjad).. huruf pertama diketik pada ketukan keempat setelah kurung tutup. sedangkan nomor sub-subpasal dituliskan dengan huruf kecil dan diakhiri dengan kurung tutup dan diketik tepat di bawah huruf pertama teks dari sub-subpasal tanpa tanda titik. 3. di kanan bawah. Kopstuk Polres di jajaran Polda Metro Jaya nama satuan organisasi satu tingkat di atasnya dapat disingkat. Kopstuk . pada umumnya kopstuk dibuat di sudut kiri atas kertas (khusus kopstuk nama jabatan dapat dibuat di tengah atas kertas) pada halaman pertama naskah dinas dan dibuat simetris. dan huruf pertama baris kedua dan selanjutnya diketik di bawah huruf pertama kata/kalimat di atasnya. baris terpanjang 41 ketukan. Jika naskah dinas terdiri lebih dari satu halaman. pengetikan pertama ditulis nomor (apabila ada) diikuti kata pertama halaman berikutnya diikuti lima tanda titik. c. Kopstuk untuk Satuan organisasi di lingkungan Mabes Polri.. b. KATA PENYAMBUNG (CATCHTWORD) 1.www. termasuk jarak antarkata. 2. 4.. dan nama satuan organisasi setingkat lebih tinggi dituliskan di atas nama satuan organisasi yang bersangkutan. 2) N. pada akhir setiap halaman. Nomor Sub-subpasal dan Sub-subpasal 1) nomor sub-subpasal ditulis dengan angka arab dan diberi kurung tutup. dan kewilayahan ditulis lengkap dengan menyebutkan terlebih dahulu nama satuan organisasi satu tingkat di atasnya.com 7 3) b. namun khusus penulisan alamat dan kode pos dengan huruf kecil. ditulis kata pertama dari halaman berikutnya. Kopstuk nama satuan organisasi ditulis lengkap dengan huruf kapital. 5. c.abdillahrifai. diketik pada ketukan keenam dari ruang tepi kiri dan diberi tanda titik. huruf pertama baris kedua dan seterusnya diketik di bawah huruf pertama kata/kalimat di atasnya. kopstuk dibuat sebanyak-banyaknya tiga baris. Apabila kata pertama dari halaman berikutnya berupa nomor pasal atau huruf kapital atau ada garis bawah penulisannya juga dengan cara yang sama. O. kemudian nama satuan organisasi yang bersangkutan.. huruf pertama diketik pada ketukan kedua belas. . KOPSTUK 1. 2.

n Kapolda). b. Contoh penulisan kopstuk tingkat Mabes Polri.abdillahrifai. Contoh penulisan kopstuk tingkat Kewilayahan 1) Kopstuk nama jabatan Kapolda Gambar Lambang Tribrata Warna Hitam KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KEPULAUAN RIAU 2) kopstuk nama satuan organisasi (untuk naskah dinas bentuk Surat dan Surat Pengantar yang ditandatangani Kapolda/a.. a. Kapolri). Singkatan yang dimaksud dalam penulisan kopstuk.n. 7. Kopstuk nama satuan organisasi ditulis dengan jarak: a. 9.www.. Kepolisian Negara Republik Indonesia disingkat Polri. Apabila jumlah hurufnya melebihi 41 ketuk. tiga spasi dari tepi atas kertas tetapi untuk beberapa jenis naskah dinas diawali gambar lambang Tribrata. 8.. Kebayoran Baru. antara lain. kopstuk nama satuan organisasi disusun sedemikian rupa dan tidak melebihi tiga baris. 6. Kopstuk Polsek dan Pospol di lingkungan Polri mencantumkan terlebih dahulu nama satuan organisasi satu tingkat di atasnya (dapat disingkat). c.com 8 5. Gambar . 1) kopstuk nama jabatan Kapolri Gambar Lambang Tribrata Warna Emas KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 2) kopstuk nama satuan organisasi (untuk naskah dinas bentuk Surat dan Surat Pengantar yang ditandatangani kapolri/a. Jakarta 12110 d. Gambar Lambang Tribrata Warna Hitam KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR Jalan Trunojoyo 3.dan Metropolitan Jakarta Raya dan Sekitarnya disingkat Metro Jaya. . tidak termasuk nama jalan dan kode pos.. minimal sepuluh ketukan dari tepi kiri kertas. Kopstuk nama satuan organisasi diakhiri dengan garis penutup sepanjang baris huruf yang terpanjang dengan jarak setengah spasi. b.

. 1. dan atas perintah. tajuk tanda tangan disusun dari atas ke bawah. tidak termasuk pada naskah dinas bentuk surat telegram.n.. STNK dan lain–lain).......H. kecuali apabila naskah dinas ditandatangani dengan bentuk limpahan wewenang.. Padang Kode Pos 4) Kopstuk nama satuan organisasi (untuk naskah dinas untuk naskah dinas bentuk Surat dan Surat Pengantar yang ditandatangani Kapolsek)... Gambar Lambang Tribrata Warna Hitam POLRI DAERAH SULAWESI TENGAH RESOR PALU SEKTOR PALU TIMUR Jalan .... terdiri atas nama jabatan... 2..... atau karena penulisan nama jabatan lengkap akan melebihi ketentuan 48 ketukan... Gambar Lambang Tribrata Warna Hitam KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT RESOR KOTA PADANG Jalan M. Penulisan tajuk tanda tangan... b.. TAJUK TANDA TANGAN.. dan pada kertas formulir ukuran kecil (KTA. d. Penulisan tajuk tanda tangan dibuat dengan huruf kapital kecuali tulisan atas nama............ untuk beliau. tajuk tanda tangan ditempatkan di sebelah kanan bawah setelah kalimat terakhir pada kelompok isi naskah dinas.www. Semarang 50243 3) Kopstuk nama satuan organisasi (untuk naskah dinas untuk naskah dinas bentuk Surat dan Surat Pengantar yang ditandatangani Kapolres/a... penandatanganan sendiri.. Tata penulisan penandatanganan naskah dinas sebagai berikut: a.. Nama Jabatan pada baris pertama tidak boleh disingkat kecuali bentuk surat telegram.dan e. Yamin. .. Contoh ..com 9 Gambar Lambang Tribrata Warna Hitam KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA TENGAH Jalan Pahlawan 1. Kapolres)..... baris terpanjang dalam tajuk tanda tangan memuat 48 ketukan. c. penulisan nama jabatan dibuat dalam satu baris... a.... 1.S.abdillahrifai. pengecualian tersebut.. SIM. tanda tangan dan nama pejabat dengan pangkat dan/atau tanpa NRP/NIP (Pati tanpa NRP)....... Kode Pos P.

(a dan p ditulis dengan huruf kecil dan masingmasing diikuti tanda titik).p.b.n. pada dasarnya dipakai untuk tulisan dinas berbentuk surat yang materinya menyangkut masalah rutin dan berlaku intern di lingkungan Polri.p.www. diletakkan di depan dan sebaris dengan nama jabatan pejabat pelimpah wewenang). ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 c. KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI KAURBINNIS KOMPOL NRP 58100335 BAB II …. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KADIVPROPAM u. Atas perintah ditulis dengan singkatan a. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KASETUM Drs. u.n. Pelimpahan wewenang bentuk a. penandatanganan atas nama (pelimpahan wewenang satu tingkat ke bawah).p. penandatanganan atas perintah. dibatasi dalam keadaan sangat mendesak dan sangat perlu. Contoh: a. Untuk beliau ditulis dengan singkatan u. c.abdillahrifai. tanggung jawab sepenuhnya pada pejabat pelimpah wewenang. Contoh: a. ENDANG WIDYAWATI . (a dan n ditulis dengan huruf kecil dan masing-masing diikuti tanda titik .. dipakai dengan syarat memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. KAPUSPROVOS NAMA PEJABAT PANGKAT d.b. b. diletakkan di antara dan di tengah dua pejabat yang diberi wewenang). Contoh: a. penandatanganan untuk beliau (pelimpahan wewenang dua tingkat ke bawah).b. (u dan b ditulis dengan huruf kecil dan masing-masing diikuti tanda titik. SUTANTO JENDERAL POLISI b.n. Atas nama ditulis dengan singkatan a.p.com 10 Contoh : bentuk penandatanganan sendiri KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Drs.n. pemakaian a. singkatan a.

konsiderans Peraturan Kapolri dapat memuat satu pokok pikiran yang isinya menunjuk pasal/subpasal dari peraturan perundangundangan yang memerintahkan pembuatannya. kata tentang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. . tentang …. Kelompok kepala terdiri atas: a... Kelompok konsiderans: a... diawali dengan kata Menimbang.). tiap-tiap pokok pikiran dirumuskan dalam rangkaian kalimat yang merupakan kesatuan pengertian..com 11 BAB II TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH DINAS A... nama jabatan pejabat yang mengeluarkan peraturan.. seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. f. Contoh: NOMOR 2 TAHUN 2007 (2 adalah nomor urut.. konsiderans.dan e. 2. memuat uraian singkat mengenai pokok pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan peraturan dimaksud. 2007 adalah angka tahun). e. kopstuk dengan gambar lambang Tribrata di tengah-tengah halaman. jika konsiderans memuat lebih dari satu pokok pikiran. g. dilakukan secara berurutan dalam satu tahun takwim.abdillahrifai. perlu menetapkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang …. seluruhnya ditulis dengan huruf kapital yang diletakkan di tengah margin dan diakhiri dengan tanda baca koma (. pembukaan yang terdiri frase DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA (seluruhnya ditulis dengan huruf kapital) diletakkan di tengah margin. c.. tiap-tiap .. Contoh: Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal … ayat . judul Peraturan (nama Peraturan Kapolri). d. d. kata Peraturan diikuti dengan nama jabatan/pejabat yang mengeluarkan peraturan seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. b. c. konsiderans. b. PERATURAN 1..www.. nomor.. Undang-Undang Nomor … Tahun .

c. b.. urutan pencantuman perlu memperhatikan tata urutan peraturan perundang-undangan dan jika tingkatannya sama disusun secara kronologis berdasarkan saat pengundangan atau penetapannya. 3. g.com 12 e. ……. Peraturan Pemerintah.. dasar hukum memuat dasar kewenangan pembuatan Peraturan Kapolri dan peraturan perundang-undangan yang memerintahkan pembuatan peraturan dimaksud. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b.. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. 4. d. b. f. kedua huruf u ditulis dengan huruf kapital.abdillahrifai. e. Diktum …. Undang-Undang. tiap-tiap pokok pikiran diawali dengan huruf abjad. Dasar hukum a. dan Peraturan Presiden perlu dilengkapi dengan pencantuman Lembaran Negara Republik Indonesia dan tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia yang diletakkan di antara tanda baca kurung. dan dirumuskan dalam satu kalimat yang diawali dengan kata bahwa dan diakhiri dengan tanda baca titik koma. dasar hukum diawali dengan kata Mengingat. peraturan perundang-undangan yang digunakan sebagai dasar hukum hanya peraturan perundang-undangan yang tingkatannya sama atau lebih tinggi. apabila tidak ada yang memerintahkan pembuatan Peraturan Kapolri dimaksud. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168)... 2. bahwa …. bahwa ….www.. maka cukup mencantumkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Presiden tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia. jika jumlah peraturan perundang-undangan yang dijadikan dasar hukum lebih dari satu. perlu menetapkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang. . penulisan Undang-Undang.. dan Contoh: Mengingat: 1. c. Contoh: Menimbang: a.

. Contoh: MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG …. 5. b. 3) nama peraturan perundang-undangan.. 2) kata menetapkan. dan 5) Ketentuan Penutup.abdillahrifai. Materi yang bersangkutan. Diktum a. kata memutuskan ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa spasi di antara suku kata dan diakhiri dengan tanda baca titik dua serta diletakkan di tengah margin.. d. b. d.com 13 4. diupayakan untuk masuk ke dalam bab yang ada atau dapat pula dimuat dalam bab tersendiri dengan judul yang sesuai dengan materi yang diatur. c.. dalam pengelompokan substansi sedapat mungkin dihindari adanya bab ketentuan lain atau sejenisnya. 4) Ketentuan Peralihan (jika diperlukan). f. diktum terdiri dari: 1) kata memutuskan. Batang tubuh a.. pengelompokan materi Peraturan dapat disusun secara sistematis dalam bab. urutan . bagian. 3) Sanksi Administratif (jika diperlukan). batang tubuh peraturan memuat semua substansi peraturan yang dirumuskan dalam Bab/pasal (sub pasal).. nama yang tercantum dalam judul peraturan dicantumkan lagi setelah kata menetapkan didahului dengan pencantuman jenis peraturan ditulis seluruhnya dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik. c. substansi dalam batang tubuh dikelompokkan ke dalam: 1) Ketentuan Umum. e.. pengelompokan materi dalam bab. kata menetapkan dicantumkan sesudah kata memutuskan yang disejajarkan ke bawah dengan kata menimbang dan mengingat huruf awal kata menetapkan ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik dua.. .. bagian. dan paragraf. dan paragraf dilakukan atas dasar kesamaan materi. 2) Materi Pokok yang diatur.www.

www. . atau 3) bab dengan bagian dan paragraf yang berisi pasal (sub pasal). satu ayat hendaknya hanya memuat satu norma yang dirumuskan dalam satu kalimat utuh dan jelas maksudnya.. k. huruf awal kata pasal yang digunakan sebagai acuan ditulis dengan huruf kapital. urutan bilangan. p. paragraf diberi nomor urut dengan angka Arab dan diberi judul serta diletakkan pada tengah margin. huruf awal kata bagian.com 14 f. dalam . q. dapat pula dipertimbangkan penggunaan rumusan dalam bentuk tabulasi. materi Peraturan lebih baik dirumuskan dalam banyak pasal yang singkat dan jelas daripada ke dalam beberapa pasal yang masingmasing pasal memuat banyak ayat. l. o. kecuali jika materi yang menjadi isi pasal itu merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. pasal dapat dirinci ke dalam beberapa ayat. urutan pengelompokan adalah sebagai berikut: 1) bab dengan pasal (sub pasal) tanpa bagian dan paragraf.abdillahrifai. m. dan setiap awal kata pada bagian judul ditulis dengan huruf kapital. Contoh: Bagian Kesatu Pengawasan dan Pengendalian g. s. j. h. pasal merupakan satuan aturan dalam Peraturan yang memuat satu norma dan dirumuskan dalam satu kalimat yang disusun secara singkat.. r. dan diletakkan pada tengah margin. Contoh: Paragraf I Pengawasan i.. 2) bab dengan bagian dan pasal (sub pasal) tanpa paragraf. jelas dan lugas. huruf awal dari kata paragraf dan setiap kata pada judul paragraf ditulis dengan huruf kapital. huruf awal kata ayat yang digunakan sebagai acuan ditulis dengan huruf kecil. jika satu pasal atau ayat memuat rincian unsur. ayat diberi nomor urut dengan angka Arab di antara tanda baca kurung tanpa diakhiri tanda baca titik.. pasal diberi nomor urut dengan angka Arab.. maka di samping dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan rincian. n.

setiap frase dalam rincian diawali dengan huruf kecil. kata dan. pembagian rincian (dengan urutan makin kecil) ditulis dengan abjad kecil yang diikuti dengan tanda baca titik. golongan I. yaitu makanan dan bahan makanan untuk manusia maupun satwa/hewan.. abjad kecil dengan tanda baca kurung tutup. Contoh: Pasal 4 (1) Kelompok barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) terdiri dari: a. jika rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian kumulatif dan alternatif. 2.com 15 s. jika suatu rincian dibagi lagi ke dalam unsur yang lebih kecil. dan/atau tidak perlu diulangi pada akhir setiap unsur atau rincian. pembagian rincian hendaknya tidak melebihi empat tingkat. Jika rincian melebihi empat tingkat. golongan II. setiap rincian diakhiri dengan tanda baca titik koma.abdillahrifai. b.. setiap rincian diawali dengan huruf (abjad) kecil dan diberi tanda baca titik.. angka Arab dengan tanda baca kurung tutup. 8) 9) 10) 11) 12) . jika rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian alternatif ditambahkan kata atau yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian terakhir. meliputi: 1. angka arab diikuti degan tanda baca titik. ditambahkan kata dan/atau yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian terakhir. dalam membuat rumusan pasal atau ayat dengan bentuk tabulasi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) setiap rincian harus dapat dibaca sebagai satu rangkaian kesatuan dengan frase pembuka. perlu dipertimbangkan pemecahan pasal yang bersangkutan ke dalam pasal atau ayat lain. jika unsur atau rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian kumulatif.. di belakang rincian yang masih mempunyai rincian lebih lanjut diberi tanda baca titik dua. atau. yang terdiri dari: a) perlengkapan . ditambahkan kata dan yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian kedua dari rincian terakhir.. maka unsur tersebut dituliskan masuk ke dalam.. kelompok barang bekal umum Polri. yaitu bekal perlengkapan perorangan dan lapangan.. kelompok .www.

dan 2) yang bersifat khas kesatuan .. ketentuannya sebagai barikut: ketentuan umum diletakkan dalam bab kesatu. 6) 7) 8) 9) . kata atau istilah yang dimuat dalam ketentuan umum hanyalah kata atau istilah yang digunakan berulang-ulang di dalam pasal (-pasal) selanjutnya. maksud.. . 2) 3) 4) 5) frase pembuka dalam ketentuan umum peraturan berbunyi: Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: jika ketentuan umum memuat batasan pengertian atau definisi. maka rumusan batasan pengertian atau definisi di dalam peraturan harus sama dengan rumusan batasan pengertian atau definisi yang terdapat di dalam peraturan lebih tinggi yang dilaksanakan tersebut. 1) Ketentuan Umum. ketentuan umum berisi: a) b) c) batasan pengertian atau definisi..abdillahrifai. singkatan. jika suatu pengertian atau definisi perlu dikutip kembali di dalam ketentuan umum suatu peraturan n. jika suatu kata atau istilah hanya digunakan satu kali. atau akronim berfungsi untuk menjelaskan makna suatu kata atau istilah maka batasan pengertian atau definisi. bagian atau paragraf tertentu. karena batasan pengertian atau definisi. singkatan.. dan karena itu harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan pengertian ganda.www. 10) urutan .com 16 a) perlengkapan perorangan.. dan tujuan. agar kata atau istilah itu diberi definisi.. b) t... dan diberi nomor urut dengan bilangan romawi dan diberi judul bab yang seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. hal-hal lain yang bersifat umum yang berlaku bagi pasal (-pasal) berikutnya antara lain ketentuan yang mencerminkan asas. namun kata atau istilah itu diperlukan pengertiannya untuk suatu bab. singkatan atau akronim lebih dari satu. singkatan atau akronim yang digunakan dalam peraturan.. maka masing-masing uraiannya diberi nomor urut dengan angka arab dan diawali dengan huruf kapital serta diakhiri dengan tanda baca titik.. atau akronim tidak perlu diberi penjelasan. yaitu: 1) yang bersifat umum Polri. ketentuan umum dapat memuat lebih dari satu pasal.

com 17 10) urutan penempatan kata atau istilah dalam ketentuan umum mengikuti ketentuan sebagai berikut : a) pengertian yang mengatur tentang lingkup umum ditempatkan lebih dahulu dari yang berlingkup khusus. 2) v. pasal yang memuat ketentuan peralihan ditempatkan sebelum pasal yang memuat ketentuan penutup.abdillahrifai. ketentuan peralihan dimuat dalam bab ketentuan peralihan dan ditempatkan sebelum bab Ketentuan Penutup. dengan ketentuan: 1) 2) 3) w. ketentuan penutup ditempatkan dalam pasal (-pasal ) terakhir.. maupun sesudah Peraturan Kapolri yang baru itu dinyatakan mulai berlaku.www. Ketentuan Peralihan. Ketentuan Penutup. tunduk pada ketentuan Peraturan Kapolri yang baru. pengertian yang terdapat lebih dahulu di dalam materi pokok yang diatur ditempatkan dalam urutan yang lebih dahulu. materi pokok yang diatur dapat dibagi dalam beberapa bab. b) c) u. dan jika tidak ada pengelompokkan bab. Pembagian bab berdasarkan kriteria/urutan/kronologis dari materi yang akan diatur.. pada saat.. segala hubungan hukum yang ada atau tindakan hukum yang terjadi baik sebelum. pada umumnya ketentuan penutup memuat ketentuan mengenai : a) b) status peraturan yang sudah ada. agar Peraturan Kapolri tersebut dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan permasalahan hukum. Materi Pokok yang diatur. Jika dalam Peraturan Kapolri tidak diadakan pengelompokan bab. ketentuan peralihan memuat penyesuaian (mengisi kekosongan hukum) terhadap peraturan Kapolri yang sudah ada pada saat peraturan Kapolri baru mulai berlaku. dengan ketentuan : 1) materi yang akan diatur ditempatkan langsung setelah bab ketentuan umum. dengan ketentuan: 1) 2) . materi pokok yang diatur diletakan setelah pasal (pasal) ketentuan umum. dan saat mulai berlaku Peraturan. Jika tidak diadakan pengelompokan bab. ketentuan penutup ditempatkan dalam bab terakhir.. 3) Jika . pada saat Peraturan Kapolri dinyatakan mulai berlaku. dan pengertian yang mempunyai kaitan dengan pengertian di atasnya diletakkan berdekatan secara berurutan.

tanda tangan pejabat... dapat dipertimbangkan cara penulisan dengan rincian dalam bentuk tabulasi. Contoh .. Penutup. tempat dan tanggal pengesahan atau penetapan diletakkan di sebelah kanan tanpa garis penutup. : . yang memuat: 1) 2) 3) 4) tempat dan tanggal pengundangan. d. a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. nama lengkap pejabat yang menandatangani. Pol.. maka Peraturan Kapolri No. 4) 5) 6) 7) 6. tanda tangan. tentang .. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Juli 2007 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.. . nama jabatan..com 18 3) jika materi dalam peraturan baru menyebabkan perlunya penggantian seluruh atau sebagian materi dalam peraturan baru harus secara tegas diatur mengenai pencabutan seluruh atau sebagian peraturan.. b. dan nama lengkap pejabat yang menandatangani. nama dan pangkat pejabat ditulis dengan huruf kapital. SUTANTO JENDERAL POLISI f. penandatanganan pengesahan atau penetapan Peraturan memuat: 1) 2) 3) 4) c. pada dasarnya setiap Peraturan Kapolri mulai berlaku pada saat peraturan yang bersangkutan disahkan. pada sebelah kiri di bawah nama pejabat penandatangan Peraturan Kapolri dicantumkan pengundangan Peraturan Kapolri dalam Berita Negara Republik Indonesia. jika jumlah Peraturan yang dicabut lebih dari 1 (satu). e..abdillahrifai. nama jabatan yang berwenang mengundangkan. Peraturan Kapolri hanya dapat dicabut dengan Peraturan Perundang-undangan yang tingkatannya sama atau lebih tinggi. tempat dan tanggal pengesahan atau penetapan. pada akhir nama jabatan diberi tanda baca koma. Drs... rumusan pencabutan diawali dengan frase Pada saat Peraturan Kapolri ini mulai berlaku.www. nama jabatan. penutup merupakan bagian akhir Peraturan..

.. yaitu: 1) Pasal I.... c.. ANDI MATTALATTA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN . untuk ayat ditambahkan huruf kecil yang diletakkan diantara tanda baca kurung.. tentang ...... diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: 2. . apabila materi berubah sebagian atau kurang dari 50 %. b... Pada akhir lampiran harus dicantumkan nama dan tanda tangan pejabat yang mengesahkan/menetapkan Peraturan tersebut..... harus dinyatakan di dalam batang tubuh dan pernyataan bahwa lampiran tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peraturan tersebut.. nomor . Ketentuan Pasal 3. dan penulisan pasal baru ditambahkan huruf kapital.... Pasal II. Contoh: Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor . perubahan dilakukan....... Jika dalam peraturan ditambahkan atau disisipkan Bab. a... maka perubahan tersebut dicantumkan pada tempat yang sesuai dengan materi yang bersangkutan. kata Keputusan diikuti dengan nama jabatan/pejabat yang mengeluarkannya.. NOMOR . b. 8. KEPUTUSAN Susunan Keputusan sebagai berikut: 1. memuat judul peraturan yang akan diubah.www. 7. Kelompok Kepala surat terdiri atas: a.. 2) c. Perubahan. kopstuk dengan gambar lambang Tribrata..... Dalam hal Peraturan Kapolri memerlukan lampiran. B...com 19 Contoh: Diundangkan di Jakarta pada tanggal Agustus 2007 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. Tahun . Lampiran....abdillahrifai. memuat ketentuan tentang saat mulai berlaku.. diubah sebagai berikut: 1.. seluruhnya ditulis dengan huruf kapital dan diberi garis bawah... paragraf atau pasal baru. bagian. pada dasarnya batang tubuh perubahan terdiri dari 2 pasal ditulis dengan angka romawi. ...

tempat dan tanggal ditetapkannya keputusan tersebut serta tajuk tanda tangan. seluruhnya dituliskan dengan huruf kapital. e. b. Jika perlu.. c. memuat uraian tentang perlunya ditetapkan Mengingat: memuat peraturan perundang-undangan sebagai dasar pengeluaran keputusan. C. 5. Menimbang: keputusan. dilakukan secara berurutan dalam satu tahun takwim dengan kode yang menunjukkan singkatan/nomor urut/bulan/tahun. 6. . Kelompok penutup terdiri atas : a. 2007 adalah angka Tahun). garis pemisah. Contoh: Nomor: Kep/17/VII/2007 (Kep adalah singkatan dari Keputusan. kata kepada Yth dan kata tembusan tidak digarisbawahi. 3. diikuti kata Menetapkan di tepi kiri. Menimbang memuat uraian tentang mengapa ditetapkannya instruksi tersebut. Kelompok diktum. 2.www. ditulis di tengah halaman dan tidak digarisbawahi.. 2 dan seterusnya.. 17 adalah nomor urut dan VII menunjukkan bulan. b. disusun seperti pada susunan keputusan. dimulai dengan kata MEMUTUSKAN seluruhnya dituliskan dengan huruf kapital (tidak diberi spasi). 2. 4. Nama jabatan. Kelompok konsiderans terdiri atas: a. dan tembusan disesuaikan dengan alamat yang diperlukan. dapat ditambah Memperhatikan yang memuat hal-hal yang perlu diperhatikan. setelah tanda titik dua (:) selanjutnya: ditulis KEPUTUSAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG … dan seterusnya. f. Setelah alamat terakhir diberi garis penutup sepanjang alamat terpanjang. d. kalimat judul keputusan. c. d. distribusi disesuikan dengan alamat surat dan dilaksanakan oleh Kasetum Polri setelah diberi autentik. Mengingat . pejabat yang mengeluarkan keputusan. b. kata tentang ditulis dengan huruf kecil. Kelompok isi ketetapan disusun dalam bentuk: Tanpa bab dan pasal dengan menggunakan nomor 1. Kelompok konsiderans terdiri atas: a. sepanjang kalimat judul. seluruhnya dituliskan dengan huruf kapital. Kelompok kepala.. nomor.abdillahrifai. INSTRUKSI Susunan Instruksi sebagai berikut: 1. singkatan Kep diganti dengan Ins.com 20 c.

2. SURAT EDARAN Susunan Surat Edaran adalah sebagai berikut: 1. kemudian nomor surat edaran ditulis di bawahnya. Kelompok isi terdiri atas rujukan dan seterusnya (sesuai dengan materi yang akan diberitahukan) sampai dengan kalimat penutup. Kelompok isi dimulai dengan kata MENGINSTRUKSIKAN. Kelompok kepala terdiri atas: a. c. namun bukan Amanat Anggaran. . Perintah Harian atau Amanat Anggaran dibuat di atas kertas dengan kopstuk nama jabatan dengan susunan sebagai berikut : a. kata Surat Edaran di bawah gambar lambang Tribrata seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. Perintah Harian atau Amanat Anggaran tidak memerlukan nomor dan tembusan. Kelompok penutup berisikan tempat dan tanggal ditetapkannya instruksi tersebut serta tajuk tanda tangan. diketik di tengah halaman.. kelompok Penutup terdiri atas tempat dan tanggal pengeluaran Perintah Harian /Amanat Anggaran tersebut serta tajuk tanda tangan. 4. Mengingat berinduk kepada peraturan dan keputusan (memuat keputusan sebagai dasar dikeluarkannya instruksi). kopstuk dengan gambar lambang Tribrata. Distribusi dan tembusan sesuai dengan alamat yang telah ditentukan. b. b. kata tentang yang diletakkan di bawah Surat Edaran seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Kelompok …. kata perintah harian dan baris pemisah sepanjang kalimat judul. atau amanat anggaran/judul seluruhnya ditulis dengan huruf kapital.abdillahrifai.com 21 b. serta penegasan. c. dan kalimat judul yang diletakkan di bawah kata tentang seluruhnya ditulis dengan huruf kapital dan diberi garis pemisah dengan kalimat di bawahnya sepanjang kalimat judul. kelompok Isi terdiri atas kalimat pembuka. kelompok Kepala surat terdiri atas Kopstuk nama jabatan di bawah gambar lambang Tribrata dan pangkat pejabat yang menandatangani naskah dinas tersebut. kata Kepada diketik di sebelah kiri diikuti pejabat yang menerima instruksi. serta didistribusikan kepada seluruh jajaran Polri. penandatangan dilakukan oleh Kepala Satuan Organisasi/Pemberi amanat. 3. D. Khusus untuk naskah dinas bentuk Amanat. 5. 3. E. 2.www. d. selanjutnya kata Untuk yang diikuti arahan instruksi yang dikehendaki. harapan. PERINTAH HARIAN/AMANAT ANGGARAN 1. pernyataan kehendak atau pesan kemudian ucapan terima kasih.

com 22 3. Diktum. Setelah uraian kalimat tugas. Kelompok penutup terdiri atas: a. apabila lebih mempergunakan daftar lampiran. 2) 3) 4) d. meliputi pertimbangan dan dasar. nomor: Sprin/Sgas dituliskan langsung setelah garis pemisah. Konsiderans. yang seluruhnya dituliskan dengan huruf kapital. Kelompok penutup terdiri atas: 1) 2) 3) tempat dan tanggal surat perintah/surat tugas dikeluarkan. 4. b. a. konsiderans…. a. c. tajuk tanda tangan. 2. yang perlu diperhatikan: . 3 merupakan Nomor urut. Nomor: SE/3/VII/2007 (SE singkatan dari Surat Edaran.abdillahrifai. Susunan surat perintah atau surat tugas sebagai berikut. b. pejabat yang Penomoran dan Distribusi SURAT PERINTAH/SURAT TUGAS 1. kata surat perintah atau surat tugas. Tata cara penomoran Surat Edaran dilakukan secara berurutan dalam satu tahun takwim. F. Dalam pembuatan Sprin/Sgas. Kelompok Kepala terdiri atas: 1) 2) 3) b. Contoh.. dan tajuk tanda tangan dan distribusi. surat perintah atau surat tugas diakhiri kata Selesai di bawah kata Untuk. tempat dan tanggal dikeluarkannya Surat Edaran. Pertimbangan memuat alasan atau tujuan dikeluarkannya Sprin/Sgas. di bawah kata Kepada dituliskan Untuk disertai tugas yang harus dilaksanakan oleh personel yang mendapat perintah/tugas tersebut. sedangkan dasar memuat ketentuan yang dijadikan landasan dikeluarkannya naskah dinas tersebut. Surat Edaran didistribusikan kepada semua tercantum di dalam alamat dan tembusan. a. penulisan nama pejabat/personel yang menerima perintah/tugas maksimal lima pejabat/personel. 2007 adalah angka tahun). dengan ketentuan: 1) dituliskan di tengah dan seluruhnya huruf besar tanpa spasi dan tidak digarisbawahi. angka Romawi VII menunjuk angka bulan.dan kata Tembusan ditulis sejajar dengan nama pejabat yang menandatangani.www. diikuti kata Kepada di tepi kiri diikuti daftar nama atau nama personel atau jabatan pejabat yang menerima perintah/tugas. dimulai dengan kata DIPERINTAHKAN/DITUGASKAN. kopstuk dengan gambar lambang Tribrata.

d. a. dan penutup yang memuat harapan dan ucapan terima kasih. tempat. konsiderans memuat Pertimbangan dan Dasar. 3. tugas yang dilaksanakan. Nomor ….dan b. Kelompok penutup terdiri atas: a. misalnya Laporan kekuatan personel. perbendaharaan.com 23 a. kopstuk untuk surat biasa disertai nama jalan/alamat (dengan Kode Pos) dan gambar lambang Tribrata (di atas kopstuk). mingguan. bulan. tempat dan tanggal pembuatan laporan. 2. kopstuk dengan gambar lambang Tribrata.dan surat perintah/surat tugas pada umumnya tidak berlaku lagi setelah perintah atau tugas yang termuat di dalamnya selesai dilaksanakan. dan materiil. bulanan dan lain-lain. serta hal yang perlu dilaporkan. tingkat klasifikasi dicantumkan di tengah atas dan tengah bawah halaman. judul laporan ditulis dengan huruf kapital di tengah halaman. Kelompok Kepala atau kepala surat terdiri atas: a. Kelompok Kepala terdiri atas: a. kesimpulan dan saran sebagai bahan pertimbangan. b. 5. LAPORAN Susunan laporan sebagai berikut: 1. G. . b. 4. b. b. dasar serta ruang lingkup. tanggal.www. kopstuk nama Jabatan hanya digunakan untuk surat yang ditandatangani oleh Kapolri/Kapolda/Kepala satuan dalam hal-hal khusus. dan tahun pembuatan surat. pendahuluan. b. dan kepada atasan langsung dan pejabat lain yang ada hubungannya dengan isi laporan tersebut. Kelompok isi terdiri atas: a. memuat penjelasan umum. maksud dan tujuan. d.. c. faktor yang mempengaruhi dan hambatan yang dihadapi . SURAT Susunan surat. sebagai berikut: 1. H. penugasan personel non organik/anggota Bhayangkari menggunakan Surat Tugas. hasil yang dicapai. tajuk tanda tangan. c. ditulis dengan huruf kapital (khusus klasifikasi BIASA tidak perlu ditulis). c. dengan menggunakan surat pengantar sehingga nomor yang digunakan adalah nomor surat pengantar.abdillahrifai. e. laporan berkala. b. Penomoran dan Distribusi disampaikan: a. Macam laporan. c. laporan khusus. misalnya laporan harian.

. Kelompok isi terdiri atas: a. 5. d. kalimat pembuka untuk surat yang ditujukan kepada satuan organisasi di lingkungan Polri/TNI dimulai dengan kata rujukan (nomor urut satu). bulan dituliskan dengan angka Romawi. Lampiran. misalnya tanpa menggunakan nomor urut. dan perihal.dan tembusan (apabila perlu). klasifikasi. Uraian Nomor. 2) bulan ditulis dengan huruf secara lengkap. isinya terdiri atas kalimat-kalimat yang diawali dengan nomor urut. kecuali huruf pertama.. 3.) apabila perlu. pangkat dan NRP/NIP (khusus Pati tanpa NRP). derajat (apabila perlu dan dalam bentuk stempel). Uraian Tempat. dan Tahun. Tanggal. b. surat yang dialamatkan kepada alamat di luar instansi Polri dapat menggunakan bentuk umum. 2. a. dan c. nama. d. 1) tanggal ditulis dengan angka arab.. bulan. kalimat penutup surat yang ditujukan kepada pejabat di lingkungan Polri/TNI adalah Demikian untuk menjadi maklum. lampiran. surat yang ditujukan kepada satuan organisasi Polri/TNI. tahun pembuatan surat. mohon kabar. Nomor.www. Kata–kata ucapan terima kasih.an 3) tahun ditulis dengan angka arab tanpa titik. c. b. 2) 3) 4) nomor urut dalam satu tahun takwim. 4. Bulan. tanggal. dan tahun ditulis sejajar atau lurus dengan alamat pada kopstuk di sebelah kanan kertas. tanda tangan. dan lain–lain dimasukkan di nomor sebelum kalimat penutup. Tempat adalah kota tempat surat itu dibuat yang ditulis dengan huruf kecil. dan lain–lain. Tanggal. Tempat. Bulan.abdillahrifai. menggunakan kalimat penutup yang berisi ucapan terima kasih. cap jabatan.com 24 d. e.p. b. alamat. 5) Kode . nama jabatan. dan Tahun adalah waktu surat tersebut dibuat.. . f. Klasifikasi. dan Perihal a. g. c.dan untuk perhatian (u. Kelompok penutup yang terdiri atas tajuk tanda tangan di sebelah kanan bawah dan tembusan di sebelah kiri bawah meliputi: a. mohon kabar. e. Nomor 1) kode tingkat klasifikasi rahasia/biasa (R/B) dituliskan dengan huruf kapital.

penulisan jumlah lampiran yang terdiri atas satu atau dua kata harus ditulis dengan huruf. tetapi dapat dimengerti. Klasifikasi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c. penulisan kata Klasifikasi pada halaman pertama dapat diketik atau dicap.abdillahrifai. digunakan kata lembar. Apabila belum ditentukan. buku. dan 2) setelah kata perihal yang diikuti tanda titik dua ( : ) isi perihal ditulis dengan huruf kecil. atau disingkat sesuai ketentuan. kecuali huruf pertama dan diakhiri dengan titik serta diberi garis penutup sepanjang baris terpanjang dari kelompok kata isi perihal dan berjarak setengah spasi.www. Kasetum/Pejabat pengemban fungsi administrasi umum di satuan organisasi dapat mencantum kan klasifikasi menurut kepentingannya. Lima belas bendel 21 lembar b. dituliskan dalam huruf kapital. penulisan kata Klasifikasi khususnya produk untuk opsnal diletakkan di tengah atas atau bawah pada setiap halaman. tingkat klasifikasi untuk surat pengantar.com 25 5) Kode Satuan organisasi yang mengeluarkan surat dituliskan dengan huruf kecil. Contoh: Lampiran: d. klasifikasi ialah tingkat keamanan isi naskah dinas. dan dalam lampiran.. alamat ditulis lengkap. berkas. Lampiran 1) 2) Perihal 1) perihal memuat pokok persoalan surat yang dirumuskan sesingkat mungkin. alamat …. tingkat klasifikasi untuk Surat dan Surat Telegram dinyatakan dalam nomor dan ruang klasifikasi. b. sedangkan lampiran yang pengucapannya terdiri atas tiga kata atau lebih harus ditulis dengan angka . surat pengantar pun harus diberi nomor dan klasifikasi rahasia. Alamat a. dan bendel. panjang penulisan alamat tersebut masing–masing maksimal tiga baris. Jika naskah dinas berklasifikasi rahasia. kecuali huruf pertama dan tanpa diakhiri tanda titik. Apabila alamat yang dituju satu atau dua alamat. 6. klasifikasi suatu naskah dinas ditentukan oleh pejabat yang berhak menandatangani naskah dinas tersebut. khusus surat yang ditandatangani langsung oleh Kapolri atau Wakapolri mengatasnamakan Kapolri tanpa kode satuan organisasi. . sedangkan pada halaman ke dua dan seterusnya harus diketik. eksemplar. sama dengan tingkat klasifikasi naskah dinas yang diantar.

lurus dengan huruf pertama kata perihal di atasnya.com 26 b. dan nama kota yang ditulis tanpa tanda baca titik serta digarisbawahi. b.p. e. dan nama jabatan dituliskan berjarak tiga sentimeter dari tepi kanan kertas atau disesuaikan dengan nama/pangkat pejabat yang menandatangani naskah dinas tersebut. menyelesaikan surat yang tidak memerlukan kebijaksanaan langsung dari pimpinan. (atas nama). 8. huruf pertama pada baris pertama dimulai pada ketukan keenam. penulisannya lurus dengan huruf pertama nama tempat di atasnya. Untuk perhatian (u. pelimpahan wewenang menggunakan singkatan a. c. di. penulisan huruf u pada u. kecuali kata-kata Kepada. ditulis dengan huruf kecil dan penulisan alamat pejabat diawali dengan huruf kapital serta seluruhnya digarisbawahi tanpa titik. Isi surat a. dan u. nama jabatan pejabat yang memberikan pelimpahan wewenang ditulis lengkap. d.abdillahrifai. seluruhnya dalam huruf kapital dan tidak boleh disingkat kecuali untuk Surat Telegram atau nama jabatan yang hurufnya lebih dari 48 ketukan (disingkat dengan singkatan resmi yang berlaku).) digunakan untuk: a. penulisan nomor urut pada awal kalimat isi surat lurus dengan huruf pertama kata perihal di atasnya. b. menyelesaikan surat yang cukup diselesaikan oleh pejabat atau staf tertentu di lingkungan penerima surat. d. 7.p. dan baris kedua dimulai lurus dengan huruf pertama kata dalam kalimat di atasnya. apabila …. Huruf Y pada kata Yth. Nama jabatan pada tajuk tanda tangan a. Yth. dan penulisan u. b. b.n.. 9.b. singkatan a. (untuk beliau). c. d. 10. Penandatanganan atas nama pejabat a.n. nama jabatan ditulis lengkap dalam satu baris. seluruh alamat dituliskan dengan huruf kapital . penentuan mempermudah penyampaian surat oleh Sekretariat/pengemban fungsi kesekretariatan pada Bag/Subbag Renmin. .www. c.p. ditulis di depan nama jabatan tersebut. alamat yang ditujukan kepada para pejabat yang cukup banyak (lebih dari enam alamat) dituliskan dalam daftar lampiran atau satu per-satu setiap surat. c. dan kata Kepada dituliskan sejajar atau sebaris dengan kata perihal. seluruhnya dengan huruf kapital.

dan nama jabatan pejabat yang diberi pelimpahan wewenang tersebut dapat dituliskan dengan singkatan dan seluruhnya ditulis dengan huruf kapital.b.n. b. Cap jabatan a. seluruhnya ditulis dengan huruf kapital dan diberi garis bawah. dan lembar arsip tidak perlu dicap.. Nama pejabat. dan NRP/NIP a. 15. selain paraf konseptor. paraf konseptor disisipkan pada tempat yang memungkinkan pada kelompok penutup surat. pangkat seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. hanya digunakan setelah ada a. 11. Pengetikan vide draft hanya dipergunakan untuk pejabat selain pejabat tata usaha Satuan organisasi/Subsatuan organisasi yang menandakan persetujuan telah diperbaiki sesuai hasil koreksi. d. 14. Tembusan . 12. cap jabatan dibubuhkan di sebelah kiri tanda tangan sedemikian rupa sehingga menyinggung tanda tangan pejabat yang bersangkutan. ditambahkan NRP/NIP. Tanda tangan a.. dilimpahkan lagi kepada pejabat lain (hanya untuk orang ketiga dalam struktur organisasi).n. yang ditulis di tengah–tengah di bawah kata pejabat diatasnya ( u. e. nama pejabat ditulis dengan benar sesuai dengan aslinya. cap jabatan dapat dibubuhkan di sebelah kanan tanda tangan. ruang tanda tangan berjarak tiga sampai empat spasi.n. dan tidak dibenarkan mempergunakan cap TERTANDA atau TTD. 13. b. dan u. b. c. apabila setelah a.. penulisan a. konsep yang sudah diperbaiki agar diparaf kembali oleh pejabat tata usaha Satuan organisasi/Subsatuan organisasi. dipakai singkatan u. e. f. e. jika keadaan ruangan tidak memungkinkan. dan konsep tulisan dinas yang akan ditandatangani oleh Kapolri/Wakapolri atau Kapolda/Wakapolda/Kasatuan organisasi apabila ada koreksi dari Kasetum Polri//Kasetum Polda/Pejabat tata usaha satuan organisasi. Paraf konseptor a. dan huruf NRP/NIP ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda baca titik dan diikuti angka Arab. d. paraf konseptor hanya ditulis pada lembar arsip.www. untuk Polri/PNS. ditulis dengan huruf kecil..).abdillahrifai. c. khusus untuk Pati tanpa NRP. . setiap konsep naskah dinas harus ada paraf konseptor. pangkat. c. f. gelar ditulis menurut ketentuan yang berlaku.b. b. dicantumkan pula paraf pejabat lainnya menurut urutan jabatan dan lingkungan koordinasi.b.com 27 d.

I. pangkat dan NRP/NIP (khusus Pati tanpa NRP). 2. Tembusan a. ditambah singkatan (ND).abdillahrifai. Susunan Nota Dinas sebagai berikut. dan nama. berupa kata pengantar atau ringkasan dari naskah yang dilampirkan. pejabat penerima. f. Tembusan …. 3) c. dan Nota Dinas disampaikan kepada alamat tujuan tanpa kata melalui pejabat lain. tembusan …. dan tidak digarisbawahi. . pada prinsipnya tembusan untuk diketahui oleh pejabat tersebut dan juga sebagai laporan bagi atasannya. Penulisan kata tembusan tanpa singkatan Yth. b. 3.. pejabat pengirim dan perihal di bawah kata Nota Dinas serta diberi garis penutup. Setelah kode klasifikasi. nama jabatan dan tajuk tanda tangan. setelah alamat terakhir diberi garis penutup sepanjang baris huruf yang terpanjang dengan jarak setengah spasi.. Nota Dinas tidak dibubuhi cap dinas. tembusan ditulis apabila diperlukan. kalimat yang menjadi isi dari Nota Dinas. e. kata NOTA DINAS di tengah halaman dan dituliskan dengan huruf kapital dikuti nomor nota dinas di bawah garis pemisah. lengkap beserta lampirannya. 3) b. penulisan sebagai laporan atau tanpa lampiran dan arsip ditiadakan. Penomoran dan distribusi 1) 2) tata cara penomoran Nota Dinas pada dasarnya sama dengan yang digunakan dalam surat. d. c. NOTA DINAS 1. d.. Kelompok Kepala terdiri atas: 1) 2) kopstuk tanpa disertai alamat dan gambar lambang Tribata serta digarisbawahi. kata Tembusan diletakkan di kiri bawah sejajar nama pejabat yang akan menandatangani surat.www.com 28 15. karena digunakan di dalam lingkungan satuan organisasi atau satuan sendiri. a. Kelompok isi terdiri atas: 1) 2) kalimat pembuka. Kelompok penutup terdiri atas: 1) 2) 3) tempat dan tanggal pembuatan Nota Dinas. dan kalimat penutup. pejabat yang dicantumkan dalam tembusan menerima naskah a.

d.. tembusan Nota Dinas tidak boleh sampai ke luar lingkungan satuan organisasi atau satuan sendiri. . Doktor = Dr. contoh: Profesor = Prof. Susunan Surat Telegram sebagai berikut: a. dan tembusan. Nomor urut dalam satu tahun takwim. Doktorandus = Drs.H. Tajuk tanda tangan. 4. nomor dan tanggal pembuatan yang dibuat di bawah garis pemisah. kata yang disingkat menggunakan singkatan yang tidak mengaburkan arti kata/kalimat (khusus penulisan gelar disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku). Sarjana hukum = S. tetapi dapat dimengerti. Master of science = M.Sc. penerima. TTK DUM TTK HBS). Master of arts = M. isi surat telegram ditulis dengan huruf kapital.A. Kelompok kepala terdiri atas: 1) 2) 3) 4) 5) 6) b.. bulan. Contoh: NOMOR: ST/63/VII/2007 TGL : 3-7-2007 NOMOR: STR/77/VII/2007 TGL : 27-7-2007 e.com 29 3.abdillahrifai. garis pemisah. secara singkat. J.angka. kata SURAT TELEGRAM. pejabat pengirim Surat Telegram tersebut (jabatan pejabat dan gelar ditulis/disingkat sesuai dengan ketentuan yang berlaku). kopstuk di sudut kiri atas dan diberi gambar lambang Tribrata di tengah atas halaman. tidak diberi spasi dan tidak digarisbawahi.www. Penomoran dimulai dengan kode ST untuk Surat Telegram biasa dan STR untuk Surat Telegram Rahasia setelah garis miring. subpasal ditulis dengan angka dan abjad untuk sub–sub pasal.n. SURAT TELEGRAM 1. pasal terakhir merupakan nomor penutup (. pejabat pengirim.. sesuai atau a. Nota Dinas tidak boleh lebih dari dua lembar. Surat…. dan tahun. dan lain sebagainya. Dokter = dr. Kelompok isi: 1) 2) 3) 4) dibuat dalam susunan pasal–pasal (dengan menggunakan abjad). 5) c. derajat dan klasifikasi di sebelah kanan sebaris dengan DARI.

Susunan pengumuman sama dengan susunan Surat Edaran.com 30 e.. Kopstuk surat pengantar ditambah Nama Jalan/Alamat (dengan kode pos) dan gambar lambang Tribrata (di atas kopstuk). 3. 2. Penomoran maklumat sama dengan penomoran keputusan. Penomoran dan distribusi a. Distribusi dilakukan sesuai dengan alamat dan tembusan. Surat Telegram tidak boleh lebih dari empat halaman kertas A-4. . 2. K.abdillahrifai. dan 2007 angka tahun. termasuk penulisan an. Klasifikasi . yang 3.. MAKLUMAT 1. Pembuatan Surat Telegram seluruhnya ditulis dalam huruf kapital. Surat Telegram disampaikan kepada alamat penerima dan alamat tembusan melalui pos. 4. ub dan ap tanpa tanda baca titik. yang terdiri atas kolom–kolom dan bagian penutup. c. Surat Telegram tidak boleh disertai lampiran. b. Cara penomorannya adalah Peng/nomor Urut/Bulan angka Romawi/ Tahun Contoh: Nomor: Peng/6/VII/2007 2. L. PENGUMUMAN 1. angka VII menandai angka bulan. Penomoran surat pengantar sama dengan penomoran digunakan pada surat. tetapi singkatan Kep diganti dengan singkatan Mak. Surat pengantar dibuat dengan menggunakan kertas A-4 atau setengah folio (330 x 215 mm) dan susunannya terdiri atas bagian kepala surat. M. Distribusi maklumat perlu disebarkan melalui daftar distribusi sesuai dengan daerah yang bersangkutan. SURAT PENGANTAR 1.. tetapi mengenai alamat dan tembusan tidak dicantumkan. angka 2 menunjukkan nomor urut. 5.. paktir/kurir atau faksimile.www. 2. Tanggal pembuatan Surat Telegram seluruhnya ditulis lengkap dengan angka. Contoh: Nomor: Mak/2/VII/2007 Mak singkatan maklumat. kecuali apabila pengumuman tersebut hanya ditujukan kepada golongan tertentu.

Apabila diperlukan surat pelaksanaan tindakan itu agar disertakan sebagai lampiran. TELAAHAN STAF 1. Praanggapan yang harus berhubungan satu sama lain dengan keadaan yang sedang dialami dan kecenderungan keadaan yang akan datang. romawi VII menunjukkan angka bulan. dan 2007 angka tahun. Setum menunjukkan kode Satuan organisasi). Kelompok kepala terdiri atas: 1) 2) 3) kopstuk di kiri atas. Kesimpulan merupakan hasil dari analisis dan kelanjutan diskusi. Fakta yang membingungkan harus dikesampingkan. b.www. dalam situasi tertentu dapat dibuat berdasarkan keuntungan yang diharapkan dalam kegiatan atau kondisi masa datang. Penutup. Klasifikasi surat pengantar sama dengan klasifikasi naskah/barang antaran. Telaahan staf mempunyai empat bagian utama. c.com 31 c. Jika diskusi ternyata panjang.dan kata TELAAHAN STAF ditulis dengan huruf kapital diikuti nomor serta judul telaahan tersebut di tengah atas halaman. Diskusi bertujuan mengkaji pengaruh praanggapan dan/atau fakta terhadap persoalan dan menimbang untung ruginya dari berbagai kemungkinan cara bertindak. N. Apabila tidak memiliki praanggapan.abdillahrifai. Saran dinyatakan secara ringkas dan jelas mencakup tiap tahap dari persoalan dan harus sesuai dengan kesimpulan. Inti terdiri dari unsur-unsur yang harus dinyatakan secara ringkas dan jelas. Contoh: Nomor:R/126/VII/2007/Setum (R klasifikasi surat. dan tidak disertai alamat.. 3) 4) 5) 6) . angka 126 nomor urut verbal. Fakta yang mempengaruhi merupakan landasan analisis dan penyelesaian persoalan. ringkaslah dalam nomor ini dan sertakan seluruh diskusi sebagai lampiran. dan tidak perlu menambahkan hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan persoalan. gambar lambang Tribrata di bawah kopstuk di tengah– tengah halaman. 1) 2) Permasalahan memuat pernyataan secara ringkas dan jelas persoalan yang ingin diselesaikan... a. nomor ini dapat dihilangkan..

Isi. dan warna untuk tingkat Mabes Polri: kuning. 3. O. 1) kertas art carton. jenis art carton 210 gram. teks background tingkat Mabes Polri “KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA” dan tingkat kewilayahan “KEPOLISIAN DAERAH …………. f. dan NRP/NIP. untuk tingkat kewilayahan coklat muda. Jumlah halaman telaahan staf lazimnya maksimal empat halaman namun semua tulisan yang mendukung tindakan yang disarankan dalam telaahan tersebut harus dilampirkan.www. tetapi jangan menggunakan secara berlebihan karena pembuatan telaahan staf bagi persoalan yang sederhana merupakan pemborosan waktu.5 x 33 cm). Penggunaan dan pemakaian gambar lambang Tribrata untuk belangko setifikat/piagam. e.”.abdillahrifai. . belangko sertifikat/piagam yang ditandatangani oleh Kapolri menggunakan gambar lambang Tribrata warna emas dengan empat gambar bintang warna emas di bawahnya. Bentuk dan ukuran: 1) 2) b. memuat kalimat yang disesuaikan dengan kegunaannya dengan tulisan warna hitam. Pergunakan telaahan staf apabila berurusan dengan persoalan yang kompleks atau yang dapat menimbulkan perdebatan. a. 2) belangko …. ukuran folio (21. sedemikian rupa guna memudahkan Lampiran disusun pengenalan. nama.dan daftar lampiran diletakkan di sebelah kiri bagian bawah sejajar dengan nama pejabat penandatangan. Penutup terdiri atas: 1) 2) d. tajuk tanda tangan berisi sebutan jabatan.com 32 c. 2.. Penggunaan dan pemakaian gambar lingkungan Mabes Polri terbagi atas: 1) lambang Tribrata di d. Ornamen bingkai memuat seluruh gambar lambang tanda induk kesatuan markas besar Polri dan tanda induk kesatuan kewilayahan. ornamen warna full color.. pangkat. Belangko sertifikat/piagam. Tulisan: 2) c. NASKAH DINAS LAINNYA 1.

berlaku dalam BAB III . Penggunaan dan pemakaian gambar lambang Tribrata sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. a) Bentuk dan ukuran: 1) ukuran kertas: 14. kelompok isi.dan 3) bahan undangan dari karton warma krem sedangkan amplopnya menggunakan Linen embos paper warna krem. Berbagai naskah dinas lain. kelompok penutup. surat keterangan. 2) isi kalimat disesuaikan dengan ketentuan/kegunaan. b) 3. belangko sertifikat/piagam yang ditandatangani mengatasnamakan Kapolda untuk para Kapolwil/Tabes/Kapolres/Ta menggunakan gambar lambang Tribrata warna emas tanpa gambar bintang warna emas di bawahnya..8 x 20 cm.www. dan tidak berlawanan dengan ketentuan yang pengetikan dan penyusunan naskah dinas.abdillahrifai. seperti surat izin. 2) 2.. .com 33 2) belangko sertifikat/piagam yang ditandatangani mengatasnamakan Kapolri menggunakan gambar lambang Tribrata warna emas tanpa gambar bintang dibawahnya. Undangan cetak.. g. penyusunannya sekurang kurangnya memuat: a) b) c) d) kelompok kepala. surat izin jalan. Penggunaan dan pemakaian gambar lambang Tribrata di tingkat kewilayahan terbagi atas: 1) belangko sertifikat/piagam yang ditandatangani oleh Kapolda menggunakan gambar lambang Tribrata warna emas dengan gambar bintang warna emas di bawahnya dengan jumlah bintang disesuaikan sesuai pangkat dari Kapolda masing-masing..

abdillahrifai........... Mengingat 2... perlu menetapkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Koordinasi.. .. Contoh Format Peraturan Kapolri PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2007 TENTANG KOORDINASI.com 34 BAB III CONTOH FORMAT NASKAH DINAS A.. ......... 3..... BAB I ...... Menimbang : bahwa .......... : 1.. .. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168)...... Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2.. MEMUTUSKAN: KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK Menetapkan : PERATURAN INDONESIA TENTANG KOORDINASI... PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL.......www..... PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.............. Pengawasan dan Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil........

.. ……….... 2.. kemandirian......abdillahrifai.. 3....... Pasal 3 Tujuan Polri melakukan . Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PPNS adalah . Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri... PENGAWASAN DAN PEMBINAAN Bagian Kesatu Koordinasi Pasal 6 (1) (2) Penyidik Polri melakukan koordinasi terhadap ……...... Bagian Kedua PPNS Pasal 5 Tugas dan Wewenang PPNS …………...... BAB II TUGAS DAN WEWENANG Bagian Kesatu Penyidik Polri Pasal 4 Tugas dan wewenang Penyidik Polri ………. b....www..... Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. ......... dan c... Bagian ….. Pasal 2 Pelaksanaan koordinasi dan pengawasan oleh Penyidik Polri terhadap PPNS dilakukan berdasarkan asas: a..com 35 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. b. legalitas. BAB III KOORDINASI.. kebersamaan. ….. Penyidik adalah ..

menghadiri dan memberikan petunjuk . meliputi: a.... Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 8 Penyidik Polri melakukan pembinaan terhadap PPNS....www. b.. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a... . meningkatkan kemampuan teknis dan taktis ………....... menyelenggarakan pendidikan dan latihan …………. c. c.. mengikuti ..... BAB IV PELAKSANAAN Bagian Kesatu Bantuan Pasal 9 …………………………………………………………………………………… Bagian Kedua Petunjuk Pasal 10 Pemberian petunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 meliputi: a......abdillahrifai...com 36 Bagian Kedua Pengawasan Pasal 7 (1) (2) Penyidik Polri melakukan pengawasan ……….... …………. ……………..: Pasal 12 …..... Bagian Ketiga Dukungan Penyidikan Paragraf 1 Bentuk Pasal 11 Bentuk dukungan ………….. …………. ......... b. b..

......... ......abdillahrifai.. Paragraf 2 Dukungan Taktis Pasal 13 Dukungan taktis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11............. meliputi: a...................................... .. ……......... b.................. BAB VI …............…………….www........... Pasal 14 .......... Paragraf 3 Dukungan Teknis Pasal 15 ........ ..... Bagian Keempat Pelaksana Pasal 18 ………………………………………………………………………… BAB V ANALISA DAN EVALUASI Pasal 19 Analisa dan evaluasi terhadap ……………………………………........................................................com 37 Pasal 12 (1) (2) …………………...... c..................... Pasal 17 Format surat permohonan dukungan penyidikan sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini....... ..................... Paragraf 4 Upaya Paksa Pasal 16 ……………………………………………………………………........

. : JUKLAK/37/VII/1991. Pol. ANDI MATTALATTA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN Paraf : 1. : . Pol... tanggal 29 Juli 1991 tentang Mekanisme Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). maka : a.. b.. Petunjuk Pelaksanaan No.. : JUKNIS/17/VII/1991.. tanggal 29 Juli 1991 tentang Hubungan Kerja antara Penyidik Polri dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2007 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. 2... Petunjuk Teknis No... : JUKNIS/16/VII/1991. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.. Pasal 21 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Contoh ... 4. Petunjuk Teknis No. c. SUTANTO JENDERAL POLISI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 2007 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. 3. Drs. NOMOR . B..abdillahrifai. Konseptor/Kabareskrim Polri Kadivbinkum Polri Kasetum Polri Wakapolri : …… : …… : . Agar setiap orang mengetahuinya.. Peraturan Kapolri ini ditempatkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.www. Pol.com 38 BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat peraturan ini mulai berlaku. tanggal 29 Juli 1991 tentang Proses Penyidikan Tindak Pidana oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

.…... Bangka Belitung............ Banten. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG..................... Februari 2003 tentang …………………………………(akhir kalimat tanda titik) 2 spasi saran dan pertimbangan staf Mabes Polri.. 4.. Tembusan : Distribusi D Mabes Polri.dipandang perlu menetapkan keputusan..............com 39 B.......... 0..................................5 spasi . 1...abdillahrifai.....................…......................5 spasi keputusan ini mulai berlaku berlaku sejak tanggal ditetapkan.. 3 spasi Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : Juli 2007 Menimbang : Mengingat : Memperhatikan : Menetapkan : 1............ 1............. tahun ….5 spasi hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan keadaan yang memerlukan pengaturan lebih lanjut akan diatur dengan keputusan tersendiri...........5 spasi 2 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 2 spasi bahwa dalam rangka.......5 spasi TIPE ORGANISASI DIREKTORAT POLAIR PADA POLDA KEPULAUAN RIAU...............www................ .................................. Contoh format Keputusan : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 2 spasi Bentuk dan ukuran gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi KEPUTUSAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor: Kep/ /VII/2007 2 spasi tentang 1...... 2.. GORONTALO DAN MALUKU UTARA 0...... 2 spasi 1.. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor …........ B...: Distribusi A......... BANTEN....... ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 ... 1... 1....... Garis pemisah 1... 2 spasi MEMUTUSKAN 2 spasi tipe Organisasi Direktorat Polair pada Polda Kepulauan Riau...... 3. dan C Mabes Polri.................................. Gorontalo dan Maluku Utara seebagaimana yang tercantum dalam lampiran keputusan ini....... tentang.. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor ……………..........5 spasi Kepada Yth............5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Cap/tanda tangan NAMA PANGKAT Sesuai dengan aslinya KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI Drs................... tanggal ..........5 spasi 2...........

abdillahrifai. .www. 3.com 40 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR : KEP/ /VII/2007 TANGGAL : JULI 2007 2 spasi TIPE ORGANISASI DIREKTORAT POLAIR PADA POLDA KEPULAUAN RIAU. 4... Contoh . DIREKRORAT POLAIR POLDA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BANTEN GORONTALO MALUKU URATA TIPE A B X X X X X 3 spasi Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : Juli 2007 PANGKAT/ESELON KBP ESELON II B AKBP ESELON II B X X X X X KET KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Drs. 2.. BANTEN.. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG. 5. SUTANTO JENDERAL POLISI C. GORONTALO DAN MALUKU UTARA 2 spasi NO 1.

5 spasi …………………………………………………… ( judul huruf kapital) 0. Contoh format Instruksi : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0.... …………………………………………..(awal kalimat menggunakan huruf kecil) ………………………….5 spasi 2..... dibatalkan dan diralat. ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi INSTRUKSI KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor: Ins/ /VII/2007 2 spasi tentang 1.... ………………………………………….. 2 spasi 1..(akhir kalimat tanda titik) 2 spasi MENGINSTRUKSIKAN 2 spasi 1..5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 3-4 spasi Tembusan: 1.... dicabut..... dipandang perlu mengeluarkan instruksi..... Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No.abdillahrifai.: Kep/53/X/2003 tanggal 17 Oktober 2003 tentang ………………………………….. ……………………………………………………...Pol...com 41 C. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor … tahun …....5 spasi ………………………………(huruf kecil kecuali awal kata) Catatan: Semua naskah dinas yang akan diubah. 2..www........5 spasi 2 spasi Bentuk......... 2 spasi 1... pada bagian menetapkan di awal kalimat dibunyikan dengan kata: mengubah untuk perubahan.......5 spasi 2 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 2 spasi bahwa dalam rangka ……………………………………………. 3 spasi Dikeluarkan di : Jakarta pada tanggal : Juli 2007 2.... ( huruf kapital ) 1. Contoh …… ... membatalkan untuk pembatalan dan kata meralat untuk ralat NAMA PANGKAT D............ ………………………………………………………………………(akhit kalimat tanda titik) 2 spasi Instruksi ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya... mencabut untuk pencabutan....... Menimbang : Mengingat : Kepada : Untuk : Garis pemisah 1.. tanggal … Oktober tentang ………………………………………………………………………………….

DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL POLRI 2 spasi ………….abdillahrifai. TAMTAMA. …………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………….www.com 42 D.ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku jumlah bintang disesuaikan dengan pangkat pejabat yang menandatangani KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (kopstuk nama jabatan) 3 spasi PERINTAH HARIAN/AMANAT ANGGARAN 1..5 spasi 3 spasi PARA PERWIRA.5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1.………………………………………………………………………………………………….……………………………………. Judul ISI 3 spasi JAKARTA. JULI 2007 1.5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 3-4 spasi NAMA PANGKAT E. dst..5 spasi TANGGAL … 0.5 spasi PADA UPACARA … 1. Contoh …… . Contoh format Perintah Harian/Amanat Anggaran Bentuk. BINTARA.

... dan D Mabes Polri.5 spasi Distribusi A. Contoh .. ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi SURAT EDARAN Nomor: SE/ /VII/2007 2 spasi tentang 1. .... ………………………………. 2 spasi Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas.. …………………………………………………………….………………………………………………………sebagai berikut: a.5 spasi a. C..www..: 1............abdillahrifai.. 3 kt Rujukan ……………………………………………………………………………………………………………..... Drs.com 43 E.. …………. ………. Contoh format Surat Edaran : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0.. 3 spasi Dikeluarkan di: Jakarta pada tanggal : Juli 2007 2. B. 3. Garis pemisah 1... ..5 spasi 3 spasi 1...n. ISI c...…………………………….. dengan ini diberitahukan/dipermaklumkan bahwa untuk . …………. akhir kalimat tanda titik Demikian untuk menjadi maklum.5 spasi ………………………………………………… (judul huruf kapital) 0..5 spasi 2 spasi Bentuk. ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 F. awal kalimat menggunakan huruf kecil b. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KASETUM 3-4 spasi Kepada Yth.

.……………….....5 spasi 2 spasi Bentuk. 2 spasi 2.. NAMA..... Contoh format Surat Perintah : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0..…………..www...... 3 kt di samping melaksanakan tugas dan jabatan sehari-hari agar melaksanakan tugas sebagai .. 3 kt …………………………. ...com 44 F.5 spasi NAMA PANGKAT G. spasi DIPERINTAHKAN 2 spasi 1..abdillahrifai... PANGKAT.. 2 spasi 4. ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi SURAT PERINTAH Nomor: Sprin / /VII/2007 2 spasi bahwa dalam rangka ………………………………. .... KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA WAKA 3-4 spasi Tembusan: ………… lurus ………....... Contoh . mengadakan koordinasi dan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan unsur terkait......... 2 spasi 3 spasi Dikeluarkan di : Jakarta pada tanggal : Pertimbangan: Dasar : Kepada : Untuk : Selesai... JABATAN 2. PANGKAT. 2 spasi 1..5 spasi a. 1..……………………………………………………………….. …………….. melaporkan hasil pelaksanaannya kepada ………………………………….... NRP…….. Juli 2007 Garis pemisah 1.... NRP……….5 spasi 1. 2 spasi 3. NAMA..... dipandang perlu mengeluarkan surat perintah. ……………………………… akhir kalimat tanda titik..... ..... 0. JABATAN 2 spasi 1....n...(huruf kecil kecuali awal kata) 2. melaksanakan perintah ini dengan saksama dan penuh rasa tanggung jawab... awal kalimat menggunakan huruf kecil 2..

dipandang perlu mengeluarkan surat tugas.www. 2 spasi 1.5 spasi 2... 3 kt ……………………………….....5 spasi 1. (huruf kecil kecuali awal kata) 0. 2 spasi 1.. melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab..………………………... Ny.. ..com 45 G. awal kalimat menggunakan huruf kecil 2. Contoh . …………………………. 3 kt Ny. mewakili Bhayangkari …………………………………………………………………….. …. 2 spasi 2.5 spasi NAMA PANGKAT Kepada : Untuk : Selesai. 1.. ………………………………………………………………………………………………. Ketua Umum Bhayangkari. H. 3 kt ……………………………… akhir kalimat tanda titik 2 spasi DITUGASKAN 2 spasi 1. ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi SURAT TUGAS Nomor: Sgas/ /VII/2007 Pertimbangan: Dasar : 2 spasi bahwa dalam rangka mengikuti ..…………………………………………………………………………………. 2.5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Selaku PEMBINA ………………………. 2 spasi 3. KETUA BHAYANGKARI . KETUA BHAYANGKARI .5 spasi 2 spasi Bentuk. …………………………….5 spasi 1. Contoh format surat tugas (khusus untuk penugasan personel non-organik dan Bhayangkari) : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0.abdillahrifai. 2 spasi 3 spasi Dikeluarkan di: Jakarta pada tanggal : Garis pemisah Juli 2007 0.…. 3-4 spasi Tembusan: ………… lurus 1..

................................................................................. .......... ................................ Faktor yang mempengaruhi ................. ………………………………………………………………… 2 spasi 5........................ 3.............. Kesimpulan ................................................................. 3 kt....................................................................... ..............................www.... 2 spasi HASIL YANG DICAPAI 7........................... ..... 2 spasi Maksud dan Tujuan..................................... ................................................................ ...................................... Juli 2007 1.......5 spasi 2 spasi Bentuk............................................................................... ……………………………………............................................................. Saran ..................................................... .. ……………………………………………………………………… 2 spasi PENDAHULUAN 1........................... …………………………………………………………….. .......................... .. 2 spasi KESIMPULAN DAN SARAN 2 spasi 9.......................................5 spasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI 3 – 4 spasi Lampiran: dan seterusnya............................................................... Contoh ............... gambar dengan 2........................ ……………………………………………………………............................... ............... NAMA PANGKAT/NRP 4....................... Ruang Lingkup............ ........................................................................... 3 kt 2 spasi Umum.................................................................. 2 spasi Dasar : a....com 46 H. …………………………………….......................................................... Contoh format Laporan : KLASIFIKASI MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT UMUM 0........ 2 spasi 8....... b............. 2 spasi PENUTUP 2 spasi 11............................ KLASIFIKASI I........................................................................................ ............. ................................................ .............................................................. ukuran dan warna lambang Tribrata disesuaikan ketentuan yang berlaku LAPORAN …………………………………............................abdillahrifai.......................... 2 spasi TUGAS YANG DILAKSANAKAN 2 spasi 6................ ............................................................................................. 2 spasi 10........................................................................................................... 3 spasi Jakarta......................

........... 2. ..... ..... ............... ....................5 spasi Nomor : Klasifikasi: Lampiran : Perihal : B/ /VII/2007/Sderenbang BIASA ………(huruf kecil kecuali awalkalimat diakhiri tanda titik) 0.............. 2 spasi 3...... ....... ………………………………………..................... 3 spasi a......... …………………… (huruf kecil kecuali awal kata) 0....... Kebayoran Baru........ Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas.5 spasi Yth...... .... .............: a....5 spasi Jakarta.... Contoh ...... …………………………………………………………………………………………….............. 3kt Rujukan ... KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DERENBANG 3-4 spasi Tembusan: (tanpa Yth.... 2 spasi 2. ....com 47 I.. Contoh format Surat dengan menggunakan nomor urut : Bentuk....................... awal kalimat menggunakan huruf kecil b....... NAMA PANGKAT J....................5 spasi Keterangan :  Untuk surat-surat yang ditandatangani dengan mengatasnamakan Kapolri/Kapolda/Kasatwil pada kolom nomor setelah tahun ditambah dengan kode Satuan organisasi........... penomoran dan stempel di Setum Polri/Polda/Taud Kewilayahan.........................n...5 spasi Jakarta (tanpa titik) 3 spasi u........ Demikian untuk menjadi maklum.... Juli 2007 Kepada 1...www..... akhir kalimat tanda titik 2 spasi 4.................... ………………...................5 spasi 1........ Berkaitan dengan butir satu dan dua di atas. …………………………………………………………........ ………………………………………..............p........) ---------Lurus 1...... …………………………………………………………….............. Jakarta 12110 0.....5 spasi di 1..... 1 spasi …………(huruf kapital) sebaiknya tidak disingkat 1...........abdillahrifai... ……………... ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR Jalan Trunojoyo 3..... (huruf kecil) 2 spasi 1.... dengan ini ......

.... Wakapolri...... ……………………………………………............................. Juli 2007 1............................ ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 K........... Demikian untuk menjadi maklum.......... Contoh format Nota Dinas : MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT UMUM 0. (huruf kecil kecuali awal kata) 2..................5 spasi 3 spasi 1... …………………………………………………...... ………………………………………………………………: a..5 spasi 2 spasi NOTA DINAS Nomor: B/ND/VII/2007/Setum 2 spasi Kepada : Yth. 3-.................. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas..... …………………………… (huruf kecil kecuali awal kata dan tanpa titik) 2 spasi Dari : Kasetum Polri (tanpa titik) 2 spasi Perihal : …………………………………… (huruf kecil kecuali awal kalimat) 0. ........................ awal kalimat menggunakan huruf kecil b. …………………………………………………...... . .5 spasi 1..4 spasi tanda tangan Drs....abdillahrifai.......... .............................com 48 J.........www.....5 spasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI tanpa cap dinas Tembusan: (tanpa Yth) ……… lurus 1...... akhir kalimat tanda titik 2 spasi 3. tidak diperbolehkan untuk keluar Mabes Polri / Polda / Polwiltabes / Poltabes / Polres / Polresta jajarannya. 3 ktRujukan surat ............... Contoh .... 2 spasi 2............ 3 spasi Jakarta.... …………… Keterangan :  Nota Dinas hanya digunakan dalam Satuan organisasi Mabes Polri/wilayah sendiri.......................

. Contoh .TTK DUA TTK ……………………………………………………TTK DUA 1.. ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku SURAT TELEGRAM 3 spasi DARI : KAPOLRI 2 spasi KEPADA : 1. Contoh format Surat Telegram : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0.www...…………………………….TTK SATU TTK ………………………………………………. AN KAPOLRI KADIVHUMAS 3-4 spasi NAMA PANGKAT L.com 49 K.5 spasi SATU TTK ………………………………………………………………….2007 DENGAN ANGKA DERAJAT : KILAT KLASIFIKASI: BIASA DDD TTK REF……………………………………………………………………………………TTK 2 spasi SEHUB DGN REF TSB DI ATAS KMA DGN INI ………….SBB TTK DUA 1.TTK BB TTK ………………………………………………. KADIVPROPAM POLRI 2 spasi TEMBUSAN : 1. IRWASUM POLRI 3. DESDM KAPOLRI 1 spasi 2 spasi NOMOR: ST/ /VII/2007 2 spasi AAA BBB CCC TTK TTK TTK TGL : 9 .abdillahrifai.5 spasi AA TTK ……………………………………………….7 .. PARA KAPOLDA 2.TTK 2 spasi ……………………………………………………….TTK A TTK …………………………………TTK B TTK …………………………………TTK SATU TTK ……………………TTK DUA TTK ……………………TTK 2 spasi DUM TTK HBS 3 spasi Keterangan: Tembusan sesuai dengan alamat yang dituju dan tidak dituliskan sebagai laporan..5 spasi 3 spasi Bentuk. ..... WAKAPOLRI 2.TTK DUA TTK ……………………………………………….

................................................ ............................................................................................ Setelah...................................5 spasi KAMPANYE …...... Contoh format Maklumat : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0.... .....................................................................................................................................................................d 8 ..............5 spasi 2 spasi 1... (judul huruf kapital) 0..................................................................................................... 2 spasi …………………………………………………….................................................................................................................................................... ............................... Anggota Partai Politik .........abdillahrifai......................................................com 50 L............................................................................................. 3...................................................................................................................................................... ukuran dan warna lambang Tribrata disesuaikan ketentuan yang berlaku 2 spasi MAKLUMAT KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor: Mak/ /VII/2007 2 spasi tentang 1.........................5 spasi KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 3-4 spasi NAMA PANGKAT M.............................................................................................................. 2 spasi ..........................www.............................................................................. Contoh ...................... .................. 3 spasi Dikeluarkan di: Jakarta pada tanggal : Juli 2007 Garis pemisah 1.. 3 kt gambar dengan 2......................................................... dst 9.........................5 spasi 2 spasi Bentuk.............................. ........………s............. .

www.abdillahrifai.com
51 M. Contoh format Pengumuman :

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DETASEMEN MARKAS 0,5 spasi 2 spasi

Bentuk, ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi PENGUMUMAN Nomor: Peng/ /VII/2007 2 spasi tentang 1,5 spasi …………………………………………………………… (judul huruf kapital) 0,5 spasi 3 spasi 1. 3 kt Rujukan: a. ……………………………………………………………………………………. 1,5 spasi b. ……………………………………………………………………………………. 2 spasi 2. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas………………………………………………..…………………………………..... ISI 3. Demikian untuk dimaklumi. 3 spasi Dikeluarkan di: Jakarta pada tanggal : Juli 2007

Garis pemisah 1,5 spasi

KEPALA DETASEMEN MARKAS BESAR POLRI 3--4 spasi

Kepada Yth.: ……… lurus 1,5 spasi Distribusi A, B, dan C Mabes Polri. . (huruf kecil kecuali awal kata) 2 spasi Tembusan: 1,5 spasi Distribusi D Mabes Polri 0,5 spasi

NAMA PANGKAT

N. Contoh .....

www.abdillahrifai.com
52 N. Contoh format Surat Pengantar :

Bentuk, ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta 12110 0,5 spasi Nomor : B/ /VII/2007/Setum Kepada 1,5 spasi Yth. PARA KAPOLDA (huruf kapital Sebaiknya tidak disingkat) 1,5 spasi di 1,5 spasi Tempat 3 spasi SURAT PENGANTAR 2 spasi u.p. Kasetum (huruf kecil kecuali awal kata nama jabatan pejabat) 1 spasi NOMOR 1. 2. ………….. …………. Huruf kecil ISI BANYAKNYA Satu Buku Satu Eksemplar KETERANGAN Disampaikan dengan hormat untuk menjadi maklum.

Jakarta,

Juli

2007

Klasifikasi : BIASA

3 spasi a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KASETUM 3-4 spasi Tembusan: (tanpaYth.) ……. Lurus ……………….. 1,5 spasi 1. Kapolri. (huruf kecil kecuali awal kata) 2. ……………………… 0,5 spasi Keterangan: Apabila yang dikirim hanya satu naskah/surat tidak menggunakan nomor urut. Drs. ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076

O. Contoh .....

www.abdillahrifai.com
53 O. Contoh format Telaahan Staf :

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT UMUM 0,5 spasi 2-3 spasi Bentuk, ukuran dan warna gambar lambang Tribrata disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku 2 spasi TELAAHAN STAF Nomor: R/TS/ /VII/2007/Setum 2 spasi tentang 1,5 spasi ………………………………….. ( huruf kapital) ……………………………….…. 0,5 spasi I. PERMASALAHAN : 5 KT ………………………………………………………………………………….. (memuat rumusan singkat permasalahan; apabila permasalahannya disebutkan ruang lingkupnya). 2 spasi II. III. IV. PRA ANGGAPAN : FAKTA DISKUSI : : (memuat praanggapan yang logis tentang permasalahan. Praanggapan digunakan apabila tidak ada fakta. Nomor ini boleh tidak dipergunakan). 2 spasi (memuat pernyataan/fakta yang berpengaruh terhadap permasalahan atau pemecahan). 2 spasi (memuat analisis semua faktor yang mempengaruhi termasuk keuntungan dan kerugian dari Kemungkinan pemecahan permasalahan, dengan cara yang jelas dan singkat, perinciannya dimuat dalam lampiran). 2 spasi (menyajikan kesimpulan yang ditarik dari analisis, serta semua pemecahan yang mungkin). 2 spasi (Sesuai dengan kesimpulan dan merupakan tindakan staf lengkap. Apabila disarankan suatu Kebijaksanaan atau pelaksanaan yang akan ditandatangani oleh pimpinan, naskah tersebut harus dilampirkan pada telaahan). 3 spasi Dikeluarkan di: Jakarta pada tanggal : Juli Garis pemisah 1,5 spasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI 3--4 spasi LAMPIRAN : 1. ……….…… 2. ..…………... 0,5 spasi Drs. ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 2007 kompleks, agar

V. VI.

KESIMPULAN SARAN

: :

P. Contoh .....

www.abdillahrifai.com
54 P. Contoh bentuk Sertifikat/Piagam yang ditandatangani Kapolri :

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIANNEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN Drs. SUTANTO KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA POLISI INDONESIA KEPOLISIAN JENDERAL REPUBLIK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN

Q. Contoh .....

. . Contoh bentuk Sertifikat/Piagam yang ditandatangani Kapolda : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPALA KEPOLISIAN DAERAH METRO JAYA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIANDrs.com 55 Q.. ADANG FIRMAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA JENDERAL POLISI INSPEKTUR REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN R.. Contoh .www..abdillahrifai.

Contoh .abdillahrifai.com 56 R. pukul 11. 2007.8 cm Mohon hadir 15 menit sebelumnya 20 cm 20 cm Contoh bentuk amplop undangan cetak 20 cm KEPADA YTH. Contoh format bentuk Undangan Cetak Kapolri: Contoh isi undangan cetak ACARA PENANDATANGANAN KESEPAKATAN BERSAMA BADAN PERTANAHAN NASIONAL DAN POLRI Hari Senin. DEOPS KAPOLRI IRJEN POL NAMA……………………… DI JAKARTA S.www... tanggal …………….. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan Pakaian : .Polri : PDH .00 WIB Bertempat di Rupattama Mabes Polri Jalan Trunojoyo No. .KPU & PANWASLU : Bebas rapi -Undangan : Menggunakan Atribut Parpol Mengharap dengan hormat kehadiran Jenderal/Bapak/Ibu/Saudara pada : 14..

2 spasi Surat izin ini untuk dilaksanakan dan diindahkan...... ……………....……………………………….akhir kalimat tanda titik 2 spasi DIIZINKAN Kepada : Nama Pangkat/NRP Jabatan Kesatuan 2 spasi : Drs....…..... ……………………………………………………...... . dipandang perlu mengeluarkan surat izin...abdillahrifai...........www.........………………………………........ awal kalimat menggunakan huruf kecil 2 spasi 2.......5 spasi a.......... 3 spasi Dikeluarkan di : Jakarta pada tanggal : Juli 2007 Garis pemisah 1. ASGAR SUMANTRI : KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 : KASETUM POLRI : SETUM POLRI 2 spasi duduk sebagai anggota pengurus……………….............. 1.……………………………………… dengan ketentuan sebagai berikut: Dasar : Untuk : a................... 3 kt ….................. c.. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA WAKA 3-4 spasi Tembusan : …………… lurus 1..5 spasi 1. …………….....5 spasi NAMA PANGKAT T..……………………………………………………………………........(huruf kecil kecuali awal kata) 2....5 spasi 2 spasi 2 spasi Bentuk........ iIzin ini berlaku untuk jangka waktu selama lima tahun.n.......... tidak menyalahgunakan kedudukannya sebagai anggota Polr.. ukuran dan warna lambang Tribrata disesuaikan ketentuan yang berlaku gambar dengan SURAT IZIN Nomor: SI/ /VII/2007 2 spasi Pertimbangan : bahwa dalam rangka ……….... 0. b... …………………………………………………….... .. Contoh format Surat Izin : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR 0..........…………….... 3 kt tidak mengganggu pelaksanaan tugas pokok/dinas...com 57 S........ Contoh ..

: …………………………………….. .. 1. 3 spasi Dikeluarkan di : Jakarta pada tanggal : Juli Garis pemisah gambar dengan Berangkat tanggal : ……………………………………..5 spasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM POLRI 3-4 spasi Drs..com 58 T... ukuran dan warna lambang Tribrata disesuaikan ketentuan yang berlaku SURAT IZIN JALAN Nomor: SIJ/ /VII/2007 3 spasi Diberikan kepada : 2 spasi Nama : ……………………………………. ……………………………………. : ……………………………………. diganti menjadi SURAT JALAN (kata IZIN dihilangkan).. : ……………………………………... ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 Keterangan : 1. : ……………………………………. Contoh format Surat Izin Jalan: MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT UMUM 0.5 spasi Surat Izin Jalan yang ditandatangani oleh pejabat yang lebih rendah daripada pejabat yang akan bepergian. : ……………………………………...5 spasi 3 spasi Bentuk... Jabatan Pengikut Pergi dari Tujuan ke Keperluan Berkendaraan Kembali tanggal Catatan : …………………………………….5 spasi dst Pangkat/NRP : ……………………………………. U.abdillahrifai. Contoh . : ……………………………………. : ……………………………………... 2007 1.www.. ……………………………………..

Kadivtelematika Polri 4. Kabid/Kasi Propam 4.abdillahrifai. Wakapolri : : : 2..com 59 U. Contoh Penulisan Paraf/Konseptor 1.. Konseptor/Kapuskomlek Polri : 2. naskah dinas yang ditandatangani Kapolda Paraf: 1.. Kabagrenmin Divtelematika Polri : 3. Tingkat Polda.. Wakapolda : : : : BAB IV .. Konseptor/Kasubbid/Kasubsi Provos : 2. . Kataud Bid/Si Propam 3. Kasetum Polri 5.www. Kasetum Polda. naskah dinas yang ditandatangani Kapolri Paraf: 1.. 5. Tingkat Mabes Polri.

berbunga 9. 2. . yang diutamakan adalah menginsafkan rakyat dengan jalan memberikan penerangan. 4. b. Kepala tiang bersaf 4 dan kaki tiang bersaf 5. 3.. 5.www. Tangkai kapas berdaun 29 lembar.. dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945“.abdillahrifai. sedangkan obor berjumlah 8. brata pertama “Kami polisi Indonesia berbakti kepada Nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa“. keadilan.. yang mengingatkan diangkatnya Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada tanggal 29–9–1945. dan tangkai kapas berbuah 45 butir. Tiang melambangkan bahwa korps Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah tiang negara. brata . Lambang Tribrata berbentuk perisai atau tameng melambangkan bahwa korps Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah pelindung rakyat. yang berisikan: a. Tangkai padi dan kapas yang melingkari perisai melambangkan kesejahteraan rakyat. brata kedua “Kami polisi Indonesia menjunjung tinggi kebenaran. Obor yang bersinar melambangkan bahwa polisi dapat menunaikan tugasnya. Tiga bintang bersudut lima.. Tiang dan obor mengingatkan Hari Proklamasi 17–8–1945.com 60 BAB IV GAMBAR LAMBANG TRIBRATA Obor bersudut 8 dan bersinar 17 Setangkai kapas berbunga 9 dan berdaun 29 lembar Kepala tiang bersaf 4 dan kaki tiang bersaf 5 Setangkai padi berbuah 45 butir Keterangan : 1. Sinar obor berjumlah 17. c.

Lambang Tribrata yang digunakan untuk sampul naskah dinas dengan ukuran sebagai berikut : 45 mm 50 mm BAB V. Lambang Tribrata yang digunakan untuk sampul surat dengan ukuran sebagai berikut: 15 mm 18 mm 10. Kapolda.abdillahrifai. dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban“. dan sambutan yang ditandatangani oleh Kapolri. Gambar Lambang Tribrata berwarna kuning emas digunakan untuk: a. 6. amanat. . brata ketiga “Kami polisi Indonesia senantiasa melindungi..com 61 c. dan Kasat Organisasi.www. naskah dinas yang berbentuk surat yang ditandatangani oleh Kapolri. Gambar Lambang Tribrata berwarna hitam digunakan untuk seluruh bentuk naskah dinas kecuali sebagaimana dimaksud pada angka 6. 8.. naskah dinas yang berbentuk perintah harian (Prinhar).. b. mengayomi. (Pati Polri) khusus hal–hal tertentu.. Gambar Lambang Tribrata yang dengan ukuran sebagai berikut: digunakan untuk tulisan dinas 20 mm 22 mm 9. 7.

 di bawah tanda bintang terdapat tulisan REPUBLIK INDONESIA.25 mm A – R2 :10. BENTUK DAN UKURAN..8 mm R2 = R3 : 0.5 mm.jari–jari lingkaran bertitik pusat A dengan ukuran: A – R1 : 1.. R1 R2 1) R3 A Cap dinas Kapolri bentuk bundar ukuran besar terdiri atas: jari–jari ketiga lingkaran besar bertitik pusat A dengan ukuran: A – R1 : 22.. tebal garis lingkaran: R1 : 0.abdillahrifai.75 mm A – R3 : 7.2 mm bintang segi lima sebagai batas tulisan dengan keterangan:  di dalam lingkaran tengah terdapat gambar lambang Tribrata.  di atas tanda bintang terdapat tulisan KEPALA KEPOLISIAN NEGARA.5 mm. isi tulisan dan gambar cap dinas Kapolri bentuk bundar ukuran kecil sama dengan cap dinas Kapolri bentuk bundar ukuran besar.www. - R1 R2 A R3 2) Cap dinas Kapolri bentuk bundar ukuran kecil terdiri atas hal-hal berikut: .8 mm R2 = R3 : 0.5 mm tebal garis lingkaran: R1 : 0.tiga lingkaran. - . A – R2 : 21.. .2 mm bintang segi lima sebagai batas tulisan.com 62 BAB V CAP DINAS A. 3) Cap . A – R3 : 15 mm.

. R2.5 mm A – R3 : 15 mm a –r : 5 mm tebal garis lingkaran: R1 : 0.com 63 3) cap dinas pimpinan satuan tingkat Mabes Polri dan Kapolda serta pimpinan satuan wilayah berbentuk bundar dalam ukuran besar terdiri atas hal-hal berikut: tiga lingkaran dan dua lingkaran kecil. Contoh nama satuan organisasi tingkat Mabes Polri seperti: SEKRETARIAT UMUM..2 mm dua lingkaran kecil yang menyentuh R1.2 mm. di R1 R2 r A a a R3 r - - - - - Contoh .2 mm r : 0. DETASEMEN MARKAS.. .8 mm R2 = R3 : 0.. R3 yang memuat gambar lambang Tribrata merupakan batas tulisan (a–r = 5 mm). Contoh nama jabatan di tingkat Mabes Polri KEPALA/INSPEKTUR/GUBERNUR/ DEPUTI/SEKRETARIS Contoh nama jabatan di tingkat Polda/tingkat wilayah KEPALA/INSPEKTUR/DIREKTUR di bawah lingkaran kecil (yang memuat gambar lambang Tribrata) terdapat tulisan nama satuan organisasi. di dalam lingkaran A–R3 terdapat 17 garis tegak berjarak sama dengan tebal garis 0. di atas lingkaran kecil (yang memuat gambar lambang Tribrata) terdapat tulisan satuan organisasi Induk.www. di tengah lingkaran dalam di antara garis atas dan bawah terdapat tulisan nama jabatan kepala satuan.abdillahrifai.5 mm A – R2 : 21. jari–jari lingkaran besar bertitik pusat A dengan ukuran: A – R1 : 22.

2 mm r : 0.abdillahrifai.Jari–jari lingkaran bertitik pusat A dengan ukuran: A – R1 : 11.2 mm Lingkaran kecil ( a – r = 5 mm) memuat gambar lambang Tribrata sebagai batas tulisan.www.2 mm Isi tulisan dan gambar cap dinas Kapolda/pimpinan satuan wilayah bentuk bundar ukuran kecil sama dengan isi tulisan pada cap dinas Kapolda/pimpinan satuan wilayah bentuk bundar ukuran besar.8 mm r : 0.. SEKRETARIAT UMUM di R1 R2 r a 4) Cap dinas Kapolda/pimpinan satuan wilayah bentuk bundar ukuran kecil terdiri atas hal-hal sebagai berikut: .8 mm R2 = R3 : 0. P1 - . R3 dan R4 dengan ukuran: A – P1 = A – P2 : 30 mm P2 – R3 = P1 – R4 : 44 mm P2 – R2 = P1 – R1 : 38 mm a–r : 5 mm tebal garis lingkaran: R1 = R2 : 0.75 mm A – R3 : 7.5 mm a –r : 2. lingkaran kecil menyentuh R1. di dalam..2 mm R3 = R4 : 0.5 mm .com 64 Contoh nama satuan organisasi tingkat Polda/kewilayahan seperti : DAERAH JAWA TIMUR. P2 R3 R2 r a A R1 R4 r a 5) Cap dinas staf bentuk lonjong ukuran besar yang berlaku di lingkungan Mabes Polri dan wilayah terdiri atas hal-hal berikut: dua lingkaran lonjong.. R2.25 mm A – R2 : 10.Tiga lingkaran dan dua lingkaran kecil.Tebal garis lingkaran R1 :0.. R3 r a A .

- - - A NAMA SATUAN ORGANISASI B C D JAGA/ sesuai keperluan Nama jalan. .com 65 di dalam lingkaran lonjong tengah terdapat 17 garis tegak berjarak sama dengan tebal garis 0.. di dalam kolom huruf C – D terdapat tulisan nama jalan dan kode pos. di bawah lingkaran kecil (yang berisi gambar lambang Tribrata) terdapat tulisan nama satuan organisasi.2 mm. - - B.kode pos) F A – D = E – F = 4 cm di dalam kolom huruf A – B terdapat tulisan nama satuan organisasi. di atas lingkaran kecil (yang berisi gambar lambang Tribrata) terdapat tulisan nama satuan organisasi induk... di tengah lingkaran lonjong dalam di antara garis atas dan garis bawah terdapat tulisan STAF.www. Contoh .5 cm (Nama jalan. di dalam kolom huruf B – C terdapat tulisan jaga/ sesuai keperluan..5 cm (Satuan Organisasi) B – C = 1 cm (Jaga/sesuai keperluan) C – D = 1.abdillahrifai. kode pos E Ukuran Cap yang berbentuk persegi empat : A – E = D – F = 8 cm A – B = 1.

com 66 B. Contoh Bentuk Cap Jabatan/Staf 1. . Cap Jabatan Kepala satuan organisasi di Lingkungan Mabes Polri a.abdillahrifai. Unsur …. Cap Staf Mabes Polri 2. Unsur Pelayanan Staf 1) Kasetum Polri 2) Staf Setum Polri b. Unsur Pembantu Pimpinan / Pelaksana Staf 1) Cap Jabatan Irwasum Polri 2) Cap Staf Itwasum Polri b.www. Cap Jabatan Unsur Pimpinan Pusat a. Cap Jabatan Kapolri b..

Unsur Pimpinan dan Pelaksana Staf 1) Cap Jabatan Kapolda Jawa Tengah 2) Cap Staf Polda Jawa Tengah b. Unsur Pelaksana Pendidikan dan Staf Khusus 1) Cap Jabatan Kalemdiklat Polri 2) Cap Staf Lemdiklat Polri c.com 67 b.Unsur …. Cap Jabatan Pimpinan Satuan Kewilayahan a.abdillahrifai.www.. Unsur Pelaksanan Utama Pusat 1) Cap Jabatan Kabareskrim Polri 2) Cap Staf Bareskrim Polri 3. .

. Unsur Pelaksana Staf Khusus/Pendidikan dan Pelayanan.abdillahrifai.com 68 b. Unsur Pembantu Pimpinan dan Pelaksana Staf 1) Cap Jabatan Karolog Polda Metro Jaya Jaya 2) Cap Staf Birolog Polda Metro c. 1) Cap Jabatan Kabiddokkes Polda Sumut 2) Sumut Cap Staf Biddokkes Polda 3) Cap Jabatan Ka SPN Banyubiru 4) Cap Staf SPN Banyubiru 5) Cap …. .www.

1) Unsur Pelaksana Utama Cap Jabatan Kasat Brimob Polda Jambi Jambi 2) Cap Staf Satbrimob Polda e.www.com 69 5) Cap Jabatan Kadenma Polda Kalteng 6) Cap Staf Denma Polda Kalteng d. 1) Unsur Pembantu Pimpinan dan Pelaksanaan Staf Kewilayahan Polri Cap Jabatan Kapolres Rembang 2) Cap Staf Polres Rembang 3) Cap …. ..abdillahrifai.

com 70 3) Cap Jabatan Kapospol Blok M 4) Cap Staf Pos Pol Blok M 4..abdillahrifai.www. .. Cap Dinas Bentuk Persegi Empat A KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA TENGAH E B C D JAGA MARKAS JALAN PAHLAWAN I.. SEMARANG 50243 F BAB VI ..

.abdillahrifai.www. Contoh .. Contoh Format Buku Agenda NASKAH/SURAT TANGGAL 1 NOMOR 2 NOMOR TANGGAL 3 TERIMA DARI 4 ISI/PERIHAL 5 LAMPIRAN 6 KEPADA 7 KETERANGAN 8 B.com 71 BAB VI CONTOH FORMAT PERLENGKAPAN TATA PERSURATAN A. ...

Contoh ….www. Contoh Format Buku Verbal TANGGAL 1 NOMOR KEPADA 2 3 ISI/PERIHAL 4 LAMPIRAN 5 DARI/ KONSEPTOR 6 KETERANGAN 7 C..com 72 B. .abdillahrifai.

www..com 73 C.. Contoh Format Buku Ekspedisi TANGGAL NOMOR SURAT KEPADA PERIHAL PENERIMA TANDA TANGAN/ NAMA TERANG 1 2 3 4 5 D.. ..abdillahrifai. Contoh .

.abdillahrifai...com 74 D.. Contoh .www. . Contoh Lembar Disposisi MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT UMUM LEMBAR DISPOSISI Kepada Nomor Agenda Surat dari Perihal : : : : Diterima tanggal : pukul: Nomor surat/tanggal : Isi Disposisi E.

com 75 E. ……….. Format Amplop 1 (Dinas) CAP DERAJAT KOPSTUK Nama Jalan dan Kode Pos Nomor : …………………..www.... CAP STAF 2.. Format Amplop 2 (khusus) GAMBAR LAMBANG TRIBRATA Tanda bintang sesuai dengan pangkat jabatan Nomor : …………………. ASLI Kepada Yth.... ………………... ……………… ……………….... .... di ………………... Contoh Format Amplop 1. CAP DERAJAT ASLI Kepada Yth.. di ………………… CAP STAF BAB VII.abdillahrifai.

Jakarta.. MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Jalan Trunojoyo 3. LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI SEKOLAH POLISI WANITA Jalan Ciputat Raya 41. 100 cm 250 cm 2) Tingkat .. Kebayoran Lama. Jakarta 12110 520 cm 150 cm b) Isi tulisan dan ukuran nama unsur pembantu pimpinan / pelaksana staf yang berada di luar kompleks Mabes Polri JalanTrunojuyo 3. Jakarta... NAMA JABATAN.. MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA STAF DEPUTI BIDANG LOGISTIK Jalan Raya Bekasi 86. Kebayoran Baru..abdillahrifai. NAMA SATUAN ORGANISASI 1) Tingkat Mabes Polri a) Isi tulisan dan ukuran nama di dalam komplek Mabes Polri Jalan Trunojoyo 3.. Kebayoran Baru.. NAMA PEJABAT DAN PETUNJUK UNIT ORGANISASI A.. Jakarta. . Jakarta Kode Pos. Kebayoran Baru. 400 cm 100 cm c) isi tulisan dan nama unsur pelaksana pendidikan dan yang berada di luar kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo 3... Jakarta Kode Pos..com 76 BAB VII CONTOH PENULISAN NAMA SATUAN ORGANISASI.. Kebayoran Baru.www.

.... Kode Pos…………….................... KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT Jalan Soekarno Hatta 748.... ............ Kode Pos.www......abdillahrifai...... 100 cm KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH BENGKULU RESOR BENGKULU SELATAN Jalan ............ 80 cm KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEKTOR METROPOLITAN KEBAYORAN BARU POS BLOK M Jalan ... 100 cm B............. 250 cm c) Isi tulisan dan ukuran nama Polsek..... 100 cm KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA RESOR METROPOLITAN JAKARTA SELATAN SEKTOR METROPOLITAN PASAR MINGGU Jalan .. Kode Pos..... Bandung Kode Pos..... 400 cm b) Isi tulisan dan ukuran nama Polres.................... 160 cm d) Isi tulisan dan ukuran nama Pospol..com 77 2) Tingkat wilayah a) Isi tulisan dan ukuran nama di dalam kompleks Mapolda....... 60 cm NAMA JABATAN …...

80 cm DETASEMEN MARKAS 200 cm 80 cm 3) Unit organisasi yang berada di dalam Mapolwiltabes. NAMA PEJABAT 30 cm Drs.ASGAR SUMANTRI KOMISARIS BESAR POLISI NRP 52060076 13 cm 7 cm D. NAMA JABATAN Nama Jabatan 30 cm KASETUM C. dan Mapolresta. Mapolres.com 78 B.abdillahrifai. Mapoltabes... PELAYANAN SKCK 180 cm 60 cm 4) Unit .www. .. PETUNJUK SATUAN ORGANISASI 1) Satuan organisasi yang berada di dalam Mabes Polri STAF DERENBANG 200 cm 2) Satuan organisasi yang berada di dalam Mapolda..

3. Kadivbinkum Polri Wakapolri : …… : …… Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Agustus 2007 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.com 79 4) Unit organisasi yang berada di dalam Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek).abdillahrifai.www. TAUD 120 cm 40 cm Paraf : 1. SUTANTO JENDERAL POLISI . Konseptor/Kasetum Polri : …… 2. Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful