Anda di halaman 1dari 6

PENYAKIT HEPATITIS SECARA UMUM

Oleh : NI MADE IDA PRADNYANI (PISKACEK)

KEMENTRIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN KEBIDANAN 2012

PENYAKIT HEPATITIS SECARA UMUM Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver). Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia 2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas. Ada lima virus penyebab hepatitis, yang diberi nama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Hepatitis A Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah. Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya. Hepatitis B Hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan. Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh,

sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Gejala yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan ikterik. Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak. Hepatitis C Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higenis. Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari. Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver. Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C. Hepatitis D Hepatitis D, juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis. Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi). Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis. Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV. Hepatitis E Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang

terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus. Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik. Cara pencegahan penyakit hepatitis Penyakit hepatitis memang salah satu penyakit berbahaya, bahkan bisa mematikan . Namun bukan berarti anda tidak bisa mencegah dan menghindari penyakit hati ini. Berikut adalah beberapa cara mencegah penyakit hepatitis agar tidak menyerang tubuh kita.
-

Salah satu penularan hepatitis , khususnya hepatitis A adalah melalui feses atau kotoran manusia yang mencemari makanan dan minuman. Pastikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita adalah makanan yang bersih , dan pastikan pula minuman yang kita minum berasal dari air bersih yang sudah direbus hingga mendidih. Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara pencegahan penyakit hepatitis . Hepatitis akan sangat mudah menyebar di tempat-tempat yang memiliki tingkat kebersihan sangat rendah maupun sanitasi yang sangat buruk. Ketika akan melakukan transfuse darah , pastikan darah tersebut telah melalui tes atau screening penyakit berbahaya , termasuk penyakit hepatitis . Salah satu cara penularan hepatitis adalah melalui transfuse darah. Hindari penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal ini bisa menyebabkan organ hati mengalami kerusakan dan mudah terkena penyakit hepatitis. Obat-obatan yang terdiri dari senyawa kimia itu pastinya akan menumpuk dalam hati dan mengganggu kinerja organ ekskresi tersebut. Pencegahan penyakit hepatitis juga bisa dilakukan dengan cara tidak menggunakan barang apapun secara bersama-sama dan salah satu orang ternyata menderita hepatitis , orang yang lain pasti juga akan tertular dengan mudahnya. Antara lain :

Jangan menggunakan gelas minum secara bergantian, karena hepatitis bisa menular melalui air lir. Jangan saling bertukar atau pinjam meminjam pakaian dengan siapa saja , karena hepatitis bisa menular melalui air keringat. Gunakan pisau cukur milik sendiri . Jika kebetulan Anda memotong rambut di salon atau tukang cukur , jangan mau dicukur dengan pisau cukur milik tukang cukur ( biasanya untuk mencukur jambang ) karena pisau cukur itu dipakai berulang - ulang dan terkontaminasi oleh keringat orang lain yang menempel di pisau cukur itu, ingat hepatitis bisa menular melalui keringat dan mungkin juga penyakit panu , kurap, kadas juga akan bertengger di kulit anda

Bagi pasangan yang hendak melakukan pernikahan , setidaknya melakukan tes kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pasangannya terkena hepatitis atau tidak. Salah satu cara penularan hepatitis bisa lewat hubungan intima tau seksual.

Selalu rawat dan jagalah kekebalan tubuh anda dengan asupan gizi yang cukup, sehingga tubuh anda tetap kuat dan tidak mudah sakit Disamping itu juga perlu meminum ramuan herbal untuk memperkuat daya tahan tubuh agar terhindar dari virus hepatitis, yaitu meminum ramuan temulawak , atau kunyit putih. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB.) adalah tanaman obatobatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi , anti hepatitis, dan anti kanker.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Penyakit hepatitis. http://penyakithepatitis.org (Diakses : 29 Juli 2012 ; pk. 11.13 WITA) Anonim. 2010. Berbagai cara pencegahan penyakit hepatitis. http://www.anneahira.com (Diakses : 29 Juli 2012 ; pk. 11.15 WITA) Anonim. 2011. Lakukan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit hepatitis. http://id.shvoong.com (Diakses : 29 Juli 2012 ; pk. 11.13 WITA)