Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

Topik Hari / Tanggal Waktu Tempat Therapist

: Orientasi Realita (Orang, Waktu, dan Tempat). : Sabtu, 20 Oktober 2012 : 10.00-10.45 WIB : Ruang Wijaya Kusuma : Mahasiswa S-1 Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

1. Latar Belakang Manusia adalah mahluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan interaksi sesama manusia. Kebutuhan sosial yang dimaksud adalah rasa dimiliki oleh orang lain, pengakuan dari orang lain, penghargaaan orang lain, serta pernyataan diri. Interaksi yang dilakukan tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan terhadap kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Untuk mengatasi gangguan interaksi pada pasien jiwa, terapi aktivitas kelompok sering diperlukan dalam praktek keperawatan kesehatan jiwa karena merupakan keterampilan terapeutik. Terapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari terapi modalitas yang berupaya meningkatkan psikoterapi dengan sejumlah pasien dalam waktu yang bersamaan. Terapi aktivitas orientasi realita merupakan sebagian dari terapi aktifitas kelompok yang bisa dilaksanakan dalam praktek keperawatan jiwa. Terapi ini diharapkan dapat memacu pasien untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada pasien, yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan atau tempat, dan waktu.

2. Tujuan a. Tujuan Umum Pasien mampu mengenali orang (diri sendiri dan orang lain), waktu, hari, dan tempat sesuai dengan kenyataan. b. Tujuan Khusus 1) Pasien mampu berkenalan dengan perawat dan pasien lainnya. 2) Pasien mampu menyebutkan kembali nama perawat dan pasien lainnya. 3) Pasien mampu menyebutkan nama hari, waktu dengan tepat

4) Pasien mampu menunjukkan ruang perawat, ruang istirahat, ruang makan, kamar mandi, ruang tindakan. 3. Kriteria Anggota Kelompok a. Pasien halusinasi b. Pasien yang tidak mengenal dirinya c. Pasien salah mengenal orang lain, tempat dan waktu.

4. Proses Seleksi a. Berdasarkan observasi prilaku sehari-hari pasien yang dikelola oleh perawat b. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku pasien sehari-hari serta kemungkinan dilakukan terapi kelompok pada pasien tersebut dengan perawat ruangan c. Melakukan kontak pada pasien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakukan

5. Pembagian Tugas a. Leader b. Co-Leader c. Observer a. Fasilitator : Paskalia : Angelina : Menchy : Yustina dan Randy Marcose

6. Uraian Tugas Leader 1) Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai. 2) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan memperkenalkan dirinya. 3) Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib. 4) Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok. 5) Menjelaskan permainan. Co-Leader 1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas pasien 2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang 3) Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan tape recorder) Fasilitator 1) Memfasilitasi pasien yang kurang aktif 2) Berperan sebagai role play bagi pasien selama kegiatan Observer

1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan 2) Mencatat prilaku verbal dan non verbal pasien selama kegiatan berlangsung

7. Uraian Struktur Kegiatan a. Analisa Situasi 1) Waktu Pelaksanaan Hari/Tanggal Waktu Alokasi Waktu : Rabu, 24 Oktober 2012 : Pk.10.00 10.45 WIB : Perkenalan dan pengarahan (5 menit) Permainan (25 menit) Ekpress feeling (10 menit) Penutup (5 menit) 2) Jumlah Perawat Therapist Perawat Ruangan 3) Alat Bantu Tape Recorder & Kaset Bola 4) Setting : 5 orang : 1 orang

Fasilitator Peserta Observer

Proses Pelaksanaan 1) Perkenalan Kelompok perawat memperkenalkan diri dilanjutkan dengan perkenalan dari pasien. Kemudian leader menjelaskan tujuan TAK Orientasi Realita (Orang, waktu dan tempat). Leader melakukan kontrak waktu bahwa TAK Orientasi Realita (Orang, waktu dan tempat) akan dilakukan selama 45 menit mulai pukul 10.00-10.45 WIB, dilaksanakan di ruang Wijaya Kusuma. Leader menjelaskan peraturan TAK Orientasi Realita (Orang, waktu dan tempat) yaitu: bila akan mengemukakan sesuatu pasien diminta untuk lebih dulu mengacungkan tangannya. Bila pasien ingin keluar untuk minum,

BAB/BAK harus minta ijin pada perawat. Pasien tidak boleh meninggalkan permainan sebelum permainan selesai. Pasien harus mematuhi semua peraturan dalam permainan. Leader mengumpulkan pasien yang telah diseleksi di ruang permainan (ruang tengah) dan duduk membentuk lingkaran. 2) Permainan Leader menjelaskan cara permainan yaitu: pasien yang telah berkumpul di ruang permainan akan diajak berjalan-jalan keliling ruangan Wijaya Kusuma. Kemudian akan dikenalkan dengan salah satu perawat, mahasiswa, keluarga pasien, dan pasien di ruangan tersebut. Setelah berkenalan pasien harus mengingat nama, dan ciri-ciri dari orang yang diajak berkenalan. Kemudian pasien diajak kembali ke ruang tengah. Di ruangan pasien duduk melingkar kemudian Co leader memutar kaset dan pasien mengoperkan kotak kecil pada temannya searah jarum jam. Musik dihentikan selanjutnya pasien yang memegang kotak diminta maju ke tengah lingkaran dan menyebutkan: salam, nama lengkap, nama pnggilan, dan menyebutkan nama, hobi, dan ciri-ciri dari orang yang diajak berkenalan tadi sesuai dengan permintaan Leader. Setelah mampu memperkenalkan diri dan berkenalan dengan orang lain, pasien juga diminta untuk menyebutkan hari, waktu dan tempat. Permainan dilanjutkan dengan cara yang sama, sampai semua pasien mendapatkan giliran. Selama kegiatan berlangsung observer mengamati jalannya acara.

3) Peer Review (Evaluasi Kelompok) Pasien dapat mengidentifikasi nama, dan ciri-ciri dari orang yang diajak berkenalan. Pasien dapat menyebutkan nama hari, waktu, dan tempat dengan tepat Semua pasien berpartisipasi dalam permainan.

4) Terminasi Leader melakukan kontrak waktu untuk TAK selanjutnya yaitu hari Sabtu dengan waktu dan tempat yang sama. Mengucapkan selamat siang dan terima kasih atas partisipasi dari semua pasien.

b. Antisipasi Masalah 1) Penanganan pasien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok Memanggil pasien Memberi kesempatan kepada pasien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau pasien yang lain

2) Bila pasien meninggalkan permainan tanpa pamit : Panggil nama pasien Tanya alasan pasien meninggalkan permainan Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada pasien bahwa pasien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu pasien boleh kembali lagi 3) Bila ada pasien lain ingin ikut Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada pasien yang telah dipilih Katakan pada pasien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti oleh pasien tersebut Jika pasien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut. 10. Kriteria Evaluasi a. Evaluasi Input 1) Tim berjumlah 5 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 2 fasilitator dan 1 observer. 2) Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik 3) Peralatan tape recorder, dan bola berfungsi dengan baik 4) Tidak ada kesulitan memilih pasien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik pasien untuk melakukan terapi aktifitas kelompok orientasi realita orang. b. Evaluasi Proses 1) Leader menjelaskan aturan main dengan jelas 2) Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah pasien 3) Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat mengawasi jalannnya permainan 4) 90% pasien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai. c. Evaluasi Output Presentasi jumlah pasien yang mengikuti kegiatan sesuai dengan yang direncanakan : 1) 90% dari jumlah pasien mampu menyebutkan identitas dirinya 2) 90% dari jumlah pasien mampu mengenal orang (diri sendiri dan orang lain sesuai dengan kenyataan). 3) 90% dari jumlah pasien mampu menyebutkan hari, waktu, dan tempat dengan tepat 4) 90% dari jumlah pasien mampu berespon terhadap pasien lain dengan mendengarkan pasien lain yang sedang berbicara

5) 90% dari jumlah pasien mampu mengikuti aturan main yang telah ditentukan

DAFTAR PUSTAKA

Gail Wiscart Stuart, Sandra J. Sundeen. 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Ed.3. Jakarta : EGC Keliat, Budi Anna. 2004. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC Keliat, Budi Anna. 2009. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta: EGC