Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

Judul Praktikum Tanggal Praktikum Tanggal Laporan Dosen Pembimbing Tujuan Praktikum

: pH Larutan Asam-Basa : 12 November 2012 : 18 November 2012 : Riniati, M.Si :

Dapat memahami sifat-sifat dan reaksi larutan asam-basa Dapat menentukan apakah larutan bersifat asam, basa atau netral Dapat mengukur pH larutan dengan menggunakan kertas pH dan pH-meter :

Dasar Teori

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan rasa pahit, getir, asam, asin dan manis pada makanan atau minuman yang kita cicipi. Pada dasarnya rasa makanan, minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam, basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa. Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama. Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebagai asam, misal asam cuka, asam sitrun, dll. Kita juga mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebagai basa, misalnya kapur sirih, air soda, air sabun dll. Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan diklompokkan dalam tiga golongan yaitu bersifat asam, basa dan netral. Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukkan dengan mengukur pH nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman

larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7. Larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7. Sedangkan larutan netral mempunyai ph = 7. Mempelajari cara menentukan pH dan sifat larutan sangat penting untuk mengetahui apakah larutan itu asam ataupun basa. Biasanya cara yang digunakan untuk menentukan sifat dan pH larutan adalah dengan menggunakan kertas lakmus, larutan phenol ptalin, brom timol, metil merah, serta metil oranye. Keberadaan ion hydrogen H atau sering ditulis H3O didalam larutan memberika sifat penting pada larutan tersebut, apakah bersifat asam, basa atau netral. Konsentrasi ion H sering dinyatakan dalam satuan konsentrasi molaritas. Namun untuk

memudahkan, sering dinyatakan dengan pH larutan yang didefinisikan pH = - log [H+] dimana [H+] menunjukkan konsentrasi ion H+ dalam suatu molaritas (mol/L). H x [OH-] = Kw = 10-14 pada suhu 25oC Dalam air murni, [H+] sama dengan [OH-] , sehingga pada persamaan kesetimbangan tersebut akan diperoleh [H+] sama dengan 1.10-7 M. Oleh karena itu pH air murni sama dengan 7 (netral). Larutan dengan [H+] > [OH-] dinamakan asam dan akan mempunyai pH < 7. Sebaliknya jika [H+] < [OH-] dinamakan basa dan akan mempunyai pH > 7. Asam atau basa adalah senyawa yang termasu larutan elektrolit. Larutan asam dalam air dapat menghasilkan ion H+ keseluruhan, sementara basa dalam air dapat menghasilkan OH-. Apabila ion H+ keseluruhannya dilepaskan, maka dinamakan asam kuat dan jika sebagian kecil saja ion H+ yang dilepaskan dinamakan asam lemah. Hal ini berlaku pula untuk basa. Terdapat 2 cara pengukuran pH larutan secara percobaan, yaitu: 1. Menggunakan indicator asam-basa Indikator asam-basa, pada umumnya merupakan senyawa organik yang bersifat asam lemah atau basa lemah. Indikator sangat peka terhadap perubahan konsentrasi ion H,

dengan demikian dapat terjadi perubahan warna pada indikator jika besarnya konsentrasi ion H berubah. Setiap indikator akan mengalami perubahan warna pada daerah pH tertentu. Daerah pH dimana terjadi perubahan warna indicator disebut trayek pH indicator. Trayek pH indicator

2. Menggunakan pH meter Pada pH meter digunakan 2 elektroda yang sensitif terhadap ion H+. potensial antara kedua elekroda berhubungan dengan nilai pH. Pengukuran dengan menggunakan alat pH-meter akan memberikan ketelitian pengukuran yang lebih tinggi daripada indicator.

Alat-alat dan Bahan Alat

: Bahan Kertas lakmus merah dan biru Kertas pH-indikator universal Larutan HCl 0,1 M, 0,01 , 0,001 M Larutan CH3COOH 0,1 M Larutan NH4Cl 0,1 M Larutan NaCl 0,1 M Larutan CH3COONa 0,1 M Larutan NH4OH 0,1 M Larutan NaOH 0,1 M Air mineral

Tabung Reaksi dan Rak Gelas Kimia 100 ml, 250 ml Buret 50 ml Pipet Tetes Pipet Seukuran 10 ml Botol Semprot pH-meter Pengaduk magnet Pemanas/Hot plate

Prosedur Kerja

1. Menguji sifat larutan asam, basa atau netral

0,5 ml -Lar. HCl 0,1 M -Lar. NaOH 0,1 M -Lar. NaCl 0,1 M -Aquadest

Basahi sedikit kertas lakmus merah dan biru dari masing-masing larutan, lalu amati dan simpulkan sifat ketiga larutan tersebut

2. Mengukur pH dengan kertas lakmus-indikator universal (kertas pH)

2 ml, masing-masing larutan: - HCl 0,1 M - HCl 0,01 M - HCl 0,001 M - CH3COOH 0,1 M - NH4Cl 0,1 M - NaCl 0,1 M - CH3COONa 0,1 M - NH4OH 0,1 M - NaOH 0,1 M

Ukur pH masing-masing dengan mencelupkan sedikit kertas pH lalu cocokkan pada warna standar di kertas pH-meter

3. Mengamati perubahan warna indictor

2 ml, masing-masing larutan: - HCl 0,1 M - HCl 0,01 M - HCl 0,001 M - CH3COOH 0,1 M - NH4Cl 0,1 M - NaCl 0,1 M - CH3COONa 0,1 M - NH4OH 0,1 M - NaOH 0,1 M

Tambah 1 tetes indikator phenolphthalein, amati perubahan warna yang terjadi.

Tambah 1 tetes indikator metil merah, amati perubahan warna yang terjadi.

4. Mengukur pH dengan pH-meter

Pipet 10ml lar. HCl 0,1M ke dalam gelas kimia

Celupkan elektroda ke dalam larutan dengan mengencerkan larutan

Nyalakan pH-meter, baca pH

Ulangi pekerjaan dengan volume 5,0ml; 7,5ml; 10,0ml; 12,5 ml; 15,0ml NaOH 0,1 M ukur pH setiap penambahan tersebut

Tambah 2,5 ml lar. NaOH dari buret aduk, ukur pH

Data Pengamatan 1. Kertas lakmus

Percobaan menentukan sifat larutan menggunakan kertas lakmus tidak dilakukan karena kertas lakmus tidak tersedia di laboratorium.

2. Kertas pH universal Larutan pH menurut teori [H+] = [As.kuat].Val = 10-1.1 HCl 0,1 M pH = 10-1 = -log [H+] = -log 10-1 =1 [H+] = [As.kuat].Val = 10-2.1 HCl 0,01 M pH = 10-2 = -log [H+] = -log 10-2 =2 [H+] = [As.kuat].Val = 10-3.1 HCl 0,001 pH = 10-3 = -log [H+] = -log 10-3 =3 [H+] = = CH3COOH 0,1 M pH = 10-3 = - log [H+] = - log 10-3 =3 3 3 2 1 pH dengan kertas pH

= =

[ [ =

] ] 6 ]

NH4Cl 0,1 M pH = -log [ = - log =5 pH = 7, karena ion Na+ dan Clberasal dari asam dan basa kuat sehingga [H+]=[OH-]=10-7

NaCl 0,1 M

] = =

[ [ = ]

CH3COONa 0,1 M

pOH

= -log [ = - log =5

pH

= 14-pOH =14 5 =9

[OH-] = = = 10-3 NH4OH 0,1 M pH pOH = - log [OH-] = - log 10-3 =3 = 14 pOH = 14 3 = 11 8

[OH-] = Mb. b = 10-1. 1 = 10-1 NaOH 0,1 M pH pOH = -log [OH-] = -log 10-1 =1 = 14 - pOH = 14 1 = 13 Gambar Kertas pH setelah di celupkan kedalam larutan: 13

3. Perubahan warna dengan indikator Perubahan Warna Indikator Larutan Phenolphtalein Bening Bening Bening Bening Bening Bening Bening Merah muda Merah muda Brom Thymol Blue Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning kehijauan Biru Biru Biru biru Metil merah Merah muda Merah muda Merah muda Merah muda Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning

HCl 0,1 M HCl 0,01 M HCl 0,001 M CH3COOH 0,1 M NH4Cl 0,1 M NaCl 0,1 M CH3COONa 0,1 M NH4OH 0,1 M NaOH 0,1 M

Gambar larutan yang sudah di tambahkan indikator : -Indikator Phenolphtalein

-Indikator Brom Thymol Blue

-Indikator Metil merah

Gambar keseluruhan :

4. Perubahan pH dalam percampuran larutan a. pH penambahan HCl terhadap 10 ml NaOH Volume NaOH (ml) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 HCl (ml) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 pH 13 13 13 13 12 11 10 9 8 8 6 3 2 2 2 2 1 1

10 10

19 20

1 1

b. pH penambahan NaOH terhadap 10 ml HCl Volume HCl (ml) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 NaOH (ml) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 pH 1 1 1 1 1 1 1 2 5 9 10 10 11 11 11 12 12 12 12 12

c. pH penambahan NaOH terhadap 10 ml CH3COOH Volume CH3COOH (ml) 10 10 10 10 NaOH (ml) 1 2 3 4 pH 4 4 4 5

10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

5 5 6 6 6 10 11 11 12 12 13 13 13 13 13 13

Gambar kertas pH pada saat penambahan NaOH terhadap 10 ml CH3COOH :

Pertanyaan 1. Mengapa pH NH4Cl dan CH3COOH tidak tepat 7 ? jelaskan ! 2. Sebutkan kegunaan indikator asam-basa ! 3. Cari data Ka asam asetat dan Kb NH4OH ! 4. Buat kurva antara pH dan penambahan volume dari data percobaan 4 !

Jawaban 1. Karena NH4Cl merupakan garam yang berasal dari asam kuat (HCl) dan basa lemah (NH4OH). Larutannya bersifat asam karena dari reaksi hidrolisis parsial asam dihasilkan ion H+. Jadi NH4Cl adalah garam yang bersifat asam dan pHnya seharusnya kurang dari 7. CH3COOH juga tidak memiliki pH 7 karena merupakan asam lemah dan larutan tersebut bersifat asam, sehingga pH nya akan kurang dari 7. 2. Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. 3. Ka CH3COOH = 1 10-5 Kb NH4OH = 1 10-5 4. Grafik perubahan pH Penambahan HCl 0,1 M per 1 mL terhadap Larutan NaOH 0,1 M 10 mL
14 12 10 pH campuran 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Volume HCl(mL)

Grafik perubahan pH Penambahan NaOH 0,1 M per 1 mL terhadap Larutan HCl 0,1 M 10 mL
14 12 10 pH campuran 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Volume NaOH(mL)

Grafik perubahan pH Penambahan NaOH 0,1 M per 1 mL terhadap Larutan CH3COOH 0,1 M 10 mL
14 12

pH campuran

10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Volume NaOH(mL)

Pembahasan Pada praktikum kali ini kami menentukan pH dari beberapa larutan menggunakan kertas pH, dan mengamati perubahan warna setelah penambahan indikator asam-basa, juga menentukan pH suatu larutan setelah ada penambahan larutan lain. 1. Menentukan pH larutan dengan kertas pH Larutan pH menurut teori [H+] = [As.kuat].Val = 10-1.1 HCl 0,1 M pH = 10-1 = -log [H+] = -log 10-1 =1 [H+] = [As.kuat].Val = 10-2.1 HCl 0,01 M pH = 10-2 = -log [H+] = -log 10-2 =2 [H+] = [As.kuat].Val = 10-3.1 HCl 0,001 pH = 10-3 = -log [H+] = -log 10-3 =3 [H+] = = CH3COOH 0,1 M pH = 10-3 = - log [H+] = - log 10-3 =3 3 3 2 1 pH dengan kertas pH

= =

[ [ =

] ] 6 ]

NH4Cl 0,1 M pH = -log [ = - log =5

NaCl 0,1 M

pH = 7, karena ion Na+ dan Clberasal dari asam dan basa kuat sehingga [H+]=[OH-]=10-7 7

] = =

[ [ = ]

CH3COONa 0,1 M

pOH

= -log [ = - log =5

pH

= 14-pOH =14 5 =9

[OH-] = = = 10-3 NH4OH 0,1 M pH pOH = - log [OH-] = - log 10-3 =3 = 14 pOH = 14 3 = 11 8

[OH-] = Mb. b = 10-1. 1 = 10-1 NaOH 0,1 M pH pOH = -log [OH-] = -log 10-1 =1 = 14 - pOH = 14 1 = 13 13

Ada beberapa larutan yang tidak sesuai dengan teori (di beri warna kuning). Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktelitian dalam mencocokan warna indikator universal, atau zat yang di gunakan telah terkontaminasi oleh zat lain.

2. Mengamati perubahan warna indikator. Perubahan Warna Indikator Larutan Phenolphtalein Bening Bening Bening Bening Bening Bening Bening Merah muda Merah muda Brom Thymol Blue Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning kehijauan Biru Biru Biru biru Metil merah Merah muda Merah muda Merah muda Merah muda Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning

HCl 0,1 M HCl 0,01 M HCl 0,001 M CH3COOH 0,1 M NH4Cl 0,1 M NaCl 0,1 M CH3COONa 0,1 M NH4OH 0,1 M NaOH 0,1 M

Ada tiga indikator yang digunakan

dalam percobaan ini. Indikator yang

pertama phenolptalein, indikator phenolptalein tidak memberi warna pada larutan CH3COOH, NaCl, HCl, NH4Cl,dan CH3COONa sehingga warna larutan tersebut tetap bening, namun phenolptalein memberi warna merah muda pada NH4OH dan NaOH. Sehingga dapat dilihat bahwa phenolptalein memberi warna bening-merah muda dari asam ke basa.

Indikator yang kedua adalah brom thymol blue, indikator brom thymol blue memberikan warna kuning pada CH3COOH dan HCl. Terhadap NH4Cl memberikan warna kuning kehijauan. Namun brom thymol blue memberi warna biru pada larutan CH3COONa, NH4OH, NaCl, NaOH. . Sehingga dapat dilihat bahwa brom thymol blue memberi warna kuning-biru dari asam ke basa. Indikator yang ketiga adalah metil merah, indikator metil merah memberikan warna merah muda pada CH3COOH dan HCl. Metil merah memberi warna kuning pada larutan CH3COONa, NH4OH, NaCl, NaOH NH4Cl. Sehingga dapat dilihat bahwa metil merah memberi warna merah-kuning dari asam ke basa. 3. Menentukan pH suatu larutan setelah ada penambahan larutan lain a. pH penambahan HCl terhadap 10 ml NaOH Mula-mula pH yang terukur adalah 13, setelah di tambah HCl dengan penambahan volume 1 ml secara bertahap lama-lama pH menjadi turun. Perubahan pH yang drastis terjadi pada penambahan ke 11ml-12ml HCl, pH dari 6 turun menjadi 3. Penambahan di lanjutkan hingga terjadi perubahan pH yang konstan. b. pH penambahan NaOH terhadap 10 ml HCl Mula-mula pH yang terukur adalah 1, setelah di tambah NaOH dengan penambahan volume 1 ml secara bertahap lama-lama pH menjadi naik. Perubahan pH yang drastis terjadi pada penambahan ke 9ml-10ml NaOH, pH dari 5 naik menjadi 9. Penambahan di lanjutkan hingga terjadi perubahan pH yang konstan.

c. pH penambahan NaOH terhadap 10 ml CH3COOH Mula-mula pH yang terukur adalah 4, setelah di tambah NaOH dengan penambahan volume 1 ml secara bertahap lama-lama pH menjadi naik. Perubahan pH yang drastis terjadi pada penambahan ke 9ml-10ml NaOH, pH dari 6 naik menjadi 10. Penambahan di lanjutkan hingga terjadi perubahan pH yang konstan.

Kesimpulan Berikut data pH yang didapat melalui pengukuran dengan kertas pH universal HCl 0,1 M memiliki pH 1 (asam) HCl 0,01 M memiliki pH 2 (asam) HCl 0,001 M memiliki pH 3 (asam) CH3COOH 0,1 M memiliki pH 3 (asam) NH4Cl 0,1 M memiliki pH 6 (asam) NaCl 0,1 M memiliki pH 7 (netral) CH3COONa 0,1 M memiliki pH 7 (netral) NH4OH 0,1 M memiliki pH 8 (basa) NaOH 0,1 M memiliki ph 13 (basa)

Indikator phenolptalein mempunyai trayek pH dari bening-merah muda dari asam ke basa, Indikator brom thymol blue memberi warna kuning-biru dari asam ke basa. Indikator metil merah memberi warna merah-kuning dari asam ke basa. Daftar Pustaka http://id.scribd.com/doc/16383790/Indikator-Asam-basa A Vogel. A Textbook of Quantitative Inorganic Analysis,.Longman,.London 1978. Mudjiran, Analisa Anorganik Kuantitatif Volumetri, F-MIPA, UGM, Yogyakarta. http://pH/laporan-praktikum-asam-basa.html http://pH/laporan-praktikum-kimia-indikator-asam.html http://pH/laporan-praktikum-kimia-titrasi-asam.html http://pH/laporan-praktikum-menentukan-trayek-ph.html