BIMBINGAN KONSELING BELAJAR Pertemuan 1: PENGANTAR 1.

Identitas Mata Kuliah 1 Nama MK: BIMBINGAN KONSELING BELAJAR Sandi MK: PKP 408 SKS/JS: 2/2 KLA/OFF: A-A/B-B HARI/JAM/RUANG: Rabu/1-2/C1.105 Rabu/3-4/C1.104

2. Bobot Penilaian mm ASPEK PENILAIAN 1. Aktivitas setiap kuliah 2. Evaluasi individu dalam Tugas kelompok 3. Tugas Individu 4. Ujian 25% 20% 25% 30% 2

3. Metode Kuliah 1. 2. 3. 4. 3 Konstruktivisme: mahasiswa membentuk suatu bangunan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya berdasarkan literatur, tugas-tugas, masukan-masukan. Aktif mengerjakan tugas Learning by doing khususnya dalam metode-metode belajar yang kelak akan diberikan dalam bimbingan belajar di kelas Belajar mengalami (experiental learning)

4 DAFTAR PUSTAKA 1. Anastasi, A. & Urbina, S. Psychological testing. 7 Ed. London: Prentice-Hall International Inc. 2. Bugelski. 1964. The psycholgy of learning applied to teaching. Indianapolis. The Robbs-Merril Company Inc, 3. DePorter, B. & Hernacki, M. 1999. Quantum learning. Bandung: Kaifa 4. Dryden & Vos, J. 1999. Revolusi cara belajar. Jakarta: CV Rajawali. 5. Hamachek, D. 1990. Psychology in teaching, learning and growth. Boston: Allyn and Bacon 6. Heimberg, D.M. 2006. Strategi meningkatkan kecerdasan, memori & kreativitas. Terjemahan Adiloka Sujono & Dewantoro Wahyu Gutomo. Jakarta: Prestasi Pustaka. 7. Klausmeler, H.J. & Goodwin, W. 1975. Learning and human abilities: eduacational psychology. New York: harper & Row Publisher. 8. Partowisastro, K. 1982. Diagnosa dan pemecahan kesulitan belajar. Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga. 9. Rimm, S. 1997. Mengapa anak pintar memperoleh nilai buruk: Apa yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya? Jakarta: Grassindo. 10. Romlah, T. Zen, E.F. 1991. Keterampilan-keterampilan Belajar. Malang: Depdikbud IKIP MALANG. 11. Rose, C. & Nichol, M.J. 2002. Accelerated learning for the 21 century. Terjemahan Dedy Ahimsa. Bandung: Nuansa Cendikia. 12. Smith, C. Strick, L. 1997. Learning disabilities: a parent’s complete guide to

KAITAN PENGERTIAN BK DENGAN BK BELAJAR Bimbingan Konseling • • • • Proses Bantuan Masalah biasa/keseharian Teknik Konseling • • • •

5 BK Belajar

Proses Bantuan Belajar Masalah Belajar pada anak normal Teknik Belajar

6 DEFINISI

BK Belajar adalah bantuan belajar yang diberikan pada anakanak normal/relatif--baik yang mengalami masalah kesulitan belajar maupun tidak-- agar mereka dapat mencegah atau mengatasi kesulitan tersebut.

7

BANTUAN • Mempelajari siswa • Mengidentifikasi faktor-faktor kesulitan • Mendiagnosis • Memberi informasi tentang hakekat belajar • Megajarkan cara belajar • Memberi motivasi tentang pentingnya belajar • Membentuk pribadi siswa yang cinta akan belajar

ISTILAH-ISTILAH BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN BELAJAR

8

1. Learning disability: A child with learning disabilities is one with adequate mental ability, sensory processes, and emotional stability who has a limited number of specific deficits in perceptual, integrative or expressive processes which severly impair learning efficiency. Most of learning disability students describe the type of child whose academic achievement falls bellow his intelectual potential. Most children classified as having disabilities have associated with social and emotional problems. (L.J. Peter, 1975, hal. 222).

Ketidakmampuan Belajar: Anak yang normal • mentalnya • Pemrosesan indra • Emosi (stabil) TETAPI ada Keterbatasan  Akibat: - Pengamatan Nilai rendah - Proses integrasi di bawah potensi - Proses Ekspresi intelektual - Berhubungan dgn Masalah Sosial Ekonomi

2. A learning difficulty represents a discrepancy between a child’s estimated academic potential and his actual level of academic potential and his actual level of academic performance (Allan & Rose). Ketidaksesuaian Perkiraan PA Tingkat PA Aktual

Tingkat Prestasi Akademik

3. Children with special learning disabilities exhibit a disorder in one or more of the basic psychological processes involved in understanding or in using spoken in language, listening, thinking, talking, reading, writing, spelling or arithmetic. They have been referred to as athough they do not included:. (National Advisory Committee for Bureau of Education for Handicapped).  observasi Anak yang terganggu: Satu atau lebih pemrosesan psikologis yang mendasar  Berpikir  Mencamkan  Mengkoding Terganggu:  Mengingat • Pemahaman Bahasa  Mengabstrak Tetapi bukan • Berbahasa termasuk • Mendengar • motor anak • Berpikir handicaps • Bercakap-cakap • mental • Membaca retardation Mereka disebut: • Menulis • emotional • perceptual handicaps • Mengeja disturbance • brain injury • Berhitung • minimal brain disfunction • dyslexia • aphasia

4. Children who have a learning disorder are those who manifest an educationally significant discrepancy between their estimated intellectual potential and (their) actual level of performance related to basic disorder in the learning processes which may or may not be accompanied by demonstrable central nervous dysfunction, and which not secondary to generalized mental retardation educational or cultural deprivation, severe emotional disturbance or sensory lose. (L.J. Peter, 1975).

gangguan belajar yang sebabsebabnya bisa berhubungan atau tidak dengan tidak berfungsinya sistem syaraf pusat

Perkiraan PA Tingkat PA Aktual

Tingkat Prestasi Akademik

which not secondary to generalized mental retardation, educational or cultural deprivation, severe emotional disturbance or sensory lose. 5. Slow learner: a non technical term variously applied to children who are some what mentally retarted or who are developing at a slower than normal rate. (J. P. Chaplin, 1986, hal. 461). 6. Minimal brain disfunction: Kelainan/tidak berfungsinya otak pada taraf minimal. 7. Aphasia: gangguan berbahasa karena kerusakan otak 8. Disleksia: kesulitan membaca sehingga juga menyebabkan kesulitan menulis, kesulitan lain: mengeja, mengingat, mendengar, bahkan berimajinasi.

Inflexibility 6. Social immaturity 4. Terdapat juga anak yang hanya hiperaktif dan impulsif dan hanya mempunyai masalah sedikit dengan perhatian. 6 atau lebih gejala . Menurut pedoman yang seringkali digunakan oleh profesioional untuk mengidentifikasi ADHD. Difficulty to conversation 5. tak sebanding stimulus 2. Clumsiness 9. Gerakan motorik canggung dan secara konstan jelek DAFTAR CEK ADANYA ADHD Kurang perhatian dapat terjadi dengan atau tanpa hiperaktivitas. Absent mindedness 8. Mudah beralih perhatian 4. Persepsinya keliru berulang kali 5. Poor planning and organizational skills 7. Pengaturan tindakan menjadi kacau 3. Difficulty following directions 3. Bereaksi sembarangan.9 MASALAH BELAJAR ANAK NORMAL Masalah kondisi belajar Masalah motivasi belajar/rendah cita-cita Masalah kurang informasi ttg cara belajar Masalah Kebiasaan buruk dalam belajar Masalah kurang terampil dalam belajar Masalah self manage MASALAH ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN BELAJAR 1. Lack of impulse control ANAK YANG MENGALAMI KERUSAKAN OTAK 1. Hiperaktif yang sulit berubah 6. Short attention span 2.

Hiperactivity and Impulsivity 3. Language Processing Disability Speech and Language Comprehensive Reading Writing Math Related problems 5. Inattention 2.11 ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) 1. Fine Motor Disability At home BELAJAR At school . Visual Perception Disability Writing Reading Math Related Problems 4.

Belajar diskriminasi 6. Belajar untuk belajar 10. Belajar membentuk rangkaian gerak-gerik 4. 2. Berdasarkan fungsi psikis b. mengingat. Belajar arti kata-kata 5. Belajar teoretis Belajar teknik Belajar sosial Belajar estetis c. berketerampilan 1. Belajar sensori-motorik: mengatamati. De Block a. 3. Belajar insidental 2. Bentuk belajar tak disadari 1. Belajar tersembunyi Menurut Van Pereren: 8 Tipe Belajar dari Robert M. 4.Pokok-pokok Pikiran tentang Belajar 1. Membentuk otomatisme 1. Belajar afektif 3. kelompok. bangsa dan negara bergantung banyak/mutu belajar. Belajar dinamik 2. Belajar berpkir 8. golongan. Belajar pengetahuan 4. Belajar memecahkan masalah 9. Belajar kognitif. Belajar sinyal 2. Menghafal 3. Kemajuan individu. Belajar asosiasi verbal 5. Gagne 1. Belajar konsep 6. Manusia itu makhluk belajar 2. Apakah BELAJAR itu? Learning is a change in performance as a result of practice. Belajar konsep 7. Belajar insdidental 2. (McGeoh) Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedures (whteher in labroratory or in the natural environment) as distinguished from change by factors not attributable to training (Hilgard) Belajar adalah kemampuan organisme/individu untuk mengadakan adaptasi (akomodasi) terhadap stimulus yang baru dan sulit sehingga ia dalam keadaan seimbang (Piaget). Belajar dengan mencoba-coba 3. Belajar memecahkamn masalah 7. bergerak. Belajar stimulus-reaksi 3. Belajar kaidah 8. Belajar dinamik . berpikir 4. Menurut materi ajar 1. Aspek-aspek dalam definisi belajar: • Proses • Perubahan tingkah laku • Sebagai akibat dari praktek atau pengalaman • Kapan dan dimana saja • Dengan berbagai cara (khususnya cara yang efektif) Jenis-jenis Belajar Menurut A.

Fasilitas belajar d. Sosial a. Self-effication g. infant hypoglycemia g. Motivasi (eksternal) d. exposure to toxic chemicals: pesticides i. radiation to skull and chemotherapy treatments for cancer j. carbon monoxide poisoning 2.FAKTOR-FAKTOR BELAJAR INTERNAL: 1. birth complications b. Nonsosial a. Anggota keluarga b. Memperbaiki keadaan ekonomi keluarga 2. Psikologis a. incidents k. Intelligence b. Motivation (internal) d. Iklim b. accident c. Attitude f. brain hemorrhages and tumors d. Guru/teman di sekolah c. Fisiologis Brain Injuries/Damages a. Persyaratan kelulusan . Letak rumah c. Aptitude e. illnesses such as encephalitis and meningitis e. untreated glandular disorders in infancy f. Self-management h. Interets c. Berbudaya suka maju EKESTERNAL 1. smoke inhalation l. malnutrition h.

Mengol ah Simpan RECEPTOR SENSORY REGISTER SHORT TERM MEMORY/STM 7 Menerima stimulus (penjelasan guru) dan mengubahnya menjadi stimulus neural (WSOsRW Menampung kesan-kesan sensoris.PERISTIWA INTERN YANG TERJADI SELAMA SUBYEK BELAJAR Motivasi Konsen. rumusan verbal dsb. skema. Menampung hasil pengolahan informasi yang ada di STM sebagai info siap pakai dan diolah untuk menemukan maknanya Simpan /Panggil Menggali LONG TERM MEMORY/LTM STM (working memory) RESPONSE GENERATOR Prestasi Menampung informasi yang tersimpan dalam LTM dan mengubahnya menjadi rencana reaksi/jawaban Umpan balik EFFECTOR Menampung hasil perencanaan dan melaksanakan rencana dalam bentuk tindakan atau perbuatan. menseleksi kesan yang bermakna dan tidak. mengolah. Subyek mendapat umpan balik via observasi terhadap efek tindakan atau komentar org lain . konsep. grafik. Kesan-kesan tersebut disimpan dalam berbagai bentuk: tanggapan.

2. Penelaahan Status • Metode dokumen • Metode wawancara • Metode observasi • tes • mempelajari kompetensi dan memeriksa ketercapaiannya. Kondisi lingkungan sosial yang permanen g.LIMA DIMENSI BELAJAR: Marzano. Kondisi fisiologis yang permanen e. Masalah yang lebih komplek Aq cu i Carilah contoh kasus seorang murid yang menjadi underachiever. Ikutilah ketiga langkah di samping. Perkiraan sebab a. Kondisi lingkungan sosial yang temporer h. Sebab-sebab saling bergantungan satu sama lain d. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh sebab yang sama c. dan McTighe xed g Et nin f i g n e inn K o dR w n a a i g ni rn d i r tn n t ga gk ne g de le d leg w e o KERANGKA KERJA DIAGNOSIS DAN PEMECAHAN KESULITAN BELAJAR 1. Pickering. Banyak sebab menimbulkan gejala yang sama b. . Kondisi fisiologis temporer f. Diskusikan dalam kelompok dan laporkan hasilnya.

Kondisi fisiologis yang permanen e. Sebab-sebab saling bergantungan satu sama lain d. Pemecahan kesulitan belajar dan Penilaian: bekerja sama dengan kepala sekolah. guru. Kondisi lingkungan sosial yang permanen g. Ikutilah ketiga langkah di samping. Perkiraan sebab a. tim medis. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh sebab yang sama c. guru. KERANGKA KERJA DIAGNOSIS DAN PEMECAHAN KESULITAN BELAJAR 1. tim medis. Diskusikan dalam kelompok dan laporkan hasilnya 3. Kondisi fisiologis temporer f.3. REVOLUSI CARA BELAJAR (LEARNING REVOLUTION) Globalisasi Informasi Indikator Globalisasi Informasi • Telekomunikasi canggih • Informasi cepat dan mengglobal • Perubahan sikap mental. Kondisi lingkungan sosial yang temporer h. Penelaahan Status • Metode dokumen • Metode wawancara • Metode observasi • tes • mempelajari kompetensi dan memeriksa ketercapaiannya. Masalah yang lebih komplek Carilah contoh kasus seorang murid yang menjadi underachiever. Banyak sebab menimbulkan gejala yang sama b. Pemecahan kesulitan belajar dan Penilaian: bekerja sama dengan kepala sekolah. cara berpikir • Timbul jaringan kecerdasan Pemanfaatan Potensi Otak Penenelitian Neuroscience: • • • • Otak memiliki 1 triliun sel otak Ada 4 lobus otak yang berbeda Memiliki 2 sisi/hemisfer Menjalankan pertukarann telpon (switching & relay) • Memiliki pusat2 kecerdasan Materi Belajar dan Informasi Belajar • Mengirim pesan kimiawi ke seluruh tubuh • Berperan dalam e/revolusi belajar belajar . 2.

 Terdapat dalam rongga tulang tengkorak (skull)  Dibungkus oleh selaput meninges.SATU-SATUNYA CARA UNTUK MERAMALKAN MASA DEPAN ADALAH DENGAN MENCIPTAKANNNYA (ALAN KAY) OTAK MANUSIA PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA  Dimulai sejak konsepsi dan berlangsung sepanjang masa dewasa.  Meninges terdiri dari 3 lapisan yang dari dalam ke luar: - Selaput pia meter yang tipis Selaput arachnoid yg berbentuk seperti sarang laba-laba Selaput durameter yang agak tebal dan keras  Otak digenangi oleh cairan khusus yang terdapat di otak dan sumsum tulang belakang yg disebut cairan serebrospinal.  Umur 5 – 7 bulan terjadi periode perkembangan kritis yakni ketika selsel bergerak ke posisi yang tepat dalam korteks. LOBUS-LOBUS PADA KORTEKS . lingkungan yang kaya rangsangan sesudah lahir dapat menimbulkan adaptasi yakni asimilasi dan akomodasi otak. semua struktur dasar otak sudah terbentuk.  Kesehatan dan gizi ibu sangat penting bagi pertumbuhan otak  Faktor latihan.  9 bulan sebelum lahir.

dan direproduksi lagi. yang menerima informasi ttg tekanan. Dalam lobus frontal bagian kiri. PEMBAGIAN OTAK SECARA EVOLUSI . Berisi korteks visual dimana signal visual diproses. Subcortex berisi hal-hal yang tak disadari. 4. hanya dibawa tengkorak pada daerah dahi. Frontal lobes. disimpan. Temporal lobes adalah bagian otak yang terletak di sisi otak. rasa sakit. dan kemampuan untuk membuat perencaaan berpikir kreatif dan inisiatif. 3. Lobus Parietal adalah bagian atas otak yang berisi somatosensory cortex. sebuah daerah yang dikenal sebagai Broca’s area menghasilkan percakapan. persepsi. Pada area lobus temporal kiri terdapat sebuah daerah yang dikenal sebagai Wrenicke’s area yang berhubungan dengan pemahaman bahasa. Lokasinya di depan otak. emosi dan berisi auditory cortex yang memproses bunyi. hanya sedikit di atas telinga. Frontal lobe juga melibatkan emosi. Bagian ini menerima informasi dari sensory receptor kemudian diolah. Kerusakan pada korteks visual dapat menyebabkan terhambatnya rekognisi visual atau kebutaan.1. Berisi motor cortex yg mengatur 600 otot badan yg menghasilkan gerakan dengan sengaja. 2. area Broca ini aktif. PEMBAGIAN OTAK SECARA UMUM Otak manusia secara garis besar ada 2 bagian: CORTEX dan SUBCORTEX Cortex: Bagian otak yang memproses kegiatan belajar dan berpikir. Selama tugas STM. sentuhan dan temperatur dari badan. Lobus occipital adalah bagian belakang bawah dari otak. di belakang pelipis. Ia berhubungan dengan memori.

Cerebellum (otak kecil): terletak di atas medulla yang berfungsi memperlancar gerak dan mempertahankan rasa keseimbangan. dan memahami kata-kata. Jaringan syaraf yang padat ini yang meluas di atas batang otak . kerja hati. Ketergantungan ini dipakai sebagai metode eksekusi karena jika leher putus maka jalur syaraf dari medula terputus sehingga nafas berhenti. pencernaan. dan mengatur tinggi badan. piano dsb. 1. Jika serebelum anda rusak. denyut jantung. dan refleks. 1. otak manusia ada tiga tingkatan. atau bahkan berjalan.3. anda betul-betul menjadi kaku dan tanpa koordinasi. Otak belakang.1. Agak ke atas dari pusat batang otak adalah the Reticular Activity System (RAS). Ada 3 bagian utama dalam otak belakang: 1. 1.Dari segi evolusi. Bukti yg telah dikumpulkan adalah bahwa serebelum tidak hanya sebagai pusat gerakan. Pons Varolii: bagian tengah batang otak yang merupakan sebuah jembatan dalam otak belakang karena memiliki jalur lintas naikturun dan serabut yang menyilang pons untuk menghububungkan kedua lobus serebelum dan menghubungkan serebelum dengan korteks serebri. dan bangun.2. struktur ini terlibat dalam mengingat keterampialan sederhana. Gerakan kaki dan tangan dikordinasi oleh cerebellum misalnya dalam bermain golf.memecahkan masalah. Bagian paling bawah dari otak bersifat otomatis dan tak disadari. Bagian otak ini terlibat dalam tidur. Medulla oblongata (tangkai otak): adalah bagian yang paling bawah berfungsi mengatur kegiatan vital: pernafasan. Anda mengalami masalah menggunakan pensil. mimpi. memasang benang pada jarum. Selain itu. tetapi juga bertugas pada tingkat kognitif yang lebih tinggi seperti menganalisis informasi sensori.

Terletak pada daerah2 yg melibatkan emosi. dan sebuah bunyi suling mengirimkan signal shg thalamus mengarahkannya pd auditory area. Berfungsi: mengontrol otak tengah dan belakang. Bagian bawah otak tengah rusak ketika/jika individu menderita Parkinson atau kaku dan tremor ketika tua. pemandangan mata hari terbenam mengirim signal sehingga thalamus mengarahkannya ke vision area. Ketika pesan sensori datang ke dalam otak. seks. Barangkali itu maka mengapa . Lapisan kedua adalah otak tengah/kuno.gerakan yang kompleks. Ia juga merupakan kumpulan syaraf yg terlibat dalam pola2 stereotip tingkah laku seperti berjalan. Berfungsi mepertahankan hidup: makan. belajar. menyaring informasi yang datang. berimaginasi. yg di dalamnya merupakan suatu area dimana banyak sistem syaraf naik dan turun untuk menghubungi bagian atas dan bawah otak. *Hanya jalan raya thalamaus adalah sense of smell ini adalah stasion swtiching khusus yg bernama olfactory bulb (organ alat pencium). thalamus mengarahkannya ke pusatpusat otak yg lebih tinggi. 3. Lokasinya antara otak belakang dan otak depan. dan agresi. Lapisan ketiga adalah otak depan/baru/atas.masuk ke dalam pusat otak dan telah berhubungan dengan area-area yang lebih tinggi/atas. tidur atau menoleh pada suatu keributan yang tiba-tiba. yakni menohok pada pusat otak. 2. berpikir. membangunkan pusat2 otak yang lebih tinggi apabila terjadi sesuatu yang menuntut perhatian. kita dapat melihat thalamus petugas pengatur lalu lintas yang begitu sibuk. Tanpa RAS. Khusunya otak tengah terlibat dalam relay informasi antara otak dan mata dan telinga. berbahasa. Sebagai contoh. THALAMUS Masuk ke dalam interior otak. perencanaan. kita tak dapat berubah atau bahkan tidak sadar.

dan reproduksi. seks. Ia juga berisi jam biologis yg mengontrol ritme badan setiap hari. dalam sebuah studi yang darinya menjadikan terkenal James Olds dan Peter Milner melaporkan temuan ”pusat-pusat kenikmatan” dalam hipothalamus. Pada gilirannya. emosi. Ia mengatur temperatur tubuh dg menceteuskan/mengelurkan keringt atau menggigil. selama 15 atau 20 jalm . Ia terlibat dalam drive (dorongan2) yg berkaitan dg pertahanan diri baik individual maupun spesies—lapar. yg dihubungkan dg sebuah tangkai pendek adalah sebuah kelenjar endokrin seperti buah cherri yang disebut kelenjar pituitary. Terletak di bawah dari hipothalamus. stik—sering membangkitan ingatan2 penting pengalaman pribadi. Bos sesungguhnya hanya hypothalamus. Beberapa tikus menekan batang/jeruji ribuan kali dalam sejam. pituitary mengirim pesan-pesan hormonal yg keluar ke kelenjar-kelenjar ini. kebun bunga.particular odors (bau busuk—bau londre segar. dan ia mengontrol operasi yg kompleks dari sistem syaraf otonomi. yg mengirimkan kimia-kimia ke pituitary yg menyuruhnya untuk ”berkata” ke kelenjar endokrin lain. *Satu-satunya perasaan yang benar-benar melewati thalamus adalah rasa membaui yg mempunyai stasiun switching/tombol perubahan yg khusus HYPOTHALAMUS DAN PITUITARY GLAND Di bawah tahalamus terletak sebuah susunan yang disebut hypothalamus (hypo berarti di bawah). Pituitary sering disebut ”master gland” karena hormon ini mengeluarkan banyak pengaruh terhadap kelenjar endokrin lain. Bertahun-tahun yang lalu. Olds dan Milner melatih tikus2 untuk menekan sebuah lever untuk mendapat sebuah buzzer (dengungan) elektrik dikirim melalui elektrode/penghantar kecil. haus. Akan tetapi master gland ini betul-betul hanya sebagai seorang supervisor. Kelenjar ini sering disebut kelenjar pituitary.

’ Ia memampukan kita untk membentuk ingatan spasial shgga kt dpt secara tepat berlayar di lingkungan kita.” Tidak perlu bel alarm syaraf meletupsetiap waktu sebuah mobil berangkat. Sebagai contoh.kwetika itu sampai merka koleps dari kelelahan. ketika anda mengingat seorang yang dijumpai kemarin. Bagian ini membandingkan informasi sensori dg apa yg otak telah pelajari unttuk mengharapkan ttg dunia. informasi itu tdak akan pernah ke sasaran/mencapai tujuan. ia memampukan kita utk membentuk memori baru ttg kenyataan dan peristiwa2 –jenis informasi yg anda buthkan untuk mengidentifikasi sebuah bunga. menetapkan secara cepat pentingnya emosi dan berkontribusi terhadap keputusan awal untuk mendekati atau lari dari seseorang atau situasi. yg memililiki sebuah bentuk yg dibayangkan seseorang sebagai seekor kuda laut. HIPOCAMPUS Daerah penting lain yg secara tradisional diklasifikasikan sebagai ”limbik” adalah hippocampus. nada suara. exhaustion. AMIGDALA Amigdala bertanggung jawab untuk menilai informasi sensori. tnapa hipocampus. seekor burung mengerik. mereka kembali lagi ke batang tadi itu. Sebagai contoh menilai bahaya atau ancaman. Hipocampus juga disebut ’jalan raya ke ingatan. bagian ini menceritrakan sistem pengaktivan retikular untuk ”mendinginkannya. Ketika harapan itu ditemukan. menceritrakan sebuah ceritra. atau mengingat sebuah perjalanan liburan. Tetapi. atau anda merasa air liur turun ke kerongkongan. Ketika mereka segar kembali/siuman. penapilan. CEREBRUM Cerebrum dibadi dua bagian terpisah: . Dan sepanjang berdekatan dgn daerah2 otak. Informasi ini kemuidan disimpan dalam cortex cerebral. berbagai aspek ingatan—informasi ttg pertemuan pribadi. dan lokasi—mungkin disimpan dalam lokasi berbeda dalam korteks.

The left hemisphere berurusan dgn sisi kanan badan Keduanya memiliki tugas yg berbeda2 disebut lateralisasi Pemrosesan Kegiatan ===================================================== Intrahemisfer Pendengaran Mengulang kata-kata secara lisan Penglihatan Mencontoh gambar Taktil Membandingkan permukaan benda --------------------------------------------------------------------------------------------Pemrosesan Kegiatan ===================================================== Interhemisfer Pendengaran ke Penglihatan Pendengaran ke taktil Penglihatan ke pendengaran Taktil ke pendengaran Taktil ke penglihatan Menulis kata-kata lisan meraba teskstur permukaan Membaca lisan Secara lisan menggambarkan permukaan tekstur yang diraba Menggambar permukaan tekstur yang diraba --------------------------------------------------------------------------------------------Pemrosesan Kegiatan ===================================================== Integratif hemisfer Integratif Pemahaman dengan berbagai cara/ kemampuan dan diekspresikan dengan berbagai cara pula. Ini adalah . --------------------------------------------------------------------------------------------CEREBELLUM Berdiri di atas batang otak dan tampak dari belakang bagian otak.1. kita melihat sebuah struktur yang ukurannya segenggaman kecil. The right hemisphere berurusan dgn sisi kiri badan 2.

Anda mengalami masalah menggunakan pensil. BATANG OTAK Kita mulai pada dasar dari tengkorak dengan batang otak. yang berkembang 500 juta tahun yang lalu. Batang otak itu menyerupai sebuah batang yang muncul dari spinal cord (urat syaraf tulang belakang). atau bahkan berjalan. Bukti yg telah dikumpulkan adalah bahwa serebelum tidak hanya sebagai pusat gerakan. dan memahami kata-kata. Jika serebelum anda rusak. SEL SYARAF Sel syaraf atau neuron berfungsi sebagai penerus informasi. Medulla bertanggung jawab untuk fungsi tubuh yang tidak disadari seperti bernafas dan kerja hati. telinga. Ada 3 jenis neuron: 1. dan refleks.Neuron sensorik: penerus informasi jarak jauh seperti mata. Pons terlibat dalam (antara lain): tidur. ke otak. dan mimpi. bangun. anda betul-betul menjadi kaku dan tanpa koordinasi . Selain itu. Jalan pintas/jalur antara spinal cord dan bagian atas dari otak melalui 2 susuan utama batang otak: medulla dan pons. memasang benang pada jarum. tetapi juga bertugas pada tingkat kognitif yang lebih tinggi seperti menganalisis informasi sensori. struktur ini terlibat dalam mengingat keterampialan sederhana.memecahkan masalah. . Kertagantungan ini dipakai sebagai metode eksekusi karena jika leher putus maka jalur syaraf dari medula berkurang dan nafas berenti.Cerrebelum atau ”otakkecil” yang mengkontribusi rasa keseimbangan dan mengkoordinasi otot2 shg bergerak lancar dan tepat.

SEBUAH PERJALANAN DALAM OTAK . 3. Ada dua struktur dasar adalah amigdala dan hipocampus.Neuron asosiasi/konektor: neuron yang menghubungkan neuron-neuron motorik dan sensorik yang berada di luar sistem syaraf pusat. Nucleus sell: Inti sel 3. Ranting-ranting akhir adalah bagian yang paling kecil dalam bentuk serabut-serabut.4 Thalamus 3. Dendrit adalah bagian yang mencuat dari badan sel dan kemudian bercabang-cabang.7 Neokorteks 5.2 Amigdala 3. 3.Neuron motorik: penerus informasi jarak panjang dari otak ke otot-otot dan kelenjar-kelenjar. 2.3 Hippocampus 3. Axon adalah cuatan yang paling jelas dan panjang setelah dendrit. Setiap neuron terdiri dari bagian: 1. 4. Badan sel adalah bagian yang memelihara dan mengelola neuron agar dapat berfungsi. Ia memainkan peranan penting baik dalam memori maupun emosi.1 Lymbic system: jaringan hubungan yang longgar dari struktur di bawah korteks serebral.5 Ganglia 3.6 Hypothalamus 3.2. 3.

BELAJAR ITU TERJADI APABILA ORGANISME MENERIMA STIMULUS/INFORMASI.  auditory. dan dalam setiap kegiatan—merasakan suatu emosi. --bergai struktur lain terlibat. ingatlah bahwa penjelasan kita betul-betul umum. Teori Gall tentang Phrenology ini salah tetapi ia berjasa karena menelurkan gagasan pembagian otak.  vision.  naming object. silakan membuat suatu bayangan perjalanan anda dalam otak. DAN MEREPRODUKSINYA. Gambar Neuron JALAN RESPON BIASA. bahwa anda telah melihat sebuah ukuran mikroskop dan bahwa perjalanan anda sedang melalui ”rumah kediaman jiwa yang lemah” mulai dari bagian bawah. Meskipun begitu. Untuk belajar tentang struktur utama otak. MEMPROSES/MENGOLAH. mengerjakan sebuah tugas. GERAK REFLEKS.9 menunjukkan susunan utama yg akan kita jumpai selama perjalanan kita. Dengan maksud. DAN BERPIKIR Respon Biasa: Jika haus: Stimulus rasa haus  reseptor saraf sensorik saraf konektorotaksaraf konektorsaraf motorik ototgerak .  visual processing of words. ahli Anatomi Austria yang berpendapat bahwa sifat-sifat seseorang merupakan cerminan dari perkembangan daerah khusus/tertentu pada otak. MENYIMPAN. Kosep ini dikenal sebagai lokalisasi fungsi kembali pada paling tidak Joseph Gall (1758-1828).Kebanyakan teori otak modern berasumsi bahwa bagian-bagian otak tertentu (walau tumpang tindih) menjalankan tugas-tugas berbeda. sekarang.  area Wernicke yang merupakan pusat pemahaman bahasa  area Broca yang merupakan pusat pembentukan kata. berpikir.  planning complex movement and elaborations to thought.  spatial coordinates.  sensory. hanya di atas tulang belakang. Gambar 4. Bagian korteks terdiri dari:  motoryc.

? SUSUNAN SYARAF PUSAT Susunan Syaraf Pusat Susunan Syaraf Otonom Otak Sumsum Tulang Belakang Subcortex Otaka Belakang Cortex Otak tengah Otak depan Pons M O Serebelum Atap Jlr Mtrk Belahan otak striatum talami varoli . Stimulus reseptorsaraf sensorik dendritsel axonsumsum tulang belakangmedulla oblongataotak.Gerak refleks: kaki kena paku: Stimulus  reseptor saraf sensorik saraf konektorsum-sum tulang belakangsaraf konektorsaraf motorikototgerak Berpikir: Ketika impuls syaraf datang merambat dalam serabut saraf maka saraf sensorik datang dari tubuh. masuk ke otak. masuk ke sum-sum tulang belakang.

5.1.2 magnetic resonance imaging (MRI) 2. 4. and community environment. yet most of these children do not develop learning problems.BAB 2 WHAT CAUSES LEARNING DISABLITIES 1.1 to watch living brains at work 2.4 heredity ----------------------------------------------------------------------------------------------- 3.3 5. 2.1 positron emission tomography (PET) 2.3 Sicientist have autopsied the brains of deceased persons with LD. the relative of important of these causes has become a matter of increasing research and debate.1 brain injury 6. school. Multiple factors contribute to learning disabilities. Experience has shown that modifying the environment: making changes at home and educational program can make a remarkable difference in educational progress. Children’s intellectual development is also heavily influenced by their famili\y. 6.2.2 to compared structure and activity levels in brains in normal subjects and subjects with learning problems.2 5.5 geneticists have been searching evidence that some kinds of LD are inherited.3 neurochemical imbalances 6.5 birth complications accident brain hemorrhages and tumors illnesses such as encephalitis and meningitis untreated glandular disorders in infancy . BRAIN INJURY 1 It was assumed that students with LD had experienced some kind of brain damage. In recent years.1 5.1.2.2 error in brain development 6.4 Goal: looking for anatomical differencies 2. It caused by 2 5.2 Goal 2.1 Investigator have used sophisticated imaging techniques: 2. 3 4 5 Investigator estimated that 20% student suffer a serious insult to the brain by age six. 2. 2.4 5. Finding of research is not always easy to apply this information to an individuals. Biological factors contributions: 6. that some children’s learning disabilities do arise from injures to the brain. There is no doubt. Now we know that head injure are common among typical achievers who has brain injure or not. 2. however.

.1 certain illnesses occur during pregnancy 6.9 5.6 5. suffocation.4 memory problems 8. Brain injuries can occur before birth: 6.3 diabetes kidney disease measles among them –brain damage to the fetus 6. smoke inhalation carbon monoxide poisoning 5.10 5.1. Teddy’s strory demonstrate effect of brain injury can be sudden and dramatic 9.1.13 5.3 hyperactivity 7.14 6.5.2 Prenatal exposure to drugs: alcohol.7 5. nicotine 7.1 6.1. Sometimes children recover from an injury but deficits become apparent when life become more complex and demanding.1 cognitive delays 7.8 5. 10.2 attention deficits 7.11 infant hypoglycemia malnutrition exposure to toxic chemicals: pesticides radiation to skull and chemotherapy treatments for cancer incidents involving choking.2 6.12 5. drowning. Programing involve coordinating several different kinds of support: physical need and speech therapy. Brain injure can associated with a variety of learning difficulties: 7. Ed.

PEMBAGIAN TUGAS WAKTU 23-10-08 KELOMPOK I TUGAS Langkah-langkah Diagnosis: Menelaah status siswa dan memperkirakan sebab-sebab kesulitan belajar Langkah-langkah Diagnosis: Menelaah masalah yang kompleks dan merencanakan kegiatan pemecahan masalah Mengenal gejala umum gangguan perceptual motor dan gejala-gejala psikoneurologis Peranan otak serta kecerdasan majemuk dalam belajar Cara-cara meningkatkan hasil belajar Cara-cara membaca buku Peranan kesehatan: pernafasan dalam meningkatkan hasil belajar Membuat peta konsep terhadap informasi-informasi yang telah diperoleh Metode belajar berdaya ungkit besar 30-10-08 II 6-10-08 III 13-11-08 20-11-08 4-12-08 11-12-08 IV V VI VIII IX 18-12-08 X .

PEMBAGIAN TUGAS Nama Judul Keterangan WAKTU 24-10-08 KELOMPOK I TUGAS Langkah-langkah Diagnosis: Menelaah status siswa dan memperkirakan sebabsebab kesulitan belajar Langkah-langkah Diagnosis: Menelaah masalah yang kompleks dan merencanakan kegiatan pemecahan masalah Mengenal gejala umum gangguan perceptual motor dan gejala-gejala psikoneurologis Peranan otak serta kecerdasan majemuk dalam belajar 31-10-08 II 7-10-08 III 14-11-08 IV .

Deparemen Pendidikan dan Kebudyaan Republik Ekspositori Indonesia. h. 1975. 96. Kurikulum Program S1 . h 15.Kurikulum SEKOLAH Ekspositori MENENGAH ATAS (SMA) 1975: Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Buku: III C Pedo. Departemen pendidikan dan kebudayaan Dirjen Dikti. Jakarta. Prayitno. 2. 3. Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia Suplemen 1 Buku II Tentang kurikulum inti pendidikan tenaga kependidikan program S1. 1982. 77.Ekspositori man Bimbingan dan Penyuluhan. 80-90. MATERI 1.21-11-08 28-11-08 5-12-08 12-12-08 V VI VII VIII IX Cara-cara meningkatkan hasil belajar Cara-cara membaca buku Tipe-tipe memori dan Teknik mencatat pelajaran Peranan kesehatan: pernafasan dalam meningkatkan hasil belajar Membuat peta konsep terhadap informasi-informasi yang telah diperoleh Metode belajar berdaya ungkit besar 19-12-08 X SATUAN ACARA PERKULIAHAN Perte KOMPETENSI muan ke 1 Mahasiswa memahami hakekat mata kuliah “BK Belajar” dan kaitannya dengan kompetensi konselor.1 Hakekat ”BK Belajar” • Konsep BK Belajar dan konsep-konsep sejenis • Kaitan BK Belajar dengan BK • Kaitan BK Belajar dengan kompetensi konselor • Cara Belajar BK Belajar SUMBER METODE 1.

Jilid 2. 1971. • • 4 Mahasiswa dapat mengadakan diagnosa kesulitan belajar Sosial budaya Situasi sekolah Bugelski. Pp187 -214 Ekspositori idem 3 Wilson. S.2 Menghubungkan kompetensi pembelajaran dan prestasi belajar 1. Klausmeler & Goodwin. 1971. 1990.1 Faktor internal faktor yang menim• Fisiologis: bulkan kesulitan kesehatan belajar pancaindra • Tidak berfungsinya neurologis • Psikologis (IQ. 1997.36.1 Penelaahan status 1. 1990. & Urbina. minat.1. 1982. Pp 259 -298 Anastasi.. 1982. 1982. Pp 294-297 Wilson. H 95 . Pp 189-227.2 Kesulitan belajar ditinjau dari teori pemrosesan informasi Mahasiswa memahami faktor. Pp 1.Gagne Wilson. P.3 Memperkirakan sebabsebab kesulitan belajar idem 5 6 Mahasiswa dapat mengenal masalah. H 45 – 90 Partowisastro dan Hadisuparto. Jilid 2. Hamachek. 1990. bakat. Jilid 1.1 Mempersiapkan diri cara mempersiapkan diri untuk idem idem idem Hernacki dan De Porter Mackinu: 1999: Hal 95-113 .5. 1982. A.115 Partowisastro dan Hadisuparto. 13. 2 Mahasiswa memahami terjadi.1.1 Masalah-masalah masalah kompleks kompleks kesulitan yang mempengabelajar ruhi kesulitan 5. Robert M. motivasi). 1997.34 Smith. Piaget.Bimbingan dan Konseling. 1971. 1971. H 18 . idem idem idem idem 1. Pp 51-55. Partowisastro dan Hadisuparto. Pp 37-60. 1982. Hal 32 -63 dan Partowisastro dan Hadisuparto. Hamachek. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti.2 Mengenal ciri-ciri siswa belajar yang mengalami masalah “learning disabilities” Mahasiswa dapat memahami cara6. 109-134. 1964. 97108 Wilson.1 Kesulitan belajar nya kesulitan ditinjau dari teori-teori belajar dari segi belajar teori belajar 1. Pp 167-168 Hamachek. H 56-66. h.

3 Prinsip-prinsip kerja otak 11. H 183229 idem 13 Metode-metode 13. H 22-32 dan 50-94.1 Hubungan pernafasan dan kerja otak 12. 2001.4 Memberdayakan “multiple intelligence” Mahasiswa dapat memahami caracara pernapasan yang dapat meningkakan hasil belajar 12.2 Cara-cara mengikuti/mencatat pelajaran Mike and Smith 8-15 7.4 Skimming dan scanning Ali Saukah: 1999.belajar atau mengikuti pelajaran/ kuliah 7 Cara mengatur waktu belajar 6.1 Cara menyusun jadwal belajar Idem 8 Mahasiswa dapat memahami caracara membaca buku teks Mahasiswa dapat memahami cara menandai dan membuat catatan dari buku bacaan Ali Saukah: 1999: 114-127 1.1 Cara menandai bahan bacaan 9.1 SQ3R 1.1 Hubungan pernafasan dan daya tahan belajar Tony Buzan.3 OK5R 1.2 Mind mapping untuk mengembangkan gagasan Mahasiswa dapat 11.1 Otak sebagai komputer memahami cara terhebat di dunia memberdayakan 11.2 Cara otak menyimpan otak untuk belajar informasi 11.1 Prinsip dan skema belajar dengan umum akses mendalam 13. 2008.2Mind mapping untuk mapping sebagai membuat catatan teknik belajar 10. H 128 -137 9.2 PQRST 1.2 Cara membuat catatan idem idem idem 9 idem 10 Mahasiswa dapat memahami mind 15. H 1 -18 idem 12 Win Wenger. 113141 Heimberg 2006. Idem 11 Dryden dan Vos: 1999 h.2 Metode berdaya ungkit dan berdaya ungkit besar besar 243-277 .

4. slow learner.14 Mengenal dan memberdayakan memori dalam belajar Mahasiswa dapat memahami cara belajar Quantum learning Mahasiswa dapat memahami caracara menghadapi ujian 14. Ruang lingkup BK Belajar 5.1 Macam-macam memori 14. learning disorder dsb.3 Mempersiakan fisik dan mental Heimberg. Pengertian BK Belajar 6. 2005. Mereview Hakekat BK 2.2 Mengenal jenis soal dan kiat-kiat mengerjakannya 16. H 138-151 RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Matakuliah Pembina NO 1 Waktu 17 -8.1 Prinsip-prinsip bejalar quantum 15. Kaitan matakuliah BK Belajar dengan Kompetensi Konselor . 1999.2 Metode-metode belajar quantum 16. Ciri siswa layanan BK dan beberapa konsep seperti ”under-achiever.10 : Bimbingan Konseling Belajar : Blasius Boli Lasan Kompetensi Memahami hakekat BK Belajar Materi 1.2 Memberdayakan memori dalam belajar 15. dsb) 3. 171-224 idem 15 Hernacki Hernacki idem 16 Mohamad Adnan Latief. Istilah-istilah yang berhubungan dengan masalah belajar: learning disabilities.1 Memmeriksa dan memepelajari materi kuliah 16.

Inteligensi 2. sosial-budaya 3. Menggali informasi dari pihak terkait .2 25 -8. 2. Kaitan dari bahasan no 1 s. Harapan orangtua 7. Pemahaman belajar dari teori pemrosesan informasi 3 1 -9. minat 10. kelelahan 6. Mengenal kompetensi pembelajaran suatu matapelajaran dan mengecek penguasaannya. Panca-indera 3. Memperkirakan sebab-sebab terjadinya kesulitan 4 8 -9.10 Mengenal teori-teori pemrosesan informasi belajar atau teori terjadinya belajar dan hubungannya dengan gangguan belajar. Gagne 3. disharmoni keluarga 8.d 3 dengan gangguan belajar 1. Penggunaan metode tes dan non-tes untuk mengetahui kesulitan belajar 3. Faktor-faktor yang mengkondisi terjadinya belajar: fisiologis. ADHD 5 22-9-10 Melakukan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah 1. Mengenal masalah-masalah belajar yang timbul dari kondisi/faktor-faktor belajar itu. 1. Mengadakan analisis terhadap data yang diperoleh pada no 1 dan 2 4. Mereview pengertian/makna belajar dan jenisjenis belajar 2.10 Memahami proses dan kondisi terjadinya belajar serta kaitan timbulnya gang-guan belajar 1. penguasaan materi 9.10 Mendiagnosis Kesulitan belajar 4 15-9-10 Mengenal masalahmasalah yang kompleks dan ADHD Gabungan dari beberapa masalah: 1. psikologis. Mempelajari masalah/kasus 2. 2. Masalah gizi 5. Pemahaman belajar dari teori Piaget 4. Pemahaman belajar menurut Robert M. Masalah persepsi 4.

Otak sebagai komputer terhebat 2. 5.3. Menata ruangan psikologis 3. Bekerja sama dengan pihak lain terkait 4. Fast Reading 11 3-11-10 Mengenal cara menandai dan membuat catatan 1. Belajar tentang cara belajar 3. Menanamkan motivasi belajar 4. Konseling 6 29-9-10 Bimbingan Belajar dari dalam internal siswa 1. Menata ruangan fisik 2. Skiming 2. Membina kepribadian yang ingin maju melalui belajar. Menata musik 4. Membina pribadi yang mandiri yang mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui belajar 7 6-10-10 Bimbingan belajar: mengenal kekuatan otak dan memberdayakannya dalam belajar 1. Membaca dengan teknik SQ3R 4. Menyiapkan sistem catatan 3. Cara otak menyimpan informasi 8 13-10-10 Mengenal cara mengikuti pelajaran 1. sertifikat atau kata-kata mutriara pemacu belajar 10 27-10-10 Memahami cara membaca buku 1. Manfaatnya 2. Teknik PQRST 5. Kaidah dan petunjuk memberi catatan pada buku . Pentingnya membuat catatan 2. Bagian-bagian otak dan multiple intelligence 3. Pencatatan selama dan sesudah pelajaran 4. Scaning 3. Menyadarkan tujuan-tujuan belajar 2. Meletakkan slogan. Hemisfer kiri-kanan 4. Gelombang otak 5. 9 20-10-10 Menata lingkungan belajar Menggunakan singkatan dan atau simbol 1.

Mengadakan sistem cantol 4. Mengenal kompetensi/standar kelulusan 5. DePorter. 1999. Mengadakan hubungan 3. Mempersiapkan catatan 3. Kiat-kiat penting DAFTAR PUSTAKA 1. Mengadakan asosiasi 2. Persiapan fisik dan mental 7. Membuat catatan penting setelah membaca buku 1. Langkah-langkah mencatat dengan peta pikiran 12 10-11-10 Teknik mencatat dengan peta pikiran 13 24-11-10 Mengenal peranan pernafasan untuk peningkatan proses belajar Belajar menulis dengan baik 1. M. Manfaat peta pikiran 2. Manfaatnya 2. Kiat-kiat lain 16 idem Mengenal cara mempersiapkan diri mengikuti ujian 1. Kiat-kita memperlanacar tulisan 14 1-12-10 15 8-12-10 Meningkatkan kinerja memori 1. Akronim dan singkatan kreatif 5. Mempelajari beberapa pola pernafasan yang meningkatkan kinerja otak 1. & Hernacki. Mengerjakan tes objektif dan subjektif 8. Hubungan pernafasan dan otak 3. Mempersiapkan buku 4. Tahap-tahap penulisan yang lengkap 3. Hubungan olah raga dan pernafasan 2. Quantum learning.dari bacaan 3. B. Mengadakan clustering dan fastwriting 2. Mengorganisasi catatan 6. Bandung: Kaifa . Mencacatat dengan peta pikiran 3.

(Ed. Diagnosis of learning difficulties. D. Smith. Apakah belajar dan apakah teori belajar itu? 3. S. & Nichol. Partowisastro. 4. *Pustaka lain menyusul sesuai dengan pokok bahasan RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Matakuliah Pembina NO 1 Waktu 2 -9. J. Wilson. 5.M. Aristoteles 3. Diagnosa dan pemecahan kesulitan belajar. 2002. Metode-metode penetapan teori belajar: studi sistematis dan melalui eksperimen 5. Plato 2.09 : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN : Blasius Boli Lasan Materi 1. J. S. Accelerated learning for the 21 century. Strategi meningkatkan kecerdasan. Heimberg. 2006. 9. 7. New York: McGraw HillBook. Bandung: Nuansa Cendikia. E.J. Apakah teori itu dan apa ciri-ciri teori yang baik? 2. 6. Mengapa anak pintar memperoleh nilai buruk: Apa yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya? Jakarta: Grassindo.2. 10. 1991. Rose. K. 8. Strick. Romlah. Ebbinghaus 4. Terjemahan Adiloka Sujono & Dewantoro Wahyu Gutomo. 1982. L. Kumpulan naskah kuliah kesulitan belajar. Rimm. Jakarta: CV Rajawali. Malang: Depdikbud IKIP MALANG. C. Jakarta: Jurusan Psikologi Pendidikan UI. 1997. Zen. Dryden & Vos. 1971. Psikologi sekolah-sekolah awal 5. Jakarta: Prestasi Pustaka. Hubungan Epistemologi dan Teori Belajar 1. Jilid 1 dan 2. M. memori & kreativitas. 1989. Pengaruh historis dari tokoh-tokoh: Thomas Reid. 1997. C. Jakarta: Erlangga. Darwin. 3. 1999. Keterampilan-keterampilan Belajar. Revolusi cara belajar. New York: McGraw Hill-Book. Sukadji. Mengenal pandangan Thomas Kuhn tentang Kompetensi Mengenal gagasangagasan awal tentang belajar 2 9-9-09 Memahami hakekat teori belajar .F. Mengapa mempelajari teori belajar dan apa manfaatnya? 4. T. Learning disabilities: a parent’s complete guide to learning disabilities from preschool to adulthood. Terjemahan Dedy Ahimsa.).

Estes Lanjutan ketiga teori tersebut 1. Tingkat-tingkat belajar: Trial and error. Howard Gardner: Belajar dengan memberdayakan multiple intelligence Lanjutan kedua teori tersebut 1. imitasi. Jenis Belajar menurut Robert M. Teori Gestalt Teori Jean Piaget Teori Edward Tolman Teori Albert Bandura Teori Bruner 4 23-9-09 5 30-9-09 6 7 7-10-09 14 -10-09 Lanjutan Memahami TeoriTeori Belajar Asosiasi Lanjutan Mengkaji Teoriteori Belajar Fungsional Lanjutan Mempelajari Teoriteori Belajar Kognitif 8 9 21-10-09 28 -10-09 10 11 4-11-09 11-11-09 12 13 14 18-11-09 25 – 11 -09 2 – 12 . Lanjutan ketiga teori di atas 1. Frederick Skinner 3. Pentingnya Motivasi 2. Jenis-jenis Motivasi 3. Tahap-tahap pengolahan informasi dalam 16 17 9-12-09 16-12-09 . Prinsip-prinsip belajar 2. Teori Edward Lee Thorndike 2. dan Bruner 1. konseptualisasi. Van Parreren 3. Donald Odding Hebb 2. Teori B. Jenis Belajar menurut A de Block 2. kondisioning.revolusi ilmu pengetahuan dan kaitannya dengan pembentukan teori belajar 3 16-9-09 Memahami Prinsipprinsip Belajar dan Pembelajaran Memahami motivasi belajar Mengenal JenisJenis Belajar 1. 5. Sistem-sistem Memori 3. Clark Leonard Hull Lanjutan ketiga teori tersebut 1. 4. 3.09 Lanjutan Lanjutan Memahami Teoriteori belajar Neuroscience Lanjutan Mengenal Teori Belajar Pemrosesan Informasi Lanjutan Teori Gesatlt dan Piaget Lanjutan teori Tolman. Teori William K. Bandura. Penerapan Prinsip-prinsip belajar dalam pembelajaran 1. Jenis Belajar menurut C. Persepsi dan Memori 2. Teori Ivan Pavlov 2. 2. Teori Edwin Ray Guthrie 3.Gagne 4. Motivasi dalam belajar 1. discovery. dan belajar berpikir.

Mahasiswa memahami teori-teori belajar dan pembelajaran yang telah dikembangkan (Teaching theory and models). KOMPETENSI DASAR : Mahasiswa memahami hakekat....R . Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami pengertian belajar dan pembelajaran Indikator Pokok Bahasan dan subpokok bahasan 1. Mahasiswa memahami pngertian belajar menurut aliran-aliran psikologi.. B. Identitas Mata Kuliah : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN : .09 30-12-09 Lanjutan Mengenal Teoriteori Belajar Memberdayakan Inteligensi Mengkaji teori-teori belajar kontemporer Lanjutan pembahasan teori belajar pemrosesan informasi 1.. STANDAR KOMPETENSI : 1. dan karakteristik teori-teori belajar dan pembelajaran. Memahami pengertian belajar dan pembelajaran secara populer Mengkaji pengertian belajar dan pembelajaran 2.1 Pengertian belajar dan pembelajaran populer dan baku Pengalaman Belajar Alo. Teori Sternberg 2. : 2/2 B. 2. Wakt u 2 kali perte muan Media dan Sumber Belajar Bahan ajar 1. Identtas Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi : Bimbingan Konseling Matakuliah Kode Mata Kuliah Bobot Sks/Js a. Revolution of Learning SILABUS a. landasan. C.. Quantum Learning 2..sistem memori 18 19 23-12.. Memahami 2. Vigotzi 20 6-1-2010 1.1 Pengertian Belajar Menjabarkan • Hergenhahn.

Memahami Abraham Maslow 1. Teori NeuroScience 1. 7677. Gardner 27-40. • Travers. Menjabarkan arti teori belajar CC.1 Jenis-jenis kecerdasan dan • Dimyati dan Mudjiono. 2.1 Teori Piaget Mengkaji teori Gestalt Mengkaji ciri-ciri belajar Gestalt. Memahami teori-teori Klasik 1. • Dimyati dan Mudjiono.R Pp.1 Terjadinya belajar menurut OL dan EL. 3-14 Mahasiswa dapat memahami pandangan Behavioris me 1. dan humanisme. Pp 3-13 2.2 Belajar menurut Piaget. kognitivisme.1 Teori Fenomenologis Carl Rogers Mahasiswa da-pat memahami pandangan Humanistik 1. Memahami Observational Learning dan Experiental Learning (OL & EL) 2. Membahas teori Piaget dan pokokpokok pikirannya. Membahas teori Piaget dan pokokpokok pikirannya Mengkaji teori Rogers Mengkaji teori Maslow Mengkaji proses kerjanya otak Mendiskusikan jenis-jenis kecerdasan • Bower dan Hilgar p. h. 280-287. h.1 Bagian-bagian otak dan cara kerjanya dalam belajar 2. definisi-definisi belajar Pp.2 Teori Maslow 2. Membahas teori Piaget dan pokokpokok pikirannya.1 Terjadinya belajar menurut OC. konstruktivisme. B.2 Teori Vigotsy 2. Pp. Mahasiswa Dryden dan Vos 113 141. Mengkaji peristiwa belajar CC Mengkaji terjadinya belajar OL dan EL • Bower dan Hilgard p. 2. Memahami Operan Conditioning (OC) 2. Memahami Carl Rogers 1.1 Peristiwa belajar menurut CC. Kolb. Memahami teori Classical Conditioning (CC) 1. . 49 3.1 Teori Gestalt Mahasiswa dapat mema-hami pan-dangan Kog-nitifKonstruktivisme 1. 20-37 1. 15.3 Belajar menurut Vigotsy Vigotsy 1. R.pengertian belajar yang baku dari aliran-aliran psikologi: Behaviorisme. • Hergenhahn. D.A.M. 299 2.2 Ciri-ciri Belajar Getalt 2. Memahami teori-Teori sesudahnya.

1.2 Komponen lokal 1. T. G. Teori Belajar Quantum 1. Pembelajaran quantum Mengidentifikasi: 1. Memahami Cooperative learning 2. Briggs. H.dapat mema-hami pan-dangan Neuroscien ce 2.1 Teori Case-based Learning 3. New York: Harper & Row Publisher. Bigge.1 Belajar menurut kecerdasan emosional 4. 127-136. idem idem 1. W.14 dan 45-60. Morris L. Alexandria: ASCD. 4. 39-75. Mengkaji CBL Mengkaji PBL Mengkaji QL 3.1 Mengkaji komponen pembelajaran umum 1. Learning theories for teachers. D. L. komponenkompo-nen pembelajaran 2.1 Teori problem based learning. Problem based learning (PBL) 4.1 Prinsip-prinsip Quantum Learning Goleman. H. Pp 4147 Mendiskusikan kecerdasan emosional Membandingkan peranan otak kiri dan kanan Mengkaji prinsipprinsip Quantum Learning Mengkaji CL. 1982. Fourth ed.1 Teori pembelajaran quantum De Porter & Hernacki. Kecerdasan emosional 4. 267283 dan 430. T. 5. . Multiple Intelligences. 1994. Teori Multiple Intelligence (MI) 3. komponen/ model pembelajaran nusantara Mahasiswa dapat mema-hami teori-teori pembelajaran Teori pembelajaran Cooperative Learning 2. komponen/mod el pembelajaran lokal 3.3 Komponen nusantara Mengakaji kemungkinan adanya model pembelajaran local/nasional idem Pengemban gan pembelajara n Bahan ajar idem idem REFERENSI Amstrong. & Wager.1 Peranan otak kiri dan kanan 5. Westen. Hemisfer Otak kemampuan belajarnya Amstrong. Case-based learning 3.

Jakarta: Gramedia.. Psychology: mind. -------------. Handbook of procedures for the design of instruction. 1981. Travers. London: Company. Motivation. D. 1993. London: Macmillan Publishing Kolb. Gardner. The Nature of learning theory. Learning: Educational Applications. Psychology for teachers. Fifth ed. Multiple Intelligences: the Theory in practice. DePorter. 1976. New York: Basic Books. Jakarta: kencana Slavin. & culture. 1991. Hernacki. Rinehart and Winston. Essentials of learning: The new cognitive learning for students of education. The conditions of learning. Fontana. 1985. . Beyond IQ: A triachic theory of human intelligence. 1982. 1999. New York: Holt. 1981. 1981. Cambridge. Walter W.. H. John P. Gordon H. Goleman. London: Macmillan Press. Prentice Hall Inc. An Introduction to Theories of Learning. 1999. Houston. 1999. Emotional Intelligence. Inc. 2Ed. NY: John Willey & Sons. Inc. Englewood Cliffs N.J. Englewood Cliffs. Massachusetts: Cambridge University Press. Inc. 1982. Experiental learning. Leslie J. New York: Macmillan Publishing Co. Robert M. Quantum Learning. Brower. Psikologi pendidikan.R.Briggs. 1995. & DePorter B. Westen. 1984. 1977.A. Educational psychology: theory into practice. TL. Englewood Cliffs. 1999. J. M. Kolesnik. David. Inc. Prentice-Hall. brain. The Disclipine mind: What all students should understand? New York: Simon & Schuster. D. and Wager.J. Belajar dan pembelajaran. Boston: Allyn and Bacon Sternberg. & Hilgard. 1994. Bandung Kaifa Dimyati & Mudjiono. 2008. Jakarta: CV Rajawali. RJ. Ernest R. 1986. Prentice-Hall. Dryden & Vos. N. Santrock. Jakarta: Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. &Lubart. Hergenhahn. B. 3Ed. Gagne. D. Quantum learning. M. Robert M. Hernacki. Robert E. 1996. B. Boston: Allyn and Bacon. Bandung Mizan. Revolusi cara belajar. Englewood Cliffs.

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang teori-teori belajar 3.. : 2/2 B. IDENTTAS : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN : . Mahasiswa dapat menjelaskan pendekatanpendekatan belajar kontemporer Pertemuan ke Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman Belajar Metode pembelajaran Media. W... Jakarta: Gramedia. Psikologi pengajaran. STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa memahami hakekat belajar dan pembelajaran. pendekatan-pendekatan dan model-model pembelajaran.. 1987.Winkel. Mahasiswa dapat menjelaskan model-model pembelajaran sesuai rumpunnya 5. Mahasiswa dapat menjelaskan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran 6. C.. teoriteori yang melandasi proses belajar dan pembelajaran. Mahasiswa dapat menjelaskan determinan yang berpengaruh terhadap belajar dan pembelajaran 4.S. Mahasiswa dapat menjelaskan hakekat ’belajar dan pembelajaran’ 2. s ... RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Matakuliah Sandi Sks/Js b.. KOMPETENSI DASAR : 1.

discovery. Ekspositori Diskusi • Hergen 57-60 3 Mahasiswa dapat menjelaskan teori belajar dan pembelajara n konvensional 1. konseptualisasi.Konstruktivisme 2.4 Hakekat manusia: makhluk belajar. learning to do. 39-60 • Hergen 3-14 • Delors.Belajar sosial . belajar untuk belajar. belajar dinamik. Menyebutkan 2. learning to live together.2 Teori belajar Operant Conditioning Reflektif. imitasi. Empat pilar belajar: learning to know. prinsipprinsip belajar dan pembelajaran • Hergen 3-14 • Travers • Dimyati h.Aliran behavioral . sosial.Aliran Skolastik .5 Pengertian pembelajaran 2.1 Tingkat-tingkat belajar: Trial and error.1 dan 2 Mahasiswa dapat menjelaskan hakekat belajar dan pembelajaran 1.3 Prinsip-prinsip belajar 2.1 Teori perkembangan Ekspositori • David F .2 Variabel-variabel belajar 2. 3. mengajar sebagai suatu profesi: 2. Memaha 1. kondisioning. Mengen al Jenis-jenis dan tingkat Belajar Ekspositori • Winkel. Menyebutkan teori belajar rumpun Behavioristik Ekspositori Diskusi Ekspositori • Hillgard • Hillgard 4 2. 2.1 Teori belajar Classical Conditioning 1.1 Mengkaji sumbanganmi sumbangan sumbangan mata kuliah mata kuliah Relajar dan Pembelajaran Belajar dan terhadap komnpetensi Pembelajaran guru.7 Penerapan Prinsip-prinsip belajar dalam pembelajaran 2. dan belajar berpikir. Ekspositori: penjabaran dan perbandingan definisi dari setiap aliran.6 Pembelajaran sebagai suatu Sistem 2. 1.Memahami hakekat belajar. Ekspositori Diskusi • Undang 14 Tahu Guru da • Ornstein .Aliran kognitif . Ekspositori 2. afektif.2 Menyikapi bahwa guru/konselor. psikomotor.1 Mengkaji definisi-definisi belajar . 35-43 • Gagne. learning to be. teoretis. estetis. Tanya jawab: tentang unsur-unsur pokok dalam definisi belajar 2.1 Jenis Belajar: kognitif. terhadap kompetensi 1. Ekspositori • Winatap h.

1.2 Teori perkembangan kognitif Bruner 3. Menjelaskan transfer dalam belajar dan 2. Mengenal Teori Pembelajaran Konstruktivisme 5. 2. Implementasi prinsip pembelajaran konstruktivisme 3. 3.5 Perhatian persepsi ingatan retensi 5.3 2. kognitif Piaget 2. Jenis-jenis motivasi 3. 6.2 Teori Carl Rogers Ekspositori 78. .1 Teori Maslow 3.teori belajar rumpun kognitif 5 3. 8. Unsur-unsur statis dan dinamis dalam pembelajaran 4. Pengertian motivasi 2.2 2.4 2. Menjelaskan peranan motivasi dalam belajar dan pembelajaran. Menjelaskan teori pembelajaran melalui modifikasi perilaku 1. Karakteristik pembelajaran konstruktivisme 2. Menjelaskan peranan bebeberapa modalitas jiwa: perhatian. Karakteristik pembelajaran melalui modifikasi perilaku Implementasi dalam pembelajaran Ekspositori 9 10 Mahasiswa dapat menjelaskan determinan yang berpengaruh terhadap proses belajar dan pembelajara n 6. Menjelaskan teori pembelajaran melalui konstruksi kognitif 1. Menjelaskan teori belajar rumpun humastik. Upaya peningkatan motivasi belajar siswa Ekspositori Houston p Houston. ingatan dalam belajar dan pembelajaran 3. 2 11 2. 1. 9. pengamatan.3 Dimya Mudji 6 4.

47. 39. 23. 18. Menjelaskan faktor dan kondisi dalam belajar dan pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan tentang model-model pembelajara n menurut rumpunnya 1. 15. 33. 45. 27. 20. 29. 21. Menyebutka n rumpun model pembelajaran pengolahan informasi 2. 42. 12. 44. 36. Menjelaskan masingmasing model pembelajaran pengolahan informasi 1. 41. 32. su . 11. 24. Menyebutka n rumpun pembelajaran personal 2. Menjelaskan masing-masing model pembelajaran personal 14.pembelajaran 4. Pertemuan ke Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman Belajar Waktu Media. 26. 17. 35. 30. 48. 38.

1. 57- 3 Mahasiswa dapat menjelaskan teori belajar dan pembelajara n konvensional 2. imitasi. learning to do. dan profesional.Konstruktivisme 2. prinsipprinsip belajar dan pembelajaran 2. Empat pilar belajar: learning to know. • Hergen Pp. Ekspositori Diskusi • Hergen Pp.1 Jenis Belajar: kognitif. belajar dinamik.1 Sumbangan: prinsip.4 Hakekat manusia: makhluk belajar. • Gagne. estetis.Aliran kognitif .1 dan 2 Mahasiswa dapat menjelaskan hakekat belajar dan pembelajaran 4. 1. afektif. Ekspositori Ekspositori Diskusi • Winkel.Aliran behavioral .1 Teori belajar Classical Conditioning 2.Aliran Skolatik . sosial. pendekatan dan model pembelajaran terhadap kompetensi pedagogis.2 Teori belajar Operant Conditioning • Winatap Rosita. sosial. learning to live together.Belajar sosial . teoretis. 5. 3-1 • Travers Ekspositori • Dimyati Mudjion • Hergen Pp. dan belajar berpikir. pribadi. 3-1 Reflektif. kondisioning.Memahami sumbangan mata kuliah Belajar dan Pembelajaran terhadap kompetensi guru.6 Pembelajaran sebagai suatu Sistem 2.7 Penerapan Prinsip-prinsip belajar dalam pembelajaran 6.2 Variabel-variabel belajar 2. teori belajar.Memahami hakekat belajar. Tanya jawab: tentang unsur-unsur pokok dalam definisi belajar • Ornstein • Undang No 14 T tentang Dosen.Mengenal Jenis-jenis dan tingkat Belajar 2. konseptualisasi. 2. learning to be.3 Prinsip-prinsip belajar 2. Ekspositori • Delors. discovery.1 Definisi-definisi belajar . belajar untuk belajar. Menyebutkan teori belajar rumpun Behavioristik Ekspositori • Hillgard • Hillgard . psikomotor.5 Pengertian pembelajaran 2.1 Tingkat-tingkat belajar: Trial and error. 1.3 Mengajar sebagai suatu profesi: science and the art Ekspositori Diskusi Brain storming: mengapa guru butuh teori belajar? Ekspositori: penjabaran dan perbandingan definisi dari setiap aliran. 2.

6 8.3 4. 55. Karakteristik pembelajaran konstruktivisme 5.2 Teori Carl Rogers Ekspositori • David F 64-78. Karakteristik pembelajaran melalui modifikasi perilaku Implementasi dalam pembelajaran Ekspositori 9 10 Mahasiswa dapat menjelaskan determinan yang berpengaruh terhadap proses belajar dan pembelajara n 7.Unsur-unsur statis dan dinamis dalam pembelajaran 53. Menjelaskan transfer dalam belajar 4. Mengenal Teori Pembelajaran Konstruktivisme 9.2 4. Upaya peningkatan motivasi belajar siswa Ekspositori Houston p Houston.1 Teori perkembangan kognitif Piaget 6.1 Teori Maslow 7.2 Teori perkembangan kognitif Bruner 7. Menyebutkan teori belajar rumpun kognitif 7. Menjelaskan peranan motivasi dalam belajar dan pembelajaran. 5.1 4.4 6. Menjelaskan peranan bebeberapa modalitas jiwa: perhatian. Menjelaskan teori pembelajaran melalui konstruksi kognitif 2. 2 11 2. 58. 6. . 6. ingatan dalam belajar dan pembelajaran 5.4 Perhatian persepsi ingatan retensi 54. 5 Ekspositori 7.Jenis-jenis motivasi 52. Menjelaskan teori belajar rumpun humastik.3 Dimya Mudji 60.Pengertian motivasi 51. 57. Menjelaskan teori pembelajaran melalui modifikasi perilaku 4. 50. pengamatan. Implementasi prinsip pembelajaran konstruktivisme 6.

71. . Menjelaskan masingmasing model pembelajaran pengolahan informasi 3. 95. 86. 67. 61. 83. Menyebutka n rumpun model pembelajaran pengolahan informasi 4. 89. 79. Menjelaskan masing-masing model pembelajaran personal 63. 66. 80. 73. 92. 68. 94. 77. 64. 60. 70. 88. Menyebutka n rumpun pembelajaran personal 4. Menjelaskan faktor dan kondisi dalam belajar dan pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan tentang model-model pembelajara n menurut rumpunnya 3. 74. 85. 76. 91. 82.dan pembelajaran 6.

Dryden & Vos. Englewood Cliffs. Walter W. 1987. Jakarta: Gramedia. Fontana. 1982. Jakarta: kencana Slavin. Massachusetts: Cambridge University Press. Leslie J. 1981. Brower. 1994. Inc. 1999. RJ. 1981. 2Ed. 1981. Revolusi cara belajar. 1982. -------------. 3Ed. Cambridge. M. Multiple Intelligences: the Theory in practice. Englewood Cliffs N. 1986. Fourth ed. New York: Harper & Row Publisher. New York: Macmillan Publishing Co. Psychology for teachers. London: Macmillan Publishing Kolesnik. Hergenhahn. 1991. . Prentice-Hall. Briggs. Winkel. Inc. 1977. 1982. New York: Basic Books. Robert M. Travers. N. Hernacki. Psikologi pengajaran. London: Macmillan Press.. H. Learning: Educational Applications. 1976. B. Ernest R. 1999. 1999.R. Motivation. Bandung Kaifa Dimyati & Mudjiono. Rinehart and Winston. Belajar dan pembelajaran. 1985. J. Robert E.J. Houston. DePorter. The Disclipine mind: What all students should understand? New York: Simon & Schuster. and Wager.S. Jakarta: Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. &Lubart. Gagne. Morris L. Inc. B. Robert M. New York: Holt. Beyond IQ: A triachic theory of human intelligence. & Hilgard. Psikologi pendidikan.REFERENSI Bigge. Jakarta: CV Rajawali. Learning theories for teachers. Prentice-Hall. Boston: Allyn and Bacon Sternberg. Englewood Cliffs. TL. W. Handbook of procedures for the design of instruction. Educational psychology: theory into practice. Gardner. An Introduction to Theories of Learning. The Nature of learning theory. Quantum learning. Santrock. John P.J. London: Company. 1993. Gordon H. The conditions of learning. 2008. Essentials of learning: The new cognitive learning for students of education. David. Fifth ed. Boston: Allyn and Bacon. Inc..

’10 Mengenal teori-teori pemrosesan informasi belajar atau teori terjadinya belajar dan hubungannya dengan gangguan belajar. 2.RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Matakuliah Pembina Pertemuan 1 dan 2 Waktu 1-3-’10 : Bimbingan Konseling Belajar : Blasius Boli Lasan Kompetensi Memahami hakekat BK Belajar Materi 1. 1. Faktor-faktor yang mengkondisi terjadinya belajar: fisiologis.d 3 dengan gangguan belajar 1. Ciri siswa layanan BK dan beberapa konsep seperti ”under-achiever. Mengenal kompetensi pembelajaran suatu matapelajaran dan mengecek penguasaannya. learning disorder dsb. psikologis. Masalah persepsi 4. Masalah gizi 5. Pemahaman belajar dari segi Robert M. kelelahan 8-3-’10 Memahami proses dan kondisi terjadinya belajar serta kaitan timbulnya gang-guan belajar 3 dan 4 15 . Inteligensi 2. Istilah-istilah yang berhubungan dengan masalah belajar: learning disabilities. 5. Kaitan dari bahasan no 1 s. Ruang lingkup BK Belajar 6. dsb) 4. Hakekat BK 2. slow learner. Pemahaman belajar dari teori Piaget 4. Memperkirakan sebab-sebab terjadinya kesulitan Gabungan dari beberapa masalah: 1. Mendiagnosis Kesulitan belajar 22-3-’10 5 dan 6 29-3-’10 Mengenal masalahmasalah yang kompleks dan ADHD . Pemahaman belajar dari teori pemrosesan informasi 2.3 . Mengenal masalah-masalah belajar yang timbul dari kondisi/faktor-faktor belajar itu. sosial-budaya 3. Gagne 3. penggunaan metode tes dan non-tes untuk mengetahui kesulitan belajar 3. Mengadakan analisis terhadap data yang diperoleh pada no 1 dan 2 5. Kaitan matakuliah BK Belajar dengan Kompetensi Konselor 3. Pengertian BK Belajar 1. Mereview pengertian/makna belajar dan jenis-jenis belajar 2. Panca-indera 3.

2. 2. 2. 2. 2. 1. 4. Manfaat peta pikiran 2. Mencacatat dengan peta pikiran 3.’10 Memahami cara membaca buku 12 dan 13 17 . 3. sertifikat atau katakata mutriara pemacu belajar Skiming Scaning Membaca dengan teknik SQ3R Teknik PQRST Fast Reading 3-5-’10 Menata lingkungan belajar 11 10 – 5. 4. 7. Menyiapkan sistem catatan 3. Otak sebagai komputer terhebat Bagian-bagian otak Hemisfer kiri-kanan Gelombang otak Cara otak menyimpan informasi 8 19-4 –’10 Bimbingan belajar: mengenal kekuatan otak dan memberdayakannya dalam belajar Mengenal cara mengikuti pelajaran 9 dan 10 26 -4 –’10 1. Manfaatnya 2. Harapan orangtua disharmoni keluarga penguasaan materi minat ADHD Mempelajari masalah/kasus Menggali informasi dari pihak terkait Bekerja sama dengan pihak lain terkait Konseling 7 12-4-10 Menyadarkan tujuan-tujuan belajar Belajar tentang cara belajar Menanamkan motivasi belajar Membina kepribadian yang ingin maju melalui belajar. 8. 3. 1. Pencatatan selama dan sesudah pelajaran 4. 4. Membina pribadi yang mandiri yang mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui belajar 1. 3. Kaidah dan petunjuk memberi catatan pada buku 3. Menata ruangan fisik Menata ruangan psikologis Menata musik Meletakkan slogan. 4. 10. 4. 5. Menggunakan singkatan dan atau simbol 1. Langkah-langkah mencatat dengan peta pikiran .5 –’10 Mengenal cara menandai dan membuat catatan dari bacaan Teknik mencatat dengan peta pikiran 24-5-’10 1. Membuat catatan penting setelah membaca buku 1. 5. 5. Pentingnya membuat catatan 2. 3.5-4-’10 Melakukan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah Bimbingan Belajar dari dalam internal siswa 6. 1. 3. 9.

6. Rose. 2. Smith. 7. 1984.A. 1. Diagnosa dan pemecahan kesulitan belajar. Hernacki. Bandung Kaifa 2. Kolb. H. Sukadji. Hubungan olah raga dan pernafasan 2. 7.J. Englewood Cliffs.14 31-5 –’10 Mengenal peranan pernafasan untuk peningkatan proses belajar Belajar menulis dengan baik Meningkatkan kinerja memori 1. D. 6. S. 2.K. DePorter. New York: McGraw HillBook. Zen. 5. Partowisastro. Wilson. 1971. 1991. Jakarta: Erlangga. Revolusi cara belajar. T. 5. J. 2002. Prentice Hall. C. 9. B. New York: McGraw Hill-Book. 1989. 3. 4. & Nichol. E. Quantum learning. Keterampilan-keterampilan Belajar. Bandung: Nuansa Cendikia.). Terjemahan Dedy Ahimsa. Mempelajari beberapa pola pernafasan yang meningkatkan kinerja otak 4. 5. 1982.F. Learning disabilities: a parent’s complete guide to learning disabilities from preschool to adulthood. J. *Pustaka lain menyusul sesuai dengan pokok bahasan . Kumpulan naskah kuliah kesulitan belajar. Kiat-kita memperlanacar tulisan 1. Romlah. 1997. Accelerated learning for the 21 century. 8. C. Dryden & Vos. New Jersey. Jakarta: Jurusan Psikologi Pendidikan UI. Hubungan pernafasan dan otak 3. M. 4. Mengadakan clustering dan fastwriting 5. Tahap-tahap penulisan yang lengkap 6. Experiental Learning: Experience as the source of learning and development. Mengadakan asosiasi Mengadakan hubungan Mengadakan sistem cantol Akronim dan singkatan kreatif Kiat-kiat lain Manfaatnya Mempersiapkan catatan Mempersiapkan buku Mengenal kompetensi/standar kelulusan Mengorganisasi catatan Persiapan fisik dan mental Mengerjakan tes objektif dan subjektif Kiat-kiat penting 15 7 -6 –’10 14-5-09 Mengenal cara mempersiapkan diri mengikuti ujian DAFTAR PUSTAKA 1. Malang: Depdikbud IKIP MALANG. Diagnosis of learning difficulties. Strick. M. (Ed. 3. Jakarta: CV Rajawali. 3. L. 1999. 1999. 8. 4. Inc.

(L.--salah satunya adalah konselor— mengandaikan adanya seseorang atau sekelompok orang yang memerlukan bantuan. Ross.J. is not prevented from attending to his educational task by unrelated psycological disorders and is provided whith cultural and educational advantages that are average for his social environment but is non theless severely impaired in his learning efficiency. does not show an impairment of visual or auditory functions. Peter. 1974. 1974. (Allan O. Ross. tentu saja. we shall consider him to fall into the category of learning dysfunction. and which not secondary to generalized mental retardation educational or cultural deprivation.J. There are children who avoid learning or refuse to attend school because these behavior are reinforced by the attention and concern this elicits from their parent. hal ). Para siswa di sekolah diduga memiliki sejumlah masalah. 222). Another group of children should be included under the heading of learning disabilities. 103) Most of learning disability students describe the type of child whose academic achievement falls bellow his intelectual potential. severe emotional disturbance or sensory lose. Membantu atau memberi bantuan (helping) merupakan esensi dari bimbingan dan konseling.Children who have a learning disorder are those who manifest an educationally significant discrepancy between their estimated intellectual potential and (their) actual level of performance related to basic disorder in the learning processes which may or may not be accompanied by demonstrable central nervous dysfunction. When a child does not manifest general mental subnormality. PERTEMUAN I Hakekat Bimbingan Konseling di sekolah adalah membantu siswa agar ia dapat membantu dirinya sendiri. hal. (L. Adanya profesi yang menawarkan bantuan. Peter. 1975). beberapa di antaranya adalah masalah belajar. . (Allan O. 1975. hal. Most children classified as having disabilities have associated with social and emotional problems.

kita masih ceria walau yakni kita masih berusaha sukses di bidang-bidang . Konselor menelaah siswa. Sebagai orang dewasa. memberi motivasi. Tidak hanya soal yang berhubungan dengan pemahaman suatu pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran. membentuk pribadi siswa yang suka belajar dan sebagainya. Kita juga sulit mengingat tanggal-tanggal dalam pelajaran sejarah. Apa yang dimaksudkan dengan bantuan dalam definisi tersebut? Apakah konselor menjelaskan pokok bahasan Listrik agar siswa dapat memahaminya? Apakah konselor mengajarkan diferensial/turunan dalam pelajaran Matematika? Bantuan yang dimaksud adalah bantuan yang bersifat edukasional-psikologis. sebagian dari kita mengakui kelemahan-kelemahan tersebut. memberikan informasi tentang cara belajar. BK Belajar adalah bantuan yang diberikan kepada siswa normal/relatif agar ia dapat mencegah dan atau mengatasi masalah-masalah yang menghambat keefektifan belajarnya. Tetapi jika dikupas.Masalah belajar itu komplek. Meskipun kita memiliki kelemahan. Jenis bimbingan yang kiranya tepat adalah bimbingan belajar. sosial-psikologis seorang siswa. tidak pernah mendapat nilai Rapor yang memuaskan. Kita juga sulit menarik garis lurus ketika ada pelajaran seni. Kita lemah dalam Matematika atau memiiki kemampuan-kemampuan yang buruk dalam memahami bahasabahasa asing. mendiagnosis. Jika konselor memberikan bimbingan belajar. pertanyaan yang segera muncul adalah: ”apakah konselor berkompeten memberikan bimbingan belajar?” Jika ia kompeten. memiliki telinga yang kurang peka terhadap musik atau tersandung kaki sendiri ketika pelajaran olah raga. Sehubungan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar konselor perlu memberikan bantuan terhadap siswa-siswa tersebut. sejauh mana? Mata kuliah apa yang mempersiapkannya? BK BELAJAR Pengertian BK Belajar tentu saja masih diwarnai oleh pengertian bimbingan itu sendiri sebagai induknya. TIPE-TIPE DASAR KELEMAHAN BELAJAR Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan belajar. banyak soal yang berhubungan dengan kondisi fisik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful