Anda di halaman 1dari 5

Jika mulut pasien menganga atau tertutup rapat.

Bulu tubuhnya berdiri, rambutnya kaku, dinamakan terserang penyakit tiwang sona. Ramuan obat: mandalika, daun pangi, bawang merah, bawang putih, jangu, beras merah, diramu untuk bedak. Jika mata pasien tampak kering dan berkedip, dinamakan terserang penyakit tiwang kapi. Sarana obat: air jeruk nipis, merica, kencur, bawang merah, bawang putih, jangu, beras merah diramu untuk bedak. Jika berbengah-bengah dinamakan terserang penyakit tiwang jaran. Sarana obat: akar dalunglung, kulit dan akar kayu kapal, bawang merah, bawang putih, jangu, diramu untuk bedak. Jika tangan dan kaki pasien kejang kaku, dinamakan terserang penyakit tiwang gurita. Sarana obat: daun meduri kuning, bawang merah, bawang putih, jangu, beras 21 butir, diramu untuk bedak. Jika tubuh pasien terasa berat: penyakit tiwang kebo. Sarana obat: akar kaktus, akar beluntas, bawang merah, bawang putih, jangu, beras 11 butir.bayi menangis malam-malam hari. Saran obat: daun sembung, sigugu, temulawak, bawang merah,bawang putih, jangu diramu dan dilumatka sebagai bedak. Bayi menderita sakit perut, terasa melilit: tiwang gurita. Sarana obat: akar dapdap hutan, akar kelor, bawang merah, bawang putih, jangu diramu untuk diminum. Tiwang tikus berjangkit di pusar. Sarana obat: daun samanjahi, merica 21 biji, bawang putih, jangu diramu dan dipoleskan di bagian tubuh yang sakit. Tiwang terasa menusuk-nusk di pusa. Sarana obat: akar terung bola, akar lalang, bawang putih, jangu, air liur merah diramu dan dioleskan pada bagian sakit. Tiwang belabur: bayi menderita muntah-muntah. Saran obat: daun sirih tua 7 lembar, daun jeruk rontok 7 bidang, bawang merah , bawang putih, jangu direbus dipakai minuman. Obat bayi panas: gandarusa kling, temulawak, bawang merah, bawang putih, jangu diramu untuk disembur.

Bawang Putih Nama Indonesia Nama Usada Nama Daerah : Bawang Putih. : Kesuna, Bawang Putih, Bawang Pinge, Jasun Pinge. : Bawang (Jawa), Bawang Bodas (Sunda), Bawang handak (Lampung), Lasuna pute (Bugis), Bhabang pote

(Madura), Bawa bodudo (Ternate), Kalfeo foleu (Timor).

Taksonomi Divisi

: : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae Kelas Bangsa Suku Marga Jenis : Monocotyledonae : Liliales : Liliaceae : Allium : Allium sativum L. (Hutapea, 2000) Kandungan Kimia: Kandungan kimia yang berada dalam bawang putih ialah vit. C, mineral, fosfor, kalsium, kalium, besi, vit. B, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid, alanine, - tokoferol, camphene, eugenol, - terpinen dan histidin (Mukti, 2009). Bawang putih juga terbukti mengandung senyawa organosulfur, seperti allicin (Hernawan dan Setiawan, 2003). Kegunaan secara Empiris Dalam Usada Rare Digunakan untuk mengobati bayi yang menderita sakit perut melilit, muntah-muntah dan untuk pemakaian topikal mengurangi rasa sakit di beberapa bagian tubuh (Tim Penyusun, 2002)

Cara Penggunaan Untuk mengobati perut sakit yang terasa melilit pada bayi, bahan obatnya akar dapdap hutan, akar kelor, bawang merah, bawang putih, dan jangu diramu untuk diminum. Untuk mengobati muntah-muntah pada bayi, bahan obatnya daun sirih tua 7 lembar, daun jeruk rontok 7 bidang, bawang merah , bawang putih, jangu direbus dipakai minuman. Untuk mengobati keluhan-keluhan lain pada bayi, bahan obat bawang merah, bawang putih, jangu dan beberapa bahan tambahan diramu dan dipakai sebagai bedak ( Tim Penyusun, 2002).

Efek Farmakologi Efek Farmakologi Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah Sesuai Khasiat Pada Usada Rare Bawang putih berdasarkan penelitian bermanfaat sebagai anti bakteri dimana hal ini berhubungan dengan manfaat secara usada dimana disebutkan bahwa bawang putih digunakan secara topikal sebagai bedak. Hal ini kemungkinan dapat mengurangi sakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Bawang putih juga dipercaya dapat menyembuhkan sakit perut dan muntah-muntah pada bayi. Hal ini karena bawang putih mengandung allicin yang dapat merangsang dinding perut dan usus untuk melancarkan enzim pencernaan dan mengeluarkan enzim normal dari sistem pencernaan.

Efek Farmakologi Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah Lain Antitrombosis Pemberian bawang putih pada tikus jantan galur Sprague-Dawley hiperlipidemia dengan dosis oral sebanyak 200 mg/kg bb selama empat minggu menunjukkan aktivitas antitrombosis yang ditandai dengan perpanjangan prothrombin time (PT) dan activated partial prothrombin time (APTT) serta penurunan jumlah platelet secara signifikan (Alhamami et all, 2006). Ekstrak air bawang putih yang diberikan secara per oral pada mencit jantan galur Swiss dengan dosis 100 mg/kg bb setiap hari

selama 28 hari dapat meningkatkan waktu pendarahan dan menghambat agregasi platelet secara signifikan (Yulinah dkk., 2008).

Antiplatelet Pemberian ekstrak air bawang putih dosis 100 mg/kg bb pada mencit jantan galur swiss secara per oral setiap hari selama 28 hari menunjukkan bahwa terjadi hambatan agregasi platelet secara signifikan (Yulinah dkk., 2008). Antibakteri Uji aktivitas bawang putih secara in vitro sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae yang merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial yang resisten terhadap antibiotik dilakukan dengan menggunakan minyak bawang putih, dialil monosulfida dialil trisulfida (DAT) dan DATS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak bawang putih pada konsentrasi 32 mg/L, DAT dan DATS pada konsetrasi 8 mg/L memiliki aktivitas yang potensial untuk mencegah atau mengobati infeksi nosokomial yang disebabkan oleh bakteri yang resisten tehadap antibiotik (Tsao dan Meichin Yin, 2001). Antivirus Pemberian tepung bawang putih dosis 10 mg/kg bb pada ayam broiler secara per oral selama delapan minggu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar antibodi ayam secara signifikan yang berperan penting dalam melawan virus penyebab Newcastle Disease (ND) dan Infecious Bursal Disease (IBD)(Ul-Haq et all, 1999).

DAFTAR PUSTAKA Alhamami, Omran M.O, jabbar Al-Mayah, Najah R. Al-Mousawi, Alaa G. H. AlAoboodi. 2006. Effects of Garlic on Hemostatic Parameters and Lipid Profile in Hyperlipidemic Rats: Antiatherogenic and Antithrombotic Effect. Eastern Journal of Medicine 11: 13-18.
Mukti, Alexander. 2009. Efek Bawang Putih (Allium Sativum) dan Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl.) Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Yang Diberi Suplemen Kuning Telur. Semarang. Mulyasari, Putri. 2007. Evaluasi Penggunaan Bubuk Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Kandungan Lemak Darah Ayam Kampung yang Diinfeksi Cacing Ascaridia galli. Bandung: Institut Pertanian Bogor. Tim Penyusun. 2002. Lontar Usada. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Tsao, Shyh-ming and Mei-chin Yin. 2001. In Vitro Activity of Garlic Oil and Four Diallyl Sulphides Against Antibiotic-Resistant Pseudomonas aeruginosa and Klebsiella pneumonia. Journal of Antimicroial Chemotherapy47: 665-670. Ul-Haq, Ahsan, Kulsoom Akhtar Meraj and Shahid Rasool. 1999. Effect of Supplementing Allium sativum (Garlic) and Azadirachta indica (Neem)Leaves in Broiler Feeds on Their Blood Cholesterol, Trglycerides and Antibody Titre. International Journal of Agriculture and Biology1(3): 125-127. Yulinah, Elin Sukandar, Joseph I. Sigit dan Nurul Fitriyani. 2008. Efek Antiagregasi Platelet Ekstrak Air Bulbus Bawang Putih (Allium Sativum L.), Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) dan Kombinasinya pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster. Majalah Farmasi Indonesia19(1): 1-11.