Anda di halaman 1dari 3

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL R.I.

UNIVERSITAS TADULAKO FAKULTAS KEHUTANAN

JURUSAN KEHUTANAN
Kampus Bumi Tadulako Tondo telp. (0451) 422611 Ext.173 Palu-Sulawesi Tengah

MATRIKS PENGAJUAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN KEHUTANAN FAKULTAS KEHUTANAN NAMA/STAMBUK BIDANG MINAT : RAHMAT KURNIADI AKHBAR/ L 131 08 006 : PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI KEHUTANAN

JUDUL USULAN PENELITIAN SKRIPSI MAHASISWA ANALISIS SPASIAL TINGKAT KEKRITISAN DAERAH RESAPAN AIR DI WILAYAH DAS WATUTELA KELURAHAN TONDO KECAMATAN PALU TIMUR Air merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbarui (Renewable). Air memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting untuk kehidupan seluruh mahluk, karena tanpa adanya air seluruh proses kehidupan tidak akan berlangsung. Oleh karena itu, keberadaannya harus dijaga dan dilestarikan dengan cara memanfaatkannya secara hati-hati dan hemat. Sejalan dengan kebutuhan mahluk hidup seperti yang dijelaskan diatas, potensi air dipermukaan bumi mengalami penurunan baik secara kuantitas dan kualitasnya. Kondisi seperti ini akan menjadi masalah serius apabila pemanfaatan dan pengelolaannya tidak dilaksanakan secara baik dan terkendali. Menurut undang-undang 7 tahun 2004 tentang sumberdaya air yang mengigatkan bahwa konservasi sumberdaya air memiliki peran yang sangat penting mengingat bahwa dampak kerusakan lingkungan sebagai akibat terjadinya degradasi hutan dan lahan disamping akan menyebabkan terjadinya longsor dan banjir, juga akan menimbulkan terjadinya kelangkaan air. Peringatan ini

tentunya perlu menjadi perhatian kita untuk dijadikan acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya secara lestari. Salah satu sumberdaya air yang perlu menjadi perhatian dari pemerintah dan masyarakat penggunanya agar tetap lestari sumberdaya airnya adalah DAS Mini Watutela yang berada tepat di Wilayah Kelurahan Tondo dengan ID DAS 183419. Berdasarkan fungsi lahan, DAS ini berada

disekitar Wilayah TAHURA Palu dan Areal Penggunaan lain (APL) yang luasnya mencapai 800,87 Ha.

RUMUSAN MASALAH Dari permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan yang perlu dicari jalan penyelesaiannya antara lain sebagai berikut : 1. Seberapa luas kondisi daerah resapan air di wilayah DAS Watutela yang berada pada kondisi yang sangat
kritis, kritis, agak kritis, mulai kritis, normal, alami dan baik?

2. Dari hasil identifikasi kondisi daerah resapan air yang diperoleh, berapa luas areal yang harus dikelola
berdasarkan urutan prioritasnya?

TUJUAN DAN KEGUNAAN Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi dan potensi daerah resapan air yang berada di Wilayah DAS Watutela. Kegunaan dari Penelitian ini adalah agar mahasiswa dapat memahami data dan informasi mengenai kondisi dan potensi daerah resapan air di Wilayah DAS Watutela yang ada saat ini sebagai bahan pertimbangan dan arah kebijakan dalam pengelolaan sumber air di masa yang akan datang, sehingga fungsi dan manfaatnya dapat ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bagi masyarakatsetempat yang berada di Kelurahan Tondo.

METODE PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga bulan yaitu dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2012 di Desa Watutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif, yaitu kumpulankumpulan data berupa: Data primer yang meliputi data non-spasial hasil pengecekan di lapangan untuk mencocokkan kondisi dipeta dan kondisi di lapangan. Disamping itu, juga dikumpulkan data fisik tanah di lapangan menggunakan Ring Sampel. Tujuan pengambilan sampel tanah ini adalah untuk mengetahui

permeabilitas tanah, kandung bahan organic tanah, struktur dan tekstur tanah. Dalam pengumpulan

data tanah didekati dengan cara keterwakilan setiap jenis tanah di lapangan yang dipadukan dengan kelas kelerengan, yaitu masing-masing satu sampel dari kelas pewakil (punggung bukit, lereng bukit dan lembah/dataran). Hasil pengambilan sampel tanah diteruskan ke laboratorium tanah untuk di analisis sifat fisik tanahnya. Data sekunder meliputi data spasial dan non-spasial yaitu: 1. Data spasial berupa peta diperoleh dari balai pengelolaan DAS (BPDAS) Palu Poso yaitu peta digital wilayah DAS kota Palu dan nomor ID-nya , peta digital kelas lereng, peta digital kelas jenis tanah, peta digital pola penyebaran hujan, peta digital pola penggunaan lahan, peta digital geologi, peta digital sistem lahan serta citra digital landsat 7ETM band 542. Untuk peta digital Master Plan TAHURA Palu diperoleh dari Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Tengah. 2. Data non-spasial berupa data curah hujan dan hari hujan serta parameter iklim lainnya (suhu, kelembaban, angin, dll) diperoleh dari Stasiun Geofisika dan Meteorologi Mutiara Palu. Data Digital Kecamatan dalam Angka diperoleh dari BPS Kota Palu. 3. Data pendukung lainnya berupa hasil-hasil penelitian, hasil perencanaan dan sebagainya diperoleh dari akses internet dan kunjungan perpustakaan serta instansi terkait lainnya.

KESEDIAAN PEMBIMBING CALON PEMBIMBING UTAMA CALON PEMBIMBING ANGGOTA


Dengan ini Menyatakan Bersedia/tidak Dengan ini Menyatakan Bersedia/tidak

Ir. H. AKHBAR, MT
NIP. 19621231 198702 1 056

IDA ARIANINGSI, ST.,MP


NIP. 19790726 200501 2 002

Palu, Mengetahui Ketua Minat, Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan

Februari 2012

Sudirman Dg. Massiri, S.Hut., M.Sc NIP 19810402 200501 1 001