Anda di halaman 1dari 3

PELARUT ORGANIK DAN BAHAYANYA DI RUMAH

Bahan kimia merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Karena kegunaannya yang sangat luas di dunia industri, ia bisa digunakan mulai dari perlengkapan kosmetik , pembersih, hingga pembunuh serangga. Hampir tidak ada bagian di rumah kita yang bebas dari bahan kimia. Contohnya saja adalah pelarut organik, Secara struktur kimiawi, pelarut organik adalah sekumpulan senyawa kimia yang memiliki atom karbon. Ia bersifat mudah menguap jika ada pada suhu ruang, berbentuk cairan, dan dapat melarutkan minyak, lemak, karet dan plastik. Kegunaan pelarut organik sangat beragam, mulai dari pelarut tinta atau cat dinding, obat pembasmi serangga, pembersih lantai, dan bahkan pelarut organik digunakan sebagai campuran di bahan zat kosmetik (seperti parfum dan pembersih wajah). Namun di kehidupan rumah tangga sehari-hari, sering kali kita melihat adanya penggunaan yang tidak bijak pada pelarut organik tersebut karena tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya secara tepat. Sehingga bahan kimia tersebut akan menjadi sumber yang membahayakan bagi kesehatan. YUK KITA KENALI TERLEBIH DAHULU Pelarut Jenis Karbon Aliatik

Heksan, karosen, dan gasolin (petrol, benzin) banyak digunakan dalam ekstraksi minyak, penghilang gemuk pada logam, produksi ban dan cat, zat pembawa aerosol dan desinfektan. Pelarut Jenis Hidrokarbon Aromatik Murni

Benzen, toluen dan xylen, digunakan sebagai penghilang gemuk, sebagai thinner, sebagai pelarut dalam industri cat, tinta cetak, insektisida dan bahan kimia pertanian. Golongan Alkohol

Merupakan salah satu jenis pelarut organik yang digunakan secara luas. Ia merupakan pelarut serbaguna yang digunakan dalam berbagai produk, mulai dari parfum, antiseptik, sirup obat batuk hingga bahan pelapis dan perekat. 1. Methanol Pelarut organik dengan rumus CH3OH ini merupakan jenis alkohol yang sangat beracun yang digunakan sebagai pembersih kaca, pelarut shellac, pelarut zat warna, pelarut tinta, pelarut pernis, bahan tambahan untuk bahan bakar dan bahan pengekstrak minyak, parfum, beberapa jenis bahan penyalut (coating), pembersih, obat gosok, larutan antiseptik, sabun cair dan obat.

2. Ethanol Ethanol (CH3CH2OH) digunakan dalam parfum, krim pencukur rambut, dan pembersih. 3. n-propanol digunakan secara luas dalam industri tinta cetak sebagai pelarut tinta untuk mengontrol waktu penguapan pelarut dan pengeringan tinta. 4. Propil alkohol 1-propanol digunakan terutama dalam cairn rem, sebagai pelarut dan sebagai antiseptik. 5. Butanol digunakan sebagai pelarut dalam cat, juga dalam industri pernis, cat warna, rayon, deterjen, dan juga merupakan zat pendehidrasi. Pelarut Terklorinasi

Merupakan pelarut tehalogenasi yang paling populer. Pelarut ini digunakan dalam pencucian kering (dry cleaning), pencucian logam, penghilang gemuk, industri aerosol otomotif, percetakan, tekstil, kertas, furnitur dan sebagai penghilang cat, serta produksi termoplastik. EFEKNYA BAGI KESEHATAN Kebanyakan masyarakat tidak menyadari efek buruk yang disebabkan oleh bahan kimia yang digunakan, sehingga akan mejadikan penumpukan penyakit di dalam tubuh yang nantinya bisa berujung pada kematian. Dikatakan oleh Hillya, efeknya bagi kesehatan dibagi menjadi efek jangka pendek dan jangka panjang. Efek jangka pendek misalnya pusing, sakit kepala, rasa pening, dan mual. Hal ini timbul akibat dari sifatnya yang mudah menguap dan kurang polar akan dengan mudah memasuki tubuh melalui hirupan (inhalasi) maupun penyerapan kulit.misalnya hirupan (inhalasi) bahan kimia jenis heksan yang banyak digunakan pada obat pembunuh serangga. Sedangkan jika paparan terhadap bahan kimia tersebut berlangsung lama, maka dapat menyebabkan kelemahan otot, pengllihatan menjadi buram/kabur, serta mati rasa di jari-jari tangan atau kaki (tergantung tubuh mana yang sering terpapar. Penghirupan gasolin yang banyak digunakan dalam cat dan penghilang gemuk, dapat menimbulkan iritasi pada mata dan gangguan sistem pernapasan. Jika uap gasolin masuk ke pernapasan cukup banyak maka dapat menyebabkan penurunan kesadaran dengan cepat. Paparan jangka panjangnya terhadap kulit dapat menimbulkan iritasi kulit atau dematitis kontak iritan, serta gejala neurologis. Dermatitis kontak iritan ditandai dengan kulit yang memerah dan melepuh, terasa perih dan gatal.

Paparan terhadap kerosin yang juga banyak digunakan dalam cat, dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, cedera paru-paru, dermatitis, mudah marah, gelisah dan mudah mengantuk. Efek yang lebih buruk pun dapat terjadi apabila paparan terhadap kerosin cukup banyak, yakni akan menimbulkan kejang, koma bahkan kematian. Paparan dari Benzene yang melalui hirupan (inhalasi) ternyata dapat menyebabkan gangguan pada darah, termasuk berkurangnya sel darah merah dan kerusakan sel-sel darah merah (anemia plastik). Sedangkan efek jangka pendeknya berupa pening, mengantuk, sakit kepala, iritasi mata dan kulit, serta gangguan pada saluran pernapasan. Paparannya sangat cepat dan dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesadaran. Toluen telah diteliti dampaknya terhadap kerusakan sel-sel tubuh, sehingga paparannya dalam jangka lama dapat menyebabkan kanker.inhalasi toluene jangka pendek dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat seperti cepat lelah, mengantuk, sakit kepala, mual, iritasi saluran pernapasan bagian atas, iritasi pada mata, sakit tenggorokan dan pening. PENCEGAHAN SECARA DINI DAN BIJAK KETIKA MENGGUNAKAN Agar tidak terjadi efek buruk bagi kesehatan, maka cara menggunakan bahan-bahan pelarut organik harus hati-hati. Penyimpanannya harus ditempat yang aman, ventilasi udara yang baik, dan tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Oleh karena itu, untuk mencegah paparannya terhadap tubuh, bila bekerja dengan pelarut organik disarankan menggunakan sarung tangan dan masker atau bekerja di dalam lemari asam sehingga uapnya tidak terisap oleh kita. Jika telah selesai dalam penggunaannya, cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun agar sisa-sisa bahan kimia bersih dari tangan. Jangan lupa untuk simpan kembali ke tempat asal yang lebih aman. Kemudian, apabila ada diantara anggota keluarga yang mengalami keracunan bahan kimia tersebut, segeralah menghubungi dokter.