Anda di halaman 1dari 41

HYPNOTEACHING

Oleh Dra. Helena Asri Sinawang, MH

Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak. Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnosis. Metode ini menekankan pada komunkasi alam bawah sadar siswa. Hal ini bias dilakukan dengan berbagai cara seperti sugesti dan imajinasi. (Ibnu Hajar, M.Pd)

Menurut Pihasniwati, hypnoteaching merupakan aplikasi atau salah satu terapan dari hipnoterapi. Hypnoteaching berasal dari dua kata, hipnosis dan teaching. Hipnosis merupakan teknik atau praktek dalam memengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance keadaan tidak sadar diri). Teaching merupakan proses pengajaran yang membawa perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu menjadi mampu.

"Jadi, hypnoteaching merupakan cara mengajar yang unik, kreatif, dan imajinatif dengan menggunakan seni komunikasi untuk memengaruhi dan menyugesti siswa. Sehingga bisa mengaktifkan inner motivation dan mempersuasi siswa dalam belajar," katanya.

Hypnoteaching merupakan perkembangan ilmu pendekatan pendidikan dengan proses penurunan gelombang otak. Setelah mengikuti pelatihan ini, guru-guru sekolah harus menerapkan hypnoteaching di sekolahnya. Sehingga anak-anak didiknya dapat berkembang dalam menerima proses belajar. "Yang jelas ilmu hypnoteaching ini wajib hukumnya dipakai oleh guru,

Hypnoteaching adalah metode yang mengoptimalkan metode mengajar dengan menjadikan siswa dalam keadaan "hypnosis state" sehingga dapat meningkatkan potensi daya ingat siswa dan dapat memotivasi siswa melalui pikiran bawah sadar sehingga siswa merasa nyaman, relaks, menikmati, dan tidak merasa tertekan, (Sardin Damis.S.NHM.CH.CHT) 1

Kondisi hypnosis state manusia cenderung lebih sugestif, sangat fokus, dan relaks. Pikiran bawah sadar tetap aktif dan panca indera masih menerima masih menerima stimulus dari luar.Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa siswa masih dapat menerima masukan dari luar dengan memberdayaka alam bawah sadarnya.Seorang pengajar dapat menggunakan kondisi tersebut untuk menciptakan komunikasi yang efektif.

Menurut Dr. Rahma Widyana, M.Si, psikolog dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hypnoteaching menekankan pada komunikasi alam bawah sadar siswa, baik yang dilakukan dalam kelas maupun luar kelas. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya sugesti dan imajinasi. Sugesti memiliki kekuatan yang luar biasa. Kekuatan sugesti yang terus mengiang di otak mampu mengantarkan seseorang pada apa yang dipikirkan. Contohnya penyanyi Agnes Monica ketika akan konser di Hongkong kakinya patah, namun karena selalu mensugesti pikirannya dengan keberhasilan konsernya, pada akhirnya agnes sukses.

Ada banyak buku yang membahas tentang sugesti atau perasaan positif dapat memberikan dampak positif dalam kehidupannya. Misalnya Law Of Attraction, The Scret, dan Authentic Happines (Menciptakan kebahagian dengan psikologi positif). Bagaimana aplikasinya dalam dunia pendidikan? Aplikasi dalam dunia pendidikan tidak berarti guru menidurkan semua siswa selama proses pembelajaran. Kalau semua tidur, bagaimana mengajarnya ?

Dalam hal ini, seorang guru dengan kekuatan kepercayaan, iman, keyakinan, dan pengetahuan, dapat diibaratkan sebagai sebuah magnet yang menarik perhatian siswa. Dengan demikian jika seorang guru menginginkan ketenangan di dalam kelas, guru tersebut harus bersikap tenang. Jika menginginkan adanya perhatian dari siswa, seorang guru harus perhatian dan memiliki kepedulian pada siswa. Demikian pula jika menginginkan siswa gemar belajar dan membaca, guru juga harus gemar membaca dan belajar. Dalam kondisi tersebut memunculkan satu gelombang yang sama, yakni hipnotis. Inilah yang dikenal dengan `hypnoteaching`. Pelaksanaan hipnotis atau hypnoteaching harus diarahkan kepada tujuan-tujuan positif yang membangun, yakni dengan memasukkan kesan-kesan positif di alam bawah sadar siswa. Akan tetapi dalam 2

melaksanakan hypnoteaching, seorang guru harus berpenampilan rapi dan penuh percaya diri sehingga memiliki daya tarik bagi siswa. Seorang guru juga harus bertindak sebagai pendidik, bukan sekadar pengajar sehingga dia harus mempunyai rasa empati dan simpati kepada para siswa. Jika seorang guru memiliki rasa simpati kepada siswanya, niscaya siswa pun akan mempunyai rasa simpati kepada gurunya sesuai kaidah timbal balik. Selain itu, seorang guru harus menggunakan tutur bahasa yang baik dengan memilih kosa kata yang enak didengar telinga siswa.

Salah satu unsur hipnotis dalam proses pembelajaran adalah menggunakan alat peraga atau mengeluarkan ekspresi diri. Seluruh anggota badan digerakan jika diperlukan. Salah satu keberhasilan hypnoteaching adalah menggunakan teknik cerita dan kisah tentang orang-orang sukses sebagai upaya memotivasi siswa. Bantu dan tarik perhatian siswa dengan sebuah cerita yang mendukung pelajaran sehingga seorang guru dapat mengajari siswa tanpa terasa menggurui. Itulah hebatnya sebuah kisah atau cerita. Bagaimana caranya ?

1. semua dipersilahkan duduk dengan rileks 2. kosongkan pikiran untuk sesaat 3. tarik nafas yang panjang lewat hidung, hembuskan lewat mulut 4. lakukan terus berulang pernafasan yang teratur ini 5. berikan sugesti setiap tarikan nafas akan membuat badan menjadi rileks rileksrileks,,, 6. lakukan terus menerus dan berulang kata-kata sugesti yang akan membuat suyet nyenyak dan tertidur. 7. perhatikan posisi kepala dari semua suyet bagi yang sudah teridur akan nampak terlihat tertunduk atau leher tidak mampu menahan beratnya kepala. 8. selanjutnya berikan sugesti positif seperti fokus pikiran, peka pendengaran, fresh otak dan pikiran, kenyamanan pada seluruh badan. 9. jika dirasa sudah cukup, bangunkan suyet secara bertahap dengan melakukan hitungan 1 sampai 10, dan pada hitungan ke 10 semua suyet akan tersadar dalam kondisi Segar Bugar.

Pada kejadian Hipnotis massal adakalanya beberapa orang masih merasa mengantuk, segera dekati dalam lakukan hipnotis perorangan dan lakukan metode DHKH (dari hati ke hati), maka tanpa disadari dari suyet akan meluncur kata2 kesedihan yg dialaminya saat itu, air mata nya pun meleleh membasahi pipi. berikan keyakinan dan kekuatan hati agar suyet lebih tegar lagi dalam menjalani hidup.

Dari berbagai model pendekatan pembelajaran di atas tentunya terdapat kelebihan dan kekurangannya masing masing. Kelebihan dari pendekatan konvensional yaitu murah, tidak perlu banyak waktu, dan guru dapat menyajikan materi dengan cara di ulang-ulang. Sedangkan kekurangan dari metode konvensional yaitu terdapat individu kurang mendapat perhatian, siswa jadi pasif, pengembangan potensi anak tidak dapat dilakuakan secara maksimal.

Kelebihan dari metode Hypnoteaching adalah :

1. Proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antara pendidik dan peserta didik 2. Peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya 3. Proses pemberian ketrampilan banyak diberikan disini 4. Proses pembelajarannya lebih beragam 5. Peserta didik dapat dengan mudah menguasai materi, karna termotivasi lebih untuk belajar 6. Pembelajaran bersifat aktif 7. Pemantauan terhadap peserta didik lebih intensif 8. Peserta didik lebih dapat berimajinasi dan berfikir kreatif 9. Peserta didik akan melakukan pembelajaran dengan senang hati 10. Daya serapnya lebih cepat dan lebih bertahan lama, karena peserta didik tidak menghafal 11. Perhatian peserta didik akan tersedot penuh terhadap materi

Kekurangan dari pembelajaran hypnoteaching:

1. Metode ini belum banyak digunakan oleh para pendidik di Indonesia

2. Banyaknya peserta didik yang ada disebuah kelas, menyebabkan kurangnya waktu dari pendidik untuk memberi perhatian satu per satu peserta didiknya 3. Perlu pembelajaran agar pendidik bisa melakukan Hypnoteaching 4. Tidak semua pendidik menguasai metode ini 5. Kurangnya sarana dan prasarana yang ada disekolah

I. APA DAN BAGAIMANA SEBENARNYA HIPNOTIS ? A. Pengertian Hipnotis Hipnotis adalah suatu kondisi menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan pada seseorang , di mana orang yang dihipnotis tersebut bias menjawab pertanyaan yang diajukan dan lebih mudah menerima sugesti. Hipnotis adalah praktik mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang diperintahkan oleh ahli hipnotis. Hipotis adalah seni berkomunikasi untuk mempengaruhi seseorang, sehingga mengubah tingkat kesadarannya yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari beta menjadi alpha/theta. Hipnotis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar Hipnotis adalah suatu kondisi menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana orang yang dihipnotis bias menjawab pertanyaan yang diajukan dan menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Hipnotis juga merupakan teknik untuk mempengaruhi orang lain ahar masuk ke dalam kondisi bawah sadar (rance). Penggunaan hipnotis untuk terapi disebut hipnoterapi, sedangkan hipnotis yang digunakan sebagai bentuk hiburan di depan penonton disebut stage hipnotis. Pada saat hipnotis berlangsung, jika subjek merespons terhadap sugesti hipnotis, umumnya hal ini sebagai pertanda bahwa hipnotis telah erhasil dilakukan.. Banyak pihak lain meyakini bahwa respons hipnotis dan pengalaman merupakan karakteristik keadaan hipnotis, Di sisi lain, diyakini bahwa penggunaan kata hypnotis tidak diperlukan sebagai bagian dari induksi hypnotis, akan tetapi pihak lain meyakini bahwa hal tersebar penting untuk digunakan. B. Induksi

Hipnotis

biasanya

dimunculkan

dengan

teknik

hipnotis.

Secara

tradisional,

keadaan

ini

diinterprestasikan sebagai sebuah metode untuk membuat subjek berada dalam keadaan trance. . Para pencetus teori nonstate memiliki pandangan yang berbeda, yaitu mempertinggi harapan klien menegaskan peran mereka, memfokuskan perhatian, dan lain sebagainya. (Ibnu Hajar, M.Pd (2011; 37) . 1. Aturan Induksi Hipnotis, Dalam buku The art of Subconscius Communication yang dikutip Anissa Laylatul Faizah, terdapat beberapa aturan dalam induksi hipnotis, diantaranya adalah ; a. Aturan pertama adalah semua tergantung dengan situasi dan kondisi saat hipnotis dilakukan. b. Sukses pertama akan menhasilkan sukses berikutnya. Maksudnya adalah jka suyet (orang yang dihipnotis) memberikan respons terhadap apa yang kita katakana, maka gunakan hal ini sebagai acuan/patokan untuk tahap berikutnya. c. Seorang hipnotis haus tetap percaya diri dan mampu beradaptasi dengan situasi. Misalnya, jika induksi tidak berjalan semestinya, ia harus tetap dapat mengendalikan situasi dengan baik. Ia pun dituntut untuk tetap santai dan tidak tegang serta mencoba teknik induksi lain kepada memberitahukan mengenai apa yang sedang terjadi. d. Pastikan sugesti anda jelas dan tegas. e. Nada, volume, intonasi, tekanan, dan jeda pada sugesti sangat penting diperhatikan f. Berikan sugesti yang melibatkan banyak indra. Sebab, setiap orang mempunyai kemampuan menerima informasi yang berbeda, ada yang unggul pada visual (penglihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetis (gerak). Untuk membedakannya tidaklah mudah, sehingga sugesti yang diberikan harus mencakup banyak indra. g. Manfaat segala respons positif yang tampak dari suyet. Misalnya, jika ia mengedipkan matanya buatlah seolah-olah memang itu yang diharapkan terjadi, sehingga dapat menambahkan respon tersebut ke dalam sugesti. h. Untuk mengoptimalkan sugesti, ulangilah terus-menerus sugesti yang sama. Sebab, pengulangan sugesti dapat memastikan pikiran suyet secara benar, sehingga efek sugesti tersebut semakin kuat. 6 suyet tanpa

i.

Jangan pernah menggunakan kata-kata asing yang dapat membingungkan suyet , karena pemilihan kata asing dapat disalahartikan.

j.

Jangan pernah menjadikan induksi sebagai suatu kontes. Maksudnya, jangan pernah membuat suyet merasa tertantang oleh kita. Contoh sugesti yang salah yaitu, Saya akan membuat anda terhipnotis, walaupun anda menolak. dihipnotis. Hal tersebut akan membuat pasien merasa tertantang sehingga sulit

2. Teknik Dasar Induksi Hipnotis Pada umumnya, terdapat enam teknik dasar. Kita harus menggunakan uji sugestibilitas sebelum melakukan induksi agar tahu bahwa suyet termasuk tipe sulit, moderat, atau gampang terhipnotis. Hal ini karena teknik-teknik dasar tersebut mempunyai kaitan erat dengan tipe suyet. Ada enam teknik dasar induksi yang popular digunakan adalah sebagai berikut : a. Teknik Eye Fixation (Fiksasi Mata) Teknik fiksasi mata menyarankan kepada suyet untuk terus berkonsentrasi pada sebuah objek benda. Objek yang bisa digunakan adalah satu titik pandang, ujung jari telunjuk, cahaya, atau apa saja yang bisa membuat suyet terfokus. Dengan focus pada objek tersebut, maka mata suyet akan lelah karena pada dasarnya teknik ini memanfaatkan kebosanan pada pikiran sadar dan lengah. b. Teknik Relaxation or Fatigue of Nervous System (Relaksasi atau Kelelahan Sistem Saraf) Semua teknik induksi pada hakikatnya adalah membuat suyet merasa rileks yang dalam. Pada teknik ini, suyet diminta untuk merilekskan seluruh tubuhnya, mulai dari kepala, bahu, badan, tangan, kaki, hingga tubuh akan benar-benar rileks. c. Teknik Mental Confusion (Membingungkan Pikira ) Teknik mental confusion memanfaatkan kebingungan pada pikiran sadar suyet, sehingga pikiran sadarnya lengah dan ia masuk dalam kondisi trance. Saat ia sibuk mengartikan makna dari ucapan hipnotis,

maka pikiran sadar suyet menjadi lengah. Cara lain dari teknik ini adalah dfengan meng-input banyak informasi secara berlebihan, sehingga pikiran sadar kebanjiran informasi. d. Teknik Mental Misdirectoin (Menyesatkan Pikiran) Teknik mental misdirection biasanya digabung dengan dengan uji sugestibilitas. Teknik ini memanfaatkan respons fisik suyet terhadap sesuatu yang diimajinasikan, seperti pada band locking test. Pada tes tersebut, lazimnya langsung dikonversikan ke dalam hipnotis, Suyet diminta untuk menggerakkan mata ke atas. Ke arah ubun-ubun, dalam keadaan terpejam dan disugestikan bahwa mata suyet terkunci rapat. e. Teknik Loss of Equilibrium (Kehilangan Keseimbangan) Teknik loss of equilibrium merupakan teknik induksi cara menggoyang-goyangkan tubuh suyet agar masuk dalan keadaan trance. Ilustrasinya adalah ibu yang menidurkan anaknya dengan mengayun-ayun si anak. Teknik ini biasanya menggunakan kursi goyang atau yang bias membuat tubuh suyet bergoyang. f. Teknik Shok to Nervous System ( Kejutan pada Sistem Saraf) Teknik shock to nervous system umumnya digabungkan dengan teknik induksi lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan teknik ini. Pertama. Harus membuat pikiran sadar suyet bosan dan lengah. Kedua, membuat pikiran sadar suyet kaget atau terkejut, yakni dengan membuat kejutan yang tak disangka olehnya. Selain itu, juga bisa dengan jentikan jari atau tepukan tangan secara mendadak. Kejutan diyakini dapat membuat gerbang pikiran bawah sadar ternuka sementara. Oleh karena itu, harus dapat memanfaatkannya dengan baik. Sebagai contoh, saat kita bertepuk tangan (mengagetkan suyet), kita katakana. tidur nyenyak ! Maka, dengan spontan iya akan akan melakukan apa yang kita ucapkan. Adapun yang termasuk kategori teknik ini arm drop (menjatuhkan tangan) head clap (menundukan kepala), postural sway (menurunkan tibatiba bagian tubuh). Dan forehead touch (menjentikan ujung jari ke dahi). Metode tersebut dikembangkan oleh Dave Elman dan termasuk teknik induksi cepat atau rapid hypnotis .

C. Sugesti Sugesti adalah kalimat-kalimat yang disampaikan dengan cara dan dalam situasi tertentu. Kalimat yang disampaikan ini dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar suyet sesuai dengan maksud dan tujuan sugesti tersebut. Dengan begitu, sugesti berarti proses psikologis, di mana seseorang membimbing pikiran. Perasaan, atau priaku orang lain melalui kata-kata. Agar suatu kata atau kalimat dapat benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya ikuti beberapa pedoman berikut : 1. Client language preference Pada client language preference, menuntut menggunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh subjek. Dalam hal ini, bahasa yang dapat dipahami oleh subjek adalah bahasa ibu dari subjek tersebut. Selain itu, pergunakan pula kosakata dan istilah yang mudah dipahami olehnya 2. Pacing-leading Secara sederhana, dala kaidah hipnotis, pacing berarti fakta, sedangkan leading adalah saran. Hal ini berarti bahwa kalimat-kalimat hipnotis merupakan kalimat saran yang diselipkan di antara kalimat fakta. 3. Repitition Melakukan pengulangan-pengulangan pada kata dan kalimat merupakan hal penting, karena pengulangan lebih efektif dalam menembus pikiran bawah sadar. D. Pikiran Bawah Sadar Sugesti sebagai suatu bentuk komunikasi primer langsung pada pikiran sadar subjek. Sugesti sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar atau pikiran sadar. Konsep-konsep ini diperkenalkan dalam konsep hipnotisme pada akhir abad ke 19 ole Sigmund Freud dan Pierre Janet. Perintis hipnotisme periode zaman Victoria, termasuk Braid dan Bernheim, tidak menggunakan konsep-konsep ini, tetapi mengakui bahwa sugesti hipnotis diarahkan kepada pikiran sadar subjek. Sebenarnya Braid mendefinisikan hipnotisme terpusat pada perhatian sadar terhadap suatu ide sugesti yang

dominan. Pandangan berbeda mengenai sifat dasar pikiran tersebut pada akhirnta telah meninmbulkan berbagai konsep tentang sugesti. Praktisi hipnotis yang mempercayai bahwa respons yang dimediasi terutama oleh pikiran bawah sadar, seperti Milton H. Erickson, menciptakan berbagai macam kegunaan sugesti tidak langsung. Contohnya, metafora atau cerita yang bertujuan menemukan arti dari pikiran sadar subjek. Konsep sugesti subliminal juga bergantung pada pola piker, Sebaliknya, praktisi hipnotis yang percaya bahw respons terhadap sugesti terutama dimediasi oleh pikiran sadar, seperti Theodore Barber dan Nicholas Spsnos, cenderung menggunakan lebih banyak sugesti dan instruksi verbal secara langsung. II. GELOMBANG OTAK DAN HIPNOTIS Jaringan otak manusia menghasilkan gelombang listrik berfruktuasi yang disebut sebagai gelombang otak (brainwave). Gelombang otak ini terdiri dari empat macam, yaitu gelombang beta, alpha, theta dan delta. Dalam satu waktu, otak manusia terkadang menghasilkan berbgai gelombang otak secara bersamaan. Di antara keempatnya, aka nada selalu ada jenis gelombang otak paling dominan yang menandakan aktivitas otak saat itu. Dengan begitu, gelombang otak menandakan aktivitas pikiran seseorang. A. Empat Jenis Gelombang Otak Manusia Gelombang otak tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun dapat diketahui melalui alat yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG pertama kali ditemukan pada tahun 1929 oleh psikiater Jerman, Hans Berger. Sampai saat ini, EEG adalah alat yang sering diandalkan para peneliti yang ingin mengetahui aktivitas pikiran seseorang. Berikut adalah penjelasan masing-masing gelombang otak. 1. Gelombang Beta. Dalam gelombang beta, kita sedang berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh, dan didominasi oleh logika. Dengan begitu, gelombang beta adalah gelombang yang dominan saat kita dalam kondisi terjaga dan menjalani aktivitas sehari-hari yang memurut logika atau analisis tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olahraga dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan 10

seseorang memikirkan sampai Sembilan objek secara bersamaan. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memicu munculnya rasa cemas khawatir, stress, dan marah. 2. Gelombang Alpha Ketika otak berada dalam gelombang alpha, kita akan berada pada posisi khusyuk, rileks, meditative, nyaman, dan ikhlas. Dalam frekuensi ini, kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang dan bahagia. Gelombang alpha adalah kondisi di mana seluruh proses hipnotis dan sugesti dilakukan. Gelombang alpha bisa menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance (kondisi hipnotis yang ringan). Seseorang yang pulang dari kantor dan duduk di sofa untuk beristirahat, biasanya langsung turun pada gelombang alpha. Kondisi demikian juga terjadi ketika seseorang sedang berdoa, melakukan refleksi, mengarang sebuah cerita, puisi, komposisi music, atau berjalan-jalan istirahat di taman untuk menghirup udara segar. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. 3. Gelombang Theta Gelombang theta berada dalam fkrkuensi yang rendah. Seseorang akan berada pada kondisi ini ketika iya sangat khusyuk dan merasakan keheningan yang mendalam (deep meditation), serta mampu mendengar nurani bawah sadarnya. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa di tengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Kondisi gelombang theta juga dominan saat kita dalam kondisi hipnotis, hamper tidur, atau tidur disertai mimpi. Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar. Kondisi ini juga menunjukkan aktivitas otak yang jauh lenih rendah daripada gelombang alpha. Misalnya. Ketika seseorang melamun di tengah rutinitas kerja atau mengemudikan kendaraan, tetapi lupa apa saja yang terjadi di sepanjang jalan. Beberapa aliran hipnoterapi mengajarkan bahwa kondisi demuikian merupakan pintu untuk menuju hypnoanaesthesia, yaitu sebuah metode pembiusan dengan hipnotis, sehingga klien dapat menjalani operasi tanpa merasa sakit apapun. 4. Gelombang Delta 11

Gelombang delta yang merupakan frekuensi terendah terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam kondisi demikian, otak memproduksi human growth bermone yang baik bagi kesehatan kita bila kita tidur dalam keadaan delta stabil, maka kualitas tidur kita sangat tinggi. Meski tertidur hanya sebentar, kita akan mampu bangun dengan tubuh tetap segar. Seseorang yang sedang dihipnotis tidak akan memasuki kondisi delta, karena ia bukannya mengalami tidur fisik, melainkan keadaan rileks disertai perhatian yang sangat terfokus, Jika ia jatuh tertidur, maka ia akan kehilangan kemampuannya untuk menerima sugesti, karena alam bawah sadarnya tidak lagi menjadfi reseptif. Urutan siklus harian manusia dimulai dari beta tinggi pada pagi hari hingga malam , kemudian turun ke beta rendah ketika ia sedikit membaca buku menuju tidur. Setelah mematikan lampu dan menutup mata, gelombang otaknya akan turun perlahan menuju alpha, theta, dan akhirnya tertidur lelap pada gelombang delta.

GELOMBANG OTAK FREKUENSI YANG DIREKAM PADA ELECTRO ENCEPHALOGRAPH (EEG) BETA (12 25 Hz) ALFA (8 12 Hz)

KONDISI TERJAGA TEGANG, KONSENTRASI TINGGI AKTIVITAS : MENGERJAKAN PROYEK RUMIT OLAH RAGA BERDEBAT, DLL THETA (0,5 4 Hz)

KONDISI TERJAGA WASPADA TAPI SANTAI AKTIVITAS : MEMECAHKAN MASALAH MENULIS BELAJAR IDEAL DELTA (4 8 Hz)

KONDISI SETENGAH TERJAGA SANGAT SANTAI, MENGANTUK AKTIVITAS : MENCARI IDE KREATIF MELAMUN

KONDISI TIDAK TERJAGA SENSOR INDRAWI DENGAN LUAR TERPUTUS AKTIVITAS TIDUR NYENYAK, TANPA MIMPI KOMA Gambar 3: Gelombang Otak (rizhosumeditationcentre.com) 12

B. Kondisi Gelombang Otak saat Dihipnotis Penemuan alat untuk mengukur gelombang otak memang mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan hopnotis. Hipnotis yang semula dianggap sebagai hal yang misterius, menakutkan, dan sebagai fenomena supranatural, sekarang sudah diterima secara ilmiah sebagai kondisi alami manusia. Menurut hasil peneliti terdahulu dikatakan bahwa subjek yang sedang dalam kondisi hipnotis, maka gelombang otaknya berada di antara alpha dan theta. Dalam kondisi terjaga, gelombang otak subjek umumnya delta. Begitu dilakukan induksi, maka gelombang otak subjek secara cepat turun ke gelombang alpha. Setelah dilakukan teknik deepening, otak subjek menunjukkan gelombang theta. Para ilmuwan meyakini bahwa apabila otak memproduksi gelombang otak theta yang dominan, maka sedang terjadi aktivitas pikiran bawah sadar. Sekarang sudah diketahui bahwa seseorang berada dalam kondisi trance hipnotis, maka gelombang otaknya adalah antara apha dan theta. Apakah gelombang otak alpha dan theta hanya terjadi pada kondisi trance hipnotis? Ternyata tidak, Sebab secara alami, kita memasuki kondisi alpha dan theta setiap akan tidur akan bangun tidur, Ketika kita sudah merasa sangat rileks, tenang dan hampir tertidur, tapi kita masih menyadari keberadaan kita, maka seperti itulah kondisi hipnotis. Begitu pula saat kita terjaga dari tidur dan masih malas untuk beranjak dari tempat tidur, karena masih ingin melanjutkan tidur lagi. Dengan mengetahui bahwa kondisi hipnotis adalah kondisi yang alami bagi manusia. Maka tidak perlu ada ketakutan lagi bahwa hipnotis itu berbahaya. Kecurigaan bahwa ada unsure magis/sihir/paranormal dalam hipnotis sudah lenyap sejak diketahui bahwa hipnotis itu fenomena mental yang alami.

III. PENTINGNYA HYPNOTEACHING

Saat mendengar kata HIPNOSIS, secara otomatis terlintas dipikiran bahwa kata tersebut mengacu pada sebuah teknik menidurkan orang dan mempengaruhi orang tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini karena alam bawah sadar telah memperoleh informasi sebelumnya dari berbagai media, baik buku, TV, majalah dsb.
13

Apa sebetulnya Hipnoteaching itu? Apakah sama dengan HIPNOTIS ? Sebagaimana dikemukakan Heriyanto Nurcahyo, secara harafiah, hypnoteaching berasal dari kata hypnotis dan teaching. Dari sini , kemudian bisa diartikan bahwa hypnoteaching adalah seni bertkomunikasi dengan jalan memberikan sugesti agar para siswa menjadi lebih cerdas. Dengan sugesti yang diberikan, diharapkan mereka tersadar dan tercerahkan bahwa ada potensi luar biasa yang selama ini belum pernah mereka optimalkan dalam pembelajaran. Dalam hypnoteaching, sebagaimana yang terjadi pada hipnotis umumnya, penyajian materi pelajarannya menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar yang menimbulkan sugesti siswa uutuk berkonsentrasi secara penuh pada ilmu yang disampaikan oleh guru. Mengapa harus alam bawah sadar ? Sebab, alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak. Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar-mengajar, yaitu quantum, accelerate learning, power teaching, Neuro Linguistik Programing (NLP), dan hypnosis. Hypnoteaching menekankan pada komunikasi alam bawah sadar siswa, baik yang dilakukan dalam kelas maupun luar kelas. Hal ini nisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti sugesti dan imajinasi. Sugesti memiliki kekuatan luar biasa. Kemampuan sugesti yang terus terngiang dalam otak, mampu mengantarkan seseorang pada apa yang dipikirkan. Sedangkan imajinasi merupakan proses membayangkan sesuatu terlebih dahulu, baru melakukannya. Dalam hal ini, seorang guru harus mampu membiarkan siswa berekspresi dan beimajinasi. Pelaksanaan hypnoteaching harus diarahkan pada tujuan-tujuan positif yang membangun, yakni dengan memasukkan keasan-kesan positif di alam bawah sadar siswa. Akan tetapi, dalam melaksanakan Hypnoteaching, seorang guru harus berpenampilan rapi dengan penuh percaya diri, sehingga memiliki daya tarik sendiri. Selain sebagai pengajar dan pendidik, seorang guru juga harus mempunyai rasa empati dan simpati kepada para siswa. Jika ia memiliki rasa simpati kepada mereka, niscaya merekapun akan

14

mempunyai rasa simpati kepadanya sesuai kaidah timbal balik. Selain itu, ia perlu menggunakan tutur bahasa yang baik dengan memilih kosakata yang enak didengar oleh mereka.

A. Alasan Pentingnya Hypnoteaching Peran guru sangatlah penting dalam membina watak anak bangsa melalui pendidikan. Guru harus menyadari betapa semua tindakan yang dilakukannya di kelas akan berimbas pada perilaku siswa di lapangan. Oleh karena itu, harus melakukan sebuah tindakan yang cerdas dalam mengontrol dan mempengaruhi perilaku mereka. Guru yang mengajar dengan semangat dan antusias akan memberikan pengaruh positif kepada para siswanya. Guru juga perlu memperhatikan emosi dan psikoplogi siswa, sehingga suasana belajar menjadi menyenangkan. Pada dasarnya, guru yang berkualitas akan berusaha meningkatkan prestasi siswa-siswanya. Sebaliknya, guru yang tidak peduli akan menciptakan rasa ketakutan terhadap kegiatan belajar, sehingga membuat para siswa tidak menyukai mata pelajaran tertentu. Kebanyakan guru kurang berinteraksi dengan para siswanya. Hal itu mengakibatkan konsentrasi mereka terhadap materi pelajaran tidak masimal. Untuk itu, perlu dilakukan pendekatan alternative dengan kegiatan belajar- mengajar. Salah satunya adalah melalui konsep hypnoteaching. Adapun beberapa peraturan yang diterapkan dalam hypnoteaching antara lain harus terlibat aktif dikelas, melakukan semua perintah dengan cepat, dan membuat mereka dalam suasana yang menyenangkan. Suasana kelas yang menyenangkan dan siswa mampu memahami pelajaran dengan maksimal merupakan tolok ukur efektivitas dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Di sisi lain, kompetensi dan komunikasi guru merupakan salah satu penentu terciptanya pengajaran yang efektif di kelas. Oleh karena itu, guru yang berkualitas harus menguasai materi dan memahami metode komunikasi dengan siswanya.
15

Itulah hal pertama yang menjadi alas an mengapa seorang guru perlu melakukan hypnoteaching. Selain itu, dengan menyinergikan antara metode pengajaran yang telah diaplikasikan guru di sekolah dengan teknik hypnoteaching, maka akan memberikan totalitas dan wawasan materi pengajaran guru, sekaligus pengaplikasian komunikasi yang efektif kepada siswa. Hypnoteaching dapat mendorong motivasi guru untuk menjadi sosok teladan bagi para siswa di sekolah, sehingga setiap hari selalu memberikan positive statement kepada siswanya. Ia juga harus dibekali ilmu komunikasi efektif yang dapat diaplikasi kepada siswa dengan cara memberdayakan pikiran alam bawah sadar mereka selama proses belajar-mengajar.

B. Penekanan dalam Hypnoteaching Mengajar yang baik merupakan kebutuhan bagi orang tua dan guru. Sepintar apa pun guru, jika ia tidak dapat menguasai siswanya, maka ia dianggap gagal dalam mengajar. Mengajar bukan hanya berbicara mengenai satu topik, tetapi juga memerlukan strategi, metode, dan keahlian tertentu. Metode hypnoteaching terbukti mampu menciptakan kelas yang menyenangkan bagi para siswa. Hypnoteacing bisa ditetapkan pada pendidikan formal maupun nonformal yang dimulai dengan mengubah persepsi mereka terhadap guru. Pada prinsipnya, hypnoteaching akan mengubah persepsi para siswa terhadap guru yang mengajar, yakni bahwa guru menjadi pelindung mereka. Suasana belajar yang akrab dan menyenangkan akan memudahkan mereka dalam menyerap dan memahami pelajaran. Guru juga dapat memperlihatkan perilaku mereka. Memuji atau meminta pertolongan kepada setiap siswa dapat dianggap sebagai bentuk perhatian. Selain menekankan pada perubahan persepsi, hypnoteaching juga focus pada kekuatan vibrasi, metafora, dan edifikasi. Persepsi memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi penilaian guru terhadap siswa. Kekuatan vibrasi merupakan sesuatu yang terpancar berdasarkan atas kekuatan pikiran yg dibangun, misalnya memperhatikan kebaikan siswa. Sedangkan kekuatan
16

metafora adalah keinginan yang luar biasa untuk mencapai tujuan dan diungkapkan kepada orang lain. Sementara itu, kekuatan edifikasi ialah kekuatan yang bersumber pada cerita-cerita yang bersifat positif. Cara dalam pelaksanaan hypnoteacing , yaitu sebelum belajar , para siswa dihipnotis terlebih dahulu oleh guru. Dalam kondisi terhipnotis, mereka disugestiskan supaya mau mengikuti pelajaran dengan serius dan konsentrasi penuh. Ketika dibangunkan dari tidur hipnotis, maka mereka benar benar serius dan konsentrasi dalam mengikuti pelajaran sebagaimana yang disugestikan. Di samping itu, dengan sekali hipnotis, siswa yang nakal dan tidak bias dinasihati juga bisa berubah menjadi penurut. Hal ini karena saat guru menasihatinya saat ia sedang berada dalam alam bawah sadar.

C. Kelebihan Hypnoteaching Dalam hynoteaching, seorang guru dianggap sebagai motivator, fasilitaltor, dan konselor oleh siswa-siswanya. Hal tersebut dapat melahirkan suasana belajar-mengajar yang lebih baik dan kondusif, yang selama ini tidak didapatkan dari metode pembelajaran lain, seperti pada metode konvensional. Pembelajaran demgan metode konvensional cenderung menganggap seorang guru adalah orang yang paling benar, sehingga setiap siswa harus menerima semua pencerahan atau ilmu darinya. Dalam hypnoteaching, seorang guru juga dituntut demikian, akan tetapi lebih menekankan seorang guru untuk memotivasi siswanya supaya berperan aktif atau siap menyampaikan hal-hal yang menurutnya salah atau kurang sependapat. Ada beberapa kelebihan hypnoteaching dalam kegiatan belajar-mengajar adalah: 1. Proses belajar mengajar lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antata guru dan siswanya, 2. Siswa dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing, 3. Proses pemberian ketrampilan banyak diberikan dalam hypnoteaching,
17

4. Proses pembelajaran dalam hynoteaching lebih beragam, 5. Siswa dapat dengan mudah menguasai materi karena lebih termotivasi untuk belajar, 6. Pembelajaran bersifat aktif, 7. Pemantauan terhadap siswa lebih intensif, 8. Sisa lebih dapat berimajinasi dan berpikir kreatif, 9. Siswa akan melakukan pembelajaran dengan senang hati, 10. Daya serap lebih cepat dan bertahan lama karena siswa tidak menghafal pelajaran, 11. Siswa akan berkonsentrasi penuh terhadap materi pelajaran yang diberikan.

D. Hambatan dalam Pelaksanaan Metode Hypnoteaching Terdapat beberapa hambatan untuk menerapkan metode hypnoteaching dalam kegiatan belajar-mengajar, di antaranya sebagai berikut : 1. Metode hypnoteaching belum banyak digunakan oleh para pendidik di Indonesia, sehingga penggunaan metode ini justru dipandang aneh oleh sebagian kalanyan, terutama orangorang yang belum sepenuhnya menyadari akan pentingnya peran hypnoteaching dalam mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut lebih diperparah lagi oleh adanya anggapan bahwa hipnotis adalah suatu hal yang negative merugikan. 2. Banyaknya siswa yang ada dalam sebuah kelas menyebabkan kurangnya waktu dari pendidik untuk member perhatian satu per satu kepada mereka. 3. Hypnoteaching tidak memandang kuantitas, namun kualitas, sehingga menyebabkan terjadinya kekacauan, terutama dalam masalah pembagian dan efektivitas ruangan. Namun, tentu saja hal ini bias ditasi oleh pihak sekolah dengan mempersiapkan dan memikirkan segala hal yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan dimulai.

18

4. Meskipun hypnoteaching mempunyai manfaat besar, namun tidak bias dipungkiri bahwa hal ini sesuatu yang instan. Sehingga, pelatihan yang dilakukan secara berulang-berulang sangat mungkin dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. 5. Perlu pembelajaran agar pendidik bias melakukan hypnoteaching, Sebab, pada dasarnya, tidak semua pendidik, baik guru, dosen maupun praktisi pendidikan lainnya menguasai metode ini. Jika tidak, informasi mengenai hypnoteaching hanya akan menjadi wacana bagi mereka. 6. Walaupun saat ini sudah banyak edaran di internet tentang adanya pelatihan hypnoteaching, namun baiayanya sangat tinggi, sehingga menambah kesulitan bagi pendidik. 7. Meskipun di antara para pendidik ada yang berani bahkan sudah melakukan dan mengikuti pelatihan hypnoteaching, tetapi masih dalam jumlah sangat sedikit. 8. Kurangnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah untuk menunjang pelaksanaan metode hypnoteaching. 9. Jarang sekali siswa menggunakan penalaran logis yang lebih tinggi, seperti kemampuan membuktikan atau memperlihatkan suatu konsep. Di samping itu, kebanyakan siswa juga masih pasif saaat kegiatan belajar-mengajar.

IV. KUALITAS, PERAN dan LANGKAH-LANGKAH DASAR MENJADI GURU yang MENGUASAI HYPNOTEACHING A. Kualitas Guru Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah, sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian orang, Sebab, pada dasarnya, menjadi guru professional tidak hanya bermodal penguasaan materi dan mampu menyampaikannya kepada siswa. Akan tetapi, menjadi guru yang
19

professional juga harus memiliki berbagai ketrampilan, kemampuan khusus, mencintai profesinya, serta mampu menjaga kode etik guru, dan lain sebagainya.. Dalam undang-undang tentang guru dan dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sebagaimana dikutip dalam bud.kar.blogspot ,com, Ace Suryadi menyatakan bagwa guru yang bermutu ditentukan oleh empat factor utama, yaitu kemampuan professional, upaya professional, waktu yang tercurah, dan akluntabilitas. 1. Kemampuan Profesional Piet. A. Sahartian dan Ida Aleida mengemukakan bahwa kompetensi professional guru adalah kemampuan penguasaan akademik (mata pelajaran yang diajarkan) yang sesuai dengan kemampuan mengajarnya, sehingga ia memiliki wibawa akademis. Kompetensi professional yang dimaksud adalah kemampuannya untuk menguasai masalah akademik yang sangat berkaitan dengan pelaksanaan proses belajar-mengajar. Dengan demukian, kompetensi ini mutlak dimiliki ubtuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar. Di sisi lain, para pakar dan ahli pendidikan pun mengemukakan bahwa kompetensi professional merupakan salah satu syarat pokok dalam pelaksanaan tugasnya dalam jenjang apapun. Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa kemampuan professional guru mencakup inteligensi, sikap, dan prestasi pada bidang pekerjaannya. Secara sederhana, hal ini ditunjukkan dengan kemampuan menguasai materi pengajaran dan metodologinya. Agar mencapai kemampuan professional, maka tidak hanya mempunyai ijazah, tetapi juga memerlukan kemampuan belajar seumur hidup untuk memperkaya dan memutakhirkan kemampuannya.

20

Ada beberapa pendapat yang mengungkapkan tentang cirri-ciri seorang guru yang professional. a. Menurut Moh. Uzer Usman Dalam bukunya Guru Profesional, menjelaskan bahwa kemampuan professional guru dapat dirumuskan dengan cirri-ciri sebagai berikut : 1) Menuntut adanya ketrampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam. 2) Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya. 3) Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai. 4) Adanya kepekaan terhadap yang dilaksanakannya. 5) Menungkinkan perkembangan yang sejalan dengan dinamika kehidupan. 6) Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. 7) Memiliki klien/objek layanan yang tetap seperti dokter dengan pasiennya , guru dengan siswanya. 8) Diakui masyarakat karena memang diperlukan jasanyanya di masyarakat. b. Menurut Pusat Pengjajian Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Bandung Nana Syaodih Sukmadinata dari PPIKIP Bandung merumuskan ada keguruan sebagai berikut : 1) Memiliki fungsi dan signifikasi social, 2) Memiliki keahlian/ketrampilan tertentu, 3) Keahlian/ketrampilan yang dimaksud akan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah, 4) Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas, 5) Disiplin ilmu pendidikan diperoleh dalam waktu yang cukup lama, 6) Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai professional,
21

9 ciri suatu profesi

7) Memiliki kode etik, 8) Kebebasan memberikan judgment untuk memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya, 9) Memiliki tanggung jawab professional dan otonomi, serta adanya pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. c. Menurut Depdikbud atau Depdiknas Departemen pendidikan dan Kebudayaan atau Departemen Pendidikan Nasional tahun 1980 telah merumuskan dan mengelompokan dalam dua dimensi umum kemampuan. 1) Kemampuan professional yang mencakup beberapa hal, yaitu : a) Penggunaan materi pelajaran, misalnya pada bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. b) Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan maupun kerguruan. c) Penguasaan proses kependidikan, keguruan, dan pembelajaran siswa. 2) Kemampuan personal yang meliputi : a) Penampilan dan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan, b) Pemahaman dan penghayatan, serta penampilan terhadap nilai-nilai yang sepantasnya dilajkukan dan dimiliki guru, c) Penampilan diri sebagai panutan dan teladan bagi para siswa. 3) Kompetensi Pendukung Guru professional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi paedagogis, kognitif, personal, dan social. Dengan demikian, selain terampil mengajar, ia juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasu dengan baik. Disamping itu, juga harus memiliki beberapa hal berikut : a) Bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism,

22

b) Kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, c) Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Upaya Profesional. Upaya professional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesionalnya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar supaya mencapai hasil yang memuaskan. Upaya professional ini antara lain diwujudkan dengan penguasaan keahlian dalam menyusun program pengajaran sesuai tahap perkembangan siswa, menyiapkan pengajaran, menggunakan bahan-bahan ajar, mengelola kegiatan belajar, dan mendiagnosis keberhasilan. Guru juga dapat memperkaya dan meremajakan kemampuan melalui inovasi dalam mengajar, termasuk dalam mengatasi atau membantu memecahkan kesulitan belajar para siswa. Sebagai seorang profesional, ia dituntut untuk mengkaji,meneliti dan mengevaluasi cara mengajarnya agar tidak mengulangi kegagalan dan tetap berhasil meningkatkan kemampuan belajar mereka setiap saat. 3. Waktu yang Tercurahkan untuk Kegiatan Profesional Waktu yang tercurahkan untuk kegiatan professional adalah intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuk tugas mengajar. Konsep waktu belajar (time on task) diukur dari intensitas belajar siswa secara perorangan. Guru merupakan salah satu predictor terbaik dari hasil belajar siswa. Tidak mungkin guru menjadi professional jika hanya sebagian kecil waktu yang dicurahkan untuk pekerjaannya, sedangkan sebagian besar waktunya digunakan untukmelakukan kegiatan lain, misalnya bekerka di tempat lain, ikut kampanye pemilu, menjadi tukang ojek,, ataupun mengajar rangkap, sehingga kehabisan waktu untuk menekuni pekerjaan dan kewajibannya.

23

4. Akuntabilitas dapat dikatakan profesional jika pekerjaannya dapat menjamin kehidupannya. Pendapatan seorang profesional ditentukan oleh kemampuan dan prestasi kerjanya. Ia terikat oleh kepentingan klien, yaitu siswanya sebagai pembayar pendidikan. Jika klien puas atas hasil kerjanya, maka guru akan memperoleh imbalan setimpal. Sebaliknya, bila ia tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, maka tidak sepantasnya ia memperoleh imbalan memadai. Oleh karena itu, guru seyogyanya bukan kepanjangan tangan birokrasi, melainkan harus bersikap otonom dalam menentukan pendekatan apa pun sebagai upaya untuk mencapai keberhasilan mengajar. Dari berbagai teori yang telah dipaparkan, maka yang dimaksud kualitas guru adalah kemampuan-kemampuan yang bersifat profesional dengan berbagai macam kapasitas sebagai seorang pendidik. Kualitas guru dapat diukur melalui persiapan dalam proses belajar-mengajar, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan pelaksanaan bimbingan, penyuluhan, serta kompetensi kepribadian. B. Peranan Guru dalam Proses Belajar Mengajar Seorang guru dalam proses belajar-mengajar memiliki beberapa peranan, yaitu sebagai demonstrator, pengelola kelas, manajer, mediator, fasilitator, dan evaluator. 1. Guru sebagai Demonstrator Melalui peranannya sebagai administrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya

senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya. Disamping itu juga perlu meningkatkan kemampuannya di bidang ilmu yang dimilikinya, karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

24

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah bahwa ia sendiri adalah pelajar, Ini berarti, ia harus belajar terus menerus. Dengan cara demikian, ia akan memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan untuk bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator, sehingga ia mampu memperagakan apa yang diajarkannya kepada para siswa secara dikdaktik, yakni segala sesuatu yang disampaikannya itu betul-betul dipahami oleh mereka. Selain itu , seorang guru hendaknya juga mampu dan terampil dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK),memahami kurikulum, dan menjadi sumber belajar yang terampil dalam memberikan informasi kepada para siswa. Ia pun dituntut untuk membantu mengembangkan siswa supaya dapat menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. 2. Guru Pengelola Kelas Dalam menjalankan peranannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar dan merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisirkan. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah pada tujuan pendidikan. Hal ini karena pengawasan terhadap lingkungan belajar turut menentukan sampai sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman, dan kepuasan dalam mencapai tujuan 3. Guru sebagai Manager Sebaga manajer, guru wajib membimbing penglaman-pengalan siswa sehari-hari ke arah self directed behavior. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya pada guru, sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri.

25

Di samping itu, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif dan efisien dengan hasil optimal. Sebagai manajer lingkungan belajar, ia perlu menggunakan pengetahuan tentang teori belajar-mengajar dan teori perkembangan, sehingga proses pembelajaran mudah dilaksanakan dan pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dalam kurikulum pun bisa tercapai. 4. Guru sebagai Mediator Dalam perannya sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan. Sebab, media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Dengan demikian, media pendidikan merupakan dasar yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Media pendidikan ini bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral. Guru tidak hanya cukup memiliki pengetahuan tentang media pendidikan, melainkan juga harus memiliki ketrampilan dalam memilih dan menggunakan, serta mengusahakan media itu dengan baik. Maka dari itu, guru perlu mengalami latihan-latihan praktik secara kontinu dan sistematis, baik melalui preservice maupun melalui inservice training. Sebab, semestinya dalam memilih dan menggunakan media pendidikan, harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, ecaluasi, dan kemampuan guru, serta minat ataupun kemampuan siswa. 5. Guru sebagai Fasilitator Sebagai fasilitator, guru harus mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna dan dapat menunjang pencapaian tujuan dalam proses belajar mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah, ataupun surat kabar. 6. Guru sebagai Evaluator

26

Evaluasi yaitu penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh siswa maupun guru. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan dan kurikulum yang telah diterapkan dan dirumuskan sudah tercapai atau belum. Selain itu, kegiatan ini juga akan mengukur ketepatan materi yan diajarkan. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian. Dengan menelaan pencapaian tujuan guru dapat mengetahui apakah proses belajar-mengajar yang dilakukan cukup efektif dalam memberikan hasil yang baik dan memuaskan, atau sebaliknya. Jadi, jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan penilaian. Sebab, dengan penilaian, ia dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah melaksanakan proses belajar. Guru semestinya mengikuti hasil belajar yang dicapai oleh para siswanya secara kontinu. Hal ini akan menimbulkan umpan balik (feedback) terhadap proses belajar mengajar, sehingga bias dijadikan sebagai titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belaja-mengajar selanjutnya. Dengan demikian, proses belajar mengajar akan terus ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal. C. Langkah-langkah Dasar menjadi Guru yang Menguasai Hypnoteaching Menyajikan materi pelajaran dalam metode hypnoteaching haruslah menggunakan bahasabahasa bawah sadar. Hal ini dilakukan agar perhatian siswa tersedot secara penuh yerhadap materi yang disampaikan. Dengan begitu, ia akan senantiasa memperhatikan, bahkan tidak akan berpaling pada hal-hal di luar materi pelajaran. Dalam melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana. Berikut ini langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang menguasai hypnoteaching.
27

1. Niat dan Motivasi dalam Diri Sendiri Kesuksesan seseorang tergantung pada niat dalam dirinya untuk bersusah payah dan bekerja keras dalam mencapai kesuksesan tersebut. Sebab, niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi dan komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang ditekuni. 2. Pacing Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau siswa. Sebab, pada prinsipnua manusia cenderung atau lebih suka berinteraksi dengan teman yang memilik banyak kesamaan, sehingga ia akan merasa nyaman. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak inilah, maka setiap pesan yang disampaikan dari satu orang ke orang lain bias diterima dan dipahami dengan baik. Hal tersebut juga berlaku dalam penerapan pengajaran metode hypnoteaching. Maksudnya, jika para siswa membenci pelajaran yang diberikan oleh guru, berarti gelombang otak guru belum setara dengan mereka. Meskipun usianya jauh lebih tua daripada mereka, namun gelombang otak sebenarnya dalam disetarakan dengan seakan-akan melakukan atau berpikir seperti mereka. Beberapa cara dalam melakukan pacing terhadap siswa dalam kegiatan belajarmengajar adalah sebagai berikut : a. Bayangkan usia kita secara dengan siswa-siswa, sehingga kita dapat melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami oleh mereka saat ini, bukan saat kita masih sekolah dulu. b. Gunakan bahasa sesuai dengan bahasa yangsering digunakan oleh siswa. Jika perlu, gunakan bahasa gaul yang sedang tren di kalangan mereka. c. Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan.
28

d. Sangkutkan tema pelajaran kita dengan tema-tema yang sedang tren di kalangan siswa. e. Selalu update pengetahuan tentang tema, bahasa, hingga gossip terbaru yang sedang tren dikalangan siswa. Dengan melakukan hal-hal, tersebut, maka tanpa sadar delombang pikiran kita telah sama dengan para siswa, sehingga mereka merasa nyaman untuk bertemu dengan kita. Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya. 3. Leading Leading memliki pengertian pemimpin atau mengarahkan sesuatu. Hal ini dilakukan setelah proseses pacing dilakukan. Jika kita melakukan leading tanpa didahului pengan pacing, maka hal itu sama saja dengan memberikan perintah kepada para siswa yang cukup beresiko, karena mereka melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan mereka kepada guru. Setelah melakukan pacing, para siswa akan merasa nyaman dengan guru. Pada saat itulah hampir setiap apa pun yang guru ucapkan atau tugaskan kepada mereka, akan dilakukan dengan duka rela dan bahagia. Sehingga, sesulit apapun materinya, pikiran bawah sadar mereka akan menangkap materi pelajaran dengan mudah. Mereka juga tidak akan merasa kesulitan dalam mengerjakan soal ujian, meskipun soal ujian itu sulit. 4. Gunakan Kata Positif Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negatif. Contoh: Bapak ibu guru sekalian, saya minta Anda untuk jangan sekali-kali membayangkan kelinci memakai topi. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali membayangkan kelinci memakai topi. Sebab, saat ini Anda benar-benar dilarang keras untuk membayangkan
29

kelinci

memakai

topi.

Sekali

lagi,

saya

ingatkan

jangan

pernah

mencoba

untuk

membayangkan kelinci memakai topi. Apa yang terjadi setelah kita mendengarkan perkataan tersebut ? Apakah kita sempat membayangkan kelinci yang memakai topi, padahal kita telah dilarang untuk jangan pernah, tidak diperkenankan, dan jangan pernah mencoba untuk melakukannya ? Pada

kenyataannya, kita justru semakin membayangkannya. Jika kita lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada sisa. Bisa dibayangkan akan banyak sekali yang tertawa karena terbayang betapa lucunya kelinci memakai topi. Pada dasarnya, kata-kata yang diberikan oleh guru, baik langsung maupun tidak, sangat mempengaruhi kondisi psikis para siswa, sehingga mereka merasa lebih percaya diri dalam menerima materi yang diberikan. Kata-kata tersebut dapat berupa ajakan dan imbauan. Jadi, apabila ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh mereka, hendaknya menggunakan kata ganti yang positif untuk mengganti kata-kata negatif. Contoh : Apabila akan menenangkan kelas yang ramai, biasanya kata perintah yang keluar adalah, jangan ramai! Dalam mengaplikasikan hypnoteaching, hendaknya kata-kata jangan ramai ini diganti dengan, Mohon tenang. 5. Berikan Pujian Salah satu hal yang paling penting dalam pembelajaran adalah adanya reward and punishment. Puian merupakan reward atas peningkatan harga diri seseorang, Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang, Maka dari itu berikan pujian pada siswa dengan tulus, sehingga mereka akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

30

Pemberian pujian bias dilakukan ketika siswa berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Berikan pujian sekecil apa pun bentuk prestasinya, termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri. Meskipun mungkin masih berada dibawah teman-temannya, tetaplah berikan pujian. Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negative, misalnya tapi, namun, cuma saja, dan lain sebahainya. Penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian kita sia-sia dan terkesan mengolok-olok, Misalnya : Adi kamu itu anak yang pandai, ibu/bapak senang sekali murid seperti kamu. Tapi, sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaiaanmu. Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang dipuji. Bukannya meningkatkan harga diri, justru akan menjatuhkan. Meskipun tampaknya merupakan sepele dan sering terjadi, namun efeknya sangat besar dalam system psikologinya. Cara untuk menghindari kata penghubung negative adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya, Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai dan sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu. Dalam perkataan tersebut, perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah ada pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya. 6. Modeling Modeling adalah proses memberikan teladan atau contoh melalui ucapan dan prilaku yang konsisten dan merupakan salah satu kunci keberhasuilan dalam hypnoteaching. Setelah para siswa merasa nyaman dengan guru, maka ia perlu mamantapkan perilakunya agar konsisten dengan ucapan dan ajarannya, sehingga ia selalu menjadi figur yang dipercaya.

D. Tips Memaksimalkan Pembelajaran Hynoteaching


31

Beberapa tips dalam memaksimalkan pembelajaran hypnoteaching adalah sebagai berikut : 1. Kuasai Materi secara Komprehensif Penguasaan materi sangat esensial untuk dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik dan menarik. Jika guru mampu menguasai materi pelajaran secara komprehensif, tentu akan mampu memberikan contoh, analogi, ataupun ilustrasi yang beragam dan sesuai dengan konteks, serta dapat menyesuaikan dengan latar belakang siswa. 2. Libatkan Siswa secara Aktif Menyiapkan pembelajaran agar siswa terlibat aktif bukanlah perkara mudah,tetapi mutlak harus dilakukan oleh guru secara kreatif, Contoh, ia bias melibatkan para siswa untuk melakukan diskusi yang terbagi dalam beberapa kelompok agar mereka dapat memahami pelajaran dengan baik 3. Upayakan untuk Melakukan Interaksi Informal dengan Siswa Terkadang, bergurau dan berbincang di sela-sela istirahat atau sebelum memulai materi, sangat penting untuk mencairkan suasana. Tidak hanya itu, hal tersebut juga bisa membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. 4. Beri Siswa Kewenangan dan Tanggung Jawab atas Belajarnya Siswa akan termotivasi jika ia diberi kewenangan untuk menentukan cara belajarnya. Dengan begitu, prestasi belajar yang diraihnya juga bias semakin meningkat 5. Yakinkan bahwa Setiap Siswa Memiliki Cara Belajar yang Berbeda-Beda Pada dasarnya, setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lainnya. Sebab, setiap siswa diyakini memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada siswa yang pintar dalam

bidang tertentu, tetapi lemah dalam bidang lainnya, begitu pun sebaliknya. Dengan demikian, jangan perlakukan semua siswa dengan cara yang sama, sehingga seorang guru dapat lebih mudah dalam meningkatkan kualitas belajar mereka. 6. Yakinkan Siswa bahwa Mereka Mampu Berhasil dalam Pembelajaran
32

Sebagai guru,kita harus bias meyakinkan para siswa bahwa materi pelajaran ataupun tugas yang kita berikan dapat mereka lakukan dengan baik, sehingga hasilnya pun dapat maksimal. 7. Beri Kesempatan kepada Siswa untuk Melakukan Sesuatu secara Kolaboratif atau Kooperatif Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan sesuatu secara kolaboratif atau kooperatif. Hal ini terbukti dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan mereka pada pembelajaran, karena kompetisinya sedikit. Apalagi, jika mereka diberi kesempatan untuk saling berbagi ide, pengalaman, dan argument secara bebas, tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lain. 8. Upayakan Materi yang Disampaikan Kontekstual Serong guru harus pandai dalammengaitkan materi yamg diajarkan dengan pengetahuan awal para siswa. Hal ini penting dilakukan agar mereka dapat memahami bahan pelajaran yang diberikan dengan lebih baik. 9. Berikan Umpan Balik dengan Cepat dan Bersifat Deskriptif Memberikan umpan balik dengan cepat dan be5sifat deskriptif mampu membantu para siswa menyadari sudah sejauh mana perkembangan pemahaman atau penguasaan mereka terhadap pengetahuan, ketrampilan, atau sikap tertentu. 10. Tingkatkan Jam Terbang Tidak ada yang bias mengalahkan pengalaman, karena pengalaman yang baik ataupun yang buruk merupakan guru yang terbaik dalam kehidupan, termasuk bagi para siswa. Maka, agar pengalaman belajar mereka semakin meningkat, maka tambahkan jam pelajaran bagi mereka, misalnya dengan menjalankan tugas praktik, sehingga kemampuan mereka pun semakin bertambah.

33

V. CARA PELAKSANAAN METODE PEMBELAJARAN HYPNOTEACHING Hipnotis adalah suatu hal yang memiliki kekuatan tersendiri. Dan, tidak bias dipungkiri bahwa hynotis dapat digunakan sebagai sarana untuk mempengaruhi orang lain, baik dalam hal positif maupun negative. Segi positifnya adalah hipnotis sangat ampuh untuk mengoptimalkan kegiatan belajar-mengajar, yang kemudian berujung pada keuntungan, karena dalam menumbuhkan siswasiswa yang pintar. Seorang guru tentu saja perlu belajar untuk menggunakan hipnotis dalam pengajarannya. Hipnotis dapat diaplikasikan untuk meningkatkan daya ingat, kreatifitas, focus, menembus batasan mental (self limiting mental block), dan lain sebagainya dalam diri siswa. Mengajar dengan metode hipnotis (hynoteaching) adalah sebuah metode mutakhir yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, baik secara formal maupun nonformal. Akan tetapi, metode ini masih dalam eksperimen dan banyak kemungkinan untuk dikembangkan sesuai dengan situasi, kondisi, dan karakteristik material pembelajaran di dunia keguruan. A. Latihan Hipnotis untuk Guru Setiap guru memiliki potensi untuk dapat melakukan hypnoteaching, karena metode ini merupakan keterampilan yang dapat dipelajari. Untuk dapat menumbuhkan kemampuan

hynoteaching, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan , yaitu: 1. Biasakan Mengucapkan Lafal-Lafal dengan Fasih Fasih berarti mengucapkan kata-kata dengan jelas. Untuk mendapatkan kondisi fasih, seperti halnya belajar makharijul huruf. Kita harus melatih huruf demi huruf dalam abjad dan mencoba menggunakannya menjadi kata ataupun kalimat, yang diawali dengan ucapan lambat, agak cepat, dan cepat. Dengan demikian, hal ini akan menentukan apakah kejelasan dan ketegasan lafal yang kita ucapkan memilik kefasihan yang sama atau tidak.
34

2. Belajar Menggunakan Intonasi yang Bervariasi Anggap kelas adalah tempat kita memerankan suatu tokoh dalam sebuah drama. Variasi-variasi dari intonasi kata yang keluar dari mulut kita kita dapat diatur sedemikian rupa. Dalam kondisi tertentu, kita menggunakan intonasi yang lebih tinggi dari biasanya. Bisa juga kita menggunakan intonasi yang berada di bawah standar, misalnya berbisik, sehingga siswa seperti diajak berayun-ayun di antara kata-kata yang kita keluarkan. Keterampilan ini membutuhkan penjiwaan dari kita terhadap pesan itu sendiri. Untuk melatih keterampilan tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengucapkan naskah-naskah yang bervariasi,

contohnya puisi, dongeng, dialog, narasi, syair lagu, dan lain sebagainya. 3. Hilangkan Penggunaan Kata Jeda Seorang ahli hipnotis mampu menguraikan kata secara spontanitas, tanpa ada jeda kata yang terlalu lama, apalagi mengeluarkan kata-kata jeda tersebut eh, eh., dan sejenisnya. Kata-kata tersebut keluar karena tidak adanya suatu konsep dalam pikiran kita tidakmenguasai suatu persoalan yang sedang dibicarakan. Untuk dapat menghilangkan kebiasaan tersebut, dapat dilakukan dengan cara berlatih secara kontinu. Cobalah menyampaikan konsep yang sederhana dan telah dikuasai, lalu beranjak ke konsep yang agak rumit, hingga konsep yang paling rumit. Kebiasaan mengucapkan kata jeda bias dilatih dengan cara diam/menahan napas esaat, kemudian melanjutkan pembicaraan. Berlatihlah secara terus-menerus, sehingga kebiasaan kurang baik tersebut lambat laun akan hilang dan kita dapat berbicara dengan lancer tanpa hambatan. 4. Biasaka Mengatakan Ide yang Terlintas dalam Pikiran Kita, Meskipun Tidak Nyambung Kebiasaan ini adalah membantu kita untuk mampu mengucapkan ide yang dating secara tibatiba. Hal tersebut merupakan latihan bagaimana kita dapat menyambungkan antara pikiran dengan mulut kita, seperti halnya seorang penulis yang mampu menyambungkan ide-ide yang terlintas di pikirannya dengan jari-jari tangannya. Pada awalnya, ketidak-nyambungan ide-ide
35

yang keluar sering terjadi, namun lama kelamaan pikiran kita semakin terbiasa dengan hal-hal yang lebih konsisten. 5. Biasakan Menatap Tajam Objek yang Diajak Bicara Tatapan mata adalah tanda bahwa seseorang ingin menyampaikan sesuatu kepada orang yang ditujunya. Bagi sebagian orang, terkadang menatap orang lain terasa sangat berat, apalagi jika yang ditatap memiliki karisma yang lebih besar daripada yang menatap . Tatapan mata merupakan bukti keseriusan dan perhatian kita terhadap orang yang diajak berbicara dan dapat mengidentifikasi sejauh mana keseriusan orang yang kita ajak dialog, sehingga kita tidak akan kegolongan. Untuk melatih keterampilan ini, dapat dilakukan dengan melatih diri berbicara di depan cermin dengan langsung menatap mata kita. 6. Gerakan Anggota Badan Kita secara Dinamis Gerakan badan dalam sebuah dialog menunjukkan bahwa sesuatu sangat penting dan dahsyat. Di samping itu, gerakan badan pembicara akan membantu menarik perhatian beberapa objek yang diajak dialog, sehingga memungkinkan mereka menaruh perhatian penuh terhadap si pembicara. Untuk itu, gerakan badan si pembicara haruslah dinamis, tetapi jangan berlebihan karena dapat mengakibatkan hilangnya perhatian. Sebagai contoh, orang lebih banyak tertawa ketika ia menyaksikan komedi karena gerakan yang dilakukan oleh si comedian dan hanya sebagian kecil orang yang tertawa karena materi guyonannya. 7. Gunakan Media yang Efektif Memanfaatkan media sangat membantu agar yang diajak bicara mampu menangkap pesan secara lengkap ketimbang pembicaraan saja. Ketika ia memerankan drama sebagai pangeran, maka akan lebih dimengerti jika ia mengenakan pakaian sang pangeran dan pedang dan perisainya. Untuk itu, maka pemilihan media harus direncanakan secara matang ketika akan dimanfaatkan sebagai alat menyampaikan pesan. 8. Biasakan Menggunakan Kata-Kata yang Memotivasi
36

Kata-kata yang biasa memotivasi sangat membantu seseorang untuk mengikutu apa yang kita inginkan. Dengan demikian,pemilihan kata yang tepat pun sangat diperlukan. 9. Biasakan Menyampaikan Pesan dengan Sepenuh Hati Membiasakan diri untuk menyampaikan pesan sepenuh hati adalah kunci yang menentukan keberhasilan ketika kita hendak mengajak orang lain mengikuti keinginan kita. Sebab, seseorang yang menutupi ketulusan hatinya dengan kata-kata, akan kurang mendapatkan respons positif dari oramng yang diajaknya.

B. Prinsip dalam Pelaksanaan Hypnoteaching agar Tujuan Pembelajaran dapat Tercapai Beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh guru agar bias mencapai tujuan pembelajaran dengan Baik adalah sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi terlebih dahulu kebutuhan siswa 2. Merencanakan pembelajaran dengan mengaitkan media hipnotis, seperti suara, gambar, tulisan, gerak, dan simbol-simbol. 3. Memulai mengajar sesuai dengan rencana yang telah dibuat, seperti melakukan induksi (cara untuk masuk kedalam keadaan focus) 4. Melakukan afirmasi ( menyatakan sesuatu yang positif tentang diri sendiri) sebagai bahan untuk memunculkan gagasan dari siswa. 5. Melakukan visualisasi sebagai sarana agar siswa dapat memproduksi gagasan sebayakbanyaknya berkaitan dengan topic pembelajaran hari itu 6. Melakukan evaluasi. 7. Sebelum pembelajaran berakhir , lakukan refleksi tentang sesuatu yang dialami oleh siswa.

C. Metode Pembelajaran Hypnoteaching


37

Salah satu keberhasilan metode hypnoteaching adalah menggunakan teknik cerita dan tentang orang-orang sukses sebagai upaya untuk memotivasi siswa. Adapun beberapa metode dalam pembelajaran hypnoteaching tersebut adalah : 1. Semua siswa dipersilajkan duduk dengan rileks. 2. Kosongkan pikiran untuk sesaat. 3. Tarik napas panjang melalui hidung , hembuskan lewat mulut. 4. Lakukan terus secara berulang dengan pernapasan yang teratur. 5. Betikan sugesti pada setiap tarikan napas supaya badan terasa rileks. 6. Lakukan terus-menerus dan berulang, kata-kata sugesti yang akan membuat suyet nyenyak dan tertidur. 7. Perhatikan posisi kepakla dari semua suyet. Bagi yang sudah tertidur, akan tampak tertunduk atau leher tidak mampu menahan beratnya kepala. 8. Berikan sugesti positif, seperti focus pada pikiran, peka terhadap pendengaran, fresh otak dan pikiran, serta kenyamanan pada seluruh badan. 9. Jika dirasa sudah cukup, bangunkan suyet secara bertahap dengan melakukan hitungan 1-10. Maka. Pada hitungan ke 10, semua suyet akan tersadar dalam kondisi segar bugar. Pada kejadian hipnotis missal, ada kalanya beberap orang masih merasa mengantuk. Jika hal ini terjadi, segera dekati dan lakukan hipnotis perorangan menggunakan metode DHKH (dari hati ke hati). Dengan begitu, tanpa disadari, suyet, akan mengeluarkan kata-kata kesedihan yang dialaminya saat itu.

38

39

40

41