P. 1
Keanekaragaman Herpetofauna Goa Kiskendo

Keanekaragaman Herpetofauna Goa Kiskendo

|Views: 159|Likes:
Dipublikasikan oleh Qur Ni Awan
Biota Vol. 17 (2): 78−84, Juni 2012 ISSN 0853-8670

Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo, Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Species Diversity of Herpetofauna in Kiskendo Cave Ecotourism Area, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Province Tony Febri Qurniawan1* dan Rury Eprilurahman2
1

Kelompok Studi Herpetologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara, Yogyakarta 55281 2 Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi Univ
Biota Vol. 17 (2): 78−84, Juni 2012 ISSN 0853-8670

Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo, Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Species Diversity of Herpetofauna in Kiskendo Cave Ecotourism Area, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Province Tony Febri Qurniawan1* dan Rury Eprilurahman2
1

Kelompok Studi Herpetologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara, Yogyakarta 55281 2 Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi Univ

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Qur Ni Awan on Nov 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2015

pdf

.

They are belong to six families of frogs.7”LS dan “110o 07’52. Kiskendo Cave ecotourism area still has a good ecosystem conditions to support herpetofauna lives. Yogyakarta 55281 E-mail: tonie_kun@yahoo. Kulonprogo Regency. ekowisata Diterima: 11 Oktober 2011. Juni 2012 ISSN 0853-8670 Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo. Kabupaten Kulonprogo. Dua jenis amfibi (Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina) diketahui merupakan jenis endemik Pulau Jawa. nocturnal and diurnal surveys were administered in Kiskendo Cave ecotourism area. 17 (2): 78−84. Yogyakarta 55281 2 Laboratorium Sistematika Hewan. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (November 2007–April 2008) dengan metode pengamatan langsung baik siang maupun malam. sedangkan untuk amfibi terdiri dari enam suku. Kulonprogo. Based on the current study. Berdasarkan posisi astronomi Goa Kiskendo terletak pada “07o 44’51. ± 38 km dari Kota Yogyakarta atau ± 21 km dari Kota Wates.Biota Vol. On all of identified species. 2007). Total number of 42 species which consist of 29 species of reptiles and 13 amphibians were recorded. Kulonprogo. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara. Penelitian tentang keanekaragaman jenis herpetofauna di daerah tersebut perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi jumlah jenis dan sebarannya sebagai data awal keanekaragaman fauna. Kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki luas wilayah ± 80 hektar dengan ketinggian berkisar antara 450–780 mdpl (Anonim.1”BT. Kecamatan Girimulyo. Reptil yang diperoleh terdiri atas kadal (empat suku) dan ular (lima suku). Goa Kiskendo. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi ekosistem di kawasan wisata Goa Kiskendo masih cukup bagus sebagai habitat herpetofauna. Kiskendo Cave.com *Penulis untuk korespondensi 1 Abstract This research was aimed to figure out the diversity of herpetofauna in Kiskendo Cave ecotourism area. Daerah Istimewa Yogyakarta Province. keanekaragaman. Fakultas Biologi. Keywords: Herpetofauna. disetujui: 07 Maret 2012 Pendahuluan Goa Kiskendo merupakan salah satu objek wisata pegunungan yang terletak di Desa Jatimulyo. Jatimulyo District. ecotourism Abstrak Perubahan ekosistem dan kondisi lingkungan sangat memengaruhi kehidupan herpetofauna (amfibi dan reptil). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Species Diversity of Herpetofauna in Kiskendo Cave Ecotourism Area. Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu wilayah yang diduga masih cukup layak untuk menunjang kehidupan herpetofauna adalah Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo. . Daerah Istimewa Yogyakarta Province Tony Febri Qurniawan1* dan Rury Eprilurahman2 Kelompok Studi Herpetologi. four families of lizard and five families of snake. only two (Limnonectes kuhlii and Michrohyla achatina) are endemic to Java. Kata kunci: Herpetofauna. Berdasarkan penelitian diperoleh 42 jenis herpetofauna yang terdiri atas 29 jenis reptil dan 13 jenis amfibi. During six months (November 2007April 2008). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara. Kondisi lingkungan di kawasan ekowisata Goa Kiskendo terlihat masih bagus dan alami. Kulonprogo. diversity.

2009).00 WIB untuk mendapatkan data jenis herpetofauna nokturnal dan diurnal. Hal ini karena penelitian mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum banyak dilakukan. salah satunya seperti di kawasan ekowisata Goa Kiskendo.Qurniawan dan Eprilurahman sehingga memungkinkan hidup beranekaragam jenis fauna khususnya herpetofauna. 1998 dan Riyanto. Survei meliputi beberapa daerah di sekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo yang mewakili dua ekosistem yaitu terestrial dan akuatik. Selain menggunakan metode VES. Survei aktif dilakukan pada pagi hari antara pukul 08.. Bahan yang digunakan untuk pembuatan spesimen menggunakan metode awetan basah antara lain ethanol 70%. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan populasi herpetofauna secara global mulai tahun 1980-an seiring dengan meningkatnya pencemaran lingkungan dan berkurangnya habitat-habitat asli (hutan). formaldehid 4% dan akuades. kebun/ladang. total sebanyak 12 Biota Vol. termometer raksa untuk mengukur suhu air dan udara.00 WIB dan malam hari antara pukul 19. taman ekowisata. karena masing–masing fauna.. Data hasil wawancara digunakan sebagai data Metode Penelitian Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan dari Bulan November 2007–April 2008. jenis kelamin. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas.00−23. pH meter untuk mengetahui pH air. yaitu teknik pencarian dan pengambilan (capture and remove) herpetofauna di semua mikrohabitat suatu area tertentu dan mencatat jenis-jenis herpetofauna yang ditemui baik yang tertangkap maupun yang tidak tertangkap. kali survei. Penelitian ini diharapkan dapat merangsang para peneliti lain untuk meneliti keanekaragaman flora dan fauna lainnya yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. GPS untuk mendapatkan koordinat lokasi dan ketinggian. termasuk herpetofauna memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekosistem kawasan ekowisata tersebut. SVL (snouth vent length). Jika hal ini berlanjut menyebabkan kepunahan herpetofauna di dunia sebelum sempat diteliti dan didata dengan baik (Kusrini. sangatlah penting bagi suatu kawasan ekowisata untuk memiliki data tentang keanekaragaman fauna. kamera untuk dokumentasi dan identifikasi. dan hutan terganggu. Data yang terkumpul tersebut berguna dalam menyusun rencana dan strategi pengelolaan sumberdaya di kawasan ekowisata Goa Kiskendo secara terarah dan terpadu (Primack dkk. Herpetofauna yang terdiri dari reptil dan amfibi merupakan salah satu jenis potensi keanekaragaman hayati hewani yang jarang diketahui dan kurang dikenal oleh masyarakat Yogyakarta. Dari tiap-tiap lokasi di lakukan pendataan meliputi: waktu penjumpaan. 17 (2). jenis substrat dan aktivitas ketika dijumpai. Hal ini dilakukan untuk memperoleh suatu pemahaman yang lebih baik pada masyarakat dalam mendukung kelestarian herpetofauna. kantong blacu dan botol selai untuk penyimpanan spesimen.. Alat dan bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: senter untuk survei di malam hari. 2004) yang dimodifikasi dengan teknik puposive sampling (Hamidy dkk. yaitu daerah pemukiman. Pada lokasi ekosistem akuatik terdapat tiga jenis tipe habitat bagi herpetofauna. penelitian ini bertujuan mendata dan mengetahui keanekaragaman jenis herpetofauna yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. yaitu daerah aliran sungai di luar goa. 2008). daerah aliran sungai di dalam goa dan kolam taman ekowisata. penelitian ini dilakukan juga metode wawancara terhadap penduduk setempat mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. Juni 2012 79 . Padahal. keterangan cacat atau tidak. Data mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata ini belum ada.00−15. Pada lokasi ekosistem terestrial terdapat empat tipe habitat bagi herpetofauna. Pengambilan data Metode aktif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode VES (Visual Encounter Survei) (Heyer dkk. 2007).

2001) dan Frost dkk. Berdasarkan Tabel 1. Juni 2012 . Adapun. yaitu: dapat dikatakan banyak dijumpai jika minimal tercatat 30 80 Biota Vol. Iskandar dan Colijn (2000. bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Gunung Ceremai sudah mencapai 98% dan bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Ujung Kulon sudah mencapai 64%. Hal ini mengindikasikan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna kawasan ekowisata Goa Kiskendo relatif tinggi.03 dengan kemerataan 0. 17 (2). 1998 dan Natus dan Rosmayati. jarang dijumpai jika hanya 10 perjumpaan/hari. Bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Gunung Halimun. Hasil ini menunjukkan bahwa pola penggunaan ruang herpetofauna dipengaruhi oleh pola aktivitasnya. Analisis menggunakan indeks ShanonWeiner menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong tinggi dengan nilai sebesar 3.. 2009) yang mempunyai formula: H’= -∑ Pi Ln Pi perjumpaan/hari.0. dikatakan cukup banyak dijumpai jika 1030 perjumpaan/hari. 1978 dan Kusrini. jika lebih dari 1 ataupun kurang maka kemungkinan besar terdapat jenis dominan di komunitas tersebut. Untuk mengetahui derajat kemerataan jenis pada lokasi penelitian digunakan indeks kemerataan berdasarkan Simpson sebagai berikut: E= H’ Ln S Keterangan : E = Indeks kemerataan jenis H’= Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener S = Jumlah jenis yang ditemukan. Jika nilai E mendekati 1 maka menunjukkan jumlah individu antarjenis relatif sama. Manthey dan Grossmann (1997). sulit dijumpai jika hanya 5 perjumpaan/hari dan dikatakan langka jika penjumpaannya di bawah 5 perjumpaan/hari pada sebagian besar waktu survei. Herpetofauna di lokasi penelitian ditangkap dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi menggunakan kunci identifikasi yang tersedia. Identifikasi dan penamaan jenis menggunakan panduan identifikasi Rooij (1915 dan 1917).5−2.5 maka dikatakan rendah dan dikatakan sedang jika nilainya berkisar antara 1. 2005). jumlah jenis herpetofauna kawasan ekowisata Goa Kiskendo mencapai 62%. hampir setara dengan Taman Nasional Gunung Ceremai. keanekaragaman dikatakan sangat rendah jika nilainya <1. Iskandar (1998). Amfibi cenderung aktif pada malam hari. Adapun dikatakan tinggi jika nilainya >2. Namun. (2006). sedangkan Keterangan: H’= Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener Pi = Proporsi jenis ke-i. pH. 12 jenis kadal dan 17 jenis ular (Tabel 1). vegetasi dan topografi tempat. Tercatat dua jenis amfibi endemik Jawa yaitu Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina (Iskandar. Menurut Brower dan Zarr (1997). Hasil dan Pembahasan Penelitian ini berhasil mendata sebanyak 42 jenis herpetofauna yang termasuk dalam 15 suku atau secara rinci terdiri atas 13 jenis amfibi.8 (kurang dari 1) yang menunjukkan bahwa tidak ada dominasi jenis herpetofauna tertentu. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kesamaan kondisi lingkungan seperti suhu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman berdasarkan Shanon-Wiener (Krebs. jenis herpetofauna yang bersifat nokturnal lebih banyak daripada yang diurnal. jika nilainya berkisar antara 1−1.Keanekaragaman Jenis Herpetofauna sekunder untuk melengkapi data primer hasil survei. Dua jenis herpetofauna endemik ini ditemukan di sekitar sungai berarus dengan aliran lambat dan di sekitar genangan air yang terletak di luar goa.0. Derajat kemelimpahan relatif jenis herpetofauna yang dijumpai selama penelitian dikategorikan dalam 4 kelompok mengikuti Buden (2000).

Berdasarkan publikasi penelitian keanekaragaman herpetofauna yang pernah dilakukan di Pulau Jawa akhir-akhir ini. Ketika terjadi fluktuasi suhu lingkungan yang relatif konstan. Adapun yang sulit ditemukan sebagian besar adalah jenis dari golongan ophidia berjumlah delapan jenis hasil dari survei dan enam jenis. Namun jika terjadi fluktuasi suhu lingkungan yang ekstrem perilaku dan pola aktivitasnya cenderung berubah dengan melakukan adaptasi tertentu misalnya pada musim kemarau melakukan hibernasi dengan cara meliang sehingga pada musim kemarau akan sulit ditemukan. Adapun pada musim hujan frekuensi aktivitas berjemur dan kawin meningkat sehingga akan lebih mudah ditemukan (Zug. maka perilaku dan pola aktivitas yang dilakukan kesehariannya hampir sama. Gunung Ungaran.5oC dengan kisaran pH antara 6. sumber mata air sungai disekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo berasal dari karst Jonggarangan. Perbedaan perilaku. Suhu tubuh herpetofauna berfluktuasi mengikuti suhu lingkungan seperti hewan poikilotermikektotermik lainnya. Willis dan Biota Vol. Dari Tabel 2. 1915). persentase jumlah individu tiap jenis yang paling banyak ditemukan adalah Eutropis multifasciata sebesar 14. Faktor-faktor tersebut di alam saling berinteraksi antara satu dan yang lain dan membentuk kondisi makrohabitat yang khas yang mendukung kelangsungan hidup beranekaragam jenis herpetofauna di sana. Leptobrachium hasseltii sebesar 10. Ketiganya banyak ditemukan karena memiliki kepadatan yang tinggi dan persebaran yang luas serta dapat hidup di berbagai jenis tipe habitat selama habitat tersebut memilki sumber air dan suhu yang relatif konstan.Qurniawan dan Eprilurahman untuk jenis reptil hanya beberapa saja yang aktif pada malam hari. Suhu yang senantiasa relatif konstan karena di sekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki vegetasi dan sumber air yang melimpah yang berfungsi sebagai penyerap panas yang berlebih dan penyuplai air jika kekeringan. kemungkinan besar komposisi jenis herpetofauna yang ditemukan tidak berubah/tidak mengalami penambahan jenis herpetofauna. Sukabumi. Juni 2012 81 . hasil dari wawancara dengan warga. Buitenzorg. Kemungkinan besar jika jumlah pengamatan ditambah. tercatat untuk jenis cicak Ptychozoon kuhli belum ditemukan lagi di Pulau Jawa sejak 1912 (Rooij. serta variasi unsur terlarut dan tingkat kejenuhannya banyak dipengaruhi oleh kejadian hujan sehingga pH air sungai lebih fluktuatif. 1993). Pola aktivitas herpetofauna sebenarnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pada Tabel 1. Salah satu faktor tersebut yaitu suhu. dapat diketahui bahwa kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki suhu yang senantiasa relatif konstan di setiap bulannya. Adanya aktivitas masyarakat seperti merambah kayu hutan dan kegiatan pertanian tanpa berprinsip kelestarian. diilustrasikan bahwa grafik hubungan antara frekuensi survei dan penambahan jumlah jenis herpetofauna secara keseluruhan pada survei terakhir tidak mengalami kenaikan. sedangkan suhu air rata-rata berkisar antara 21–23. Hal ini karena jenis dari golongan ophidia memiliki kepadatan yang rendah dan sebagian besar merupakan fauna dengan mobilitas tinggi serta pandai bersembunyi sehingga sulit untuk ditemukan.3% dan Hemydactylus frenatus sebesar 9. Hal ini memperlihatkan bahwa jumlah survei yang dilakukan selama musim penghujan (November−April) sudah maksimal. Derajat keasaman (pH) air sungai diluar dan didalam goa memiliki nilai bervariasi.1.8%. Menurut Achillea dan Fara (2008). Hal yang menarik dari komunitas herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo adalah ditemukannya Ptychozoon kuhli. Mataair kawasan karst Jonggarangan banyak mengandung unsur karbonat tinggi. Pengukuran suhu udara yang dilakukan selama penelitian rata-rata berkisar antara 21–23oC. Pada Gambar 1. Jika terus dibiarkan dapat menimbulkan perubahan kondisi makrohabitat yang akan mengancam kelestarian herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo.05%. Suhu memiliki peranan penting bagi kehidupan herpetofauna. Dalam Rooij (1915) mengatakan bahwa persebaran Ptychozoon kuhli di Pulau Jawa meliputi Gadok.1–7. 17 (2). Preanger. pergerakan dan aktivitas tiap jenis herpetofauna sebagian besar dipengaruhi oleh perbedaan cara merespon suhu lingkungan.

Suku No Taksa Jenis Persentase Derajat kelimpahan Ekologi Habitat Perilaku Leptobrachium hasseltii Ingerophrynus biporcatus Phrynoidis aspera Duttaphrynus melanostictus Micrhohylidae Microhyla achatina Dicroglossidae Fejervarya limnocharis Limnonectes kuhlii Occydozyga sumatrana Rhacophoridae Philautus aurifasciatus Polypedates leucomystax Rhacophorus reindwardtii Ranidae Hylarana chalconota Odorrana hosii Gekkonidae Cyrtodactylus marmoratus Hemydactylus frenatus Hemydactylus platyurus Ptychozoon kuhli Gekko gecko Agamidae Draco volans Bronchocela cristatella Bronchocela jubata Gonocephalus 22 chamaeleontinus 23 Pseudocalotes tympanistriga Lacertidae 24 Takydromus sexlineatus Scincidae 25 Eutropis multifasciata Xenopeltidae 26 Xenopeltis unicolor Elapidae 27 Maticora intestinalis 28 Bungarus candidus 29 Bungarus fasciatus Viperidae 30 Cryptelytrops albolabris 31 Naja sputatrix Colubridae 32 Ahaetulla prasina 33 Ptyas korros 34 Ptyas mucosus 35 Calamaria linnaei 36 Xenochrophis trianguligerus 37 Xenochrophis piscator 38 Gonyosoma oxycephalum 39 Homalopsis bucata 40 Enhydris enhydris 41 Dendrelapis pictus Pythonidae 42 Python reticulatus W = hasil wawancara penduduk (untuk melengkapi data banyak.8230 La Terestrial Diurnal 14.0576 3.2304 2.7037 9.6460 0.0576 2. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menambahkan informasi lokasi persebarannya di Pulau Jawa. 17 (2).0534 4.4115 La Semi akuatik Diurnal W W Terestrial Diurnal 0.8230 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Diurnal W W Terestrial Diurnal 0. Komposisi dan Persentase jumlah tiap-tiap jenis herpetofauna yang terdata selama penelitian di kawasan ekowisata Goa Kiskendo pada bulan November 2007April 2008.7037 0.4115 La Arboral Diurnal W W Terestrial Nokturnal 0. Kemungkinan kemelimpahan relatif cicak jenis ini di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong langka.9382 2. Megophryidae Bufonidae 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 10.8230 La Arboreal Diurnal 0. Tabel 1.9958 1.1152 1.Keanekaragaman Jenis Herpetofauna Tengger.288 2. jenis ini memang susah sekali ditemukan.4115 La Terestrial Diurnal W W Terestrial Nokturnal W W Terestrial Nokturnal 0.4691 1.4115 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Nokturnal jenis yang tidak ditemukan selama penelitian).2345 6.6460 1. Ja = jarang.814 Ba Terestrial Diurnal 0. Juni 2012 . La = langka.2345 Cu Ja Ja Ja La Ja La La La Ja La Cu La Ja Cu Ja La Ja La La La Terestrial Terestrial Semi Akuatik Terestrial Semi Akuatik Terestrial Akuatik Semi Akuatik Semi arboreal Arboreal Arboreal Semi akuatik Semi akuatik Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Diurnal Diurnal Diurnal Ja Arboreal Diurnal 3. Ba = 82 Biota Vol. sehingga ditemukannya Ptychozoon kuhli di kawasan ekowisata Goa Kiskendo.4115 La Terestrial Diurnal 0.4115 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Nokturnal 0. Cu = cukup.4115 La Terestrial Diurnal 0.2345 1.2345 8.0576 4. Namun sayangnya selama survei.8230 1.8806 3.4115 La Semi akuatik Diurnal 0.7037 4.1152 2.

5 21 20 21 22.5 6. Ternyata keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong tinggi dengan indeks Shanon-Weiner sebesar 3.1 7. M.2 6.5 6.1 7.2 6.03. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan.6 6.2 6. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari bulan November 2007April 2008.5 22 22 22.1 7.5 6.5 23 24 22 21 22 VI 7.5 21.5 6. dan kepada keluarga besar Kelompok Studi Herpetologi Fakultas Biologi.2 6.5 22 I 7. Biota Vol. Hasil rata-rata pengukuran parameter lingkungan kawasan ekowisata Goa Kiskendo.Qurniawan dan Eprilurahman Tabel 2.4 6.00 WIB) II III IV V VI I II III IV V 7.1 7. Saran Untuk penelitian lebih lanjut disarankan dilakukan pada musim kering. Kulonprogo.5 22 21 22 22.3 6. Juni 2012 83 . Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Drs.5 22 Gambar 1.2 6.2 6. sehingga dapat dibandingkan kekayaan dan kemelimpahan jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo antara musim penghujan dan musim kering.5 21 21 23 23 23.5 22. 12 jenis lasertilia dan 17 jenis ophidia.2 6. perlu diadakan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengurangi perambahan kayu hutan dan perburuan hewan liar secara berlebihan.00–23.5 21 22 21.5 22.2 6.5 6. Dua jenis yaitu Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina endemik Jawa. Faktor Lingkungan pH air kolam taman pH air sungai didalam goa pH air sungai diluar goa Suhu udara Awal (oC) Suhu udara Akhir (oC) Suhu air kolam taman (oC) Suhu air sungai didalam goa Suhu air sungai diluar goa Bulan ke Malam (19. Diharapkan dengan mengetahui kenyataan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Gua Kiskendo tergolong tinggi.0015.3 6.1 7.5 22 21.3 6.5 21 21. Simpulan dan Saran Simpulan Dari hasil penelitian berhasil ditemukan 42 jenis herpetofaua yang terdiri atas 13 jenis amfibia. Penambahan jumlah jenis herpetofauna disetiap survei dari bulan bulan November 2007−April 2008.1 7. Trijoko.1 6.00 WIB) Pagi (08.5 6.5 23 23. Selain itu. 17 (2). pemerintah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta umumnya dan Kulonprogo khususnya bersama-sama menjaga kelestarian hayati yang dimilikinya.2 6.2 6.5 6.5 22.Si.1 7.1 7.5 23 23 23 23 23 20 20 20 21 20 21 23 22 23 23 22 21 22 22 21 21.5 22 22 21.2 7.3 6.

IOWA. R. Primack.R.. Natus dan Rosmayati. Yayasan Obor Indonesia. J. D. Kusrini. 2008. B. dan Grossmann.C Brown Company Publishing. Donnellan. Frost. G. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago II.. Emydosauria. 2007. N. Lacertilia. V.. 1993.De. Germany.. A. W. Haas.S. 1917. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago I. 17 (2). 1997. 2005. 84 Biota Vol. Hamidy. Bogor. Biogeography Institute of Trier University. R.N. 2000. 297. Grant.. http//:www. Rooij. The Amphibian of Java and Bali. S. Wilkinson. J.H. Bain. E. Indrawan. Riyanto.C..A. 2007. Lynch. Pedoman Penelitian dan Survei Amphibia Di lapangan. 2008. 2000. N. D. Heyer. C. EJ Brill. dan Wheeler. Biodiversity and Endemic Centres of Indonesian Terrestrial Vertebrates. 2009. Mulyadi dan Isman. Biologi Konservasi.F.id/av. Iskandar. D.. 31 (3): 1−133. 1994. M. Rooij. Zug. Jawa Barat. Geografi Daaerah Wisata. New York.T. Iskandar.H. Komunitas Herpetofauna di Taman Nasional Gunung Ciremai. 4: 9.. Manthey. D..A. Preliminary Checklist of Southeast Asian and New Guinean Reptiles Part I: Serpentes. Harper and Row Publisher.. dan Zarr. Ecological Methodology. Treubia. Richard. Juni 2012 . Krebs.De. Micronesia. kulonprogokab. R. Jakarta. Buden. Desa.D. Campbell.. Iskandar. Kabupaten Kulonprogo. Amphibien and Reptilien Sudostasiens.. Pp: 33−38. D. M.W. Brower.. Field and Laboratory for General Ecology. U.W. M. A. T. Measuring and Monitoring Biological Diversity: Standard Methods for Amphibians. Chelonia. Smithsonian Institution Press.J. D. 2006.M. C. Research and Development Centre for Biology-LIPI-GEF-Biodiversity Collection Project. 4 (5): 349−358.. The Netherlands.J. Haddad.R.. Hayek. A. Ophidia. 2001. P. Washington.C. R. E. Supriatna. 32 (2): 155180. J. Herpetology: An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles. McDiarmid. dan Foster. J. J.M. Karakteristik Mata Air Kenteng dan Sumitro di Kawasan Karst Jonggrangan. C. Channing. A.B. dan Kramadibrata. 1997. Jakarta. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Blotto.. B.T.C. W. L. Nussbaum.. dan Colijn. R. Green. Natur & Tier-Verlag. D. Faivovich. Leiden.A.Keanekaragaman Jenis Herpetofauna Daftar Pustaka Achillea. 1998. Anonim. The Gibbon Foundation. The Netherlands. EJ Brill.. 03 Maret 2007. Drewes.. 1978.M. dan Fara. P... Jurnal Biologi Indonesia. Preliminary checklist of Southeast Asian and New Guinean herpetofauna: Amphibians.R.E. Leiden. W.S. The Reptiles of Pohnpei. Moler. Federated Stated of Micronesia.O.P. Gunung Sewu-Indonesian Cave and Karst Journal.. D. 1998. Herpetofauna di Pulau Waigeo (in press).. 1915. San Diego California. Pp: 4.R. Raxworthy.go. J. Portugue. Academic Press. Bulletin of the American Museum of Natural History. The Amphibian Tree of Life. Musnter. dan Colijn. Donnelly. W. I.L.T. M.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->