Anda di halaman 1dari 8

TONSILITIS

KARYA TULIS ILMIAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI PENUGASAN BLOK KBTI

Disusun oleh : R. Firman Sriyono H.S. 07711038

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2007

TONSILITIS
I. PENDAHULUAN Bertahun-tahun yang lalu, banyak anak-anak kecil yang amandelnya dibuang. Bahkan, dulu operasi adalah terapi yang dilakukan untuk mengobati tonsillitis yaitu peradangan pada amandel disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. [1] Saat ini, kita sudah mengetahui peran amandel sebagai penyaring bakteri dan virus yang dapat menyebabkant erjadinya infeksi yang lebih berbahaya. Bila terjadi radang amandel, perawatan pertama yang dilakukan adalah perawatan dirumah atau dengan penggunaan antibiotik. Tindakan operasi sudah jarang dilakukan, kecuali bila peradangan sering sekali terjadi atau bila peradangan tersebut menyebabkan kesulitan untuk bernapas dan menelan. [2] Amandel (tonsil) merupakan kumpulan jaringan kelenjar gatah bening yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi sebagai pencegah infeksi agar tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman yang masuk kedalam tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, tonsilitis merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan) yang dapat bersifat akut atau kronis. [2] Tonsilitis adalah kondisi yang sering terjadi, terutama pada anak-anak. Virus dan bakteri cenderung untuk berkembang pada orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain, seperti di sekolah atau di fasilitas penitipan anak. [1]

II. DEFINISI TONSILITIS Amandel (tonsil) merupakan kumpulan jaringan kelenjar gatah bening yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi sebagai pencegah infeksi agar tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman yang masuk kedalam tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, tonsilitis merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung &
2

Tenggorokan) yang dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak begitu parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel atau tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. [1]

III. PENYEBAB Saat bakteri dan virus memasuki tubuh melalui hidung atau mulut anda, amandel berperan sebagai filtermenyelimuti organisme yang berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih. Ini akan menyebabkan infeksi ringan pada amandel anda, yang akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap infeksi dimasa yang akan datang. Akan tetapi, kadang-kadang amandel sudah kewalahan menahan infeksi bakteri atau virus. Inilah yang menyebabkan terjadinya tonsilitis. [1] Ada berbagai macam virus dan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya radang amandel, termasuk virus yang menyebabkan mononucleosis (virus Epstein-Barr) dan bakteri yang menyebabkan terjadinya radang tenggorokan (Streptococcus pyogenes). [2] Penyebab tersering tonsilitis akut adalah streptokokus beta hemolitikus grup A. Bakteri lain yang juga dapat menyebabkan tonsilitis akut adalah Haemophilus influenza dan bakteri dari golongan pneumokokus dan stafilokokus. Virus juga kadang-kadang ditemukan sebagai penyebab tonsilitis akut. [3]

IV. TANDA DAN GEJALA Pada radang tonsillitis yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening tersebut melemah didalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar untuk menelan. Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan
3

kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil. Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah berwarna putih kekuning-kuningan). Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan. [2]

V. PENGOBATAN a. Perawatan Sendiri Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 10 hari. Jika mengalami kesulitan menelan diberikan suntikan. Untuk perawatan dan pengobatannya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut : a) Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam. b) Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan. c) Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari. d) Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari. diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi. e) Istirahat yang cukup. Bila tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, anda perlu membiarkan virus tersebut hilang sendiri. Proses penyembuhan mungkin akan makan waktu satu atau dua minggu. Selama itu, anda harus menjalani banyak istirahat. Minum minuman hangat, cairan yang menyejukkan seperti sup, kaldu dan berkumur dengan air garam yang hangat. Asetaminofen (Tylenol, dan sebagainya) atau ibuprofen (Advil, Motrin, dan sebagainya) dapat membantu mengurangi demam dan mengurangi rasa sakit. Karena adanya risiko Reyes Syndrom penyakit yang dapat mengancam jiwa jangan berikan aspirin pada anak-anak dibawah usia 12 tahun. [1]

b.

Antibiotik Bila tonsilitis disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, dokter anda akan meresepkan

antibiotik. Antibiotik oral biasanya perlu dimakan selama setidaknya 10 hari. Meskipun anda mungkin merasa lebih baik dalam waktu satu atau dua hari, penting untuk diingat bahwa anda harus menghabiskan antibiotik yang diberikan. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya akan menyebabkan infeksi yang anda derita dapat terjadi lagi yang akan menyebabkan potensi terjadinya komplikasi yang lebih serius. [1] Bila uji usap tenggorok yang dijalani anak anda memiliki hasil positif, maka ia perlu menjalani pengobatan dengan antibiotik setidaknya selama 24 jam sebelum diijinkan kembali ke sekolah atau ke tempat penitipannya. Bila anak anda mengalami kesulitan untuk menelan, antibiotik mungkin dapat diberikan melalui suntikan. [1]

c.

Tindakan Operasi Tindakan operasi untuk mengambil amandel (tonsillectomy) jarang sekali dilakukan pada

orang dewasa. Pada anak-anak, tindakan operasi mungkin diperlukan bila: a) Anak anda mengalami tonsilitis selama tujuh kali atau lebih dalam satu tahun b) Anak anda mengalami tonsilitis selama lima kali atau lebih dalam setahun selama dua tahun c) Amandel yang membengkak membuat anak anda sulit bernapas atau menelan d) Adanya abses pada amandel Tindakan tonsillectomy biasanya hanya membutuhkan rawat jalan. Artinya anak anda tidak perlu menginap di rumah sakit dan dapat pulang pergi pada hari yang sama saat operasi dilakukan. Meskipun demikian, penyembuhan secara menyeluruh dapat memakan waktu hingga dua minggu. [2]

VI. PENCEGAHAN Sering cuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi, termasuk juga tonsilitis. Seringlah cuci tangan anda, dan beri dorongan pada anak-anak anda untuk melakukan hal yang sama. [2] Bila anda menggunakan sabun dan air : a) Basahi tangan anda dengan air hangat yang mengalir dan gunakan sabun cair atau sabun batangan yang bersih. Gosok hingga berbusa. b) Gosok dengan kuat selama setidaknya 15 detik. Ajarkan pada anak-anak anda untuk mencuci tangannya selama mereka menyanyi lagu ABS, Row, Row, Row Your Boat atau Selamat ulang tahun hingga selesai. c) Gosok semua permukaan tangan, termasuk bagian belakang tangan, pergelangan tangan, diantara jari-jari dan dibawah kuku jari anda. d) Bilas dengan bersih. e) Keringkan tangan dengan menggunakan handuk yang bersih. f) Gunakan handuk tersebut untuk mematikan keran air. Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol. Tuang sekitar sendok teh bahan pembersih tersebut ke tangan anda. Gosok-gosok kedua tangan anda, sehingga cairan pembersih tersebut melumuri permukaan tangan anda, hingga cairan tersebut kering. [2]

VII. KESIMPULAN Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, tonsilitis merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan) yang dapat bersifat akut atau kronis. Penyebab tersering tonsilitis akut adalah streptokokus beta hemolitikus grup A. Bakteri lain yang juga dapat menyebabkan tonsilitis akut adalah Haemophilus influenza dan bakteri dari golongan
6

pneumokokus dan stafilokokus. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. [1] Pada pengobatan, jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 10 hari.Jika mengalami kesulitan menelan diberikan suntikan. Bila tonsilitis disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, dokter anda akan meresepkan antibiotik. Antibiotik oral biasanya perlu dimakan selama setidaknya 10 hari. Tindakan operasi untuk mengambil amandel (tonsillectomy) jarang sekali dilakukan pada orang dewasa, biasanya dilakukan pada anak-anak.
[2]

Bila tidak mendapatkan perawatan, tonsilitis dapat menyebabkan banyak nanah yang terkumpul diantara amandel dan jaringan lunak yang ada disekitarnya. Hal ini disebut sebagai abses. Sering cuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi, termasuk juga tonsilitis. [3]

DAFTAR PUSTAKA 1) 2) 3) http:// www.mail2infomedika@yahoo.com 2007 http://mayoclinic.com/health/tonsilitis/DS00273 2004-2007 http://cybermed.cbn.net.id/detil. 2006