P. 1
Contoh Manual Underwriting CIT

Contoh Manual Underwriting CIT

|Views: 438|Likes:
Dipublikasikan oleh mda Nurul Iman

More info:

Published by: mda Nurul Iman on Nov 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2014

pdf

text

original

MANUAL UNDERWRITING UMUM

Untuk seluruh jenis bisnis (Class of Business), ketentuan-ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam proses akseptasi adalah sebagai berikut : I. SELEKSI TERHADAP RISIKO / BISNIS / PORTFOLIO. I.1. I.2. Harus menyelesaikan seleksi terhadap risiko / bisnis / portfolio terhadap seluruh jenis bisnis. Terhadap risiko-risiko denganHarga Pertanggungan di atas limit Treaty atau jenis asuransi tanpa dukungan Reinsurance Treaty, harus dilakukan analisa resiko yang lebih komprehensif dan selektif. Harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam kebijakan setiap jenis bisnis (per COB). Harus memperhatikan Loss Record (Loss Ratio) minimal 3 (tiga) tahun terakhir dari setiap resiko yang akan ditutup.

I.3. I.4.

II.

PROSES AKSEPTASI. Setiap proses penutupan baru / perpanjangan harus mengacu kepada Prosedur Akseptasi masing-masing jenis bisnis dengan penekanan pada unsur-unsur sebagai berikut ini : II.1. Pengisian Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA). II.1.1. Harus dilakukan terhadap seluruh penutupan, baik penutupan baru maupun perpanjangan. II.1.2. SPPA harus diisi lengkap dan ditandatangani oleh pihak Tertanggung. II.1.3. Permintaan penutupan baru maupun perpanjangan (renewal) melalui telepon, harus ditegaskan secara tertulis oleh pihak Tertanggung. II.2. Survey Resiko. II.2.1. Pada prinsipnya harus dilakukan atas semua obyek, terutama untuk obyekobyek dengan tingkat resiko yang tinggi dan/atau loss ratio yang tinggi, baik penutupan baru maupun perpanjangan. II.2.2. Harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam kebijakan khusus tiap jenis bisnis (COB).

II.2.3. Laporan survey resiko harus dapat menggambarkan tingkat resiko yang sebenarnya dari obyek pertanggungan (obyektif), dengan analis yang komprehensif serta kemungkinan pemisahan resiko untuk COB tertentu. II.2.4. Pelaksanaan survey resiko harus tetap berpedoman pada buku pedoman survey yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting. II.2.5. Untuk obyek pertanggungan dengan resiko dan harga pertanggungan yang memerlukan back-up reasuransi secara facultative, berdasarkan kebutuhan akan disurvey oleh Kantor Pusat dan/atau Independent Surveyor. Apabila bisnis tersebut adalah bisnis Cabang, maka survey pendahuluan tetap dilaksanakan oleh Kantor Cabang. II.3. Identifikasi Obyek Pertanggungan. II.3.1. Harus sesuai dengan keadaan sebenarnya (obyektif ) yang terinci, mencakup pula jenis/type, tahun perolehan (dan/atau tahun pembuatan dan/atau tahun pemakaian) sesuai dengan keputusan COB yang bersangkutan. II.3.2. Harus jelas, lengkap dan terperinci, didukung oleh laporan survey yang lengkap perihal kegiatan perusahaan, proses produksi, serta denah/lay out dan lain-lain sesuai dengan COB masing-masing, yang dapat menggambarkan keadaan obyek pertanggungan dan tingkat risiko. II.4. Rincian Harga Pertanggungan. Harus jelas, lengkap dan terinci sesuai dengan rincian obyek pertanggungan serta meliputi pula harga masing-masing unit/item. II.5. Analisa Resiko. II.5.1. II.5.2. II.5.3. II.5.4. Harus dilakukan atas seluruh jenis penutupan., Harus sesuai dengan manual Akseptasi. Harus dpat menggambarkan tingkat risiko yang sebenarnya (obyektif). Harus komprehensif dan minimal mencakup aspek-aspek : - Insurable Interest, - Moral Hazard, - Physical Hazard, - Aspek Marketing, - Aspek Keuangan, - Kelancaran Pembayaran Premi. II.5.5. Hasil analisa resiko dari masing-masing fungsionaris harus dituangkan dalam bentuk Underwriting Info dan Evaluasi Akseptasi secara lengkap dan jelas, masing-masing : - saran dan rekomendasi dari surveyor, - analisa dan pendapat dari underwriter, - pendapat serta keputusan dari Manager Tehnik / Kepala Cabang.

III.

PENGECUALIAN UMUM. Resiko-resiko yang tersebut dibawah ini tidak dapat dijamin dalam setiap jenis penutupan asuransi : III.1. III.2. III.3. III.4. III.5. III.6. Pool Business. Nuclear Energy Risks (As per Nuclear Energy Risks Exclusion Clause NMA 1994). War and Civil War Exclusion Clause. Seepage and Pollution Risks (As per Seepage and Pollution Clause NMA 1685). Millenium Bug Risks (As per Electronic Date Recognition Clause “A” – NMA 2800 11/12/1997). Cyber Laibility Risk.

IV.

PENERAPAN SYARAT DAN KONDISI POLIS. IV.1. Harus sesuai dengan fasilitas back-up Reasuransi Treaty yang ada sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat cq. Divisi Reasuransi, atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Divisi Underwriting. IV.2. Harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk setiap COB. IV.3. Penerapan kondisi polis serta rate premi dilakukan setelah proses analisa resiko yang komprehensif dan harus sesuai dengan tingkat resiko yang ada. IV.4. Luas jaminan yang diberikan harus betul-betul dipahami dan dimengerti oleh Underwriter. IV.5. Kondisi Polis dan syarat pembayaran premi harus dijelaskan kepada pihak Tertanggung, baik mengenai luas jaminan, pengecualian dan syarat-syarat polis yang ada. IV.6. Penerapan jangka waktu pertanggungan : IV.6.1. Hanya dapat diberikan penutupan tahunan, kecuali ditetapkan lain dalam ketentuan COB yang bersangkutan. IV.6.2. Penutupan jangka pendek hanya dapat diberikan apabila penegasan dari Tertanggung bahwa polis akan diperpanjang untuk jangka waktu satu tahun setelah berakhirnya pertanggungan jangka pendek, kecuali ditetapkan lain. IV.6.3. Tidak dibenarkan melakukan penutupan jangka panjang (melebihi satu tahun), untuk jenis asuransi berbasis tahunan (annual basis).

V.

PENERAPAN PERLUASAN JAMINAN / KLAUSA. V.I. Perluasan jaminan hanya dapat diberikan setelah dilakukan analisa yang komprehensif atas potensial loss yang mungkin terjadi dan dalam batas yang masih dapat dikontrol apabila kerugian yang timbul terjamin.

V.2.

Harus dilakukan analisa yang mendalam atas klausa-klausa non-standar yang digunakan (khususnya yang ditawarkan oleh Broker), sebelum diajukan ke Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting untuk mendapatkan persetujuan.

VI.

PENERAPAN DEDUCTIBLE / RESIKO SENDIRI. VI.1. Harus sesuai dan mengikuti ketetuan-ketentuan yang terdapat dalam kebijakan tiap jenis bisnis. VI.2. Harus menetapkan jumlah yang sesuai dengan tingkat dan besarnya resiko (Frequency and severity)

VII.

PENERAPAN SUKU PREMI. VII.1. Hanya dapat diberikan setelah dilakukan seluruh proses analisa resiko yang komprehensif. VII.2. Harus sebanding (adequate) dengan tingkat resiko yang dihadapi. VII.3. Harus sesuai dengan ketentuan dalam kebijakan tiap jenis bisnis (per COB). VII.4. Endorsement penurunan rate harus dengan persetujuan Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting.

VIII. PEMBAYARAN PREMI. Harus sesuai dengan ketentuan Premium Payment Clause yang berlaku serta adanya persetujuan tertulis dari Direksi, dalam hal pembayaran premi secara cicilan. PAYMENT OF PREMIUM WARRANTY (1). Notwhitstanding the provisions of Article 257 of the Commercial Code (Kitab Undang-undang Hukum Dagang) and notwithstanding anything herein contained to the contrary, and subject only and without prejudice to clause 2 hereinafter set out, it is hereby declared and agreed that it is a condition precedent to liability under this Policy, any Renewal Certificate, Endorsement or Cover Note that any premium due must be paid and actually received in full by the company : a. When the period of insurance is 30 days or more, within thirty (30) days from the inception date of coverage under the Policy, Renewal Certificate, Endorsement or Cover Note. b. When the period of insurance is LESS than thiry (30) days, within the period of insurance specified in the Policy, Endorsement, Renewal Certificate or Cover Note.

(2).

In the event any of the above mentioned premium is not paid in full to and received by the Company, as described above in the manner and within the time stipulated above (the “premium warranty period”), the cover under this Policy, any Renewal Certificated, Endorsement or Cover Note shall be deemed to have terminated from the expiry of the premium warranty period and the company shall be discharge from all liability there from but without prejudice to any liability incurred before that date and the company will be entitled to a pro-rata time on risk premium subject to a minimum of Rp.50.000,-.

KLAUSA KEWAJIBAN (WARRANTY) PEMBAYARAN PREMI. (1). Menyimpang dari ketentuan-ketentuan Pasal 257 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) dan tanpa memperhatikan ketentuan-ketentuan manapun dalam Polis, Sertifikat Perpanjangan Pertanggungan (Renewal Certificate), Surat Tambahan (Policy Endorsement) ataupun Surat Bukti Penutupan Asuransi (Cover Note) yang bertentangan dengan Klausula Kewajiban (Warranty) ini dan hanya didasarkan pada dan tanpa mengurangi ketentuan pasal 2(dua) yang tertera di bawah ini, dengan ini dinyatakan dan disetujui bahwa adalah suatu PRASYARAT dari pada tanggung jawab Perusahaan Asuransi atas jaminan asuransi dibawah Polis, Sertifikat Perpanjangan Pertanggungan (Renewal Certificate), Surat Tambahan (Policy Endorsement) ataupun Surat Bukti Penutupan Asuransi (Cover Note) bahwa setiap premi terhutang harus sudah dibayar lunas dan secara nyata telah diterima seluruhnya oleh Perusahaan Asuransi : (a). Jika jangka waktu pertanggungan 30(tiga puluh) hari atau lebih, maka pembayaran premi harus dilakukan dalam jangka waktu 30(tiga puluh) hari dihitung dari tanggal mulai berlakunya jaminan asuransi (iception date) dari pada Polis, Sertifikat Perpanjangan Pertanggungan (Renewal Certificate), Surat Tambahan (Policy Endorsement) ataupun Surta Bukti Penutupan Asuransi (Cover Note). Jika jangka waktu pertanggungan kurang dari 30(tiga puluh) hari maka pelunasan pembayaran premi harus dilakukan dalam jangka waktu sesuai dengan jangka waktu pertanggungan yang disebut dalam Polis, Sertifikat Perpanjangan Pertanggungan (Renewal Certificate), Surta Tambahan (Policy Endorsement) ataupun Surat Bukti Penutupan Asuransi (Cover Note).

(b).

(2).

Apabila jumlah premi sebagaimana dimaksudkan diatas tidak dibayar lunas kepada atau secara nyata diterima oleh Perusahaan Asuransi dengan cara dan dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam ketentuan Kewajiban Pembayaran Premi tersebut di atas, maka jaminan asuransi dari pada Polis, Sertifikat Perpanjangan Pertanggungan (Renewal Certificate), Surat Tambahan (Policy Endorsement) ataupun Surat Bukti Penutupan Asuransi (Cover Note) dinyatakan BATAL mulai dari tanggal masa berlakunya (expiry-date) ketentuan Kewajiban Pembayaran Premi tersebut diatas

dan Perusahaan Asuransi dibebaskan dari semua tanggung jawab atas jaminan asuransi sejak tanggal itu tetapi tanpa mengabaikan jaminan asuransi yang telah menjadi tanggung jawab Perusahaan Asuransi sebelum tanggal itu, maka Perusahaan Asuransi berhak atas pembayaran premi untuk jangka waktu tersebut secar Pro-rata dengan jumlah minimum Rp.50.000,-.

Catatan :Apabila terjadi perbedaan penafsiran atas isi klausula ini, segala sesuatu akan mengacu pada isi klausula asli dari “Payment of Premium Warranty”

IX.

PENGISIAN WORKSHEET KOMPUTER. IX.1. Harus dilakukan untuk seluruh jenis penutupan. IX.2. Harus sesuai dengan ketentua yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat.

X.

PENERBITAN POLIS. X.1. X.2. X.3. X.4. X.5. Hanya dapat dilakukan setelah seluruh proses akseptasi dan SIMTEK dipenuhi. Harus dicatat dalam Buku Register sesuai dengan COB masing-masing. Polis harus diterbitkan bersamaan dengan Nota Debit dan Nota Kredit. Tidak dibenarkan menerbitkan Nota sebelum Polis terbit. Endorsement penurunan rate dan nota harus diterbitkan bersamaan dengan diterbitkannya polis dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting. Apabila tidak diterbitkan bersamaan dengan polis, maka harus dengan persetujuan Direksi. Pelanggaran atas hal tersebut akan menjadi tanggung jawab petugas yang melakukannya. Harus selalu dilekatkan klausula Subject to No Claim, apabila permintaan penutupan asuransi oleh Tertanggung dilakukan setelah jangka waktu pertanggungan berjalan. Penerbitan polis ditandatangani oleh General Manager / Senior Manager Tehnik / Manager Tehnik / Kepala Cabang dan diparaf oleh Supervisor Tehnik / Wakil Kepala Cabang Bidang Tehnik.

X.6.

X.7.

XI.

PENYERAHAN POLIS. Penyerahan polis dapat dilakukan setelah didapat konfirmasi dari Tertanggung perihal pembayaran premi, sesuai ketentuan yang berlaku dan diserahkan oleh bagian collection.

XII.

PEMBATALAN POLIS. XII.1. Harus dilakukan secepatnya dalam hal : XII.1.1. Premi belum dibayar sesuai ketentuan polis dan / atau klausula pembayaran premi. XII.1.2. Loss Record cenderung naik yang antara lain disebabkan oleh Physical Hazard dan/atau Moral Hazard Tertanggung selama berjalannya polis. XII.2. Harus tetap memperhatikan factor cost and benefit yang dapat dipertanggung jawabkan bagi kepentingan perusahaan serta kondisi polis. XII.3. Endorsement pembatalan hanya dapat diterbitkan setelah seluruh proses SIMTEK dipenuhi. XII.4. Harus segera diberitahukan kepada Tertanggung secara tertulis dan kepada Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting.

XIII. PENUTUPAN KO-ASURANSI. XIII.1. Harus memenuhi seluruh ketentuan tentang proses akseptasi, sesuai kebijakan yang berlaku dan proses SIMTEK. XIII.2. Harus dilakukan analisa yang komprehensif atas bonafiditas serta reputasi dari perusahaan Leader dan/atau Anggota Ko-Asuransi atas proses akseptasi yang dilakukan. XIII.3. Dapat menjadi Leader hanya apabila mendapatkan share yang minimal sama dangan share anggota yang terbesar. XIII.4. Limit harga pertanggungan untuk penutupan Ko-Asuransi dibatasi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian treaty.

XIV. PENUTUPAN KONSORSIUM / POOL. Harus ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

XV.

INCOMING BUSINESS NON TREATY. Setiap penutupan Incoming Business yang dilakukan oleh Divisi Reasuransi, harus mengacu kepada kebijakan AKSEPTASI dan ketentuan SIMTEK yang berlaku.

XVI. PROSEDUR PENGAJUAN KE KANTOR PUSAT. XVI.1. Pengajuan permohonan persetujuan Kantor Pusat, harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung antara lain : XVI.1.1. Underwriting Info yang dilengkapi data sesuai formulir yang berlaku.

XVI.1.2. Hasil analisa yang komprehensif, dilengkapi dengan Laporan Survey dan Evaluasi Akseptasi Cabang. XVI.1.3. Alasan-alasan dan pendapat-pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan. XVI.2. Informasi-informasi tersebut dalam butir XVI.1. harus sudah diterima oleh Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting paling lambat 4(empat) minggu sebelum berlakunya polis. XVI.3. Guna kecepatan dan ketetapan keputusan akseptasi, pengajuan ke Kantor Pusat tidak harus menggu konfirmasi dari Tertanggung. XVI.4. Segera menginformasikan Kanto Pusat cq. Divisi Underwriting perihal konfirmasi / keputusan dari Tertanggung. XVII. PENYIMPANGAN – PENYIMPANGAN. Penyimpangan-penyimpangan atas seluruh ketentuan diatas, hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting. Kerugian yang timbul sebagai akibat dari penyimpangan yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang menjadi beban dan tanggung jawab Kepala Cabang dan Wakil Kepala Cabang Bidang Tehnik yang bersangkutan dan dapat dikenakan penalty.

XVIII. PERJANJIAN KERJASAMA. Di dalam pelaksanaan Kebijakan Akseptasi ini apabila terdapat hal-hal yang bertentangan debgan Perjanjian Kerjasama-yang ditanda tangani oleh Kantor Pusat-dengan pihak luar, seperti broker, maka yang berlaku adalah ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut.

XIX. POLIS KONTRAK. XIX.1. Setiap polis kontrak (open cover, open policy, polis induk dan sejenisnya) hanya dapat diterbikan setelah wording, terms and conditions dan lain-lainnya, terlebih dahulu mendapat persetujuan Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting. XIX.2. Pada prinsipnya seluruh ketentuan di dalam Kebijakan Akseptasi, Manual Akseptasi dan ketentuan lain tetap belaku atasnya.

XX.

LIMIT AKSEPTASI. Maksimum limit akseptasi yang dapat langsung diputuskan oleh masing-masing pejabat adalah sebagai berikut : General Manager / Senior Manager Tehnik Manager Tehnik / Manager Reasuransi Kepala Cabang dan Wakil Kepala Cabang Bid. Tehnik 100% 75% 50%

Note : Dalam melakukan akseptasi, persetujuan Kepala Cabang atas suatu resiko harus di paraf oleh Wakil Kepala Cabang Bidang Tehnik.

MANUAL UNDERWRITING CASH IN TRANSIT

I.

OBYEK PERTANGGUNGAN I.1. Penanggung tidak diwajibkan mengganti kehilangan dan / atau kerugian yang langsung diakibatkan oleh : 1.1.1. Tidak adanya pengawalan. 1.1.2. Perbuatan jahat Tertanggung. 1.1.3. Sifat kurang sendiri, cacat sendiri dari uang yang dipertanggungkan. 1.1.4. Kerugian yang menyangkut milik pribadi petugas pengawalan 1.1.5. Perang, kontaminasi radioaktif, sonic bang. 1.1.6. Ketidakjujuran karyawan yang tidak diketahui selama waktu 3 hari. 1.1.7. Ditahan, nasionalisasi, equisition atau destruction atas perintah yang berwajib. 1.1.8. Berkuranng (shortages) akibat kesalahan/kekeliruan atau kealpaan. 1.1.9. Loss yang diganti oleh Fidelity Guarantee yang dimiliki Tertanggung. 1.1.10. Diluar territorial limit. 1.1.11. Loss akibat dibukanya safe atau strongroom dengan kunci yang ditinggalkan pada premises setelah jam kerja (adanya key clause). 1.1.12. Loss karena depresiasi nilai. 1.1.13. Loss karena diletakkan di kendaraan yang tidak dijaga (unattended vehicle). 1.1.14. Uang yang hilang dari mesin penjualan. 1.2. Penutupan obyek /risiko ynag harus dengan persetujuan kantor pusat. I.1.2.1 Penutupan dengan Harga pertanggungan melebihi Rp. 130.000.000.000,Penutupan obyek selain dari butir I.1.dan 1.2. tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan limit wewenang akseptasi.

1.3.

II.1.

Desk Anlysis II.1.1. Limit per transit. II.1.2. Jumlah pengangkutan per bulan. II.1.3. Estimasi pengangkutan per tahun. II.1.4. Cara pengangkutan : dengan mobil perusahaan, dengan karyawan yang ditunjuk, dll. II.1.5. Territorial limit. II.1.6. Apakah jadwal pengangkutan berbeda-beda : harinya, kendarannya, rutenya, dll. II.1.7. Rute alternatif mana yang dicadangkan jika rute utama tidak dapat digunakan.

III.TARIF PREMI DEDUCTIBLE IV. Cash in Transit
= 0,10 %o = 0,25 %o = 0,15 %o

Dalam Kota Luar Kota Dengan Pesawat

Kapal Laut = 0,20 %o Pengawalan : Pengiriman s/d Rp. 100.000.000,- dengan Satpam 1 Pengiriman Rp. 100.000.000,- s/d Rp. 250.000.000,- dg 1 orang Polri bersenjata 2 Pengiriman Rp. 250.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,- dg 2 orang Polri bersenjata 3 Pengiriman Rp. 500.000.000,- s/d Rp. 1.000.000.000,- dg 3 orang Polri bersenjata 4

IV..

Deductible  Cash Intransit deductible di tentukan kemudian. PEMBAYARAN PREMI Kecuali di sepakat lain (dalam polis kontrak, perjanjian kerjasa ma (PKS) atau bentuk lain) Pada dasarnya premi di bayar tunai.

V.

VI.

PROSEDUR PENGAJUAN KEKANTOR PUSAT Penyimpangan atas ketentuan – ketentuan tersebut di atas harus ada persetujuan Divisi Underwriting dengan di lengkapi informasi/dokumen sebaagai berikut: V.I.1 Informasi Underwriting Yang lengkap (lihat butir II.1) V.I.2. Hasil Informsi yang komperhensif terhadap Underwriting info, dan aspek-aspek lain sebagai berikut saran /pendapat serta alasan kantor cabang

PROSEDUR PENERBITAN POLIS

1. TERTANGGUNG /BROKER /AGEN 1.Trtanggung mengisi dan menandatangani formulir surat permohonan penutupan 2.Tertanggung /Agen menyerahkan SPPA kepada marketing Officer. 3 Broker mengirimkan/menyerahkan closing Intruction kepada marketing Office II. Marketing 1. Marketing menerima Surat permohonan penutupan Asuransi (SPPS) / Quation Slip (QS) dari calon tertanggung /Agen /broker. 2. Selanjutnya berdsrkan SPPA /QS tersebut,Marketing menyiapkan dan mengisi Formulir 3. Sebelum Formulir Akseptasi di serahkan ke bagian tekhnik, Marketing terlebih dahulu harus meregister Formulir tersebut di buku register marketig. 4. Formulir akseptasi untuk diserahkan ke bagian tekhnik,Marketing di serahkan ke bagian dengan melampirkan SPPA / QS. III. BAGIAN TEKHNIK 1.Bagian tehnik ( dalam hal ini manager tehnik /wakil kepala cabang bidang tehnik ) menerima formulir Akseptasai dari marketing untuk kemudian mepelajari syrat an kondsi yang di antmkan dalm SPPA /QS. 2.Apabila syrat dan kondisi yang di cantumkan dalam SPPA/QS. Penutupan tersebut terlebih dahulu harus di carikan back – up reasuransinya secara Facultatif. 3.Apabila data yang di serahkan tersebut belum lengkap,maka Bagian tekhnik dapat meminta untuk melengkapi data tersebut agar dapat di tentukan apakah penutupan tersebutdapat di masukan ke dalam treaty atau tidak 4.Apabila Syarat dan kondisi yang tercantum dalam SPPA dan QS telah sesuai dengan kondisi treaty atau telah terback – up secara Facultatif. 5.Apabila resiko tersebut tidak dapat di sesikan ke dalam treaty dan tidak mendapat back – up secara facultatif, maka risiko tersebut di tolak untuk aksep. 6. Berdasrkan Formulir Akseptasi tersebut staf tehnik mencatat di dalm buku register t tehnik sesuai dengan class of business masing – masing. 7. Setelah ddalam buku register, polis di buat dan dicetak bersamaan dengan Nota Debet 8. Polis yang telah di buat dan ditandatangani oleh yang berwenang di serahkan ke bagian Collection IV. BAGIAN COLLECTION 1. Bagian Collection setelah menerima poilis mengirimkan polis tersebut ke tertanggung Age broke. 2. Collection melakukan penagihan terhadap pois yang telah teririm tersebut

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->