Anda di halaman 1dari 14

Pil, Granul, dan Boli

Kelompok 5 Claverra Vicky Livanza (0661 11 131) Mutia Febriani (0661 11 129) Imas Sintha M. (0661 11 140) Anisa (0661 11 136) Click to edit Master subtitle style Herlina Gustina (0661 11 128) Siti Maghfiroh (0661 11 095) Aditya Aprizayansyah (0661 11 127)

11/23/12

PIL
Pillulae atau pil berasal dari bahasa latin dari kata pila yang berarti bola. Menurut FI III : Pil adalah suatu sediaan berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat yang digunakan untuk obat dalam dan bobotnya 60-300 mg per pil. Boli adalah pil yang bobotnya diatas 300 mg; dan Granula bobotnya 20-60 mg. Contoh

Pil kb Nature slim

11/23/12

KEUNTUNGAN
1. 2.

KEKURANGAN

3.

4.

Mudah digunakan/ditelan. 1. Dapat menutupi rasa dan bau obat yang tidak enak dari bahan obat. Relatif lebih stabil 2. dibanding bentuk sediaan serbuk dan solutio. Sangat baik untuk sediaan yang penyerapannya 3. dikehendaki lambat.

Kurang cocok untuk diberikan obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat. Obat tertentu dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung. Penyimpanan lama sering menjadi keras dan tidak memenuhi waktu hancur

11/23/12

Komponen pil
1. 2.

Zat utama Zat tambahan


Zat pengisi Zat pengikat Bahan/zat penabur Bahan/zat pembasah Bahan/zat penyalut

11/23/12

1.

Zat utama

berupa bahan obat yang harus memenuhi persyaratan farmakope misalnya KMnO4, asetosal, digitalis folia, garam ferro, dan lain-lain.

11/23/12

2. Zat tambahan
A.

Zat Pengisi
fungsinya untuk memperbesar volume massa pil agar mudah dibuat. Contoh : akar manis (radix liquiritae), bolu alba, atau bahan lain yang cocok (glukosa, amilum, dll). Radix liq. dengan gliserin adalah konstituen yang baik untuk bahanbahan minyak atsiri. Terlebih kalau ditambahkan succus lq. Hal ini karena raddix liq. mengandung glisirizin yang bersifat mengemulsi minyak.

11/23/12

B.

Zat Pengikat
fungsinya untuk memperbesar gaya kohesi dan gaya adhesi masa pil agar masa pil dapat saling melekat menjadi massa yang kompak.

Contoh: sari akar manis (succus liquiritae), gom akasia, tragakan, campuran bahan tersebut (PGS) atau bahan lain yang cocok (glukosa, mel, sirop, musilago, kanji, adeps, glycerinum 11/23/12 cum tragacanth, extr. gentian, extr. aloe,

c.

Bahan/zat penabur fungsinya untuk memperkecil gaya gesekan antara molekul yang sejenis maupun tidak sejenis, sehingga massa pil tidak lengket pada alat pembuat pil, atau lengket satu pil dengan pil lainnya. Contoh: lycopodium, talcum bahan/zat pembasah

d.

11/23/12

e.

bahan/zat penyalut fungsinya adalah:


1)

Untuk menutupi rasa atau bau yang tidak enak. Mencegah perubahan karena pengaruh udara. Supaya pil pecah dalam usus, tidak di lambung (enteric coated pil)

2)

3)

Contohnya: perak, tolu balsem, keratin, sirlak, kolodium, salol, gelatin, gula, atau bahan lain yang cocok.
11/23/12

Pembuatan sediaan pil


Tahap dalam peracikan pil :
1.

Pembuatan massa pil


2.

Pemotongan pil

3.

Pembulatan dan penaburan pil


4.

Penyalutan pil

11/23/12

1.

Pembuatan Massa Pil


1) 2)

Tentukan bobot untuk 1 pil Tentukan macam dan jumlah bahan tambahan yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah dan sifat dari zat aktif Campur zat aktif+pengisi+bahan pengikat+bahan pemecah, sesuai aturan Tambahkan bahan pembasah sedikit demi sedikit ke dalam campuran, digilas kuat sampai terbentuk massa pil yang baik (elastis, tidak lengket di mortir, dan tidak pecah digulung)

3)

4)

11/23/12

3.

Pembulatan Pil
potongan massa pil dipindahkan ke alat pembulat pil yang sudah diberi bahan penabur, selanjutnya dibulatkan. Masukkan pil ke wadah melalui lubang yang ada dan dihitung jumlahnya.

4.

Penyalutan Pil
dilakukan penyalutan sesuai dengan jenis bahan penyalut yang digunakan.

11/23/12

Syarat-syarat yang harus dipenuhi pil


1.

Memenuhi syarat waktu hancur yang tertera pada compresi atau tablet (FI III). Waktu hancur pil biasa tidak lebih dari 15 menit, pil bersalut tidak lebih dari 60 menit. Memenuhi keseragaman bobot pil (FI III). Pada penyimpanan, bentuknya harus tetap, tetapi tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran pencernaan.

2.

3.

11/23/12

11/23/12