Anda di halaman 1dari 5

Perbedaan

dan

Persamaan

Pendidikan,

Pembelajaran,

Pengajaran dan proses

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.

Pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman. Psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang membuat siswa dipanggil untuk belajar
Menurut saya pendidikan itu berbeda dengan pengajaran.Didalam pendidikan prosesnya tidak hanya sekedar pentransferan ilmu semata,namun ada proses penggalian potensi,peningkatan diri menuju kedewasaan mental serta bimbingan dari seorang guru.Sehingga bukan hanya ilmu yang didapat melainkan budi pekerti /akhlaknya menjadi lebih baik.Didalam pendidikan mencakup beberapa aspek yaitu:kompetisi,afeksi,kogensi dan psychmotor.Sedangkan dalam pengajaran hanya pentransferan ilmu saja sehingga tidak ada kewajiban seorang pengajar untuk memperbaiki akhlak peserta didik,sehingga apabila seseorang telah mendapat suatu ilmu maka tugas seorang guru telah selesai.Dalam pengajaran hanya ada 3 aspek yaitu: kompetensi,afeksi dan kogensi,sedagkan aspek psychmotornya diserahkan kepada peserta didik untuk dikembangkan sendiri,melalui orang lain seperti orangtua.

Pendidikan Merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya. Pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya. Dan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan Cerdas dan Kompetitif). Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pengajaran Aktivitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetahuan, teknologi dan ketrampilan serta meningkat kecerdasan dan pengendalian emosinya sehingga seseorang mampu survive di dalam kehidupannya. Dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta 2. Perbedaan antara Pendidikan dan Pengajaran : Pengajaran: Hanya mentransfer ilmu pengetahuan Menekankan IPTEK dan SKILL memiliki batasan waktu

b.

1. 2. 3.

4. 5.

6. 7.

Hanya menitik beratkan pada isi dari metode pangajaran Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang atau program tertentu, seperti agama dan kesehatan; memakan waktu yang relatif pendek; metode lebih bersifat rasional, teknik praktis; hanya mengusahakan isi. lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetauan tentang bidang/program tertentu,misalnya kesehatan,keterampilan .pengajaran lebih bersifat kognitif dan afektif. hanya bagian dari kegiatan pendidikan. Padahal tujuan pendidikan yang sangat dasar dan elementer adalah mengembangkan semua bakat dan kemampuan seseorang, baik yang masih anak, maupun yang sudah dewasa, sehingga perkembangannya mencapai tingkat optimum dalam batas hakikat orang tadi,menempatkan bangsa Indonesia pada tempat terhormat dalam pergaulan antar bangsa sedunia. Pendidikan: mengajarkan tentang segala nilai kehidupan tidak memiliki batasan waktu dalam belajar mengajarkan kematangan mental seseorang Lebih menekankan pada pembentukan manusia (penanaman sikap dan nilai-nilai); memakan waktu relatif panjang; metode lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi; membutuhkan wadah menetap, meskipun isi bervariasi dan berubah lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai) lebih bersifat psikologis dan bersifat kognektif,afektif,dan psikomotor. mencakup masalah bagaimana mengembangkan anak didik sebagai manusia individu sekaligus warga masyarakat.

1. 2. 3. 4.

5. 6.

Persamaan antara pendidikan, pembelajaran dan pengajaran. Semuanya akan dapat mencapai tujuan jika pembelajaran bermakna dengan pengajaran yang tepat. Sebaliknya pendidikan tidak akan mencapi tujuan jika pembelajaran tidak bermakna dengan pengajaran yang tidak tepat. Adapun pesamaan dalam kedua hal tersebut adalah sama-sama memberikan ilmuu.

Manfaat Filsafat manfaat bukan hanya dari keterlibatan diri kita dalamfilsafat pada umumnya, melainkan juga secara khusus dari kegiatan telaah atau kajian filsafat. Penelaahan filsafat yang efektif, sekali lagi, bersifat luas, mendalam, dan kritis. dengan melakukan telaah filsafat, kita akan semakin mandiri secara intelektual, lebih toleran terhadap perbedaan sudut pandang, dan semakin membebaskan diri dari dogmatisme. dengan melakukan telaah filsafat, kita akan semakin mandiri secara intelektual, lebih toleran terhadap perbedaan sudut pandang, dan semakin membebaskan diri dari dogmatisme. Tujuan berfilsafat bukan sekedar meninjau berbagai macam teori, tetapi juga menilainya secara kritis. Sehingga, sikap kritis akan senantiasa kita peroleh.Namun, tidak ada jaminan bahwa pengkajian filsafat pasti akan menghasilkan apa saja yang sudah disebutkan di atas. Tentu ada

hal-hal lain yang juga dapat mengembangkan toleransi, kemandirian intelektual ataupun perubahan nilai dan keyakinan dasar seseorang.
1. Faktor Lingkungan Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang di sebut Ekosistem. Dua lingkungan yang pengaruh cukup signifikan terhadap belajar anak didik di sekolah : a. Lingkungan Alami

Pencemaran lingkungan hidup merupakan mala petaka bagi anak didik yang hidup di dalamnya.

b. Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan social budaya di luar sekolah ternyata sisi kehidupan yang mendatangkan problem sendiri bagi kehidupan anak didik di sekolah. Pembangunan gedung sekolah yang tak jauh dari hiruk pikuk lalu lintas menimbulkan kegaduhan suasana kelas.
Tujuan Pendidikan Nasional yaitu suatu tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat nasional hasil pencapaiannya akan terwujud bila warga negara yang berkepribadian nasional, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, bangsa dan tanah air. Dan lebih jelas lagi dapat dilihat pada UU No 20 Tahun 2003 pada Bab II Pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan Istitusional , yakni merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. Hasil pencapaian dari tujuan institusional ini berwujud tamatan sekolah yang mampu melaksanakan bidang pekerjaan tertentu dan atau mampu dididik lebih lanjut menjadi tenaga profesional dalam bidang tertentu dan pada jenjang tertentu pula (misalnya pendidikan SD, SMP, SMU, PT).(Sardiman AM.2000.63).

A DIMENSI-DIMENSI KEMANUSIAAN

1. Dimensi Keindividualan Manusia sebagai makhluk individual dimaksudkan sebagai orang seorang yang utuh (individual; in-devide: tidak terbagi) yang terjadi dari kesatuan pisik dan psikis. Keberadaan

manusia sebagai individual bersifat unik (unique), artinya berbeda antara satu dari yang lainnya. Demikian juga manusia memiliki prasaan, pikiran, kata hati dan unsur psikis lainnya, namun tidak ada dua manusia yang persis sama di muka bumi ini, karena setiap orang kelak akan diminta pertanggungjawaban, atas sikap dan perilakunya. Kesadaran manusia akan dirinya sendiri merupakan perujudan individualitas manusia. Kesadaran terhadap diri sendiri mencakup pengertian yang sangat luas, diantaranya, kesadaran akan adanya diri diantara realita, self respect, self narcisme, egoisme, mertabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan orang lain dan kesadaran terhadap potensipotensi pribadi yang menjadi dasar dari self realisasi. Suasana pendidikan yang kondusif yang menyenangkan, yang merangsang rasa ingin tahu yan glebih kuat, memungkinkan peserta didik merasa bergairah, memiliki percaya diri yang positif dan dapat mengembangkan kretivitasnya secara optimal. Oleh sebab itu seorang pendidik harus mampu menciptakan dan memelihara suasana tersebut dengan memilih dan mevariasikan pendekatan pelajarannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dimensi Kesosialan Perujudan manusia sebagai makhluk sosial terutama tampak dalam kenyataan bahwa tidak ada manusia yang mampu hidup sebagai manusia tanpa adanya bantuan dari orang lain. Esensi manusia sebagai makhluk sosial adalah adanya kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya dalam kehidupan bersama, serta tanggung jawabnya dalam kebersamaan tersebut. Untuk mengembangkan potensi sosialitas pada diri peserta didik, idealnya pendidik menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan terjalinnya interaksi dan interdependesi siswa. 3. Dimensi Kesusilaan Istilah susila berasal dari dua kata, yaitu su berarti baik dan sila berarti dasar. Jadi kesusliaan merupakan ukuran baik dan buruk. Persoalan kesusilaan berhubungan dengan nilai-nilai. Driyarkara memandang bahwa manusia susila adalah manusia yang memiliki nilai-nilai menghayati dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatannya. Nilai-nilai merupakan suatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna keluhuruan, kebaikan dan kemuliaan. Peserta didik harus memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai dalam kehidupan dan mengternalisasikannya. Pendidik tertentu pula memberikan contoh dan dengan kesabaran mengarahkan perilaku peserta didiknya pada nilai-nilai yang dianut. Dimensi Keberagaman Manusia adalah makhluk yang religius, yang mengakui bahwa da suatu zat yang mengasai alam beserta isinya, yang dipuja dan disembahnya yang disebut llah yaitu Tuhan. Manusia pada dasarny atunduk dan patuh kepada Tuhan, kepada ajaran-ajaran yang disampaikan melalui kitab suci-Nya. Agar manusia menjadi makhluk yang tunduk dan patuh pada Tuhannya, maka perlu diberikan pendidikan agama sejak dini. Penanggung jawab utama dna pertama dalam pendidikan agama ini adalah orang tua. Pada mulanya anak akan meniru-niru perilaku orang tuanya dalam menjalankan agama, kemudian secara perlahan

orang tua perlu memberikan pemahaman tentang peranan agama dalam kehidupan manusia.