Anda di halaman 1dari 4

REVIEW ARTIKEL KAMPUNG KOTA DI INDONESIA PERMASALAHAN KECAMATAN TAMBORA JAKARTA BARAT

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi Kota (TKP347)

Oleh : Nadia Imansari 21040111130034

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

Kecamatan Tambora sebagai salah satu wilayah di Kota Administrasi Jakarta Barat mempunyai luas wilayah 542,01 Ha, dibagi dalam 11 Kelurahan 96 RW dan 1.082 RT dengan 52.297 Kepala Keluarga, dan jumlah penduduk 218.713 jiwa. Kecamatan ini merupakan kecamatan terpadat se-Asia Tenggara dan merupakan salah satu daerah paling rawan terhadapan kebakaran. Berikut batas wilayah Kecamatan Tambora : Utara : Rel KA Kali Angke, Kec. Penjaringan Jakarta Utara Timur : Kali Krukut Kali Besar, Kec. Tamansari Jakarta Barat Selatan : Jl. Zainul Arifin, Kec. Gambir Jakarta Pusat Barat : Kali Banjir Kanal / Rel KA, Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat

sumber: kecamatantambora.com Gambar 1 Peta Kecamatan Tambora

Sebagian besar kampung-kampung di Kecamatan Tambora dapat dikategorikan sebagai kampung kota. Dikatakan demikian karena walaupun letaknya berada di kota besar tetapi kampung-kampung disini masih bersifat pedesaan baik itu dalam aspek sosial budaya maupun ketersediaan infrastruktur. Kampung-kampung disini merupakan sekumpulan dari rumah padat penduduk yang cenderung kumuh dengan kepadatan penduduk yang tinggi, tata letak yang tidak beraturan, hingga sistem sanitasi yang drainase yang jauh dari kata layak. Rata-rata kampung disini memiliki ciri jalan lingkungan yang sempit dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Karena pemukiman yang sangat padat itulah Kecamatan Tambora ini merupakan wilayah rawan kebakaran. Tercatat selama bulan Ramadan yang lalu ada sekitar kurang lebih 30 kasus kebakaran di wilayah ini.

Fenomena Kampung Kota di Indonesia

Selain masalah rawan kebakaran, hal lain yang disebabkan oleh terlalu padatnya kawasan ini adalah kurangnya cahaya matahari yang masuk ke kampung-kampung di Kecamatan Tambora ini. Salah satu kasusnya adalah yang terjadi di Kampung Venus, Kelurahan Jembatan Besi. Seperti yang dikutip dari sebuah artikel di Liputan6.com dikatakan bahwa Kampung Venus yang berlokasi di RT. 013 RW. 003 di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat meski Jakarta di siang hari biasa disinari terik matahari, tapi tidak di kampung ini. Itu semua karena begitu padatnya bangunan di kawasan permukiman padat penduduk ini. Untuk mengeringkan pakaian, mereka hanya mengandalkan hembusan angin. Kondisi gelapnya Kampung Venus diperparah oleh bentuk bangunan semipermanen yang berhimpit-himpitan satu sama lain. Ketua RT 013 Kampung Venus, Anwar Sanusi, menyadari bahwa kampung ini sangat rawan kebakaran, baik jika terjadi hubungan arus pendek maupun ledakan tabung gas elpiji (dalam infotambora.net).

sumber: infotambora.net Gambar 2 Kondisi Kampung Venus

Dalam menyikapi permasalahan diatas, seharusnya pemerintah provinsi menaruh perhatian lebih kepada kawasan-kawasan kumuh di Jakarta termasuk kampung-kampung yang berada di Kecamatan Tambora ini. Pemukiman penduduk yang terlalu padat, selain membahayakan warga tetapi juga membuat wajah kota menjadi jelek karena penataannya yang berantakan dan memang tidak direncanakan sama sekali. Salah satu langkah yang mungkin dilakukan adalah dengan merelokasi penduduk di kampung-kampung tersebut dengan menempatkannya di kawasan yang lebih layak huni ataupun dengan membangun rumah susun yang terjangkau oleh warga kampung yang sebagian besar merupakan masyarakat yang tergolong miskin. Kalaupun tidak melakukan

Fenomena Kampung Kota di Indonesia

relokasi, langkah lain yang bisa dilakukan adalah perbaikan infrastruktur di wilayah kampung seperti perbaikan sistem drainase, sanitasi, dan jaringan jalan. Yang juga harus diperhatikan pemerintah adalah dengan pencegahan urbanisasi masyarakat desa ke ibukota, hal ini merupakan salah satu faktor pendukung padatnya penduduk di wilayah Tambora. Biasanya para pendatang tersebut tidak memiliki banyak modal untuk tetap bertahan di Jakarta jadi mereka lebih memilih tinggal di kampung-kampung yang cenderung kumuh ini atau bahkan mendirikan rumah semipermanen di kawasan tersebut. Dalam hal pencegahan urbanisasi, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri memang telah memiliki kebijakan contohnya dengan mengadakan operasi yustisi yang terutama dilaksanakan setelah libur Idul Fitri, akan tetapi alangkah lebih baik jika pemerintah lebih tegas lagi dalam menegakkan kebijakannya sehingga hal tersebut dapat dikurangi dan tidak berimbas kepada pertumbuhan kawasan-kawasan kumuh di Jakarta yang kian hari dinilai kian memprihatinkan.

Sumber : http://www.infotambora.net. 2012. Kampung Venus, Kampung Tanpa Matahari, dalam infotambora.net. Diunduh Rabu, 17 Oktober 2012. http://www.kecamatantambora.com. 2012. Peta Tambora, dalam

kecamatantambora.com. Diunduh Rabu, 17 Oktober 2012.

Fenomena Kampung Kota di Indonesia