Anda di halaman 1dari 8

Pengolahan Minyak Bumi CHF32011

(Dosen : Nelson Saksono & Yuliusman) Tujuan Pengajaran : Memahami jenis, komposisi dan sifat kimia fisik serta spesifikasi bahan mentah dan produk pengilangan serta proses konversi dan sparasi untuk memperoleh suatu produk. Silabus : 1. Terminologi, Klasifikasi, komposisi, Sifat kimia fisik, Fraksinasi, identifikasi, Refining chemistry, Distilation 2. Delayed cooking, catalitic cracking, catalytic reforming, hydrotreating, catalytic hydrocracking, alkiylation , produk improvement, Buku Ajar : 1. James G Speight, The Chemistry And Technology of Petroleum, 2nd Ed. Marcel Dekker,Inc, New York, 1991. 2. James H . Gary. Petroleum Refining, Technology and Economic, Marcel Dekker,Inc, New York, 1975 Sistem Penilaian : : Kehadiran 5 % Tugas/PR 20 % Quiz 15 % Midtest 30 % UAS 30 %

TERMINOLOGY
Definisi Minyak Bumi / Petroleum (Speight): Campuran senyawa hydrocarbon dalam bentuk Gas, Cair dan padat Memiliki perbedaan titik didih pada tiap komponennya Merupakan sumber bahan bakar & bahan baku Petrokimia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Fraksi Minyak bumi : Light naptha Gasoline (bensin) Heavy naptha Kerosine (minyak tanah) stove oil 260 315 Lubricating oil Residue (titik didih oC) 1 150 1 - 180 150 205 205 260 425 600 > 600

Senyawa hydrocarbon dalam minyak dapat diklasifikasikan sbb : Alkana (parafin) dan sikloalkana (napthena) Alkena (olefin) Aromat Kompunen non hydrocarbon (impurity) : N, O, S, dan logam CarbonCN Number (CN) : Jumlah atom carbon dalam satu molekul hydrocarbon Rasio H/C : Perbandingan jumlah atom H dengan atom C pada satu parafin molekul hydrocarbon .
Aromatic

Boiling point oC

Dari segi proses minyak dibagi dalam : 1. Material alami : crude oil, aspal alam, lilin, batu bara, gas alam 2. Material hasil pengolahan menjadi bahan bakar : Gasoline, kerosine , solar, aspal, residue , syntetic crude (dari batu bara) 3. Material hasil pengolahan lanjut : Produk petrokimia, farmasi, semikonduktor dsb.

Klasifikasi Hydrocarbon dari aspek geology ( hasil tambang) :


Marsh gas Gas Natural gas

Fluid / petroleum

Crude oil Mineral tar HC Bituminous viscous Brea asphaltite

solid

coal

Bitunminous shale Waxy

Derajat API (American Petroleum Index)


o

API = 141,5 o sp grav 60/60 F

131,5

Menunjukkan sifat minyak berat atau ringan , makin tinggi oAPI makin ringan sifat minyak tersebut

Corelation Index (CI) CI = 473,36 d - 456,8 + 48,640 / K Nilai CI : 0 15 Nilai CI : 15 50 Nilai CI : > 50 K : Everage boiling point D : spesifik gravity

Dominan parafin Dominan nafthena Dominan Aromat

Komponen Minyak bumi


1. Parafin : adalah golongan alkana (ikatan jenuh antar atom carbon) dengan struktur lurus (n parafin) atau bercabang (iso parafin) Contoh : Propane, Butane, isobutane 2. Olefin : adalah golongan alkena (ada ikatan rangkap antar atom carbon) Contoh : etilen, propylene 3. Napthena : adalah golongan sikloalkana dengan struktur cincin dan ikatan jenuh antar atom carbon. Contoh : Sikloheksana (napthalena), siklopentane 4. Aromat : struktur cincin dengan ikatan tidak jenuh antara atom carbon Contoh : Benzena, toluena 5. Komponen non Hydrocarbon : 5.1 Sulfur dalam bentuk : R-S-H Thiol (mercaptans) R-S-R Sulfide R-S-S-R disulfide Kandungan sulfur dalam minyak : Minyak ringan (parafinic) 0,04 % Minyak berat (aromat / asphaltenic) 5 %

API

Wt % asphalt

6 Wt % sulfur Wt % sulfur

5.2 Senyawa Oksigen : terbentuk karena adanya interaksi minyak dengan udara Kandungan kurang dari 2 % Menaikkan boiling point fraksinya. Membuat minyak besifat asam Contoh : metanol, ketone 5.3 Senyawa Nitrogen : Kadar 0,1 0,9 % terbentuk sebagian karena adanya interaksi minyak dengan udara Contoh : Pyrole (non basic) Pyridine (basic )

API

Wt % N

Natural Gas
Komponen : 80 % 15 % 5% CH4 CH2 dan CH5 CH6+, CO2 dan H2S

Senyawa Impurity :

H2S bersifat asam (korosif) dan beracun Dalam bahan bakar LNG kandungan yg dibolehkan 4 ppm CO2 bersifat asam ( korosif) dan menurunkan nilai kalor LNG
7

Keberadaan CO2 dan H2S merupakan promotor terbentuknya hydrat

Proses penghilangan sulfur (desulfurisasi) dan proses penghilangan CO2 (CO2 removal) merupakan proses penting dalam pengolahan gas alam Sumber Gas Alam : 1. Dari sumur minyak : disebut Associated Gas (bersifat wet gas) 2. Dari sumur Gas : bersifat dry gas, produk cairnya disebut kondensat

Kandungan CO2 Arun 15 % Teknologi pemisahan menggunakan absorbsi MEA / DEA (metil/dimetilamina) dan proses regenerasi steam Kandungan CO2 Natuna Teknologi pemisahan : 1. Distilasi kriogenik 2. Membran 70 %