P. 1
Pendidik Sebaya

Pendidik Sebaya

|Views: 82|Likes:
Dipublikasikan oleh Mokhamad Suyono Yahya

More info:

Published by: Mokhamad Suyono Yahya on Nov 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2014

pdf

text

original

Seseorang tidak akan tahu apakah dia terinfeksi HIV dan AIDS atau tidak
tanpa melakukan tes HIV dan AIDS lewat contoh darah dalam tubuhnya.

Tes Darah HIV dan AIDS

1.Tes HIV adalah tes yang dilakukan untuk memastikan apakah individu
yang bersangkutan telah dinyatakan terinfeksi HIV atau tidak
2.Tes HIV berfungsi untuk mengetahui adanya antibodi terhadap HIV
atau mengetes adanya antigen HIV dalam darah
3.Ada beberapa jenis tes yang biasa dilakukan di antaranya yaitu: tes
Elisa, Rapid test dan tes Western Blot.
4.Masing-masing alat tes memiliki sensitivitas atau kemampuan untuk
menemukan orang yang mengidap HIV dan spesifitas atau kemampuan
untuk menemukan individu yang tidak mengidap HIV.
5.Untuk tes antibodi HIV semacam Elisa memiliki sensitivitas yang tinggi.

55

HIV dan AIDS

6.Dengan kata lain persentase pengidap HIV yang memberikan hasil
negatif palsu sangat kecil. Sedangkan spesifitasnya adalah antara
99,7%-99,90% dalam arti 0,1%-0,3% dari semua orang yang tidak
berantibodi HIV akan dites positif untuk antibodi tersebut.
7.Untuk itu hasil Elisa positif perlu diperiksa ulang (dikonfirmasi) dengan
metode Western Blot yang mempunyai spesifisitas yang lebih tinggi.

Syarat dan Prosedur Tes Darah HIV dan AIDS

Syarat tes darah untuk keperluan HIV adalah :
a.Bersifat rahasia
b.Harus dengan konseling baik pra tes maupun pasca tes
c.Tidak ada unsur paksaan (sukarela),
Sedangkan prosedur pemeriksaan darah untuk HIV dan AIDS meliputi
beberapa tahapan yaitu :

Pre tes konseling

Identifikasi risiko perilaku seksual (pengukuran tingkat risiko perilaku)
Penjelasan arti hasil tes dan prosedurnya (positif/negatif)
Informasi HIV dan AIDS sejalas-jelasnya
Identifikasi kebutuhan pasien, setelah mengetahui hasil tes
Rencana perubahan perilaku

Post tes konseling

Penjelasan arti hasil tes dan prosedurnya (positif/negatif)
Informasi HIV dan AIDS sejelas-jelasnya
Identifikasi kebutuhan pasien, setelah mengetahui hasil tes
Pemberian informasi ke Keluarga ODHA sejelas-jelasnya
Memberikan dampingan
Rencana perubahan perilaku
Pemberian arti hasil test harus mempertimbangkan prosedur dan
dampak yang mungkin timbul

Tes darah Elisa

Hasil tes Elisa (-) kembali melakukan konseling untuk penataan perilaku
seks yang lebih aman (safer sex). Pemeriksaan diulang kembali dalam
waktu 3-6 bulan berikutnya.
hasil tes Elisa (+), konfirmasikan dengan Western Blot

56

HIV dan AIDS

Tes Western Blot

Hasil tes Western Blot (+) laporkan kedinas kesehatan (dalam keadaan
tanpa nama). Lakukan pasca konseling dan pendampingan (menghindari
emosi putus asa keinginan untuk bunuh diri).
Hasil tes Western Blot (-) sama dengan Elisa (-)

F.Penata Laksanaan HIV dan AIDS

Yang Harus Dilakukan Oleh ODHA
1.Mendekatkan diri pada Tuhan
2.Menjaga kesehatan fisik
3.Tetap bersikap / berpikir positif
4.Tetap mengaktualisasikan dirinya
5.Masuk dalam kelompok dukungan (support group)
6.Menghindari penyalahgunaan NAPZA
7.Menghindari seks bebas dan tidak aman
8.Berusaha mendapatkan terapi HIV dan AIDS

Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat Terhadap ODHA

Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan kepada ODHA yaitu
dengan memberikan dukungan. Dukungan di sini tentunya dalam
pengertian yang luas, yaitu misalnya dengan memberikan kesempatan,
dsb. Di antaranya anggota masyarakat harus peduli dengan
penanggulangan epidemi AIDS dan mendukung ODHA untuk melawan
diskriminasi, peduli terhadap ODHA yang sering mendapatkan penolakan
dari orang lain.

Pengobatan HIV dan AIDS
HIV dan AIDS belum dapat disembuhkan

1.Sampai saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menghilangkan HIV
dari dalam tubuh individu.
2.Ada beberapa kasus yang menyatakan bahwa HIV dan AIDS dapat
disembuhkan. Setelah diteliti lebih lanjut, pengobatannya tidak
dilakukan dengan standar medis, tetapi dengan pengobatan alternatif
atau pengobatan lainnya.
3.Obat-obat yang selama ini digunakan berfungsi menahan
perkembangbiakan virus

57

HIV dan AIDS

4.HIV dalam tubuh, bukan menghilangkan HIV dari dalam tubuh. Hal
inilah yang dialami Magic Johnson, pebasket tim LA Lakers.
5.Konsumsi obat-obatan dilakukan untuk menahan jalannya virus
sehingga kondisi tubuh tetap terjaga.
6.Obat-obatan ARV sudah dipasarkan secara umum, untuk obat generic,
biaya obat ARV sangat mahal.
7.Namun tidak semua orang yang HIV positif sudah membutuhkan obat-
obat ARV, ada kriteria khusus.
8.Jadi pengobatan HIV Magic Johnson belum tentu dapat diterapkan
pada orang lain.
9.Meskipun semakin hari makin banyak individu yang dinyatakan positif
HIV, namun sampai saat ini belum ada informasi adanya obat yang
dapat menyembuhkan HIV dan AIDS. Bahkan sampai sekarang belum
ada perkiraan resmi mengenai kapan obat yang dapat menyembuhkan
AIDS atau vaksin yang dapat mencegah AIDS ditemukan.

Upaya Pengobatan

Untuk menahan lajunya tahap perkembangan virus beberapa obat yang
ada adalah antiretroviral dan infeksi oportunistik.
1.Obat antiretroviral (ARV) adalah obat yang dipergunakan untuk
retrovirus seperti HIV guna menghambat perkembang-biakan
virus.Obat-obatan yang termasuk anti retroviral yaitu AZT, Didanoisne,
Zaecitabine, Stavudine.
2.Obat infeksi oportunistik adalah obat yang digunakan untuk penyakit
yang muncul sebagai efek samping rusaknya kekebalan tubuh. Yang
penting untuk pengobatan oportunistik yaitu menggunakan obat-obat
sesuai jenis penyakitnya, contoh: obat-obat anti TBC, dll.

G.Stigma dan Diskriminasi
Stigma Terhadap ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS)

1.Hubungan Sosial dengan penderita HIV dan AIDS akan membuat kita
tertular penyakitnya
2.Bersalaman, menggunakan WC yang sama, tinggal serumah,
menggunakan sprei yang sama dengan penderita HIV dan AIDS dapat
membuat kita tertular.
3.HIV dan AIDS adalah penyakit kutukan.

58

HIV dan AIDS

Diskriminasi Terhadap ODHA (Orang Dengan HIV DAN AIDS)
1.Oleh masyarakat

Masyarakat banyak meminta ODHA untuk dikarantina ke shelter
khusus pengidap HIV dan AIDS, padahal tanpa media dan cara yang
ada di atas HIV dan AIDS tidak akan tertular. Sebagian masyarakat
melakukan diskriminasi karena:
a.Kurang informasi yang benar bagaimana cara penularan HIV dan
AIDS, hal-hal apa saja yang dapat menularkan dan apa yang tidak
menularkan.
b.Tidak percaya pada informasi yang ada sehingga ketakutan mereka
terhadap HIV dan AIDS berlebihan.

2.Oleh penyedia layanan kesehatan

a.Masih ada penyedia layanan kesehatan yang tidak mau memberikan
pelayanan kepada penderita HIV dan AIDS.
b.Hal ini disebabkan ketidaktahuan mereka terhadap penyakit ini dan
juga kepercayaan yang mereka miliki.

59

NAPZA

MODUL

LIMA

NAPZA

A.Pendahuluan
1.Latar Belakang

Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan remaja yang terkait dengan
Kesehatan Reproduksi Remaja adalah penyiapan tenaga Konselor KRR
yang memiliki pemahaman dan penguasaan akan Kesehatan
Reproduksi. Dan sebagaimana kita ketahui, Kesehatan Reproduksi
Remaja mempunyai muatan yang kita kenal sebagai triad KRR yakni
Seksualitas, HIV dan AIDS dan Napza.
Oleh karenanya, materi Napza ini diposisikan sebagai bacaan yang
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Pelatihan Konseling KRR
disamping buku/bacaan lainnya.

2.Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) :
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami dan
mengerti tentang Napza.
a.Tujuan Pembelajaran Khusus :
Menjelaskan tentang pengertian Napza.
Menyebutkan tentang jenis-jenis narkotika, psikotropika dan
miras termasuk efek samping, gejala-gejala keracunan
(intoksikasi), gejala putus obat.
Menjelaskan tentang penyalah gunaan, pencegahan dan
penanggulangan penyalahgunaan Napza.
Menjelaskan tentang berbagai mitos disekitar napza.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->