Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH SEMINAR MATA DIKLAT POLA PIKIR PEGAWAI NEGERI SIPIL NAMA WIDYAISWARA Drs.

BAMBANG UTOMO, MA

JUDUL

MERUBAH POLA PIKIR PNS YANG LEBIH MENUNTUT HAK DARI PADA KEWAJIBAN

DISUSUN OLEH KELOMPOK I Lola Cassiophea Husnurrizal Soraya Rezeki Sulistiawati Maya Permata Sari Nina Ariani William G. M. Louhenapessy (26) (29) (36) (38) (01) (07) (08)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III KELAS B GELOMBANG 11 PUSBANGTENDIK KEMDIKBUD DEPOK 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkahNya bagi kami sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul Merubah Pola Pikir PNS Yang Lebih Menuntut Hak Dari Pada Kewajiban. Tujuan penulisan makalah ini dimaksud untuk memberikan wawasan tentang suatu cerminan keseluruhan proses dinamis sebagai bagian dari upaya mewujudkan sosok Pegawai Negeri Sipil yang kompeten dalam melayani masyarakat. Penyusunan makalah kelompok ini merupakan salah satu prasyarat dalam mengikuti Prajabatan pada PUSBANGTENDIK Kemdikbud, Depok. Kami merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan malakah ini. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan adanya tanggapan berupa kritikan dan saran untuk perbaikan.

Depok, 20 Juli 2012 Penulis

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR......................................................................... DAFTAR ISI................................................................................... DAFTAR TABEL.............................................................................. BAB I PENDAHULUAN.................................................................... A. Latar Belakang Masalah................................................... B. Perumusan Masalah......................................................... C. Tujuan Penyelesaian Masalah........................................... BAB II GAMBARAN KEADAAN......................................................... A. Keadaan Sekarang........................................................... B. Keadaan yang Diinginkan................................................. BAB III IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH............................. A. Identifikasi Masalah......................................................... B. Analisis Masalah.............................................................. BAB IV PENUTUP........................................................................... Simpulan dan Saran............................................................. DAFTAR PUSTAKA......................................................................... i ii iii 1 1 2 2 3 3 3 6 6 6 8 8 9

DAFTAR TABEL TABEL 1. Analisis SWOT pola pikir money oriented ................................................................................... 5

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peran utama dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Negara. PNS sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) berperan aktif dalam tercapainya kesuksesan kinerja organisasi terutama dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini. Sebagai abdi negara, PNS memiliki tugas dan tanggung jawab yang berlandaskan peraturan perundang-undangan. UU No 25 tahun 2009 menyebutkan bahwa PNS adalah abdi negara. Masih terdapat berbagai peraturan lain sebagai koridor bagi PNS dalam menjalankan tugasnya, diantaranya PP no. 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps, PP no. 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS dan Tupoksi yang dijalankan mengacu kepada PP no 36 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kemendikbud. Pola Pikir PNS merupakan aspek penting dalam menciptakan aparatur yang berkualitas dan profesional saat ini. Idealnya PNS memiliki pola pikir positif yang mempengaruhi sikap dan perilakunya. Akantetapi saat ini muncul banyak sorotan negatif yang dialamatkan kepada abdi negara dan abdi masyarakat. Berbagai sorotan miring terhadap PNS itu, sebenarnya sebagian besar disebabkan pola pikir yang keliru pada PNS itu sendiri. Hal ini memungkinkan munculnya sikap dan budaya kerja yang keliru pada PNS. Misalnya PNS yang terbukti lebih cepat memberikan pelayanan kepada publik yang menjanjikan imbalan. Berdasarkan hal ini maka kami mengangkat topik: Merubah pola pikir PNS yang lebih menuntut hak dari pada kewajiban.

B. Perumusan Masalah

Pola pikir PNS adalah pola pikir yang dipengaruhi oleh semua ciri, pengalaman, sifat, jenis kelamin, latar belakang, budaya, dan pendidikan yang melekat pada diri seseorang yang menjadi PNS. Karena PNS berperan sebagai pelayan publik, maka PNS seyogyanya berpola pikir sebagai orang yang melaksanakan profesinya dengan ikhlas, setia dan taat pada aturan hukum untuk memenuhi kepentingan masyarakat banyak yang dilayani tanpa mengharapkan imbalan apapun (berpola pikir positif), namun pada kenyataannya masih banyak PNS yang masih memiliki pola pikir negatif. Adapun pola pikir PNS yang negatif salah satunya tuntutan akan adanya kompensasi untuk setiap tugas dan tanggung jawabnya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya adalah sebagai berikut : Bagaimana merubah mind set PNS agar tidak selalu mengharapkan kompensasi dari setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankannya.

C. Tujuan Penyelesaian Masalah

Adapun tujuan penyelesaian masalah dalam makalah ini adalah diharapkan pola pikir PNS dapat berubah dimana PNS tidak selalu mengharapkan imbalan akan setiap tugas dan tanggung jawabnya. Dalam bekerja PNS menerima tugas dan tanggung jawabnya semata-mata sebagai pengabdian kepada masyarakat dan negara serta amanah kepada Tuhan YME.

BAB II GAMBARAN KEADAAN


A. Keadaan Sekarang

Ada kecenderungan PNS sudah terlalu nyaman berada pada zona status quo sejak dahulu sehingga begitu enggan dan malas untuk berubah. Salah satu contoh pola pikir negatif yang tercermin dalam kebiasaan buruk yang sering dilakukan PNS adalah dalam hal selalu mengharapkan imbalan atas kegiatan yang dia lakukan. Dimana PNS selalu berfikir Money Oriented dan bukan Public Service Oriented. Masyarakat menilai bahwa kebanyakan PNS menderita sindroma PNS. Salah satu gejala sindroma tersebut adalah masih memikirkan honor tambahan walaupun telah menerima gaji. Contoh lainnya adalah PNS pada suatu Instansi lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi apabila sudah ada Surat Keputusan (SK) yang menjamin dibayarnya honor ketika melaksanakan kegiatan. PNS di instansi lain misalnya di kantor kecamatan pada saat masyarakat mengurus KTP, PNS yang bersangkutan memiliki pola pikir akan mempercepat pengurusannya apabila telah mendapatkan imbalan dari masyarakat. Apabila tidak, maka keperluan masyarakat ditunda-tunda. Sehingga ada kesan PNS lamban atau bahkan mempersulit dalam memberikan pelayanan pada publik. Contoh-contoh pola pikir negatif yang ada pada PNS kerap dilakukan dan tidak dipermasalahkan maka praktik seperti itu kemudian seolah menjadi tradisi yang diperkenankan dan atau dimaklumkan.
B. Keadaan Yang Diinginkan

Adi W. Gunawan dalam The Secret Of Mindset (2007) mengemukakan bahwa pola pikir atau mindset adalah kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang (beliefs that affect somebodys attitude) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku seseorang(way of thinking that determine

somebodys behaviour). Jadi mindset merupakan kepercayaan (beliefs) atau


cara berpikir yang mempengaruhi perilaku (behaviour) dan sikap (attitude) seseorang. Kemudian dalam banyak referensi disebutkan bahwa mindset terletak dalam pikiran bawah sadar seseorang (subconscious mind). Dan pola berpikir yang terletak dalam subconscious mind kemungkinan menjadi kenyataan adalah sebesar 88 % sedangkan pikiran yang ada dalam

conscious mind hanya 12 %. Tetapi sesuatu yang dipikirkan terus menerus


dalam conscious mind akan mengendap menjadi subconscious mind dan akhirnya mempengaruhi perilaku seseorang. Maka mereka yang memiliki

mindset negatif akan berperilaku negatif sedangkan mindset positif akan


mempengaruhi perilaku positif. Itulah sebabnya setiap orang harus selalu memiliki positive thinking. Robert Dolezal mengemukakan bahwa setiap manusia memiliki berbagai kekuatan yang luar biasa (human potential power) jika memiliki keyakinan (belief) dalam pikirannya. Kalau seseorang berpikir bisa maka apapun yang dikerjakannya akan sukses. Kemudian Andi Hakim dalam bukunya Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar (2011) menegaskan bahwa ketika seseorang memiliki kepercayaan pada potensi yang ada dalam dirinya akan memperoleh sebuah motivasi, daya tahan dan kekuatan yang dahsyat. Maka setiap orang harus memprogram mindset yang positif kedalam pikirannya (pikiran bawah sadar) agar mampu memiliki potensi diri dan siap meraih sukses dalam hidupnya. Cara kita menggunakan pikiran merupakan faktor yang sangat menentukan kualitas hidup kita. Jika kita mengubah kualitas pikiran kita, maka secara otomatis kualitas hidup kita akan berubah. Manusia menciptakan realitas berdasarkan kemampuan berpikir (Ariesandi Setyono, 2006). Descartes mengatakan It is not enough to have a good mind, the

main thing is to use it well. Tidak cukup hanya memiliki pikiran yang baik
karena yang utama adalah bagaimana menggunakannya secara baik.

Dalam makalah ini diharapkan PNS yang masih memiliki pola pikir negatif dapat merubah pola pikir yang berdasarkan keyakinan terhadap nilainilai yang dianut. pola pikir PNS dapat berubah dimana PNS tidak selalu mengutamakan imbalan akan setiap tugas dan tanggung jawabnya. PNS dapat bekerja keras menjadi pengayom masyarakat yang baik dengan cara memberikan pelayanan prima bagi kepentingan masyarakat tanpa selalu mengutamakan imbalan atau balas jasa dalam bentuk apapun. Hal ini dapat dilakukan apabila PNS memiliki pola pikir bahwa semua yang dikerjakan secara ikhlas dan profesional adalah wujud ibadah kepada Tuhan YME.

BAB III IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH


A. Identifikasi Masalah

Kantor Menpan tahun 2002 telah menemukan dan mengidentifikasi adanya pola pikir negatif PNS yang tercermin dalam bentuk 24 hambatan atau permasalahan perilaku budaya kerja Aparatur Pemerintah. Adapun masalah yang berhubungan dengan pengembangan pola pikir PNS yang

public service oriented yang ada dalam 24 hambatan tersebut adalah:


1. Dalam praktek di lapangan sulit dibedakan antara ikhlas dan tidak

ikhlas, jujur dan tidak jujur


2. Gaji pegawai yang rendah/ kecil dibandingkan dengan harga barang/

jasa lainnya
3. Banyak aparatur yang integritas, loyalitas dan profesionalitasnya

rendah
4. Budaya suap bukan hal yang rahasia, sehingga dapat mempengaruhi

sikap dan tingkah laku pimpinan dalam bekerja


B. Analisis Masalah

Tabel. 1. Analisis SWOT pola pikir money oriented Strength Weakness


-

Adanya potensi diri dan keyakinan serta nilai-nilai kehidupan

Opportunity
-

Tidak adanya system Reward dan Punishment terhadap orang yang memiliki pola pikir positif dan negatif Kompensasi professional / gaji kecil Threat Adanya tuntutan kebutuhan hidup yang lebih tinggi.

Diklat bagi PNS

Berkaitan dengan pengembangan pola pikir yang lebih mengutamakan kewajiban dari pada hak. Kami mengidentifikasi SWOT seperti yang ditampilkan pada Tabel 1 di atas. Seorang PNS dalam interaksinya dengan individu lain memiliki konsep diri antara lain diri ideal, citra diri dan harga diri. Konsep diri ini mempengaruhi pola pikir PNS. Kompensasi professional yang kecil menambah kecenderungan pola pikir money oriented. Namun, adanya opportunity berupa pendidikan dan latihan bagi PNS memungkinkan pembentukan karakter dan pola piker positif menuju PNS public service oriented. Pada dasarnya, PNS telah memiliki potensi diri untuk memwujudkan perubahan pola pikir dari negatif menjadi positif berupa kecerdasan mental, emosional, spiritual dan fisik. Berbekal potensi diri tersebut, maka kami berpendapat bahwa dalam mengubah pola pikir ini diperlukan beberapa strategi, di antaranya: 1. 2. 3. 4. 5. 6. PNS Memahami potensi diri. Memaksimalkan potensi otak. Mampu mengelola cara berpikir. Semangat untuk maju. Mampu menerapkan pengetahuan dalam pekerjaan, Terus menerus belajar. sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintah

diharapkan mampu melakukan perubahan perilaku. Untuk hal ini ada 4 azas perubahan perilaku PNS yaitu: 1. 2. 3. 4. Doktrin Reinforcement Proses Kepemimpinan.

PNS harus dapat menerima dirinya sebagai abdi Negara yang dapat melakukan tugas dan kewajibannya secara professional.

Hal ini disebabkan oleh komitmen dan konsistensi terhadap visi dan misi organisasi masih rendah, adanya arogansi pejabat dan penyalahgunaan kekuasaan, hilangnya integritas rendah, loyalitas rendah, profesionalisme rendah, kreativitas, individualisme lebih menonjol dibandingkan kurang peka terhadap keluhan masyarakat, orientasi vertikal menyebabkan kebersamaan, budaya prestige yang lebih menonjol sehingga aspek rasionalitas sering dikesampingkan.

BAB IV PENUTUP Simpulan


1. Fenomena saat ini PNS seringkali masih memiliki pola pikir yang

negatif, yang masih berorietasi pada imbalan yang dihasilkan dari setiap pekerjaan
2. PNS sebagai abdi bangsa dan negara diharapkan selalu memiliki pola

pikir yang positif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.


3. Dasar dari perubahan pola pikir PNS adalah adanya kesadaran bahwa

tugas dan tanggung jawab yang diemban PNS harus dilakukan secara ikhals dan profesional sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME.
4. Strategi dalam mengubah pola pikir, diantaranya: memahami potensi

diri,

memaksimalkan potensi otak, mampu mengelola cara berpikir, untuk maju, mampu menerapkan pengetahuan dalam

semangat pekerjaan. Saran

1. PNS mampu memaksimalkan potensi diri untuk mengembangkan pola

pikir yang berorientasi pada public service.


2. PNS berkomitmen menjadi agent of change pola pikir positif di unit

kerja masing-masing.
3. PNS tidak mudah terpengaruh dengan pola pikir negatif di lingkungan

kerja.
4. Change your life without change yourself.

DAFTAR PUSTAKA
1. Pusbangtendik, Pola Pikir Pegawai Negeri Sipil edisi keempat, 2012. 2. Adi W. Gunawan, The Secret Of Mindset, PT Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta, 2006.
3. Adi W. Gunawan dan Ariesandi Setyono, Manage Your Mind For

Success, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006.


4. Undang - Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pegawai Negeri Sipil

sebagai abdi Negara.


5. Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa

Korps Pegawai Negeri Sipil.


6. Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Peraturan

Disiplin Pegawai Negeri Sipil.


7. Peraturan

Pemerintah Nomor 36 tahun 2010 tentang Tupoksi

Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kemdikbud.