Anda di halaman 1dari 15

GAMBARAN KASUS RUJUKAN DAN NON RUJUKAN DI KAMAR BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.

ZAINOEL ABIDIN (RSUDZA) PERIODE JANUARI 2011 SEPTEMBER 2012


Muhammad Andalas*, Agustina**, Irma Susanti**, Rendi Thantawi** ABSTRAK
Tujuan: Mendapatkan gambaran kasus rujukan dan non rujukan berdasarkan indikasi rujukan dan non rujukan, jumlah gravida, usia ibu, dan asal daerah rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) periode Januari 2011 - September 2012. Rancangan Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif yang dilakukan di Kamar Bersalin RSUDZA periode Januari 2011 - September 2012. Data diambil berdasarkan catatan buku registrasi di Kamar Bersalin sebanyak jumlah kasus yang ditemukan priode Januari 2011 September 2012. Hasil: Gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin RZUDZA periode Januari 2011 September 2012 didapatkan sebanyak 598 orang pasien rujukan dengan kasus terbanyak terjadi pada bulan April 2011. Gambaran kasus rujukan berdasarkan variabel indikasi rujukan untuk 3 indikasi terbanyak yaitu secsio cesarea (39,3%), partus pervaginam (28,9%), dan ekstraksi vakum (10,36%). Berdasarkan variabel gravida didapatkan primigravida (40,47%) dan multigravida (59,53%). Berdasarkan variabel usia didapatkan usia < 20 tahun (7,19%), 21 30 tahun (53,35%), 31 40 tahun (35,28%), 41 50 tahun (4,01%), dan 51 tahun (0,17%). Berdasarkan variabel asal daerah rujukan didapatkan 3 asal daerah terbanyak adalah Kabupaten Pidie/ Sigli (23,42%), Banda Aceh (22,74%), dan Kabupaten Aceh Besar/ Jantho (19,06%). Kesimpulan: Gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA priode Januari 2011 September 2012 didapatkan sebanyak 598 orang dengan jumlah terbanyak kasus rujukan pada bulan April 2011. Gambaran berdasarkan variabel indikasi rujukan banyak dilakukan secsio cesarea (39,3%), berdasarkan variabel gravida didapatkan multigravida lebih banyak dibandingkan dengan primigarvida yaitu 59,53%, bedasarkan variabel usia didapatkan banyak kasus rujukan pada ibu hamil yang berusia 21 30 tahun (53,35%), sedangakan berdasarkan asal daerah rujukan didapatkan paling banyak berasal dari Kabupaten Pidie/ Sigli (23,42%). Kata Kunci: Kasus Rujukan, Kamar Bersalin, RSUDZA * Dokter spesialis obstetri ginekologi di RSUZA-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ** Dokter muda bagian obstetri ginekologi RSUZA-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Kegagalan dalam penanganan kasus kedaruratan obstetri pada umumnya disebabkan oleh kegagalan dalam mengenal resiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan resiko tinggi, kurangnya pengetahuan tenaga medis, paramedis, dan penderita dalam mengenal kehamilan resiko tinggi (KRT) secara dini, dan masalah dalam pelayanan obstetri maupun kondisi ekonomi.1 Dari seluruh persalinan, 10-15% mengalami masalah selama proses persalinan dan kelahiran bayi sehingga perlu dirujuk ke fasilitas yang lebih baik. Sangat sulit menduga kapan penyulit akan terjadi, sehingga persiapan untuk merujuk ibu ke fasilitas kesehatan secara optimal dan tepat waktu menjadi syarat bagi keberhasilan upaya penyelamatan.1 Penanganan rujukan obstetri merupakan mata rantai yang penting, menjadi faktor penentu dari hasil akhir dari kehamilan dan persalinan. Kurang lebih 40% kasus di RS merupakan kasus rujukan. Kematian maternal di RS pendidikan 8090% merupakan kasus rujukan yang diakibatkan keterlambatan dalam rujukan maupun penanganan penderita. Penyebab kematian ibu diantaranya adalah perdarahan pasca persalinan (40-60%), infeksi (20-30%) dan eklampsia (2030%).2 Preklamsia dan eklamsia sebagai salah satu penyebab kematian ditemukan sebanyak 6% dari seluruh kehamilan, dan 12% pada kehamilan primigravida. Lebih banyak dijumpai pada primigravida daripada multigravida, terutama primigravida usia muda.3 Dalam kurun reproduksi sehat juga dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30-35 tahun. Berbagai penelitian mengisyaratkan bahwa wanita berusia lebih dari 35 tahun

berisiko lebih tinggi mengalami penyulit obstetri serta morbiditas dan mortalitas ibu maupun perinatal.3 Kasus-kasus yang dirujuk bidan diantaranya adalah riwayat bedah sesar, perdarahan pervaginam, persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu), ketuban pecah disertai dengan mekonium yang kental, ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (kehamilan kurang dari 37 minggu), ikterus, anemia berat, tanda gejala infeksi, pre-eklampsia/hipertensi dalam kehamilan, tinggi fundus 40 cm /lebih, gawat janin, primipara dalam fase aktif kala I persalinan dan kepala janin masih 5/5, persentasi bukan belakang kepala, persentasi ganda (majemuk), kehamilan ganda atau gemelli, tali pusat menumbung dan syok.2 Tujuan akhir dari sistem pelayanan kesehatan ibu hamil adalah hasil persalinan dengan bayi sehat dan ibu sehat. Adanya komunikasi yang baik antara daerah dan rumah sakit rujukan diharapkan bisa memperpendek jalur rujukan dengan harapan penderita yang dirujuk kerumah sakit dapat ditolong dengan hasil yang baik. Untuk ini perlu persiapan pengiriman penderita dengan baik dan penanganan yang baik pula di rumah sakit rujukan.1 Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin adalah rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Aceh, dengan penduduk yang mencapai 4.486.570 jiwa. Kota Banda Aceh dan sekitarnya terdapat rumah sakit pemerintah dan swasta sebanyak 11 unit rumah sakit, serta 11 unit puskesmas.4 Karena banyaknya kasus obstetri yang dirujuk maupun tidak dirujuk dijumpai di rumah sakit pendidikan, maka kami ingin mengetahui bagaimana kasus yang dijumpai di Kamar Bersalin RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan dan pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 2 Masalah penelitian Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, permasalahannya adalah bagaimana gambaran kasus rujukan dan non rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUZA) periode Januari 2011 September 2012.

Tujuan penelitian a. Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus rujukan dan non rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) periode Januari 2011 - September 2012. b. Tujuan Khusus
Bagaimana gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit

Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) berdasarkan indikasi rujukan?


Bagaimana gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit

Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) berdasarkan gravida?


Bagaimana gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit

Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) berdasarkan usia ibu?


Bagaimana gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit

Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) berdasarkan asal daerah? 4 Manfaat penelitian Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kasuskasus rujukan yang umumnya dijumpai. b. Bagi rumah sakit Meningkatkan kualitas pelayanan dalam upaya melakukan pertolongan dan perawatan segera sehingga kasus yang dijumpai dapat segera ditangani dan diselamatkan . c. Bagi institusi pendidikan Sebagai referensi perpustakaan yang dapat digunakan pembaca untuk menambah selanjutnya. pengetahuan dan sebagai masukan untuk penelitian

a. Bagi tenaga kesehatan

RANCANGAN PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif. Dilakukan di bagian obstetri ginekologi RSUDZA tepatnya di Kamar Bersalin, data diperoleh berdasarkan catatan buku registrasi Kamar Bersalin RSUDZA periode Januari 2011 - September 2012. Dilakukan pencatatan, tabulasi, dan persentasi terhadap kasus rujukan yang dikelompokkan berdasarkan indikasi rujukan, jumlah gravida, usia ibu hamil, dan asal daerah rujukan. Data yang tidak memenuhi kriteria variabel yang telah ditentukan ditetapkan sebagai kriteria ekslusi.

HASIL Hasil penelitian yang didapatkan untuk jumlah kasus rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA priode Januari 2011 September 2012 dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Gambar 1 Jumlah Kasus Rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA Priode Januari 2011 September 2012 Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa jumlah kasus rujukan terbanyak didapatkan pada bulan April 2011, yaitu sebanyak 48 orang. Sedangkan, jumlah kasus rujukan paling sedikit terjadi di bulan Agustus 2012, yaitu sebanyak 14 orang. Jumlah kasus rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA priode Januari 2011 September 2012 adalah 598 orang. Gambaran kasus rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA priode Januari 2011 September 2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini berdasarkan beberapa variabel.

Berdasarkan variabel indikasi rujukan, dapat dilihat pada tabel 1 dan grafik di bawah ini: Tabel 1. Indikasi rujukan
Indikasi rujukan Secsio Cesarea Partus Pervaginam Manual Plasenta Kelainan Plasenta Ekstraksi Vakum Ekstraksi Forceps Intrauterin Fetal Death (IUFD) Kuretase Abortus Malpresentasi Pre-Eklamsia Perdarahan Post Partum Laparotomi Gamelli Ketuban Pecah Dini Oligohidramnion Prematur Total Frekuensi (n) 235 173 26 11 62 7 10 10 9 20 9 8 5 2 5 1 5 598 Persentase (%) 39,3 28,9 4,34 1,83 10,36 1,17 1,68 1,68 1,5 3,35 1,5 1,35 0,85 0,33 0,85 0,16 0,85 100%

Tabel 1 di atas lebih jelas dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Gambar 2 Indikasi Rujukan Berdasarkan tabel 1 dan grafik di atas didapatkan jumlah pasien rujukan di kamar bersalin RSUDZA banyak dilakukan tindakan secsio cesarea, yaitu sebanyak 235 orang atau 39,3%. Berdasarkan variabel jumlah kehamilan (gravida) dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini: Tabel 2. Kehamilan (Gravida)
Gravida Primi Multi Total Frekuensi (n) 242 356 598 Persentase (%) 40,47 59,53 100%

Pada tabel 2 di atas didapatkan jumlah multigravida yang dirujuk lebih banyak dibandingkan dengan primigravida, yaitu 59,53% dan 40,47% untuk masingmasing variabel. Berdasarkan variabel usia ibu hamil yang dirujuk dapat dilihat pada tabel 3 dan grafik di bawah ini:

Tabel 3. Usia Ibu


Usia Ibu < 20 tahun 21 30 tahun 31 40 tahun 41 50 tahun 51 tahun Total Frekuensi (n) 43 319 211 24 1 598 Persentase (%) 7,19 53,35 35,28 4,01 0,17 100%

Lebih jelas dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Gambar 3 Usia Ibu Hamil Berdasarkan tabel 3 dan grafik di atas dapat diketahui bahwa jumlah ibu hamil yang berusia 21 30 tahun lebih banyak dibandingkan dengan usia lainnya, yaitu sebanyak 53,35%.

Berdasarkan variabel asal daerah rujukan dapat dilihat pada tabel 4 dan grafik di bawah ini: Tabel 4. Asal daerah rujukan
Asal daerah Kab. Aceh Besar (Jantho) Frekuensi (n) 114 Persentase (%) 19,06

Kab. Aceh Jaya (Calang) Kab. Pidie (Sigli) Banda Aceh Kab. Aceh Utara (Lhoksukon) Kab. Bireuen (Bireuen) Kota Lhokseumawe Kota Sabang Kab.Langsa Kab. Aceh Singkil (Singkil) Kab. Aceh Barat (Meulaboh) Kab. Aceh Selatan (Tapak Tuan) Kab. Aceh Tengah (Takengon) Lain-lain Total

51 140 136 8 12 1 18 2 1 1 1 1 112 598

8,53 23,42 22,74 1,35 2,00 0,16 3,02 0,34 0,16 0,16 0,16 0,16 18,73 100%

Tabel 4 di atas dapat lebih jelas dilihat pada grafik di bawah ini:

Gambar 4 Asal Daerah Berdasarkan tabel 4 dan grafik di atas dapat diketahui bahwa daerah terbanyak yang merujuk ibu hamil adalah Kabupaten Pidie (Sigli), yaitu sebanyak 140 orang atau 23,42%.

PEMBAHASAN

Penelitian ini mengacu pada kasus rujukan dan non rujukan di Kamar Bersalin RSUDZA priode Januari 2011 September 2012 sebanyak 598 orang. Dari hasil penelitian didapatkan masih tingginya ibu yang dirujuk untuk dilakukan tindakan seksio sesaria. Angka persalinan sesar di banyak pusat penelitian dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini dilaporkan meningkat. Sebab-sebab peningkatan ini antara lain karena adanya perubahan indikasi operasi sesar. Hal ini dimungkinkan karena pemantauan janin yang lebih baik, perawatan bayi baru lahir yang membaik, menurunnya risiko yang timbul karena tindakan anestesi dan menurunnya kejadian infeksi.5 Di Indonesia angka persalinan dengan seksio sesaria di 12 Rumah Sakit Pendidikan berkisar antara 2,1%-11,8%. Di rumah sakit Pirngadi Medan juga didapatkan meningkat dengan pesat dari 2,5% tahun 1968 menjadi 10% tahun 19816 Lebih dari 85% persen seksio sesarea dilakukan karena distosia persalinan, gawat janin, letak sungsang dan riwayat sectio sesarea sebelumnya5 Dari hasil penelitian juga didapatkan jumlah multigravida yang di rujuk lebih tinggi daripada jumlah primigravida. Hal ini memungkinkan karena masalah obstertri dapat dipengaruhi oleh adanya riwayat obstetri sebelumnya yang jelek misalnya: Kehamilan kedua, dimana kehamilan yang pertama mengalami keguguran, lahir belum cukup bulan, lahir mati atau lahir hidup lalu mati umur 7 hari. Kehamilan ketiga atau lebih, kehamilan yang lalu pernah mengalami keguguran 2 kali. Kehamilan kedua atau lebih, kehamilan terakhir janin mati dalam kandungan.8 Masalah obstetri juga dapat muncul apabila persalinan sebelumnya tidak lancar. Persalinan yang ditolong dengan alat melalui jalan lahir biasa atau pervaginam yaitu dengan tindakan dengan cunam / forcep / vakum. 8 Pada penelitian ini juga didapatkan angka ibu hamil yang dirujuk ke RSUZA dengan usia 20-30 tahun yang masih tinggi. Sebenarnya usia yang paling aman atau bisa dikatakan waktu reproduksi sehat adalah antara umur 20 tahun sampai umur 30 tahun. risiko kehamilan pada usia tersebut dapat meningkat karena ada beberapa faktor ancaman lainnya.2

Penyulit pada kehamilan remaja (<20 tahun) waktu reproduksi sehat disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin. Sedangkan ibu yang hamil pertama pada umur 35 tahun. Pada usia tersebut mudah terjadi penyakit pada ibu dan organ kandungan yang menua. Jalan lahir juga tambah kaku. Ada kemungkinan lebih besar ibu hamil mendapatkan anak cacat, terjadi persalinan macet dan perdarahan (Manuaba, 1998). Hasil penelitian menunjukkan sigli merupakan daerah yang paling banyak merujuk

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

1. Dzieban C. dkk. Kematian maternal dalam hubungannya dengan RS Dr

Saiful Malang sebagai rumah sakit rujukan. MOGI. Vol 7 No 4, Oktober 1981 : 275 82. 2. Varney, Helen Dkk.2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan ed.4 vo1. Jakarta.EGC 3. arifin s. 2003. gambar penanganan kasus kedaruratan obstetric di rsu.tanjung pura kabupaten langkat dan rsu.kisaran kabupaten asahan. fakultas kedokteran universitas sumatera utara 4. Anonymous. 2010. Available at url: http://www.bandaacehkota.go.id/index.php? option=com_content&task=view&id=257&itemid=179 5. Cunningham FG. Dkk. 2005. William Obstetrics edisi 21 volume 1. EGC. Hal. 592.
6. Fikih M. Sectio Cesarea. April 2010. Available at url:

http://karikaturijo.blogspot.com/2010/04/sectio-cesaria.html
7. Gondo HK, Sugiharta K. Profil Operasi Seksio Sesarea di SMF Obstetri &

Ginekologi RSUP Sanglah Denpasar, Bali Tahun 2001 dan 2006. CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010. Available at url:
8. Azriani d. 2001.melaksanakan rujukan. poltekkes kemenkes jakarta 1.

jurusan kebidanan

arifin s. 2003. gambar penanganan kasus kedaruratan obstetric di rsu.tanjung pura kabupaten langkat dan rsu.kisaran kabupaten asahan. fakultas kedokteran universitas sumatera utara

Beri Nilai