P. 1
industri petrokimia

industri petrokimia

|Views: 79|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Hermawan
All Of Industri Petrokimia
All Of Industri Petrokimia

More info:

Published by: Agung Hermawan on Nov 24, 2012
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/17/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

INDUSTRI PETROKIMIA DAN DAMPAK LINGKUNGANNYA

BAHAN BAKU PETROKIMIA
• Bahan baku yang berasal dari kilang minyak :
– – – – – – – – Fuel gas Gas propane dan butane Mogas Nafta Kerosin/ minyak tanah Gas oil Fuel Oil Short residue/ waxy residue

BAHAN BAKU PETROKIMIA
• Bahan baku yang berasal dari lapangan gas bumi :
– Metana (CH4 – Etana (C2H6) – Propana (C3H8) – Butana (n-C4H10) – Kondensat (C5H12 – C11H24)

Musi. Balikpapan. pupuk urea dan ammonia) – Lapangan Gas Badak/ Bontang (LPG. Balongan. Dumai. dll • Sumur Gas : – Lapangan Gas Arun (LNG.BAHAN BAKU PETROKIMIA • Kilang Minyak : Kilang Minyak Cilacap. pupuk urea. dan LNG) – Lapangan lainnya. seperti Lapangan Gas Natuna . ammonia.

nafta dan kondensat. nafta dan kondensat. . Gas Propana (C3H8)  Absorpsi dan ekstraksi. Gas Propilena (C3H6)  Cracking gas etana.Cara-Cara Mendapatkan Bahan Baku Industri Petrokimia • • • • • Gas Metana (CH4)  Dari pengeboran gas di lapangan. propane. Gas metana dari kilang BBM (off gases) dijadikan gas buangan Gas Etana (C2H6)  Dari lapangan gas bumi Gas Etilena (C2H4)  Cracking gas etana.

Kondensat (C5H12 – C11H24)  Ekstraksi dan absorpsi. Selain itu. Benzena. juga dapat diperoleh dari kilang BBM. Nafta (C6H14 – C12H26)  Proses distilasi. Kerosin (C12H26)  Distilasi atmosferik.Cara-Cara Mendapatkan Bahan Baku Industri Petrokimia • • Gas Butana (n-C4H10)  Ekstraksi dan absorpsi. Toluena dan Xilena (BTX Aromatik)  catalytic reforming. Short Residue/ waxy residue • • • • .

Penyediaan Bahan Baku Industri Petrokimia di Indonesia • Ketersediaan Cadangan Gas Bumi (C1-C4) • 60%-80% kandungannya dalah gas metana • Hampir merata dan menjangkau dareah padat penduduk dan pusat industri .

Penyediaan Bahan Baku Industri Petrokimia di Indonesia
2. Ketersediaan Bahan Baku Kondensat (C5-C11) :
• Kondensat dalam negeri selama ini diekspor ke luar negeri. • Jika kandungan Produk paraffin dan olefinnya besar jalur olefin center • Jika kandungan naftene dan aromatic besar  jalur aromatic center

Penyediaan Bahan Baku Industri Petrokimia di Indonesia
3. Ketersediaan Bahan Baku Nafta (C6-C12):
• Diperoleh dari kilang Cilacap dan Balikpapan • Produksinya diekspor ke luar negeri

4. Ketersediaan Bahan Baku residu / Low Sulfur Waxy Residu (LSWR) :
• Berasal dari Kilang Dumai, Sungai Pakning dan Eksor I Balongan.

PRODUK-PRODUK PETROKIMIA
Industri petrokimia dibagi menjadi dua bagian besar : • Industri Petrokimia Hulu (upstream petrochemical)  Masih berupa produk dasar (produk primer) dan produk antara (produk setengah jadi) • Industri Petrokimia Hilir (downstream petrochemical  Berupa produk akhir dan atau produk jadi

polipropilena. etanol. • Produk Antara : ammonia. toluene. propilen oksida. polietilena. PTA (Purified Terepthalic Acid).Berdasarkan proses pembentukan dan pemanfaatannya. carbon black. . asetilena. cumene. dll. produk petrokimia dibagi menjadi empat jenis : • Produk Dasar : gas CO dan H2 sintetik. poli vinil klorida. xilena dan n-parafin. kaprolaktam. methanol. formaldehida. LAB (Linear Alkyl Benzene). • Produk Akhir : urea. butadiene. TPA (Terepthalic Acid). nitrotoluena. benzene. urea. TNT (Trinitrotoluena). • Produk Jadi : barang-barang yang banyak dipakai sehari-hari di rumah tangga. etil klorida. nilon. nitrobenzene. isobutilen. etilena. polistirena. carbon black. dll. DMT (Dimethyl terepthalate). butyl alkohol. propilena. LAB sulfonat. poliuretan. polyester.

Jalur-Jalur dalam Pembuatan Produk Petrokimia CLICK HERE TO FIND : pohon petrokimia .

1. Jalur Gas Sintetik. 2 CH4 + O2 + 2 H2O + N2  2 CO2 + 4 NH3 • Reaksi steam reforming pada pembentukan methanol : – – Lurgi High Pressure Process ICI Low Pressure Process • Reaksi Oksidasi Parsial untuk membuat carbon black . Amonia dan Carbon Black • Reaksi steam reforming untuk pembuatan ammonia.

Pembuatan Amonia Dengan Gas Sintetis .

Pembuatan Methanol dengan Steam Reforming .

setiap 500 cuft gas alam menghasilkan 1 lb carbon black. • * Diameter partikel besar.Carbon Black • * Bahan baku : gas alam. Channel Black . sehingga struktur partikelnya rendah • * Derajat keasaman permukaannya (acidic surface pH) tidak aktif .tidak bisa dipakai dalam vulkanisasi. permukaannya tidak tahan asam. • * Pada saat ini produksinya telah ditutup karena tidak ekonomis.

bahan baku gas alam maupun minyak cair (residu) • * Diameter partikel besar. sehingga struktur partikelnya rendah • * Baik dipakai pada campuran karet yang tahan lentur (hogh elongation) atau pada campuran karet tahan gores (high abrasion).Carbon Black Thermal Black : • * Proses pembuatannya menggunakan thermal process. .

.55 lb carbon black. sehingga struktur partikelnya kuat • * Derajat keasaman permukaannya (acidic surface pH) sangat aktif sehingga sering dipakai dalam vulkanisasi.Carbon Black Furnace Black : • * Bahan baku : gas alam atau minyak residu. • * 1000 cuft gas alam menghasilkan 10 lb carbon black. • * Diameter partikel kecil. karena permukaannya sangat tahan asam. 1 lb minyak residu menghasilkan 0.

Produk Hilir dan Reaksi untuk Menghasilkannya Reaksi Pembentukan Pupuk Urea : Tahap 1 : Pembentukan Amonia Carbamat (NH4COONH2) 2 NH3 + CO2  NH4COONH2 Tahap 2 : Pengkristalan ammonium carbamat di dalam prilling tower menjadi urea NH4COONH2  CO(NH2)2 + H2O .

Pembuatan Urea dengan Total Recycle .

2 CH3OH + O2 → 2 CH2O + 2 H2O . dengan katalis tembaga.Produk Hilir dan Reaksi untuk Menghasilkannya Reaksi Pembentukan Formaldehida (CH2O) Reaksi yang terjadi adalah reaksi oksidasi methanol pada suhu 250oC.

Produk Hilir dan Reaksi untuk Menghasilkannya Reaksi Pembentukan Urea Formaldehida .

Produk Hilir dan Reaksi untuk Menghasilkannya Reaksi pembentukan DMT (esterifikasi) .

Produk Hilir dan Reaksi untuk Menghasilkannya Reaksi pembentukan Methylamines CH3OH + NH3  CH3NH2 + H2O CH3OH + CH3NH2  (CH3)2 NH + H2O CH3OH + (CH3)2 NH  (CH3)3 N + H2O Reaksi Pembentukan Methyl Halides CH3OH + HCl  CH3Cl + H2O CH3OH + HBr  CH3Br + H2O .

propilena dan butilena → produk dasar dari cracking bahan baku nafta . • Jalur olefin menghasilkan etilena. Jalur Olefin (olefin center) • Olefin : senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap terbuka yang sangat reaktif.2. • Mudah terpolimerisasi.

Pembuatan Olefin dengan Tubular Process .

maka akan terbentuk campuran molekul parafin dan olefin : – C23H48  C8H18 + C15H30  C3H8 + C12H22 (cracking) Proses ini dapat terjadi terus menerus hingga terbentuk cokes : – C12H22  C2H6 + C10H16  C2H4 + C8H12  2 CH4 + C6H4 (cracking) – C6H4  CH4 + 5 C (cracking) Selain itu juga dapat terbentuk ter dari hasil polimerisasi olefin : – C10H16 + C10H16  C20H32 + C15H30  C35H62 (kopolimerisasi C20H32 dengan C15H30 ) .Olefin dengan Bahan Baku Nafta Jika bahan baku berasal dari nafta fraksi berat (C15 – C23) dan dari jenis minyak parafin.

Jika bahan baku yang digunakan adalah gas etana. maka terjadi pula reaksi cracking sebagai berikut : – – – – C3H8  C3H6 + H2 (cracking) C3H8  C2H4 + CH4 (cracking) 2 C3H8  C4H8 + 2 CH4 2 C3H8  C2H6 + C2H6 + CH4 Hasil cracking tersebut akan mengalami cracking dan hidrogenasi lebih lanjut sebagai berikut : – C3H6 + 3 H2  3 CH4 – C3H6  C4. C6 + H2 . maka reaksi cracking yang terjadi adalah sebagai berikut : – C2H6  2 C2H4 + H2 (cracking) Olefin dengan Bahan Baku Etana Karena di dalam umpan juga terdapat gas propana. C5.

Gambaran Suatu Kilang Olefin .

. polistirena (ps). isobutilasetat.Jalur Olefin (olefin center) Produk petrokimia hilir yang dihasilkan melalui jalur olefin : •Plastik dari etilena : polietilena (PE). karet etilen propilena. polivinilklorida (PVC). akrilat. fenol. •Plastik dari propilena : polipropilena (PP). •Plastik dari butilena atau butadiena : polibutadiena. dan etilen asetat (EA). etilen glikol (EG).

bantuan katalis peroksida. dan P 1000-3000 kg/cm2.915 – 0.Contoh-Contoh Reaksi Untuk Menghasilkan Produk Hilir • Polietilena (PE) – Low Density Polyethylene (LDPE): •Dihasilkan dengan High Pressure Process. •Densitas PE 0.930 gr/cm3 •Titik didih 100oC. T suhu 100-300 OC. •Jenis plastik ringan .

Pembuatan LDPE dengan Tekanan Tinggi .

Pembuatan LDPE .

970 gr/cm3 –Titik didih sebesar 122-131 oC. . kaleng plastik. –Produk ini dipergunakan untuk pembuatan botol plastik.Polietilena (PE) (cont’d) •High Density Polyethylene (HDPE) –Dihasilkan dengan Medium (Phillips process) atau Low Pressure Process (Ziegler Low Pressure Process).940-0. –Densitas sebesar 0. ember dan kontainer.

Proses Ziegler Phillips Suhu Operasi (oC) 80-100 130-160 Tekanan Operasi (kg/cm3) 7-10 15-30 .

Proses Pembuatan HDPE .

Pembuatan HDPE dengan Proses Ziegler .

Pembuatan HDPE dengan Metode Philips .

]n . •Karet Polibutadiena n CH2 = CH2 – CH = CH2  [ .CH2 – CH2 = CH2 – CH2 .Contoh-Contoh Reaksi Untuk Menghasilkan Produk Hilir •Polipropilena (PP) [ C3H6 -]n Monomer Propilen terpolimerisasi menjadi polimer sederhana dan resin plastik propilena dengan katalis stereospesific alumunium alkil (ziegler natta).

Proses Pembuatan Poli Propilena .

Pembuatan Tetramer Polipropilena

Pembuatan Karet Polibutadiena

Contoh-Contoh Reaksi Untuk Menghasilkan Produk Hilir
Polivinil klorida (PVC)
•Rigid PVC (keras dan mudah pecah); digunakan di sektor bangunan dan konstruksi •Flexible PVC (lunak); digunakan pada industri kulit imitasi dan kemasan.

Polivinil klorida (PVC) (cont’d) •Proses pembuatan PVC : –Klorinasi langsung gas etilena membentuk etilen diklorida (EDC) yang tidak stabil –Pirolisis (Thermal Cracking) EDC membentuk Vinil Chloride monomer (VCM) –Polimerisasi VCM menjadi PVC .

Pembuatan VCM .

Contoh-Contoh Reaksi Untuk Menghasilkan Produk Hilir • Polistirena Proses pembuatan : – Reaksi Alkilasi Etilena dengan Benzena membentuk etil benzena – Dehidrogenasi dengan steam terhadap etil benzena sehingga terbentuk monomer stirena – Reaksi polimerisasi atas monomer stirena .

Proses Pembuatan Monomer Stirena .

Polimerisasi Stirena .

• Menghasilkan Benzena.3. seperti benzena. Jalur Aromatik • Senyawa hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan atom C siklis. Toluena dan Xilena(BTX) sebagai hasil utama. dlL • Sangat reaktif sehingga mudah bereaksi dan terpolimerisasi. berupa ikatan atom antara C6 – C8. . xilena. serta sikloheksana (CHX) sebagai produk samping. toluena.

dengan nafta sebagai bahan baku dan katalis platina.Aromatik dengan Bahan Baku Nafta • Hidrokarbon aromatik (BTX) dihasilkan melalui proses catalytic reforming. pada suhu 450-500oC – Reaksi pembentukan benzena : dehidrogenasi hidrokarbon sikloparafin .

Proses Pembentukan BTX .

•Reaksi pembentukan toluena : isomerisasi hidrokarbon dimetil siklopentana disusul dengan dehidrogenasi Reaksi pembentukan orto.p) xilena: reaksi isomerisasi hidrokarbon trimetilsiklopentana. meta dan para (o.m. disusul dengan dehidrogenasi. .

Produk Hilir Jalur Aromatik •Benzena → melaic anhydride. . asam terepthalat. fenol. sikloheksana. deterjen. kloro benzena. akrilonitril. polietilen terepthalat dan asam isopthalat. dimetil terepthalat. m. polistirena. p Xilena → anhidrida dtalat. dll •Toluena → toluen diisosianat dan poliuretan •O.

Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir • Anhidrida Melaik (Melaic Anhydride) Dihasilkan melalui reaksi oksidasi benzena. pada suhu 425oC. dan bantuan katalis V2O5 dan MoO3 .

Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir •Deterjen – Deterjen : zat yang mengandung unsur aktif pembersih permukaan dengan surfaktan sebagai unsur utamanya (dibuat secara sintetik dari fraksi minyak bumi) – Sabun biasa (soap) : dari minyak tumbuh-tumbuhan atau minyak hewan. tidak mengandung surfaktan.Na. . Rumus umum deterjen adalam R-SO3.

Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir Jenis deterjen : • Deterjen jenis keras. memiliki gugus R antara C12 – C17. dekene dan dekanol. ikatan rantai karbon lurus seperti normal dekana. memiliki gugus R anatar C7 – C10 (senyawa olefin) . ikatan karbon yang bercabang atau melingkar. Gugus ini sukar mengalami degradasi • Deterjen Jenis Lunak. . Ikatan atom C ini mudah terpisah dan dihancurkan oleh mikroba.

Pembuatan Deterjen Alkil Benzena .

– Produk tahap 2 direaksikan dengan aseton pada suhu 500oC dengan katalis HCl. dengan bantuan katalis Cu dan Fe – Hasil tahap 1 direaksikan dengan air. . menghasilkan bisphenol A.Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir • Fenol (phenol) – Reaksi benzene dengan HCl dalam udara panas (200oC). dan dipanaskan hingga suhu 500oC dengan bantuan katalis SiO2.

Fenol (phenol) (cont’d) .

. yang selanjutnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan adipic acid (bahan dasar nilon 66).Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir •Sikloheksana Reaksi hidrogenasi katalitik terhadap benzena akan menghasilkan sikloheksana. dan kaprolaktam (bahan dasar nilon 6).

Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir • Toluena di-isosianat (TDI) – Nitrasi toluena dengan bantuan katalis H2SO4 – Hasil reaksi tahap 1 dihidrogenasi dengan bantuan katalis AlCl3 .

Toluena di-isosianat (TDI) (cont’d) – Hasil reaksi tahap 2 direksikan dengan fosgenase pada suhu 200oC dengan penambahan COCl2 dan dichlorobenzene .

lalu dilakukan pemurnian hingga maksimum 99.9% .Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir •Anhidrida Pthalat (PA) O-xilena dioksidasikan dalam fasa cair untuk menghasilkan PA.

Proses Pembuatan Anhidrida Pthalat .

yang dioksidasi dengan sulfur di dalam sistem aqua NH3 .Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir •Asam Isopthalat (IPA) Bahan baku pembentukan asam isopthalat adalah m-xilena.

Pembuatan Serat Poliester .

Contoh Reaksi untuk Mendapatkan Produk Hilir •Polietilen terepthalat (PET) : Reaksi pembentukannya adalah dengan mereaksikan DMT dengan EG pada suhu 150-200oC. sehingga menghasilkan PET (bis (hydroxyethyl) terepthalate) .

2..Pengadaan Produk Hilir Serat-Serat Sintetis dan resin-Resin Sintetis di Indonesia 1. . Pengadaan Produk Resin Sintetis – 1993 : PT Bakrie Brother (BB) berpatungan dengan mitsubishi Kasei Corporation (PT Bakrie Kasei Corporation) : pabrik PTA (purified terpthalic acid) di Merak – Pabrik Bakrie Dia Foil (BDF) : PET Film untuk magnetik film. tape dan pita komputer. Pengadaan Produk Serat Sintetis – Produksi serat sintetis dalam negeri dimulai tahun 1973 dengan pendirian PT Indonesia Toray Synthetics (ITS) yang memproduksi nilon.

PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN PRODUKPRODUK PETROKIMIA • Penggunaan dan Pemanfaatan Menurut Sektor Industri : – Industri pupuk dan pestisida – Industri serat sintetik – Industri bahan plastik – Industri adhesive resin – Industri bahan baku cat/ coating – Industri detergent/ pencuci – Industri elastomer/ karet sintetik – Industri kimia khusus .

dsb.PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN PRODUKPRODUK PETROKIMIA 1. sebagaian bahan aktif pestisida. alkohol. dan adhesive urea formaldehida. thiocarbamate. surfaktan organik. Penggunaan Dalam Industri Pupuk Dan Pestisida • • Produk amoniak/ urea dalam negeri sebagian besar digunakan sebagai pupuk pertanian. pelarut dan aditifnya merupakan produk akhir petrokimia seperti senyawa carbamate. Dalam industri pestisida. . organoklorida.

Penggunaan dalam Industri Bahan Plastik PE (polietilena). melamin formaldehida dan fenol formaldehida. PVC (poli vinil klorida). Penggunaan Dalam Industri Adhesive Resin Urea formaldehida. Penggunaan dalam Industri Serat Sintetik Produk petrokimia yang digunakan untuk serat sintetik adalah TPA (terepthalic acid). 4. PP (polipropilena). .s 3. PTA (purified terepthalic acid). dan PS (polistirena).PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN PRODUKPRODUK PETROKIMIA 2. dan kaprolaktam. DMT (dimethyl terepthalate).

Bagan Industri Tekstil Indonesia .

Penggunaan dalam Industri Elastomer •Karet sintetik yang digunakan untuk industri ban adalah SBR dan karet butil sebesar 20%. alkil benzene sulfonat (ABS). dan selulosa karboksi metil (CMC). . Penggunaan dalam Industri Deterjen Alkil benzena.PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN PRODUKPRODUK PETROKIMIA 6. 7.

Khusus Industri Zat Pewarna (Dyestuff Industry) Phthalic anhydride (pewarna tekstil) dan carbon black . Penggunaan dalam industri Kimia.PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN PRODUKPRODUK PETROKIMIA 8.

yang pada umumnya dibuat dari senyawa ester dan amida. Bahan aditif tersebut antara lain : – Filler (bahan pengisi) – Plastisizer (membuat plastik elastis) : dioctyl pthalate. dibutil fenil fosfat. dll. acetyl tributyl citrate. dilauryl adipate. butoxy ethyl stearate. inhibitor. 2ethyl hexyl succinate. dihexyl sebamate. – Colorant (bahan pewarna) – Miscellaneous :stabilizer.Industri Pemrosesan Plastik • Produk plastik berkualitas tinggi dapat dihasilkan dengan penambahan bahan aditif (ingredient) ke bahan baku. katalis. . hardener. diamyl maleate.

blower. mold.Industri Pemrosesan Plastik • Prinsip dasar pemrosesan plastik : – Pemanasan resin plastik yang sudah diramu dengan bahan pencampur – Plastik cair ditekan dengan mesin untuk membuat bentuk yang diinginkan (mesin roll. dll) – Barang plastik dikeraskan dengan polimerisasi lebih lanjut (cure stage) . extruder. die.

Industri Pemrosesan Plastik • Metode konversi bahan baku plastik menjadi barang jadi : Extrusion Injection Molding Blow Molding Calendering Casting Laminating Compression Molding Jet Molding Post Forming Shell Molding Sheet Forming Slush Molding Transfer Molding Vacuum Molding .

• Proses ekstrusi pencetakan (positive extrusion).. • Proses ekstrusi dengan proses lanjut (semi positive extrusion). dimana feed bahan baku plastik berbentuk bubuk dimasukkan ke extruder untuk dikeringkan – Proses pendinginan – Plastik lunak yang sudah ditambah aditif dimasukkan ke dalam molding Ada tiga jenis proses ekstrusi.Extrusion Process • Tahap proses ekstrusi : – Dry extrusion. yaitu : • Proses ekstrusi sederhana (direct extrusion/ extrusion line). .

Proses Pembuatan Plastik Dengan Ekstrusi Sederhana .

Proses Ekstrusi Lanjut .

Positive Extrusion .

Contoh flow diagram proses ekstrusi Proses pembuatan pipa plastik PVC Extruding Raw material Measuring Blending Cooling Cutting Inspection Marking Packing Product Crushing + recycle .

maka dengan bantuan alat penyedot udara (plunger). dan dimasukkan ke mold untuk dicetak . dilewatkan ke nozzle yang terbuka.Proses Injection Molding • Prinsip kerja: – Bahan baku plastik dalam bentuk bubuk atau butir diumpankan ke dalam hopper. lalu dialirkan ke silinder pemanas – Ketika bahan sudah meleleh.

Proses Injection Molding .

Contoh bagan alir injection molding • Proses pembuatan busa plastik Raw Material Pigment Blending Injection Molding Surface Finishing Foaming Agent Product Packing Inspecting .

Proses ini dikerjakan di luar pintu masuk alat pencetak (mold) • Bahan plastik panas dialirkan ke dalam alat pendingin udara untuk didinginkan (chilling) dan hasilnya dipadatkan.Proses Blow Molding Prinsip kerja : • Bahan plastik lunak berbentuk balon tipis yang sudah mendidih ditiupkan ke alat blowing. .

Proses Blow Molding .

Proses Blow Molding .

Contoh pembuatan botol plastik PVC dengan blow molding Material blending Extrusion Die Blowing Deburring Cooling Removal from mold Finishing Printing Drying Packing Labelling Product .

•Calendering :menghasilkan barang plastik dalam bentuk film atau lembaran (plastic sheet) dengan alat pemanas dan alat penggulung yang dapat berputar. Proses Calendering . sehingga didapatkan lembaran film plastik dengan ketebalan tertentu. •Terbatas untuk bahan termoplastik guna mengubahnya menjadi lembaran/ film plastik. •Bahan plastik dilunakkan dengan pemanas dan dilewatkan antara sederetan roll berputar.

Proses Calendering .

Proses Calendering .

Contoh proses calendering Pembuatan lembaran plastik PVC Material Carry in Measuring Blending Mixing Roll X Cooling Roll Y Calender Roll Warming Roll Winder Inspection Cutter Stacker Packing Product .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->