Anda di halaman 1dari 2

1.

Teori dasar percepatan gravitasi bumi

e.

Gaya gravitasi dinyatakan dalam hukum Newton yang menyatakan bahwa, gaya diantara dua partikel dari massa m1 dan m2 adalah sebanding dengan produk massanya dan berbanding dengan kuadrat dari jarak diantaranya

Koreksi Pasang Surut : Koreksi ini dilakukan karena perbedaan setiap hari nilai ketinggian pasang dan surut yang dipengaruhi oleh kedudukan bulan terhadap bumi. f. Koreksi Medan : Koreksi ini dilakukan untuk mengkompensasi ketidak rataan bentuk topografi pada sekitar daerah amat, yang mempengaruhi nilai gravity meter secara vertikal.

Dimana nilai adalah 6.672x 10-11 Nm2/kg2. Percepatan dari m2 terhadap m1 dapat diperoleh dengan mengolah persamaan tersebut, sehingga diperoleh 4. Analisa kualitatif dan kuantitatif dalam interpretasi data gravitasi Percepatan gravitasi diasumsikan sebanding dengan gaya gravitasi per unit massa terhadap m1 . jika m1 merupakan massa dari bumi M. Dan r merupakan jari jari bumi sebesar R. Pengukuran percepatan gravitasi pertama dilakukan oleh Galileo, dan ia mendapatkan nilai percepatan gravitasi di pisa sebesar 980 cm/s2. Untuk menghormati jasanya, maka satuan dari percepatan gravitasi , 1 cm/s2 disebut Gal atau Gelileo. 2. Anomali gravitasi bumi a. Interpretasi Kualitatif Data gravitasi berupa anomali Bouguer sangat dibutuhkan ketika kita menginterpretasi secara kualitatif karena data gravitasi yang diamati adalah berupa anomali bouger. Anomali bouguer itu sendiri terdiri dari anomali regional dan residual. Lewat interpretasi ini, kita dapat melihat penyebaran anomali atau nilai anomali yang dihasilkan. Selain itu, kita dapat menafsirkan pengaruh anomali terhadap bentuk benda walau tidak sampai mengetahui secara pasti ukuran dan besarnya. Contohnya: Konut tertutup, maka dapat ditafsirkan sebagai lipatan (sinklin atau antiklin). b. Interpretasi Kuantitatif Untuk memahami hasil interpretasi kualitatif lebih mendalam perlu dilakukan interpretasi secara kuantitatif dengan membuat penampang gravitasi pada peta kontur anomali. Asumsi yang digunakan dalam interpretasi ini adalah distribusi rapat massa. Interpretasi kuantitatif pada penelitian ini adalah analisis model bawah permukaan dari suatu penampang anomali Bouguer dengan menggunakan metoda poligon yang diciptakan oleh Talwani. Metode yang digunakan dalam pemodelan gaya berat dapat dibedakan menjadi dua cara, yakni pemodelan ke depan (forward modelling) dan inversi (inverse modelling). Prinsip yang digunakan dikedua jenis pemodelan itu adalah meminimumkan selisih anomali perhitungan dengan anomali pengamatan, melalui metode kuadrat terkecil, teknik matematika tertentu, baik linear maupun non linear dan menerapkan batasan untuk mengurangi ambiguitas. 1. Teori pergerakan lempeng Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif yang menimbulkan panas. Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling berhubungan di muka bumi. Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu. a. Divergen

Anomali gravitasi di tpografi atau posisi (, ,h) adalah perbedaan antara gravitasi yang diamati atau medan gravitasi observasi di topografi dengan gravitasi normal yang mengacu pada perhitungan rumus gravitasi secara teori atau medan gravitasi teoritis. Perbedaan tersebut dapat berakibat pada penyimpangan pengamatan gravitasi oleh orang awam. Umumnya, jika suatu benda bebas bergerak dipelas di daerah bidang miring, benda tersebut akan menuju daerah yang lebih rendah, namun tidak selamanya terjadi seperti itu. Namun yang pasti, benda tersebut akan menuju ke bagian dengan gaya tarik yang lebih kuat. Nilai medan ini dipengaruhi oleh letak lintang, jetinggian, dan massa topografi di sekitarnya. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut: (, ,h) = gobs(, ,h) g
teoritis

(, ,h)

3.

Koreksi koreksi dalam pengukuran gravitasi

a.

Koreksi Drift : Koreksi ini dilakukan karena unsur alat, dimana alat gravity meter memiliki pegas halus yang di dalam kajian ilmu pegas halus tersebut pengalamai apungan / Drift saat dilakukan pengukuran. Fenomena ini diperoleh dari pengukuran berulang satu titik amat pada waktu yang berbeda maka akan diperoleh nilai yang berbeda. b. Koreksi Udara Bebas/ Free Air Correction : Koreksi ini dilakukan karena adanya anggapan bahwa tarikan bumi secara keseluruhan berasal dari satu pusat massa. Oleh karena itu jika elevasi pada gravitymeter berubah, maka jarak pada pusat bumi akan berubah.

c.

Koreksi Lintang : Koreksi ini dilakukan dengan prinsip bahwa Bumi memiliki bentuk yang elipsoid pada kedua kutubnya dan menganggap bahwa material penyusun bumi adalah bahan yang homogen.

d.

Koreksi Bouger : Koreksi ini dilakukan untuk mengukur nilai tarikan massa batuan antara level stasiun dengan bidang datum, untuk menyederhanakan masalah batuan yang berada pada level stasiun dan bidang datum dianggap berbentuk slab dengan densitas homogen. Dengan persamaan:

g Bouger = g observasi g() + 0.094h (0.01277h T)

DivergenTerjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling menjauh (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen. Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah

salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. b. Konvergen KonvergenTerjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling bertabrakan satu sama lain (one slip beneath another). Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tabrakan (subduction zones). Di zona tabrakan inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. c. Transform Transform terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling bersinggungan (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling menjauh maupun saling bertabrakan. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). san andreas fault Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.

Anda mungkin juga menyukai