Anda di halaman 1dari 36

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MUKOSA ORAL

Yani Corvianindya Rahayu

PENDAHULUAN
Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung berkesinambungan tumbuh kembang Pertumbuhan : hasil proses biologis berubah mjd lebih besar. Perkembangan : sel tunggal s/d unit multifungsional yang diakhiri dengan kematian. Perkembangan jaringan lunak rongga mulut dimulai pada minggu ke-4 sampai ke-9 IU

Oral cavity bagian dari tractus intestinal Berisi gigi & lidah Dilapisi membran mukosa

BATAS-BATAS : - Post isthmus orofaringeal - Sup soft & hard palate - Inf dasar mulut - Lat pipi - Ant bibir

FUNGSI MUKOSA ORAL


Membasahi permukaan RM Membantu proses pengunyahan & penelanan Fungsi digestif (kelj.saliva) -amilase yg menghidrolisa makanan jd maltosa Informasi rasa (taste bud) Respon thd suhu, sakit, raba ( reseptor) Melindungi jar yg lebih dalam

MUKOSA ORAL ~ KULIT


-

Epitel squamous berlapis (stratum lucidum - ) Epitel permukaan berasal dari ektodermal Lamina propia berasal dari mesodermal : - papillary layer rete ridge - reticulary layer Dipisahkan dari tulang & otot oleh submukosa Sel langerhans fagositosis antigen (stratum spinosum) Sel merkel reseptor raba & tekan (sepjg rete ridge)

Oral Mucosa

Oral mucosa tersusun atas : stratified squamous epithelium lamina propria fibroblasts and connective tissue, small blood vessels (capillaries), inflammatory cells (macrophages) and extracellular matrix (ECM).

Epitel mukosa bergerak (not keratinized) pipi, bibir dalam, permukaan ventral lidah, dasar mulut & palatum lunak Epitel mukosa tak bergerak (keratinized) dorsal lidah, palatum keras & gingiva Semua jar lunak RM susceptible thd mucositis ok radiasi tu sebagian besar yg movable mucosa Oral epithelium sama spt kulit scr konstan mengalami peremajaan sel2 basal layer berproliferasi memproduksi daughter cells kmd bermigrasi ke permukaan

PEMBAGIAN MUKOSA ORAL


1. Masticatory mucosa 2. Lining mucosa 3. Specialized mucosa

I. Mastikatori mukosa
1. Gingiva
- mengelilingi gigi - menerima tekanan dlm proses pengunyahan - dibatasi mucogingival junction memisahkan gingiva dgn mukosa alveolar - berwarna coral pink, disertai keabu-abuan (~ ketebalan stratum corneum )

2. Palatum keras (palatum durum)


melekat erat dgn periost & tdk dpt bergerak Warna pink, spt gingiva Bagian-bagian palatum keras : Daerah gingiva berbatasan dengan gigi Raphe palatina garis tengah palatum dari papila insisiv sampai post. Daerah anterolateral antara raphe palatina dan gingiva (berisi jaringan lemak) Daerah posterolateral antara raphe palatina dan gingiva

ll. Lining mukosa


1. Bibir dan pipi (mukosa bukal) - Epitel stratified dan skuamous tidak berkeratin.
- Kerutan kecil selama kontraksi otot melindungi dari tekanan pengunyahan. - Glandula campuran pada bibir (pd submukosa) - antara berkas otot buccinator pd pipi - daerah tengah horisontal pada pipi - sudut mulut glandula sebaseus yang terpisah (Fordyce spots).

2. Vestibulum dan mukosa alveolar


- bersatunya mukosa bibir & pipi --menutupi rahang - mukosa pipi melekat pd otot buccinator mukosa bibir pd otot orbicularis oris - mukosa tdk melekat dgn struktur di bawahnya memungkinkan pergerakan bibir dan pipi - Gingiva dan mukosa alveolar dipisahkan oleh mucogingival junction

3. Mukosa dasar mulut


- Membran mukosa dasar mulut tipis dan tidak melekat dengan struktur di bawahnya bergerak bebas - Mukosa sublingual bergabung dengan gingiva lingual (mukogingival) - Batas dalam sulkus sublingual berbentuk tapal kuda mukosa sublingual bergabung dengan permukaan paling bawah lidah sebagai mukosa ventral lidah.

4. Palatum lunak (palatum molle)

Vaskularisasi >> dan berwarna kemerah-merahan(palatum keras pucat) Papila sedikit dan pendek Pertemuan antara palatum lunak & palatum keras hampir tak terlihat Submukosa palatum lunak berisi banyak glandula saliva minor

III. Specialized mucosa


Mukosa Lidah Mukosa pengunyahan dg struktur khusus Papila lidah pd 2/3 permkn dorsal anterior 1. Papila filiformis - paling banyak & tersebar - Bentuk kerucut & runcing

2. Papila Fungiformis - seperti jamur, jumlah 150 400, tersebar di ujung & tepi lateral lidah - lamina propia papila primer - papila sekunder tdp taste bud di permkn. 3. Papila Sirkumvalata - Jumlah 7 12, sepanjang sulkus terminalis - Terbenam & dikelilingi parit, tdp taste bud - Dasar parit tdp kelj. Von Ebner (serus) untuk membersihkan debris

4. Papila Foliata - berupa lembaran menonjol, daerah dorsolateral - tdp taste bud di dinding papila
TASTE BUD (kuncup pengecap) - Mempunyai taste pore - Tdd 2 tipe sel : 1. sel pengecap (terlihat terang) 2. sel penyangga (gelap) - Sensasi rasa : manis (ujung), asam (lateral),asin (tersebar/ujung), pahit (belakang)

PERKEMBANGAN GINGIVA
1. akhir pembentukan matriks enamel ameloblast produksi kutikula enamel primer. 2. kutikula terbentuk dilingkupi sel epitel epitel gigi tereduksi menutupi permukaan enamel meluas sampai ke CEJ 3. ERUPSI ujung gigi mendekati mukosa oral epitel gigi tereduksi melebur bersama epitelium rongga mulut

PERKEMBANGAN GINGIVA 4. ujung mahkota gigi degenerasi mahkota gigi naik & masuk kedalam rongga mulut. 5. Epitel gigi tereduksi menjadi epitel attachment. 6. Cekungan dangkal antara gingiva - permkn gigi sulkus gingiva 7. Dasar sulkus epitel attachment yg terpisah dari permukaan gigi. 8. Puncak sulkus free gingiva (gingival margin)

Epitel gigi tereduksi menyatu dengan epitelium rongga mulut

Gigi naik melewati epitel yang menyatu

Epitel attachment dan sulkus gingiva pada tahap awal erupsi gigi

PERKEMBANGAN PIPI & BIBIR


1. Bersatunya prominensia yang membentuk wajah selama bulan ke-2 embrio. 2. Bibir atas melalui prosesus medial nasal dan dua maksilaris. 3. Bibir bawah melalui kedua proc. mandibularis prominensia mandibularis arkus pharyngeus tumbuh ke medial dibawah stomodeum dan menyatu di garis tengah 4. Pipi dibentuk melalui ke2 proc. maksilaris (pipi atas) dan ke2 proc.mandibular (pipi bawah) 5. Prominensia maksilaris meluas ke medial membentuk pipi dan menutupi premaksila menyatu pada garis tengah

Tampak depan minggu ke-4 embrio.

Tampak depan minggu ke-5 embrio

PERKEMBANGAN PALATUM
Palatum primer
Dibentuk minggu ke-4 dan 5 IU 1. perluasan ke posterior dari proses medial nasal 2. Palatum primer membentuk bag. anterior alveolar maksilar membawa keempat insisiv dan bag. anterior palatum keras 3. Ketika mandibula tumbuh dan lidah berada pada posisi bawah lereng berubah posisi dari vertikal menjadi horisontal dan menyatu

Palatum sekunder
Dibentuk antara minggu ke-7 dan ke-8 IU 1. berasal dari proses maksilaris mbtk palatum keras, palatum lunak &uvula 2. berubah posisi dari vertikal menjadi horisontal memisahkan rongga mulut dan hidung 3. Bagian anterior menyatu satu sama lain dan juga dengan bagian bawah septum nasal daerah tmp palatum keras berkembang 4. Bagian posterior yang membentuk palatum lunak dan uvula tidak berhubungan dengan septum nasal

posisi vertikal di kedua sisi lidah ; B. Tampak ventral lereng palatum setelah berpindah lebih ke bawah rahang dan lidah

A. Potongan depan minggu ke-6 embrio. Lereng palatum pada

Gbr 7. A. Potongan depan minggu ke-7 embrio ; B. Tampak ventral lereng palatum setelah berpindah lebih ke bawah rahang dan lidah Gbr 8. A. Potongan depan minggu ke-10 embrio. Kedua lereng palatum menyatu dan tidak berhubungan dengan septum nasal ; B. Tampak ventral setelah lereng palatum menyatu

PERKEMBANGAN VESTIBULUM & MUKOSA ALVEOLAR


1. Palatum dipisahkan dari bibir oleh sulkus yang dangkal muncul dua epitel lamina : 2. Prosesus alveolar dibentuk dari mesodermal antara kedua lamina 3. mukosa alveolar maksila gabungan daerah molar yang terlihat membesar dengan prosesus alveolar ( pseudo-alveolar ridge ) akan hilang ketika prosesus alveolar meluas ke posterior.
vestibular terletak lebih keluar dental lamina lebih di dalam

4. mukosa alveolar mandibula Tidak ada pseudo-alveolar ridge dan pembesaran proses alveolar dalam rongga mulut 5. Sulkus labial membuka dan terbentuk vestibulum yang meluas ke posterior kedalam daerah pipi

PERKEMBANGAN LIDAH Lidah dibentuk minggu ke-4 sampai ke-9 IU Tumbuh ke dasar mulut membawa saraf dan suplai darah dari daerah posterior dan berkembang ke anterior. 2/3 anterior berasal dari lengkung pharyngeal I 1/3 posterior dari lengkung pharyngeal II & III Pertemuan 2/3 anterior dan 1/3 posterior lidah orang dewasa ditandai oleh bentukan/garis V sulkus terminal dgn ujung for. caecum. Otot-otot lidah berasal dari proses embrionik yang berbeda disebut occipital myotomes

Bagian ventral lengkung pharyngeal dilihat dari atas. A. Minggu ke-5 ; B. Bulan ke-5

Terima Kasih
Selamat Belajar