Anda di halaman 1dari 15

BAB I LATAR BELAKANG Infiltrasi merupakan masuknya air kedalam tanah melalui sebagian atau seluruh permukaan tanah.

Infiltrasi berhubungan dengan kandungan air dalam tanah yang tersedia untuk tanaman.Laju infiltrasi perlu diketahui untuk memperhitungkan maksimum infiltrasi pada tanah yang disebut juga dengan kapsitas infiltrasi (daya serap). Kapasitas intiltrasi dapat diketahui besarnya dengan menggunakan persamaan infiltrasinya dan nantinya digunakan untuk menghitung besarnya ketersediaan air tanah, debit aliran pada musim kemarau, kemungkinan banjir sel1a erosi. Persamaan infiltrasi berbeda untuk setiap kondisi dan jenis tanah. oleh sebab itu perlu dilakukan sejumlah penelitian untuk memperoleh persamaannya yang dapat berlaku seeara pada berbagai kondisi dan jenis tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konstanta persamaan infiltrasi Kostiakov dan Philip dengan menggunakan metode pengepasan untuk selanjutnya dievaluasi terhadap kadar air tanah dan porositas tanah. Yang nantinya dapat digunakan untuk menyusun persamaan infiltrasi yang dapat berlaku secara umum pada berbagai kondisi dan jenis tanah. Pendugaan kapasitas infiltrasi dilakukan dengan menggunakan persamaan intiltrasi Kostiakov dan Philip. Pada penentuan persamaan infiltrasi Kostiakoy. pengukuran infiltrasi yang menghasilkan infiltrasi akumulatif akan digunakan untuk menghitung konstanta-konstantanya dengan cara regresi linier. Pada persamaan infiltrasi Philip konstanta dihasilkan dari kombinasi pemilihan titiktitik yang paling mendekati persamaan Kostiakoy. Persamaan infiltrasi yang dihasilkan dari kombinasi tersebut, kemudian diplotkan pada kertas grafik untuk selanjutnya dipilih berdasarkan kurva yang paling mendekati persamaan infiltrasi Kostiakov. Sebelum tanah diukur laju infiltrasinya, tanah disiram terlebih dahulu dengan air dan dibiarkan semalam agar diperoleh tanah dalam kondisi kapasitas lapang. Permukaan tanah selanjutnya ditutup dengan plastik agar tidak terjadi evaporasi. Tanah di sekitar tempat pengukuran infiltrasi digali untuk mengalirkan

air bila ada hujan. Rainfall Simulator berukuran 625 cm2 ditempatkan ditengahtengah, di antara 4 pohon kopi. Khusus untuk lahan hutan rainfall Simulator ditempatkan secara acak diantara pepohonan dan diusahakan tidak mengenai akar tunggang/ akar besar. Untuk mengetahui pengaruh seresah terhadap infiltrasi air, maka pengukuran infiltrasi dilakukan pada 2 kondisi yaitu pada kondisi tanah dengan seresah dan tanpa seresah. Pendekatan perhitungan laju infiltrasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Infiltrasi Infiltrasi merupakan proses penyerapan air oleh tanaman yang berlangsung pada tanah yang dipengaruhi oleh tingkat kelembapan suatu tanah dan juga kadar air tanah dan kandungan bahan organik tanah. Infiltrasi sering didefenisikan artinya hampir sama dengan irigasi dan juga transportasi air pada tanah. Infiltrasi dari segi hidrologi penting, karena hal ini menandai peralihan dari air permukaan yang bergerak cepat ke air tanah yang bergerak lambat dan air tanah. Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisiknya dan derajat kemampatannya, kandungan air dan permebilitas lapisan bawah permukaan, nisbi air, dan iklim mikro tanah. Air yang berinfiltrasi pada sutu tanah hutan karena pengaruh gravitasi dan daya tarik kapiler atau disebabkan juga oleh tekanan dari pukulan air hujan pada permukaan tanah. 2.2 Relevansi Dengan mempelajari proses terjadinya dan faktor yang berpengaruh dalam proses infiltrasi terutama pada infiltrasi di bawah tegakan hutan, mahasiswa memahami berbagai fungsi penting dari hutan sebagai salah satu media untuk meningkatkan proses masuknya air ke dalam tanah sehingga peran hutan dalam mengendalikan aliran permukaan nampak lebih jelas. Dengan memahami proses dan cara pengukurannya, mahasiswa dapat melakukan analisis dan mendesain pembangunan/pengelolaan suatu kawasan hutan dengan memperhatikan peran proses infiltrasi di dalamnya. 2.3 Irigasi Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertaniannya. Dalam dunia modern saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mangalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian irigasi juga

biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu-persatu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno. Secara umum menjelaskan perkembangan mulai dari adanya usaha pembuatan irigasi sangat sederhana, perkembangan irigasi di Mesir, Babilonia, India,dll kemudian bagaimana perkembangan irigasi di Indonesia sampai saat sekarang.Di Bali, irigasi sudah ada sebelum tahun 1343 M, hal ini terbukti dengan adanya sedahan (petugas yang melakukan koordinasi atas subak-subak dan mengurus pemungutan pajak atas tanah wilayahnya). Sedangkan pengertian subak adalah Suatu masyarakat hukum adat di Bali yang bersifat sosio agraris relegius yang secara historis tumbuh dan berkembang sebagai suatu organisasi di bidang tata guna air di tingkat usaha tani. 2.4 Infiltrasi menggunakan persamaan philip Persamaan infiltrasi philip fp = c + Dt 0,5 Dimana : Fp : kapasitas infiltrasi (mm/menit). C,D : konstanta yang dipengaruhi oleh faktor lahan dan kadar air tanah awal. t : waktu (menit) keduanya di integralkan guna memperoleh infiltrasi komulatif. Infiltrasi komulatif dapat dicari untuk periode tertentu, mulai dari t=0 sampai dengan t=t. Perhitungan 1. Penambahan Air (h) h= Dik : Diameter penampang = 50 cm Luas penampang = r2 = (25)2 = 1963,4954 cm2 contoh perhitungan diambil dari data ke-1

h= = = 0, 178254 cm2 = 1,78254 mm2 2. Akumulatif Penambahan Air (Fp) Fpn = Fpsebelumnya + hn contoh perhitungan diambil dari data ke-3 Fppada data ke-3 = Fppada data ke-2 + hpada data ke-3 = 3,565071 + 5,09296 = 8,658029 mm 3. Menghitung Cp Dik : t1 = 5 menit t2 = 240 menit Cp = = = = -0,1525 4. Menghitung Nilai C
Persamaan (1) : Fp1.t2 C.t1.t2 = 2 Cp t10,5t2

Fp1 = 1,7825 mm Fp2 = 113,5725 mm

Fp1.t2 C.t1.t2 = 2 Cp t10,5t2 (1,7825.240) C.5.240 = 2. -0,1525.50,5.240 427,8 1200C = -163,680 -1200C = -163,680 - 427,8 -1200C = -591,4802 C = 0,4929
Persamaan (2) : Fp2.t1 C.t2.t1 = 2 Cp t20,5t1

Fp2.t1 C.t2.t1 = 2 Cp t20,5t1 (113,5725.5) C.240.5 = 2. -0,1525.2400,5.5 567,8625 1200.C = -23,6252

-1200C = -23,6252 - 567,8625 -1200C = -591,4877 C = 0,4929 5. Menentukan Persamaan Laju Infiltrasi Persamaan laju infiltrasi ditentukan dengan menggunakan persamaan Phillip dengan rumus : fp = Cp.t-0,5+C F = -0,1525 t-0,5 + 0,4929 Dari perhitungan sebelumnya didapat nilai Cp = -0,1525 dan C = 0,4929, sehingga didapat persamaan laju infiltrasi : F = -0,1525 t-0,5 + 0,4929

BAB III METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat

Kalkulator Alat tulis Buku

3.1.2 Bahan

Buku panduan Data pengukuran laju infiltrasi Software : excel

3.2 Metode Pelaksanaan


1. Membaca modul pada bagian pertemuan 07 secara seksama.

2. Memperhatikan penjelasan asisten mengenai pengerjaan dan pengertian. 3. Mencatat data pengukuran laju infiltrasi yang diberikan asisten. 4. Menghitung laju penampang. 5. Menghitung t1, t2, fp1, fp2 dengan menggunakan persamaan philip.

BAB IV HASIL PRAKTIKUM

4.1 Hasil No. t (menit) 1 0 2 5 3 10 4 20 5 30 6 40 7 50 8 100 9 120 10 240 t (jam) 0.0000 0.0833 0.1667 0.3333 0.5000 0.6667 0.8333 1.6667 V air (cm3) 0 350 350 1000 1100 1500 3500 2500 4000 8000 h (mm) 0 1.7825 1.7825 5.0930 5.6023 7.6394 17.8254 12.7324 20.3718 40.7437 Fp (mm) 0 1.7825 3.5651 8.6580 14.2603 21.8997 39.7251 52.4575 72.8293 113.5730

f (mm) 0.4929 0.4489 0.4307 0.4049 0.3851 0.3684 0.3537 0.2960

2.0000 4.0000

0.2772 0.1879

4.2 Perhitungan - mencari Luas ( - mencari penambahan air ( h1 h2 h3 ) )

- mencari akumulatif penambahan air Fp Fp2 Fp3 Fp4 - mencari cp dan c

Sehingga persamaan f-nya - mencari f t = 5 menit = 0,0833 jam t = 10 menit = 0,1667 jam t = 20 menit = 0,3333 jam = 0,4307 mm mm

BAB V PEMBAHASAN

Untuk

mengumpulkan

data

infiltrasi

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan persamaan phillip. Cara persamaan phillip digunakan karena mengandung peubah atau konstanta yang dipengaruhi kondisi lokal, dan penggunaan persamaan phillip mudah dicari di lapang. Sebelum menghitung data data yang ada pada tabel, maka dilakukan terlebih dahulu menghitung luas penampang yang di gunakan dengan rumus : vol (cm 3 ) , sehingga luas didapat 1963,4954 cm2. Luas Perlu diketahui bahwa penurunan besarnya kapasitas infiltrasi ini dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kelembaban tanah kompaksi penumpukan bahan liat, dan faktor lainnya. Dan angka pada tabel yang digunakan adalah untuk angka pada volume air di gunakan pada tabel laju infiltrasi di petak sawah jatinangor pada tanggal 23 september 2009, volume air pada tabel inilah yang di gunakan untuk menghitung akumulatif penambahan air pada tabel.

Untuk perhitungannya data pertama dibagi dengan luas yang didapat yaitu 1963,4954. Kemudian setelah didapat hasil pada penambahan air (mm), maka data awal pada akumulatif penambahan air, Fp (mm) ditambahkan dengan hasil penambahan air. Maka didapatlah hasil pada kolom akumulatif penambahan air. Sedangkan data pada t1 yaitu waktu atau (t) pada nilai pertama yang didapat adalah 5, dan data untuk t2 adalah data pada baris 9 pada tabel yang didapat adalah 240. Kemudian untuk hasil Fp1 yaitu data atau hasil awal pada baris akumulatif penambahan air, hasil tersebut yang mempunyai nilai di awal dan di akhir baris pada tabel. Perhitungan tersebut dilakukan untuk melengkapi data pada tabel dan juga mengetahui infiltrasi dengan menggunakan persamaan phillip, perhitungan dilakukan untuk mengetahui laju infiltrasi persamaan phillip dan mengetahui kurva pada laju infiltrasi ini. Sebagaimana diketahui tanah memiliki laju infiltrasi dan kapasitas infiltrasi. Artinya, infiltrasi bisa diukur besarannya dan nilai nilainya bisa digunakan dalam banyak bidang yang dipengaruhi oleh salah satu bagian kecil dari siklus hidrologi ini.

BAB VI KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat dari praktikum kali ini adalah :

1. Double ring inflometer salah satu cara yang paling sering dilakukan dalam pengukuran infiltrasi dilapangan,hal ini disebabkan pembuatan dan cara kerjanya yang simple. 2. Infiltrasi merupakan penyerapan air oleh tanah yang berlangsung pada waktu tertentu.. 3. Pengukuran infiltrasi bertujuan untuk mengetahui laju penyerapan air. 4. Kebutuhan air oleh tanah dapat kita ketahui setelah mengadakan pengukuran infiltrasi. 5. Infiltrasi merupakan masuknya air kedalam tanah melalui sebagian atau seluruh permukaan tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Handoko. 1991. Pendugaan hasil menggunakan indeks iklim. Di dalam Kapita Selekta dalam Agroklimatologi. Jakarta: Dirjen-Dikti Depdikbud. Chang, Jen-Hu. 1974. Climate and Agriculture; an ecological survey. Chicago: Aldine. http://mayong.staff.ugm.ac.id/site/?page_id=112 ( diakses pada 3 November 2011 pukul 12.26 WIB )

Diakses pada sabtu, tgl http://library.usu.ac.id/index.php?

17 november 2011, pukul 17.25 WIB.

option=com_journal_review&id=11155&task=view Diakses pada sabtu, tgl saluran-drainase-bag-iii/

17 november 2011, pukul 18.30 WIB.

http://mtnugraha.wordpress.com/2009/07/05/distribusi-frekuensi-perencanaanDiakses pada minggu, tgl 18 november 2011, pukul 14.15 WIB.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrologi