Anda di halaman 1dari 7

Aneka Manfaat dan Kandungan Labu Kuning

Selain enak dibuat aneka makanan, labu kuning juga sarat gizi. Buah ini banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih atau manis. Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes, labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A. Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,'' kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satusatunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini. Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ''Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,'' katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia. Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuningSungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik. Sebagai minuman, Anda bisa membuat jus atau sari buah labu kuning. Cara membuatnya? Sungguh tidak sulit. Anda tinggal memarut lebih kurang 100 gram buah labu kuning segar, diperas, lalu diambil airnya. Kemudian, tambahkan satu gelas air. ''Untuk penyedap, tinggal tambahkan citroenzuur atau ditambah air soda, karena aromanya sudah tajam dan warnanya sudah menarik,'' terang Murdijati yang juga mengetuai Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selain itu, Anda bisa mengolah labu kuning menjadi beragam makanan lain misalnya: es krim, saus sambal, sup, dan aneka macam kue. ''Sup krim labu kuning sangat lezat dan disukai banyk orang lho,'' ucap Murdijati. PKMT sendiri saat ini tengah mengembangkan dodol labu kuning yang diolah dengan teknologi baru. ''Karena beta carotene (salah satu zat penting yang terkandung dalam labu kuning) rentan terhadap pemanasan, dodol ini dibuat

dengan pemanasan yang tidak lama. '' Tak cuma dodol, PKMT juga membuat manisan kering dari labu kuning. Karena kandungan gizinya yang sangat baik, Murdijati mengusulkan labu kuning menjadi salah satu menu sarapan pagi. Tak perlu takut repot di pagi buta, karena memasak labu kuning cukup mudah yaitu hanya dikupas, diiris, lalu dikukus. Kemudian, labu kuning kukus ini bisa dimakan dengan apa saja. Jadi, bisa sebagai pengganti nasi. ''Orang Jepang dan Korea seperti itu. Mereka mengonsumsinya dengan daging cincang, ada yang pakai saus macam-macam rasa, dan bisa juga dengan telur yang dibuat omelet,'' ungkapnya. Menurut dia, mengganti nasi dengan labu kuning untuk sarapan pagi, berarti bisa mengurangi pemakaian beras sekitar 30 persen. Tak perlu risau bakal kekurangan pasokan labu kuning. Sebab, tanaman labu kuning bisa tumbuh di mana saja. ''Di daerah tandus seperti daerah Gunung Kidul maupun di daerah dataran rendah, tanaman labu kuning bisa tumbuh dengan baik.'' Sumber : Keluarga Sehat Ps : Rheza paling suka makan labu kuning mungkin krn rasanya yg manis dan juga warnanya yg mencolok, seperti wortel.

Manfaat dan Kandungan Gizi Labu Kuning (Waluh) Waluh atau Buah Labu Perenggi adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. yang mana penanamannya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, hasilnyapun cukup memberikan nilai ekonomis untuk Masyarakat. Tanaman ini dapat ditanam di lahan pertanian, halaman rumah atau tanah pekarangan yang kosong dapat kita manfaatkan. Intinya tanaman ini dapat ditanam di daerah Tropis maupun Subtropis. Perawatan tanaman waluh atau labu ini tidak ruwet/susah, waluh yang tumbuh tidak perlu di beri pupuk khusus, kalau ingin diberi pupukpun tidak perlu yang mahal dan susah, dengan memakai pupuk kandang dari kotoran hewanpun dapat di berikan asalkan pupuk tersebut sudah didinginkan terlebih dahulu dengan campuran tanah selama satu minggu, baru bisa di berikan untuk pupuk waluh. Tanaman ini dapat menyesuaikan sendiri dengan keadaan alam yang berubah-ubah, saat hujan ataupun di musim panas/kemarau tanaman ini tetap bisa hidup dengan baik. Pada dataran hawa tinggi/dingin maupun dataran rendah berhawa panas cocok ditanami tanaman waluh/labu ini. Tanaman waluh cenderung menyukai lahan/tanah yang asam dengan ph 5-6,5. Dan Waluh merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama asal disimpan di tempat yang bersih dan kering. Didaerah Sumatra waluh lebih dikenal dengan nama Labu Perenggi, sedangkan diPulau jawa dikenal dengan nama Waluh, di Eropa dan Inggris sendiri dikenal dengan Pumpkin. Di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Waluh/Labu kuning juga sarat gizi, memiliki kandungan serat, vitamin, dan karbohidrat yang tinggi. Selain itu,didalam waluh juga terkandung 34 kalori, lemak 0.8, 45mg kalsium, dan

mineral 0.8 sehingga labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua, karena kandungan gizi yang terdapat didalamnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Pada anak-anak dapat digunakan untuk menambah nafsu makan dan sebagai obat cacingan. Menurut para ahli penelitian labu kuning dapat mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis),arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Pada buah labu kuning terdapat kandungan kimia seperti saponin, flavanoid dan tanin. Kandungan kimia pada waluh inilah yang akan berfungsi untuk mengurangi kadar gula dalam darah, menjadi sumber anti-bakteri dan anti- virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi terjadinya penggumpalan darah. Selain itu juga dapat meningkatkan aktifitas vitamin C sebagai antioksidan mencegah oksidasi LDL kolesterol yang dapat mengakibatkan kerusakan dinidng pembuluh arteri ( proses awal terjadinya atherosklerosis) dan menghambat penggumpalan keping-keping darah sehingga baik untuk orang yang sudah mulai penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau orang pasca serangan/stroke, serta dapat digunakan sebagai pengikat protein dan pelindung protein dari degradasi mikroba rumen. Oleh karena itu, waluh sangat bagus untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi dengan harganya yang terjangkau dan mudah didapat sehingga memudahkan masyarakat untuk mengkonsumsinya.

Kandungan Gizi Labu Kuning

Dengan berat 3-5 kg, labu kuning bisa berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang, tergantung varietasnya. Buah muda berwarna hijau, sedangkan yang lebih tua berwarna kuning pucat. Warna kuning atau oranye daging buahnya pertanda kandungan karotenoidnya sangat tinggi. Karotenoid dalam buah labu sebagian besar berbentuk beta karoten. Apa saja zat gizi dalam labu: Vitamin A dan beta karoten. Beta karoten adalah pigmen warna kuning-oranye yang jika dicerna di dalam tubuh kita, akan berubah menjadi vitamin A. fungsi vitamin A dan beta karoten antara lain berguna bagai kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh serta reproduksi.

Selain itu, zat gizi ini mempunyai manfaat sebagai antiokasidan sehingga dapat mengutangi risiko terjadinya kanker dan penyakit jantung. Vitamin C. Salah satu jenis vitamin yang larut dalam air ini, sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Vitamin C juga berperan pada fungsi kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan. Zat besi. Zat gizi ini terutam diperlukan dalam pembentukan darah, khususnya hemoglobin (Hb). Makanan yang mengandung zat besi perlu, karena belak zat besi dari ibu saat bayi dilahirkan akan berangsur-angsur habis. Kalium. Fungsi utama kalium adalah menunjang kelancaran metabolisme tubuh. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan air dfan elektrolit (asam-basa) di dalam sel tubuh. Kelebihan lain dari labu kuning adalah kandungan seratnya yang tinggi, bermanfaat mengurangi resiko sembelit. Di samping itu, kandungan lemak labu kuning juga rendah sehingga Anda taka perlu takut balita mengalami kegemukan asal dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Labu siam atau Sechium edule Sw adalah tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah. Budidayanya biasanya dirambatkan pada para-para. Jadi buahnya menggantungdan gampang dipanen. Labu siam konon berasal dari Jamaika. Di beberapa negara, antara lain Meksiko, tanaman ini tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat. Di Indonesia labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Sedangkan spellingnya dalam bahasa Inggris adalah chayote. Kita bisa memanfaatkan sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Daunnya yang masih muda juga enak kok dijadikan lalapan ataupun sayur gulai. Kaya Manfaat Jangan mengabaikan manfaat labu siam ini karena sayuran yang murah harganya ini bagus sekali untuk kesehatan jantung, baik untuk pencernaan, dan penangkal kanker. Wanita yang akan hamil dan yang hamil disarankan mengkonsumsi buah ini banyakbanyak karena kandungan folatnya yang tinggi. Asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena dapat mengurangi risiko kelahiran bayi cacat.Dengan mengkonsumsi 100 gram Labu siam, kita telah mencukupi hamper 25% kebutuhan tubuh akan asam folat. Kandungan seratnya yang tinggi berpotensi mengikat zat karsinogenik penyebab kanker di usus. Sering mengkonumsi labu siam, berarti menjauhkan kanker usus dari kehidupan kita. Labu siam juga punya manfaat untuk mengendalikan tekanan darah khususnya darah tinggi. Maklum, kandungan kaliumnya cukup bagus. Ditambah dengan efek diuretiknya yang bagus, labu siam mampu menurunkan kadar garam dalam darah melalui pembuangan air seni. Hal ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, dan tekanan darah akan menurun.

Efek diuretik dari labu siam ini juga berguna bagi penderita asam urat. Jika pembuangan air kecil lancar, maka kelebihan asam urat segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Labu siam juga baik bagi penderita diabetes. Hal itu disebabkan pada labu siam terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga penderita diabetes tidak perlu mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan.
Dear All... Cuma mau ngasih info aja... banyak jalan menuju Roma... and anyak juga cara untuk mendongkrak produksi ASI... salah satunya adalah makan Waluh ( jawa)... atau Labu Parang. Saya Copy paste dari salah satu buku karangan Dr. Hembing yang judulnya Penyembuhan dengan Labu Parang. Kandungan gizi labu parang dalam 100 gram BDD kegunaannya untuk menyembuhkan, antara lain, buang air yang terasa sakit dan panas, gangguan ginjal dan radang ginjal, gangguan lever (hati), kencing manis, memperlancar buang air besar, melancarkan peredaran darah, mencegah kanker, cacingan, menetralkan racun dalam tubuh, mengatasi panas dalam pada anak, menguatkan limpa, meningkatkan produksi ASI, dan meningkatkan stamina. Kandungan kimia yang terdapat dalam labu parang, antara lain, cucurbitin berfungsi membunuh cacing dalam usus, sedangkan sterol berfungsi sebagai antiradang (antiinflamatory), selenium dan mineral berfungsi sebagai antioksida dan antikanker yang aktif jika dikonsumsi oleh tubuh. Kandungan molybdenum pada labu parang berefek memusnahkan zat karsinogen (penyebab kanker) dan mengaktifkan daya regenerasi sel hati dan ginjal Moms..., jadi selain babynya maem labu parang... maknya juga makan camilan dari labu siam... sbg contoh saya paling suka labu ini dibuat pudding campurannya pake gula jawa dan santan atau kalu mau lebih bergizi santan diganti susu....moga bisa jadi masukan yg mermanfaat.

Labu Kuning Penawar Racun dan Cacing Pita yang Kaya Antioksidan Gizi.net - Labu kuning atau waluh merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal pelbagai jenis kanker. Sayang, sejauh ini pemanfaatannya belum optimal. Buah labu dapat digunakan untuk pelbagai jenis makanan dan cita rasanya enak. Daunnya berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita. Untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang hidup dalam lingkungan yang majemuk, memiliki anekaragam kebudayaan dan sumber pangan spesifik, strategi pengembangan pangan perlu diarahkan pada potensi sumber daya

wilayah. Banyak bahan pangan lokal Indonesia yang mempunyai potensi gizi dan komponen bioaktif yang baik, namun belum termanfaatkan secara optimum. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat akan manfaat komoditas pangan tersebut. Penelitian tentang karakterisasi dan potensi pemanfaatan komoditas pangan minor masih sangat sedikit dibandingkan komoditas pangan utama, seperti padi dan kedelai. Labu kuning atau waluh (Cucurbita moschata), yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai pumpkin, termasuk dalam komoditas pangan yang pemanfaatannya masih sangat terbatas. Tanaman labu tumbuh merambat dengan daun yang besar dan berbulu. Pucuk daun dan daun muda dapat digunakan sebagai bahan sayuran yang lezat, bisa dimakan sebagai sayuran bersantan, oseng-oseng, atau gado-gado. Selain daun, bagian dari tanaman ini yang memiliki nilai ekonomi dan zat gizi terpenting adalah buahnya. Walaupun tanaman labu kuning dipercaya berasal dari Ambon (Indonesia), budi daya tanaman tersebut secara monokultur dan besar-besaran belum lazim dilakukan oleh masyarakat kita. Tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah, kurang dari 5 kg per kapita per tahun. Konsumsi labu kuning mencapai puncak pada bulan puasa. Sebab, komoditas ini sangat cocok untuk diolah menjadi kolak, yang umumnya menjadi menu utama pada bulan tersebut. Sangat Awet Ada lima spesies labu yang umum dikenal, yaitu Cucurbita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Kelima spesies cucurbita tersebut di Indonesia disebut labu kuning (waluh) karena mempunyai ciri-ciri yang hampir sama. Labu kuning tergolong bahan pangan minor, sehingga data statistik nasional belum tersedia. Namun, di beberapa sentra produksi, baik di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, komoditas ini telah ditanam pada luasan tidak kurang dari 300 hektar. Penanaman labu dapat dilakukan di tanah tegalan, pekarangan, maupun di sawah setelah panen padi, baik monokultur maupun tumpangsari. Labu ditanam di tanah petak-petak, dengan mengatur tanaman berjajar, jarak tanam antara 1-1,5 meter. Dalam satu hektar dapat ditanami sekitar 5.000 tanaman. Untuk jenis lokal, buah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan, sedangkan jenis hibrida, seperti labu kuning taiwan, pada umur 85-90 hari. Apabila ditanam secara monokultur, tiap hektar lahan dapat menghasilkan buah sekitar 50 ton per musim. Buah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (1530 alur). Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari.

Buahnya besar dan warnanya bervariasi (buah muda berwarna hijau, sedangkan yang lebih tua kuning pucat). Daging buah tebalnya sekitar tiga cm dan rasanya agak manis. Bobot buah rata-rata 3-5 kg. Untuk labu ukuran besar, beratnya ada yang dapat mencapai 20 kg per buah. Biji labu tua dapat dikonsumsi sebagai kuaci setelah digarami dan dipanggang. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi. Hal tersebutlah yang menyebabkan labu kuning relatif awet dibanding buah-buahan lainnya. Daya awet dapat mencapai enam bulan atau lebih, tergantung pada cara penyimpanannya. Namun, buah yang telah dibelah harus segera diolah karena akan sangat mudah rusak. Hal tersebut menjadi kendala dalam pemanfaatan labu pada skala rumah tangga sebab labu yang besar tidak dapat diolah sekaligus. Oleh karena itu, di supermarket atau pasar tradisional, labu sering dijual dalam bentuk irisan.