Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN PUSTAKA

Prinsip Titrasi Titrasi atau disebut juga volumetri merupakan salah satu metode analisis zat kimia yang cepat, akurat dan banyak digunakan untuk menentukan kadar suatu unsur atau senyawa dalam larutan. Titrasi didasarkan pada suatu reaksi yang digambarkan sebagai aA+bB hasil reaksi

dimana A adalah penitrasi (titran), B senyawa yang dititrasi, a dan b jumlah mol dari A dan B. Volumetri (titrasi) dilakukan dengan menambahkan (mereaksikan) sejumlah volume tertentu (biasanya dari buret) larutan standar (yang sudah diketahui konsentrasinya dengan pasti) yang diperlukan untuk bereaksi secara sempurna dengan larutan yang belum diketahui konsentrasinya. Titrasi menggunkan larutan indikator yang bertujuan untuk mengetahui apakah telah mencapai reaksi yang sempurna (Fritz et al 1979). Penetapan Kalsium Metode Fardiaz (Permanganometri) Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu. Titrasi dengan KMnO4 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Beberapa ion logam yang tidak dioksidasi tetapi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan permanganometri seperti: ion-ion Ca, Ba, Sr, Pb, Zn, dan Hg yang dapat diendapkan sebagai oksalat (Wiryadi et al 2009). Berbagai Pereaksi dan Fungsinya Kalium permanganate (KMnO4) merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam. Biasanya digunakan pada medium asam 0.1 N. kalium permanganate dalam reaksi titrasi permanganometri berfungsi sebagai indicator untuk mengamati titik akhir titrasinya (Wiryadi et al 2009). Menurut Gandjar et. al. (2007) dalam Setiyowati (2009), kalium permanganat mempunyai kestabilan yang terbatas. Adanya aquades umumnya mengandung zat-zat organik yang dapat mereduksi, maka sering terjadi peruraian sendiri dalam penyimpanan. Asam sulfat merupakan asam yang paling cocok digunakan sebagai pelarutnya karena jika digunakan asam klorida maka kemungkinan sebagian permanganatnya digunakan untuk pembentukan klorin. Asam sulfat berfungsi dalam pembentukan asam oksalat yaitu untuk melarutkan endapan logam yang telah disaring dan dicuci. Hasil reaksinya yang berupa asam oksalat adalah yang akan dititrasi untuk menghitung kandungan logam tertentu [Rivai (1995) dalam Purwanita (2009)]. Kalsium (Ca)

Kalsium merupakan mineral makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah 100mg/hari. Jumlah kalsium cukup banyak di dalam tubuh yaitu sekitar 2% dari berat badan. Kalsium digunakan dalam pembentukan tulang dan gigi. Sekitar 99% kalsium dalam tubuh berada dalam tulang. Kalsium tidak dapat diproduksi di dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Makanan yang mengandung kalsium diantaranya susu, keju, youghurt, brokoli, sayuran berwarna hijau, dan ikan salmon. Mineral dalam makanan berada dalam bentuk kation (Almatsier 2006). Kadar Kalsium Dalam Promina Bubur Bayi Promina bubur bayi merupakan makanan pendamping ASI yang sangat diperlukan dalam membantu pertumbuhan bayi karena memiliki kandungan komposisi gizi yang lengkap jika dibandingkan pemberian makanan alami yang kemungkinan kecukupan gizi untuk kebutuhan tumbuh kembang bayi tidak terpenuhi, karena tidak semua unsur hara yang terkandung di dalam makanan alami dapat diserap secara sempurna dan secara langsung dalam bentuk vitamin dan mineral oleh tubuh bayi. Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI (2007), menetapkan bahwa kadar kalsium yang terkandung pada bubur bayi adalah 200-400 mg/100 gram. Pada tabel nutrition fact yang tertera pada kemasan Promina Bubur Bayi dengan berat isi 40 g, kandungan kalsium dari produk tersebut adalah 60%. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni (2007) bahwa kandungan kalsium pada produk promina sekitar 133.33 mg/100 gram bahan.

Informasi Nilai Gizi promina Takaran saji 5 sendok makan Jumlah sajian per kemasan Jumlah per Sajian Energi total 40 g 3

160 kkal 2,5 g 700 mg 6g

Lemak Total Omega 6 Protein

Karbohidrat Total Serat Pangan Prebiotik FOS Gula Natrium Kalium

29 g 2g 1g 7g 30 mg 315 mg % AKG

Protein Vitamin A Vitamin D Vitamin E Vitamin C Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B6 Vitamin B12 Niasin Asam Folat Asam Pantotenat Kalsium Fosfor Zat Besi Magnesium Zink Lodium Persajian mengandung : Biotin Kolin Inositol Lesitin Omega 3 DHA

30 % 45 % 55 % 35 % 60 % 50 % 30 % 50 % 50 % 40 % 8% 50 % 60 % 60 % 55 % 40 % 30 % 25 %

6 mcg 20 mg 8 mg 0,2 g 50 mg 6,76 mg

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier S. 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Fritz et al. 1979. Quantitative Analytical Chemistry. 4th ed. Boston : Allyn and Bacon Inc. Purwanita Wahyu. 2009. Validasi dan Pengembangan Penetapan Kadar Tablet Besi (II) Sulfat dengan Metode Titrasi Pemanganometri dan Serimetri sebagai Pembanding. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi UMS. Setiyowati. 2009. Validasi dan Pengembangan Penetapan Kadar Tablet Besi (II) Sulfat dengan Spektrofotometri Visibel dan Serimetri sebagai Pembanding. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi UMS. Wiryadi et al. 2009. Titrasi Permanganometri. Bukit Jimbaran: Fakultas Teknik Uiversitas Udayana.