P. 1
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (STUDI KASUS PPDB DI MAN I GARUT)

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (STUDI KASUS PPDB DI MAN I GARUT)

|Views: 62|Likes:
Dipublikasikan oleh digilibsttg

ANWAR NUGRAHA (0606009)

ANWAR NUGRAHA (0606009)

More info:

Categories:Types, Research
Published by: digilibsttg on Nov 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/17/2013

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK DENGAN

UNIFIED APPROACH
(STUDI KASUS PPDB DI MAN I GARUT)

LAPORAN TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Kelulusan Pada Program Studi Strata 1 Teknik Informatika

Oleh: ANWAR NUGRAHA (0606009)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2011
98

99

BAB I PENDAHULUAN

1 .1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi kini semakin cepat memasuki berbagai bidang, sehingga banyak instansi dan organisasi yang berusaha meningkatkan pekerjaannya dengan menggunakan aplikasi teknologi informasi yaitu sistem informasi berbasis komputer karena dalam proses pengolahan data menjadi informasi menjadi lebih cepat. Dalam sebuah instansi atau organisasi pasti memiliki sistem informasi, namun dalam pengelolaan dan pengolahannya ada yang masih berbasis manual atau yang sudah terkomputerisasi. Dengan berkembang pesatnya teknologi alat pengolah data komputer dan teknologi peralatan komunikasi maka pekerjaan manajemen dan pelayanan masyarakat yang memerlukan dukungan data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat. (Amsyah, 2005). Informasi merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan. Informasi yang baik ditentukan oleh kualitas informasi tersebut, yaitu ditentukan oleh tingkat relevansi informasi untuk kepentingan tertentu dalam manajemen, tingkat akurasi yang menjamin kebenaran, kelengkapan, dan keamanan informasi, serta tersebut harus tepat waktu saat dibutuhkan. (Amsyah, 2005). Sistem informasi terkomputerisasi merupakan sistem yang pengolahan datanya (perhitungan, penyimpulan, pengumpulan dan proses lain) sudah terotomatisasi oleh sistem basisdata yang kompleks. Sehingga aktifitas manusia dalam sistem informasi tersebut biasanya hanya melakukan input data dengan menggunakan bantuan alat pengolah data elektronik yaitu komputer dan hanya melakukan kegiatan pencetakan informasi atau output informasi melalui perantara seperti kertas. informasi

100

Begitu pula dengan organisasi yang berada di bidang pendidikan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Dalam arti teknis, pendidikan menunjuk kepada suatu proses yang disengaja dimana orang-orang dijadikan sasaran pengaruh suatu lingkungan yang dipilih dan dikontrol sedemikian rupa hingga mereka dapat memperoleh kemampuan sosial dan perkembangan individual, yang didalam praktek umumnya melibatkan berbagai pihak, sumber-sumber, dan jaringan kerja. Upaya tersebut terbentuk dalam suatu sistem kerjasama yang berusaha agar berlangsungnya proses yang dimaksud. Artinya, berusaha menciptakan

lingkungan yang memungkinkan terjadinya peristiwa belajar mengajar ke arah tercapainya suatu tujuan. Dalam keadaan demikian sudah tentu tekanan terdapat pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan menjadi semakin kompleks. Maka konsekuensinya adalah tersedianya informasi yang komprehensif dan memadai menjadi semakin penting. Ini artinya informasi kependidikan harus terus ditingkatkan agar senantiasa menjadi bermutu. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi, sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya mengembangkan Sistem Informasi agar manajemennya mampu mengikuti perubahan jaman, khususnya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang juga dituntut untuk mengikuti transformasi pengolahan data menjadi lebih terorganisir dan terkomputerisasi. Sebagai organisasi formal, sebuah sekolah tentu melakukan berbagai kegiatan yang membutuhkan dan menghasilkan informasi, agar kelangsungan kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik dibutuhkan manajemen sistem informasi yang baik pula. Salah satu kegiatan rutin di sekolah yaitu penerimaan peserta didik baru. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan suatu proses administrasi yang terjadi setiap tahun untuk seleksi calon peserta didik berdasarkan nilai akademik agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Penyelenggaraan PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, untuk pedoman pelaksanaannya ditentukan oleh Kepala

101

Kementrian Agama Provinsi. Salah satu ketentuan umum pada pedoman penyelenggaraan PPDB adalah tiap jenjang dan jenis madrasah hanya boleh menerima peserta didik sesuai dengan kemampuan dan daya tampungnya, jika peminat / pendaftar melibihi daya tampung, maka wajib dilakukan seleksi. Dengan adanya ketentuan tersebut maka dalam melakukan penyaringan calon peserta didik, panitia PPDB memerlukan ketelitian dalam melakukan pencatatan data calon peserta didik, penilaian tes calon peserta didik serta membuat keputusan calon peserta didik yang akan diterima. Hal tersebut juga berlaku untuk penyelenggaraan PPDB di MAN I Garut. Sistem penerimaan peserta didik baru di MAN I Garut saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan secara maksimal terhadap pihak yang bersangkutan, karena semua proses yang ada dikerjakan secara manual / tanpa menggunakan database, diantaranya pencatatan data calon peserta didik, penilaian tes calon peserta didik, penyaringan atau penentuan calon peserta didik yang diterima serta laporanlaporannya sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam pencarian kembali data tersebut dan kurangnya keakuratan dalam menentukan keputusan atau dalam pembuatan laporannya. Sistem penerimaan peserta didik baru merupakan sistem yang berperan penting bagi sekolah karena dengan meningkatnya peminat maka pihak sekolah harus mampu untuk menyaring atau menentukan peserta didik yang akan diterima dengan sangat akurat sehingga mampu menghasilkan keputusan penerimaan peserta didik baru sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh calon peserta didik. Adapun angka peningkatan jumlah calon peserta didik yang berminat masuk ke Madrasah Aliyah Negeri I Garut dapat dilihat pada data berikut ini.

102

Tabel 1.1 Jumlah Calon Peserta didik di MAN I Garut Periode Tahun 2006 - 2010

Tahun Jumlah Calon Peserta didik Peserta didik Yang Diterima 2006 2007 2008 2009 2010
369 375 380 387 422

360 (untuk 9 kelas) 360 (untuk 9 kelas) 336 (untuk 8 kelas) 336 (untuk 8 kelas) 381 (untuk 10 kelas)

430 420 410 400 390 380 370 360 350 340 2006 2007 2008 2009 2010 Jumlah Calon Peserta didik

Gambar 1.1 Diagram Jumlah Calon Peserta didik di MAN I Garut Periode Tahun 2006-2010

Dari tabel serta diagram tersebut dapat dilihat angka peningkatan jumlah calon peserta didik yang berminat masuk ke MAN I Garut, oleh karena itu diperlukan sistem informasi terkomputerisasi untuk dapat melakukan proses pencatatan dan penyaringan serta pembuatan laporan dengan cepat dan tepat. Disamping itu panitia yang menangani penerimaan peserta didik baru ini lebih dari satu orang dengan penanganan yang berbeda sehingga sistem informasi yang akan dirancang harus bersifat multi-user untuk dapat melakukan pengolahan datanya serta memenuhi kebutuhan setiap pihak yang bersangkutan dengan proses penerimaan peserta didik baru ini.

103

Untuk melakukan analisis dan perancangan sistem terdapat beberapa macam pendekatan, diantaranya pendekatan berorientasi prosedur/fungsi dan pendekatan berorientasi objek. Tabel berikut ini merupakan tabel perbedaan karakteristik pendekatan fungsi dan objek (Adi Nugroho, 2005).

Tabel 1.2 Perbedaan Karakteristik Pendekatan Beroientasi Fungsi dengan Objek Pendekatan Berorientasi Fungsi Menggunakan beberapa alat untuk Pendekatan Berorientasi Objek Menggunakan satu jenis model dari tahap

menggambarkan model seperti data flow analisis sampai implementasi, yaitu object diagram, entity relationship diagram dan diagram. structure chart. Data dan proses dianggap sebagai Data dan proses sebagai merupakan satu kesatuan yaitu bagian dari objek. melengkapi Dipergunakan untuk pemrograman

komponen yang berlainan. Dipergunakan untuk

pemrograman terstruktur pada generasi ketiga. Penekanan pada sesuatu yang harus

berorientasi objek dan bahasa generasi keempat. Penekanan pada data.

dikerjakan (algoritma pemecahan masalah). Program berukuran besar dipecah-pecah Program berukuran besar dibagi pada apa menjadi program-program yang lebih kecil. Fungsi-fungsi mentransformasi data dari satu bentuk ke bentuk yang lain. yang dinamakan objek-objek. Objek-objek dapat saling berkomunikasi dengan saling mengirim message satu sama lain.

Pendekatan

berorientasi

fungsi

terutama

mengacu

kepada

strategi

dekomposisi yang berdasar algoritma atau fungsional. Sedangkan pendekatan berorientasi objek memusatkan pada rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entiti yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.

104

Kelemahan pada pendekatan konvensional yaitu pengorganisasian data sangat lemah. Dengan menggunakan metode pendekatan berorientasi objek pada tahap analisis dan perancangan sistem dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan metode konvensional diatas karena data dan fungsi disetarakan dan disatukan pada yang dinamakan objek sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih fleksibel dan mudah dipelihara. Metode pengembangan sistem berorientasi objek diantaranya yaitu: - Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan Edward Yourdon (1990). - Object Modeling Technique (OMT) dari James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen (1991). - Object Oriented Software Engineering (OOSE) dari Ivar Jacobson (1992). - Booch Method dari Grady Booch (1994). - Syntropy dari Steve Cook dan John Daniels (1994). - Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999).

Berdasarkan penjelasan diatas, dalam tugas akhir ini penyusun menggunakan pendekatan berorientasi objek untuk menganalisis serta merancang sistem di Madrasah Aliyah Negeri I Garut dengan metodologi Unified Approach (UA) karena proses dan tahapan yang terdapat dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Adapun judul yang diambil dalam penyusunan tugas akhir ini adalah: “Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Menggunakan Metode Analisis dan Desain Berorientasi Objek dengan Unified Approach (Studi Kasus PPDB Di Madrasah Aliyah Negeri I Garut)”.

105

1.2 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah ini menguraikan tentang permasalahan-permasalahan yang terdapat pada sistem PPDB manual. Adapun permasalahan tersebut yaitu: a. Pada pencatatan pendaftaran calon peserta didik dilakukan pemisahan untuk lulusan SMP dan Madrasah Tsanawiyah namun dalam penentuan hasil akhir (keputusan diterimanya peserta didik) data tersebut akan digabungkan untuk mengetahui nilai tertinggi calon peserta didik. Karena sistem PPDB di MAN I Garut masih manual maka hasil keputusan memungkinkan terjadinya kesalahan sehingga tidak akurat. b. Sulitnya mendapatkan laporan yang relevan karena dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pengolahan (perhitungan, penyimpulan, pengumpulan dan proses lain) dari berbagai data yang berkaitan dengan PPDB. c. Kurangnya keamanan data PPDB sehingga memungkinkan terjadinya manipulasi data dan penyebaran informasi yang tidak tepat.

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian laporan tugas akhir ini adalah merancang sebuah sistem informasi penerimaan peserta didik baru yang dapat membantu meningkatkan kinerja panitia PPDB dan mengakomodasi proses-proses yang ada (proses pencatatan, penyaringan, pengolahan laporan) serta dapat memenuhi kebutuhan pihak yang bersangkutan berupa laporan-laporan mengenai penerimaan peserta didik baru di Madrasah Aliyah Negeri I Garut.

1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut : a. Sistem Informasi yang dibuat adalah sistem yang didasarkan pada aktifitas penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Madrasah Aliyah Negeri I Garut b. Penggunaan metode pengembangan sistem menggunakan Unified Approach (UA) yang terdiri pada tahap analisis serta perancangan.

106

c. Pemodelan pada tahap analisis dan perancangan sistem menggunakan standar bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) dengan menggunakan software Sparx Systems 7.5. d. Pada proses perancangan aplikasi pemrogramman yang digunakan adalah Delphi 7.0 sebagai pemrogramman berorientasi objek dan database yang digunakan adalah SQL Server 2000. e. Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru dirancang untuk kebutuhan client server, akan tetapi pada penyusunan Tugas Akhir ini tidak membahas sampai ke implementasi untuk jaringannya.

1.5 Metodologi Penelitian Metodologi Penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1.5.1 Metode Pengumpulan Data 1. Untuk mengumpulkan data primer menggunakan teknik : a. Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan berpedoman pada instrumen penelitian dalam bentuk pedoman wawancara untuk mendapatkan jawaban langsung dari bagian-bagian yang terlibat dalam lingkup penelitian ini. b. Observasi, yaitu mengamati secara langsung bagaimana proses

komunikasi data yang selama ini berjalan, sehingga dari sisi itu dapat diketahui informasi apa saja yang akan dianalisis. c. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang ada pada sistem yang sedang berjalan. 2. Untuk mengumpulkan data sekunder menggunakan teknik studi kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari dan menganalisa beberapa buku yang berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan penelitian ini.

107

1.5.2 Metode Pengembangan Sistem Dalam Pengembangan sistem, akan digunakan pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu

metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Selain itu, langkah-langkah yang ada dalam UA sangat iteratif dan memudahkan pengembang sistem dalam memahami sistem sehingga UA dijadikan sebagai metodologi pengembangan sistem dalam Tugas Akhir ini. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user. Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:

1. Tahap Analisis
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method

Pemeriksaan

Gambar 1.2 Tahap Analisis Unified Approach

Keterangan:  Identifikasi Aktor Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem

108

 Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case  Pengembangan Diagram Interaksi Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.  Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya.  Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya. Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka akan dijadikan input tahap perancangan UA.

2.

Tahap Perancangan
Perancangan Kelas, metode,atribut dan asosiasi Menyaring UML Class Diagram Perancangan layer akses dan layer Antarmuka Pengujian

Gambar 1.3 Tahap Perancangan Unified Approach

Keterangan :  Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi..

109

 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram.  Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.  Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

1.6 Kerangka Pemikiran Semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan manusia pun ikut

berkembang karena manusia dituntut untuk lebih cepat dalam mengerjakan segala sesuatu. Khususnya di suatu organisasi, pengolahan data organisasi harus dikemas dengan rapih dan dikerjakan sesingkat mungkin. Oleh karena itu kini banyak organisasi yang dalam kinerja sistemnya masih manual terutama sistem kerja yang kompleks diubah ke sistem yang terkomputerisasi. Untuk dapat merancang Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di MAN I Garut ini maka terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan. Kemudian hasil dari analisis ini akan menjadi output untuk perancangan sistem yang akan dibuat. Berikut ini adalah gambaran kerangka pemikiran perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di MAN I Garut.

110

Start

Current System (Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru berbasis manual)

   

Object Oriented Analysis (OOA): Identifikasi Aktor Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas Pengembangan Diagram Interaksi Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya

Object Oriented Desain (OOD):     Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Pengujian

Gambar 4: Flowchart Kerangka Pemikiran

Simulasi Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru berbasis komputer

End
Gambar 1.4 Flowchart Kerangka Pemikiran

111

1.7 Sistematika Penulisan Untuk menghasilkan laporan tugas akhir yang sistematis dan mudah dipahami, berikut dijelaskan mengenai sistematika yang akan digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini. BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan dan menguraikan mengenai fakta-fakta yang

diperoleh dari hasil penelitian, serta menentukan sasaran yang ingin dicapai dari hasil penelitian, yang disajikan dalam bentuk latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, kerangka pikiran, metodologi penelitian yang digunakan, serta sistematika penulisan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menjelaskan teori-teori yang relevan dan digunakan sebagai dasar acuan pembahasan yang berhubungan dengan masalah penelitian.

BAB III

ANALISIS SISTEM Bab ini menjelaskan tentang kondisi objektif tempat penelitian, deskripsi sistem yang berjalan serta pemodelan kebutuhan sistem yang disajikan dengan menggunakan standar UML.

BAB IV

DESAIN SISTEM Bab ini akan menjelaskan tahap-tahap perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di MAN I Garut

diantaranya meliputi perancangan database dan perancangan interface.

112

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian ini menjelaskan hasil akhir dari pembahasan yang dijabarkan dalam laporan tugas akhir berikut saran yang diharapkan dapat membantu kearah konstruktif untuk kemajuan penelitian yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

113

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Pengembangan Sistem ditentukan oleh pemahaman tentang konsep dasar mengenai sistem juga disertai dengan pemahaman tentang teknik-teknik, konsep, dan aturan dalam pengembangan sebuah sistem.

2.1.1 Definisi Sistem
“Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. (Kadir, 2003)

Definisi sistem dari kamus Webster’s Unabridged lebih mendekati dengan keperluan, yaitu:

“Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi”. (Amsyah, 2005)

Dari beberapa definisi sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dan saling berhubungan untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran dan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Untuk tujuan pemakaian sistem dalam sistem informasi manajemen, modul sistem pada gambar berikut adalah contoh yang jelas mengenai hubungan dari elemen-elemen yang secara bersama-sama membentuk satu kesatuan yang disebut dengan sistem. Modul sistem digambarkan sebagai berikut:

114

Masukan

Pengolahan

Keluaran

Umpan Balik /Kontrol

Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem (Amsyah, 2005) Modul sistem terdiri dari empat elemen subsistem, yaitu: 1. Masukan berupa kumpulan data, contohnya data tahun ajaran, data panitia, data sekolah asal, dsb. 2. Pengolahan untuk mengelola pendaftaran calon peserta didik baru pengolahannya dilakukan dengan cara manual. 3. Keluaran menampilkan hasil yang didapat dari kegiatan sebelumnya berupa informasi yang dibutuhkan seperti menampilkan laporan (pendaftaran, penilaian dan kelulusan). 4. Umpan balik/kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit pengawasan mutu dari instansi yang bersangkutan.

2.1.2 Elemen Sistem Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu tujuan, masukan, keluaran, proses, mekanisme pengendalian dan umpan balik. Selain itu, sistem juga berinteraksi dengan lingkungan dan memiliki batas. a. Tujuan Setiap sistem mempunyai tujuan (goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. b. Masukan Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.

115

c. Proses Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna. d. Keluaran Keluaran (output) merupakan hasil pemrosesan. e. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan

menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan. f. Batas Batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. g. Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.

116

Masuka n

Proses

Keluaran

Mekanisme Pengendalian

Tujuan

Umpa n Balik

Batas Sistem

Lingkungan

Gambar 2.2 Sistem dan Elemen-elemennya (Kadir, 2003)

2.1.3 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

117

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang manusia dengan melibatkan interaksi antara dengan mesin seperti sistem informasi. 3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tidak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system ) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya, bekerja secara otomatis tanpa ada turut camput tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan luarnya, sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan atau subsistem yang lainnya. 5. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem sederhana dan sistem kompleks. Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem yang sederhana dan sistem yang kompleks.

2.1.4 Definisi Informasi Informasi merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan di dalam suatu organisasi ataupun instansi berdasarkan kebutuhan manajemen masing-masing. Informasi didefinisikan sebagai berikut :
“Data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”. (Amsyah, 2005)

118

Informasi menurut Davis (1999) adalah:
”Data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”. (Kadir, 2003)

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang seteleh diolah atau diproses, menghasilkan informasi yang memiliki nilai dan lebih bermanfaat bagi penggunanya. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi (Amsyah, 2005): 1. Informasi Uraian Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan jelas. Informasi ini bisa dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo. 2. Informasi rekapitulasi Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angka-angka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi, rekening, daftar pembelian. 3. Informasi Gambar (Bagan) Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi. 4. Informasi Model Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan model-model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi pembuatan keputusan. 5. Informasi Statistik Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel.

119

6. Informasi Formulir Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan dengan keperluan kegiatan masing-masing. 7. Informasi Animasi Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia. 8. Informasi Simulasi Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat lunak khusus.

2.1.5 Siklus Informasi Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan suatu model tertentu.
Masukan (Data) Proses (Model) Keluaran (Informasi)

Penerima
Basis Data

Data (Ditangkap)

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi (Kadir, 2003)

120

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.1.6 Kualitas Informasi Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu: 1. Informasi harus akurat (accurate) 2. Tepat pada waktunya (timeliness) 3. Relevan (relevance) Kualitas informasi dapat dianalogikan sebagai pilar-pilar dalam bangunan (Burch dan Grudnitski, 1989) dan menentukan baik tidaknya pengambilan keputusan.

Kualitas Informasi
K E A K U R A T A N T E P A T W A K T U

R E L E V A N S I

Gambar 2.4 Kualitas Informasi (Kadir, 2003)

121

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut. Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk

pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

2.1.7 Nilai Informasi Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya bisa lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya satu pihak. Pengukuran informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

2.1.8 Definisi Sistem Informasi Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi menurut Gelinas, Oram dan Wiggins dapat didefinisikan sebagai berikut :
“Sistem Informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk

122

menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai”. (Kadir, 2003)

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

2.1.9 Komponen Sistem Informasi Dalam sebuah sistem informasi terdapat komponen-komponen yang berfungsi sebagai pendukung, komponen-komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut (Kadir, 2003) : 1. Perangkat keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer. 2. Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data 3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki. 4. Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi. 5. Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data. 6. Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan satu sumber(resource) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

Pada prakteknya, tidak semua sistem informasi mencakup keseluruhan komponen-komponen tersebut. Sebagai contoh, sistem informasi pribadi yang hanya melibatkan satu pemakai dan satu komputer tidak melibatkan fasilitas jaringan dan komunikasi. Namun, sistem informasi group kerja (working

123

information system) yang melibatkan sejumlah orang dan sejumlah komputer, memerlukan sarana jaringan data komunikasi.

Perangkat Keras \

Orang

Perangkat Lunak

Kompone n Sistem Informasi
Basis Data Jaringan Komputer dan Komunikasi Data Prosedur

Gambar 2.5 Komponen Sistem Informasi (Kadir, 2003)

2.1.10 Arsitektur Sistem Informasi Arsitektur sistem informasi adalah suatu pemetaan atau rencana kebutuhankebutuhan informasi di dalam suatu organisasi. Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategis organisasi.

124

Basis Data Perusahaan

Kantor Pusat Perusahaan
IBM

IBM Mainframe

LAN

Pemasaran dan Penjualan Minikomputer IBM AS/400 Jalur Telepon

Keuangan Basis Data Divisi

Produksi

Jalur Telepon

PC Server LAN

PC Server LAN

PC

PC Kantor Cabang A

PC

PC

PC Pabrik

PC

Gambar 2.6 Contoh Arsitektur Sistem Informasi (Kadir, 2003)

Sebuah arsitektur sistem informasi yang detail berisi perencanaan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: - Data apa yang akan dikumpulkan? - Dimana dan bagaimana data dikumpulkan? - Bagaimana cara mengirimkan data? - Dimana data akan disimpan?

Arsitektur sistem informasi menggunakan arsitektur teknologi yang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1. Arsitektur Tersentralisasi - Dikenal semenjak tahun 1960 - Mainframe sebagai aktor utama

125

- Pemrosesan data yang terpusat (komputasi terpusat)

Gambar 2.7 Contoh Arsitektur Tersentralisasi (Kadir, 2003)

2. Arsitektur Desentralisasi - Pemrosesan data tersebar (terdistribusi) atau disebut komputasi tersebar - membagi sistem pemrosesan data terpusat ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kecil yang pada hakikatnya masing-masing subsistem tetap berlaku sebagai sistem pemrosesan data yang terpusat - Terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi - Dihubungkan dengan sarana telekomunikasi - Masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri - Bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data

126

Gambar 2.8 Contoh Arsitektur Desentralisasi (Kadir, 2003) 3. Arsitektur Client/Server - Client, sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server - Server, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client - Sistem informasi dapat dibangun dengan menggunakan perangkat lunak gado-gado
Client

Server

Basis Data

Client Printer

Gambar 2.9 Contoh Arsitektur Client/Server (Kadir, 2003)

2.1.11 Kegiatan Sistem Informasi Kegiatan dalam sistem informasi mencakup: 1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses. 2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah. 3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut. 4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data. 5. Kontrol, ialah suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

127

2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi Pemahaman tentang Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi.

2.2.1 Manajemen Manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut: “Manajemen adalah proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia, material, dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif”. (Amsyah, 2005) 2.2.2 Tingkat Manajemen Dalam organisasi terdapat tingkatan-tingkatan manajemen, sebagai ukuran tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya. Karena organisasi terbagi dalam unit-unit kerja, maka tingkatan tersebut merupakan juga tingkat unit kerja. Tingkat tersebut umumnya terdiri dari tingkatan manajemen lini atas (top management), manajemen lini tengah (middle management) dan manajemen lini bahwa (lower management).

Top management

Middle management

Lower management

Gambar 2.10 Ketiga Tingkat Manajemen (Amsyah, 2005)

Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan

128

meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan

keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan lain-lain organisasi dan masyarakat. Manajemen lini tengah bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan dengan kegiatan-kegiatan pengawasan yang menggerakkan organisasi mencapai sasaran. Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalah-masalah pelatihan personal, pertimbangan terhadap personal, pengadaan peralatan dan bahan, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam mencapai keberhasilan kinerja. Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak, sesuai dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat ini disebut juga tingkat manajemen operasional. Tugas pentingnya adalah mengawasi dan mengatur personal berketerampilan teknis atau karyawan biasa. Para manajer pada tingkat ini mengusahakan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dan metode yang sudah ditentukan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana, sesuai jadwal waktu, hubungan manusia, pembiayaan dan pengawasan kualitas.

2.2.3 Fungsi Manajemen Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi, dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen pokok adalah: a. Perencanaan Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan. b. Pengorganisasian Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya. c. Pengaturan personel Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel.

129

d. Pengarahan Berkaitan dengan kegiatan melakukan instruksi tugas-tugas. e. Pengawasan Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksi-koreksi.

Fungsi-fungsi manajemen sebagian bentuk operasionalnya digambarkan sebagaimana diagram di bawah ini:
PERENCANAAN Tujuan Kebijakan Program
PENGORGANISASIAN

PENGARAHAN Memotivasi Membimbing Supervisi

PENGAWASAN Biaya Kualitas Kuantitas

Struktur Penyusunan staf koordinasi

Sistem dan prosedur

Internal Organisasi

Operasional dan produks

Anggaran dan sumber daya

Gambar 2.11 Diagram Fungsi Manajemen (Amsyah, 2005)

Adapun diagram proporsi fungsi manajemen pada masing-masing tingkat manajemen adalah sebagai berikut:

Gambar 2.12 Diagram Perbandingan Fungsi Manajemen Pada Tingkat Manajemen (Amsyah, 2005)

Dari diagram diatas terlihat bahwa fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian sangat banyak dilakukan oleh manajemen tingkat atas, disusul oleh manajemen tingkat tengah dan manajemen tingkat bawah. Fungsi pengarahan dan fungsi pengawasan yang terbanyak adalah dilakukan oleh manajemen lini bawah, disusul manajemen lini tengah dan kemudian manajemen lini atas.

130

2.2.4 Definisi Manajemen Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of Information System yang lazim disingkat MSI. Adapun definisi dari MSI adalah: “MSI adalah mata kuliah yang mempelajari cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen”. (Amsyah, 2005)

Karena sistem informasi dikerjakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen agar tujuan dapat tercapai secara efisien dan efektif maka disebut Manajemen Sistem Informasi (MSI).

2.2.5 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi Pekerjaan MSI berkembang melalui empat proses sesuai dengan perkembangan alat pengolah data yaitu zaman MSI: 1. Dikerjakan secara manual 2. Dikerjakan dengan alat mesin manual 3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik 4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer) Keseluruhan ruang lingkup pekerjaan MSI disederhanakan dalam bentuk diagram berikut ini:

131

Gambar 2.13 Visi dan Misi Pekerjaan MSI (Amsyah, 2005)

Pekerjaan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi karena adanya fakta. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga menghasilkan fakta yang disebut data. Data atau fakta tertulis otentik (asli) harus

132

disimpan sebagai arsip (otentik) untuk keperluan pembuktian-pembuktian dan “back-up” baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi. Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses transformasi, atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya dapat terdiri dari klasifikasi, sortir, kalkulasi, dan penyimpulan. Alat pengolahnya dapat dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik, dan komputer. Hasil pengolahan data adalah informasi yang berbentuk laporan, model deskriptif, dan bentuk statistik. Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan. Keputusan pada manajemen lini bawah umumya bersifat teknis, pada manajemen lini tengah umumnya bersifat taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya bersifat strategis. Keputusan kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk kegiatan

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian. Pada setiap kegiatan tersebut dilakukan juga kegiatan pengawasan. Kegiatan tersebut secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan, di mana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan informasi.

2.3 Konsep Dasar Data Data merupakan bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi, tanpa adanya data maka pekerjaan informasi tidak akan pernah ada.

2.3.1 Definisi Data

133

Data dapat didefinisikan sebagai berikut: “Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media”. (Amsyah, 2005) “Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai”. (Kadir, 2003)

Dengan kata lain, data merupakan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum diolah. Berikut ini adalah gambar fakta yang direkam atau ditulis menjadi data:
Fakta Kegiatan: - Pelaporan - Komunikasi - Transaksi - Perjanjian - Dsb.

direkam / dicatat
Data

disimpan

Arsip Otentik

diproses keluaran
Komputer

disimpan
Informasi

Gambar 2.14 Hubungan Fakta, Data, Arsip dan Informasi (Amsyah, 2005)

2.3.2 Jenis Data Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan unitunitnya. Untuk keperluan penulisan data di kertas atau kartu dan pemasukan data ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Data statis

134

Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi, atau tempat), kode-kode nomor ataupun alamat. 2. Data dinamis Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat atau agak lama dan lain-lain. Data tersebut sering dikatakan sebagai peremajaan data. Data tersebut misalnya, data tabungan, data gaji, data nilai mahasiswa, dan sebagainya.

Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu: 1. Data kuantitatif Data kuantitatif adalah data dengan hitungan bilangan. Misalnya 5 ekor, Rp.1000, satu juta, dan sebagainya. 2. Data kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan, tetapi diukur dngan kata-kata bernilai. Misalnya banyak, sedikit, kecil, rendah, dan sebagainya.

2.3.3 Sumber Data Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Data internal Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya. 2. Data eksternal Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di luar organisasi itu sendiri.

Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat dibagi menjadi empat kelompok.

135

Gambar 2.15 Pengelompokkan Data (Amsyah, 2005) 1. Data kegiatan Setiap organisasi mempunyai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut

dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi bersangkutan. Kegiatan-kegiatan itu perlu direkam, untuk dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan, informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain. 2. Data Hasil penelitian Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unitunit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu bentuknya sesuai dengan keperluan. 3. Data lingkungan Data penting untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan, penganggaran, pengawasan, evaluasi atau lain-lainnya, adalah data

lingkungan. Definisi data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain. 4. Data peraturan Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.

136

2.4 Hubungan Informasi Dengan Manajemen Manajemen membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukannya. Sumber informasi untuk pengambilan keputusan manajemen bisa didapatkan dari informasi eksternal dan informasi internal. Sistem informasi mempunyai peranan penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen semua tingkatan. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat mengena dan berguna bagi manajemen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan informasi yang diinginkan oleh manajemen. Untuk maksud ini, maka analis sistem harus mengerti terlebih dahulu apa kegiatan dari manajemen untuk masing-masing tingkatannya dan bagaimana tipe keputusan yang diambilnya. Selanjutnya bagaimana tipe informasi yang dibutuhkan oleh manajemen juga harus diketahui. Akhirnya diharapkan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akan dapat mengena sesuai dengan yang dibutuhkan oleh manajemen. Adapun kebutuhan informasi berdasarkan tingkatan manajemen dapat dilihat dari gambar berikut ini: Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen, tipe informasi yang dibutuhkan berbeda. Untuk manajemen tingkat bawah, tipe informasinya adalah terinci (detail), karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatnya, tipe informasinya adalah semakin tersaring (terfilter) atau lebih ringkas.

2.5 Pengembangan Sistem Berorientasi Objek Pengembangan Sistem Berorientasi Objek adalah pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi.

137

2.5.1 Metodologi Berorientasi Objek Metodologi Berorientasi Objek dapat di definisikan sebagai berikut: “Suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnva”. (Nugroho, 2005)

Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu sama lainnya. (Nugroho, 2005) Karakteristik yang dimiliki sebuah sistem berorientasi objek antara lain (Nugroho, 2005) : 1. Abstraksi Prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan. 2. Pembungkusan (Encapsulation) Pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek. Untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerjanya. 3. Pewarisan (Inheritance) Mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dari objek lain sebagai bagian dari dirinya. 4. Reusabilily Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut. 5. Generalisasi dan Spesialisasi Menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

138

6. Komunikasi Antar Objek Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dan satu objek ke objek lainnya. 7. Polymorphism Kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama sehingga menghemat baris program.

Keuntungan metodologi berorientasi objek diantaranya (Nugroho, 2005): 1. Meningkatkan produktivitas Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut (reusable). 2. Kecepatan pengembangan Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnya kesalahan pada saat pengkodean. 3. Kemudahan pemeliharaan. Karena dengan model objek. pola-pola yang cenderung tetap dan stabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah. 4. Adanya konsistensi Karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat analisis, perancangan maupun pengkodean. 5. Meningkatkan kualitas perangkat lunak Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyata dan adanya konsistensi pada saat pengembangannya, perangkat lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai.

2.5.2 Pemrogramman Berorientasi Objek Setelah pemrogramman terstruktur, berkembang pemrogrammanan yang berorientasi pada objek (Object Oriented Programming atau OOP). SmallTalk dan C++ merupakan bahasa berorientasi objek yang telah dikenal jauh sebelum

139

dekade 1990-an. Kini hampir semua bahasa pemrogramman baru yang dibuat setelah C++ menggunakan pendekatan berorientasi objek. Java, Delphi, Visual FoxPro, Power Builder, Kyllix merupakan perangkat lunak yang mendukung pemrogramman berorientasi objek. (Kadir, 2003) Ide dasar pada pemrogramman berorientasi objek adalah mengkombinasikan data dan prosedur-prosedur untuk mengakses data menjadi kesatuan unit. Unit ini dikenal dengan nama objek (object). Pada pemrogramman berorientasi objek dikenal istilah objek dan kelas. Kelas adalah suatu cetakan yang dapat digunakan untuk membuat sejumlah objek. Sering dikatakan bahwa objek adalah instan sebuah kelas. Pemrogramman berorientasi objek mempunyai karakteristik utama, yaitu (Kadir, 2003): - Enkapsulasi, merupakan pengemasan data dan prosedur dalam objek. Enkapsulasi merupakan bentuk upaya penyembunyian informasi yang diterapkan pada pemrogramman terstruktur sehingga data tidak dapat diakses secara langsung oleh pihak di luar objek. - Pewarisan, merupakan sifat dalam bahasa berorientasi objek yang

memungkinkan sifat-sifat dari suatu kelas diturunkan ke kelas lain. - Polimofisme, merupakan suatu konsep yang menyatakan sesuatu nama yang sama dapat memiliki berbagai bentuk dan perilaku yang berbeda. Dengan karakteristik tersebut maka bahasa pemrogramman berorientasi objek memudahkan dalam pengembangan program. Istilah reusability digunakan untuk menyatakan hal ini. Reusability (pemakaian kembali) adalah suatu sifat yang memperkenankan kelas yang telah dibuat dan diuji dapat didistribusikan ke pemrogramman lain untuk dipakai pada program-program mereka dan bahkan dapat dikembangkan tanpa perlu mengubah kelas tersebut. Sifat inilah yang dikatakan bahwa pemrogramman berorientasi objek dapat mengurangi produktivitas

kekompleksitasan pemrogramman dan dapat program.

meningkatkan

140

2.6 Unified Modelling Language Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. 2.6.1 Sejarah Unified Modelling Language Grady Booch dan Jim Rumbaugh memulai penelitian di Rational Software Co. sekitar tahun 1994. Tujuan mereka yakni menciptakan sebuah metode baru yang dapat menciptakan metode-metode sebelumnya yang dapat digunakan pada semua kalangan. Sekitar tahun 1995 Ivar Jacobson, seorang tokoh yang menciptakan OOSE and Objectory Methode bergabung. (Nugroho, 2005). Selain itu, perusahaan Rational Software Co. membeli lisensi Objectory System dari Swedish Company sebagai pengembang dan pendistribusinya. Maka lahirnya sebuah metode baru yang mereka beri nama “Unified Modeling Languange” yang diharapkan dapat menjadi sebuah bahasa pemodelan standar. (Nugroho, 2005). Dengan UML, metode Booch, OMT, dan OOSE digabungkan dengan membuang elemen-elemen yang tidak praktis ditambah dengan elemen-elemen dari metode lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum ada pada metode terdahulu, sehingga UML lebih ekspresif dan seragam daripada metode lainnya. (Munawar, 2005)

141

Gambar 2.16 Unsur-Unsur Pembentuk UML (Munawar, 2005)

2.6.2 Definisi Unified Modelling Language Unified Modelling Language merupakan sebuah notasi grafis standar untuk menggambarkan sistem berorientasi objek yang merupakan hasil kerjasama dari Grady Booch, James Rumbaugh dan Ivar Jacobson. Dan didefinisikan sebagai berikut: “Unified Modelling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrogramman berorientasi objek (OO)”. (Fowler, 2005) “Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bahasa untuk

menetapkan, membangun, memvisualisasikan, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak dan komponen-komponennya”. (Bahrami, 1999) Dari definisi diatas UML merupakan sebuah bahasa pemodelan suatu sistem berdasarkan grafik atau gambar untuk menspesifikasikan, membangun, memvisualisasikan dan mendokumentasikan suatu sistem perangkat lunak berorientasi objek. UML memberikan standar penulisan sebuah sistem yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas, skema database, dan komponen yang diperlukan dalam sistem perangkat lunak.

142

2.6.3 Diagram-diagram Unified Modelling Language UML dibangun atas model 4+1 view. Model ini didasarkan pada fakta bahwa struktur sebuah sistem dideskripsikan dalam 5 view dimana salah satu diantaranya use case view. Use case view ini memegang peran untuk mengintegrasikan content ke view yang lain. Design View Process View Implementation View Deployment View

Use Case View

Gambar 2.17 Model 4+1 View (Munawar, 2005) Use case view mendefinisikan perilaku eksternal sistem. Hal ini menjadi daya tarik bagi end-user, analis dan tester. Pandangan ini mendefinisikan kebutuhan sistem karena mengandung semua view yang lain yang

mendeskripsikan aspek-aspek tertentu dan rancangan sistem. Itulah sebabnya use case view menjadi pusat peran yang mengendalikan proses pengembangan perangkat lunak. Design view mendeskripsikan struktur logika yang mendukung fungsi-fungsi yang dibutuhkan di use case. Design view berisi definisi komponen program, class-class utama bersama-sama dengan spesifikasi data, perilaku dan interaksinya. Implementation view menjelaskan komponen-komponen fisik dari sistem yang akan dibangun. Hal ini berbeda dengan komponen logik yang yang dideskripsikan pada design view. Termasuk disini diantaranya file exe, library dan database. Informasi yang ada di view ini relevan dengan aktifitas-aktifitas seperti manajemen konfigurasi dan integrasi sistem. Process view berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan concurency di dalam sistem. Sedangkan deployment view menjelaskan bagaimana komponen-komponen fisik didistribusikan ke lingkungan fisik. Kedua view ini menunjukan kebutuhan non-fungsional dari sistem.

143

Deployment View menjelaskan bagaimana komponen-komponen fisik didistribusikan ke lingkungan fisik seperti jaringan komputer, printer dan peralatan lainnya serta bagaimana peralatan tersebut dihubungkan dengan peralatan yang lainnya dimana sistem akan dijalankan.

Di dalam UML terdapat sejumlah elemen grafis, diantaranya yaitu:  Aktor (Actor) Dalam pemodelan sistem dengan UML, aktor adalah seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Artinya, seorang aktor dapat mengirim atau menerima pesan dari dan ke sistem atau merubah informasi yang dibutuhkan sistem. Aktor adalah sebuah class bukan sebagai objek. Komunikasi antara aktor dan sistem dilakukan dengan cara mengirim dan menerima pesan. Primary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi utama dari sistem, sedangkan secondary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi sekunder dari sistem. Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar 2.18 Simbol Aktor (Nugroho, 2005) Actor terbagi pada empat macam tipe (Whitten dkk, 2004): 1. Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama) Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi. 2. Primary system actor (Pelaku Sistem Utama) Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. 3. External server actor (Pelaku server eksternal) Stakeholder yang melayani kebutuhan user. 4. External receiving actor (Pelaku penerima eksternal)

144

Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari kegiatan transaksi. 

Objek (Object) Objek merupakan konsep, abstraksi, atau sesuatu yang memiliki arti bagi aplikasi yang akan kita kembangkan. Objek bisa berupa orang, tempat, benda, kejadian, atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang penting dalam suatu aplikasi (perangkat lunak dan atau informasi). Suatu objek harus memiliki identitas dan dapat dibedakan. Contoh dari objek : - Objek orang : saya, anda, kita dan lain-lain - Objek tempat : kampus, gedung, komputer dan lain-lain - Objek kejadian : kuliah, survei, pendaftaran dan lain-lain.

Kelas Kelas mendefinisikan informasi apa yang dimiliki suatu objek serta mendefinisikan perilaku yang dimilikinya. Dengan penggolongan objek-objek dalam suatu kelas kita bisa melakukan abstraksi masalah. Atribut dan nama kelas untuk beberapa objek yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu juga dengan fungsi dan metode yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan bisa digunakan ulang oleh objek yang termasuk kedalam kelas yang sama. Kelas, dalam notasi UML digambarkan dengan kotak. Nama kelas menggunakan huruf besar di awal kalimatnya dan diletakkan di atas kotak. Bila kelas mempunyai nama yang terdiri dari 2 suku kata atau lebih, maka semua suku kata digabungkan tanpa spasi dengan huruf awal tiap suku kata menggunakan huruf besar. Kelas dilambangkan dengan gambar berikut: MesinCuci Gambar 2.19 Simbol Kelas (Munawar, 2005)

Atribut

145

Atribut adalah properti dari sebuah kelas. Atribut ini menggambarkan batas nilai yang mungkin ada pada objek dari kelas. Sebuah kelas mungkin akan mempunyai nol atau lebih atribut. Secara konvensi, jika nama atribut terdiri dari satu kata, maka ditulis dengan huruf kecil. Akan tetapi jika nama atribut mengandung lebih dari suku kata maka semua suku kata digabungkan dengan kata pertama menggunakan huruf kecil dan awal suku kata berikutnya menggunakan huruf besar.

Gambar 2.20 Kelas dan Atribut-atributnya (Munawar, 2005) 

Operasi Operasi adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah kelas atau yang dapat dilakukan untuk sebuah kelas. Seperti halnya atribut, nama operasi juga menggunakan huruf kecil semua jika terdiri dari satu suku kata. Akan tetapi jika lebih dari satu suku kata, maka semua suku kata digabungkan dengan suku kata pertama huruf kecil dan awal tiap suku berikutnya dengan huruf besar.

Gambar 2.21 Kelas dan Operasi-operasinya (Munawar, 2005) 

Kelas Objek Kelas terdiri dari beberapa objek yang memiliki atribut, operasi, semantik dan relationship yang sama. Kelas objek menggambarkan abstraksi dari suatu objek dalam implementasi. Dalam kelas objek terdapat istilah Visibility Operasi yang terdiri dari :

146

- Protected : operasi atau atribut yang tampak hanya oleh kelas itu sendiri, subkelas atau teman kelas tersebut. Visibility merupakan default dari sebuah operasi yang kita buat. Visibility ini melindungi operasi dari penggunaan oleh kelas-kelas luar. Protected digambarkan dengan tanda (#). - Public : operasi atau atribut dapat digunakan oleh kelas lain yang berhubungan dengan kelas tersebut. Digambarkan dengan tanda (+). - Private : operasi atau atribut yang hanya bisa digunakan oleh kelas itu sendiri. Digambarkan dengan tanda (-)

Adapun diagram-diagram yang terdapat pada UML diantaranya:
Structure Diagram
Class Diagram

Activity Diagram

Diagram
Use Case Diagram

Behaviour Diagram

Sequence Diagram Interaction Diagram Collaboration Diagram

Gambar 2.22 Klasifikasi Jenis Diagram UML (Fowler, 2005)

2.6.3.1 Use Case Diagram Use case dalam UML didefinisikan sebagai : “a graph of actors, a set of use case enclosed by a system boundary, communication (participation), association between the actors and the use cases, and generalization among the use case”. (Bahrami, 1999)

147

Use case akan menggambarkan cara kerja suatu software dengan aktor. Dalam use case diagram akan digambarkan hubungan antara aktor dengan use case. Aktor adalah orang atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan sistem. Sementara use case menggambarkan proses yang akan dilakukan oleh aktor terhadap sistem.

Gambar 2.23 Notasi Use Case Diagram (Nugroho, 2005) Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif/sudut pandang para pengguna sistem. Use case mendefinisikan “apa” yang dilakukan oleh sistem dan elemen-elemennya, bukan “bagaimana” sistem dan elemenelemennya saling berinteraksi. Use case bekerja dengan menggunakan “scenario”, yaitu deskripsi urutan-urutan langkah yang menerangkan apa yang dilakukan penggunan terhadap sistem maupun sebaliknya. Use case diagram mengidentifikasikan fungsionalitas yang dipunyai oleh sistem (use case), user yang berinteraksi dengan sistem (actor) dan asosiasi/keterhubungan antara user dengan fungsionalitas sistem. Komponen notasi dasar yang dipunyai oleh use-case diagram adalah actor, use-case, dan association. Berikut adalah notasi yang terdapat pada use-case diagram :

Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram Actor Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas hanya manusia saja, jika sebuah sistem berkomunikasi dengan aplikasi lain dan membutuhkan input atau memberikan output, maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai actor. Use case digambarkan sebagai lingkaran elips dengan nama use case dituliskan didalam elips tersebut.

uc Notasi UseCase

Use Case

Use Case Name

Association Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan

148

sebuah garis yang menghubungkan antara Actor dengan Use Case. Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah contoh use case diagram :

Gambar 2.24 Contoh Use Case Diagram (Nugroho, 2005)

Berbicara mengenai use case diagram tidak akan terlepas dengan hal yang disebut stereotype. Stereotype adalah sebuah model khusus yang terbatas untuk kondisi tertentu. Untuk menunjukkan stereotype digunakan symbol “<<” diawalnya dan ditutup dengan “>>” diakhirnya. Terdapat 2 stereotype paling sering digunakan dalam use case diagram yaitu <<extend>> dan <<include>>. <<extend>> digunakan untuk menunjukkan bahwa satu use case merupakan tambahan fungsional dari use case yang lain jika kondisi atau syarat tertentu dipenuhi. Sedangkan <<include>> digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu use case seluruhnya merupakan fungsionalitas dari use case lainnya. Berikut adalah contohnya.

149

Gambar 2.25 Contoh Use Case Diagram dengan Stereotype Extend dan Include (Bahrami, 1999) Penggunaan notasi depends-on berarti pelaksanaan ‘use case1’ tergantung kepada pelaksanaan ‘use case2’, dengan kata lain ‘use case1’ baru bisa dilakukan setelah ‘use case2’ terpenuhi/selesai dijalankan. Berikut adalah contoh hubungan Depends-On.

Gambar 2.26 Contoh Hubungan Depends-On (Whitten dkk, 2004)

2.6.3.2 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

150

Diagram aktifitas mempunyai kesamaan dengan flowchart karena dapat memodelkan alur kerja dan aktifitas dari sebuah sistem. Menurut Ali Bahrami activity diagram didefinisikan sebagai berikut: “An activity diagram is a variation or special case of the state machine, in which the states are activities representing the performance of operations and the transitions are triggered by the completion of the operations”. (Bahrami, 1999)

Menurut Whitten dkk, activity diagram didefinisikan sebagai berikut: “Sebuah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah use case atau logika behaviour (metode) object”. (Whitten dkk, 2004)

Activity diagram dapat mempermudah kita dalam memahami proses kerja suatu sistem secara keseluruhan. Activity diagram digunakan untuk

mendokumentasikan alur kerja pada sebuah sistem, yang dimulai dari pandangan business level hingga ke operational level. Pada dasarnya, activity diagram merupakan variasi dari statechart diagram. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku parallel sedangkan flowchart tidak bisa. Berikut adalah notasi activity diagram : Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram
obj ec... Simbol

Keterangan Titik Awal Titik Akhir Activity Pilihan Untuk mengambil Keputusan

151

object Use Case Angkot

Fork; Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel / menggabungkan dua kegiatan peralel menjadi satu. Rake; Menunjukkan adanya dekomposisi Tanda Waktu Tanda pengiriman Tanda penerimaan Aliran akhir (Flow Final)

Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah sebuah contoh activity diagram yang menggambarkan sebuah sistem processing mortgage request :

Gambar 2.27 Contoh Activity Diagram (Bahrami, 1999)

152

2.6.3.3 Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence Diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram adalah diagram interaksi yang memperlihatkan eventevent yang berurutan sepanjang berjalannya waktu. Sequence Diagram menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu. Masing-masing Sequence Diagram akan menggambarkan aliran-aliran pada suatu use case. Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang

merepresentasikan “lifeline” objek dan sumbu horizontal yang menunjukan sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.
Cal l er OffHook Exchange Recei ver T al k

Di al T one

Di al Number Ri ngT one OffHook

Gambar 2.28 Contoh Sequence Diagram (Bahrami, 1999)
OnHook

Sequence diagram mendokumentasikan komunikasi/interaksi antar kelaskelas. Diagram ini menunjukkan sejumlah objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek-objek didalam use case. Perlu diingat bahwa di dalam diagram ini, kelas-kelas dan aktor-aktor diletakkan dibagian atas diagram dengan

153

urutan dari kiri ke kanan dengan garis lifeline yang diletakkan secara vertikal terhadap kelas dan aktor. Berikut adalah notasi-notasinya :

Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram Object Object merupakan instance dari sebuah class dan dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma. Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka actor juga dapat diurutkan sebagai kolom. Simbol Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case Diagram.

Actor

Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram (Lanjutan) Lifeline Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah garis putus-putus vertikal yang ditarik dari sebuah objek. Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi empat yang digambar pada sebuah lifeline. Activation mengindikasikan sebuah objek yang akan melakukan sebuah aksi.

Activation

Message, digambarkan dengan anak panah horizontal antara Activation. Message mengindikasikan komunikasi antara objek-objek Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/ Message 2.6.3.4 Collaboration Diagram Collaboration diagram menggunakan prinsip yang sama dengan sequence diagram yaitu digunakan untuk memperlihatkan aliran-aliran pada use case. Sementara sequence diagram berurutan menurut waktu, collaboration diagram berfokus pada relasi-relasi yang terjadi antara objek yang satu dengan objek-objek yang lainnya. Pada collaboration diagram ini, objek-objek dan message (pesan) yang ada digambarkan mirip seperti flowchart, hanya saja, untuk menjaga urutan

154

pesan yang diterima oleh masing-masing objek, pesan-pesan tersebut diberi nomor urutan pesan. Tabel 2.4 Notasi Collaboration Diagram Object Object merupakan instance dari sebuah class.

Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma. Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka actor juga dapat disertakan ke dalam collaboration diagram. Simbol Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case Diagram.

Tabel 2.4 Notasi Collaboration Diagram (Lanjutan) Message Message, digambarkan dengan anak panah yang

mengarah antar objek dan diberi label urutan nomor yang mengindikasikan urutan komunikasi terjadi antar objek. Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah sebuah contoh collaboration diagram yang mengilustrasikan sebuah sistem panggilan genggam (Telephone Call) :
Object

Caller
1: OffHook 2: DialTone

Message
3: DialNumber

Exchange
4: RingTone

Receiver
5: OffHook Gambar 2.29 Contoh Collaboration Diagram (Bahrami, 1999) 6: OnHook

Talk 2.6.3.5 Class Diagram Class Diagram dapat di definisikan sebagai berikut:

155

“Sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek”. (Nugroho, 2005).

Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). Class diagram juga menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan object beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. (Nugroho, 2005)

Sebuah Class memiliki tiga area pokok, (Nugroho, 2005): 1. Nama, merupakan nama dari sebuah kelas 2. Atribut, merupakan properti dari sebuah kelas. Atribut melambangkan batas nilai yang mungkin ada pada objek dari class 3. Operasi, adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang dapat dilakukan oleh class lain terhadap sebuah class.

Class dalam kategorinya dibagi 3 bagian, yaitu (Bahrami, 1999): 1. Class Irrelevant 2. Class Fuzzy 3. Class Relevant

Relevant Class

Fuzzy Class

Irrelevant Class

Gambar 2.30 Kategori Kelas (Bahrami, 1999)

Untuk dapat mengidentifikasi class maka tahap-tahapnya adalah sebagai berikut(Bahrami, 1999): 1. Melakukan eliminasi irrelevant class dari list candidate class. 2. Melakukan eliminasi class yang merupakan redundant class. Class ini termasuk pada kategori fuzzy class

156

3. Melakukan eliminasi attributes class. Attributes class ini pun termasuk kategori fuzzy class.

Berikut adalah notasi – notasi yang ada pada class diagram : Tabel 2.5 Notasi pada Class Diagram Class Class adalah blok - blok pembangun pada pemrogramman berorientasi objek. Sebuah class digambarkan sebagai sebuah kotak yang terbagi atas 3 bagian.Bagian atas adalah bagian nama dari class. Bagian tengah mendefinisikan properti/atribut class. Bagian akhir mendefinisikan method-method dari sebuah class. Assosiation Sebuah asosiasi merupakan sebuah

relationship paling umum antara 2 class, dan dilambangkan oleh sebuah garis yang

menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship dan juga dapat menampilkan pada sebuah hukum-hukum relationship

multiplisitas

(Contoh: One-to-one, one-to-many, many-tomany).

157

Composition

Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut memiliki class tempat relasi dia

Composition terhadap

bergantung tersebut. Sebuah relationship composition digambarkan sebagai garis

dengan ujung berbentuk jajaran genjang berisi/solid.

Tabel 2.5 Notasi pada Class Diagram (Lanjutan) Dependency Kadangkala sebuah class menggunakan class yang lain. Hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency

digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Sebuah dependency dilambangkan

sebagai sebuah panah bertitik-titik. Aggregation Aggregation mengindikasikan keseluruhan bagian relationship dan biasanya disebut sebagai relasi “mempunyai sebuah” atau “bagian dari”. Sebuah aggregation

digambarkan sebagai sebuah garis dengan sebuah jajaran genjang yang tidak berisi/tidak solid. Generalization Sebuah relasi generalization sepadan dengan sebuah relasi inheritance pada konsep

berorientasi objek. Sebuah generalization dilambangkan dengan sebuah panah dengan

158

kepala panah yang tidak solid yang mengarah ke kelas “parent”-nya/induknya. Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Diagram kelas memodelkan struktur kelas dan isinya. Kelas terdiri dari Nama Kelas, Atribut dan Operasi. Class Name Attribut Method Gambar 2.31 Contoh Class Diagram (Munawar, 2005) Keterangan: 1. Class Name: bagian yang paling atas berisi nama kelas, nama kelas diambil dari domain permasalahan dan harus sejelas mungkin. Oleh karena itu, nama kelas haruslah berupa kata benda. 2. Attribut: kelas memiliki attribut yang menggambarkan karakteristik dari objek. Attribut kelas yang benar adalah yang dapat mencakup informasi yang dilukiskan dan mengenali instance tertentu dari kelas. Tipe attribut dapat berupa primitive attribut atau tipe lainnya. 3. Method/Operations: operations digunakan untuk memanipulasi attribut atau menjalankan aksi-aksi.

Class diagram terdiri dari beberapa relationship, diantaranya:  Asosiasi (Association) Asosiasi didefinisikan sebagai penghubung objek-objek pada kelas yang sama. Suatu bentuk asosiasi adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu objek dengan bagian-bagiannya. Kita menggunakan pemahaman asosiasi adalah pada saat beberapa kelas saling terhubung satu sama lain secara konseptual. Sebagai contoh, misalkan seorang pegawai bekerja pada sebuah perusahaan. Maka “bekerja” merupakan

159

sebuah asosiasi antara kelas pegawai dan kelas perusahaan. Selanjutnya bisa kita simpulkan bahwa sebuah asosiasi bisa merupakan sebuah bentuk kata kerja yang merelasikan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya.

Gambar 2.32 Asosiasi (Assosiation) (Munawar, 2005) 

Batasan (Constraints) Constraints adalah batasan-batasan asosiasi fungsional antar entitas dalam

model objek. Kata entitas termasuk didalamnya adalah objek-objek, kelas-kelas, link, serta asosiasi-asosiasi. Berikut adalah contoh constraint dimana petugas loket akan melayani para pelanggan telepon yang ingin melakukan segala urusan yang berhubungan dengan masalah telepon, tapi untuk dapat dilayani maka para pelanggan harus antri, maka “antri” kita jadikan constraint pada asosiasi tersebut. {antri} Teller Pelanggan melayani Gambar 2.33 Constraint pada sebuah Asosiasi (Munawar, 2005) 

Associations Class Sebuah asosiasi dapat memiliki atribut dan operasi seperti halnya sebuah

class. Sebuah association class sebenarnya diperlukan apabila salah satu dari kelas yang terhubung mempunyai sebuah atau beberapa atribut yang tidak layak dimiliki oleh kelas tersebut, karena secara logis atribut tersebut lebih layak dimiliki oleh asosiasi yang menghubungkan kedua kelas tersebut. Akan lebih mudah dipahami jika kita menganalogikan hal ini dengan diagram ERD, dimana sesuai dengan hukum-hukum tertentu maka jika ada sebuah relasi binary atau trenary maka harus dibuatkan sebuah entitas tambahan yang merupakan entitas transaksi untuk menampung record-record transaksi yang terjadi antar entitas murni. Entitas transaksi yang tercipta tersebut mirip sekali dengan association class. Berikut adalah contoh sebuah association class.

160

Melayani Pemain Tim Dinegosiasikan oleh

Kontrak

General Manager

Gambar 2.34 Association Class (Munawar, 2005)

Seperti yang dilihat pada gambar diatas, association class divisualisasikan sama halnya seperti class biasa, hanya saja untuk menghubungkan ke garis asosiasi digunakan garis putus-putus.

Multiplisitas (Multiplicity) Multiplicity atau multiplisitas adalah jumlah banyaknya objek sebuah class

yang berelasi dengan sebuah objek lain pada class lain yang berasosiasi dengan class tersebut. Untuk menyatakan multiplisitas anda dapat meletakkannya diatas garis asosiasi berdekatan dengan class yang sesuai. Ada banyak multiplisitas yang mungkin untuk dipakai. Tabel berikut menjabarkan multiplisitas yang dapat digunakan.

Tabel 2.6 Notasi Multiplisitas Multiplisitas * 0 1 0..* 1..* 0..1 1..1 Arti Banyak Nol Satu Nol atau banyak Satu atau banyak Nol atau satu Hanya satu

Sumber : (Nugroho, 2005)

161

Gambar 2.35 Asosiasi dengan Multiplisitas (Munawar, 2005) 

Generalisasi dan Pewarisan (Generalization & Inheritance) “Generalisasi adalah suatu cara yang sangat berdaya guna objek) yang lain”. (Nugroho, 2005). untuk

berbagi apa yang dimiliki suatu kelas (objek) bagi kelas-kelas (objek-

Generalisasi adalah relasi ke atas beberapa sub kelas diatasnya yang ditunjukan dengan tanda segitiga.
Kendaraan Nomor kendaraan Nama kendaraan Tahun pembuatan
harga

Mobil Jumlah penumpang Jumlah pintu

Truk Tipe Kabin Kapasitas

Gambar 2.36 Contoh Generalisasi (Nugroho, 2005)

Sebuah class (child class atau subclass) dapat mewarisi atribut-atribut dan operasi-operasi dari class lainnya (parent class atau super class) dimana parent class bersifat lebih umum daripada child class. Generalisasi pada konsep Object Oriented digunakan untuk menjelaskan hubungan kesamaan diantara class. Dengan menggunakan generalisasi bisa dibangun struktur logis yang bisa menampilkan derajat kesamaan atau perbedaan diantara class-class. Manfaat lain dari struktur hirarkis juga memungkinkan untuk penambahan subclass (child class) baru tanpa harus merubah struktur yang sudah ada.

162

Inheritance adalah sebuah mekanisme pengimplementasian generalisasi dan spesialisasi. Aturan inheritance dapat secara umum bisa diklasifikasikan sebagai berikut (Nugroho, 2005) : o Subclass selalu mewarisi semua sifat dari superclass-nya. o Definisi subclass selalu mencakup paling tidak satu detil yang tidak diturunkan dari superclass-nya. 

Agregasi (Agregation) Agregasi adalah sebuah hubungan dimana satu kelas “whole” yang lebih

besar berisi satu atau lebih kelas “part” yang lebih kecil. Atau kelas “part” yang lebih kecil adalah bagian dari kelas “whole” yang lebih besar. (Nugroho, 2005) Agregasi disimbolkan dengan jajaran genjang yang diletakkan pada class yang mengandung objek. (Nugroho, 2005)

Gambar 2.37 Agregasi Bertingkat (Multilevel Agregation) (Nugroho, 2005) 

Dependency Class Pada penggunaan relasi kadangkala satu class menggunakan class yang

lain, hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Notasi untuk dependency pada UML dapat menggunakan garis putus-putus dan tanda panah pada ujungnya. (Munawar, 2005)

Form

163

Gambar 2.38 Dependency (Munawar, 2005)

2.7 Basis Data (Database) Sistem Informasi memerlukan tempat penyimpanan data yang dapat menghubungkan satu file/tabel/arsip dengan file/tabel/arsip yang lain yang saling berkaitan. 2.7.1 Definisi Basis Data Fatansyah mendefinisikan Basis Data sebagai berikut :
“Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis”. (Fatansyah, 2002)

“Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data, data disimpan dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan/ atau ditampilkan kembali; data dapat digunakan oleh satu atau lebih program-program aplikasi secara optimal; data disimpan tanpa mengalami ketergantungan dengan program yang akan menggunakannya; data disimpan sedemikian rupa sehingga proses penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.” (Sutanta:2004). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria yang penting yaitu : 1. 2. Bersifat data oriented dan bukan program oriented. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah basis datanya. 3. 4. 5. 6. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru dengan mudah. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda Kerangkapan data dapat diminimalkan.

164

2.7.2

Database Management System (DBMS) Dalam suatu sistem informasi database merupakan salah satu komponen inti

yang harus ada. Menurut Ali Bahrami definisi DBMS adalah: “A database management system (DBMS) is a set of programs that enables the creation and maintenance of a collection of related data”. (Bahrami, 1999)

DBMS merupakan

sekumpulan program yang memungkinkan kita

membuat dan memelihara sekumpulan data yang terelasi. Tujuan mendasar sebuah DBMS adalah menyediakan fasilitas penyimpanan data yang efisien dan kemudahan dalam pengaksesan data. Database menyediakan sebuah model data yang menggunakan konsep logika seperti field, records, tabel, relasi juga format suatu data seperti tipe dan ukuran data.

2.7.3 Model Database Model database merupakan rancangan yang digunakan untuk

memperlihatkan struktur data dan relasi data dalam database. Model database dikelompokan dalam tiga model yaitu :

1. Model Hirarki Model hirarki memperlihatkan data sebagai cabang. Setiap titik cabang merupakan sebuah objek data. Bentuk dari model hirarki digambarkan dalam gambar berikut :

Akar

Dosen Novia

Dosen Zaenal

Basis Data

Pascal

Fisika

Ari

Edi

Dian

Edi

Eka

Dian

Romi

Tomi

165

Gambar 2.39 Model Data Hirarki (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

2. Model Jaringan Model jaringan hampir serupa dengan model hirarki, akan tetapi dalam model jaringan record dapat memiliki lebih dari satu induk. Berikut merupakan bentuk model jaringan.
Dosen Novia Dosen Zaenal

Basis Data

Pascal

Fisika

Ari

Edi

Dian

Eka

Romi

Tomi

Gambar 2.40 Model Data Jaringan (Kadir dan Triwahyuni, 2005) 3. Model Relasi Dari semua model database yang ada, model database yang paling sering digunakan adalah model relasi. Model relasi merupakan model yang sederhana, konsep utamanya adalah relasi yang digambarkan dengan tabel. Kolom pada setiap tabel adalah atribut yang mendefinisikan data. Setiap tabel yang direlasikan harus memiliki primary key. Berikut adalah bentuk dari model relasi.
Kolom

Nim 02320001 02320002 02320003

Nama Ali Akbar Siti Faimah Rita Andini

Jenis_kelamin P W W

Kode_jur 51 52 51

166

02420004

Faruk Fardan

P

52

Gambar 2.41 Model Database Relasional (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

4. Model Object Oriented Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Objek adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product. Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model object oriented dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan objek tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer. Hanya dengan melalui method saja variabel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep enkapsulasi, salah satu konsep penting di model object oriented. (Kadir dan Triwahyuni, 2005)
PRIBADI DATA: Nip Nama Alamat Tgl_lahir Jenis_kelamin Pekerjaan METODE: Menambah data pribadi Menghapus data pribadi Dll PEKERJAAN dan BAGIAN saling terhubung sebab PEKERJAAN berisi BAGIAN DATA: Kode_bagian Nama_bagian BAGIAN PRIBADI dan PEKERJAAN saling terhubung sebab PRIBADI berisi PEKERJAAN DATA: Nip Kode_bagian Gol jabatan BAGIAN METODE: Menambah data pekerjaan Menghapus data pekerjaan Dll PEKERJAAN

METODE: Menambah data bagian Menghapus data bagian Dll

167

Gambar 2.42 Anatomi Sebuah Objek (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

2.7.4 Antarmuka Database Sebuah antarmuka dalam database harus memiliki Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML) yang merupakan tipe bahasa dari SQL. Nama SQL berasal dari SEQUEL (Structured English for Querry Language) yang diciptakan IBM sebagai antarmuka untuk basis data relasional eksperimental yang dinamakan SYSTEM R. SQL sekarang menjadi standar untuk basis data relasional (Bahrami, 1999). SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi dan memperoleh data dari sebuah database relasional. SQL membuat pemrogramman dan seorang administrator database dapat melakukan hal-hal berikut (Bahrami, 1999): mengubah struktur database mengubah pengaturan keamanan sistem memberikan hak akses kepada pengguna untuk mengakses database atau tabel. memperoleh informasi dari database memutakhirkan isi database Adapun penjelasan tipe bahasa dari SQL (Bahrami, 1999): a. DDL (Data Definition Language) Data Definition Language (DDL), adalah perintah SQL yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database. Perintahnya adalah:    Create : untuk membuat/menciptakan objek database Alter : untuk memodifikasi/mengubah objek database Drop : untuk menghapus objek database objek database yang dimaksud

terdiri dari database, table, index, dan view. b. DML (Data Manipulation Language)

168

Data Manipulation Language (DML), adalah perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi database. SQL menyediakan empat perintah DML: - Select - Delete - Insert : digunakan untuk mengambil data dari database : digunakan untuk menghapus data dari database : menambahkan data ke database

- Update : memodifikasi data pada database

2.8 Object Oriented Database (OODB) Basis data berorientasi objek diusulkan untuk mempertemukan kebutuhan dari aplikasi-aplikasi yang kompleks. Pendekatan basis data berorientasi objek menawarkan fleksibilitas untuk menangani beberapa kebutuhan tanpa dibatasi tipe data serta Query yang umum dijumpai pada basis data relasional, (Nugroho, 2005). Menurut Kroenke (2005) definisi Objek Oriented Database adalah: “Konsep dari pemrogramman berorientasi objek secara umum ditambah dengan database sebagai media penyimpanan datanya yang berbentuk classclass, sehingga dalam hal ini masih berhubungan erat dengan E-R Model” (Kroenke, 2005) Kunci dari basis data berorientasi objek adalah kemampuan yang basis data berikan pada perancang untuk menspesifikasi struktur objek yang kompleks serta operasi yang dapat diaplikasikan pada objek tersebut. Basis data berorientasi objek dirancang sedemikian rupa sehingga dapat terintegrasi bersama perangkat lunak yang dikembangkan dengan bahasa-bahasa pemrogramman berorientasi objek. (Nugroho, 2005) Objek database mulai populer pada pertengahan tahun 1990-an. Bermula dari Object Oriented Programming(OOP) yang kemudian dikembangkan menjadi Object Oriented Design (OOD) dan pada akhirnya menjadi Object Oriented Analysis (OOA). Didalam konsep objek oriented database kita dapat melakukan

169

pemodelan data dari semua fenomena dan dapat dinyatakan dalam bahasa umum (natural). (Nugroho, 2005) OODB muncul karena kerumitan dari penyimpanan objek-objek yang akan disimpan didalam database sehingga konsep dari Relational Database Management System (RDBMS) masih tetap digunakan. Mekanisme penyimpanan objek-objek didalam Relational Database Management System ini sering dikenal dengan istilah ORDBMS (Objek Relational Database Management System). (Nugroho, 2005) Beberapa keuntungan (benefit) yang diberikan apabila kita menggunakan konsep dari object oriented database ketimbang menggunakan konsep terstruktur, keuntungan-keuntungan itu diantaranya: context sistem yang kita bangun akan memberikan informasi yang jelas, mengurangi biaya maintenance, komponen sistem lebih independent artinya lebih mudah jika dilakukan perubahan dan perawatan tanpa mengganggu kinerja komponen sistem yang lain, antara pengguna dan pengembang dapat saling berkomunikasi sepanjang pembuatan sistem karena sistem yang dibangun biasanya dilengkapi dengan beberapa diagram (usecase diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram, object diagram, dan lain-lain) dan visualisasi yang menjelaskan aktifitas-aktifitas yang dilakukan, dengan object oriented lebih mencerminkan bagaimana kita dapat menguraikan atau memecahkan sistem yang kompleks, mendukung semua aplikasi. (Nugroho, 2005). 2.8.1 Object Oriented Database Management System (OODBMS) Definisi Object Oriented Database Management System (OODBMS) adalah: “Perkawinan antara pemrogramman berorientasi objek dengan teknologi basis data”.(Nugroho, 2005)

Basis data berorientasi objek memungkinkan pemanfaatan dari keunggulan program berorientasi objek dibandingkan dengan basis data yang murni bersifat relasional. Dengan mengkombinasi pemrogramman berorientasi objek dengan

170

teknologi basis data kita dapat mengembangkan aplikasi yang lebih terintegrasi. (Nugroho, 2005) OODBMS adalah perkawinan antara pemrogramman berorientasi objek dengan teknologi basis data. Basis data berorientasi objek memungkinkan pemanfaatan dari keunggulan program berorientasi objek dibandingkan dengan basis data yang murni bersifat relasional. Dengan mengkombinasi pemrogramman berorientasi objek dengan teknologi basis data kita dapat mengembangkan aplikasi yang lebih terintegrasi. (Nugroho, 2005) OODBMS mengembangkan basis data sedemikian rupa sehingga objekobjek dapat disimpan secara permanen dan tetap ada setelah program berakhir sehingga dapat dipanggil oleh aplikasi-aplikasi lain di kemudian hari serta dapat dibagikan ke program-program (aplikasi-aplikasi) yang lain. (Nugroho, 2005) Salah satu sasaran dari OODBMS adalah memelihara hubungan langsung antara dunia nyata dengan objek-objek basis data sehingga objek-objek tidak kehilangan integritas serta identitas mereka. OODBMS menyediakan sistem yang secara unik membangkitkan identifikasi objek (OID-Object Identifier) untuk setiap objek. (Nugroho, 2005).

2.9 Interaksi Manusia Komputer Menurut Santosa (2004) definisi Interaksi Manusia Komputer adalah:
“Satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang mendesain, mengevaluasi dan

menerapkan (implementasi) interaksi antara manusia dan komputer, serta mengkaji tentang komunikasi atau interaksi di antara pengguna dengan sistem”. (Santosa, 2004)

Prinsip kerja dalam sebuah sistem komputer adalah input, process, output. Data masukan komputer dapat berupa angka atau karakter yang kemudian

171

diproses menjadi keluaran sesuai yang diharapkan oleh pengguna. Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, maka ia akan melakukan interaksi dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu. Cara yang umum digunakan adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah pada komputer, dan komputer menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan pada layar tampilan. Dengan melalui masukan serta keluaran tersebut pengguna dan komputer saling berinteraksi. (Santosa, 2004) Dengan dikembangkannya antarmuka berbasis grafis yang dikenal dengan istilah GUI (Graphical User Interface ) dapat memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik sesuai yang diperlukan. Para perancang antarmuka manusia dengan komputer harus mampu membuat sistem komputer yang mempunyai sifat ramah dengan pengguna sehingga perancang harus mampu memahami aspek psikologi yang dimiliki oleh pengguna, hal ini berhubungan dengan faktor manusia. Perancang sistem pun harus mampu memilih teknik dialog interaktif agar komunikasi antara manusia dengan komputer lebih mudah. (Santosa, 2004).

2.9.1 Strategi Pengembangan Antarmuka Secara garis besar, menurut Santosa (2004) pengembangan bagian antarmuka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:  Pengetahuan tentang mekanisme fungsi manusia sebagai pengguna komputer.  Berbagai informasi yang berhubungan dengan karakteristik dialog yang cukup lebar, sepeti ragam dialog, struktur, isi tekstual dan grafis, tanggapan waktu, dan kecepatan tampilan.  Penggunaan prototype yang didasarkan pada spesifikasi dialog formal yang di susun secara bersama-sama antara (calon) pengguna dan perancang sistem,

172

serta peranti bantu yang mungkin dapat digunakan untuk mempercepat proses pembuatan prototype.  Teknik evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi hasil proses prototype yang telah dilakukan, yaitu secara analitis berdasarkan pada analisis atas transaksi dialog, secara empirik menggunakan uji coba pada sejumlah kasus, umpan balik pengguna yang dapat dikerjakan dengan Tanya jawab maupun kuesioner, dan beberapa analisis yang dikerjakan oleh ahli antarmuka.

2.9.2 Ragam Dialog Berbagai teknik dialog interaktif yang memungkinkan terjadinya komuikasi antara manusia dengan komputer pada saat sekarang ini bervariasi, dimulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang cukup canggih. Secara umum, ragam dialog dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah (Santosa, 2004):  Dialog berbasis bahasa pemrogramman Dialog ini merupakan ragam dialog yang memungkinkan pengguna untuk mengemas sejumlah perintah ke dengan batch file.  Sistem menu Sistem menu merupakan pilihan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah program aplikasi kepada pengguna. Menu adalah daftar sejumlah pilihan dalam jumlah terbatas, yang biasanya berupa kalimat atau kumpulan kata. Terdapat dua sistem menu, yaitu (Santosa, 2004): Sistem menu datar Sistem menu datar adalah sistem menu yang menampilkan semua pilihan secara lengkap.
PENGOLAHAN DATA AKADEMIS MAHASISWA “STIMIK PERTIWI”

dalam suatu bentuk berkas yang disebut

<A> Inisialisasi Berkas Mahasiswa <E> Mencetak Presensi Kuliah <B> Inisialisasi Berkas Mata Kuliah <F> Mencetak Presensi Ujian <C> Inisialisasi Berkas Nilai Ujian <G> Mencetak KRS <D> Membuka Semua Berkas <H> Mencetak Nilai Ujian Pilih salah satu: _

173

Gambar 2.43 Contoh Sistem Menu Datar (Santosa, 2004).

-

Sistem menu tarik Sistem ini adalah sistem menu yang menampilkan pilihan ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang berbasis pada hirarki pilihan (struktur pohon pilihan).

SUBMENU

MENU UTAMA (PILIHAN DENGAN HIERARKI TERTINGGI)

SUB-SUBMENU

Gambar 2.44 Contoh Sistem Menu Tarik (Santosa, 2004)

-

Dialog berbasis pengisian borang Teknik dialog ini merupakan suatu penerapan langsung dari aktifitas pengisian borang dalam kehidupan sehari-hari dimana pengguna akan dihadapkan pada suatu bentuk borang yang ada pada layar komputer yang digunakan.

174

Gambar 2.45 Contoh Dialog Berbasis Pengisian Borang (Santosa, 2004)

-

Antarmuka berbasis icon

Gambar 2.46 Antarmuka Berbasis Icon (Santosa, 2004)

2.10 Client Server Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu : 1. Service (Layanan)  Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda  Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya  Server sebagai provider, client sebagai konsumen 2. Sharing Resources (sumber daya)

175

 Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya. 3. Asymmetrical Protocol (protokol yang tidak simetris )  Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu

menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client. 4. Transparansi lokasi  Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan. Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5. Pesan berbasiskan komunikasi  Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban. 6. Pemisahan interface dan implementasi  Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

2.11 Unified Approach (UA) Unified Approach dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Suatu

metodologi

pengembangan

sistem

berbasis

objek

yang

menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya”. (Bahrami, 1999) Unified Approach merupakan metode berorientasi objek yang

menggabungkan tahapan-tahapan yang ada di metode objek sebelumnya yang telah dipopulerkan oleh Jacobson, Rumbaugh dan Booch. Tujuan dari penggabungan ini tidak lain untuk mencari cara terbaik dalam pengembangan sistem berorientasi objek. Dalam UA terdiri dari tahapan-tahapan Object

176

Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD). Metode ini merupakan metode pendekatan yang mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis dan perancangan serta mempunyai tujuan untuk memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh sistem melalui beberapa pemodelan. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user. Tahap perancangan sistem dalam UA lebih menekankan pada perancangan user interface yang didalam tahapannya akan dijelaskan bagaimana user berinteraksi dengan sistem.
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi User Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method Pemeriksaan

Analisis Orientasi Objek

Konstruksi
Pengembangan berbasis komponen Penyimpanan rancangan Use Case, antarmuka, pengalaman, susunan, dokumentasi Uji kelayakan dan Kepuasan user

Pendekatan lapisan

Memodelkan UML

Design Orientasi Objek
Merancang kelas, atribut,metode, asosiasi dan strukture Implementasi rancangan axiom Merancang uml kelas diagram Merancang antarmuka, lapisan akses dan prototipe Uji kelayakan dan Kepuasan user Berdasarkan Use Case

Gambar 2.47 Tahap Analisis dan Desain Berorientasi Objek Dengan Pendekatan Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan tahap analisis:

177

1. Identifikasi User/Actor Pada tahap ini akan diidentifikasi siapa saja yang akan menggunakan sistem. 2. Pembuatan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case Pada tahap ini akan digambarkan model aktivitas bisnis menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan segala sesuatu yang akan dilakukan oleh user terhadap sistem. 3. Pembuatan Diagram Interaksi Pada tahap ini akan ditentukan rangkaian diagram aktifitas sistem yang sedang berjalan.

4. Mengidentifikasi Kelas-kelas Pada tahap ini dilakukan proses identifikasi kelas-kelas, relationship, atribut serta metode yang terdapat pada sistem. 5. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate) Pada tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang didasarkan pada tahap sebelumnya. Keterangan tahap desain : 1. Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi. 2. Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas\ mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram. 3. Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. 4. Pengujian

178

Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan. 2.11.1 Object Oriented Analysis (OOA) Unified Approach (UA) adalah sebuah metode pendekatan yang mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis. Analisis adalah proses menyaring kebutuhan sistem dan apa yang harus dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhan aktor. Tujuan dari analisis adalah untuk memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh sistem melalui beberapa pemodelan. Hasil akhir yang ingin dicapai dari tahap ini adalah menghasilkan kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan. Analisis berorientasi objek dengan pendekatan UA dari Ali Bahrami digambarkan dalam bagan berikut :
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method Pemeriksaan

Gambar 2.48 Tahapan Analisis Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan :  Identifikasi Aktor : Identifikasi aktor adalah tahap pertama dalam OOA. Istilah aktor merepresentasikan peran dari seorang aktor terhadap sistem. Kandidat aktor dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem.  Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case Pada tahap ini akan digambarkan model aktivitas bisnis menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram aktifitas akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur

179

kerja sistem yang ada, dapat dilakukan pemodelan diagram use case untuk menggambarkan interkasi aktor terhadap sistem.  Pengembangan Diagram Interaksi Salah satu dari diagram interaksi adalah sequence diagram. Sequence diagram adalah suatu model untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam sistem. Interaksi yang dilakukan oleh objek-objek tersebut dilakukan dengan cara satu objek mengirimkan pesan (message) kepada objek lain. Objek-objek yang teridentifikasi dari sequence diagram ini akan dijadikan referensi untuk kelas.  Identifikasi Kelas Dari sequence diagram akan terlihat objek-objek apa saja yang ada dalam sistem. Dari objek-objek tersebut dilakukkan identifikasi kelas-kelas, relationship, atribut serta metode-metode yang digunakan pada setiap kelas. 

Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate) Dalam tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang didasarkan pada tahap sebelumnya.

2.11.2

Object Oriented Design (OOD)

Perancangan sistem dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang jelas guna Pada

mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi.

tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat berinteraksi dengan sistem. Berikut adalah tahapan-tahapan pada OOD:
Perancangan Kelas, metode,atribut dan asosiasi Menyaring UML Class Diagram Perancangan layer akses dan layer Antarmuka Pengujian

Gambar 2.49 Tahap Perancangan Unified Approach (Bahrami, 1999)

180

Keterangan :  Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi. Di tahap ini apabila ada kelas, atribut, method yang sekiranya perlu ada maka dilakukan penambahan.  Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram. Dari activity diagram yang telah dirancang bisa membantu pengembang sistem selama pembuatan perangkat lunak terutama respon serta alur kerja pengoperasian sistem.

Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. Layer Akses adalah layer yang menjadi media penterjemah kebutuhan user terhadap sistem dan respon sistem terhadap kebutuhan user. Layer Antarmuka adalah layer dimana user akan berkomunikasi terhadap sistem melalui suatu interface.

Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

2.12 Software Pendukung Software-software pendukung yang digunakan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN 1 Garut diantaranya; 2.12.1 Microsoft SQL Server 2000

181

SQL Server adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. SQL Server memberikan keuntungan untuk Client dan Server. Adapun keunggulan untuk Client adalah sebagai berikut (Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004): - Mudah digunakan - Mendukung berbagai perangkat keras - Mendukung berbagai aplikasi perangkat lunak - Biasa untuk digunakan

Sedangkan keuntungan untuk Server adalah (Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004): - Dapat diandalkan (Reliable) - Toleransi kesalahan (Fault Tolerant) - Performa tinggi dalam perangkat keras (High-performance Hardware) - Penguncian canggih (Sophisticated Locking) - Konkurensi (Concurrent) Untuk membuat tabel pada SQL Server maka diawali dengan membuka Enterprise Manager yang tersedia pada SQL Server 2000 . Kemudian membuat database baru dengan memilih new database dan membuat tabel-tabel yang akan digunakan. Berikut adalah tampilan yang tersedia pada SQL Server 2000.

182

Gambar 2.50 Tampilan Enterprise Manager (Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.51 Tampilan Pembuatan Database dan Tabel (Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

183

Gambar 2.52 Tampilan Pengisian Atribut pada Tabel
(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.53 Tampilan Pembuatan Diagram untuk Database
(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

184

Gambar 2.54 Tampilan Pemilihan Tabel Untuk Diagram Database
(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.55 Tampilan Diagram Database
(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

185

Gambar 2.56 Tampilan SQL Query Analyzer
(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

2.12.2 Delphi 7.0 Delphi merupakan sebuah pieranti pengembangan aplikasi berbasis Windows yang dikeluarkan oleh Borland International. Pada penanganan database. Delphi menyediakan fasilitas yang memungkinkan seperti dBase, Paradox, Oracle, MySQL, SQL Server dan Access. Berikut adalah tampilan yang terdapat pada Delphi 7.

186

Gambar 2.57 Tampilan Awal Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.58 Tampilan Menu Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.59 Tampilan Object Inspector Delphi 7 (Kadir, 2005)

187

Gambar 2.60 Tampilan Object TreeView Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.61 Tampilan Form Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.62 Tampilan Code Editor Delphi 7 (Kadir, 2005)

2.12.3

Enterprise Architect 7.5

Enterprise Architect (EA) adalah suatu tool Computer Aided Software Engineering (CASE) untuk merancang dan mengembangkan software system, pemodelan bisnis proses dan pemodelan lainnya. Enterprise Architect (EA)

188

dirancang berdasarkan spesifikasi UML 2.1, yang mana menggunakan bahasa visual dalam setiap bagian perancangan sistem. Enterprise Architect (EA) tersedia dalam 3 versi yaitu : Corporate, Professional dan Desktop, setiap versi memiliki fasilitas yang berbeda.

Gambar 2.63 Tampilan Utama Enterprise Architect 7.5 (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

189

Gambar 2.64 Tampilan ToolBox Enterprise Architect 7.5 (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.65 Tampilan Project Browser Enterprise Architect 7.5 (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.66 Tampilan Workspace Toolbar Enterprise Architect 7.5 (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

190

Adapun elemen-elemen yang tersedia pada Enterprise Architect 7.5 untuk membuat pemodelan UML adalah sebagai berikut.

Gambar 2.67 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Activity Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.68 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Use Case Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

191

Gambar 2.69 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Sequence Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.70 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Communication Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.71 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Timing Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

192

Gambar 2.72 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Class Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.73 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Interaction OverviewDiagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

193

Gambar 2.74 Tampilan Elemen untuk Pemodelan State Machine Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.75 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Package Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.76 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Object Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

194

Gambar 2.77 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Composite Structure Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.78 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Component Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

195

Gambar 2.79 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Deployment Diagram (http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Kelebihan-kelebihan Sparx Systems' Enterprise Architect (EA) yaitu :          Komprehensif dengan pemodelan UML Memiliki fasilitas untuk pemodelan Requirements Management Dapat berkolaborasi dengan aplikasi Java dan .Net Mendukung proyek management termasuk sumberdaya, metrics dan testing Mendukung testing : test case, Junit dan Nunit. Pemilihan dokumentasi lebih flexibel dengan mengikuti standar HTML dan penulisan dalam format RTF Fasilitas pemodelan yang Extendable dimana setiap pengguna dapat menentukan profil dan teknologi yang digunakan pada sistem Usability Scalability dimana Enterprise Architect (EA) dapat digunakan untuk memodelkan sistem skala kecil maupun besar.

196

BAB III ANALISIS SISTEM

3.1 Kondisi Objektif MAN I Garut Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Garut berasal dari Sekolah Persiapan IAIN Sunan Gunung Djati cabang Garut yang didirikan pada Tanggal 1 Juli 1968 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 17/ tahun 1978.

3.1.1 Visi MAN I Garut Visi dari MAN I Garut adalah terwujudnya madrasah yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif.

3.1.2 Misi MAN I Garut Misi MAN I Garut adalah sebagai berikut: - Membina insan beriman, bertaqwa, cerdas, terampil, serta berakhlaqul karimah melalui keteladanan aktifitas kependidikan. - Mendorong terciptanya lingkungan yang islami sebagai perwujudan amar ma’ruf nahi munkar. - Mengikut sertakan pendidikan. peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas

3.2 Proses Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN I Garut Ditinjau dari berbagai sudut pandang, pendidikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dari sudut pandang Agama Islam mengikuti pendidikan dalam arti mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap orang.

197

Madrasah Aliyah Negeri I Garut (MAN I Garut) merupakan lembaga bercirikan Islam atau SMA Plus yang ada di lingkungan Departemen Agama, dengan berupaya sekuat tenaga untuk menyelenggarakan pendidikan sebaikbaiknya. 3.2.1 Tujuan Proses PPDB di MAN I Garut Tujuan dari Proses PPDB MAN I Garut adalah sebagai berikut: - Terselenggaranya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN I Garut. - Dapat memperoleh Calon Peserta Didik Baru yang berpotensial dalam berbagai segi. - Dapat mengetahui profil Peserta Didik Baru yang diharapkan sehingga memberikan tambahan data untuk mendukung terlaksananya proses pendidikan yang baik.

3.2.2 Landasan Penyelenggaraan PPDB di MAN I Garut Penyelenggaraan PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, untuk pedoman pelaksanaannya ditentukan oleh Kepala Kementrian Agama Provinsi.

3.2.3 Ruang Lingkup PPDB MAN I Garut Ruang lingkup proses penerimaan Peserta Didik Baru MAN I Garut adalah: - Menetapkan panitia untuk proses Penerimaan Peserta Didik Baru - Mempersiapkan kelengkapan administrasi untuk panitia - Melakukan proses pendaftaran calon peserta didik - Memeriksa kelengkapan persyaratan calon peserta didik - Memberikan serangkaian tes kepada calon peserta didik - Melakukan penyeleksian berdasarkan hasil tes yang sudah dilaksanakan

198

- Melakukan proses daftar ulang bagi calon peserta didik yang telah dinyatakan lulus - Melaksanakan pembagian kelas berdasarkan calon peserta didik yang melakukan daftar ulang.

199

3.2.4 Struktur Panitia PPDB MAN I Garut Struktur Panitia PPDB MAN I Garut Periode 2010 – 2011
PENANGGUNG JAWAB DRS.H.HAWASI M.Pd.I

KEPALA TATA USAHA /ADMINISTRASI JAMILAH HERYATI, S.Pd.I

KETUA
Dra. HERA SRI MUDZAKIR, M.Pd.

KEUANGAN / REGISTRASI KOMITE MAN I GARUT

SEKRETARIS DRS. TANTO JAUHARI

BENDAHARA RUTI RINA KANTI

BAGIAN PENILAIAN TES

BAGIAN PENDAFTARAN

TES PU SMP DAIS HAMIDAH, S.Pd. TES BTQ SMP DRS. IHSAN ANWARI TES PSIKOTES / WAWANCARA SMP
DRS. H. DADANG H, M.Pfis

TES PU MTs AI SUPIATI, S.Ag. TES BTQ MTs DRS. AWIT SUMA H. TES PSIKOTES / WAWANCARA MTs DRS. SYARIF A, M.Pmat

PENDAFTARAN SMP ARI WINARTI, S.Pd. PENDAFTARAN MTs DRA. EKA N, M.M.Pd. SELEKSI PERSYARATAN HAJAR MARTINI

200

Gambar 3.1 Struktur Panitia PPDB MAN I Garut

201

3.2.5 Tugas Pokok dan Fungsi Panitia untuk proses PPDB MAN I Garut ini terdiri atas Kepala MAN I Garut yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kelangsungan proses PPDB, dan dalam pelaksanaan tugasnya Kepala MAN I Garut dibantu oleh Tata Usaha yang memenuhi kebutuhan administrasi pada proses PPDB dan mengawasi berjalannya PPDB MAN I Garut, Kepala MAN I Garut juga dibantu oleh komite MAN I Garut yang memenuhi kebutuhan keuangan untuk proses PPDB serta registrasi (daftar ulang). Sedangkan panitia PPDB tersebut terdiri dari: Ketua Panitia PPDB MAN I Garut, Sekretaris, Bendahara, Bagian Penilaian Tes, Bagian Pendaftaran Calon Peserta Didik. Tugas pokok dan tanggung jawab dari panitia PPDB MAN I Garut adalah sebagai berikut : 1. Ketua Panitia PPDB MAN I Garut a. Menyusun perencanaan / strategi program kerja proses PPDB secara efektif. b. Menyelenggrarakan dan memimpin rapat antar intern personil. c. Melakukan kordinasi dengan pihak Dewan Madrasah Kepala Tata Usaha, Komite MAN I Garut dan pihak lain yang terkait dengan PPDB MAN I Garut. d. Mengkoordinasikan kegiatan atau fungsi antar personil e. Mengkoordinasikan kebutuhan administrasi f. Menangani masalah-masalah yang timbul g. Mengatur dan menyusun tugas personil yang ada h. Bersama-sama panitia PPDB untuk menyusun laporan aktivitas proses PPDB setiap periodenya.

2. Sekretaris a. Mengarsipkan dan mengamankan surat atau dokumen penting yang berkaitan dengan proses PPDB. b. Bersama-sama ketua panitia PPDB untuk menyusun laporan aktivitas proses PPDB setiap periodenya.

202

3. Bendahara a. Menerima dan mengamankan distribusi dana untuk proses PPDB MAN I Garut. b. Mengkordinasikan perencanaan kebutuhan keuangan untuk proses PPDB. c. Melakukan kordinasi dengan ketua panitia bila ada hambatan dalam keuangan selama proses PPDB.

4. Bagian Penilaian Tes a. Mengawasi tes tertulis pengetahuan umum SMP dan MTs serta melakukan penilaian. b. Mengawasi tes baca tulis Al-Qur’an untuk SMP dan MTs serta melakukan penilaian. c. Melakukan psikotes dengan mewawancarai orang tua / wali calon peserta didik. d. Menyerahkan nilai calon peserta didik yang telah ditandatangani oleh Ketua Panitia PPDB kepada sekretaris.

5. Bagian Pendaftaran a. Melakukan pencatatan pendaftaran calon peserta didik yang berasal dari SMP dan MTs. b. Melakukan seleksi kelengkapan persyaratan pendaftaran calon peserta didik. c. Memberikan daftar calon peserta didik yang lulus administrasi yang telah ditandatangani oleh Ketua Panitia PPDB kepada sekretaris. 3.3 Batasan Sistem Secara Fungsional Batasan sistem secara fungsional terbagi pada dua fungsi yaitu fungsi substantif dan fungsi fasilitatif.

203

3.3.1 Fungsi Substantif PPDB MAN I Garut merupakan suatu proses administrasi yang terjadi setiap tahun untuk seleksi calon peserta didik berdasarkan nilai akademik agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Penyelenggaraan PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, untuk pedoman pelaksanaannya ditentukan oleh Kepala Kementrian Agama Provinsi. Salah satu ketentuan umum pada pedoman penyelenggaraan PPDB adalah tiap jenjang dan jenis madrasah hanya boleh menerima peserta didik sesuai dengan kemampuan dan daya tampungnya, jika peminat / pendaftar melibihi daya tampung, maka wajib dilakukan seleksi. Dengan adanya ketentuan tersebut maka dalam melakukan penyaringan calon peserta didik memerlukan ketelitian dalam melakukan pencatatan data calon peserta didik, penilaian tes calon peserta didik serta membuat keputusan calon peserta didik yang akan diterima. Untuk pembatasan sistem pada SI Penerimaan Peserta Didik Baru yang akan dirancang yaitu dibatasi sampai adanya keputusan calon peserta didik yang lulus seleksi tanpa adanya pencatatan registrasi/daftar ulang dan tanpa adanya pembagian kelas untuk calon peserta didik yang telah lulus.

3.3.2 Fungsi Fasilitatif Fungsi fasilitatif menggambarkan kelompok kegiatan

pendukung dari sistem informasi PPDB. Adapun perangkat kegiatan pendukung tersebut meliputi: 1. Kepala Madrasah yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap proses penerimaan Peserta Didik Baru di MAN I Garut. 2. Kepala Tata Usaha yang bertugas mengawasi serta memenuhi kebutuhan administrasi selama proses penerimaan Peserta Didik Baru.

204

3. Komite MAN I Garut yang bertugas mengawasi serta membantu kelancaran proses penerimaan Peserta Didik Baru dalam hal keuangan. 4. Sekretaris yang bertugas mengamankan dokumen-dokumen penting serta melakukan pembuatan laporan yang dibantu oleh seluruh panitia penerimaan Peserta Didik Baru. 5. Bendahara yang bertugas menjalankan kegiatan-kegiatan keuangan yang berhubungan dengan proses penerimaan Peserta Didik Baru. 6. Bagian Penilaian Tes yang mengawasi selama tes penerimaan Peserta Didik Baru berlangsung dan melakukan penilaian terhadap tes yang dikerjakan oleh calon peserta didik. 7. Bagian Pendaftaran yang menangani proses-proses (pencatatan transaksi dan seleksi) pada saat calon peserta didik melakukan pendaftaran. 8. Seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerimaan Peserta Didik Baru MAN I Garut.

3.4 Tujuan Sistem Yang Akan Di Bangun Dalam menentukan tujuan sistem yang akan dirancang harus sesuai dengan yang diinginkan user yaitu dengan maksud untuk mengakomodasi proses yang ada untuk penerimaan Peserta Didik Baru. Kegunaan dari sistem informasi yang akan dirancang ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi panitia, dan dalam perancangan interface-nya penulis menggunakan software Delphi 7 dan perancangan database-nya menggunakan SQL Server 2000 dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi MAN I Garut dalam proses penerimaan Peserta Didik Baru serta memberikan informasi yang berkualitas, tepat waktu, relevan, akurat dan lengkap.

205

3.5 Standar Operasional Prosedur (SOP) Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dalam pekerjaannya memiliki Standar Operasional Prosedur. 3.5.1 SOP Pendaftaran Calon Peserta Didik a. Tujuan :

Melakukan pencatatan data calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.

b. Ruang Lingkup : Kegiatan ini dimulai dari pengisian formulir pendaftaran dan penyerahan kelengkapan persyaratan yang telah ditentukan dan akan diproses oleh panitia bagian pendaftaran. Kemudian akan diajukan kepada panitia bagian penilaian tes untuk dapat melaksanakan tes.

c. Acuan

:

Peraturan PPDB MAN I Garut.

d. Sarana

:

Komputer, Alat Tulis

e. Prosedur

:

 Calon Peserta Didik datang ke sekolah dengan membawa kelengkapan persyaratan pendaftaran untuk melakukan

206

pendaftaran. Adapun syarat-syarat pendaftaran tersebut adalah : - Fotocopy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) 2 rangkap - Surat Keterangan Hasil Ujian ( SKHU ) asli dan fotocopy yang dilegalisir 1 rangkap - Surat Keterangan Kelakuan Baik dari sekolah 1 lembar - Raport Sekolah - Pas photo ukuran 3x4, 2buah - Fotocopy akte kelahiran - Map hijau untuk calon peserta didik dari MTs - Map kuning untuk calon peserta didik dari SMP.  Calon Peserta Didik mengisi Form Pendaftaran. Yang harus diisi dalam formulir tersebut adalah: - Identitas calon peserta didik (nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, anak ke, asal sekolah, alamat sekolah, lulusan tahun, jumlah SKHUN, alamat (jalan/no.rumah, kampung/ RT/ RW, desa/ kelurahan, kecamatan),

penanggung jawab biaya sekolah) - Identitas orang tua/wali (nama orang tua/wali, tempat/tanggal lahir, pendidikan terakhir, pekerjaan tetap, alamat)  Calon Peserta Didik memberikan formulir pendaftaran dan kelengkapan Pendaftaran.  Bagian Pendaftaran menerima syarat-syarat pendaftaran dari Calon Peserta Didik.  Bagian pendaftaran mengecek kebenaran data yang persyaratan pendaftaran kepada Bagian

dimasukkan, apakah sesuai dengan berkas-berkas pada syarat-syarat pendaftaran dan mencatat data calon peserta didik. Bagian Pendaftaran memberikan kartu pendaftaran

207

kepada Calon Peserta Didik dan syarat-syarat pendaftaran kepada Calon Peserta Didik.  Calon peserta didik menerima kartu pendaftaran dan

persyaratan tertentu yang harus dikembalikan kepada calon peserta didik.  Bagian pendaftaran membuat laporan-laporan untuk

diserahkan dan dimintakan tanda tangan kepada Ketua Panitia PPDB (Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru). Adapun laporan-laporan tersebut diantaranya : - Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru. - Jurnal Pendaftaran.  Ketua Panitia PPDB menerima dan menandatangani laporanlaporan dari Bagian Pendaftaran yang diantaranya : Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru. Jurnal Pendaftaran.

 Ketua Panitia PPDB menyerahkan Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru dan Jurnal Pendaftaran yang telah ditandatangani, kepada Bagian Pendaftaran.  Bagian pendaftaran menerima Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru dan Jurnal Pendaftaran yang telah ditandatangani oleh Ketua Panitia PPDB untuk diarsip.

208

f. Alur Kerja:

209

CALON PESERTA DIDIK

BAGIAN PENDAFTARAN

KETUA PANITIA PPDB

Mulai

1 2 3 FC STTB SKHU Lampiran Bersama photo

1 2 3 FC STTB SKHU Formulir Bersama photo Menyerahkan syarat pendaftaran

1

2 Lap.Pendaftrn Peserta Didik Baru 1 2 Jurnal Pendaftaran

Mengecek syarat pendaftaran Menerima dan menandatangani

Bersama uang dan photo 1 2 3 FC STTB SKHU Formulir 1 2 3 FC STTB SKHU KD 2 1 2 3 FC STTB SKHU Lampiran KD 1 2 3 FC STTB SKHU Lampiran Menerima persyaratan dan KD Mengecek data calon peserta didik, membuat laporan-laporan 1 2 3 FC STTB SKHU Lampiran KD 1 2 3 FC STTB SKHU Lampiran 1 2 Lap.Pendaftrn Peserta DidikBaru 1 2 Jurnal Pendaftaran 1

2

1 Lap.Pendaftrn Peserta Didik Baru

Jurnal Pendaftaran

KETERANGAN FC STTB : Fotocopy Surat Tanda Tamat Belajar SKHU : Surat Keterangan hasil Ujian : Kartu Pendaftaran

KD

2 Lap.Pendaftrn Peserta Didik Baru 2 Jurnal Pendaftaran

Selesai

Gambar 3.2 Alur Kerja Pendaftaran Calon Peserta Didik

3.5.2 SOP Penyaringan / Seleksi Calon Peserta Didik

210

a. Tujuan

:

Menentukan calon peserta didik yang telah lulus berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan.

b. Ruang Lingkup : Kegiatan dimulai dari penilaian tes oleh bagian penilaian sehingga ada keputusan calon peserta didik yang lulus untuk diberikan surat pemberitahuan.

c. Acuan

:

Peraturan PPDB MAN I Garut.

d. Sarana

:

Alat Tulis, Komputer

e. Prosedur

:

 Dari Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru, maka calon peserta didik yang mendaftar dilakukan proses seleksi penyaringan peringkat nilai. Seleksi dilaksanakan langsung pada waktu calon peserta didik mendaftar dengan tujuan untuk mendapatkan calon Peserta Didik yang berpotensi. Adapun materi yang diseleksikan adalah sebagai berikut: - Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Tes BTQ ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan membaca Al-Qur’an calon peserta didik karena kemampuan ini dipandang berperan dalam mendukung kelancaran pemberian materi Pendidikan Agama Islam.

211

Skala Penilaian BTQ adalah:
Tabel 3.1 Skala Penilaian Baca Tulis A-Qur’an

Kemampuan Membaca Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Skala Nilai > 80 70 60 50 < 40

- Tes Tulis Untuk mendukung data-data penilaian maka panitia mengambil kebijakan melaksanakan tes tulis mata pelajaran yang meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi sebanyak 20 soal dengan waktu 60 menit, yang dibagi dalam 4 paket yaitu A, B, C, dan D. Pembuatan soal tersebut dilaksanakan oleh guru-guru mata pelajaran yang bersesuaian di bidangnya dengan acuan silabus SMP / MTs. Penilaian dilakukan dengan rumus: Nilai = Jumlah Jawaban Benar 20 x 100

Penilaian akhir untuk calon peserta didik adalah dengan ketentuan berikut ini: Nilai rata-rata dari test baca tulis Al-Qur’an dan tes tulis bobot nilai 5 Nilai UAS SMP dan MTs dikali bobot nilai 2

212

 Mata pelajaran UAS SMP ada 5 meliputi: Agama, PPKn, Pengetahuan Ilmu Sosial, TIK dan Bahasa Sunda.  Mata pelajaran UAS MTs ada 9 meliputi: Qur’an Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, Fiqih, SKI, PPKn, Ilmu Pengetahuan Alam, TIK, dan Bahasa Sunda. Nilai UN SMP dan MTs dikali bobot nilai 1

Sehingga nilai akhir calon peserta didik: NA = UN + UM + 2 x Agama + Umum 6

Selain nilai, dipertimbangkan pula kelengkapan raport dari semester 1 sampai 6.  Berbagai komponen hasil seleksi diolah dan dimasukkan pada format penilaian, kemudian dijumlah dan dirata-ratakan, kemudian dirangking/diurutkan berdasarkan data nilai akhir dari nilai urutan terbesar sampai terkecil. Kemudian hasilnya akan diserahkan kepada Ketua Panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Adapun Laporan-laporan tersebut diantaranya : - Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru sebanyak 2 rangkap. - Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi sebanyak 3 rangkap.  Ketua Panitia PPDB menerima dan menandatangani laporanlaporan dari Bagian Penilaian yang diantaranya : - Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru sebanyak 2 rangkap. - Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi sebanyak 3 rangkap.  Ketua Panitia PPDB menyerahkan Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru dan Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi kepada Bagian Penilaian

213

 Bagian Penilaian menerima Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru dan Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi masing-masing 1 rangkap yang telah ditanda tangani oleh Ketua Panitia PPDB untuk diarsip.  Bagian Penilaian menyerahkan Surat Hasil Seleksi kepada Calon Peserta Didik.  Calon Peserta Didik menerima Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi dari Bagian Penilaian. Apabila dinyatakan diterima maka diminta untuk melakukan registrasi dan apabila tidak diterima maka mengambil berkas dan syarat pendaftaran yang telah dikumpulkan.

f. Alur Kerja:
CALON PESERTA DIDIK BAGIAN PENILAIAN KETUA PANITIA PPDB

Mulai

Hasil Tes

1

2 Lap. Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru 1 2 3 Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi

KD

Melakukan tes penyaringan

Proses Seleksi Nilai dan Posting Status Peserta Didik serta pembuatan laporanlaporan

Lap. Pendaftran Peserta Didik Baru Hasil Tes 2 Lap. Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru 1 2 3 3 Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi 2 3 Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi Tidak Seleksi 1 Lap. Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2 Mengambil Berkas Pendaftaran 3 Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi KETERANGAN FC STTB : Fotocopy Surat Tanda Tamat Belajar Selesai SKHU : Surat Keterangan Hasil Ujian KD : Kartu Pendafataran 1 2 Lap. Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru 1 Menerima dan Menandatangani

1

Ya

Melakukan Registrasi

214

Gambar 3.3 Alur Kerja Penyaringan / Seleksi Calon Peserta Didik

3.6

Analisis Sistem Informasi PPDB Pada tahap analisis ini dilakukan beberapa langkah identifikasi dengan

metodologi object oriented menggunakan langkah-langkah yang terdapat pada Unified Approach (Bahrami, 1999) dengan tujuan untuk mengetahui kinerja sistem penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tahapan dari analisis tersebut terdiri dari:
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method

Pemeriksaan

Gambar 3.4 Tahap Analisis Unified Approach (Bahrami, 1999)

3.6.1 Identifikasi Aktor Melalui kegiatan interview dan observasi dalam melihat bisnis proses PPDB yang sedang berjalan di MAN I Garut maka proses identifikasi aktor didapatkan berdasarkan siapa saja yang akan menggunakan dan mempengaruhi sistem. Aktor yang diidentifikasi dikategorikan pada empat macam tipe aktor (Whitten dkk, 2004): 1. Primary Business Actor / Pelaku Bisnis Utama (PBA) Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor PBA adalah calon peserta didik karena merupakan aktor utama yang mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan use case dengan menerima nilai yang terukur atau terobservasi. 2. Primary System Actor / Pelaku Sistem Utama (PSA)

215

Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor PSA adalah panitia bagian penilaian dan panitia bagian pendaftaran karena merupakan aktor yang secara langsung berhadapan dengan sistem untuk memicu kegiatan sistem dan berinteraksi langsung dengan aktor PBA untuk menggunakan sistem aktual. 3. External Server Actor/ Pelaku Server Eksternal (ESA) Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor ESA adalah Ketua Panitia PPDB, Bendahara, Sekretaris, Komite MAN I Garut dan Kepala Tata Usaha. Aktor tersebut yang melayani kebutuhan pengguna use case. 4. External Receiving Actor / Pelaku Penerima Eksternal (ERA) Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor ERA adalah Kepala MAN I Garut karena merupakan aktor yang menerima nilai yang terukur atau teramati (output) dari use case. Adapun beberapa aktor yang dapat diidentifikasi pada Sistem PPDB di MAN I Garut adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Identifikasi Aktor

No. 1.

Aktor

Tipe Aktor PSA   

Aktivitas Aktor Melakukan login sebagai bagian  pendaftaran

Keuntungan Menerima persyaratan peserta didik  Menerima formulir kelengkapan dari calon

Panitia Bagian Pendaftaran

Memberikan formulir pendaftaran kepada calon peserta didik Melakukan kelengkapan pemeriksaan persyaratan 

pendaftaran yang telah diisi calon peserta didik Menerima laporan

pendaftaran calon peserta didik

216

 

Melakukan input data pendaftaran Memberikan kartu pendaftaran

pendaftaran ditandatangani

yang

telah Ketua

kepada calon peserta didik yang lulus persyaratan  Membuat laporan mengenai

Panitia PPDB MAN I Garut.

pendaftaran PPDB

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)

No. 2.

Aktor

Tipe Aktor PSA    

Aktivitas Aktor Melakukan login sebagai bagian  penilaian

Keuntungan Menerima kartu

pendaftaran calon peserta kartu pendaftaran  didik Menerima laporan calon

Panitia Bagian Penilaian

Memeriksa

calon peserta didik Melakukan pengawasan terhadap calon peserta didik selama tes Melakukan terhadap penilaian tes yang akhir telah

peserta didik yang telah ditandatangani oleh Ketua Panitia PPDB MAN I Garut

dilaksanakan oleh calon peserta didik  Membuat laporan calon peserta didik yang lulus tes 3. PBA   Calon Peserta Didik   Mengisi formulir pendaftaran. Memberikan kelengkapan    Menerima pendaftaran Menerima keputusan formulir

persyaratan pendaftaran Memperlihatkan kartu pendaftaran Melakukan serangkaian tes

kelulusan administrasi Menerima kartu

217

Melakukan registrasi (daftar ulang)  

pendaftaran Menerima pemberitahuan Menerima nota registrasi Menerima pengajuan dana ATK PPDB surat

4.

ESA

 

Mengelola keuangan PPDB MAN I  Garut

Bendahara

Memenuhi kebutuhan dana PPDB yang bersangkutan dengan ATK

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)

No. 5.

Aktor

Tipe Aktor ESA 

Aktivitas Aktor Memenuhi kebutuhan panitia 

Keuntungan Menerima berkas-berkas

mengenai pengelolaan PPDB di Sekretaris  MAN I Garut Membuat laporan keseluruhan penerimaan 

penting atau laporan PPDB dari Panitia MAN I Garut

mengenai PPDB di MAN I Garut 6. ESA     Mengawasi proses Menerima pengajuan

Peserta Didik Baru di MAN I Garut Komite MAN I Garut Memenuhi kebutuhan keuangan PPDB MAN I Garut Mengelola data registrasi calon peserta didik Menetapkan hasil akhir calon 

keuangan untuk PPDB MAN I Garut Menerima registrasi calon peserta didik yang lulus tes

peserta didik yang diterima di MAN

218

I Garut 7. ESA   Mengawasi proses penerimaan  Menerima pengajuan

Peserta Didik Baru di MAN I Garut Kepala Tata Usaha MAN I Garut Memenuhi kebutuhan administrasi PPDB MAN I Garut

bantuan administrasi (Suratsurat)

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)

No. 8.

Aktor

Tipe Aktor ESA  

Aktivitas Aktor Mengawasi proses penerimaan 

Keuntungan Menerima laporan

Peserta Didik Baru di MAN I Garut Ketua Panitia PPDB MAN I Garut Membuat keputusan-keputusan

keseluruhan proses PPDB di MAN I Garut dari sekretaris PPDB

mengenai pengajuan PPDB dari bagian pendaftaran atau penilaian.

9..

ERA

Mempertanggungjawabkan

hasil 

Menerima keseluruhan

laporan mengenai

proses penerimaan Peserta Didik Kepala MAN I Garut Baru di MAN I Garut

proses penerimaan Peserta Didik Baru dari Ketua Panitia

219

PPDB MAN I Garut. Dari tabel identifikasi aktor diatas, maka dapat dilihat aktor yang terlibat pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru. Tabel tersebut juga menjelaskan aktifitas yang dilakukan oleh masing-masing aktor beserta keuntungan yang didapatnya. Serta dapat diketahui perbedaan antara user dan aktor (Bahrami, 1999), seperti pada gambar berikut.

220

USER

Dapat Memainkan Peranan Dari

AKTOR

Melakukan USE CASE

Calon Peserta Didik

Primary Bussiness Actor

Melakukan Pendaftaran dan Tes

Bagian Pendaftaran

Primary System Actor

Pengelolaan Pendaftaran dan Nilai

Bagian Penilaian

Bendahara PPDB

External Server Actor

Pengawasan dan Pemenuhan Kebutuhan Aktor

Sekretaris PPDB

Komite MAN I Garut

Kepala Tata Usaha

Ketua Panitia PPDB MAN I Garut

Kepala MAN I Garut

External Receiving Actor

Pemeriksaan

Gambar 3.5 User dan Actor Pada SI PPDB di MAN I Garut

221

222

3.6.2. Pengembangan Activity Diagram Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahapan selanjutnya setelah identifikasi aktor yaitu memodelkan secara grafis dari proses bisnis atau langkah-langkah setiap aktifitas yang dilakukan pada SI PPDB ke dalam sebuah activity diagram.

3.6.2.1. Deskripsi Aktifitas Pada Sistem Informasi PPDB Ketua Panitia PPDB mempunyai wewenang terhadap siapa saja yang dapat menggunakan Sistem Informasi PPDB dan mempunyai wewenang untuk menambah penggunanya. Adapun yang diberi wewenang yaitu Bagian Pendaftaran / Bendahara, Bagian Penilaian, Sekretaris dengan memberikan mereka user dan password yang berbeda untuk dapat mengakses menu serta form yang telah disesuaikan dengan deskripsi pekerjaannya masing-masing.

223

3.6.2.2 Activity Diagram Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru

224

act Sistem Informasi PPDB start

Login

Valid?

no

yes Tampilan Utama SI PPDB Pemasukan Tahun Ajaran? Master no Pemasukkan Data Panitia? no Sekolah Asal Pemasukan Data Calon Peserta Didik? Pendaftaran no no Pengolahan Nilai Siswa? yes Penilaian no no Cetak Laporan Pendaftaran PPDB? yes yes Info Panitia

Mengelola Data Master?

yes

yes Tahun Aj aran

no

Mengelola Data Pendaftaran PPDB?

yes

yes

Calon Peserta Didik

Kelengkapan Persyaratan

Penyaringan PPDB?

yes

Perolehan Nilai Sisw a

Kelulusan Sisw a laporan persyaratan?

Mengelola Laporan?

yes

Laporan

Laporan Pendaftaran

yes

Laporan Persyaratan Laporan Sekolah Asal Laporan kelulusan

no no no Laporan Penilaian Ubah User? Sistem yes no Ubah Password? no Pengaturan User? no Keluar Aplikasi yes Pengaturan User yes Ubah Passw ord Ubah User

End

Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Sistem Informasi PPDB

225

3.6.2.3 Activity Diagram Login
act Login start

Akses Aplikasi SI PPDB

Form Login

Masukkan username

Masukkan Passw ord

Valid?

no yes

Tampilan Pesan Kesalahan

Tampilan Utama SI PPDB

end

Gambar 3.7 Activity Diagram Login

226

3.6.2.4 Activity Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran
act Pengolahan Data Tahun Aj aran Start

Menu Master

Sub Menu Tahun Aj aran

Form Tahun Aj aran

Tambah Data?

no

Ubah Data?

Hapus Data? no yes

no

Klik Button Keluar

yes Masukan Tahun Aj aran Klik Button Tambah Baru

yes Pilih Data yang akan Diubah

Pilih Data yang akan dihapus

End

Masukan Tangggal Mulai Tahun Aj aran

Masukan Tanggal Akhir Tahun Aj aran

Klik Button Ubah

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Masukan Kapasitas Sisw a/Kuota Simpan Data Tahun Ajaran? no

Pilih Status

Ubah data yang harus diubah

no

yes no

Klik Button Batal

Data dapat Dihapus?

Pesan Kesalahan yes Klik Button Simpan

yes Data Tahun Aj aran Dihapus

Tampilan Pesan Kesalahan

no

yes

Data yang wajib diisi sudah lengkap?

Data Tahun Aj aran Disimpan

Gambar 3.8 Activity Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran

227

3.6.2.5 Activity Diagram Pengolahan Data Info Panitia

228

act Pengolahan Data Panitia Start

Menu Master

Sub Menu Panitia

Form Info Panitia

Pemasukan Susunan Panitia Baru? yes

no

Ubah Data?

no

Hapus Data?

no Klik Button Keluar

yes Pilih Data yang akan Diubah

yes Pilih Data yang akan dihapus End

Klik Button Tambah

Masukkan Nama Sekolah

Klik Button Ubah

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Masukan Alamat Sekolah

Ubah data yang harus diubah

yes Masukan Nama Kepala Sekolah Pesan Kesalahan Masukkan Nama-nama Panitia Simpan Data Panitia? no

Data dapat Dihapus?

yes Data Panitia Dihapus

Klik Button Batal

no

yes Klik Button Simpan

Tampilan Pesan Kesalahan

no

Data yang wajib diisi udah lengkap?

yes Data Panitia Disimpan

Gambar 3.9 Activity Diagram Pengolahan Data Info Panitia

229

3.6.2.6 Activity Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal
act Pengolahan Data Sekolah Asal Start

Menu Master

Sub Menu Sekolah Asal

Form Sekolah Asal

Tambah Data?

no

Ubah Data User?

no

Hapus User?

no

Klik Button Keluar

yes Masukkan Nama Sekolah Klik Button Tambah Baru

yes Pilih Data yang akan Diubah

yes Pilih Data yang akan dihapus End

Masukkan Tipe Sekolah

Masukkan Kota

Klik Button Ubah

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Masukkan Alamat Simpan Data Asal Sekolah? Klik Button Batal no yes Klik Button Simpan

Ubah data yang harus diubah

no

yes no

Data dapat Dihapus?

Pesan Kesalahan

yes Data Panitia Dihapus

Tampilan Pesan Kesalahan

no

yes

Data yang wajib diisi sudah lengkap?

Data Tahun Aj aran Disimpan

Gambar 3.10 Activity Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

230

3.6.2.7 Activity Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
act Pengolahan Data Pendaftaran CPDB Start

Menu Pendaftaran

Sub Menu Calon Peserta Didik Baru

Form Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Pemasukan Data Calon PDB? yes Klik OptionBox Tambah Data Pencarian Data?

no

no

Klik Button Keluar

yes Klik OptionBox Pencarian End

Klik Button Tambah Baru

Tentukan Parameter Pencarian

Masukan Filter Pencarian Masukan Nomor Peserta no Data ada? Masukan Atribut-atribut dari Calon Peserta Didik yes Data Pendaftaran yang Dicari Tampilan Pesan Kesalahan

Klik Button Batal

no

Simpan Data Pendaftaran? Pengubahan Data Pendaftaran? yes Klik Button Ubah Data yang wajib diisi sudah lengkap? Pilih Data yang akan dihapus no Klik Button Hapus

yes Klik Button Simpan

Tampilan Pesan Kesalahan

no

Melakukan Perubahan Data

yes Data Kelengkapan Persyaratan Disimpan

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Data Persyaratan yang Telah Dirubah

no

yes no

Data dapat Dihapus?

Pesan Kesalahan

yes Data Pendaftaran Calon PDB dihapus

Gambar 3.11 Activity Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru

231

3.6.2.8 Activity Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan
act Pengolahan Data Persyaratan Start

Menu Pendaftaran

Sub Menu Kelengkapan Persyaratan

Form Kelengkapan Persyaratan Pemasukan Kelengkapan Persyaratan Calon PDB? yes no Pencarian Data? no

Klik Button Keluar

yes Klik OptionBox Pencarian End

Klik OptionBox Tambah Data

Klik Button Tambah Baru

Tentukan Parameter Pencarian

Masukan Filter Pencarian Masukan Nomor Peserta no Data ada? Pilih Status-status Kelengkapan Persyaratan Simpan Data Kelengkapan Persyaratan? yes Data Persyaratan Calon PDB yang Dicari Tampilan Pesan Kesalahan

Klik Button Batal

no

yes Klik Button Simpan

Pengubahan Data Kelengkapan Persyaratan? yes

no Klik Button Hapus

Klik Button Ubah

Pilih Data yang akan dihapus

Tampilan Pesan no Kesalahan yes

Data yang wajib diisi sudah lengkap?

Melakukan Perubahan Data

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Data Kelengkapan Persyaratan Disimpan

Data Persyaratan yang Telah Dirubah

no

yes no

Data dapat Dihapus?

Pesan Kesalahan

yes Data Persyaratan Calon PDB dihapus

Gambar 3.12 Activity Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

232

3.6.2.9 Activity Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
act Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD Start

Menu Penilaian

Sub Menu Perolehan Nilai Sisw a

Form Perolehan Nilai Sisw a Pemasukan Nilai CPD? yes Klik OptionBox Tambah Data no Pencarian Data? no

Klik Button Keluar

yes Klik OptionBox Pencarian End

Klik Button Tambah Baru

Tentukan Parameter Pencarian

Masukan Filter Pencarian Masukan Nomor Peserta no Data ada? Masukkan Nilai-nilai CPD yes Data Nilai CPD yang Dicari no Simpan Data Penilaian? Pengubahan Data Nilai? no Klik Button Hapus Tampilan Pesan Kesalahan

Klik Button Batal

yes

yes Klik Button Simpan Klik Button Ubah Data yang wajib diisi sudah lengkap? Pilih Data yang akan dihapus

Tampilan Pesan Kesalahan

no

yes

Melakukan Perubahan Data

Klik Button Hapus Yakin data ingin dihapus?

Data Nilai CPD Disimpan

Data Nilai CPD yang Telah Dirubah

no

yes Pesan Kesalahan no Data dapat Dihapus?

yes Data Nilai CPD Dihapus

Gambar 3.13 Activity Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik

233

3.6.2.10 Activity Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan
act Pengolahan Data Kelulusan Start

Menu Penilaian

Sub Menu Nilai Kelulusan

Form Nilai Kelulusan

Tentukan Nilai Passing Grade

Nilai Passing Grade dapat dimasukkan? yes

no

Tampilkan Pesan Kesalahan

Tampilkan Nilai Passing Grade End

Proses Hasil Kelulusan? yes

no

Klik Button Keluar

Klik Button Proses Hasil Kelulusan

Update data Kelulusan CPD

Tampilkan Data Kelulusan CPD

Gambar 3.14 Activity Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan

234

3.6.2.11 Activity Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
act Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan Pendaftaran

Form Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Tentukan Parameter PencetakkanLaporan

Klik Button Cetak Cetak Daftar Calon Peserta Didik?

no yes

Klik Buton Batal

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Daftar Calon Peserta Didik Dicetak Keluar Form Laporan Daftar Calon Peserta Didik? no yes Klik Button Keluar

End

Gambar 3.15 Activity Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru

235

3.6.2.12 Activity Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan
act Pencetakan Laporan Persyaratan Start

Menu Laporan

Sub Menu Pendaftaran

Form Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Tentukan Parameter PencetakkanLaporan

Form Laporan Persyaratan

Klik Button Cetak Cetak Laporan Persyaratan CPD? yes Print Prev iew

Klik Buton Batal

no

Klik Button Cetak

Laporan Persyaratan CPD Dicetak Keluar Form Laporan Persyaratan CPD? no yes Klik Button Keluar

End

236

Gambar 3.16 Activity Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan 3.6.2.13 Activity Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
act Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Start

Menu Laporan

Sub Menu Pendaftaran

Form Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Tentukan Parameter PencetakkanLaporan

Form Laporan Asal Sekolah

Klik Button Cetak Cetak Laporan Asal Sekolah CPD yes Print Prev iew

Klik Buton Batal

no

Klik Button Cetak

Laporan Asal Sekolah CPD Dicetak Keluar Form Laporan Asal Sekolah CPD? no yes Klik Button Keluar

End

Gambar 3.17 Activity Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik
Baru

237

3.6.2.14 Activity Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

act Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pe... Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan Penilaian

Memilih Button ' Cetak Rincian Jumlah Daftar'

Print Prev iew

Klik Icon untuk mencetak

Sistem melakukan pencetakan

Keluar Dari Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran?

no yes

Klik Button 'Close'

End

Gambar 3.18 Activity Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

238

3.6.2.15 Activity Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
act Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik ... Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan Penilaian

Form Cetak Penilaian

Tentukan Parameter PencetakkanLaporan

Klik Button Cetak Cetak Penilaian Calon Peserta Didik? Print Prev iew

no

Klik Buton Batal

Klik Button Cetak

Laporan Penilaian Calon Peserta Didik Dicetak Keluar Form Laporan Cetak Penilaian? no yes Klik Button Keluar

End

239

Gambar 3.19 Activity Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta
Didik Baru

3.6.2.16 Activity Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
act Pencetakkan Laporan Kelulusan Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan Penilaian

Form Cetak Penilaian

Tentukan Parameter PencetakkanLaporan

Form Cetak Kelulusan

Klik Button Cetak Cetak Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik?

Klik Buton Batal

no

yes Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Dicetak Keluar Form Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik? no yes Klik Button Keluar

End

Gambar 3.20 Activity Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik
Baru

240

3.6.2.17 Activity Diagram Ubah User
act Ubah User Start

Menu Sistem

Sub Menu Ubah User

Keluar dari Tampilan Utama SI PPDB

Form Login

End

Gambar 3.21 Activity Diagram Ubah User

241

3.6.2.18 Activity Diagram Ubah Password
act Ubah Passw ord Start

Menu Sistem

Sub Menu Ubah Passw ord

Masukkan Passw ord Lama

Form Ubah Passw ord

Masukkan Passw ord Baru

Ulangi Passw ord Baru Simpan Password Baru?

Klik Button Batal

no

yes Passw ord Baru disimpan Keluar Form Ubah Password? no

yes Klik Button Keluar

End

Gambar 3.22 Activity Diagram Ubah Password

242

3.6.2.19 Activity Diagram Pengaturan User

243

Gambar 3.23 Activity Diagram Pengaturan User

3.6.2.20 Activity Diagram Keluar

244

act Keluar start

Tampilan Utama SI PPDB

Menu Sistem

Sub Menu Keluar Aplikasi

Klik Button Cancel

no yes

Yakin Keluar?

Klik Button OK

end

Gambar 3.24 Activity Diagram Keluar

245

3.6.3 Pengembangan Use Case Sistem Informasi PPDB Untuk dapat melihat proses yang dilakukan user terhadap sistem, maka dilakukan tahapan pengembangan dalam bentuk use case. Adapun use case Sistem Informasi PPDB adalah sebagai berikut:

246 3.6.3.1. Use Case Diagram SIPPDB
uc Use Case SIPPDB

Login Panitia Bagian Penilaian

Sekretaris

Pengolahan Data Pendaftaran Pencetakan Kartu Pendaftaran

«extend»

Pencetakan Laporan Asal Sekolah

«i ncl ude»

«extend»

Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik

«i ncl ude»

Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik

«extend»

Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Ketua Panitia PPDB

Panitia Bag. Pendaftaran

«extend»

«extend»

Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

Pencetakan Laporan Persyaratan

«extend»

Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

«i ncl ude»

Pencetakan Kartu Cheking Persyaratan

Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Calon Peserta Didik

Pengaturan User

Pengolahan Data Sekolah Asal

Bendahara

Pengolahan Data Info Panitia

Pengolahan Data Nilai Kelulusan

Pengolahan Data Tahun Aj aran Kepala M AN I Garut

Ubah Passw ord Kepala Tata Usaha M AN I Garut

Komite M AN I Garut Ubah User

247
Gambar 3.25 Use Case Diagram untuk Sistem Informasi PPDB

248

3.6.3.2. Use Case Diagram Login Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case login adalah sebagai berikut:

uc Login

Login Ketua Panitia PPDB

Panitia Bag. Pendaftaran

Sekretaris

Panitia Bagian Penilaian

Gambar 3.26 Use Case Diagram Login

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative login.
Tabel 3.3 Use Case Narative Login
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Login SIPPDB-001 Ketua Panitia PPDB Sekretaris Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user mengakses aplikasi SI PPDB kemudian sistem akan menampilkan form login yang akan diisi oleh user. Use Case ini pun untuk membatasi hak akses user untuk menjaga keamanan data. Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilaian dan Sekretaris mendapat wewenang untuk melakukan Login dari

249

atasannya yaitu Ketua Panitia PPDB.

Tabel 3.3 Use Case Narative Login (Lanjutan)
Deskripsi/Uraian : Use-case ini memungkinkan user untuk mengidentifikasikan dirinya untuk dapat masuk ke sistem. Syarat utama untuk mengakses sistem ini yaitu setiap user (Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilian dan Sekretaris) harus memasukan user name dan password. Sistem akan memeriksa user name dan password yang dimasukkan user ke dalam basis data untuk melakukan pencocokan agar bisa melakukan login. Proses login merupakan reaksi sistem kepada setiap user untuk melindungi data. Prakondisi : Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilian dan Sekretaris telah mengetahui user dan password yang telah diberikan oleh Ketua Panitia PPDB. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Respons Sistem

Step 1 : User Membuka Aplikasi Step 2 : Sistem menampilkan form SI PPDB Step 3 : User mengisi User dan Password Step 4 : Klik button’ Login’ Step 5 : Validasi password. Step 6: Sistem menampilkan dialog box pesan kesalahan bila user dan password yang dimasukan salah. Step 7: Jika tidak ada data Tahun Ajaran yang aktif maka sistem akan menampilkan MessageBox untuk mengisi data tahun ajaran terlebih dahulu dan menampilkan tampilan utama SI PPDB bila user dan password yang dimasukan benar. Step 9: Sistem mengosongkan kembali textbox user dan password Step 8 : Klik button’ Batal’ Step 11 : Sistem mengeluarkan user dan login

250

form login

Step 10 : Klik button’ Keluar’

Tabel 3.3 Use Case Narative Login (Lanjutan)
Bidang Alternatif Alt-Step 3 : Pada form Login user melakukan login,maka dilakukan Step 3. Jika memilih membatalkan/mengosongkan textbox user dan password, maka dilakukan Step 8. Jika memilih keluar dari form login , dilakukan Step 10. Kesimpulan : Use case ini selesai bila konfirmasi proses login dan menu utama SI PPDB telah ditampilkan. Postkondisi : Sistem menampilkan menu utama SI PPDB jika user dan password benar dan jika salah akan tampil dialog box kesalahan.

3.6.3.3. Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data tahun ajaran adalah sebagai berikut:

251

uc Pengolahan Data Tahun Aj aran

Ketua Panitia PPDB

Kepala MAN I Garut Pengolahan Data Tahun Aj aran Sekretaris

Panitia Bag. Pendaftaran

Komite MAN I Garut

Gambar 3.27 Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative Pengolahan Data Tahun Ajaran.

Tabel 3.4 Use Case Narative Pengolahan Data Tahun Ajaran
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Pengolahan Data Tahun Ajaran SIPPDB-002 Sekretaris Panitia Bag. Pendaftaran Kepala MAN I Garut Ketua Panitia PPDB Komite MAN I Garut Sasaran : Deskripsi/Uraian : Use-case ini akan berfungsi bila user akan mengisi data tahun ajaran. Use-case ini berfungsi untuk menginputkan tahun ajaran dan menentukan aktif tidaknya tahun ajaran tersebut.

252

Prakondisi : Bidang Khas Suatu Event :

User (Sekretaris) harus sudah melakukan Login. Kegiatan Pelaku Step 1 : User melakukan Login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB bila user dan password yang dimasukan benar. Step 3 : User memilih menu master Step 5 : User memilih sub menu tahun ajaran Step 7 : User memilih button ‘tambah’ untuk memasukkan Step 4 : Sistem menampilkan sub menu dari menu master Step 6 : Sistem menampilkan form Tahun Ajaran Step 8 : Sistem mengosongkan setiap textbox yang ada pada form Tahun Ajaran.

data tahun ajaran yang baru Step 9 : User memasukkan data Tahun Ajaran, tanggal mulai

tahun ajaran, tanggal akhir tahun ajaran, status tahun ajaran (aktif / tidak aktif), kapasitas

penerimaan PDB.

Tabel 3.4 Use Case Narative Pengolahan Data Tahun Ajaran (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 10 : User memilih button ‘simpan’ Step 12 : User memilih button ‘batal’ Step 14 : User melakukan blok pada data tahun ajaran yang ada Step 15 : User memilih button ‘hapus’ Step 16 : Sistem menampilkan dialogbox untuk konfirmasi Respons Sistem Step 11 : Sistem melakukan

penyimpanan data Tahun Ajaran. Step 13 : Sistem membatalkan pengisian data pada form Tahun Ajaran

pengahapusan data Step 17 : User memilih button ‘yes’ Step 18 : Sistem menghapus data tahun ajaran

253

Step 19 : User melakukan blok pada data tahun ajaran yang ada Step 20 : User memilih button ‘ubah’ Step 22 : Step 10 Step 24 : User memilih button ‘keluar’ Bidang Alternatif Step 21 : Sistem menampilkan data tahun ajaran yang akan diubah Step 23 : Step 11 Step 25 : Sistem mengeluarkan form Tahun Ajaran

Atl-Step 5 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 7. Jika memilih menghapus data, maka dilakukan Step 15. Jika memilih mengubah data, maka dilakukan Step 20. Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 24.

Kesimpulan :

Use case ini selesai bila konfirmasi proses pemasukkan data Tahun ajaran selesai.

Postkondisi :

Sistem menampilkan data Tahun Ajaran yang sudah dimasukkan.

3.6.3.4. Pengolahan Data Info Panitia Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data panitia adalah sebagai berikut:

254

uc Pengolahan Data Info Panitia

Kepala MAN I Garut

Ketua Panitia PPDB Pengolahan Data Info Panitia Sekretaris Bendahara

Panitia Bag. Pendaftaran

Panitia Bagian Penilaian

Gambar 3.28 Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data info panitia.
Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama:

Pengolahan Data Info Panitia
SIPPDB-003 Sekretaris

Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)
Pelaku Partisipan Lain: Kepala MAN I Garut Ketua Panitia PPDB

255

Bendahara Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian Sasaran : Use case ini akan berfungsi bila user (sekretaris) akan melakukan pengisian data master panitia, yaitu yang akan membantu dalam penamaan dalam tandatangan. Deskripsi/Uraian : Proses pengolahan data panitia ini adalah pengisian data master untuk membantu dalam penamaan dalam tandatangan laporan. Panitia ini ditentukan atas keputusan bersama-sama dan disahkan oleh Kepala MAN I Garut beserta dengan panitia lainnya. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka harus memilih menu data master kemudian sub menu panitia sehingga akan tampil form panitia dan user dapat melakukan pengisian data tersebut. User dapat melakukan

penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form panitia sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user sekretaris dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaan sekretaris, serta telah dilakukan pemasukkan data Tahun Ajaran yang telah berstatus aktif. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Sekretaris melakukan login. Step 3 : Sekretaris memilih menu data master Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu data master Step 5 :User memilih sub menu panitia Step 7 :User memilih button ‘Tambah’ untuk memasukkan Step 6 : Sistem menampilkan form panitia Step 8 : Sistem mengaktifkan textbox untuk penambahan data baru

data info panitia yang baru

Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)

256

Bidang Khas Suatu Event :

Kegiatan Pelaku Step 9: User memasukkan data Sekolah, Alamat, Telp, Tahun Ajaran, Kepala Sekolah dan

Respons Sistem

Nama-nama Panitia PPDB Step 10 : User memilih button ‘Simpan’ untuk menyimpan data info panitia Step 12 : User memilih button ‘Keluar’ untuk mengeluarkan Step 13: Sistem mengeluarkan form Info Panitia dan kembali pada tampilan awal SI PPDB. Step 11 : Sistem melakukan

penyimpanan data info panitia

form Info Panitia Bidang Alternatif

Atl-Step 5 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 7. Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 12.

Kesimpulan :

Use case ini selesai bila telah dilakukan pengisian serta penyimpanan data panitia.

Postkondisi :

User telah melakukan pengisian data panitia dan melakukan penyimpanannya.

257

3.6.3.5. Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data sekolah asal adalah sebagai berikut:
uc Pengolahan Data Sekolah Asal

Pengolahan Data Sekolah Asal Sekretaris Panitia Bag. Pendaftaran

Ketua Panitia PPDB

Gambar 3.29 Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data sekolah asal.
Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sasaran : Ketua Panitia PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Use-case ini akan berfungsi bila user (sekretaris) akan melakukan pengisian data master sekolah asal, yaitu yang akan menentukan pengisian identitas calon peserta didik berasal dari sekolah mana.

Pengolahan Data Data Sekolah Asal
SIPPDB-004 Sekretaris

258

Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal (Lanjutan)
Deskripsi/Uraian : Proses pengolahan data sekolah asal ini adalah pengisian data master untuk membantu dalam pengisian identitas calon peserta didik. Sekolah asal ini ditentukan atas keputusan bersama-sama pihak panitia (Ketua Panitia) beserta dengan Panitia Bagian Pendaftaran. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka harus memilih menu data master kemudian sub menu sekolah asal sehingga akan tampil form sekolah asal dan user dapat melakukan pengisian data tersebut. User dapat melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form sekolah asal sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user sekretaris dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaan sekretaris. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Respons Sistem

Step 1 : Sekretaris melakukan Step 2 : Sistem menampilkan login. tampilan utama SI PPDB.

Step 3 : Sekretaris memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan data master sub menu yang ada pada menu data master Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form sekolah asal Step 7 : User memilih proses apa yang akan dilakukan Step 8 : User memilih button ‘tambah’ untuk memasukkan Step 9 : Sistem mengosongkan setiap textbox yang ada pada form sekolah asal sekolah asal

data sekolah asal yang baru Step 10 : User memasukkan data Nama Sekolah, Tipe Sekolah

(SMP/MTs), Kota, Alamat. Step 11 : User memilih button ‘simpan’ Step 12 : Sistem melakukan

penyimpanan data Sekolah Asal.

259

Step 13 : User memilih button ‘batal’

Step 14 : Sistem membatalkan pengisian data pada form Sekolah Asal

Step 15 : User melakukan blok pada data sekolah asal yang ada

Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 16 : User memilih button ‘hapus’ Respons Sistem Step 17 : Sistem menampilkan dialogbox untuk konfirmasi

pengahapusan data Step 18 : User memilih button ‘yes’ Step 20 : User melakukan blok pada data sekolah asal yang ada Step 21 : User memilih button ‘ubah’ Step 23 : Step 11 Step 25 : User memilih button ‘keluar’ Step 22 : Sistem menampilkan data Sekolah Asal yang akan diubah Step 24 : Step 12 Step 26 : Sistem mengeluarkan form Sekolah Asal kembali pada tampilan awal SI PPDB. Bidang Alternatif Atl-Step 7 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 8. Jika memilih menghapus data, maka dilakukan Step 16. Jika memilih mengubah data, maka dilakukan Step 21. Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 25. Kesimpulan : Use case ini selesai bila telah dilakukan pengisian serta penyimpanan data sekolah asal. Postkondisi : User telah melakukan pengisian data sekolah asal dan melakukan penyimpanannya. Step 19 : Sistem menghapus data Sekolah Asal

260

3.6.3.6. Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data pendaftaran adalah sebagai berikut:
uc Pengolahan Data Pendaftaran

Kepala Tata Usaha MAN I Garut

Pengolahan Data Pendaftaran Panitia Bag. Pendaftaran Calon Peserta Didik «include» «include» Bendahara Pencetakan Kartu Pendaftaran

Pengolahan Data Sekolah Asal

Komite MAN I Garut

Gambar 3.30 Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi

261

PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data pendaftaran calon peserta didik.

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Calon Peserta Didik Bendahara Kepala Tata Usaha Komite MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data pendaftaran. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia bagian pendaftaran dengan data yang didapatkan dari calon peserta didik. Dalam pelaksanaan pengolahan data ini dibantu oleh Komite MAN I Garut, Kepala Tata Usaha, Bendahara. Setelah selesai proses pendaftaran maka dapat dihasilkan kartu pendaftaran yang akan diserahkan pada calon peserta didik. Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data pendaftaran ini adalah penambahan data, pencarian data, pengubahan data, penghapusan data serta pencetakan kartu pendaftaran. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian pendaftaran) harus memilih menu Pendaftaran kemudian sub menu pendaftaran calon peserta didik sehingga akan tampil form pendaftaran Calon Peserta Didik dan user dapat melakukan pemrosesan data calon peserta didik. User dapat melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form pendaftaran sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada Pengolahan Data Pendaftaran SIPPDB-005 Panitia Bagian Pendaftaran

262

tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian pendaftaran telah mendapatkan data dari calon peserta didik.

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : User melakukan Login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan Tampilan Utama SI PPDB Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan pendaftaran sub menu yang ada pada menu pendaftaran Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form pendaftaran calon peserta didik Step 7 : User menentukan proses apa yang akan dilakukannya. Step 8: User memilih akan Step 9: Sistem mengaktifkan pendaftaran

memasukan data yang baru

pendaftaran memilih

pengisian data pendaftaran

dengan

optionbox ‘Tambah Data’ Step 10 : Nomor Peserta secara otomatis akan tampil Step 11 : User memasukan identitas calon peserta didik Step 12 : User melakukan Step 13 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika data yang wajib diisi belum diisikan. Step 14 : Sistem menyimpan data pendaftaran yang telah dimasukan.

penyimpanan data yang telah dimasukan dengan memilih

button ‘Simpan’,

263

Step 15: Untuk dapat melakukan pencetakan kartu pendaftaran maka user memilih button ‘Cetak’ Step 17 : User dapat melakukan pengaturan dapat pencetakan atau

Step 16 : Sistem menampilkan print preview kartu pendaftaran.

Step

18

:

Sistem

melakukan

perintah cetak pada printer

langsung

melakukan

pencetakan dengan memilih icon‘ ’ Step 19 : User membatalkan pengisian data dengan memilih button ‘Batal’ Step 20 : Sistem mengosongkan kembali textbox penambahan data

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 21 : User memilih akan melakukan pendaftaran pencarian dengan data memilih Respons Sistem Step 22 : Sistem mengaktifkan parameter pendaftaran pencarian data

optionbox ‘Cari Data’ Step 23 : User menentukan parameter pencarian Step 24 : User memasukan nilai filter pencarian pada textbox / combobox yang disediakan Step 26 : User memilih button ‘Cari’ Step 25 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika filter yang dicari tidak terdapat pada database Step 27 : Sistem menampilkan data pendaftaran yang sesuai dengan filter pencarian jika terdapat pada database. Step 28 : Jika user akan data,

melakukan

pengubahan

maka user memilih button ‘Ubah’ dan proses selanjutnya kembali pada Step 12 Step 29 : User memilih data yang

264

ada Step 30 : User akan melakukan penghapusan data maka memilih button ‘Hapus’ Step 32 : User dapat keluar dari form data pendaftaran dengan memilih button ‘Keluar’ Step 33 : Sistem mengeluarkan form pendaftaran dan kembali ke tampilan utama SI PPDB Step 31 : Sistem menghapus data yang telah dipilih

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)
Bidang Alternatif Atl-Step 7: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran baru maka dilakukan Step 8. Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan Step 21. Jika user akan melakukan pengubahan data maka dilakukan Step 28. Jika user akan melakukan penghapusan data maka dilakukan Step 30. Jika user akan keluar dari form data Calon Peserta Didik maka dilakukan Step 32. Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan keluar dari form data pendaftaran dan kembali pada tampilan utama SI PPDB. Postkondisi : User telah melakukan penambahan data pendaftaran baru, pengubahan data pendaftaran serta melakukan pencetakan kartu pendaftaran baik untuk pendaftaran baru atau hasil dari pengubahan data pendaftaran yang telah ada.

265

3.6.3.7. Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data penilaian tes adalah sebagai berikut:
uc Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Panitia Bag. Pendaftaran

Calon Peserta Didik

«include» Ketua Panitia PPDB Pencetakan Kartu Cheking Persyaratan

Gambar 3.31 Use Case Diagram Kelengkapan Persyaratan Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data kelengkapan persyaratan.

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sasaran : Calon Peserta Didik Ketua Panitia PPDB Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengecekan kelengkapan persyaratan dari calon Peserta Didik Baru. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia bagian pendaftaran dengan data yang didapatkan dari calon peserta didik dan dilaporkan Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan SIPPDB-006 Panitia Bagian Pendaftaran

266

hasilnya kepada Ketua Panitia PPDB. Setelah selesai proses pengecekan maka dapat dihasilkan kartu cheking persyaratan yang akan diserahkan pada calon peserta didik. Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data kelengkapan persyaratan ini adalah penambahan data, pencarian data, pengubahan data, penghapusan data serta pencetakan kartu cheking persyaratan. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian pendaftaran) harus memilih menu Pendaftaran kemudian sub menu pengumpulan kelengkapan persyaratan sehingga akan tampil form Kelengkapan Persyaratan dan user dapat melakukan pemrosesan data calon peserta didik. User dapat melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form kelengkapan persyaratan sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian pendaftaran telah mendapatkan data dari calon peserta didik.

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : User melakukan Login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan Tampilan Utama SI PPDB Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan pendaftaran sub menu yang ada pada menu pendaftaran Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form pengumpulan persyaratan Step 7 : User menentukan proses apa yang akan dilakukannya. Step 8: User memilih akan Step 9: Sistem data mengaktifkan kelengkapan kelengkapan pendaftaran

memasukan data kelengkapan persyaratan yang baru dengan

pengisian persyaratan

267

memilih optionbox ‘Tambah Data’ Step 10 : User memilih nomor peserta pada combox yang telah tersedia Step 12 : User melakukan kelengkapan Step 11 : Sistem menampilkan nama peserta yang sesuai dengan nomor peserta yang diinputkan

pengecekan persyaratan Step 13 : User

melakukan Step 14 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika data yang wajib diisi belum diisikan. Step 15 : Sistem menyimpan data kelengkapan persyaratan yang

penyimpanan data yang telah dimasukan dengan memilih

button ‘Simpan’,

Step 16: Untuk dapat melakukan pencetakan kartu cheking

telah dimasukan. Step 17 : Sistem menampilkan print preview kartu cheking persyaratan.

persyaratan maka user memilih button ‘Cetak’

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 18 : User dapat melakukan pengaturan dapat pencetakan atau Respons Sistem Step 19 : Sistem melakukan

perintah cetak pada printer

langsung

melakukan

pencetakan dengan memilih icon‘ ’ Step 20 : User membatalkan pengisian data dengan memilih button ‘Batal’ Step 22 : User memilih akan melakukan pendaftaran pencarian dengan data memilih Step 23 : Sistem mengaktifkan parameter pencarian data Step 21 : Sistem mengosongkan kembali textbox penambahan data

kelengkapan persyaratan

268

optionbox ‘Cari Data’ Step 24 : User menentukan parameter pencarian Step 25 : User memasukan nilai filter pencarian pada textbox / combobox yang disediakan Step 26 : User memilih button ‘Cari’ Step 27 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika filter yang dicari tidak terdapat pada database Step 28 : Sistem menampilkan data pendaftaran yang sesuai dengan filter pencarian jika terdapat pada database. Step 29 : Jika user akan data,

melakukan

pengubahan

maka user memilih button ‘Ubah’ dan proses selanjutnya kembali pada Step 13 Step 30 : User memilih data yang ada Step 31 : User akan melakukan penghapusan data maka memilih button ‘Hapus’ Step 32 : Sistem menghapus data yang telah dipilih

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 33 : User dapat keluar dari form kelengkapan persyaratan dengan memilih button ‘Keluar’ Bidang Alternatif Respons Sistem Step 33 : Sistem mengeluarkan form kelengkapan persyaratan dan kembali ke tampilan utama SI PPDB

Alt-Step 7: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran baru maka dilakukan Step 8. Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan Step 22. Jika user akan melakukan pengubahan data maka

269

dilakukan Step 29. Jika user akan melakukan penghapusan data maka dilakukan Step 31. Jika user akan keluar dari form data Calon Peserta Didik maka dilakukan Step 33. Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan keluar dari form kelengkapan persyaratan dan kembali pada tampilan utama SI PPDB. Postkondisi : User telah melakukan penambahan data kelengkapan persyaratan baru, pengubahan data kelengkapan persyaratan serta melakukan

pencetakan kartu cheking persyaratan baik untuk kelengkapan persyaratan baru atau hasil dari pengubahan data pendaftaran yang telah ada.

3.6.3.8. Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Calon Peserta Didik Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data perolehan nilai calon peserta didik adalah sebagai berikut:

270

uc Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Calon Peserta Didik Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD Panitia Bagian Penilaian Komite MAN I Garut

Kepala Tata Usaha MAN I Garut

Gambar 3.32 Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data penilaian tes.
Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Calon Peserta Didik Kepala Tata Usaha Komite MAN I Garut Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD SIPPDB-007 Panitia Bagian Penilaian

Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD (Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data perolehan nilai calon peserta didik. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia bagian penilaian dengan data yang didapatkan

271

dari calon peserta didik. Dalam pelaksanaan pengolahan data ini dibantu oleh Komite MAN I Garut, Kepala Tata Usaha. Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data penilaian tes ini adalah penambahan data, pencarian data, pengubahan data, penghapusan data. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian penilaian) harus memilih menu penilaian kemudian sub menu perolehan nilai calon peserta didik sehingga akan tampil form perolehan nilai CPD dan user dapat melakukan pemrosesan data perolehan nilai CPD. User dapat melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form perolehan nilai CPD sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian penilaian telah mendapatkan nilai tes berdasarkan hasil pengerjaan calon peserta didik. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : User memilih menu penilaian Respons Sistem Step 2 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu penilaian Step 3 : User memilih sub menu Perolehan Nilai Calon Peserta Didik Step 5 : User menentukan proses apa yang akan dilakukannya. Step 6: User memilih akan Step 7: Sistem mengaktifkan Step 4 : Sistem menampilkan form Perolehan Nilai Calon Peserta Didik

textbox untuk melakukan pengisian data Perolehan Nilai Calon Peserta Didik tanggal otomatis Barudan menampilkan secara

memasukan data perolehan nilai CPD yang baru dengan memilih optionbox ‘Tambah Data’

pendaftaran

Step 8 : User memasukan nomor peserta Step 9 : User memasukan nilai calon peserta didik dan

memprosesnya

Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD(Lanjutan)

272

Bidang Khas Suatu Event :

Kegiatan Pelaku Step 10 : User melakukan

Respons Sistem Step 11 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika data yang wajib diisi belum diisikan. Step 12 : Sistem menyimpan data perolehan nilai CPD yang telah dimasukan.

penyimpanan data yang telah dimasukan dengan memilih

button ‘Simpan’

Step 13 : User membatalkan dengan memilih button ‘Batal’

Step

14

:

Sistem kembali

akan tetbox

mengosongkan yang tersedia

Step 15 : User memilih akan melakukan perolehan pencarian nilai CPD data dengan

Step 16 : Sistem mengaktifkan textbox pencarian data

memilih optionbox ‘Cari Data’ Step 17 : User menentukan parameter pencarian. Step 18 : User memasukan nilai filter pencarian pada textbox yang disediakan Step 19 : User memilih button ‘Cari’ Step 20 : Sistem menampilkan pesan kesalahan jika filter yang dicari tidak terdapat pada database Step 21 : Sistem menampilkan data perolehan nilai CPD yang sesuai dengan filter pencarian jika

terdapat pada database. Step 22 : User melakukan

pengubahan data perolehan nilai CPD dengan memilih button

‘ubah’, dan proses selanjutnya kembali pada Step 10 Step 23 : Jika user akan data Step 24 : Sistem menghapus data yang telah dipilih oleh user

melakukan

penghapusan

maka memilih button ‘Hapus’ Step 25 : User dapat keluar dari Step 26 : Sistem mengeluarkan

273

dengan memilih button ‘Keluar’

form, kembali ke tampilan SI PPDB

Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD (Lanjutan)
Bidang Alternatif Alt-Step 5: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran baru maka dilakukan Step 6. Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan Step 22. Jika user akan melakukan pengubahan data maka dilakukan Step 23. Jika user akan melakukan penghapusan data maka dilakukan Step 25. Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan keluar dari form data perolehan nilai calon peserta didik dan kembali pada tampilan utama SI PPDB. Postkondisi : User telah melakukan penambahan data , pengubahan data perolehan nilai calon peserta didik

274

3.6.3.9. Use Case Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengolahan data nilai kelulusan adalah sebagai berikut:
uc Pengolahan Data Nilai Kelulusan

Calon Peserta Didik

Ketua Panitia PPDB Pengolahan Data Nilai Kelulusan Panitia Bagian Penilaian

Kepala Tata Usaha MAN I Garut

Komite MAN I Garut

Gambar 3.33 Use Case Diagram Nilai Kelulusan Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data nilai kelulusan.

275

Tabel 3.10 Use Case Narative Pengolahan Data Nilai Kelulusan
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Calon Peserta Didik Ketua Panitia PPDB Kepala Tata Usaha Komite MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data nilai kelulusan. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia bagian penilaian dengan data yang didapatkan dari calon peserta didik. Dalam pelaksanaan pengolahan data ini dibantu oleh Ketua Panitia PPDB, Komite MAN I Garut serta Kepala Tata Usaha. Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data nilai kelulusan ini adalah pemrosesan kelulusan berdasarkan nilai yang telah didapatkan dari hasil tes. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian penilaian) harus memilih menu penilaian kemudian sub menu Nilai Kelulusan sehingga akan tampil form nilai kelulusan dan user dapat melakukan pemrosesan data kelulusan. Data yang sudah diproses secara otomatis tersimpan dan dapat keluar dari form nilai kelulusan sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB. Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian penilaian telah mendapatkan nilai tes berdasarkan hasil pengerjaan calon peserta didik. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : User memilih menu penilaian Respons Sistem Step 2 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu penilaian Pengolahan Data Nilai Kelulusan SIPPDB-008 Panitia Bagian Penilaian

276

Step 3 : User memilih sub menu Nilai Kelulusan

Step 4 : Sistem menampilkan form Nilai Kelulusan dan nilai passing grade secara otomatis

Step 5 : User memilih button ‘Proses Hasil Kelulusan’

Step

6:

Sistem

menampilkan

keterangan kelulusan calon peserta didik berdasarkan nilai yang

didapatkan dari hasil tes.

Tabel 3.10 Use Case Narative Pengolahan Data Nilai Kelulusan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 7 : User dapat keluar dari dengan memilih button ‘Keluar’ Respons Sistem Step 26 : Sistem mengeluarkan form nilai kelulusan dan kembali ke tampilan SI PPDB Bidang Alternatif Alt-Step 3: Jika user akan melakukan proses hasil kelulusan maka dilakukan Step 5. Jika user akan melakukan keluar dari form maka dilakukan Step 7. Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan keluar dari form nilai kelulusan dan kembali pada tampilan utama SI PPDB. Postkondisi : User telah melakukan proses hasil nilai dan memberikan keterangan kelulusan untuk diinformasikan kepada calon peserta didik

277

3.6.3.10.

Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan daftar calon peserta didik adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Kepala MAN I Garut Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik Panitia Bag. Pendaftaran «extend»

Ketua Panitia PPDB

Pengolahan Data Pendaftaran

Sekretaris

Gambar 3.34 Use Case Diagram Pencetakan Pendaftaran Calon Peserta Didik

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan daftar calon peserta didik.

278

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik SIPPDB-009 Panitia Bagian Pendaftaran

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik (Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan melakukan pembuatan laporan daftar calon peserta didik. User (panitia bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan daftar calon peserta didik secara keseluruhan. Untuk dapat melihat daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan pendaftaran kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user dapat mengatur parameter laporan daftar calon peserta didik dan dilakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaannya. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Panitia Respons Sistem Bagian Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB.

Pendaftaran melakukan login Step 3 : Panitia memilih

Bagian Step 4 : Sistem menampikan pilihan menu sub menu yang ada pada menu laporan

Pendaftaran laporan

279

Step 5 :User memilih sub menu laporan pendaftaran Step 7: User mengatur parameter / filter laporan pendaftaran Step 8 : User memilih melakukan pencetakan button ‘Cetak’ Step 10 : User memilih icon ‘ untuk mencetak. Step 12: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan ’ dengan memilih

Step 6 : Sistem menampilkan form laporan daftar

Step 9 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak. Step 11 : Sistem memerintahkan printer pencetakan Step 13 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB untuk melakukan

memilih button ‘Batal’

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik (Lanjutan)
Kesimpulan : Use case ini selesai bila daftar calon peserta didik dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya. Postkondisi : User telah melihat daftar calon peserta didik dan dilakukan pencetakannya.

3.6.3.11.

Use Case Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan persyaratan adalah sebagai berikut:

280

uc Pencetakan Laporan Persyaratan

Kepala MAN I Garut

Pencetakan Laporan Persyaratan Panitia Bag. Pendaftaran «extend» Sekretaris

Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Ketua Panitia PPDB

Gambar 3.35 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan persyaratan.

Tabel 3.12 Use Case Narative Pencetakan Laporan Persyaratan
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan melakukan pembuatan laporan kelengkapan persyaratan. User (panitia bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Pencetakan Laporan Persyaratan SIPPDB-010 Panitia Bagian Pendaftaran

281

Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan kelengkapan persyaratan secara keseluruhan. Untuk dapat

melakukannya maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan pendaftaran dan memilih button ‘Laporan Persyaratan’ kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user dapat mengatur parameter laporan persyaratan dan dilakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaannya. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Panitia Bagian Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu laporan

Pendaftaran melakukan login Step 3 : Panitia memilih Bagian menu

Pendaftaran laporan

Step 5 :User memilih sub menu laporan pendaftaran Step 6 : User memilih button ‘Laporan Persyaratan’ Step 8: User mengatur parameter / filter laporan persyaratan Step 7 : Sistem menampilkan form laporan persyaratan

Tabel 3.12 Use Case Narative Pencetakan Laporan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 9 : User memilih melakukan pencetakan button ‘Cetak’ Step 11 : User memilih icon ‘ untuk mencetak. ’ dengan memilih Respons Sistem Step 10 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak. Step 12 : Sistem memerintahkan printer untuk melakukan

282

Step 13: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan

pencetakan Step 14 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB

memilih button ‘Batal’ Kesimpulan :

Use case ini selesai bila daftar kelengkapan persyaratan dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya.

Postkondisi :

User telah melihat daftar kelengkapan persyaratan dan dilakukan pencetakannya.

3.6.3.12.

Use Case Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan asal sekolah adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Asal Sekolah

Pencetakan Laporan Asal Sekolah Kepala MAN I Garut «extend»

Pengolahan Data Pendaftaran Panitia Bag. Pendaftaran Ketua Panitia PPDB «include»

Pengolahan Data Sekolah Asal Sekretaris

Gambar 3.36 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan asal sekolah.

283

Tabel 3.13 Use Case Narative Pencetakan Laporan Asal Sekolah
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan melakukan pembuatan laporan asal sekolah. User (panitia bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan jumlah calon peserta didik berdasarkan asal sekolah. Untuk dapat melihat daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan pendaftaran dan memilih button ‘Laporan Asal Sekolah’ kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user dapat mengatur parameter laporan asal sekolah dan dilakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaannya. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Panitia Respons Sistem Bagian Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Pencetakan Laporan Asal Sekolah SIPPDB-011 Panitia Bagian Pendaftaran

Pendaftaran melakukan login Step 3 : Panitia memilih

Bagian Step 4 : Sistem menampikan pilihan menu sub menu yang ada pada menu laporan

Pendaftaran laporan

Tabel 3.13 Use Case Narative Pencetakan Laporan Asal Sekolah (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem

284

Event :

Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form laporan pendaftaran laporan pendaftaran

Step 7: User memilih button Step 8 : Sistem menampilkan form ‘Laporan Asal Sekolah’ Step 9: User mengatur parameter / filter laporan asal sekolah Step 10 : User memilih Step 9 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak. ’ Step 11 : Sistem memerintahkan printer pencetakan Step 13 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB untuk melakukan laporan Asal Sekolah

melakukan pencetakan dengan memilih button ‘Cetak’ Step 10 : User memilih icon ‘ untuk mencetak. Step 12: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan

memilih button ‘Batal’ Kesimpulan :

Use case ini selesai bila jumlah calon peserta didik berdasarkan asal sekolah dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya.

Postkondisi :

User telah melihat jumlah calon peserta didik berdasarkan asal sekolah dan dilakukan pencetakannya.

285

3.6.3.13.

Use

Case

Diagram

Pencetakan

Laporan

Rincian

Jumlah

Pendaftaran Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan rincian jumlah pendaftaran adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Kepala MAN I Garut

Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Panitia Bag. Pendaftaran «extend» Ketua Panitia PPDB

Pengolahan Data Pendaftaran Sekretaris

Gambar 3.37 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan rincian jumlah pendaftaran.

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Sekretaris Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran SIPPDB-012 Panitia Bagian Pendaftaran

286

Lain:

Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran (Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan melakukan pembuatan laporan rincian jumlah pendaftaran. User (panitia bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan rincian jumlah pendaftar berdasarkan tipe sekolah. Untuk dapat melakukannya maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan pendaftaran dan memilih button ‘Cetak Rincian Jumlah Daftar’ kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user dapat melakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaannya. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Panitia Bagian Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu laporan Step 6 : Sistem menampikan form Laporan pendaftaran

Pendaftaran melakukan login Step 3 : Panitia memilih Bagian menu

Pendaftaran laporan

Step 5 :User memilih sub menu laporan pendaftaran

Step 7 : User memilih button ‘Cetak Rincian Jumlah Daftar’

Step 8 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak.

Step 9 : User memilih icon ‘

Step 10 : Sistem memerintahkan

287

untuk mencetak.

printer pencetakan

untuk

melakukan

Step 11: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan

Step 12 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB

memilih button ‘Batal’

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran (Lanjutan)
Kesimpulan : Use case ini selesai bila rincian jumlah pendaftaran dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya. Postkondisi : User telah melihat rincian jumlah pendaftaran dan dilakukan pencetakannya.

3.6.3.14.

Use Case Diagram Pencetakan Laporan Hasil Peniilaian Calon

Peserta Didik Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan hasil penilaian calon peserta didik adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik

Sekretaris

Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Panitia Bagian Penilaian Ketua Panitia PPDB «extend»

Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Kepala MAN I Garut

Gambar 3.38 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik

288

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan hasil penilaian calon peserta didik.

Tabel 3.15 Use Case Narative Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian penilaian akan melakukan pembuatan laporan nilai calon peserta didik. User (panitia bagian penilaian) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan nilai calon peserta didik sesuai hasil tes yang telah calon peserta didik laksanakan. Untuk dapat melihat daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan penilaian kemudian akan tampil formnya. Pada form ini user dapat melihat laporan nilai calon peserta didik dan dilakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian penilaian dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik SIPPDB-013 Panitia Bagian Penilaian

pekerjaannya. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Respons Sistem

Step 1 : Panitia Bagian Penilaian Step 2 : Sistem menampilkan melakukan login tampilan utama SI PPDB.

Step 3 : Panitia Bagian Penilaian Step 4 : Sistem menampikan pilihan

289

memilih menu laporan

sub menu yang ada pada menu

Step 5 :User memilih sub menu laporan laporan penilaian Step 6 : Sistem menampilkan form

Step 7 : User melakukan filter laporan penilaian untuk pencetakan Step 8: User memilih melakukan pencetakan button ‘Cetak’ dengan memilih Step 9: Sistem menampilkan pesan kesalahan jika tidak ada datanya

Tabel 3.15 Use Case Narative Pencetakan Nilai Calon Peserta Didik (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Respons Sistem Step 10 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak. Step 11 : User memilih icon ‘ untuk mencetak. Step 13: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan ’ Step 12 : Sistem memerintahkan printer pencetakan Step 14 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB untuk melakukan

memilih button ‘Keluar’ Kesimpulan :

Use case ini selesai bila nilai calon peserta didik dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya.

Postkondisi :

User telah melihat pencetakannya.

nilai calon

peserta

didik

dan dilakukan

290

3.6.3.15.

Use Case Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta

Didik Baru Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan kelulusan Calon Peserta Didik Baruadalah sebagai berikut:

uc Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

Sekretaris Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru Panitia Bagian Penilaian «extend» Ketua Panitia PPDB

Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Kepala MAN I Garut

Gambar 3.39 Use Case Diagram Pencetakan Calon Peserta Didik yang Lulus

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi

291

PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan kelulusan calon Peserta Didik Baru.

Tabel 3.16 Use Case Narative Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Ketua Panitia PPDB Kepala MAN I Garut Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian penilaian akan melakukan pembuatan laporan kelulusan calon peserta didik. User (panitia bagian penilaian) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan kelulusan calon peserta didik sesuai nilai yang didapatkan. Untuk dapat melihat daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan penilaian dan memilih button ‘Laporan Kelulusan’ kemudian akan tampil formnya. Pada form ini user dapat melihat laporan kelulusan calon peserta didik dan dilakukan pencetakan. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian penilaian dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru SIPPDB-014 Panitia Bagian Penilaian

pekerjaannya.

292

Bidang Khas Suatu Event :

Kegiatan Pelaku

Respons Sistem

Step 1 : Panitia Bagian Penilaian Step 2 : Sistem menampilkan melakukan login tampilan utama SI PPDB.

Step 3 : Panitia Bagian Penilaian Step 4 : Sistem menampikan pilihan memilih menu laporan sub menu yang ada pada menu laporan Step 5 :User memilih sub menu laporan penilaian Step 6 : Sistem menampilkan form laporan penilaian

Step 7 : User memilih button Step 8 : Sistem menampilkan form ‘Laporan Kelulusan’ Step 9 : User melakukan filter untuk pencetakan laporan Kelulusan

Tabel 3.16 Use Case Narative Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru(Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 8: User memilih melakukan pencetakan button ‘Cetak’ dengan memilih Respons Sistem Step 9: Sistem menampilkan pesan kesalahan jika tidak ada datanya Step 10 : Sistem menampilkan PrintPreview dari data yang akan dicetak. Step 11 : User memilih icon ‘ untuk mencetak. Step 13: User memilih melakukan mengeluarkan form dengan ’ Step 12 : Sistem memerintahkan printer pencetakan Step 14 : Sistem mengeluarkan form dan kembali pada tampilan awal SI PPDB untuk melakukan

memilih button ‘Keluar’ Kesimpulan :

Use case ini selesai bila kelulusan calon peserta didik dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya.

Postkondisi :

User telah melihat kelulusan calon peserta didik dan dilakukan pencetakannya.

3.6.3.16.

Use Case Diagram Ubah User

293

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case Ubah User adalah sebagai berikut:
uc Ubah User

Panitia Bag. Pendaftaran

Ubah User Panitia Bagian Penilaian

Ketua Panitia PPDB

Sekretaris

Gambar 3.40 Use Case Diagram Ubah User

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative Ubah User.

Tabel 3.17 Use Case Narative Ubah User
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama:

Ubah User
SIPPDB-015 Ketua Panitia PPDB Sekretaris Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian

Sasaran :

Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan penggantian login user untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB.

Deskripsi/Uraian :

Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan penggantian login user. Untuk dapat melakukannya maka user harus memilih menu sistem kemudian sub menu ubah user kemudian akan kembali ke form Login.

Prakondisi :

Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah

294

dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak akses yang telah disesuaikan. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : User melakukan login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 3 : User memilih menu sistem Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu sistem Step 5 : User memilih sub menu ubah user Kesimpulan : Postkondisi : Step 6 : Sistem menampilkan form Login

Use case ini selesai bila dilakukan penggantian user telah dilakukan. User telah mengganti user untuk masuk ke SI PPDB.

3.6.3.17.

Use Case Diagram Ubah Password

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case Ubah Password adalah sebagai berikut:
uc Ubah Passw ord

Panitia Bag. Pendaftaran

Ubah Passw ord

Ketua Panitia PPDB

Panitia Bagian Penilaian

Sekretaris

Gambar 3.41 Use Case Diagram Ubah Password

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang

295

urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative Ubah Password.
Tabel 3.18 Use Case Narative Ubah Password
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama:

Ubah Password
SIPPDB-016 Ketua Panitia PPDB Sekretaris Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian

Sasaran :

Use-case ini akan berfungsi bila admin akan melakukan penggantian password user untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB.

Tabel 3.18 Use Case Narative Ubah Password (Lanjutan)
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan penggantian password user. Untuk dapat melakukannya maka admin harus memilih menu sistem kemudian sub menu ubah password kemudian akan ditampilkan ke form ubah password. Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak akses yang telah disesuaikan. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Admin melakukan login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 3 : Admin memilih menu sistem Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu sistem Step 5 : Admin memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form

296

ubah password Step 7 : Admin mengisi password lama, password baru dan

ubah password

mengulang baru. Step 8: Admin memilih button ‘Simpan’ Step 10 : Admin memilih button ‘Batal’ Step 12 : Admin memilih button ‘Keluar’ Step 9 : Sistem menyimpan

pengubahan password Step 11 : Sistem mengosongkan pengubahan password Step 13 : Sistem mengeluarkan form pengubahan password dan kembali ke tampilan utama SI PPDB

Bidang Alternatif

Atl-Step 5 : Jika akan menyimpan perubahan password maka dilakukan Step 8. Jika akan membatalkan perubahan password dilakukan Step 10. Jika akan mengeluarkan form maka dilakukan Step 12. maka

Kesimpulan : Postkondisi :

Use case ini selesai bila dilakukan perubahan password telah dilakukan. User telah merubah password user untuk dapat masuk ke SI PPDB.

3.6.3.18.

Use Case Diagram Pengaturan User

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case pengaturan user adalah sebagai berikut:
uc Pengaturan User

Panitia Bag. Pendaftaran

Pengaturan User Panitia Bagian Penilaian Ketua Panitia PPDB

Sekretaris

297

Gambar 3.42 Use Case Diagram Pengaturan User

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative Pengaturan User.
Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Pelaku Partisipan Lain: Sekretaris Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila ketua panitia akan mengatur data user untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB. Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan pengubahan user. Untuk dapat melakukannya maka user harus memilih menu sistem kemudian sub menu pengaturan user kemudian akan tampil formnya.

PengaturanUser
SIPPDB-017 Ketua Panitia PPDB

Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User (Lanjutan)
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak akses yang telah disesuaikan. Bidang Khas Suatu Event : Kegiatan Pelaku Step 1 : Ketua panitia PPDB melakukan login Step 3 : Ketua panitia memilih menu sistem Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 4 : Sistem menampilkan pilihan sub menu yang ada pada menu sistem Step 5 : Admin memilih sub menu pengaturan user Step 6 : Sistem menampilkan form pengaturan user

298

Step 7 : Admin memilih proses selanjutnya mengubah (menambah data user data, atau

menghapusnya) Step 8 : Admin memilih data Step 9: Sistem menyimpan data yang telah ditambahkan

melakukan dengan

penambahan

melakukan

pengisian

dengan memilih icon ‘

’dan dan

dilakukan penyimpanan dengan memilih icon ‘ Step 10 :


Admin memilih data Step 11 : Sistem melakukan pengubahan penyimpanan data yang diubah

melakukan

dengan memilih icon ‘

’ dan

dilakukan penyimpanan dengan memilih icon ‘ Step 12 :


Admin memilih data Step 13 : Sistem menghapus user

melakukan

penghapusan

dengan memilih icon ‘ Step 14 : Admin


memilih Step 15 : Sistem membatalkan pengaturan user

melakukan membatalkan dengan memilih icon ‘ ’

Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User (Lanjutan)
Bidang Alternatif Atl-Step 5 : Jika akan menambah user maka dilakukan Step 8. Jika akan merubah data user maka dilakukan Step 10. Jika akan menghapus data user maka dilakukan Step 12. Jika akan membatalkan perubahan user maka dilakukan Step 14. Kesimpulan : Postkondisi : Use case ini selesai bila dilakukan pengaturan user telah dilakukan. User telah melakukan pengaturan user.

3.6.3.19.

Use Case Diagram Keluar

299

Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case diagram. Adapun diagram use case Keluar adalah sebagai berikut:
uc Keluar

Panitia Bag. Pendaftaran

Keluar Panitia Bagian Penilaian

Ketua Panitia PPDB

Sekretaris

Gambar 3.43 Use Case Diagram Keluar

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi PPDB. Berikut ini adalah use case narative Keluar.

Tabel 3.20 Use Case Narative Keluar
Nama Use Case : ID Use Case : Pelaku Sistem Utama: Keluar SIPPDB-018 Ketua Panitia PPDB Sekretaris Panitia Bagian Pendaftaran Panitia Bagian Penilaian Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan mengeluarkan aplikasi SI

300

PPDB atau akan mengganti user untuk masuk pada SI PPDB. Deskripsi/Uraian : Use-case ini memungkinkan user mengeluarkan dirinya dari sistem. Untuk dapat melakukan proses ini maka user memilih menu keluar yang ada pada SI PPDB. Prakondisi : Bidang Khas Suatu Event : User telah melakukan login . Kegiatan Pelaku Step 1 : User melakukan login Respons Sistem Step 2 : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB. Step 3 : User memilih menu Sistem Step 4 : Sistem menampikan pilihan sub menu yang ada pada menu sistem Step 5 : User memilih sub menu Keluar SI PPDB Kesimpulan : Postkondisi : Use case ini selesai bila proses keluar SI PPDB Sistem keluar Step 6 : Aplikasi SI PPDB keluar.

3.6.4. Pengembangan Interaction Diagram Sistem Informasi PPDB Diagram interaksi menunjukkan langkah-langkah kerja sama obyek-obyek di dalam use case. Obyek apa saja yang dibutuhkan untuk aliran, pesan apa saja yang obyek kirimkan ke obyek lainnya, dan urutan pesan-pesan yang dikirimkan.

301

Dua tipe diagram interaksi adalah sequence diagram dan collaboration diagram.

3.6.4.1. Pengembangan Sequence Diagram Sequence Diagram disusun berdasarkan urutan waktu. Adapun sequence diagram yang terdapat pada SI PPDB adalah sebagai berikut.

302

3.6.4.1.1 Sequence Diagram Login
sd Login Aplikasi SI PPDB User Form Login DB PPDB T abel User T ampilan Utama SI PPDB DB PPDB T abel T ahun Ajaran

Mengakses Aplikasi() Load Form Login() T ampilkan Form Login() Meminta masukan username dan password() Masukan username dan password() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel User()

Memeriksa data user() Data user yang dimasukkan tidak ditemukan / tidak sesuai() Menampilkan pesan kesalahan() Data user yang dimasukkan sesuai() Load SI PPDB() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran()

Memeriksa data tahun ajaran() T idak ada data tahun ajaran() Menampilkan pesan jika tidak ada data tahun ajaran yang tersimpan dalam DB PPDB T abel T ahun Ajaran() Ada data tahun ajaran()

Menampilkan T ampilan Utama SI PPDB()

Gambar 3.44 Sequence Diagram Login

303

3.6.4.1.2 Sequence Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran
sd Pengolahan Data Tahun Aj aran T ampilan SI PPDB Sekretaris Masuk ke tampilan utama() Memilih menu data master() Memilih sub-menu tahun ajaran() Load Form T ahun Ajaran() Menampilkan form tahun ajaran() Klik Button T ambah() Menampilkan textbox untuk dilakukan pengisian() Memasukkan tahun ajaran, mulai, akhir, status, kapasitas() Klik Button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran() Menyimpan data() Data disimpan() Klik Button 'Batal'() Menu Data Master Sub Menu T ahun Ajaran Form T ahun Ajaran DB PPDB - T abel T ahun Ajaran

Melakukan pembatalan pengisian data tahun ajaran() Klik Button 'Hapus'() Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran() Menghapus data() Data Dihapus()

Klik Button Ubah() Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran() Merubah data() Data diubah()

Klik Button 'Keluar'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama()

304

Gambar 3.45 Sequence Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran

3.6.4.1.3 Sequence Diagram Pengolahan Data Info Panitia

305

sd Pengolahan Data Info Panitia T ampi l an Utama SI PPDB Sekretari s Masuk ke tampi l an utama() Menu Data Master Sub Menu Info Pani ti a Form Info Pani ti a DB PPDB T abel Info DB PPDB T abel T ahun Aj aran

Memi l i h menu data master() Memi l i h sub-menu i nfo pani ti a() Load Form Info Pani ti a() Menampi l kan Form Info Pani ti a() Menentukan proses yang akan di l akukan() Memi l i h Button 'T ambah'() Mengakti fkan textbox pengi si an data i nfo pani ti a() Koneksi ke DB PPDB T abel T ahun Aj aran() Memberi kan i nformasi tahun aj aran yang akti f() Masukan Sekol ah, Al amat, T el p, T ahun Aj aran dan Nama Pani ti a, NIP Pani ti a() Kl l i k Button 'Si mpan'() Mel akukan koneksi ke DB PPDB T abel Info() Mel akukan penyi mpanan i nfo pani ti a()

Data i nfo pani ti a yang di si mpan() Menampi l kan data i nfo pani ti a yang tel ah di si mpan() Kl i k Button 'Batal '() Kl i k Button 'Kel uar'() Load tampi l an utama() Menampi l kan tampi l an utama()

Membatal kan pengi si an data i nfo pani ti a()

Gambar 3.46 Sequence Diagram Pengolahan Data Info Panitia 3.6.4.1.4 Sequence Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

306

sd Pengolahan Data Sekolah Asal T ampilan Utama SI PPDB Sekretaris Masuk ke tampilan utama() Memilih menu data master() Memilih sub-menu sekolah asal() Load Form Sekolah Asal() Menampilkan Form Sekolah Asal() Klik Button 'T ambah'() Memasukkan Nama Sekolah, T ipe Sekolah, Kota, Alamat() Klik Button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel Sekolah Asal() Menyimpan data sekolah asal() Menu Data Master Sub Menu Sekolah Asal Form Sekolah Asal DB PPDB - T abel Sekolah Asal

Data disimpan() Pilih data yang ada() Klik Button 'Ubah'() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel Sekolah Asal()

Merubah data sekolah asal() Data dirubah() Klik Button ' Hapus'() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel Sekolah Asal() Menghapus data sekolah asal() Data dihapus() Klik Button 'Keluar'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.47 Sequence Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

307

3.6.4.1.5 Sequence Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
sd Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk Tampilan Utama() Memilih menu pendaftaran() Memilih sub-menu pendaftaran Calon PDB() Load Form() Menampilkan Form() Klik Button 'Tambah'() Menampilkan Textbox untuk dilakukan pengisian () Melakukan koneksi ke Db PPDB Tabel Tahun Ajaran() Memberikan informasi tahun ajaran yang aktif() Masukkan Detail Data Calon Peserta Didik Baru() Klik Button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Peserta Didik() Menyimpan data() Menu Pendaftaran Sub Menu Pendaftaran Calon PDB Form Pendaftaran Calon PDB DB PPDB Tabel Peserta Didik DB PPDB Tabel Tahun Ajaran

Data Disimpan() Klik Button 'Cetak'() Menampilkan PrintPreview() Klik Button Icon Printer() Kartu Pendaftaran() Klik Button ' Batal'()

Membatalkan pengisian data() Memilih button 'Cari Data'() Mengaktifkan parameter pencarian() Masukkan parameter pencarian() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Peserta Didik() Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Klik Button 'Ubah'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Peserta Didik() Mengubah data() Data diubah() Klik Button 'Hapus'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Peserta Didik() Menghapus data() Data dihapus() Klik Button 'Keluar'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.48 Sequence Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru

308

3.6.4.1.6 Sequence Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan
sd Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk ke tampilan utama() Memilih menu pendaftaran() Memilih sub-menu pengumpulan kelengkapan persyaratan() Load Form Kelengkapan Persyaratan() Menampilkan form kelengkapan persyaratan() Memilih Button ' Tambah Data'() Mengaktifkan TextBox untuk pengisian() Memasukkan Nomor Peserta() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB() Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan nama calon peserta didik() Melakukan pengecekan kelengkapan persyaratan() Memilih Button ' Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat() Menyimpan data() Menu Pendaftaran Sub Menu Pengumpulan Kelengkapan Persyaratan Form Kelengkapan Persyaratan DB PPDB Tabel Calon PDB DB PPDB Tabel Syarat

Data disimpan() Menampilkan data kelengkapan persyaratan() Memilih Button 'Cetak'() Menampilkan Print Preview() Memilih Icon Printer() Kartu Cheking Persyaratan() Memilih Button 'Batal'() Membatalkan pengisian data kelengkapan() Menampilkan Button 'Cari Data'() Mengisi parameter pencarian() Memilih Button 'Cari'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan data yang dicari() Memilih Button 'Ubah'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat() Mengubah data()

Data diubah() Memilih Button 'Hapus'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Menghapus data() Data dihapus() Memilih Button 'Keluar'()

Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama()

309

Gambar 3.49 Sequence Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

3.6.4.1.7 Sequence Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
sd Pengolahan Data Perolehan Nilai Siswa Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Penilaian Masuk ke tampilan utama() Memilih menu penilaian() Memilih sub-menu perolehan nilai calon PDB() Load Form Perolehan Nilai Calon PDB() Menampiilkan form Perolehan Nilai Calon PDB() Memilih button ' Tambah Data'() Menampilkan textbox pengisian() Masukkan nomor peserta() Melakukan koneksi ke DB Calon PDB() Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan nama peserta dan tipe sekolah sesuai dengan nomor peserta () Memasukkan Nilai Ujian Nasional, Nilai Ujian Sekolah / Madrasah,() Klik Button ' Proses'() Menampilkan Jumlah Nilai () Memasukkan nilai tes() Memilih Button 'Hasil Akhir'() Menampilkan Total Nilai dan Skor Calon PDB() Memilih Button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Menyimpan data() Data disimpan() Memilih Button 'Batal'() Membatalkan pengisian data() Memilih Button 'Cari Data'() Menampilkan pengisian parameter pencarian() Memasukkan parameter / filter pencarian() Memilih Button 'Cari'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Memeriksa Data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan detail perolehan nilai berdasarkan parameter pencarian() Memilih Button 'Ubah'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Mengubah data() Data diubah() Memilih Button 'Hapus'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Menghapus data() Data dihapus() Memilih Button 'Keluar'() Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Penilaian Sub Menu Perolehan Nilai Calon PDB Form Perolehan Nilai Calon PDB DB PPDB Tabel Calon PDB DB PPDB Tabel Nilai

310

Gambar 3.50 Sequence Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik

311

3.6.4.1.8 Sequence Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan
sd Pengolahan Data Nilai Kelulusan Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Penilaian Masuk ke tampilan utama() Memilih menu penilaian() Memilih Sub Menu Nilai Kelulusan() Load form nilai kelulusan() Menampilkan form nilai kelulusan() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Memberikan data nilai tertinggi() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran() Memberikan data kapasitas () Menampilkan nilai passing grade secara otomatis() Memilih Button 'Proses Hasil Kelulusan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Mengolah data nilai() Memberikan informasi keterangan calon PDB yang lulus() Menampilkan keterangan kelulusan() Memilih Button 'Keluar'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Penilaian Sub Menu Nilai Kelulusan Form Nilai Kelulusan DB PPDB Tabel Nilai DB PPDB Tabel Tahun Ajaran

Gambar 3.51 Sequence Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan

312

3.6.4.1.9 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Tampilan SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk ke tampilan utama() Memilih menu laporan() Memilih sub-menu laporan pendaftaran() Load Form Laporan Pendaftaran() Menampilkan Form Laporan Pendaftaran() Menetukan Parameter Pencetakan Laporan() Memilih Button 'Cetak'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB() Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan print preview laporan pendaftaran sesuai dengan parameter yang ditentukan() Klik Icon Printer() Laporan Data Pendaftaran Calon PDB() Klik Button 'Batal'() Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Calon PDB

Gambar 3.52 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

313

3.6.4.1.10 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan
sd Pencetakan Laporan Persyaratan Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk ke tampilan utama() Memilih menu laporan() Memilih menu laporan pendaftaran() Load Form Laporan Pendaftaran() Menampilkan Form Laporan Pendaftaran() Memilih Button 'Laporan Persyaratan'() Menampilkan parameter persyaratan() Menentukan parameter laporan() Klik Button 'Cetak'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat() Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Menampilkan print preview laporan berdasarkan parameter() Menampilkan PrintPreview() Klik Icon Printer() Laporan Persyaratan() Memilih Button 'Batal'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama() Data ada() Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Tabel Syarat

Gambar 3.53 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

314

3.6.4.1.11 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk ke tampilan utama() Memilih menu laporan() Memilih sub-menu laporan pendaftaran() Load Form() Menampilkan Form Laporan Pendaftaran() Menampilkan parameter pencetakan laporan() Masukkan parameter pencarian() Memilih Button 'Cetak'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Asal Sekolah () Memeriksa data() Data tidak ada() Menampilkan pesan kesalahan() Data ada() Menampilkan PrintPreview() Memilih Icon Printer() Laporan Asal Sekolah() Memilih Button 'Batal'() Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Tabel Asal Sekolah

Gambar 3.54 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru

315

3.6.4.1.12 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
sd Interaction Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Pendaftaran Masuk ke tampilan utama() Memilih menu laporan() Memilih sub menu laporan pendaftaran() Load Form () Menampilkan form laporan pendaftaran() Memilih button 'Cetak Rincian Jumlah Daftar'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB() Memeriksa data() Memberikan data pendaftaran() Menampilkan Print Preview() Memilih Icon Printer() Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran() Memilih Button 'Close'() Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Tabel Calon PDB

Gambar 3.55 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

316

3.6.4.1.13 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru

317

Gambar 3.56 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru 3.6.4.1.14 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru Tampilan Utama SI PPDB Panitia Bagian Penilaian Masuk ke tampilan utama() Memilih menu laporan() Memilih sub menu laporan penilaian() Load form laporan penilaian() Menampilkan form laporan penilaian() Memilih button 'Laporan Kelulusan'() Menampilkan parameter pencetakan() Menentukan parameter pencetakan() Memilih Button 'Cetak'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() Memeriksa data() Memeberikan data nilai() Menampilkan Print Preview() Memilih Icon Printer() Laporan Kelulusan () Memilih Button 'Batal'() Load Tampilan Utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Laporan Sub Menu Laporan Penilaian Form Laporan Penilaian DB PPDB Tabel Nilai

Gambar 3.57 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

318

3.6.1.4.15 Sequence Diagram Ubah User
sd Ubah User Tampilan Utama SI PPDB User Masuk tampilan utama() Memilih menu sistem() Memilih Sub Menu Ubah User'() Load Form Login() Menampilkan Form Login'() Menu Sistem Sub Menu Ubah User Form Login

Gambar 3.58 Sequence Diagram Ubah User

319

3.6.1.4.16 Sequence Diagram Ubah Password
sd Ubah Pasw ord Tampilan Utama SI PPDB User Masuk tampilan utama() Memilih menu sistem() Memilih sub menu ubah password() Load form ubah password() Menampilkan form ubah password() Memasukkan password lama, password baru, ulangi password baru() Memilih button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User() Menyimpan data () Data disimpan() Memilih button 'Batal'() Membatalkan pengubahan data password() Memilih button 'Keluar'() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Sistem Sub Menu Ubah Password Form Ubah Password DB PPDB Tabel User

Gambar 3.59 Sequence Diagram Ubah Password

320

3.6.4.1.17 Sequence Diagram Pengaturan User

321

sd Pengaturan User Tampilan Utama SI PPDB Ketua Panitia PPDB (Admin) Masuk ke tampilan utama() Memilih menu sistem() Memilih sub-menu pengaturan user() Load form pengaturan user() Menampilkan form pengaturan user() Memilih user yang akan diproses() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User() Data ditampilkan() Menampilkan data user yang dipilih() Melakukan pengaturan data() Data yang diubah() Memilih Icon Simpan() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User() Menyimpan data() Data disimpan() Memilih Icon Hapus() Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User() Menghapus data() Data dihapus() Memilih Icon Keluar() Load tampilan utama() Menampilkan tampilan utama() Menu Sistem Sub Menu Pengaturan User Form Pengaturan User DB PPDB Tabel User

Gambar 3.60 Sequence Diagram Pengaturan User 3.6.4.1.18 Sequence Diagram Keluar

322

sd Keluar Tampilan Utama SI PPDB User Masuk ke tampilan utama() Menampilkan tampilan utama() Memilih menu sistem() Memilih sub-menu keluar aplikasi SI PPDB() Keluar dari aplikasi SI PPDB() Menu Sistem Sub Menu Keluar Aplikasi SI PPDB

Gambar 3.61 Sequence Diagram Keluar

323

3.6.4.2.

Pengembangan Collaboration Diagram

Collaboration Diagram menunjukkan informasi yang sama dengan sequence diagram, tetapi dalam bentuk dan tujuan yang berbeda. Pada diagram ini, interaksi antar obyek atau aktor ditunjukkan dengan arah panah tanpa keterangan waktu.

324

3.6.4.2.1. Collaboration Diagram Login
sd Login 6: Memeriksa data user()

Aplikasi SI PPDB

2: Load Form Login()

5: Melakukan koneksi ke DB PPDB - Tabel User() Form Login 6.1: Data user tidak sesuai / tidak ditemukan() 6.2: Data user yang dimasukan sesuai()

DB PPDB - Tabel User

6.2.1: Load Tampilan Utama SI PPDB()

3: Tampilkan Form Login () 1: Mengakses aplikasi() 3.1: *Meminta masukan username dan password() 4: Masukan username dan password() 6.1.1: *Menampilkan Pesan Kesalahan()

Tampilan Utama SI PPDB

7: Melakukan koneksi ke DB PPDB - Tabel Tahun Ajaran()

User

DB PPDB - Tabel Tahun Ajaran 8.1: Data tahun ajaran belum ada() 8.1.1: *Menampilkan pesan pemberitahuan data tahun ajaran belum ada() 8.2: Data tahun ajaran sudah diisi() 9: Menampilkan tampilan utama SI PPDB()

8: Memeriksa data tahun ajaran()

Gambar 3.62 Collaboration Diagram Login

325

3.6.4.2.2 Collaboration Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran
sd Pengolahan Data Tahun Aj aran 1: Masuk ke tampilan utama() Menu Data Master 2: Memilih menu data master() 5.4.2: Menampilkan tampilan utama() 3: Memilih sub-menu tahun ajaran() Sekretaris Sub Menu Tahun Aj aran

Tampilan Utama SI PPDB

5.1: Memilih Button 'T ambah'() 5.1.1: Menampilkan textbox untuk dilakukan pengisian() 5.1.2: Masukan tahun ajaran, mulai, akhir, status dan kapasitas() 5: Menampilkan form tahun ajaran() 5.1.2.1: Klik Button 'Simpan'() 4: Load Form T ahun Ajaran() 5.1.3: Memilih Button 'Batal'() 5.4.1: Load tampilan utama()

5.2: Memilih Button 'Hapus'() 5.3: Memilih Button 'Ubah'() 5.4: Memilih Button 'Keluar'()

5.1.3.1: Melakukan pembatalan pengisian data()

Form Tahun Aj aran

5.1.2.4: Data disimpan() 5.1.2.2: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran() 5.2.3: Data dihapus() 5.2.1: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran() 5.3.3: Data diubah() 5.3.1: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran() DB PPDB Tabel Tahun

5.1.2.3: Menyimpan data() 5.2.2: Menghapus data() 5.3.2: Mengubah data()

326

Gambar 3.63 Collaboration Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran

3.6.4.2.3 Collaboration Diagram Pengolahan Data Info Panitia
sd Pengolahan Data Info Panitia

Tampilan utama SI PPDB

6.2.1: Load tampilan utama()

DB PPDB Tabel Tahun Pelajaran

6.1.2: Koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran() 1: Masuk ke tampilan utama()

6.2: Memilih Button 'Keluar'() 6.3: Menampilkan tampilan utama() 6.1.4.2: Memilih Button 'Batal'() 6.1.4.1: Memilih Button 'Simpan'() 6.1.4: Memasukkan Sekolah, Alamat, Telp, Tahun Ajaran, Nama Panita dan NIP Panitia() 6.1: Memilih button 'Tambah'() Menu Data Master 2: Memilih menu data master() 5: Menampilkan form info panitia() Sekretaris 6.1.1: Mengaktifkan tectbox untuk pengisian() 6.1.4.1.2: menyimpan data() 6.1.4.2.1: Membatalkan pengisian() 3: Memilih sub menu info panitia() 6.1.4.1.3: data disimpan() 6: Menentukan proses yang akan dilakukan() Form Info Panitia 6.1.4.1.1: Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Info() DB PPDB Tabel Info 6.1.3: *Memberikan informasi data tahun ajaran()

Sub Menu Info Panitia 4: Load form info panitia()

327

Gambar 3.64 Collaboration Diagram Pengolahan Data Info Panitia 3.6.4.2.4 Collaboration Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

328

sd Pengolahan Data Sekolah Asal

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Data Master 2: Memilih menu data master() Sekretaris 5.3.2: Menampilkan tampilan utama()

Tampilan Utama SI PPDB

3: Memilih sub-menu sekolah asal() Sub Menu Sekolah Asal

5.1: Memilih Button 'Tambah'() 5.3.1: Load tampilan utama() 5.1.1: Memasukkan Nama Sekolah, Tipe Sekolah, Kota, Alamat() 5.1.2: Memilih Button 'Simpan'() 5.2: Memilih data yang ada() 5.2.1: Memilih Button 'Ubah'() 5.2.2: Memilih Button 'Hapus'() 5.3: Memilih Button 'Keluar'() Form Sekolah Asal 5: Menampilkan form sekolah asal() 4: Load Form Sekolah Asal()

5.1.5: Data disimpan() 5.2.1.3: Data diubah()

5.1.3: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal() 5.2.1.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal()

5.2.2.3: Data dihapus() 5.2.2.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal() DB PPDB Tabel Sekolah Asal

5.1.4: Menyimpan data() 5.2.1.2: Mengubah data() 5.2.2.2: Menghapus data()

Gambar 3.65 Collaboration Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal 3.6.4.2.5 Collaboration Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

329

sd Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampi l an utama() Menu Pendaftaran 2: Memi l i h menu pendaftaran() 7.3.2: Menampi l kan tampi l an utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Panitia Bagian Pendaftaran

3: Memi l i h sub-menu pendaftaran cal on PDB() Sub Menu Pendaftaran Calon PDB

7.1: Memi l i h Button 'T ambah'() 7.1.2: Masukkan detai l data cal on peserta di di k() 7.1.3: Memi l i h button 'Si mpan'() 7.1.4: Memi l i h button 'Cetak'() 7.1.4.2: Memi l i h button pri nter()

5: Menampi l kan form pendaftaran() 7.3.1: Load T ampi l an Utama() 7.1.1: Menampi l kan textbox untuk di l akukan pengi si an() 7.1.4.1: Menampi l kan pri nt previ ew() 4: Load Form Pendaftaran Cal on PDB() 7.1.4.3: Kartu Pendaftaran() 7.2.1: Mengakti fkan parameter pencari an() 7.2.4.1.1: Menampi l kan pesan kesal ahan()

7.1.5: Memi l i h Button 'Batal '() 7.2: Memi l i h Button 'Cari Data'() 7.2.2: Memasukkan parameter pencari an() 7.2.4.2.1: Memi l i h Button 'Ubah'() 7.2.4.2.2: Memi l i h Button 'Hapus'() 7.1.5.1: Membatal kan pengi si an data()

7.3: Memi l i h Button 'Kel uar'() 6: koneksi ke DB PPDB tabel T ahun Aj aran() DB PPDB Tabel Tahun Aj aran 7: Memberi kan i nformasi tahun aj aran()

Form Pendaftaran Calon PDB 7.1.3.3: Data di si mpan() 7.2.4.2.1.3: Data di ubah() 7.2.4.2.2.3: data di hapus() 7.2.4.1: Data ti dak ada()

7.1.3.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB() 7.2.3: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB() 7.2.4.2.2.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB() 7.2.4.2.1.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()

7.2.4.2: Data ada()

DB PPDB Tabel Calon PDB

7.1.3.2: Menyi mpan data () 7.2.4: Memeri ksa data() 7.2.4.2.1.2: Mengubah data() 7.2.4.2.2.2: Menghapus data()

Gambar 3.66 Collaboration Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru 3.6.4.2.6 Collaboration Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

330

sd Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

1: Masuk ke tampi l an utama () Menu Peminj aman 2: Memi l i h Menu Pemi nj aman() 10.2: Menampi l kan tampi l an utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Panitia Bagian Pendaftaran 6: Memi l i h Button 'T ambah Data'()

3: Memi l i h sub-menu kel engkapan persyaratan() Sub Menu Pengumpulan Kelengkapan

5: Menampi l kan form kel engkapan persyaratan() 6.1: Memi l i h Button 'T ambah'() 6.2: Mengakti fkan textbox untuk pengi si an() 6.3: Memasukkan nomor peserta() 6.6.1: Menampi l kan pesan kesal ahan() 6.7.2: Mel akukan pengecekan kel engkapan persyaratan() 6.7.1: Menampi l kan nama cal on peserta di di k() 6.7.3: Memi l i h Button 'Si mpan'() 6.7.8: Memi l i h button 'Cetak'() 6.7.12: Memi l i h button 'Batal '() 6.7.10: Memi l i h i con pri nter() 7: Memi l i h button 'Cari Data'() 7.1: Mengi si parameter pencari an() 7.2: Memi l i h button 'Cari '() 8: Memi l i h Button 'Ubah'() 9: Memi l i h Button 'Hapus'() 10: Memi l i h button 'Kel uar'() 4: Load Form Kel engkapan Persyaratan() Form Kelengkapan Persyaratan 6.6: Data T i dak Ada() 6.4: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB() 6.7: Data ada() 6.7.13: Membatal kan pengi si an() 7.5: Data ti dak ada() 7.3: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat() DB PPDB Tabel Calon PDB 7.6: Data ada() 8.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat() 8.3: Data di ubah() 9.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat() 9.3: Data di hapus() 6.5: Memeri ksa data() 6.7.6: Data di si mpan() 6.7.4: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat() 6.7.7: Menampi l kan data kel engkapan persyaratan() 6.7.9: Menampi l kan pri nt previ ew() 6.7.11: Kartu Cheki ng Persyaratan() 7.5.1: Menampi l kan pesan kesal ahan() 7.6.1: Menampi l kan data yang di cari () 10.1: Load T ampi l an Utama()

DB PPDB Tabel Syarat

6.7.5: Menyi mpan data() 7.4: Memeri ksa data() 8.2: Mengubah data() 9.2: Menghapus data()

Gambar 3.67 Collaboration Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan 3.6.4.2.7 Collaboration Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik

331

sd Pengolahan Data Perolehan Nilai Sisw a

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Penilaian 2: Memilih menu penilaian() 10.2: Menampilkan Tampilan Utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Panitia Bagian Penilaian

3: Memilih sub-menu Perolehan Nilai Calon PDB() Sub Menu Perolehan Nilai Calon PDB

6: Memilih Button 'Tambah Data'() 5: Menampilkan form perolehan nilai() 6.1: Memilih button 'Tambah'() 6.2: Menampilkan textbox pengisian() 6.5.1.1: Menampilkan pesan kesalahan() 6.5.2.1: Menampilkan nama dan tipe sekolah() 6.5.2.4: Menampilkan jumlah nilai() 6.5.2.7: Menampilkan total nilai dan skor akhir() 7.1: Menampilkan pengisian parameter pencarian() 7.6.1: Menampilkan pesan kesalahan() 7.7.1: Menampilkan detail perolehan nilai() 6.3: Masukkan nomor peserta ()

10.1: Load Tampilan Utama()

6.5.2.2: Masukkan nilai Ujian Nasional, Nilai Ujian Sekolah / Madrasah() 6.5.2.3: Memilih button 'Proses'() 6.5.2.5: Masukkan nilai tes() 6.5.2.6: Memilih button 'Hasil Akhir'() 6.5.2.8: Memilih button 'Simpan'() 6.6: Memilih button 'Batal'() 7: Memilih button 'Cari Data'() 7.2: Memasukkan parameter pencarian() 7.3: Memilih button 'Cari'() 8: Memilih button 'Ubah'() 9: Memilih button 'Hapus'() 10: Klik Button 'Keluar'() 9.2: Menghapus data() 8.2: Mengubah Data() 7.5: Memeriksa data() 4: Load Form Perolehan Nilai Calon PDB()

6.5: Memeriksa data ()

6.5.2.10: Menyimpan Data()

DB PPDB Tabel Calon PDB

6.4: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB() Form Perolehan Nilai Calon PDB 6.5.1: Data tidak ada() 6.5.2: Data ada() 6.7: Membatalkan pengisian ()

DB PPDB Tabel Nilai 6.5.2.9: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 7.4: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 9.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 6.5.2.11: Data disimpan() 7.6: Data tidak ada() 7.7: Data ada() 8.3: Data diubah() 9.3: Data dihapus()

Gambar 3.68 Collaboration Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik 3.6.4.2.8 Collaboration Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan

332

sd Pengolahan Data Nilai Kelulusan

1: Masuk ke tampilan utama]() Menu Penilaian 2: Memilih menu penilaian() 16: Menampilkan tampilan utama() 3: Memilih sub menu penilaian()

Tampilan Utama SI PPDB

Panitia Bagian Penilaian

Sub Menu Nilai Kelulusan

15: Load tampilan utama()

5: Menampilkan form nilai kelulusan() 9: Memilih Button 'Proses Nilai Kelulusan'() 14: Memiih button 'Keluar'() 4: Load form niliai kelulusan() 11: Mengolah data nilai()

8: Memberikan nilai passing grade secara otomatis() 13: Menampilkan keterangan kelulusan()

DB PPDB Tabel Tahun Aj aran

6: Koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran() Form Nilai Kelulusan 7: Memberikan data kapasitas() 10: Koneksi ke DB PPDB Tabel NIlai() 12: Memberikan informasi keterangan kelulusan()

DB PPDB Tabel Nilai

Gambar 3.69 Collaboration Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan

333

3.6.4.2.9 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 9.2: Menampilkan tampilan utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Panitia Bagian Pendaftaran 5: Menampilkan form pendaftaran() 6: Menampilkan pengisian parameter() 8.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan() 8.2.2.1: Menampilkan PrintPreview()

3: Memilih sub menu laporan pendaftaran() Sub Menu Laporan Pendaftaran

9.1: Load Tampilan Utama()

7: Menentukan parameter pencetakan() 8: Memilih Button 'Cetak'() 8.3: Memilih Icon Printer() 9: Memilih Button 'Batal'()

4: Load form laporan pendaftaran()

8.4: Laporan Data Anggota()

Form Laporan Pendaftaran 8.2.1: Data tidak ada() 8.2.2: Data ada() 8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel Calon PDB

8.2: Memeriksa data()

Gambar 3.70 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

334

3.6.4.2.10 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan
sd Pencetakan Laporan Persyaratan

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 11.2: Menampilkan tampilan utama() 3: Memilih Sub Menu Laporan Persyaratan() Panitia Bagian Pendaftaran 8: Menampilkan form laporan persyaratan() 9: Menentukan parameter pencetakan () 10.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan() 10.2.2.1: Menampilkan PrintPreview() 10.3: Klik Icon Printer() 10.4: Laporan Persyaratan() 11: Memilih Button 'Batal'() Form Laporan Pendaftaran Form Laporan Persyaratan 10.2.1: Data tidak ada() 10.2.2: Data ada() 10.1: Koneksi ke DB() 7: Load Form Laporan Persyaratan() 10: Memilih Button 'Cetak'()

Tampilan Utama SI PPDB 11.1: Load tampilan utama() Sub Menu Laporan Pendaftaran

4: Load Form Laporan Pendaftaran() 5: Menampilkan form laporan pendaftaran()

6: Memilih Button 'Laporan Persyaratan'()

DB PPDB Tabel Syarat

10.2: Memeriksa data()

Gambar 3.71 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

335

3.6.4.2.11 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru 1: Masuk ke tampilan utama() 11.2: Menampilkan tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 3: Memilih sub menu laporan pendaftaran() Panitia Bagian Pendaftaran 8: Menampilkan Form Laporan Asal Sekolah() 9: Menentukan parameter pencetakan() 10.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan() 10: Memilih Button 'Cetak'() 10.2.2.1: Menampilkan PrintPreview() 10.3: Klik Icon Printer() 10.4: Laporan Asal Sekolah() 11: Klik Button 'Keluar'() Form Laporan Asal Sekolah 6: Memilih button 'Laporan Asal Sekolah'() 4: Load Form Laporan Pendaftaran() 5: Menampilkan form Laporan Pendaftaran() Sub Menu Laporan Pendaftaran 11.1: Load Tampilan Utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Form Laporan Pendaftaran 7: Load Form Laporan Asal Sekolah()

10.2.1: Data tidak ada() 10.2.2: Data ada() 10.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel Calon PDB

10.2: Memeriksa data()

Gambar 3.72 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru

336

3.6.4.2.12 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
sd Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih Menu Laporan() 7.2: Menampilkan Tampilan Utama()

Tampilan Utama SI PPDB

Pantia Bagian Pendaftaran 5: Menampilkan Form Laporan Pendaftaran()

3: Memilih Sub Menu Laporan Pendaftaran() Sub Menu Laporan Pendaftaran 7.1: Load Tampilan Utama()

6: Memilih Button ' Cetak Rincian Jumlah Daftar'() 6.4: Menampilkan PrintPreview() 6.5: Memilih Icon Printer() 6.6: Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran() 7: Klik Button 'Close'() 4: Load Form Laporan Pendaftaran()

Form Laporan Pendaftaran

6.3: Memberikan data pendaftaran() 6.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel Calon PDB

6.2: Memeriksa data()

Gambar 3.73 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

337

3.6.4.2.13 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 8.2: Menampilkan tampilan utama() Panitia Bagian 3: Memilih sub menu laporan penilaian() Penilaian

Tampilan Utama SI PPDB

Sub Menu Laporan Penilaian

8.1: Load Tampilan Utama()

5: Menampilkan form laporan penilaian() 6: Menentukan parameter pencetakan() 7.3.1: Menampilkan pesan kesalahan() 7.4.1: Menampilkan Print Preview() 7.6: Laporan Hasil Penilaian() 7: Memilih button 'Cetak'() 7.5: Memilih Icon Printer() 8: Memilih Button 'Batal'() 4: Load form laporan penilaian()

Form Laporan Penilaian

7.3: Data tidak ada() 7.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 7.4: Data ada()

DB PPDB Tabel Nilai

7.2: Memeriksa data()

338

Gambar 3.74 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru 3.6.4.2.14 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama() Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 9.2: Menampilkan tampilan utama()

Tampilan Utama SI PPDB 9.1: Load tampilan utama()

3: Memilih sub menu Laporan penilaian() Panitia Bagian Penilaian 5: Menampilkan Form Laporan Penilaian() 6: Memilih Button 'Laporan Kelulusan'() 8.4: Menampilkan print preview() 7: Menentukan parameter pencetakan() 8.6: Laporan Kelulusan() 8: Memilih Button 'Cetak'() 8.5: Memilih icon printer() 9: Memilih button 'Batal'() 4: Load Form Laporan Penilaian() Sub Menu Laporan Penilaian

Form Laporan Penilaian

8.3: Memberikan data nilai() 8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() DB PPDB Tabel Nilai

8.2: Memeriksa data()

339

Gambar 3.75 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru 3.6.4.2.15 Collaboration Diagram Ubah User
sd Ubah User

1: Masuk ke tampilan utama()

Tampilan SI PPDB

User

2: Memilih menu sistem() Menu Sistem

5: Menampilkan form login()

3: Memilih sub menu ubah user()

Sub Menu Ubah User Form Login 4: Load form login()

Gambar 3.76 Collaboration Diagram Ubah User

340

3.6.4.2.16 Collaboration Diagram Ubah Password
sd Ubah Passw ord

1: Masuk ke tampilan SI PPDB() 8.2: Menampilkan tampilan utama() 2: Memilih menu sistem()

Tampilan SI PPDB

Menu Sistem User 5: Menampilkan form ubah password() 6: Memasukkan pass lama, pass baru, ulang pass baru()

8.1: Load tampilan utama()

3: Memilih sub menu ubah password() 7: Memilih button 'Simpan'() 8: Memilih button 'Batal'() Sub Menu Ubah Passw ord

Form Ubah Passw ord 4: Load form ubah password() 7.3: Data disimpan() 7.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User()

DB PPDB Tabel User

7.2: Menyimpan data()

Gambar 3.77 Collaboration Diagram Ubah Password

341

3.6.4.2.17 Collaboration Diagram Pengaturan User

342

sd Ubah User

1: Masuk ke tampilan utama() 13.2: Menampilkan tampilan utama() 2: Memilih menu sistem() Ketua Panitia PPDB (Admin)

Tampilan SI PPDB

Menu Sistem 13.1: Load tampilan utama()

5: Menampilkan form pengaturan user() 9: Menampilkan data user yang dipilih()

6: Memilih user yang akan dilakukan pengaturan() 3: Memilih Sub Menu Pengaturan User() 10: Melakukan pengaturan data() 11: Memilih icon simpan() 12: Memilih icon 'Hapus'() 13: Memilih icon keluar() Sub Menu Pengaturan User

Form Pengaturan User

4: Load form pengaturan user()

8: Memberikan data user() 7: Koneksi ke DB PPDB Tabel User() 11.3: Data disimpan() 11.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User() 12.3: Data dihapus() 12.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User() DB PPDB Tabel User

11.2: Menyimpan data() 12.2: Menghapus data()

Gambar 3.78 Collaboration Diagram Pengaturan User 3.6.4.2.18 Collaboration Diagram Keluar

343

sd Keluar

Tampilan Utama SI PPDB

1: Masuk ke tampilan utama() 3: Memilih sub-menu keluar aplikasi SI PPDB() Sub Menu Keluar Aplikasi SI PPDB

Menu Sistem

2: Memilih menu sistem() User

4: Keluar dari aplikasi SI PPDB()

Gambar 3.79 Collaboration Diagram Keluar

3.6.5

Identifikasi Class pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahapan selanjutnya dari Analisis Sistem adalah pengidentifikasian Kelas

Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru. 3.6.5.1 Identifikasi Class Hal yang pertama dilakukan dalam pengklasifikasian adalah dengan mendaftar sejumlah kata benda menjadi kandidat kelas. Adapun kandidat kelas yang dapat diidentifikasi dari use case diagram sebelumnya adalah sebagai berikut: 3.6.5.1.1 Identifikasi Class Pada Use Case Diagram Login

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Form Login DB PPDB Tabel User DB PPDB Tabel Tahun Ajaran User Password Button Login Pesan Kesalahan Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.21 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class Form Login Kategori Class Irrelevant Class Relevant Class Alasan Karena hanya berupa tampilan saja Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data User, Password Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran.

DB PPDB Tabel User

DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Ajaran

279

280

User

Fuzzy Class

Karena merupakan attributes class dari Form Login Karena merupakan attributes class dari Form Login Karena Button Login sebagai method dari Form Login Karena hanya informasi kesalahan dari hasil pemasukan User dan Password

Tabel 3.21 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login (Lanjutan) Password Button Login Pesan Kesalahan Fuzzy Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.22 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class

DB PPDB Tabel User

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data User, Password Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan attributes class dari Form Login Karena merupakan attributes class dari Form Login

DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Ajaran
User Password Fuzzy Class Fuzzy Class

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.23 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class

DB PPDB Tabel User

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data User, Password Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan attributes class dari Form Login Karena merupakan attributes class dari Form Login

DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Ajaran
User Password Fuzzy Class Fuzzy Class

281

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Login adalah: 1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat melakukan validasi Login 2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.1.2

Identifikasi Class Pengolahan Data Tahun Ajaran

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Master Sub Menu Tahun Ajaran Form Tahun Ajaran Button Tambah DB PPDB Tabel Tahun Ajaran Tahun Ajaran Tanggal Mulai Tanggal Akhir Status Kapasitas Button Simpan Button Batal Button Hapus Button Yes Button Ubah Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada

282

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.24 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran Kandidat Class

Menu Master

Kategori Class Irrelevant Class

Sub Menu Tahun Ajaran Irrelevant Class Form Tahun Ajaran Button Tambah
Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena Button Tambah merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan Attribute Class dari

DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Ajaran Fuzzy Class Tahun Ajaran Tanggal Mulai Tanggal Akhir Status Kapasitas Button Simpan Button Batal Button Hapus Button Yes Button Ubah Button Keluar
Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena Button Simpan merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Batal merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Hapus merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Yes merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Ubah merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Keluar merupakan method dari Form Tahun Ajaran

283

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.25 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran Kategori Class DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Kandidat Class Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan Attribute Class dari

Ajaran Tahun Ajaran Tanggal Mulai Tanggal Akhir Status Kapasitas

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.26 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran Kategori Class DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Kandidat Class Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan Attribute Class dari

Ajaran Tahun Ajaran Tanggal Mulai Tanggal Akhir Status

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran

284

Kapasitas

Fuzzy Class

Karena merupakan Attribute Class dari

Form Tahun Ajaran Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Tahun Ajaran adalah: 1. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.1.3

Identifikasi Class Pengolahan Data Info Panitia

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Master Sub Menu Info Panitia Form Informasi Panitia Button Tambah DB PPDB Tabel Panitia DB PPDB Tabel Tahun Ajaran Nama Sekolah Alamat Telp Tahun Ajaran Kepala Sekolah Nama-nama Panitia PPDB Button Simpan Button Batal Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada

285

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.27 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia Kandidat Class

Menu Master Sub Menu Info Panitia Form Informasi Panitia Button Tambah

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena Button Tambah merupakan method dari Form Info Panitia

Tabel 3.27 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)

DB PPDB Tabel Panitia DB PPDB Tabel Tahun Ajaran Nama Sekolah Alamat Telp Tahun Ajaran Kepala Sekolah Nama-nama Panitia PPDB Button Simpan Button Batal Button Keluar

Relevant Class Relevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Panitia. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran Karena merupakan Attribute Class dari

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan method dari Form Info Panitia Karena Button Batal merupakan method dari Form Info Panitia Karena Button Keluar merupakan method dari Form Info Panitia

286

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.28 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia Kandidat Class

DB PPDB Tabel Panitia DB PPDB Tabel Tahun Ajaran Nama Sekolah

Kategori Class Relevant Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Panitia. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran

Karena merupakan Attribute Class dari Form Info Panitia Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari Alamat Form Info Panitia Tabel 3.28 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)

Fuzzy Class

Telp Tahun Ajaran Kepala Sekolah Nama-nama Panitia PPDB

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena merupakan Attribute Class dari Form Info Panitia Karena merupakan Attribute Class dari Form Info Panitia Karena merupakan Attribute Class dari Form Info Panitia Karena merupakan Attribute Class dari Form Info Panitia

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.29 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia Kandidat Class

DB PPDB Tabel Panitia

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Panitia.

287

DB PPDB Tabel Tahun Ajaran Nama Sekolah Alamat Telp Tahun Ajaran Kepala Sekolah Nama-nama Panitia PPDB

Relevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran Karena merupakan Attribute Class dari

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Info Panitia

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Info Panitia adalah: 1. DB PPDB Tabel Panitia : Class Panitia ini memuat data Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru 2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.1.4

Identifikasi Class Pengolahan Data Sekolah Asal

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Master Sub Menu Sekolah Asal Form Sekolah Asal Button Tambah DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nama Sekolah Tipe Sekolah Kota

288

Alamat Button Simpan Button Batal Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.30 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal Kandidat Class

Menu Master Sub Menu Sekolah Asal Form Sekolah Asal

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

Tabel 3.30 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal (Lanjutan)

Button Tambah DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nama Sekolah Tipe Sekolah Kota Alamat Button Simpan

Irrelevant Class Relevant Class

Karena Button Tambah merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena Button Simpan merupakan method dari Form Tahun Ajaran

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Irrelevant Class

289

Button Batal Button Keluar

Irrelevant Class Irrelevant Class

Karena Button Batal merupakan method dari Form Tahun Ajaran Karena Button Keluar merupakan method dari Form Tahun Ajaran

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.31 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal Kandidat Class

DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nama Sekolah Tipe Sekolah Kota Alamat

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal

Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal

Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.32 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal Kandidat Class

DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nama Sekolah Tipe Sekolah Kota Alamat

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal Karena merupakan Attribute Class dari Form Sekolah Asal

Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class Fuzzy Class

290

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Sekolah Asal adalah: 1. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.5

Identifikasi Class Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Pendaftaran Sub Menu Pendaftaran Calon Peserta Didik Form Pendaftaran OptionBox Tambah Data Button Tambah DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nomor Peserta Identitas Calon Peserta Didik Button Cetak Bukti Daftar Button Simpan Button Batal OptionBox Cari Data Button Cari Button Ubah Button Hapus Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada

291

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.33 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

Menu Pendaftaran Sub Menu Pendaftaran Calon Peserta Didik Form Pendaftaran OptionBox Tambah Data Button Tambah DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nomor Peserta Identitas Calon Peserta Didik

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena OptionBox Tambah merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Tambah merupakan method dari Form Pendaftaran Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari

Irrelevant Class Irrelevant Class

Irrelevant Class Relevant Class

Relevant Class

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Pendaftaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Pendaftaran

Tabel 3.33 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru (Lanjutan)

Button Cetak Bukti Daftar Button Simpan Button Batal

Irrelevant Class

Karena Button Cetak Bukti Daftar merupakan method dari Form

Pendaftaran
Irrelevant Class Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Batal merupakan method dari Form Pendaftaran

292

OptionBox Cari Data Button Cari Button Ubah Button Hapus Button Keluar

Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Karena OptionBox Cari merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Cari merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Ubah merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Hapus merupakan method dari Form Pendaftaran Karena Button Keluar merupakan method dari Form Pendaftaran

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.34 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nomor Peserta Identitas Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari

Relevant Class

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Pendaftaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Pendaftaran

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.35 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

293

Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Sekolah Asal Nomor Peserta Identitas Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal. Karena merupakan Attribute Class dari

Relevant Class

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Pendaftaran
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Pendaftaran

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru adalah: 1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru 2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan PDB 3. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.6

Identifikasi Class Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Pendaftaran Sub Menu Kelengkapan Persyaratan Form Kelengkapan Persyaratan OptionBox Tambah Data Button Tambah DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Syarat

294

Nomor Peserta Kelengkapan Persyaratan Button Cetak kartu cheking Persyaratan Button Simpan Button Batal OptionBox Cari Data Button Cari Button Ubah Button Hapus Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.36 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Kandidat Class

Menu Pendaftaran Sub Menu Kelengkapan Persyaratan Form Kelengkapan Persyaratan OptionBox Tambah Data Button Tambah

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

Irrelevant Class

Irrelevant Class

Karena OptionBox Tambah merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan
Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik
Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

295

Tabel 3.36 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)

DB PPDB Tabel Syarat Nomor Peserta Kelengkapan Persyaratan Button Cetak kartu cheking Persyaratan Button Simpan

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Syarat CPD. Karena merupakan Attribute Class dari

Form Kelengkapan Persyaratan
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Kelengkapan Persyaratan
Irrelevant Class Karena Button Cetak kartu cheking Persyaratan merupakan method dari

Form Kelengkapan Persyaratan
Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan Button Batal
Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan method dari Form Kelengkapan

OptionBox Cari Data

Irrelevant Class

Persyaratan Karena OptionBox Cari merupakan method dari Form Kelengkapan Persyaratan
Karena Button Cari merupakan method dari Form Kelengkapan

Button Cari

Irrelevant Class

Persyaratan Button Ubah
Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan Button Hapus
Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan Button Keluar
Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan method dari Form Kelengkapan

Persyaratan Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class

296

.
Tabel 3.37 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Syarat Nomor Peserta Kelengkapan Persyaratan

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Syarat CPD. Karena merupakan Attribute Class dari

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Kelengkapan Persyaratan
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Kelengkapan Persyaratan

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.38 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Syarat Nomor Peserta Kelengkapan Persyaratan

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Syarat CPD. Karena merupakan Attribute Class dari

Relevant Class

Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Kelengkapan Persyaratan
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Kelengkapan Persyaratan

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan adalah:

297

1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik

: Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru

2. DB PPDB Tabel Syarat

: Class Syarat ini memuat data Kelengkapan Persyaratan Peserta Didik Baru

3.6.5.1.7

Identifikasi Class Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Penilaian Sub Menu Perolehan Nilai CPD Form Perolehan Nilai CPD OptionBox Tambah Data Button Tambah DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Nilai Nomor Peserta Nilai-nilai Button Simpan Button Batal OptionBox Cari Data Button Cari Button Ubah Button Hapus Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

298

Tabel 3.39 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik Kandidat Class

Menu Penilaian Sub Menu Perolehan Nilai CPD Form Perolehan Nilai CPD

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

Irrelevant Class

Tabel 3.39 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik (Lanjutan)

OptionBox Tambah Data Button Tambah DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Nilai Nomor Peserta Nilai-nilai Button Simpan Button Batal OptionBox Cari Data Button Cari Button Ubah Button Hapus Button Keluar

Irrelevant Class

Karena OptionBox Tambah merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Tambah merupakan method dari Form Penilaian Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Karena merupakan Attribute Class dari

Irrelevant Class Relevant Class

Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Form Penilaian
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Penilaian
Karena Button Simpan merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Batal merupakan method dari Form Penilaian Karena OptionBox Cari merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Cari merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Ubah merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Hapus merupakan method dari Form Penilaian Karena Button Keluar merupakan method dari Form Penilaian

299

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.40 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Nilai

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Tabel 3.40 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik (Lanjutan)

Relevant Class

Nomor Peserta Nilai-nilai

Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena merupakan Attribute Class dari

Form Penilaian
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Penilaian Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.41 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik DB PPDB Tabel Nilai Nomor Peserta Nilai-nilai

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Karena merupakan Attribute Class dari

Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Penilaian
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Penilaian Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik adalah:

300

1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik

: Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru

2. DB PPDB Tabel Nilai

:Class Nilai ini memuat data Nilai Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.8

Identifikasi Class Pengolahan Data Kelulusan

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Penilaian Sub Menu Nilai Kelulusan Form Nilai Kelulusan Passing Grade DB PPDB Tahun Ajaran DB PPDB Nilai Button Proses Hasil Kelulusan Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.42 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelulusan Kandidat Class

Menu Penilaian Sub Menu Nilai Kelulusan Form Nilai Kelulusan Passing Grade Nomor Peserta

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena merupakan Attribute Class dari

Irrelevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Form Nilai Kelulusan
Karena merupakan Attribute Class dari

301

Form Nilai Kelulusan DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Nilai Button Proses Hasil Kelulusan Button Keluar
Irrelevant Class Relevant Class Irrelevant Class Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Karena Button Proses Hasil Kelulusan merupakan method dari

Form Nilai Kelulusan Karena Button Keluar merupakan method dari Form Nilai Kelulusan

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.43 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelulusan Kandidat Class

Passing Grade Nomor Peserta DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Nilai

Kategori Class Fuzzy Class Fuzzy Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan Attribute Class dari

Form Nilai Kelulusan
Karena merupakan Attribute Class dari

Form Nilai Kelulusan
Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

Relevant Class

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.44 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data Kelulusan Kandidat Class

Passing Grade

Kategori Class Fuzzy Class

Alasan Karena merupakan Attribute Class dari

Form Nilai Kelulusan

302

Nomor Peserta DB PPDB Tabel Tahun Ajaran DB PPDB Tabel Nilai

Fuzzy Class Relevant Class

Karena merupakan Attribute Class dari

Form Nilai Kelulusan
Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Tahun Ajaran. Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

Relevant Class

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Kelulusan adalah: 1. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran PPDB 2. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai CPD

3.6.5.1.9

Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Tabel Pendaftaran Button Cetak Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.45 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class Kategori Class Alasan

303

Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik Button Cetak

Irrelevant Class Irrelevant Class

Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

Irrelevant Class

Relevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik. Karena Button method dari Cetak merupakan

Irrelevant Class

Form
Batal

Laporan
merupakan

Pendaftaran Button Batal
Irrelevant Class Karena Button method dari

Form

Laporan

Pendaftaran Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.46 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.47 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

304

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru adalah: 1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Sekolah Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.10 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Persyaratan Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran Button Laporan Persyaratan Form Laporan Persyaratan DB PPDB Tabel Syarat Button Cetak Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.48 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Persyaratan Kandidat Class

Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu

305

Form Laporan Pendaftaran Button Laporan Persyaratan Form Laporan Persyaratan DB PPDB Tabel Syarat Button Cetak

Irrelevant Class

Karena hanya berupa tampilan saja

Irrelevant Class

Karena Button Laporan Persyaratan merupakan method dari Form

Laporan Pendaftaran
Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Relevant Class

Irrelevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Persyaratan CPD. Karena Button Cetak merupakan method dari Form Laporan

Persyaratan Button Batal
Irrelevant Class Karena Button method dari Batal merupakan

Form

Laporan

Persyaratan Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.49 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Persyaratan Kandidat Class

DB PPDB Tabel Syarat

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Persyaratan CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.50 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Persyaratan

306

Kandidat Class

DB PPDB Tabel Syarat

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Kelengkapan Persyaratan CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Persyaratan adalah: 1. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat

ini memuat data Kelengkapan Persyaratan Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.11 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran Button Laporan Sekolah Asal Form Laporan Sekolah Asal DB PPDB Sekolah Asal Button Cetak Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.51 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class Kategori Class Alasan

307

Menu Laporan Sub Menu Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran Button Laporan Sekolah Asal Form Laporan Sekolah Asal DB PPDB Sekolah Asal Button Cetak

Irrelevant Class Irrelevant Class

Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

Irrelevant Class

Irrelevant Class

Karena Button Laporan Sekolah Asal merupakan method dari Form

Laporan Pendaftaran
Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Relevant Class

Irrelevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal CPD. Karena Button Cetak merupakan method dari Form Laporan Sekolah

Asal Button Batal
Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan method dari Form Laporan Sekolah

Asal Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.52 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Sekolah Asal

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.

308

Tabel 3.53 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Sekolah Asal

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Sekolah Asal CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru adalah: 1. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.12 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran Button Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran DB PPDB Calon Peserta Didik Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.54 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Kandidat Class

Menu Laporan Sub Menu Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja

309

Button Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran DB PPDB Calon Peserta Didik

Irrelevant Class

Karena Button Laporan Sekolah Asal merupakan method dari Form

Laporan Pendaftaran
Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.55 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Kandidat Class

DB PPDB Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.56 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran Kandidat Class

DB PPDB Calon Peserta Didik

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Calon Peserta Didik.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran adalah: 1. DB PPDB Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.13 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru

310

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Laporan Penilaian Form Laporan Penilaian DB PPDB Tabel Nilai Button Cetak Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.57 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

Menu Laporan Sub Menu Laporan Penilaian Form Laporan Penilaian DB PPDB Tabel Nilai Button Cetak Button Keluar

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Relevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Karena Button Cetak merupakan method dari Form Laporan Penilaian Karena Button Keluar merupakan method dari Form Laporan Penilaian

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.58 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class Kategori Class Alasan

311

DB PPDB Tabel Nilai

Relevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada Fuzzy class.
Tabel 3.59 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Nilai

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Penilaian CPD adalah: 1. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon Peserta Didik Baru 3.6.5.1.14 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Laporan Sub Menu Laporan Penilaian Form Laporan Penilaian Button Laporan Kelulusan Form Laporan Kelulusan DB PPDB Tabel Nilai Button Cetak Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada

312

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.60 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

Menu Laporan Sub Menu Laporan Penilaian

Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class

Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena hanya berupa tampilan saja Karena Button Laporan Kelulusan merupakan method dari Form

Form Laporan Penilaian Irrelevant Class Button Laporan Kelulusan
Irrelevant Class

Laporan Penilaian menampilkan Form Kelulusan
Irrelevant Class

untuk Laporan

Form Laporan Kelulusan DB PPDB Tabel Nilai Button Cetak

Karena hanya berupa tampilan saja

Relevant Class Irrelevant Class

Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD. Karena Button cetak merupakan method dari Form Laporan

Kelulusan Button Keluar
Irrelevant Class Karena Button method dari Batal merupakan

Form

Laporan

Kelulusan Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.61 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Nilai

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

313

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.62 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru Kandidat Class

DB PPDB Tabel Nilai

Kategori Class Relevant Class

Alasan Karena merupakan kumpulan objek yang menyimpan data Nilai CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru adalah: 1. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon Peserta Didik Baru 3.6.5.1.15 Identifikasi Class Ubah User Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Sistem Sub Menu Ubah User Form Login Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.63 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah User Kandidat Class Menu Sistem Sub Menu Ubah User Form Login Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user Karena hanya berupa tampilan saja

Pada Use Case diagram Ubah User ini tidak terdapat class. 3.6.5.1.16 Identifikasi Class Ubah Password Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:

314

Menu Sistem Sub Menu Ubah Password Form Ubah Password Password Lama Password Baru Button Simpan Button Batal Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.64 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah Password Kandidat Class Menu Sistem Sub Menu Ubah Password Form Ubah Password Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena merupakan tampilan awal saja Karena mempunyai atribut serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena Button Simpan merupakan method dari Form Ubah Password Karena Button Batal merupakan method dari Form Ubah Password Karena Button Keluar merupakan method dari Form Ubah Password

DB PPDB Tabel User
Password Lama Password Baru Button Simpan Button Batal Button Keluar

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class.

315

Tidak ada kandidat class yang termasuk pada class redundant

Tabel 3.65 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah Password Kandidat Class

DB PPDB Tabel User
Password Lama Password Baru

Kategori Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Ubah Password Karena merupakan Attribute Class dari Form Ubah Password

Alasan mempunyai atribut

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.

Tabel 3.66 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Ubah Password Kandidat Class

DB PPDB Tabel User
Password Lama Password Baru

Kategori Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Ubah Password Karena merupakan Attribute Class dari Form Ubah Password

Alasan mempunyai atribut

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengaturan User adalah: 1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat melakukan validasi Login

3.6.5.1.17 Identifikasi Class Pengaturan User Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Sistem Sub Menu Pengaturan User Form Pengaturan User DB PPDB Tabel User User

316

Password Button Ubah Button Simpan Button Hapus Button Batal Button Keluar Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.67 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User Kandidat Class Menu Sistem Sub Menu Pengaturan User Form Pengaturan User Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Irrelevant Class Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user tertentu Karena merupakan tampilan awal saja Karena mempunyai atribut serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena Button Ubah merupakan method dari Form Pengaturan User Karena Button Simpan merupakan method dari Form Pengaturan User Karena Button Hapus merupakan method dari Form Pengaturan User Karena Button Batal merupakan method dari Form Pengaturan User Karena Button Keluar merupakan method dari Form Pengaturan User

DB PPDB Tabel User
User Password Button Ubah Button Simpan Button Hapus Button Batal Button Keluar

317

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Tidak ada kandidat class yang termasuk pada class redundant

Tabel 3.68 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User Kandidat Class

DB PPDB Tabel User
User Password

Kategori Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User

Alasan mempunyai atribut

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.
Tabel 3.69 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User Kandidat Class

DB PPDB Tabel User
User Password

Kategori Class Relevant Class Fuzzy Class Fuzzy Class

Karena serta method Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User Karena merupakan Attribute Class dari Form Pengaturan User

Alasan mempunyai atribut

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengaturan User adalah: 1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk

dapat melakukan validasi Login

3.6.5.1.18 Identifikasi Class Keluar Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah: Menu Sistem Sub Menu Keluar Aplikasi

318

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.70 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Keluar Kandidat Class Menu Sistem Sub Menu Keluar Aplikasi Kategori Class Irrelevant Class Irrelevant Class Alasan Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user Sebuah menu yang dapat dipilih oleh user

Pada Use Case diagram Keluar ini tidak terdapat class.

Dari hasil identifikasi diatas maka didapatkan class sebagai berikut: 1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk

dapat melakukan validasi Login 2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru 3. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru 4. DB PPDB Tabel Panitia: Class Panitia ini memuat data Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru 5. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru 6. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru 7. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru 8. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan PDB

319

9. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru 10. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru 11. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan Persyaratan Peserta Didik Baru 12. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru 13. DB PPDB Tabel Nilai Peserta Didik Baru 14. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran PPDB 15. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai CPD : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon

16. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Sekolah Calon Peserta Didik Baru 17. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan Persyaratan Calon Peserta Didik Baru 18. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru 19. DB PPDB Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini

memuat data Calon Peserta Didik Baru 20. DB PPDB Tabel Nilai Peserta Didik Baru 21. DB PPDB Tabel Nilai Peserta Didik Baru 22. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat melakukan validasi Login 23. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat melakukan validasi Login : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon

320

Class yang telah diidentifikasi tersebut masih ada yang bersifat redundant, maka class yang terdapat pada SI PPDB adalah sebagai berikut. 1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk

dapat melakukan validasi Login 2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru 3. DB PPDB Tabel Panitia: Class Panitia ini memuat data Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru 4. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru 5. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data Calon Peserta Didik Baru 6. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan Persyaratan Peserta Didik Baru 7. DB PPDB Tabel Nilai Peserta Didik Baru : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon

321

Gambar 3. 80 Class yang Terdapat Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.2 Identifikasi Relationship Setelah semua kelas telah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya yaitu menentukan relationships antar kelas. 3.6.5.2.1 Identifikasi Association Relationship Adapun relationships dari tiap kelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.71 Relationship Class Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Hubungan Kelas Seorang Keterangan pengguna (user) dapat

membuat satu atau banyak data Tahun Ajaran

322

Satu Susunan Kepanitiaan mengisi satu Tahun Ajaran Satu atau banyak Calon Peserta Didik mendaftar pada satu Tahun Ajaran Satu atau banyak Calon Peserta Didik berasal dari satu Sekolah Asal Satu Calon Peserta Didik memenuhi satu Persyaratan Satu Calon Peserta Didik memiliki satu Nilai

3.6.5.2.2 Identifikasi Super-Sub Class Relationship Tahap selanjutnya setelah mengidentifikasi association relationship adalah mengidentifikasi super-sub class relationship.

323

Gambar 3. 81 Super-Sub Class Relationship Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.2.3 Identifikasi Aggregation / a-part-of Relationship

324

Tahap selanjutnya setelah mengidentifikasi super-sub relationship adalah mengidentifikasi aggregation / a-part-of relationship.

Gambar 3.82 A-Part-Of Relationship Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru

3.6.5.3 Identifikasi Attributes dan Methods Adapun attributes dan methods yang dapat diidentifikasi dari message antar objek yang tergambar pada Use Case diagram sebagai berikut. Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods Class User Attributes User Password Nama Hak_Akses_User Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar Tambah Simpan Ubah Hapus Keluar Tambah Simpan Methods

Tahun Ajaran

Panitia

Tahun_ajaran Tanggal_Mulai Tanggal_Akhir Status Kuota Passing Grade Nama_Sekolah Alamat

325

Telp Ubah Tahun_Ajaran Hapus Nama_Kepala_Sekolah Keluar NIP_Kepala_Sekolah Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods (Lanjutan) Class Attributes Nama_Ketua_Panitia NIP_Ketua_Panitia Nama_Sekretaris NIP_ Sekretaris Nama_Bendahara NIP_ Bendahara Nama_Bag_Pendaftaran NIP_ Bag_Pendaftaran Nama_ Bag_Persyaratan NIP_ Bag_Persyaratan Nama_ Bag_Penilaian NIP_ Bag_Penilaian Logo_Sekolah Logo_Kabupaten Nomor_Peserta Nama_Peserta Tanggal_Daftar Tahun_Ajaran Nomor_STTB Tanggal_STTB Sekolah_Asal Tempat_Lahir Tanggal_Lahir Jenis_Kelamin Alamat Nama_Ayah Nama_Ibu Pekerjaan_Ayah Pekerjaan_Ibu Nama_Wali Pekerjaan_Wali Alamat OT/Wali Foto Kode_Sekolah Nama_Sekolah Tipe_Sekolah Kota Methods

Calon Peserta Didik

Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Sekolah Asal

Tambah Simpan Cari Ubah

326

Alamat

Hapus Keluar

Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods (Lanjutan) Syarat Nomor_Peserta Nama_Peserta Formulir_Pendaftaran Fotocopy_STTB Fotocopy_SKHU SKKB Raport Foto Fotocopy_AK Nomor_Peserta Nama_Peserta Nilai_UN Nilai_US Nilai_Tes_Agama Nilai_Tes_Umum Nilai_Total_Keseluruhan Hasil_Akhir Keterangan Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Nilai

Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

3.6.5.4 Encapsulation Konsep ini diterapkan pada suatu objek, atribut dan behavior/method dipaketkan bersama dan dipertimbangkan sebagai bagian dari objek itu. Satusatunya cara untuk mengakses atau merubah atribut objek adalah melalui behaviour objek spesifik tersebut.

327

Tahun Ajaran

Attributes
Tahun_Ajaran Tanggal_Mulai Tanggal_Akhir Status Kuota Passing Grade : 2010/2011 : 6/30/2010 : 7/10/2011 : Aktif : 400 : 68,17

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Tahun_Ajaran”

Tahun Ajaran
Tahun_Ajaran Tanggal_Mulai Tanggal_Akhir Status Kuota Passing Grade : 2010/2011 : 6/30/2010 : 7/10/2011 : Aktif : 400 : 68,17

Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Gambar 3.83. Encapsulation Objek Tahun Ajaran

328

Panitia
Nama_Sekolah Alamat Telp Tahun_Ajaran Nama_Kepala_Sekolah NIP_Kepala_Sekolah Nama_Ketua_Panitia NIP_Ketua_Panitia Nama_Sekretaris NIP_ Sekretaris Nama_Bendahara NIP_ Bendahara Nama_Bag_Pendaftaran NIP_ Bag_Pendaftaran Nama_ Bag_Persyaratan NIP_ Bag_Persyaratan Nama_ Bag_Penilaian NIP_ Bag_Penilaian

Attributes
: MAN 1 GARUT : Jln. Jendral Ahmad Yani Koropeak : (0262) 233550 : 2010/2011 : Drs. H. Hawasi, M.Pd.I : 19590312.198903.1.001 : Dra. Hera Sri Mudzakkir, M.Pd. : 19651015.199303.2.004 : Drs. Tanto Jauhari : 19610805.198512.1.001 : Ruti Rina Kanti :: Ari Winarti, S.Pd. :: Hajar Martini :: Dais Hamidah, S.Pd. :-

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Panitia”

Panitia
Nama_Sekolah Alamat Telp Tahun_Ajaran Nama_Kepala_Sekolah NIP_Kepala_Sekolah Nama_Ketua_Panitia NIP_Ketua_Panitia Nama_Sekretaris NIP_ Sekretaris Nama_Bendahara NIP_ Bendahara Nama_Bag_Pendaftaran NIP_ Bag_Pendaftaran Nama_ Bag_Persyaratan NIP_ Bag_Persyaratan Nama_ Bag_Penilaian NIP_ Bag_Penilaian : MAN 1 GARUT : Jln. Jendral Ahmad Yani Koropeak : (0262) 233550 : 2010/2011 : Drs. H. Hawasi, M.Pd.I : 19590312.198903.1.001 : Dra. Hera Sri Mudzakkir, M.Pd. : 19651015.199303.2.004 : Drs. Tanto Jauhari : 19610805.198512.1.001 : Ruti Rina Kanti :: Ari Winarti, S.Pd. :: Hajar Martini :: Dais Hamidah, S.Pd. :-

329

Gambar 3.84. Encapsulation Objek Panitia

Sekolah Asal
Kode_Sekolah Nama_Sekolah Tipe_Sekolah Kota Alamat

Attributes
: 0001 : MTs Negeri Tarogong Kidul : MTS : Garut :Jl. Merdeka, Ds. Haurpanggung, Tarogong Kidul

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Sekolah_Asal”

Sekolah_Asal
Kode_Sekolah Nama_Sekolah Tipe_Sekolah Kota Alamat : 0001 : MTs Negeri Tarogong Kidul : MTS : Garut :Jl. Merdeka, Ds. Haurpanggung, Tarogong Kidul Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Gambar 3.85. Encapsulation Objek Sekolah Asal

330

Calon Peserta Didik

Attributes Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Tanggal_Daftar : 4/25/2011 Tahun_Ajaran : 2010/2011 Nomor_STTB : DN-02 DI0386846 Tanggal_STTB : 6/21/2010 Sekolah_Asal : SMP Negeri 2 Garut Tempat_Lahir : Garut Tanggal_Lahir : 5/29/2003 Jenis_Kelamin : Laki-laki Alamat : K.H. Hasbullah No.16 Nama OT : Ajid Abdul Majid Pekerjaan OT : Pegawai Negeri Sipil

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Calon Peserta Didik Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Tanggal_Daftar : 4/25/2011 Tahun_Ajaran : 2010/2011 Nomor_STTB : DN-02 DI0386846 Tanggal_STTB : 6/21/2010 Sekolah_Asal : SMP Negeri 2 Garut Tempat_Lahir : Garut Tanggal_Lahir : 5/29/2003 Jenis_Kelamin : Laki-laki Alamat : K.H. Hasbullah No.16

Pengemasan dalam satu objek “Calon_Peerta_Didik”

331

Gambar 3.86. Encapsulation Objek Pendaftaran Calon Peserta Didik

Persyaratan Calon PDB

Attributes Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Formulir_Pendaftaran : Sudah Fotocopy_STTB : Sudah Fotocopy_SKHU : Sudah SKKB : Sudah Raport : Sudah Foto : Sudah Fotocopy_AK : Sudah
Pengemasan dalam satu objek “Persyaratan”

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Persyaratan Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Formulir_Pendaftaran : Sudah Fotocopy_STTB : Sudah Fotocopy_SKHU : Sudah SKKB : Sudah Raport : Sudah Foto : Sudah Fotocopy_AK : Sudah Tambah Simpan

332

Gambar 3.87. Encapsulation Objek Persyaratan

Penilaian Calon PDB

Attributes Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Nilai_UN : 33 Nilai_US : 80 Nilai_Tes_Agama : 85 Nilai_Tes_Umum : 90 Nilai_Total_Keseluruhan : 288 Hasil_Akhir : 48 Keterangan : Lulus

Methods
Tambah Simpan Cari Ubah Hapus Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Penilaian”

Penilaian Nomor_Peserta : 0001 Nama_Peserta : Anwar Nugraha Nilai_UN : 33 Nilai_US : 80 Nilai_Tes_Agama : 85 Nilai_Tes_Umum : 90 Nilai_Total_Keseluruhan : 288

333

Gambar 3.84. Encapsulation Objek Persyaratan Gambar 3.88. Encapsulation Objek Penilaian

334

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

Perancangan sistem dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang jelas guna mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi. Pada tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat berinteraksi dengan sistem. Perancangan sistem dalam UA lebih menekankan pada perancangan user interface yang didalam tahapannya akan dijelaskan bagaimana user berinteraksi dengan sistem. Tahapan yang harus dilakukan dalam perancangan digambarkan dalam gambar berikut :
Perancangan Kelas, metode,atribut dan asosiasi Menyaring UML Class Diagram Perancangan layer akses dan layer Antarmuka

Pengujian

Gambar 4.1 Tahap Perancangan Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan :  Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi.  Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas\ mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram.  Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka

335

Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. 

Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

4.1 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode dan Atribut Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan kembali terhadap kelas-kelas yang diperoleh dari tahap analisis. Dalam perancangan tahap ini, penambahan atribut serta visibilitas pada setiap atribut dan operasi dilakukan untuk melengkapi class diagram. Berikut merupakan gambar class diagram pada tahap pertama dalam perancangan UA.

336

class Class PPDB Bussiness Class

CALON PESERTA DIDIK # + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + NP: Integer tahunAjaran: Integer tanggalDaftar: Date nomorSTTB: Integer tanggalSTTB: Date nama: String tipeSekolah: Boolean sekolahAsal: String kodeSekolah: Integer alamatSekolah: LongWord tempatLahir: String 1..* tanggalLahir: Date jenisKelamin: Boolean saudaraLaki: Integer saudaraPrempuan: Integer anakKe: Integer statusDalamKeluarga: Boolean jalan: String rt: Integer rw: Integer desa: String kecamatan: String kabupaten: String propinsi: String kodePos: Integer 1..* noTelp: Integer namaAyah: LongWord namaIbu: LongWord pekerjaanAyah: String pekerjaanIbu: String namaWali: LongWord alamatWali: LongWord pekerjaanWali: String pasPhoto: Image tambah() : void simpan() : void cetak() : void cari() : void {query} hapus() : void ubah() : void batal() : void keluar() : void

SEKOLAH ASAL # + + + + 1 + + + + kode: Integer namaSekolah: LongWord tipeSekolah: Boolean kota: LongWord alamat: LongWord

INFO PANITIA tahunAjaran: Integer sekolah: LongWord alamat: LongWord telp: Integer kepsek: LongWord nipKepsek: LongInt ketuaPanitia: LongWord nipKetuaPanita: Integer sekretaris: LongWord nipSekretaris: Integer bendahara: LongWord nipBendahara: Integer pendaftaranSMP: LongWord nipPendaftaranSMP: Integer pendaftaranMTS: LongWord nipPendaftaranMTS: Integer penilaianTpuSMP: LongWord nipPenilaianTpuSMP: Integer penilaianTpuMTS: LongWord nipPenilaianTpuMTS: Integer penilaianBtqSMP: LongWord nipPenilaianBtqSMP: Integer penilaianBtqMTS: LongWord nipPenilaianBtqMTS: Integer persyaratan: LongWord nipPersyaratan: Integer logoSekolah: Image logoKabupaten: Image tambah() : void simpan() : void batal() : void keluar() : void

NILAI # + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + NP: Integer nama: LongWord nilaiUN: Integer nilaiUS: Integer nilaiAgama: Integer nilaiTesIndo: Integer nilaiTesting: Integer nilaiTesMTK: Integer nilaiTesMIPA: Integer nilaiTes: Integer totalNilai: Integer hasil: Integer Keterangan: Boolean tambah() : void simpan() : void batal() : void cetak() : void cari() : void ubah() : void hapus() : void keluar() : void

berasal dari

terdaftar pada

# + + + + 1 + + + + +

melengkapi 1

# + + + 1 + + + + + + + + + + + + + +

+ + tambah() : void + ubah() : void + hapus() : void + keluar() : void + + + + TAHUN AJARAN + tahunAjaran: Integer + kapasitas: Integer + passingGrade: Integer + mulai: Date + terdaftar pada akhir: Date + 1 1 + status: Boolean + tambah() : void + ubah() : void + hapus() : void + keluar() : void + + + + + SYARAT + + NP: Integer nama: LongWord + formulirPendaftaran: Boolean + STTB: Boolean + SKHU: Boolean + raport: Boolean SKKB: Boolean photo: Boolean aktaKelahiran: Boolean keterangan: Boolean tambah() : void simpan() : void cetak() : void batal() : void cari() : void hapus() : void ubah() : void keluar() : void

Gambar 4.2 Class Diagram Tahap Perancangan (Kelas Bisnis)

4.2 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka 4.2.1 Perancangan Layer Akses Tujuan utama dari perancangan layer akses adalah menyediakan layer yang dapat mengkomunikasikan sebuah kelas dengan data source. Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan yang ada pada kelas bisnis yang di inputkan melalui kelas interface. 1. Menterjemahkan permintaan Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan data dari layer bisnis melalui interface terhadap tempat penyimpanan data (database).

337

Contoh : Admin memasukan username dan Password untuk melakukan login, maka layer akses harus membuat pernyataan SQL yang benar untuk mengekseskusinya. 2. Menterjemahkan hasil Layer akses harus dapat menampilkan data yang diminta ke dalam bisnis layer melalui view layer. Contoh : User melakukan pencarian informasi tertentu, dalam hal ini sistem harus dapat menampilkan informasi yang diinginkan oleh User sesuai dengan keinginan user.

Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas yang akan dijadikan kelas penyimpanan (database). Kelas tersebut akan digabungkan ke dalam class diagram yang telah ada. Dalam perancangan sistem informasi penerimaan peserta didik baru ini dapat teridentifikasi 1 kelas penyimpanan dengan nama database PPDB (PPDB_DB) yang menyimpan semua data pendaftaran Calon Peserta Didik serta yang menentukan penilaian. Berikut merupakan class diagram untuk kelas bisnis yang telah digabungkan dengan kelas akses yang telah teridentifikasi :

338

class Class PPDB Bussiness Class

CALON PESERTA DIDIK # + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + NP: Integer tahunAjaran: Integer tanggalDaftar: Date nomorSTTB: Integer tanggalSTTB: Date nama: String tipeSekolah: Boolean sekolahAsal: String kodeSekolah: Integer alamatSekolah: LongWord tempatLahir: String 1..* tanggalLahir: Date jenisKelamin: Boolean saudaraLaki: Integer saudaraPrempuan: Integer anakKe: Integer statusDalamKeluarga: Boolean jalan: String rt: Integer rw: Integer desa: String kecamatan: String kabupaten: String propinsi: String kodePos: Integer 1..* noTelp: Integer namaAyah: LongWord namaIbu: LongWord pekerjaanAyah: String pekerjaanIbu: String namaWali: LongWord alamatWali: LongWord pekerjaanWali: String pasPhoto: Image tambah() : void simpan() : void cetak() : void cari() : void {query} hapus() : void ubah() : void batal() : void keluar() : void

USER # + + + + kodeID: Integer userID: Integer password: Integer nama: LongWord foto: Image menuHakAkses: Boolean menuGantiPassword: Boolean menuIdentitasSekolah: Boolean menuTahunAjaran: Boolean menuAsalSekolah: Boolean menuPendaftaranSiswa: Boolean menuKelengkapanPersyaratan: Boolean menuNilaiTes: Boolean menuNilaiKelulusan: Boolean menuLaporanPenilaian: Boolean menuLaporanPendaftaranCPD: Boolean tambah() : void ubah() : void hapus() : void keluar() : void

SEKOLAH ASAL # + + + + 1 + + + + kode: Integer namaSekolah: LongWord tipeSekolah: Boolean kota: LongWord alamat: LongWord

INFO PANITIA tahunAjaran: Integer sekolah: LongWord alamat: LongWord telp: Integer kepsek: LongWord nipKepsek: LongInt ketuaPanitia: LongWord nipKetuaPanita: Integer sekretaris: LongWord nipSekretaris: Integer bendahara: LongWord nipBendahara: Integer pendaftaranSMP: LongWord nipPendaftaranSMP: Integer pendaftaranMTS: LongWord nipPendaftaranMTS: Integer penilaianTpuSMP: LongWord nipPenilaianTpuSMP: Integer penilaianTpuMTS: LongWord nipPenilaianTpuMTS: Integer penilaianBtqSMP: LongWord nipPenilaianBtqSMP: Integer penilaianBtqMTS: LongWord nipPenilaianBtqMTS: Integer persyaratan: LongWord nipPersyaratan: Integer logoSekolah: Image logoKabupaten: Image tambah() : void simpan() : void batal() : void keluar() : void

NILAI # + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + NP: Integer nama: LongWord nilaiUN: Integer nilaiUS: Integer nilaiAgama: Integer nilaiTesIndo: Integer nilaiTesting: Integer nilaiTesMTK: Integer nilaiTesMIPA: Integer nilaiTes: Integer totalNilai: Integer hasil: Integer Keterangan: Boolean tambah() : void simpan() : void batal() : void cetak() : void cari() : void ubah() : void hapus() : void keluar() : void

berasal dari

terdaftar pada

# + + + + 1 + + + + +

PPDB DB

PPDB DB + + openConnection() : void closeConnection() : void # + + + 1 + + + + + + + + + + + + + +

melengkapi 1

+ + tambah() : void + ubah() : void + hapus() : void + keluar() : void + + + + TAHUN AJARAN + tahunAjaran: Integer + kapasitas: Integer + passingGrade: Integer + mulai: Date + terdaftar pada akhir: Date + 1 1 + status: Boolean + tambah() : void + ubah() : void + hapus() : void + keluar() : void + + + + + SYARAT + + NP: Integer nama: LongWord + formulirPendaftaran: Boolean + STTB: Boolean + SKHU: Boolean + raport: Boolean SKKB: Boolean photo: Boolean aktaKelahiran: Boolean keterangan: Boolean tambah() : void simpan() : void cetak() : void batal() : void cari() : void hapus() : void ubah() : void keluar() : void

Gambar 4.3 Class Diagram Tahap Perancangan (Kelas Bisnis dan Kelas Akses)

4.2.2 Perancangan Layer Antarmuka Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas-kelas yang akan dijadikan media komunikasi antara user dengan sistem. Kelas interface yang diidentifikasi disesuaikan dengan kebutuhan user terhadap sistem. Berikut adalah kelas-kelas interface yang teridentifikasi pada tahap analisis: 1. 2. Login UI Menu Utama UI

339

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tahun Ajaran UI Info Panitia UI Sekolah Asal UI Pendaftaran Calon PDB UI Kelengkapan Persyaratan UI Perolehan Nilai Calon PDB UI Kelulusan UI

10. Laporan Pendaftaran UI 11. Laporan Persyaratan UI 12. Laporan Asal Sekolah UI 13. Laporan Rincian Jumlah Daftar UI 14. Laporan Kelulusan UI 15. Ubah Password UI 16. Pengaturan User UI

Berikut adalah rancangan class diagram pada Sistem Informasi PPDB:

340
class Class PPDB

Bussiness Class View Class USER # + + + + foto: Image kodeID: Integer menuAsalSekolah: Boolean menuGantiPassword: Boolean menuHakAkses: Boolean menuIdentitasSekolah: Boolean menuKelengkapanPersyaratan: Boolean menuLaporanPendaftaranCPD: Boolean menuLaporanPenilaian: Boolean menuNilaiKelulusan: Boolean menuNilaiTes: Boolean menuPendaftaranSiswa: Boolean menuTahunAjaran: Boolean nama: LongWord password: Integer userID: Integer hapus() : void keluar() : void tambah() : void ubah() : void + + + + + + + + + + + + + + + # + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + CALON PESERTA DIDIK alamatSekolah: LongWord alamatWali: LongWord anakKe: Integer desa: String jalan: String jenisKelamin: Boolean kabupaten: String kecamatan: String kodePos: Integer kodeSekolah: Integer berasal dari nama: String 1..* 1 namaAyah: LongWord namaIbu: LongWord namaWali: LongWord nomorSTTB: Integer noTelp: Integer NP: Integer pasPhoto: Image pekerjaanAyah: String pekerjaanIbu: String pekerjaanWali: String + propinsi: String + rt: Integer + rw: Integer + terdaftar pada saudaraLaki: Integer + 1..* 1 # saudaraPrempuan: Integer sekolahAsal: String statusDalamKeluarga: Boolean + tahunAjaran: Integer + tanggalDaftar: Date + tanggalLahir: Date + tanggalSTTB: Date tempatLahir: String tipeSekolah: Boolean batal() : void cari() : void {query} cetak() : void hapus() : void keluar() : void simpan() : void tambah() : void ubah() : void «interface» LOGIN UI SEKOLAH ASAL + # + + + + + + + alamat: LongWord kode: Integer kota: LongWord namaSekolah: LongWord tipeSekolah: Boolean hapus() : void keluar() : void tambah() : void ubah() : void + showFormLogin() : void + «interface» KELULUSAN UI showFormKelulusan() : void

INFO PANITIA + + + + + + + + + + + + + + + + 1 + + + + + + + + + + + + + + + alamat: LongWord bendahara: LongWord kepsek: LongWord ketuaPanitia: LongWord logoKabupaten: Image logoSekolah: Image nipBendahara: Integer nipKepsek: LongInt nipKetuaPanita: Integer nipPendaftaranMTS: Integer nipPendaftaranSMP: Integer nipPenilaianBtqMTS: Integer nipPenilaianBtqSMP: Integer nipPenilaianTpuMTS: Integer nipPenilaianTpuSMP: Integer nipPersyaratan: Integer nipSekretaris: Integer pendaftaranMTS: LongWord pendaftaranSMP: LongWord penilaianBtqMTS: LongWord penilaianBtqSMP: LongWord penilaianTpuMTS: LongWord penilaianTpuSMP: LongWord persyaratan: LongWord sekolah: LongWord sekretaris: LongWord tahunAjaran: Integer telp: Integer batal() : void keluar() : void simpan() : void tambah() : void +

«interface» MENU UTAMA UI showFormMenuUtama() : void +

«interface» LAPORAN PENDAFTARAN UI showFormLaporanPendaftaran() : void

NILAI + + + + + + + + + + + # + + + + + + + + + hasil: Integer Keterangan: Boolean nama: LongWord nilaiAgama: Integer nilaiTes: Integer nilaiTesIndo: Integer nilaiTesMIPA: Integer nilaiTesMTK: Integer nilaiTesting: Integer nilaiUN: Integer nilaiUS: Integer NP: Integer totalNilai: Integer batal() : void cari() : void cetak() : void hapus() : void keluar() : void simpan() : void tambah() : void ubah() : void

«interface» TAHUN AJARAN UI + showFormTahunAjaran() : void +

«interface» LAPORAN PERSYARATAN UI showFormLaporanPersyaratan() : void

TAHUN AJARAN akhir: Date kapasitas: Integer mulai: Date passingGrade: Integer status: Boolean tahunAjaran: Integer 1 hapus() : void keluar() : void tambah() : void ubah() : void

«interface» INFO PANITIA UI + showFormInfoPanitia() : void +

«interface» LAPORAN ASAL SEKOLAH UI showFormLaporanAsalSekolah() : void

terdaftar pada

PPDB DB

«interface» SEKOLAH ASAL UI + + showFormSekolahAsal() : void

«interface» LAPORAN RINCIAN JUMLAH DAFTAR UI showFormLaporanRincianJumlahDaftar() : void

PPDB DB + + closeConnection() : void openConnection() : void + + + + 1 + # + + + + + + + + + + + +

SYARAT SKHU: Boolean aktaKelahiran: Boolean formulirPendaftaran: Boolean keterangan: Boolean nama: LongWord NP: Integer photo: Boolean raport: Boolean SKKB: Boolean STTB: Boolean batal() : void cari() : void cetak() : void hapus() : void keluar() : void simpan() : void tambah() : void ubah() : void

melengkapi 1

«interface» PENDAFTARAN CALON PDB UI + showFormPendaftaranCalonPDB() : void

«interface» LAPORAN KELULUSAN UI + showFormLaporanKelulusan() : void

«interface» KELENGKAPAN PERSYARATAN UI + showFormKelengkapanPersyaratan() : void

«interface» UBAH USER UI + showFormUbahUser() : void

«interface» PEROLEHAN NILAI CALON PDB UI + showFormPerolehanNilaiCalonPDB() : void

«interface» PENGATURAN USER UI + showFormPengaturanUser() : void

341

Gambar 4.3 Class Diagram Tahap Perancangan (Business Class, Access Class dan View Class)

4.2.2.1 Penciptaan Tabel dengan SQL SQL memiliki perintah-perintah yang mencakup perintah untuk

menciptakan tabel dalam konteks basis data relasional, yaitu perintah-perintah yang bertipe DDL (Data Definition Language). Sintak utama SQL untuk menciptakan tabel adalah CREATE TABLE ditambah definisi-definisi atribut-atribut serta batasan-batasan (constrains). Atribut didefinisikan menurut namanya, tipe-tipe data, ranah nilai yang mungkin (domain), serta batasan-batasannya (misalnya NOT NULL). Kunci-kunci serta integritas referensial juga dapat didefinisikan secara serentak. Berikut SQL untuk membuat beberapa table dalam Basis Data PPDB.

CREATE TABLE TbUser ( [Kode_ID] [int] NOT NULL , [User_ID] [varchar] (50) NOT NULL , [Password] [varchar] (32) NOT NULL , [Nama] [varchar] (60) NOT NULL , [Foto] [image] NULL , [DataUser] [bit] NOT NULL , [Menu1] [bit] NOT NULL , [Menu2] [bit] NOT NULL , [Menu3] [bit] NOT NULL , [Menu4] [bit] NOT NULL , [Menu5] [bit] NOT NULL , [Menu6] [bit] NOT NULL , [Menu7] [bit] NOT NULL , [Menu8] [bit] NOT NULL , [Menu9] [bit] NOT NULL , [Menu10] [bit] NOT NULL Primary key (kode_id)

1

2

)

CREATE TABLE [dbo].[Tbtahun] ( [Tahun_ajaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Kapasitas] [int] NOT NULL , [PassingGrade] [real] NULL , [Mulai] [datetime] NOT NULL , [Akhir] [datetime] NOT NULL , [Status] [char] (11) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL, [JumlahDaftar] [int] NULL , Primary key (Tahun_ajaran) )

CREATE TABLE [dbo].[TbInfo] ( [Sekolah] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Alamat] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Telp] [varchar] (15) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [TahunAjaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Kepsek] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NIP_Kepsek] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [KetuaPanitia] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

3

[NIP_Ketua] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Sekretaris] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NIP_Sekretaris] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Bendahara] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NIP_Bendahara] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [PendaftaranSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NIP_PendaftaranSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [PendaftaranMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [NIP_PendaftaranMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [PenilaianTPUSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NIP_PenilaianTPUSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [PenilaianTPUMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [NIP_PenilaianTPUMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [PenilaianTBTQSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,

4

[NIP_PenilaianTBTQSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [PenilaianTBTQMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [NIP_PenilaianTBTQMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Persyaratan] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [NIP_Persyaratan] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [LogoSekolah] [image] NULL , [LogoKabupaten] [image] NULL Primary key (Tahun_ajaran) )

CREATE TABLE [dbo].[TbSekolahAsal] ( [Kode] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NamaSekolah] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [TipeSekolah] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Kota] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Alamat] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL Primary key (Kode) )

CREATE TABLE [dbo].[TbSiswa] ( [NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Tanggal_Daftar] [datetime] NOT NULL ,

5

[TahunAjaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Nama] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Nomor_STTB] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Tanggal_STTB] [datetime] NOT NULL , [Tipe_sekolah] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Sekolah_asal] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [kode_sekolah] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Alamat_sekolah] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Tempat_lahir] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Tanggal_lahir] [datetime] NOT NULL , [Jenis_kelamin] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Saudara_laki] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Saudara_perempuan] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Anak_ke] [int] NULL , [Status_dalam_keluarga] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Jalan] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Rt] [char] (3) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Rw] [char] (3) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,

6

[Desa] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Kecamatan] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Kabupaten] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Propinsi] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Kode_Pos] [char] (5) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [No_Telp] [char] (15) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Nama_Ayah] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Nama_Ibu] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Pekerjaan_Ayah] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Pekerjaan_Ibu] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Nama_wali] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Alamat_wali] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Pekerjaan_wali] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [Pas_Photo] [image] NULL Primary key (NP) )

CREATE TABLE [dbo].[TbSyarat] ( [NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Nama] [char] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Formulir_Pendaftaran] [bit] NULL , [STTB] [bit] NULL , [SKHU] [bit] NULL , [Raport] [bit] NULL , [Kelakuan_Baik] [bit] NULL ,

7

[Photo] [bit] NULL , [Akta_Kelahiran] [bit] NULL Primary key (NP) )

CREATE TABLE [dbo].[TbNilai] ( [NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [Nama] [char] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , [NilaiUN] [int] NULL , [NilaiUS] [int] NULL , [NilaiAgama] [int] NULL , [NilaiTesIndo] [int] NULL , [NilaiTesIng] [int] NULL , [NilaiTesMTK] [int] NULL , [NilaiTesMIPA] [int] NULL , [NilaiTes] [float] NULL , [Total_Nilai] [float] NULL , [Hasil] [float] NULL , [Keterangan] [char] (11) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL Primary key (NP) )

4.2.2.2 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Dalam Sistem  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Login Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk login. 'select * from tbuser where user_id=:User and Password=:pass'

8

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Tahun Ajaran Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data Tahun Ajaran. "insert into Tbtahun (Tahun_ajaran,Kapasitas,Mulai,Akhir,Status,Passin gGrade,JumlahDaftar) values(‘$Tahun_ajaran’,‘$Kapasitas’,‘$Mulai’,‘$Ak hir’,‘$Status’,‘$PassingGrade’,‘$JumlahDaftar’)”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Tahun Ajaran Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data Tahun Ajaran. "update Tbtahun set Tahun_ajaran=’$Tahun_ajaran’,Kapasitas=’$Kapasitas ’,Mulai=’$Mulai’,Akhir=’$Akhir’,Status=’$Status’,P assingGrade=’$PassingGrade’,JumlahDaftar=’$JumlahD aftar’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Tahun Ajaran "delete from Tbtahun where Tahun_ajaran=’$Tahun_ajaran’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Tahun Ajaran Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Tahun Ajaran "select * from Tbtahun order by Tahun_ajaran"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Info Panitia

9

Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data Tahun Ajaran. "insert into TbInfo (Sekolah,Alamat,Telp,TahunAjaran,Kepsek,NIP_Kepsek ,KetuaPanitia,NIP_Ketua,Sekretaris,NIP_Sekretaris, Bendahara,NIP_Bendahara,PendaftaranSMP,NIP_Pendaft aranSMP,PendaftaranMTS,NIP_PendaftaranMTS,Penilaia nTPUSMP,NIP_PenilaianTPUSMP,PenilaianTPUMTS,NIP_Pe nilaianTPUMTS,PenilaianTBTQSMP,NIP_PenilaianTBTQSM P,PenilaianTBTQMTS,NIP_PenilaianTBTQMTS,Persyarata n,NIP_Persyaratan,LogoSekolah,LogoKabupaten) values(‘$Sekolah’,‘$Alamat’,‘$Telp’,‘$TahunAjaran’ ,‘$Kepsek’,‘$NIP_Kepsek’,‘$KetuaPanitia’,‘$NIP_Ket ua’,‘$Sekretaris’,‘$NIP_Sekretaris’,‘$Bendahara’,‘ $NIP_Bendahara’,‘$PendaftaranSMP’,‘$NIP_Pendaftara nSMP’,‘$PendaftaranMTS’,‘$NIP_PendaftaranMTS’,‘$Pe nilaianTPUSMP’,‘$NIP_PenilaianTPUSMP’,‘$PenilaianT PUMTS’,‘$NIP_PenilaianTPUMTS’,‘$PenilaianTBTQSMP’, ‘$NIP_PenilaianTBTQSMP’,‘$PenilaianTBTQMTS’,‘$NIP_ PenilaianTBTQMTS’,‘$Persyaratan’,‘$NIP_Persyaratan ’,‘$LogoSekolah’,‘$LogoKabupaten’)”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Info Panitia Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data Info Panitia. "update TbInfo set Sekolah=‘$Sekolah’,Alamat=’$Alamat’,Telp=’$Telp’,T ahunAjaran=’$TahunAjaran’,Kepsek=‘$Kepsek’,NIP_Kep

10

sek=‘$NIP_Kepsek’,KetuaPanitia=‘$KetuaPanitia’,NIP _Ketua=‘$NIP_Ketua’,Sekretaris=‘$Sekretaris’,NIP_S ekretaris=‘$NIP_Sekretaris’,Bendahara=‘$Bendahara’ ,NIP_Bendahara=‘$NIP_Bendahara’,PendaftaranSMP=‘$P endaftaranSMP’,NIP_PendaftaranSMP=‘$NIP_Pendaftara nSMP’,PendaftaranMTS=‘$PendaftaranMTS’,NIP_Pendaft aranMTS=‘$NIP_PendaftaranMTS’,PenilaianTPUSMP=‘$Pe nilaianTPUSMP’,NIP_PenilaianTPUSMP=‘$NIP_Penilaian TPUSMP’,PenilaianTPUMTS=‘$PenilaianTPUMTS’,NIP_Pen ilaianTPUMTS=‘$NIP_PenilaianTPUMTS’,PenilaianTBTQS MP=‘$PenilaianTBTQSMP’,NIP_PenilaianTBTQSMP=‘$NIP_ PenilaianTBTQSMP’,PenilaianTBTQMTS=‘$PenilaianTBTQ MTS’,NIP_PenilaianTBTQMTS=‘$NIP_PenilaianTBTQMTS’, Persyaratan=‘$Persyaratan’,NIP_Persyaratan=‘$NIP_P ersyaratan’,LogoSekolah=‘$LogoSekolah’,LogoKabupat en=‘$LogoKabupaten’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Info Panitia Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Info Panitia "select * from TbInfo order by Tahun_ajaran"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Sekolah Asal Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data Sekolah Asal. "insert into TbSekolahAsal (Kode,NamaSekolah,TipeSekolah,Kota,Alamat) values(‘$Kode’,’$NamaSekolah’,’$TipeSekolah’,’$Ko ta’,’$Alamat’)”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Sekolah Asal

11

Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data Sekolah Asal. "update TbSekolahAsal set Kode=‘$Kode’,NamaSekolah=’$NamaSekolah’,TipeSekola h=’$TipeSekolah’,Kota=’$Kota’,Alamat=’$Alamat’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Sekolah Asal "delete from TbSekolahAsal where Kode=’$Kode’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Sekolah Asal Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Sekolah Asal "select * from TbSekolahAsal order by Kode"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Calon Peserta Didik Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data Calon Peserta Didik. "insert into TbSiswa(NP,Tanggal_Daftar,TahunAjaran,Nama,Nomor_S TTB,Tanggal_STTB,Tipe_sekolah,Sekolah_asal,kode_se kolah,Alamat_sekolah,Tempat_lahir,Tanggal_lahir,Je nis_kelamin,Saudara_laki,Saudara_perempuan,Anak_ke ,Status_dalam_keluarga,Jalan,Rt,Rw,Desa,Kecamatan, Kabupaten,Propinsi,Kode_Pos,No_Telp,Nama_Ayah,Nama _Ibu,Pekerjaan_Ayah,Pekerjaan_Ibu,Nama_wali,Alamat _wali,Pekerjaan_wali,Pas_Photo) values(‘$NP’,’$Tanggal_Daftar’,’$TahunAjaran’,’$Na ma’,’$Nomor_STTB’,’$Tanggal_STTB’,’$Tipe_sekolah’,

12

’$Sekolah_asal’,’$kode_sekolah’,’$Alamat_sekolah’, ’$Tempat_lahir’,’$Tanggal_lahir’,’$Jenis_kelamin’, ’$Saudara_laki’,’$Saudara_perempuan’,’$Anak_ke’,’$ Status_dalam_keluarga’,’$Jalan’,’$Rt’,’$Rw’,’$Desa ’,’$Kecamatan’,’$Kabupaten’,’$Propinsi’,’$Kode_Pos ’,’$No_Telp’,’$Nama_Ayah’,’$Nama_Ibu’,’$Pekerjaan_ Ayah’,’$Pekerjaan_Ibu’,’$Nama_wali’,’$Alamat_wali’ ,’$Pekerjaan_wali’,’$Pas_Photo’)"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Calon Peserta Didik Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data Calon Peserta Didik. "update TbSiswa set NP=‘$NP’,Tanggal_Daftar=‘$Tanggal_Daftar’,TahunAja ran=’$TahunAjaran’,Nama=’$Nama’,Nomor_STTB=’$Nomor _STTB’,Tanggal_STTB=’$Tanggal_STTB’,Tipe_sekolah=’ $Tipe_sekolah’,Sekolah_asal=’$Sekolah_asal’,kode_s ekolah=’$kode_sekolah’,Alamat_sekolah=’$Alamat_sek olah’,Tempat_lahir=’$Tempat_lahir’,Tanggal_lahir=’ $Tanggal_lahir’,Jenis_kelamin=’$Jenis_kelamin’,Sau dara_laki=’$Saudara_laki’,Saudara_perempuan=’$Saud ara_perempuan’,Anak_ke=’$Anak_ke’,Status_dalam_kel uarga=’$Status_dalam_keluarga’,Jalan=’$Jalan’,Rt=’ $Rt’,Rw=’$Rw’,Desa=’$Desa’,Kecamatan=’$Kecamatan’, Kabupaten=’$Kabupaten’,Propinsi=’$Propinsi’,Kode_P os=’$Kode_Pos’,No_Telp=’$No_Telp’,Nama_Ayah=’$Nama _Ayah’,Nama_Ibu=’$Nama_Ibu’,Pekerjaan_Ayah=’$Peker jaan_Ayah’,Pekerjaan_Ibu=’$Pekerjaan_Ibu’,Nama_wal i=’$Nama_wali’,Alamat_wali=’$Alamat_wali’,’$Alamat

13

_wali’,Pekerjaan_wali=’$Pekerjaan_wali’,Pas_Photo= ’$Pas_Photo’)"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Calon Peserta Didik Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data buku. "delete from TbSiswa where NP='$NP’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Calon Peserta Didik Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Calon Peserta Didik "select * from TbSiswa order by NP"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Calon Peserta Didik Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data Calon Peserta Didik melalui Nomor Peserta(NP). "select * from TbSiswa where NP='$NP'"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Kelengkapan Persyaratan Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data kelengkapan persyaratan. "insert into TbSyarat(NP,Nama,Formulir_Pendaftaran,STTB,SKHU,Ra port,Kelakuan_Baik,Photo,Akta_Kelahiran) values(‘$NP’,’$Nama’,’$Formulir_Pendaftaran’,’$STT B’,’$SKHU’,’$Raport’,’$Kelakuan_Baik’,’$Photo’,’$A kta_Kelahiran’)"

14

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Buku Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data user. "update TbSyarat set NP='$NP’,Nama='$Nama’,Formulir_Pendaftaran='$Formu lir_Pendaftaran='$STTB’,SKHU='$SKHU’,Raport='$Rapo rt’,Kelakuan_Baik='$Kelakuan_Baik’,Photo='$Photo’, Akta_Kelahiran='$Akta_Kelahiran’”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Kelengkapan Persyaratan Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data Kelengkapan Persyaratan. "delete from TbSyarat where NP='$NP’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Kelengkapan Persyaratan Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Kelengkapan Persyaratan "select * from TbSyarat order by NP"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Kelengkapan Persyaratan Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data Kelengkapan Persyaratan melalui Nomor Peserta(NP). "select * from TbSyarat where NP='$NP"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Nilai Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data Penilaian. "insert into

15

TbNilai(NP,Nama,NilaiUN,NilaiUS,NilaiAgama,NilaiTe sIndo,NilaiTesIng,NilaiTesMTK,NilaiTesMIPA,NilaiTe s,Total_Nilai,Hasil,Keterangan) values(‘$NP’,’$Nama’,’$NilaiUN’,’$NilaiUS’,’$Nilai Agama’,’$NilaiTesIndo’,’$NilaiTesIng’,’$NilaiTesMT K’,’$NilaiTesMIPA’,’$NilaiTes’,’$Total_Nilai’,’$Ha sil’,’$Keterangan’)”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Nilai Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data Penilaian. "update TbNilai set NP=‘$NP’,Nama=’$Nama’,NilaiUN=’$NilaiUN’,NilaiUS=’ $NilaiUS’,NilaiAgama=’$NilaiAgama’,NilaiTesIndo=’$ NilaiTesIndo’,NilaiTesIng=’$NilaiTesIng’,NilaiTesM TK=’$NilaiTesMTK’,NilaiTesMIPA=’$NilaiTesMIPA’,Nil aiTes=’$NilaiTes’,Total_Nilai=’$Total_Nilai’,Hasil =’$Hasil’,Keterangan=’$Keterangan’”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Nilai Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data Penilaian. "delete from TbNilai where NP='$NP’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Nilai Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Penilaian. "select * from TbNilai order by NP"

16

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Nilai Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data Penilaian melalui Nomor Peserta (NP). "select * from TbNilai where NP='$NP"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data User Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data user. "insert into Tbuser(Kode_ID,User_ID,Password,Nama,Foto,DataUser ,Menu1,Menu2,Menu3,Menu4,Menu5,Menu6,Menu7,Menu8,M enu9,Menu10) values(‘$Kode_ID’,’$User_ID’,’$Password’,’$Nama’,’ $Foto’,’$DataUser’,’$Menu1’,’$Menu2’,’$Menu3’,’$Me nu4’,’$Menu5’,’$Menu6’,’$Menu7’,’$Menu8’,’$Menu9’, ’$Menu10’)"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data User Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data user. "update TbUser set Kode_ID='$Kode_ID,User_ID='$User_ID’,Password='$Pa ssword',Nama='$Nama',Foto='$Foto',DataUser='$DataU ser',Menu1='$Menu1',Menu2='$Menu2',Menu3='$Menu3’, Menu4='$Menu4’,Menu5='$Menu5’,Menu6='$Menu6’,Menu7 ='$Menu7’,Menu8='$Menu8’,Menu9='$Menu9’,Menu10='$M enu10’”  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data User

17

Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data User. "delete from Tbuser where Kode_ID='$Kode_ID’"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data User Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data user "select * from Tbuser order by Kode_ID"  Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data User Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data buku melalui kode User. "select * from Tbuser where Kode_ID='$Kode_ID"

4.2.3 Perancangan Antarmuka  Form Login

18

Proses pertama untuk dapat masuk ke dalam sistem maka harus melakukan login terlebih dahulu. User harus memasukkan username dan Password agar dapat menggunakan sistem ini sesuai dengan hak aksesnya.

Gambar 4.4 Tampilan Form Login

Gambar 4.5 Tampilan Pesan Kesalahan Login

Tampilan Pesan Kesalahan Login muncul ketika user melakukan kesalahan memasukkan username dan Password.

Gambar 4.6 Tampilan Pesan Kesalahan tidak adanya Tahun Ajaran

Tampilan Pesan Kesalahan tidak adanya Tahun Ajaran yang sedang
aktif muncul setelah user berhasil login. Namun, tidak ada Tahun ajaran yang sedang aktif.

19

Form Pengolahan Data Tahun Ajaran Form Pengolahan Data Tahun Ajaran ini dapat dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran dan Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data Tahun Ajaran dan menentukan aktif tidaknya Tahun Ajaran tersebut.

Gambar 4.7 Form Data Tahun Ajaran

Gambar 4.8 Tampilan Pesan Kesalahan Input data Tahun Ajaran

Tampilan pesan kesalahan input data tahun ajaran muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input

20

berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

Gambar 4.9 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan data Tahun Ajaran

Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Tahun Ajaran muncul ketika user melakukan penghapusan data Tahun Ajaran. Namun, data tersebut telah digunakan oleh Tabel lain. Sehingga, data tersebut tidak dapat dihapus. Penghapusan dapat dilakukan setelah User melakukan penghapusan semua data yang berkaitan dengan data Tahun Ajaran yang dipilih.

21

Form Pengolahan Data Informasi Panitia Form Pengolahan Data Informasi Panitia ini dapat dikelola oleh Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah dan mengubah Informasi Susunan Panitia setiap Tahun Ajarannya. Form ini harus diisi karena berkaitan dengan referensi tanda tangan yang dibutuhkan oleh laporan-laporan yang ada pada SI PPDB ini.

Gambar 4.10 Form Pengolahan Data Info Panitia

Gambar 4.11 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Info Panitia

22

Tampilan pesan kesalahan input Data Info Panitia muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa attribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.  Form Pengolahan Data Sekolah Asal Form Pengolahan Data Sekolah Asal ini dapat dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran dan Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data Sekolah Asal Calon Peserta Didik.

Gambar 4.12 Form Data Sekolah Asal

Gambar 4.13 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Sekolah Asal

23

Tampilan pesan kesalahan input data sekolah asal muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

Gambar 4.14 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan Data Sekolah Asal

Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Sekolah Asal muncul ketika user melakukan penghapusan data Sekolah Asal. Namun, data tersebut telah digunakan oleh Tabel lain. Sehingga data tersebut tidak dapat dihapus. Penghapusan dapat dilakukan setelah User melakukan penghapusan semua data yang berkaitan dengan data Sekolah Asal yang dipilih.

24

Form Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Form Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data Calon Peserta Didik.

Gambar 4.15 Form Pendaftaran Calon Peserta Didik

25

Gambar 4.16 Print Preview Cetak Tanda Bukti Telah Mendaftar

Tanda Bukti Telah Mendaftar ini diberikan oleh Panitia Bagian Pendaftaran kepada Calon Peserta Didik setelah Calon Peserta Didik mengisi Formulir pendaftaran.

Gambar 4.17 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Pendaftaran Calon Peserta Didik

Tampilan pesan kesalahan input data Pendaftaran Calon Peserta
Didik muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat

kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

26

Gambar 4.18 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik

Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Pendaftaran Calon Peserta Didik muncul ketika user melakukan penghapusan data Pendaftaran Calon Peserta Didik. Namun, data tersebut telah digunakan oleh Tabel lain. Sehingga data tersebut tidak dapat dihapus. Penghapusan dapat dilakukan setelah User melakukan penghapusan semua data yang berkaitan dengan data Pendaftaran Calon Peserta Didik yang dipilih.

27

Form Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan Form Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data Kelengkapan Persyaratan.

Gambar 4.19 Form Kelengkapan Persyaratan

Gambar 4.20 Print Preview Cetak Kartu Ceking Persyaratan Calon Peserta Didik

28

Kartu Ceking Persyaratan Calon Peserta Didik ini diberikan oleh Panitia Bagian Pendaftaran kepada Calon Peserta Didik setelah Calon Peserta Didik memberikan persyaratan-persyaratan kepada Panitia Bagian Pendaftaran.

Gambar 4.21 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Persyaratan Calon Peserta Didik

Tampilan pesan kesalahan input data Persyaratan Calon Peserta Didik muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

29

Form Pengolahan Data Penilaian Form Pengolahan Data Penilaian ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data Penilaian Calon Peserta Didik.

Gambar 4.22 Form Data Penilaian

Gambar 4.23 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Penilaian

30

Tampilan pesan kesalahan input data Penilaian muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan. 

Form Pengolahan Data Kelulusan Form Pengolahan Data Kelulusan ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form ini berfungsi untuk mengolah hasil penilaian Calon Peserta Didik. Sehingga, didapat Siswa yang lulus seleksi dan yang tidak lulus seleksi.

Gambar 4.24 Form Pengolahan Data Kelulusan

31

Form Laporan Pendaftaran Form Laporan Pendaftaran ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Pendaftaran.

Gambar 4.25 Form Laporan Pendaftaran

Gambar 4.26 Pesan Informasi Data Tidak Ada

32

Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter penyaringan.

Gambar 4.27 Print Preview Laporan Rekapitulasi Pendaftaran Calon PDB

33

Gambar 4.28 Print Preview Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran SMP dan MTS

Form Laporan Persyaratan Form Laporan Persyaratan ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Persyaratan.

Gambar 4.29 Form Laporan Persyaratan

34

Gambar 4.30 Pesan Informasi Data Tidak Ada

Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter penyaringan.

Gambar 4.31 Print Preview Laporan Rekapitulasi Kelengkapan Persyaratan Calon PDB

35

Form Laporan Sekolah Asal Form Laporan Sekolah Asal ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Sekolah Asal.

Gambar 4.32 Form Laporan Sekolah Asal

36

Gambar 4.33 Pesan Informasi Data Tidak Ada

Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter penyaringan.

Gambar 4.34 Print Preview Laporan Rekapitulasi Jumlah dan Asal Sekolah SMP

37

Gambar 4.35 Print Preview Laporan Rekapitulasi Jumlah dan Asal Sekolah MTS

Form Laporan Penilaian Form Laporan Penilaian ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Penilaian.

38

Gambar 4.36 Form Laporan Penilaian

39

Gambar 4.37 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Tulis Calon PDB

Gambar 4.38 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai PDB Asal SMP

40

Gambar 4.39 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai PDB Asal MTS

41

Gambar 4.40 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes BTQ

Gambar 4.41 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes BTQ

42

Gambar 4.42 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum Bahasa Indonesia

43

Gambar 4.43 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum Bahasa Indonesia

Gambar 4.44 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum Bahasa Inggris

44

Gambar 4.45 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum Bahasa Inggris

Gambar 4.46 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum MATEMATIKA

45

Gambar 4.47 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum MATEMATIKA

Gambar 4.48 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum MIPA

46

Gambar 4.49 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum MIPA

47

Form Laporan Kelulusan Form Laporan Kelulusan ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Kelulusan.

Gambar 4.50 Form Laporan Kelulusan

Gambar 4.51 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan

48

Daftar Siswa Lulus dan Tidak Lulus

Gambar 4.52 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan Daftar Siswa Lulus

49

Gambar 4.53 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan Daftar Siswa Tidak Lulus

Form Ubah Password Form Ubah Password ini digunakan oleh User Aktif untuk mengubah Passwordnya.

Gambar 4.54 Form Ubah Password

Gambar 4.55 Tampilan pesan kesalahan Password lama tidak valid

Tampilan pesan kesalahan Password lama tidak valid muncul ketika user melakukan penyimpanan Password baru. Namun, input Password lama tidak sesuai dengan Password yang dimiliki user aktif.

50

Gambar 4.56 Tampilan Pesan Kesalahan Konfirmasi Password baru berbeda

Tampilan pesan kesalahan Konfirmasi Password baru berbeda muncul ketika user melakukan penyimpanan Password baru. Namun, input Password baru dan ulang Password baru berbeda. 

Form Pengaturan User Form Pengaturan User ini dikelola oleh Ketua Panitia sebagai Admin. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus user yang dapat mengakses sistem.

Gambar 4.57 Form Pengaturan User

Gambar 4.58 Tampilan pesan kesalahan input Data User

51

Tampilan pesan kesalahan input data user muncul ketika Admin melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan. 

Menu Utama SI PPDB Menu Utama SI PPDB ini tampil setelah user berhasil login.

Gambar 4.59 Menu Utama SI PPDB

Gambar 4.60 Pesan Konfirmasi Keluar Dari Aplikasi SI PPDB

Tampilan pesan Konfirmasi Keluar Dari Aplikasi SI PPDB muncul ketika user ingin mengakhiri aplikasi SI PPDB ini.

52

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->