Anda di halaman 1dari 24

Oleh: Raharjo

Latar Belakang
• Pengembangan sistem ujian yang belum terealisasi
• Nilai siswa yang diperoleh dari seorang guru tak dapat diperbandingkan
dengan nilai yang diperoleh dari guru lainnya
• Mutu soal yang dihasilkan masih belum jelas, karena penulisannya
diantaranya dilakukan dengan tergesa-gesa
a) materi yang diujikan merupakan materi yang tidak essensial
b) tidak menyusun pedoman penskoran pada soal uraian
c) tidak menyusun pengecoh dankunci jawaban yang tepat untuk soal objektif
Kriteria Dasar Bahan Ujian
• Adanya kesesuaian antara materi yang diujikan dan materi yang telah
diajarkan

• Bahan ulangan/ujian hendaknya menghasilkan infrmasi atau data yang dapat


dijadikan landasan dalam pengembangan standar sekolah, standar wilayah,
atau standar nasional di bidang proses belajar mengajar
Teknik dan Alat Penilaian
Adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan untuk mendapatkan
informasi tentang keadaan belajar siswa. Teknik penilaian yang dapat digunakan
misalnya:

1. Teknik penilaian melalui tes


a. Tes tertulis
1) tes obyektif
2) tes uraian
b. Tes lisan
c. Tes perbuatan
7. Teknik penilaian melalui observasi atau pengamatan
8. Teknik penilaian melalui wawancara
Langkah-langkah Penyusunan Soal

1. Menentukan pokok bahasan yang diujikan


2. Menyusun kisi-kisi
3. Menulis soal
4. Merakit soal menjadi perangkat tes
5. Menyusun pedoman penskoran
Penentuan Pokok Bahasan (PB) atau Materi ,
dengan memperhatikan kriteria sbb:

1. Urgensi, yaitu PB atau materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh
siswa
2. Kontinuitas, yaitu PB atau materi yang merupakan pendalaman dari satu
atau lebih PB yang sidah dipelajari sebelumnya
3. Relevansi, yaitu PB atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau
memahami mata pelajaran lain
4. Keterpakaian, yaitu PB atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi
dalam kehidupan sehari-hari
5. Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan
Penentuan dan Penyebaran Soal

Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya, perhatikan langkah-langkah sbb:


2. Menentukan tujuan penilaian
3. Menentukan kompetensi yang akan diujikan sesuai dengan tujuan penilaian
4. Menentukan materi, pokok bahasan penting
5. Menentukan jumlah butir soal yang akan diujikan
6. Menentukan proporsi soal atau jumlah butir soal pada tengah atau akhir
semester (bila untuk penilaian sumatif)
7. Menentukan proporsi soal atau jumlah butir soal pada setiap pokok bahasan
atau pembelajaran
8. Menentukan penyebaran butir soal yang diurutkan dari soal no. 1 sampai
dengan no. terakhir
9. Menentukan perilaku yang akan diukur pada setiap materi yang akan
diukur
10. Merumuskan indikatornya secara tepat
11. Menuliskannya ke dalam format kisi-kisi tes.
Contoh Penyebaran Butir Soal untuk Penilaian Sumatif

No. Kompetensi/Materi Semester 1 Semester 2 Jumlah


Soal
A* 1 2,3 3
B* 4 5,6,7, 4
C** 8,9,10 11,12,13,14,15,16, 20
17,18,19,20,21,22,
23,24,25,26,27
D** 28,29,30 31,32,33,34,35,36, 18
37,38,39,40,41,42,
43,44,45
E* 46 47 2
F* 48 49,50 3
Jumlah Soal 10 40
Perbandingan 20% 80% 50
PENYUSUNAN KISI-KISI
Kisi-kisi (test blue print atau table of specification) merupakan deskripsi
mengenai ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Tujuan
penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan
tes yang setepat-tepatnya, sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis
soal.

Adapun syarat kisi-kisi yang baik adalah sebagai berikut:


4. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah
diajarkan secara tepat dan proporsional
5. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami
6. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya
Contoh format atau matriks
kisi-kisi penulisan soal
Nama sekolah : …………………………….. Jumlah Soal : …………….
Mata Pelajaran : …………………………….. Bentuk Soal : …………….
Alokasi Waktu : …………………………….. Penyusun : …………….

No. Tujuan Bahan PB/Tema/ Materi/ Indikator No. soal


Pembelajaran Kls/Smt Pembelajaran Kompetensi
1 2 3 4 5 6 7

Ket.: isi pada kolom 2,3, dan 4 harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam
silabus/Kurikulum
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL

Nama sekolah : …………………………….. Jumlah Soal : …………….


Mata Pelajaran : …………………………….. Bentuk Soal : …………….
Alokasi Waktu : …………………………….. Penyusun : …………….

No. Kompetensi yang Kls/Smt Materi Indikator No. soal


diujikan

1 2 3 4 5 6
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL

Nama Sekolah :
Materi Pelajaran :
Kelas/Program/Smt :
Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Jumlah Soal :

Standar Kompetensi:

No. Kompetensi Materi Indikator Indikator Karakteristik Soal Jml. No.


Dasar Pembelajaran Soal Soal Soa
SK SD MD
l
PENULISAN BUTIR SOAL

• Penulisan Soal Bentuk Uraian


Soal bentuk uraian dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu:
1) Uraian obyektif
yaitu suatu soal atau pertanyaan menuntut sehimpunan jawaban dengan
pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara
obyektif (perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus/benar-salah atau
1-0).
2) Uraian non obyektif
yaitu soal atau pertanyaan menuntut sehimpunan jawaban dengan
pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing siswa, sehingga
penskorannya sedikit sukar untuk dilakukan secara obyektif Untuk
mengurangi tingkat kesubyektifan dalam pemberian skor, maka dalam
menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala.
Skala disusun disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa
Tingkat Dasar
2 1

SESUAI TIDAK SESUAI


Kesesuaian isi dengsn tuntutan pertanyaan 0-2
- Sesuai 2
- Tidak sesuai 1
- Kosong 0

Tingkat Menengah
3 2 1

SESUAI CUKUP/SEDANG TIDAK SESUAI

Kesesuaian isi dengsn tuntutan pertanyaan 0-2


- Sesuai 3
- Cukup/Sedang 2
- Tidak sesuai 1
- Kosong 0
Tingkat Tinggi/Atas
5 4 3 2 1

S S C TS STS

Kesesuaian isi dengsn tuntutan pertanyaan 0-2


- Sangat Sesuai 5
- Sesuai 4
- Cukup/Sedang 3
- Tidak Sesuai 2
- Sangat Tidak Sesuai 1
- Kosong 0
Kaidah Penulisan Soal Uraian
• Materi
1) Soal harus sesuai dengan indikator
2) Setiap jawaban harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan
3) materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran
4) materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau
tingkat kelas
• Konstruksi
1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai
2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya
4) Tabel, grafik, gambar, peta, atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan
terbaca
• Bahasa
1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif
2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku)
3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda
4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa
Format Soal Bentuk Uraian
KARTU SOAL
Jenis Sekolah : ……… Penyusun : …………...
Mata Pelajaran : ……… Tahun Ajaran : …………...
Bahan Kls/Smt : ……… Bentuk Soal : …………...
Aspek yang diukut : ………
Tujuan BUKU SUMBER: …………………

RUMUSAN BUTIR SOAL


Pembelajaran

PB/SD, Tema/Sub Tema No. Soal


Materi

Indikator

Keterangan Soal

No. Digunakan untuk Tanggal Jml. Siswa Tk DP Proporsi Pemilihan Ket.


A B C D E Limit
FORMAT PEDOMAN PENSKORAN

No. Soal : …………….

No. Kunci/Kriteria Jawaban Skor


Kaidah Penulisan Soal Obyektif
(Pilihan Ganda)
• Materi
1) Soal harus sesuai dengan indikator
2) Pengecoh harus berfungsi
3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar

• Konstruksi
1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas
2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan
saja
3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau
“semua pilihan jawaban di atas benar”.
8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya
9) Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas
dan berfungsi
10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti
11) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya
a. Bahasa
1) Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia
2) Bahasa yang digunakan harus komunikatif
3) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (khususnya jika
soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional)
4) Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan
satu kesatuan pengertian
Teknik Penilaian Sikap/Budi Pekerti

Teknik Penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang


dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat
dipergunakan seperti:
-Pengamatan/catatan harian
-Portofolio
-Angket/instrumen tes
Contoh format lembar pengamatan
(yang berhubungan dengan perilaku “disiplin diri” dan “memiliki rasa tanggung jawab”

LEMBAR PENGAMATAN
Mata Pelajaran : Hari/Tanggal :
Kompetensi : Penilai :
Materi :

No. Nama Siswa Disiplin Diri Tanggung Jumlah Rata-


Jawab rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Keterangan:
15. Tidak terlambat datang ke sekolah 6. Kebiasaan antre
16. Berpakaian rapi 7. Menyerahkan tugas tepat waktu
17. Tidak mencoret-coret fasilitas umum 8. Mengerjakan tugas sesuai petunjuk fasilitas umum
18. Tidak merusak lingkungan 9. Mandiri (tidak mencontek)
19. Menjaga nama baik sekolah
Rentangan Nilai:
Sangat Baik (A) = 8.5 – 10
Baik (B) = 7.0 – 8.4
Cukup (C) = 5.5 – 6.9
Kurang (D) = 4.0 – 5.4
Sangat Kurang(E) = 0.0 – 3.9
Kaidah Penulisan Instrumen Non Tes
• Materi
1) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator
2) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi
(misal untuk tes sikap: aspek kognisi, afeksi, atau konasi dan pernyataan positif atau
negatifnya)

• Konstruksi
1) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas
2) Kalimatnya merupakan pernyataan yang relevan atau diperlukan
3) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda
4) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu
5) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diintepretasikan sebagai fakta
6) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir
semua responden
7) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap
8) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti
9) Tidak banyak menggunakan kata hanya, sekedar, semata-mata. Gunakan seperlunya

• Bahasa
1) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa atau responden
2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baku
3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
Terima Kasih