Anda di halaman 1dari 9

Oleh: Raharjo

CHANGES

Prof. Alex Inkeles


“Terbuka terhadap perubahan dan mau menerima perubahan
adalah salah satu kriteria orang modern”

Harry Emerson Fosdick


The world is moving so fast these days that the man who says "it
can not be done" generally interrupted by someone doing it.

Bobbi DePorter dalam bukunya “Quantum Teaching”.


Guru yang hebat percaya akan kekuatan “Kaizen” yaitu suatu
konsep yang dianut oleh pabrik mobil Jepang; Perbaikan yang
kecil, sepertinya sepele, berkesinambungan, tanpa henti dan
melibatkan setiap orang”.
Lima Peranan sang
Guru
(Dani Ronnie M dalam bukunya “Mengajar
Dengan Hati”)
1. I’m A God’s Creature (Profesi guru merupakan
ibadah)
2. I’m A Teacher (Yang mengajar dengan hati)
3. I’m A Guide (Yang membimbing dengan nurani)
4. I’m An Educator (Yang mendidik dengan segenap
keikhlasan)
5. I’m An Inspirer (Yang menginspirasi dan
menyampaikan kebenaran dengan rasa kasih)
Lima Peranan Sang Guru

A God’s Creature

An Inspirer A Teacher

LEARNER

An Educator A Guide
16 Pilar Membangun
Karakter
1. Kasih sayang
“Diberkahi jiwa-jiwa yang penyayang dan tulus terhadap jiwa manusia yang
lain” (George Eliot)

4. Penghargaan
“Belajar mengandung risiko. Belajar berarti melangkah keluar dari zona
kenyamanan. Pada saat pembelajar mengambil langkah ini, mereka patut
mendapat apresiasi atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka” (Bobbi
dePorter)

7. Pemberian ruang untuk mengembangkan diri


“Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam
enam bulan pertama” (Buckminster Fuller).

10. Kepercayaan
“Ingatlah! Percayalah akan kemampuan Anda mengajar dan kemampuan
siswa Anda belajar, maka akan terjadi hal-hal yang menakjubkan” (Bobbi
dePorter)
1. Kerjasama
“Dengan kerjasama, hal-hal yang sulit menjadi lebih mudah. Kerja sama
mampu menekan rasa penolakan bahkan mengeliminasinya dari jiwa-jiwa
pembelajar”.

4. Saling berbagi
“Lihatlah sikap para guru Jepang: Perhatian mereka sampai ke totalitas
kehidupan murid mereka” (Robert C. Christopher-The Japanese Mind).

7. Saling memotivasi
“Saya mencari orang yang memiliki kemampuan tak terbatas, karena dia
tidak tahu apa yang dia tidak bisa lakukan” (Hanry Ford).

10. Saling mendengarkan


“When you talk, you only say something that you already know-when you
listen you learn what someone else know”. (Zig Ziglar).
1. Saling berinteraksi secara positif
“Tetapkan hati untuk bersikap lembut kepada anak kecil, penuh kasih
sayang kepada orang yang lanjut usia, bersimpatik kepada orang yang
berusaha keras, dan toleran kepada yang lemah dan salah. Karena suatu
saat dalam hidup kita mungkin saja kita akan mengalaminya sendiri” (Lloyd
Shearer, 1986).

4. Saling menanamkan nilai-nilai moral


“Senyaring apa pun kata-kta yang Anda teriakkan, saya tidak bisa
mendengar sepatah pun” (Ralph Waldo Emerson)

7. Saling mengingatkan dengan ketulusan hati


“Satu-satunya manusia yang tak pernah membuat kesalahan adalah dia
yang tak pernah melakukan apa pun” (Theodore Roosevelt)

10. Saling menularkan antusiasme


“Tak ada hal-hal besar yang dicapai tanpa antusiasme” (Ralph Waldo
Emerson).

“Enthusiasm is the greatest asset in the world. It beats money and power
and influence”. (Henry Chester)
1. Saling menggali potensi diri
“Setiap orang berbakat di bidang tertentu. Kita hanya harus menemukan
bakatnya”. (Evelyn Blose).
Tugas kita semualah untuk saling membantu menemukan mutiara itu.

5. Saling mengajari dengan kerendahan hati


“Kita tidak dapat membantu diri sendiri tanpa membantu orang lain. Kita
tidak dapat memperkaya kehidupan kita tanpa memperkaya hidup
orang lain. Kita tidak dapat mencapai kesejahteraan tanpa membawa
kesejahteraan untuk orang lain”. (Jannette Cole, Spellman College).

8. Saling menginspirasi
“Inspirasi adalah jiwanya sebuah karya besar”.
“Inspirasi adalah perasaan antusias yang tiba-tiba atau sebuah ide baru
yang memungkinkan kita untuk melakukan atau menciptakan sesuatu”.

12. Saling menghormati perbedaan


“Variety is the spice of life” (Keberagaman adalah bumbu penyedap
kehidupan) (Anonymous).