Anda di halaman 1dari 9

Oleh: Raharjo

Pokok Bahasan

2. Macam Model Pembelajaran VCT


3. Dasar Pemikiran
4. Langkah-langkah Model Pembelajaran VCT
Macam Model Pembelajaran
VCT
Menurut A. Kosasih Djahiri (1985) Model Pembelajaran VCT, meliputi:
 Metode Percontohan
 Analisis Nilai
 CVT Daftar/Matrik
a. Daftar Baik Buruk
b. Daftar Tingkat Urutan
c. Daftar Skala Prioritas
d. Daftar Gejala Kontinum
e. Daftar Penilaian Diri
f. Daftar Membaca Perkiraan Orang Lain Tentang Diri Kita
g. Perisai Kepribadian Diri
12. VCT Dengan Kartu Keyakinan
13. VCT Melalui Teknik Wawancara
14. Teknik Yurisprudensi
15. Teknik Inkuiri Nilai
Dasar Pemikiran
Pola Pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif, karena:
 Mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilai-moral
 Mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang
disampaikan
 Mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai
moral dalam kehidupan nyata
 Mampu mengundang, melibatkan, membina dan mengembangkan potensi diri
siswa terutama potensi afektualnya
 Mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan
 Mampu menangkal, meniadakan, mengintervensi dan mensubversi berbagai
nilai moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri
seseorang
 Menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi
Langkah-Langkah Model Pembelajaran
VCT Percontohan

1. Membuat /mencari media stimulus, berupa contoh


keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan
topik atau tema target pelajaran.
Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber VCT
hendaknya:
a. Mampu merangsang, mengundang, dan melibatkan potensi
afektual siswa
b. Terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada
dalam lingkungan kehidupan siswa).
c. Memuat sejumlah nilai moral yang kontras
1. Kegiatan Pembelajaran (KBM)
a. Guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita atau
menampilkan gambar, foto, atau film.
b. Memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk
berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan
stimulus tadi.
c. Melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru, baik
secara individual, kelompok, atau klasikal.
d. Menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui
pertanyaan guru dan bersifat individual, kelompok, dan klasikal)
e. Pembahasan/pembuktian argumen. Pada fase ini sudah mulai
ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran
f. Penyimpulan
Langkah-Langkah Model
Abalisis Nilai
1. Persiapan
a. Menyusun SAP/SP/Silabus seuai dengan Pokok Bahasan atau
konsep yang akan dibelajarkan
b. Menetapkan bagian mana dari materi kedisiplinan yang akan
disajikan melalui analisis nilai
c. Menyusun skenario kegiatan, sehingga jelas langkah-langkah
yang akan ditempuh
d. Menyiapkan media stimulus untuk ber VCT, seperti dengan
cerita, berita koran, gambar, film, dsb.
e. Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang berisi panduan rinci
bagi siswa dalam ber VCT
1. Kegiatan Pembelajaran (KBM)
a. Penjelasan kepada siswa bahwa mereka akan ber VCT
b. Pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa
berupa cerita, gambar, foto, film, dsb.
c. Guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap
cerita, gambar atau film tersebut
d. Melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru baik
secara individual, kelompok, atau klasikal
e. Menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui
pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual, kelompok atau
klasikal)
f. Fase pembahasan/pembuktian argumen
g. Penyimpulan
The world is moving so fast these days that the man
who says "it can not be done" generally interrupted by
someone doing it. (Harry Emerson Fosdick)