Anda di halaman 1dari 8

CE-&m)-

m)-44)"4
EC-4)"
CmC-)4
-444)")
m")m4)
"44E4"E4)4
"m&"m
-m4"4
EE4m
"mm-&
mm--m
-E-&"-
&4&&-E)E



Sejarah

Tradisi Kebudayaan Masyarakat Indonesia
masa pra Hindu - Buddha

[Pick the date]

asus



1. Sistim Kepercayaan atau Religius
Masyarakat yang hidup pada jaman prasejarah atau praaksara telah
memiliki kepercayaan pada roh nenek moyang yang mengatur alam semesta.
Melalui keyakinan terhadap adanya kekuatan gaib tersebut maka muncullah
sistim kepercayaan yang diperkirakan mulai tumbuh sejak jaman prasejarah
atau praaksara.
Adanya keyakinan tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya lukisan
cap tangan pada dinding di Gua Leang Patae, Sulawesi Selatan. Lukisan cap
tangan tersebut berwarna merah yang diperkirakan sebagai simbol
perlindungan dari gangguan roh-roh jahat
Untuk melaksanakan upacara pemujaan terhadap arwah nenek moyang,
maka mereka mendirikan bangunan-bangunan suci yang terbuat dari batu
besar. Adapun bangunan-bangunan suci yang mereka dirikan adalah berupa
menhir, dolmen, punden berundak dan sebagainya












Gambar 1 Lukisan Tangan
Gambar 2 Menhir
Gambar 3 Dolmen
2. Sistim Organisasi Sosial atau Masyarakat
Manusia selain sebagai mahluk individu juga merupakan mahluk sosial yang
perlu berinteraksi dengan manusia lain agar dapat saling tolong-menolong dan
saling bekerjasama. Demikian pula pada masyarakat prasejarah atau
praaksara, meskipun masih sederhana mereka sudah memiliki sistim organisasi
sosial atau masyarakat. Adapun organisasi sosial yang mereka bentuk
kelompok-kelompok sederhana yang terdiri dari keluarga kecil dengan sistim
pembagian kerja yang belum jelas. Hal ini dipengaruhi oleh tempat tinggal
mereka yang masih berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain
menyesuaiakan dengan bahan makanan yang tersedia dialam.
Pada masyarakat prasejarah juga telah dikenal sistim pemilihan kepala /
ketua kelompok yang didasarkan pada kharisma seseorang seperti kekuatan
supranatural, kesaktian dan kemampuan lain yang berhubungan dengan dunia
magis. Berbeda dengan saat ini, dimana pemilihan anggota MPR dan DPR yang
tidak didasarkan pada kemampuan intelektual, tetapi lebih didasarkan pada
kemampuan materi yang dimilikinya.


3. Sistim Peralatan Hidup dan Teknologi
Kemampuan fisik yang dimiliki oleh manusia sangat terbatas, sehingga
manusia tidak mungkin mengerjakan segala sesuatunya dengan tangan, kaki
dan anggota tubuh yang lain. Mengingat keterbatasan fisiknya, maka manusia
membuat peralatan hidup yang dapat digunakan untuk membantunya dalam
mengerjakan sesuatu. Dari proses pembuatan alat-alat tersebut, maka
manusia sudah mulai mengenal dan mengembangkan kebudayaan dan
teknologinya meskipun tarafnya masih sangat sederhana
Demikian pula halnya dengan manusia yang hidup pada jaman prasejarah
atau praaksara, mereka telah membuat peralatan-peralatan dari batu. Adapun
alat-alat yang mereka buat contohnya adalah kapak persegi, kapak genggam,
kapak lonjong dan sebagainya.
Akan tetapi proses pembuatan alat-alat dari batu tersebut masih sangat
sederhana, mengingat tingkat berpikir mereka masih rendah. Meskipun masih
sederhana, tetapi mereka sudah mulai mengenal dan mengembangkan
teknologinya






Gambar 5 Kapak persegi Gambar 4 Kapak Lonjong
4. Sistim Pengetahuan
Manusia prasejarah atau praaksara juga telah mengenal pengetahuan
meskipun tarafnya masih sederhana. Pada awalnya mereka telah memiliki
pengetahuan tentang pembuatan alat-alat dari batu, sejalan dengan
berkembangnya kemampuan berpikir, maka mereka dapat membuat alat-alat
dari logam seperti tembaga, perunggu dan besi. Untuk membuat alat-alat dari
logam tersebut manusia prasejarah atau praaksara telah mengnal teknik
mencetak A Cire Purdue atau cetak hilang dan teknik Bivalve atau cetak ulang.
Dalam perkembangan lebih lanjut, kemampuan berpikir manusia terus
meningkat, maka dapat membuat alat-alat dengan teknologi canggih untuk
berbagai macam keperluan hidup. Sehingga perkembangan teknologi canggih
pada saat ini merupakan kelanjutan dari perkembangan teknik pada jaman
prasejarah atau praaksara yang sifat, bentuk maupun coraknya masih sangat
sederhana.














Gambar 6 Dolmen
Gambar 8 teknik mencetak : A cire purdue
Gambar 7 Ilmu Astronomi
5. Sistim Ekonomi dan Mata Pencaharian
Manusia adalah mahluk ekonomi. Manusia adalah mahluk yang selalu ingin
hidup dan mempertahankan kehidupannya. Agar manusia tetap bertahan
hidup, maka cara yang dilakukannya adalah berusaha memenuhi kebutuhan
hidup. Demikian pula halnya dengan manusia yang hidup pada jaman
prasejarah atau praaksara. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka
mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan cara mengumpulkan
hasil-hasil hutan atau food gathering, berburu binatang liar dihutan, bercocok
tanam tingkat awal


Gambar 9 Manusia Purba berburu





6. Sistim Kesenian
Perkembangan sistim kesenian pada masyarakat prasejarah atau praaksara
dimulai sejak masa berburu tingkat lanjut, dimana mereka membuat lukisan
pada dinding gua dan batu karang. Lukisan manusia prasejarah tersebut
merupakan ungkapan pengalaman berburu binatang liar dihutan sebagai salah
satu usaha untuk memenuhi kebutuhan makan. Sebagai contoh adalah lukisan
yang menggambarkan manusia sedang menunggang kuda, ditemukan digua
Raha, pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Demikian pula lukisan cap tangan yang
ditemukan di Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.
Adanya lukisan-lukisan tersebut merupakan bukti awal bahwa masyarakat
prasejarah juga sudah memiliki hasrat seni. Melalui lukisan, masyarakat
prasejarah yang belum mengenal tulisan berusaha untuk mewariskan seluruh
pengalamannya dalam mencari makan dengan berburu binatang liar dihutan
kepada generasi penerusnya


Gambar 10 Lukisan di dinding gua