Anda di halaman 1dari 1

Alam Indonesia yang kaya akan berbagai jenis tumbuhan mempunyai potensi besar untuk digunakan sebagai bahan

obat. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan tumbuhan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penggunaan dan pemanfaatan obat tradisional dalam sistem pengobatan secara umum masih bersifat turun temurun atau berdasarkan pengalaman , untuk itu masih diperlukan kajian-kajian yang inovatif dan aplikatif agar tumbuhan obat tradisional ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat yang berasal dari alam akhir-akhir ini cendrung meningkat, terlebih dengan adanya isu back to nature serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Pemakaian obat dari bahan alam atau yang biasa dikenal sebagai obat tradisional makin banyak digunakan masyarakat terutama dalam upaya preventif, promotif dan rehabilitatif (Pramono, 2005). Ekstrak etanolis biji buah pinang mengandung tanin terkondensasi dan terhidrolisis, senyawa fenolik, asam galat, serta garam (Wang and Lee, 1996) Salah satu bahan alam yang digunakan sebagai obat tradisional adalah Pinang ( Areca catechu L ). Tanaman pinang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu, khususnya buahnya yang digunakan untuk campuran makan sirih, air rebusannya juga digunakan sebagai obat kumur yang diyakini berkhasiat untuk menguatkan gigi. Biji pinang (Areca catechu L.) sebagai salah satu obat tradisional, di Jawa digunakan sebagai obat luka dan di Jambi sebagai obat kudis (Anonim, 2009).

OH OH OH O

OH OH