STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR ( SOP ) BERSAMA PEMKOT TARAKAN, POLRES TARAKAN, PERTAMINA EP & MEDCO E&P No.

001/XI/SOP B/OBVITNAS/2011 TENTANG PENGAMANAN & PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR DI WKP PERTAMINA EP & MEDCO E&P BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. UUD 45 Pasal 33 ayat 3 b. Propinsi Kaltim memiliki obvit bidang pertambangan sebagai suatu daerah pertambangan yang mempunyai nilai strategis (dikutip di SKB) c. PEP & MEDCO adalah bagian dari obvit nasional yang memiliki nilai strategis yang perlu diamankan... d. Guna meningkatkan dan menjamin kelancaran proses operasi produksi perlu dibuat SOP bersama tentang ... 2. Dasar. a. b. c. d. e. f. g. h. UU No.2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara RI Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004 tanggal 5 Agustus Tahun 2004 Tentang Obyek Nital Nasional Skep Kapolri No.Pol : Skep/738/X/2005 Tgl 13 oktober 2005 Tentang Pedoman Sisitem Pengamanan Obyek vital Nasional. Perkap No.1 Tahun 2009 Tentang penggunaan kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Protap 01 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Anarki Perkap No 8 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Lintas Ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan Huru Hara. Peraturan Panglima TNI Nomor : Perpeng/71/VII/2011 tgl 19 Agustus 2011 tetntang Perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka Kamtibmas. Kesepakatan Bersama Kepala Perwakilan BPMIGAS Wilayah Kalimantan & Sulawesi dengan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Nomor. PJN-002 / BPD 4200 / 2011 /SO & No.Pol : PAM. 1.5 / 3691 / IX / 2011 tanggal 28 September 2011 tentang Petunjuk Lapangan Pengamanan Bersama Kegiatan Hulu Migas di Wilayah Kalimantan Timur.

3.

Maksud dan tujuan. a. Maksud. Untuk dijadikan acuan dan pedoman terhadap penyelenggaraan pengamanan dalam mengamankan obyek Vital Nasional.

g. Dalam penyusunan standar operasional pembongkaran bangungan ini. V. tempat. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) adalah merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. d. X. II. PENDAHULUAN PRINSIP PENYELENGGARAAN PENGAMANAN SASARAN PENGAMANAN TUGAS POKOK PELIBATAN KEKUATAN PERALATAN PELAKSANAAN PENGAMANAN KOMANDO DAN PENGENDALIAN ANGGARAN PENUTUP 6. kegiatan. STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR . yang dimaksud dengan : a. politik dan keamanan bila terjadi gangguan kamtibmas. c. IX. VII. Obyek Vital Nasional adalah kawasan.2 b. f. e. kepentingan dan atau sumber penndapatan besar Negara yang memiliki potensi kerawanan dan dapat menggooyahkan stabilitas ekonomi. Ruang lingkup standard operasional prosedur ( SOP ) dibatasi pada kegiatan pengamanan dan pembongkaran bangunan liar di WKP Pertamina dan Medco E&P. Tata Urut. 4. 5. Konfigurasi adalah gambaran maupun sketsa yang dapat menjelaskan suatu permasalahan. Pengamanan adalah segala usaha. Tujuan. penangkalan dan penanggulangan serta penegakan hukum terhadap setiap ancaman dan gangguan keamanan. bangunan dan usaha yang menyangkut harkat hidup orang banyak. VI. Ruang Lingkup. b. Pengertian – pengertian. pekerjaan dan kegiatan dalam rangka pencegahan. IV. III. Pengamanan adalah segala bentuk upaya. Mempunyai kesamaan pola tindak untuk terwujudnya keamanan ketertiban dan pengawasan pengendalian pada Obyek Vital dan lingkungan Obyek Vital yang diamankan. tindakan yang dilakukan secara terarahh dan terencana untuk mencegah terhadap segala kemungkinan ancaman yang dapat mengakibatkan kerugian. Standar Operasional Presedur adalah merupakan tata cara atau tahapan yang di bekukan dan yang harus di lalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. Bangunan liar adalah Bangunan yang berdiri diatas lahan WKP yang tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan. VIII. I.

3 h. j. Prinsip Lost Prevention Pengamanan lebih dititik beratkan kepada pencegahan kegiatan ( Lost Prevention ) baik jiwa. 1. Wilayah kuasa pertambangan (WKP) adalah Wilayah yang dikuasakan untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi Migas. Pendekatan Pengamanan a. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) adalah Badan usaha atau bentuk usaha tetap yang diberikan wewenang untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pada suatu wilayah kerja berdasarkan kontrak kerja sama dengan Badan Pelaksana (BPMIGAS). Yaitu tindakan untuk meningkatan kesadaran seluh pekerja dan warga masyarakat dilingkungan kegiatan Usaha Hulu Migas agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan cara bertindak : 1) Pendekatan kepada lembaga dan tokoh masyarakat baik formal maupun in forman serta unsur masyarakat 2) Sosialisasi kegiatan operasi 3) Deteksi ( Pemantauan ) 4) Pembinaan pengamanan lingkungan 5) Sadar Securiti Preventif. STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR . Pengelolah Obyek Vital Nasional adalah perangkat otoritas dari obyek vital nasional BAB II PRINSIP PENYELENGGARAAN PENGAMANAN i. Yaitu tindakan pencegahan dengan cara bertindak 1) Pengaturan penjagaan pengawalan dan patroli 2) Deteksi / pemantauan / intelejen 3) Koordinasi Represif. penangkalan dan penanggulangan serta penegakan hukum terhadap setiapa ancaman dan gangguan keamanan yang ditujukan kepada Obyek vital nasional. pekerjaan dan kegiatan dalam rangka pencegahan. benda serta keprcayaan dalam hubungan dengan Kegiatan Usaha Hulu Migas 3. Yaitu tindakan yang dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan kedaan secepatnya sesuai dengan hukum yang berlaku dengan cara bertindak 1) Tindakan pertama di tempat kejadian perkara 2) Olah TKP 3) Penyelidikan dan Penyidikan 4) Penegakan Hukum b. Prinsip – prinsip hukum dan hak asasi manusia Dalam melpaksanakan pengamanan diwilayah kerja Pertamina dan Medco harus berdasarkan pada prinsip-prinsip hukum dan prinsip-prinsip hak asasi manusia 2. Pengamanan Obyek Vital Nasional adalah segala usaha. k. Pre-entif. c.

mendapatkan informasi / diteksi dini. BAB IV TUGAS POKOK 1. mengatur lalu lintas. Surat teguran. SEKURITI Sosialiasi. 5. 4. aset disekitar lokasi pembongkaran ) Produksi ( MIGAS ) Kegiatan pembongkaran ( mulai pra. memberikan pengamanan fasilitas / alat yang digunakan. TK sekitar areal ) Dokumen ( surat-surat tanah. bahan bangunan. e. legalitas ) Fasilitas/alat ( tanah. Penertiban bangunan liar tanpa ijin dan back up kegiatan pembongkaran 2. melaksanakan penyuluhan. petugas sekuriti yang melaksanakan pembongkaran. Dinas PU & Tata Ruang Kota Tarakan Dinas Kehutanan. Pembongkaran. 6. 3. Mengamankan hasil pembongkaran. Pertambangan & Energi BPN Kecamatan Kelurahan Satpol PP STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR . 3. a. Sekitar lingkunan. c. PEMKOT Tarakan. Mengamankan personil yang melakukan pembongkaran. pada saat pelaksanaan dan paska pembongkaran ) Lokasi ( Lokasi pembongkaran dan sekitarnya ) 2. POLRES Tarakan. f. d. masy. menutup atau mengamankan lokasi paska pembongkaran. b. penegakan hukum. Manusia ( yang diamankan.4 BAB III SASARAN PENGAMANAN 1. BAB V PELIBATAN KEKUATAN 1. peneguran secara lisan. PEMKOT Tarakan.

Sosialisasi. d. a. KKKS a. 3. b.5 2. POLRES / POLSEK Tarakan. c. Pemkot ) Surat Teguran (1 s/d 3 kali ) Surat permohonan kepada POLRES perihal bantuan pengamanan oleh KKKS Buat Sprin Penugasan (POLRES) Rapar Koordinasi Mempersiapkan perlengkapan personil oleh masing-masing. b. 4. d. c. c. HUMAS Sekuriti Logistik Transport Intelkam Binmas Sat Pam Obvit Sabara Reskrim Lantas Polair ( objek pem. Perlengkapan Personil Perlengkapan Operasional ( traktor / alat berat ) Perlengkapan Mobilisasi Peralatan Dokumentasi Police Line Alat pengeras suara ( TOA ) Alat Komukasi Peralatan lalin ( dijabarkan sesuai dengan tugas masing-masing ) BAB VI PELAKSANAAN PENGAMANAN 1. 6. g. 5. g. Air ) BAB V PERALATAN 1. 3. b. 2. peralatan pengeras suara. 2. f. penyuluhan dan komunikasi ( KKKS dan Binmas. e. 7. alat berat ( PU / KKKS) Mempersiapkan peralatan dokumentasi dan komunikasi Pelaksanan a. e. Kumpul didaerah persiapan ( sasaran ) Berikan arahan (APP ) STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR . 8. b. Persiapan a. f. d.

Bila terjadi perlawanan (mengeluarkan senjata tajam dan pelangaran hukum lainnya). Membuat laporan Dokumentasi 4. Satpol PP Penanggung jawab keamanan Pembongkaran : Ka sat PAM Obvit & Kapolsek Penanggung jawab dal mas : Kasat sabara Penanggung jawab Lantas : Kasat Lantas Penanggung jawab pengalangan & Negoisator : Kasat Intel & Humas KKKS Penanggung jawab Penyuluhan dan sosialisasi : Kasat Binmas & Humas KKKS Penanggung jawab Dokumentasi & Informasi : Humas KKKS STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR ... Konsulidasi a.6 c. (isi. b. d.. Bila terjadi demo masa maka Polri turun Bila masa membesar maka Brimop back up Hal-hal yang dilarang oleh petugas 1) Bertindak arogansi 2) Tidak melakukan pemukulan 3) Tidak menerima suap 4) Tidak ikut sebagai propokator 5) Dll BAB VII KOMANDO DAN PENGENDALIAN Koordinator Penagung jawab pembongkaran : Kabag OPS Polres dan management KKKKS : Ka. b. Sekuriti & Ka. Cek perlengkapan yang akan digunakan Pelaksanaan kegiatan pembongkaran : 1) Himbauan melalui pengeras suara. Taktik (Kodal) a.) 2) Melaksanakan pembongkaran oleh sekuriti/Satpol PP 3) Mengunakan alat berat dan manual 4) Mengamankan alat-alat bangunan 5) Memasang tanda patok bahwa ini area WKP 6) Pemasangan Police Line 3. b. Konseknis a. Cek n Ricek personil Ucapan terimakasih 5. d.. c.

c. 75.000. b. 50. 50.000.-/hari 4) Tunjangan harian Rp.-/hari 5) Tunjangan Komandan regu Rp. 50. Kegiatan operasinal pimpinan.7 BAB VIII ANGGARAN Seluruh biaya yang ditimbulkan setiap kegiatan menjadi beban KKKS antara lain 1.-/hari 2) Transpot Rp. Onshore Bintara 1) Akoomodasi Rp.000/hari 2.000. Demikian Standar Operasional Prosedur pengamanan dan pembongkaran bangunanliar di WKP Pertamina EP & Medco E&P ini dibuat untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan operasional harian : a. Unsur Pembina / PAMEN Rp. 300 rb/hari Unsur anggota bintara Rp.-/hari 3) Tunjangan makan Rp. 500 rb/hari Unsur anggota Pama Rp.100. rapat koordinasi a.000. 200 rb/hari BAB IX PENUTUP. STANDAR OPERASIONAL PEMBONGKARAN BANGUNAN LIAR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful