Anda di halaman 1dari 55

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sragen pada bulan Juli sampai November 2012. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX C, IX D, dan IX F dengan total jumlah siswa sebanyak 109 siswa. Tiga kelas yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini merupakan kelas dengan kemampuan siswa homogen. Penelitian dilakukan dengan cara mengujikan soal uji kemampuan berpikir tingkat tinggi kepada siswa. Soal yang diujikan mencakup materi optik dan alat optik yang disesuaikan dengan materi pada kurikulum. Kegiatan penelitian dimulai dengan menyusun indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis. Langkah berikutnya adalah membuat kisi-kisi soal agar proporsi submateri yang akan disusun menjadi soal dapat merata. Selanjutnya, disusun soal-soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang kemudian divalidasi oleh ahli yaitu dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Fisika. Hal yang divalidasi antara lain tata bahasa, format soal, serta kesesuaian soal dengan materi Fisika yang diajarkan pada siswa SMP. Setelah soal divalidasi kemudian dilakukan uji coba skala kecil dimana soal diujikan di kelas IX C. Hasil uji coba kemudian dianalisis dan direvisi sesuai saran dosen pembimbing dan ahli Fisika khususnya materi optik dan alat optik. Langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian yang dilaksanakan di tiga kelas yaitu IX C, IX D, dan IX F. Data hasil penelitian ini yang kemudian dianalisis menggunakan software ITEMAN 3.0 untuk selanjutnya diketahui soal mana yang dapat diterima, direvisi, atau ditolak. Rangkuman hasil analisis soal kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi Fisika untuk siswa SMP yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, dan efektifitas distraktor (pengecoh) adalah sebagai berikut:

1.

Tingkat Kesukaran Pada hasil analisis menggunakan software Iteman, tingkat kesukaran soal ditinjau dari hasil Prop. Correct (P). Soal yang baik berada pada interval 0,3 sampai 0,7. Apabila P kurang dari 0,3 maka soal masuk kategori sukar, sedangkan apabila P lebih dari 0,7 maka soal termasuk kategori mudah. Berdasarkan analisis Iteman, untuk soal kode A terdapat 17% soal yang termasuk kategori mudah, 43% soal termasuk kategori sedang, dan 40% soal termasuk kategori sukar. Tabel 4.1 memuat hasil analisis tingkat kesukaran soal.

Tabel 4.1 Tingkat Kesukaran Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP (Kode A) Kategori Mudah Sedang Sukar Jumlah Soal 5 13 12 2, 4, 16, 29, 30 3, 6, 7, 10, 11, 14, 15, 17, 20, 22, 25, 27, 28 1, 5, 8, 9, 12, 13, 18, 19, 21, 23, 24, 26 Nomor Soal

Pada soal kode B, terdapat 20% soal mudah, 60% soal sedang, dan 20% soal sukar. Rangkuman hasil analisis tingkat kesukaran soal untuk kode B dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut :

Tabel 4.2 Tingkat Kesukaran Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP (Kode B) Kategori Mudah Sedang Sukar Jumlah Soal 6 18 6 Nomor Soal 3, 4, 10, 16, 18, 30 1, 2, 5, 6, 7, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 29 8, 9, 19, 21, 23, 24

2.

Daya Beda Pada analisis menggunakan Iteman, daya beda soal dilihat dari nilai biserial. Berdasarkan hasil analisis untuk kode soal A, diperoleh 34% soal dengan daya beda jelek, 33% cukup, dan 33% baik. Rangkuman hasil analisis daya beda pada kode soal A dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3 Daya Beda Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP (Kode A) Kategori Jelek Cukup Baik Jumlah Soal 10 10 10 Nomor Soal 2, 7, 9, 12, 14, 18, 19, 21, 26, 27 3, 4, 5, 6, 8, 10, 16, 25, 29, 30 1, 11, 13, 15, 17, 20, 22, 23, 24, 28

Pada hasil analisis untuk kode soal B, diperoleh 27% soal jelek, 30% soal cukup, dan 43% soal baik. Rangkuman hasil analisis daya beda pada kode soal B dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Daya Beda Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP (Kode B) Kategori Jelek Cukup Baik Jumlah Soal 8 9 13 Nomor Soal 6, 13, 17, 20, 21, 22, 23, 29 2, 3, 5, 7, 9, 19, 24, 26, 30 1, 4, 8, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 18, 25, 27, 28

3.

Efektifitas Distraktor Distraktor (pengecoh) merupakan alternatif jawaban selain kunci jawaban. Pada analisis menggunakan Iteman, distraktor harus memiliki

biserial negatif yang menunjukkan bahwa alternatif jawaban tersebut dipilih oleh siswa yang kurang pandai. Selain itu, distraktor yang baik adalah distraktor yang minimal dipilih oleh 5% siswa. Rangkuman hasil analisis menggunakan program Iteman terhadap efektifitas distraktor dapat dilihat pada tabel 4.5 dan tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.5 Efektifitas Distraktor Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa SMP (Kode A) Kategori Berfungsi Tidak Berfungsi Check The Key Jumlah Soal 16 Nomor Soal 5, 7, 8, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 1, 2, 3, 4, 17, 28, 29, 30

6, 9, 12, 18, 19, 26,

Tabel 4.6 Efektifitas Distraktor Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa SMP (Kode B) Kategori Berfungsi Tidak Berfungsi Check The Key Jumlah Soal 14 Nomor Soal 3, 5, 8, 10, 11, 12, 14, 18, 19, 20, 22, 24, 26, 29, 1, 2, 4, 6, 7, 15, 16, 25, 27, 28, 30

11

9, 13, 17, 21, 23,

4.

Keterterimaan Berdasarkan hasil analisis dan tinjauan terhadapa tingkat kesukaran, daya beda dan efektifitas distraktor, untuk soal kode A diperoleh 17% item soal diterima, 63% item soal direvisi, dan 20% item soal ditolak. Sedangkan untuk soal kode B, diperoleh 17% item soal

diterima, 77% item soal direvisi, dan 6% item soal ditolak. Rangkuman keterterimaan item soal dapat dilihat pada tabel 4.7 dan tabel 4.8

Tabel 4.7 Keterterimaan Tiap Item Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP Kode A Efektifitas Distraktor tidak berfungsi tidak berfungsi tidak berfungsi tidak berfungsi berfungsi check the key berfungsi berfungsi check the key berfungsi berfungsi check the key berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi tidak berfungsi check the key check the key berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi check the key berfungsi tidak berfungsi tidak berfungsi tidak berfungsi

No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Tingkat Kesukaran sukar mudah sedang mudah sukar sedang sedang sukar sukar sedang sedang sukar sukar sedang sedang mudah sedang sukar sukar sedang sukar sedang sukar sukar sedang sukar sedang sedang mudah mudah

Daya Beda baik jelek cukup cukup cukup cukup jelek cukup jelek cukup baik jelek baik jelek baik cukup baik jelek jelek baik jelek baik baik baik cukup jelek jelek baik cukup cukup

Keputusan direvisi ditolak direvisi direvisi direvisi direvisi direvisi direvisi ditolak direvisi diterima ditolak direvisi direvisi diterima direvisi direvisi ditolak ditolak diterima direvisi diterima direvisi direvisi diterima ditolak direvisi direvisi direvisi direvisi

Tabel 4.8 Keterterimaan Tiap Item Soal Uji Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP Kode B Daya Efektifitas Beda Distraktor baik tidak berfungsi cukup tidak berfungsi cukup berfungsi baik tidak berfungsi cukup berfungsi jelek tidak berfungsi cukup tidak berfungsi baik berfungsi cukup check the key baik berfungsi baik berfungsi baik berfungsi jelek check the key baik berfungsi baik tidak berfungsi baik tidak berfungsi jelek check the key baik berfungsi cukup berfungsi jelek berfungsi jelek check the key jelek berfungsi jelek check the key cukup berfungsi baik tidak berfungsi cukup berfungsi baik tidak berfungsi baik tidak berfungsi jelek berfungsi cukup tidak berfungsi

No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Tingkat Kesukaran sedang sedang mudah mudah sedang sedang sedang sukar sukar mudah sedang sedang sedang sedang sedang mudah sedang mudah sukar sedang sukar sedang sukar sukar sedang sedang sedang sedang sedang mudah

Keputusan direvisi direvisi direvisi direvisi diterima direvisi direvisi direvisi direvisi direvisi diterima diterima direvisi diterima direvisi direvisi direvisi direvisi direvisi direvisi ditolak direvisi ditolak direvisi direvisi diterima direvisi direvisi direvisi direvisi

B. Analisis Data 1. Soal Tipe A Perhatikan gambar (A.1) berikut!

( Gambar A.1 ) Menurut Anda, apa yang menarik dari gambar (A.1)? a. bola menghalangi perambatan cahaya b. semakin jauh, cahaya dari senter semakin melemah c. terbentuk bayangan bola pada layar d. terdapat perbedaan warna bayangan pada layar * Soal nomor 1A memiliki tingkat kesukaran 0,264 sehingga termasuk dalam interval soal yang sukar. Nilai biserial 0,489 menunjukkan daya beda soal ini cukup tinggi sehingga meskipun termasuk sulit, tetapi soal ini masih dapat digunakan dengan melakukan revisi. Daya beda alternatif jawaban A=-0,020; B=-0,014, C =-0,384, dan kunci jawaban D=0,489. Tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih besar dari daya beda kunci jawaban D menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Alternatif jawaban lain (pengecoh) juga telah berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari Prop Endorsing yang menujukkan 18,9% siswa memilih jawaban A, 50% siswa memilih jawaban C, sedangkan alternatif jawaban B hanya dipilih oleh 4,7% siswa sehingga alternatif jawaban ini perlu direvisi. Soal Tipe B Perhatikan gambar (B.1) !

( Gambar B.1 ) Jika seseorang mengintip melalui lubang yang terdapat pada papan kayu yang disusun seperti pada gambar (B.1), apa yang akan dilihat oleh orang tersebut? a. bayangan lilin b. cahaya lilin c. api pada lilin d. papan kayu * Soal nomor 1B memiliki tingkat kesukaran 0,459 sehingga termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang. Nilai biser sebesar 0,484 menujukkan daya beda yang cukup tinggi sehingga soal dapat diterima. Kunci jawaban D telah berfungsi dengan baik karena nilainya lebih besar daripada biserial alternatif jawaban lain (A=-0,215; B=-0,262; C=-0,316; dan D=0,484). Alternatif jawaban B dan C telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik dimana 33,9% siswa memilih alternatif jawaban B, 15,6% siswa memilih alternatif jawaban C, sedangkan alternatif jawaban A perlu direvisi karena hanya dipilih oleh 4,6% siswa. 2. Soal Tipe A Perhatikan gambar (A.2)!

( Gambar A.2 )

Menurut Anda, apa yang menarik dari gambar (A.2)? a. bagian pensil yang berada di dalam air berubah bentuk b. pensil dalam air terlihat patah dan berbeda ukuran * c. pensil menjadi lebih miring jika dimasukkan ke dalam air d. bagian pensil yang berada di dalam air menjadi lebih pendek Soal nomor 2A memiliki tingkat kesukaran 1,000 yang berarti 100% siswa mampu menjawab soal ini dengan benar sehingga soal dikategorikan sebagai soal yang sangat mudah. Nilai biser -9,000 menujukkan daya beda yang sangat rendah sehingga ditinjau dari tingkat kesukaran dan daya beda maka soal ini termasuk kategori ditolak. 100% siswa memilih kunci jawaban B sehingga pilihan jawaban lain yaitu A, C, dan D belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Hal ini mungkin terjadi karena alternatif jawaban yang disediakan dianggap tidak sesuai dengan pertanyaan oleh siswa. Soal Tipe B Perhatikan gambar (B.2)!

(Gambar B.2) Jika seorang anak melihat ikan di dalam akuarium seperti ditunjukkan oleh gambar (B.2), menurut Anda apa yang dipikirkan oleh anak tersebut? a. ikan tampak lebih kecil b. ikan tampak lebih dekat ke dasar akuarium c. ikan tampak lebih besar d. ikan tampak lebih dekat ke permukaan air *

Soal nomor 2B memiliki tingkat kesukaran 0,642 (sedang). Ditinjau dari nilai biser yaitu 0,209 maka soal ini termasuk memiliki daya beda cukup baik. Berdasarkan tingkat kesukaran dan daya beda, soal ini dapat diterima dengan melakukan revisi. Kunci jawaban D dipilih oleh 64,2 % siswa. Alternatif jawaban B telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena memiliki biserial -0,230 dan dipilih oleh 21,1% siswa. Demikian pula dengan alternatif jawaban C yang memiliki biser -0,021 dan dipilih oleh 13,8% siswa. Namun, pilihan jawaban A belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena hanya dipilih oleh 0,9% siswa meskipun nilai biserialnya -0,273 sehingga perlu direvisi.

3.

Soal Tipe A Pernyataan pernyataan berikut berhubungan dengan peristiwa fatamorgana : 1) Terjadi pada saat matahari bersinar terik 2) Dapat terjadi di permukaan air 3) Terjadi karena adanya pembiasan cahaya Pernyataan yang benar mengenai peristiwa fatamorgana ditunjukkan oleh nomor a. 1, 2, dan 3 b. 1 dan 2 c. 1 dan 3 * d. 2 dan 3 Soal nomor 3A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,509 dan nilai biser sebesar 0,314 yang menunjukkan daya beda cukup baik sehingga soal dapat diterima. Kunci jawaban C telah berfungsi dengan baik karena memiliki biserial 0,314 sedangkan semua alternatif jawaban memiliki nilai biserial dibawah nilai biserial kunci jawaban (A=-0,172; B=-0,181; dan D=-0,207). Ditinjau dari distribusi jawaban, pengecoh telah berfungsi dengan baik dimana 29,2% siswa memilih alternatif jawaban A dan 15,1% siswa memilih alternatif jawaban D, tetapi 4,7% siswa

memilih alternatif jawaban B sehingga alternatif jawaban ini perlu direvisi karena dipilih oleh kurang dari 5% siswa. Soal Tipe B Pernyataan pernyataan berikut berhubungan dengan peristiwa fatamorgana: 1) Terjadi karena adanya peristiwa pembiasan 2) Dipengaruhi oleh keadaan cuaca 3) Hanya dapat terjadi di gurun pasir Pernyataan yang benar mengenai peristiwa fatamorgana ditunjukkan oleh nomor a. 1, 2, dan 3 b. 1 dan 2 * c. 1 dan 3 d. 2 dan 3 Soal nomor 3B termasuk soal yang mudah karena memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,752. Nilai biserial 0,387 menunjukkan daya beda cukup baik sehingga soal dapat diterima dengan melakukan revisi. Kunci jawaban B yang dipilih oleh 75,2% siswa, mempunyai nilai biser 0,387. Alternatif jawaban A, C, dan D telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena memiliki nilai biser A=-0,258, C=-0,200, dan D=-0,331. Semua nilai biser alternatif jawaban lebih rendah daripada nilai biser kunci jawaban. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, alternatif jawaban A dipilih oleh 10,1% siswa, alternatif jawaban C dipilih oleh 5,5% siswa dan alternatif jawaban D dipilih oleh 9,2% siswa. 4. Soal Tipe A Seorang anak sedang berdiri di pinggir kolam renang dan melihat dasar kolam di bagian seberang terlihat lebih dangkal daripada dasar kolam yang ada di bawahnya. Mengapa terjadi perbedaan kedalaman dasar kolam seperti yang dilihat oleh anak tersebut? a. karena cahaya yang berasal dari dasar kolam mengalami pembiasan * b. karena air di kolam renang selalu bergerak

c. karena mata anak tersebut mengalami rabun jauh d. karena cahaya yang berasal dari dasar kolam mengalami pemantulan Soal nomor 4A termasuk soal mudah karena memiliki tingkat kesukaran 0,755 dan daya beda yang cukup baik yaitu 0,236 sehingga soal ini perlu direvisi. Meskipun demikian, nilai biser kunci jawaban A (0,236) lebih tinggi daripada nilai biser alternatif jawaban (B=-0,124; C=-0,063; dan D=-0,225) yang menunjukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Alternatif jawaban B, C dan D juga telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik dilihat dari distribusi jawaban dimana alternatif jawaban B dipilih oleh 2,8% siswa, alternatif jawaban C dipilih oleh 0,9% siswa dan alternatif jawaban D dipilih oleh 20,8% siswa. Soal Tipe B Seorang anak melihat dasar bak mandi terlihat lebih dangkal karena lantai dasar bak mandi terlihat dekat dengan permukaan air. Mengapa anak tersebut melihat dasar bak mandi lebih dangkal daripada

kedalaman sebenarnya? a. cahaya dari dasar bak mandi mengalami pembiasan * b. cahaya di dalam bak mandi lebih terang daripada cahaya di luar bak mandi c. mata anak tersebut mengalami rabun dekat d. cahaya dari dasar bak mandi mengalami pemantulan Soal nomor 4B memiliki tingkat kesukaran 0,862 termasuk dalam kategori mudah, sedangkan daya bedanya cukup tinggi yaitu sebesar 0,603. Dengan demikian, soal ini masih dapat diterima dengan melakukan revisi. Kunci jawaban A telah berfungsi dengan baik yaitu memiliki nilai biser positif 0,603 dan dipilih oleh 86,2% siswa. Alternatif jawaban B belum berfungsi dengan baik karena hanya dipilih oleh 1,8% siswa. Alternatif jawaban C perlu direvisi karena dipilih oleh 0% siswa. Hal ini dapat disebabkan karena siswa menganggap alternatif jawaban C tidak masuk akal untuk dipilih sebagai jawaban. Alternatif jawaban D telah berfungsi dengan baik karena dipilih oleh 11,9% siswa.

5.

Soal Tipe A Seberkas sinar AB menumbuk permukaan kaca seperti terlihat pada gambar (A.3) :

( Gambar A.3) Manakah lintasan yang akan ditempuh sinar AB ketika keluar dari kaca dan memasuki medium air? a. b. c. d. (1) * (2) (3) (4)

Soal nomor 5A termasuk soal yang sulit karena memiliki tingkat kesukaran 0,245. Daya beda yang dimiliki oleh soal ini cukup baik ditinjau dari nilai biserial sebesar 0,382, sehingga soal ini masih dapat diterima dengan melakukan revisi. Daya beda jawaban A bernilai positif (lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban) menujukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Pilihan jawaban B, C dan D juga telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik dimana pilihan jawaban B dipilih oleh 21,7% siswa, pilihan jawaban C dipilih oleh 42,5% siswa, dan pilihan jawaban D dipilih oleh 11,3% siswa. Soal Tipe B Seberkas sinar XY datang dari udara kemudian menumbuk permukaan seperti pada gambar (B.3) :

( Gambar B.3 ) Manakah lintasan yang akan ditempuh sinar tersebut ketika memasuki kaca? a. (1) b. (2) * c. (3) d. (4) Soal nomor 5B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang karena memiliki tingkat kesukaran 0,376. Nilai biser 0,309 menunjukkan soal ini memiliki daya beda cukup baik sehingga soal dapat diterima sebagai soal yang baik. Nilai biser kunci jawaban B bernilai positif (lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban) berarti kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Alternatif jawaban A juga memiliki nilai biser positif, tetapi lebih kecil daripada nilai biser kunci jawaban. Alternatif jawaban C dan D telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik dimana 21,1% siswa memilih alternatif jawaban C dan 33,0% siswa memilih alternatif jawaban D.

6.

Soal Tipe A Perhatikan gambar (A.4) !

( Gambar A.4 ) Apakah pertanyaan yang Anda pikirkan setelah melihat gambar (A.4)? a. mengapa burung bangau tersebut memiliki paruh yang panjang? b. mengapa burung bangau tersebut mengangkat satu kaki? c. mengapa terdapat bayangan bangau di permukaan air? * d. mengapa burung bangau di bagian bawah berdiri terbalik? Soal nomor 6A memiliki tingkat kesukaran 0,604 (sedang) dan memiliki nilai daya beda yang cukup baik yaitu 0,224. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Kunci jawaban C belum berfungsi dengan baik karena nilai biserialnya 0,224, lebih kecil kecil daripada nilai biserial alternatif jawaban B yaitu 0,790. Hal ini mungkin terjadi karena siswa kurang memahami maksud pertanyaan pada soal serta gambar pada soal yang kurang jelas. Distribusi jawaban siswa menunjukkan 0,9% siswa memilih alternatif jawaban A, 2,8% siswa memilih alternatif jawaban B, 60,4% siswa memilih jawaban C, dan 35,8% siswa memilih jawaban D. dengan demikian, perlu dilakukan revisi terhadap alternatif jawaban A dan B direspon oleh kurang dari 5% siswa. Soal Tipe B Perhatikan gambar (B.4) !

( Gambar B.4 ) Setelah melihat gambar (B.4), apakah pertanyaan yang dapat Anda kemukakan? a. mengapa semakin jauh permukaan air terlihat semakin tinggi? b. mengapa kolam air pada gambar tersebut terlihat miring? c. mengapa pohon kelapa terlihat lebih tinggi daripada bangunan di sekitarnya? d. mengapa terdapat bayangan pohon pada permukaan air? * Soal nomor 6B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang karena memiliki tingkat kesukaran 0,679. Daya beda soal ini termasuk rendah karena nilai biserialnya hanya 0,135. Dengan demikian, soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, 12,8% siswa memilih alternatif jawaban A; 4,6% siswa memilih alternatif jawaban B; 14,7% siswa memilih alternatif jawaban C; dan 67,9% siswa memilih jawaban D. Dapat dilihat bahwa alternatif jawaban B belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena hanya dipilih oleh 4,6% siswa. Kunci jawaban D berfungsi dengan baik karena memiliki nilai biserial positif yaitu 0,135, sedangkan nilai biserial alternatif jawaban A sebesar -0,127, B sebesar -0,052, dan C sebesar -0,073.

7.

Soal Tipe A Pernyataan berikut merupakan beberapa contoh pemanfaatan sifat cahaya: 1. Kaca spion kendaraan untuk melihat kondisi lalu lintas di belakang kita

2. 3. 4.

Penggunaan kacamata untuk menolong penderita cacat mata Cermin cembung yang ditempatkan pada persimpangan jalan Penggunaan lup untuk melihat benda benda yang kecil

Dari pernyataan tersebut, manakah yang memanfaatkan sifat pemantulan cahaya? a. b. c. d. 1, 2 dan 3 1 dan 3 * 2 dan 4 4 saja

Soal nomor 7A memiliki tingkat kesukaran 0,651 (sedang) dan memiliki daya beda 0,096 (rendah) sehingga soal ini dapat tetap diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa terdapat 19,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 65,1% siswa merespon kunci jawaban B; 8,5% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 6,6% siswa merespon alternatif jawaban D. Ditinjau dari nilai biserial masing-masing alternatif jawaban, A= -0,001, B=0.096, C=0,078, dan D-0,368, kunci jawaban B telah berfungsi baik karena tidak ada alternatif jawaban lain yang nilai biserialnya lebih tinggi daripada kunci jawaban. Soal Tipe B Pernyataan berikut merupakan beberapa peristiwa yang menunjukkan sifat cahaya: 1. Penggunaan kacamata untuk menolong penderita cacat mata 2. Kaca pemantul pada senter 3. Penggunaan lensa pada kamera 4. Terjadinya pelangi Di antara peristiwa peristiwa tersebut, manakah yang menunjukkan bahwa cahaya dapat mengalami penguraian ? a. 1, 2 dan 3 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 4 saja *

Soal nomor 7B memiliki tingkat kesukaran 0,670 yang termasuk kategori sedang. Sedangkan daya bedanya cukup baik yaitu 0,325, sehingga soal ini dapat diterima. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, sebanyak 3,7% siswa merespon alternatif jawaban A; 2,8% siswa merespon alternatif jawaban B; 26,6% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 67,0% siswa merespon kunci jawaban D. Ditinjau dari nilai biserial masingmasing alternatif jawaban yaitu A (-0,076), B (0,175), C(-0,374) dan D(0,325), dapat dilihat bahwa tidak ada alternatif jawaban yang nilai biserialnya lebih tinggi daripada biserial kunci jawaban D, meskipun alternatif jawaban A dan B belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena dipilih oleh kurang dari 5% siswa sehingga perlu direvisi.

8.

Soal Tipe A Tabel A.1 berikut menunjukkan indeks bias beberapa bahan : Tabel A.1 Indeks Bias Bahan Nama Bahan Indeks Bias Kaca kuarsa 1,45 Air 1,33 Karbon dioksida 1,00045 Cahaya akan mengalami perubahan cepat rambat saat memasuki medium yang berbeda indeks biasnya. Saat memasuki bahan bahan pada tabel (A.1), urutan cepat rambat cahaya (v) mulai dari yang kecil hingga besar yaitu : a. v air < v kaca kuarsa < v karbon dioksida b. v kaca kuarsa < v air < v karbon dioksida * c. v karbon dioksida < v air < v kaca kuarsa d. v karbon dioksida < v kaca kuarsa < v air Soal nomor 8A termasuk soal yang sulit dengan tingkat kesukaran 0,094 dan daya bedanya termasuk kategori cukup baik ditinjau dari biserialnya yaitu 0,258. Soal ini dapat dipertahankan untuk digunakan dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa terdapat 20, 8% siswa merespon alternatif jawaban A; 9,4% siswa merespon kunci

jawaban B; 50,0% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 19,8% siswa merespon alternatif jawaban D sehingga dapat dilihat bahwa semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Nilai biserial kunci jawaban B bernilai positif yaitu 0,258 yang menujukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik meskipun biserial alternatif jawaban C juga bernilai positif yaitu 0,186, tetapi tetap lebih kecil daripada biserial kunci jawaban. Soal Tipe B Tabel berikut menunjukkan indeks bias beberapa bahan: Tabel B.1 Indeks Bias Bahan Nama Bahan Indeks Bias Kaca kuarsa 1,45 Es 1,31 Karbon dioksida 1,00045 Cahaya akan mengalami perubahan cepat rambat saat memasuki medium yang berbeda indeks biasnya. Berdasarkan tabel B.1, urutan besarnya cepat rambat cahaya (v) saat memasuki bahan bahan tersebut mulai dari yang besar hingga kecil yaitu: a. v kaca kuarsa > v es > v karbon dioksida b. v karbon dioksida > v es > v kaca kuarsa * c. v es > v kaca kuarsa > v karbon dioksida d. v karbon dioksida > v kaca kuarsa > v es Soal nomor 8B memiliki tingkat kesukaran 0,266 termasuk dalam kategori soal yang sulit. Meskipun demikian, daya beda soal ini cukup tinggi yaitu 0,525 sehingga soal ini dapat dipertahankan dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 35,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 26,6% siswa merespon kunci jawaban B; 11,9% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 25,7% siswa merespon alternatif jawaban D. Hal tersebut menujukkan semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Daya beda kunci jawaban bernilai positif yaitu 0,525 menunjukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik karena alternatif jawaban lain

memiliki daya beda yang lebih rendah yaitu daya beda jawaban A = 0,181, C= -0,519, dan D = -0,004.

9.

Soal Tipe A Perhatikan pernyataan pernyataan berikut : 1. Cahaya dapat merambat tanpa medium perambatan karena cahaya merupakan gelombang elektromagnetik 2. Cahaya matahari dapat sampai ke bumi karena cahaya hanya dapat merambat melalui udara 3. Cahaya putih dapat mengalami penguraian sehingga cahaya tidak hanya terdiri dari satu warna 4. Cahaya dapat dibelokkan ketika memasuki medium yang berbeda indeks biasnya Dari pernyataan tersebut, manakah yang tidak termasuk sifat cahaya? a. 1 b. 2 * c. 3 d. 4 Soal nomor 9A memiliki tingkat kesukaran 0,283 yang termasuk kategori soal sulit. Daya beda soal ini juga cukup rendah yaitu 0,093. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa merata. 34,0% siswa merespon alternatif jawaban A; 28,3% siswa merespon kunci jawaban B; 26,4% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 11,3% siswa merespon alternatif jawaban D. Namun, ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban maka kunci jawaban B belum berfungsi dengan baik karena daya bedanya sebesar 0,093, lebih kecil daripada alternatif jawaban A yang bernilai 0,123. Karena tidak terdapat kesalahan pada kunci jawaban, maka kemungkinan terjadi kesalahan penguasaan konsep oleh siswa. dengan demikian, soal ini tetap dapat dipertahankan untuk digunakan dengan melakukan revisi. Soal Tipe B

Perhatikan pernyataan pernyataan berikut: 1. Cahaya kuning dapat diuraikan menjadi beberapa warna karena semua warna cahaya dapat mengalami penguraian 2. Cahaya tidak memerlukan medium untuk merambat sehingga dapat merambat pada ruang hampa 3. Cahaya dapat dibelokkan karena cepat rambat cahaya dapat berubah sesuai medium perambatannya 4. Cahaya matahari dapat sampai ke bumi karena cahaya dapat merambat melalui ruang hampa Dari pernyataan tersebut, manakah yang tidak termasuk sifat cahaya ? a. 1 * b. 2 c. 3 d. 4 Soal nomor 9B termasuk kategori soal sulit karena memiliki tingkat kesukaran 0,294 sedangkan daya bedanya termasuk cukup baik yaitu 0,206. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 29,4% siswa merespon kunci jawaban A; 33,9% siswa merespon alternatif jawaban B; 20,2% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 16,5% siswa merespon alternatif jawaban D. Daya beda kunci jawaban A sebesar 0,206, lebih kecil daripada daya beda alternatif jawaban D yang bernilai 0,435. Setelah diperiksa ternyata tidak terdapat kesalahan pada kunci jawaban sehingga kemungkinan kesalahan terdapat pada penguasaan konsep oleh siswa.

10. Soal Tipe A Di sekitar kita banyak alat yang dapat digunakan sebagai lup. Di antara pilihan berikut ini, manakah alat yang digunakan sebagai lup? a. penggaris mika b. gelas kaca kosong

c. bohlam lampu berisi air * d. permukaan cekung sendok stainless steel Soal nomor 10A memiliki tingkat kesukaran 0,453 (sedang) dan daya beda 0,398 (cukup) sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana alternatif jawaban A direspon oleh 13,2% siswa, alternatif jawaban B direspon oleh 16,0% siswa, kunci jawaban C direspon oleh 45,3% siswa dan alternatif jawaban D direspon oleh 25,5% siswa. Kunci jawaban C yang memiliki daya beda sebesar 0,398 telah berfungsi dengan baik karena daya bedanya lebih tinggi daripada alternatif jawaban A = -0,227, B = 0,065, dan D = -0,390. Soal Tipe B Di antara pilihan berikut, benda manakah yang dapat digunakan untuk menunjukkan sifat penguraian cahaya? a. compact disc (CD) * b. sendok c. cermin kecil d. kacamata Soal nomor 10B memiliki tingkat kesukaran 0,734 yang termasuk kategori soal mudah, sedangkan daya bedanya cukup tinggi yaitu sebesar 0,454 sehingga soal ini masih dapat diterima dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 73,4 % siswa merespon kunci jawaban A; 8,3% siswa merespon alternatif jawaban B; 6,4% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 11,9% siswa merespon jawaban D. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu kunci jawaban A = 0,454, B=-0,485, C = -605, dan D = 0,005 maka dapat dilihat bahwa kunci jawaban A telah berfungsi dengan baik. Selain itu, semua alternatif jawaban juga telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik.

11. Soal Tipe A

Gambar A.5 menunjukkan sebuah benda yang berada di depan sebuah cermin cekung. Apabila benda digeser ke posisi A, maka bayangan yang terjadi akan memiliki sifat

(Gambar A.5) a. nyata, terbalik, diperbesar * b. nyata, terbalik, diperkecil c. maya, tegak, diperbesar d. maya, tegak, diperkecil Soal nomor 11A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,387 dan daya beda cukup tinggi yaitu 0,432 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 38,7% siswa merespon kunci jawaban A; 27,4% siswa merespon alternatif jawaban B; 17,0% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 17,0% siswa merespon alternatif jawaban D. Kunci jawaban A sudah berfungsi dengan baik karena memiliki daya beda positif sebesar 0,432; lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban B = -0,079; C=-0,282; D=-0,269. Dengan demikian, semua alternatif jawaban juga telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Soal Tipe B Sebuah benda berada di depan sebuah cermin cekung seperti ditunjukkan pada gambar (B.5). Apabila benda digeser menuju titik A, bayangan yang terjadi akan bersifat

(Gambar B.5) a. nyata, terbalik, diperbesar b. nyata, tegak, diperkecil c. maya, tegak, diperbesar * d. maya, tegak, diperkecil Soal nomor 11B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,422. Daya beda soal ini cukup tinggi yaitu 0,434. Dengan demikian, soal dapat diterima. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 30,3% siswa merespon alternatif jawaban A; 18,3% siswa merespon alternatif jawaban B; 42,2% siswa merespon kunci jawaban C; dan 9,2% siswa merespon alternatif jawaban D. Daya beda alternatif jawaban A = -0,317; B=-0,224; dan D = 0,002; lebih kecil kecil daripada daya beda kunci jawaban C yang bernilai 0,434. Hal ini menunjukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik dan alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik.

12. Soal Tipe A

(Gambar A.6) Seorang mahasiswa sedang merancang sebuah senter, untuk itu diperlukan cermin cekung sebagai pemantul agar cahaya dari bola lampu

dapat menyorot jauh. Pada gambar (A.6) P adalah pusat kelengkungan cermin, V adalah sebuah titik pada cermin dan Q adalah sebuah titik di tengah-tengah antara P dan V. Penempatan bola lampu yang paling tepat agar cahaya lampu dapat menyorot jauh adalah a. antara R dan Q b. antara V dan Q c. di titik R d. di titik Q * Soal nomor 12A termasuk soal yang sulit dengan tingkat kesukaran sebesar 0,236. Selain itu, daya beda soal ini juga sangat rendah yaitu 0,075. Dengan demikian, soal ini belum dapat diterima sebagai soal yang baik. Meskipun demikian, distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 19,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 34,9% siswa merespon alternatif jawaban B; 21,7% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 23,6% siswa merespon alternatif jawaban D. Namun, ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban maka kunci jawaban D belum berfungsi dengan baik karena daya beda kunci jawaban D sebesar 0,075, lebih kecil daripada daya beda alternatif jawaban B yang bernilai 0,144. Setelah diperiksa ternyata terdapat kesalahan pada soal yang memungkinkan terjadinya kesalahan pada jawaban siswa. Soal Tipe B Seseorang sedang merancang sebuah senter, untuk itu diperlukan cermin cekung sebagai pemantul agar cahaya dari bola lampu dapat menyorot jauh. A adalah pusat kelengkungan cermin, V adalah sebuah titik pada cermin dan B adalah sebuah titik di tengah-tengah antara A dan V. Penempatan bola lampu yang paling tepat adalah

(Gambar B.6) a. di titik A b. di titik B * c. antara A dan B d. antara V dan B Soal nomor 12B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,367 dengan daya beda cukup tinggi yaitu sebesar 0,426 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban sudah merata yaitu 21,1% siswa merespon alternatif jawaban A; 36,7% siswa merespon kunci jawaban B; 16,5% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 25,7% siswa merespon alternatif jawaban D. Daya beda alternatif jawaban A sebesar -0,285, kunci jawaban B sebesar 0,426, alternatif jawaban C -0,174, dan alternatif jawaban D -0,109. Tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih besar daripada daya beda kunci jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik dan alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik.

13. Soal Tipe A Sebuah benda berada pada jarak 12 cm di depan sebuah cermin cekung yang mempunyai jari-jari kelengkungan 8 cm. Bayangan benda tersebut terjadi pada jarak di depan cermin cekung. a. 6 cm * b. 4 cm c. 24 cm

d. 8 cm Soal nomor 13A memiliki kesukaran yang sulit yaitu 0,104 dengan daya beda yang cukup tinggi yaitu 0,469. Dengan demikian, soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban sudah merata dimana 10,4% siswa merespon kunci jawaban A; 40,6% siswa merespon alternatif jawaban B; 38,7% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 10,4% siswa merespon alternatif jawaban D. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A=0,469; B=-0,142; C=-0,144; dan D=0,141; maka dapat dilihat bahwa tidak ada daya beda alternatif jawaban tidak ada yang lebih besar dari daya beda kunci jawaban A. Hal ini berarti kunci jawaban telah berfungsi dengan baik dan alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Soal Tipe B Seekor semut berada 6 cm di depan sebuah cermin cekung. Cermin tersebut menghasilkan bayangan semut pada jarak 18 cm di depan cermin cekung . Berapakah jari-jari kelengkungan cermin itu? a. 4,5 cm b. 9 cm * c. 24 cm d. 18 cm Soal nomor 13B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,358 dengan daya beda yang rendah yaitu sebesar 0,106. Dengan demikian, soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 37,6% siswa merespon alternatif jawaban A; 35,8% siswa merespon kunci jawaban B; 21,1% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 5,5% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban A memiliki daya beda 0,213; kunci jawaban B memiliki daya beda 0,106; alternatif jawaban C memiliki daya beda 0,321; dan alternatif jawaban D memiliki daya beda -0,247. Kunci jawaban B belum berfungsi dengan baik karena daya bedanya lebih kecil daripada daya beda alternatif jawaban A. Karena tidak terdapat kesalahan

pada kunci jawaban, maka hal ini dapat terjadi karena siswa kurang memahami soal serta kesalahan penguasaan konsep oleh siswa.

14. Soal Tipe A Sebuah lensa positif memiliki fokus seperti pada gambar (A.7). Apabila sebuah benda diletakkan di depan lensa positif maka agar diperoleh bayangan yang bersifat nyata, terbalik, diperbesar maka benda dapat diletakkan di titik

( Gambar A.7 ) a. A b. B * c. C d. D Soal nomor 14A memiliki tingkat kesukaran yang sedang yaitu 0,321. Daya beda soal ini sebesar 0,190 termasuk dalam kategori daya beda jelek. Meskipun demikian, soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban, alternatif jawaban A direspon oleh 36,8% siswa, kunci jawaban B direspon oleh 32,1% siswa, alternatif jawaban C direspon oleh 12,3% siswa, dan alternatif jawaban D direspon oleh 18,9% siswa, menunjukkan bahwa semua alternatif jawaban telah berfungsi. Kunci jawaban B memiliki daya beda sebesar 0,190; lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban A (-0,173), C(0,118), dan D (0,078) sehingga dapat dikatakan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik dan alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik.

Soal Tipe B Sebuah lensa positif memiliki fokus seperti pada gambar (B.7). Apabila sebuah benda diletakkan di depan lensa positif maka agar diperoleh bayangan yang bersifat maya, tegak, diperbesar maka benda dapat diletakkan di titik

( Gambar B.7 ) a. A b. B c. C d. D * Soal nomor 14B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,587. Selain itu daya bedanya juga cukup tinggi yaitu sebesar 0,633. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa yang cukup merata dimana 11,0% siswa merespon alternatif jawaban A; 22,0% siswa merespon alternatif jawaban B; 8,3% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 58,7% siswa merespon kunci jawaban D, maka semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Daya beda kunci jawaban D sebesar 0,633, lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban A (0,431), B (-0,468), dan C (-0,176). Hal ini menujukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

15. Soal Tipe A

Tiga orang siswa melakukan percobaan tentang pembiasan pada lensa cembung dan mendapatkan data mengenai jarak benda, jarak bayangan, dan perbesaran bayangan ditulis pada tabel (A.2) berikut: Tabel A.2 Data Hasil Percobaan Lensa Cembung Jarak benda (s) 20 cm 24 cm 30 cm Jarak bayangan (s) 30 cm 24 cm 20 cm Fokus lensa cembung ( f ) 12 cm 12 cm 12 cm

Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh hubungan antara jarak benda, jarak bayangan dan panjang fokus lensa cembung dalam bentuk persamaan yaitu a. b. c. d. Soal nomor 15A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,642. Daya beda soal ini juga cukup tinggi yaitu 0,575. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik dimana 7,5% siswa merespon alternatif jawaban A; 19,8% siswa merespon alternatif jawaban B; 64,2% siswa merespon kunci jawaban C; dan 8,5% siswa merespon alternatif jawaban D. Kunci jawaban C telah berfungsi dengan baik karena tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih besar dari daya beda kuncu jawaban. Kunci jawaban C memiliki daya beda 0,575, sedangkan daya beda alternatif jawaban A yaitu -0,506, alternatif B yaitu -0,285, dan alternatif jawaban D yaitu 0,409. Soal Tipe B *

Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s), dan panjang fokus lensa cembung (f) dapat ditulis dalam bentuk persamaan yaitu .

Apabila diketahui panjang fokus lensa cembung besarnya setengah dari panjang jari-jari kelengkungan lensa cembung (R), maka hubungan antara R, s, dan s dapat ditulis dalam bentuk persamaan yaitu a.
b. *

c. d. Soal nomor 15B memiliki tingkat kesukaran 0,440 yang termasuk kategori sedang, sedangkan daya bedanya sebesar 0,541 yang termasuk kategori baik. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Ditinjau dari distribusi jawaban dimana alternatif jawaban A direspon oleh 25,7% siswa, alternatif jawaban B direspon oleh 44,0% siswa, alternatif jawaban C direspon oleh 25,7% siswa, dan alternatif jawaban D direspon oleh 4,6% siswa, maka semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik kecuali alternatif jawaban D yang perlu direvisi karena hanya dipilih oleh 4,6% siswa. Kunci jawaban B telah berfungsi dengan baik karena daya bedanya lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban. Kunci jawaban B memiliki daya beda sebesar 0,541, sedangkan daya beda alternatif jawaban A sebesar -0,044, alternatif jawaban C sebesar -0,498, dan alternatif jawaban D sebesar 0,405.

16. Soal Tipe A Di laboratorium disediakan 3 buah alat seperti gambar (A.8) :

( Gambar A.8 ) Jika Anda ditugaskan untuk melakukan percobaan tentang pembentukan bayangan pada lensa cembung menggunakan alat alat tersebut, bagaimana gambar rancangan susunan alat alatnya? a. c.

b.

d.

Soal nomor 16A termasuk kategori soal mudah karena memiliki tingkat kesukaran 0,802. Daya beda soal ini cukup baik yaitu sebesar 0,391. Dengan demikian, soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban, alternatif jawaban A direspon oleh 10,4% siswa, kunci jawaban B direspon oleh 80,2% siswa, alternatif jawaban C direspon oleh 1,9% siswa, dan alternatif jawaban D direspon oleh 7,5% siswa. Hampir semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik kecuali alternatif jawaban C karena direspon oleh kurang dari 5% siswa sehingga perlu direvisi. Daya beda kunci jawaban B bernilai positif sebesar 0,391, lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban A (-0,078), C (-0,426), dan D (-0,529). Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Di laboratorium disediakan 3 buah alat seperti gambar (B.8) berikut:

( Gambar B.8 ) Jika Anda ditugaskan untuk melakukan percobaan tentang pembentukan bayangan pada lensa cembung menggunakan alat alat tersebut, bagaimana gambar rancangan susunan alat alatnya? a. c.

b.

d.

Soal nomor 16B termasuk soal mudah karena memiliki tingkat kesukaran 0,807, sedangkan daya bedanya cukup tinggi yaitu sebesar 0,470 sehingga soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa terdapat 0,9% siswa merespon alternatif jawaban A; 80,7% siswa merespon kunci jawaban B; 17,4% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 0,9% siswa merespon jawaban D, terlihat bahwa alternatif jawaban A dan D direspon oleh kurang dari 5% siswa sehingga alternatif jawaban ini belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik dan perlu direvisi. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban dimana daya beda alternatif jawaban A sebesar 0,149, kunci jawaban B sebesar 0,470, alternatif jawaban C sebesar -0,489, dan alternatif jawaban D sebesar -0,273, dapat dilihat bahwa kunci jawaban B telah berfungsi dengan baik karena tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih besar daripada daya beda kunci jawaban B.

17. Soal Tipe A Si Fulan mulai kesulitan untuk melihat tulisan di papan tulis ketika dia sedang duduk di bagian belakang ruang kelasnya. Kesulitan melihat yang dialami si Fulan disebabkan oleh

a. bayangan tulisan yang dilihat difokuskan di belakang retina b. bayangan tulisan yang dilihat difokuskan tepat di retina c. bayangan tulisan yang dilihat difokuskan di samping retina d. bayangan tulisan yang dilihat difokuskan di depan retina * Soal nomor 17A memiliki tingkat kesukaran 0,349 yang berada dalam kategori sedang. Daya bedanya cukup tinggi yaitu 0,464. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Namun, distribusi jawaban siswa masih belum merata dimana 60,4% siswa merespon alternatif jawaban A; 4,7% siswa merespon alternatif jawaban B; 0% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 34,9% siswa merespon kunci jawaban D. Alternatif jawaban B belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena dipilih oleh kurang dari 5% siswa, demikian pula dengan alternatif jawaban C yang sama sekali tidak dipilih oleh siswa. Hal ini dapat terjadi karena siswa mengganggap alternatif jawaban sama sekali tidak sesuai dengan konsep yang mereka pahami. Meskipun demikian, kunci jawaban D telah berfungsi dengan baik karena daya bedanya yang bernilai 0,464, lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban A (-0,425), B (-0,080) dan D (-9,000). Soal Tipe B Seorang nenek tidak dapat membaca koran pada jarak baca normal. Beliau dapat membaca dengan baik jika koran berada pada jarak yang lebih jauh dari jarak baca normal. Hal ini terjadi karena a. bayangan tulisan koran yang dilihat nenek difokuskan di depan retina b. bayangan tulisan koran yang dilihat nenek difokuskan tepat di retina c. bayangan tulisan koran yang diliat nenek difokuskan di belakang retina * d. bayangan tulisan koran yang dilihat nenek difokuskan di samping retina Soal nomor 17B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,697. Namun, daya bedanya sangat rendah yaitu -0,020 yang menunjukkan bahwa siswa yang pandai cenderung menjawab salah soal

ini sedangkan siswa yang kurang pandai malah cenderung menjawab benar. Dengan demikian, soal ini termasuk kategori ditolak. Distribusi jawaban siswa juga belum merata dimana 26,6% siswa merespon alternatif jawaban A; 2,8% siswa merespon alternatif jawaban B; 69,7% siswa merespon kunci jawaban C; dan 0,9% siswa merespon alternatif jawaban D. Hal ini menunjukkan alternatif jawaban B dan D belum berfungsi sebagai pengecoh yang baik karena dipilih oleh kurang dari 5% siswa. Selain itu jika ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban, daya beda alternatif jawaban D (0,360) jauh lebih besar daripada daya beda kunci jawaban C (-0,020) sehingga dapat dikatakan kunci jawaban C belum berfungsi dengan baik. Setelah diperiksa kembali ternyata tidak terdapat kesalahan pada kunci jawaban, maka kemungkinan kurang berfungsinya kunci jawaban terjadi karena kesalahan penguasaan konsep siswa atau dapat juga terjadi karena siswa kurang teliti dalam menjawab soal.

18. Soal Tipe A Seorang siswa duduk di bangku belakang ruang kelas sedang mencatat di buku catatannya. Ia melihat tulisan di buku tulis yang ada di bawahnya kemudian melihat ke papan tulis untuk melihat tulisan selanjutnya. Bentuk lensa matanya berubah seperti ditunjukkan pada gambar (A.9) :

( Gambar A.9 ) Mengapa bentuk lensa mata siswa tersebut dapat berubah? a. karena mata siswa tersebut menderita rabun jauh b. karena mata siswa tersebut menderita rabun dekat c. karena mata siswa tersebut menjadi berakomodasi d. karena mata siswa tersebut menjadi lebih rileks *

Soal nomor 18A termasuk soal yang sangat sulit karena memiliki tingkat kesukaran 0,028. Selain itu daya bedanya juga sangat rendah yaitu -0,226 sehingga soal ini tidak dapat diterima sebagai soal yang baik. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, terdapat 22,6% siswa merespon alternatif jawaban A; 13,2% siswa merespon alternatif jawaban B; 61,3% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 2,8% siswa merespon kunci jawaban D. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban A = -0,104, B = -0,042, C = 0,144, dan kunci jawaban D = -0,226, terlihat bahwa kunci jawaban D belum berfungsi dengan baik karena daya bedanya jauh lebih kecil daripada daya beda alternatif jawaban C. Hal ini dapat terjadi karena siswa kurang memahami maksud alternatif jawaban. Soal Tipe B Seorang siswa yang sedang duduk di bangku belakang ruang kelas melihat kata-kata pada papan tulis. Ia kemudian melihat buku yang ada di bawahnya dan memeriksa kata-kata yang telah disalin dalam buku latihannya. Bentuk lensa matanya berubah seperti ditunjukkan pada gambar (B.9)

( Gambar B.9) Mengapa bentuk lensa mata siswa tersebut dapat berubah? a. karena mata siswa tersebut menderita rabun jauh b. karena mata siswa tersebut menderita rabun dekat c. karena mata siswa tersebut menjadi lebih rileks d. karena mata siswa tersebut menjadi berakomodasi * Soal nomor 18B termasuk soal yang sangat mudah karena memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,807 dengan daya beda yang cukup tinggi yaitu sebesar 0,556. Dengan demikian, soal ini dapat tetap diterima

dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa masih belum merata dimana 12,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 5,5% siswa merespon alternatif jawaban B; 0,9% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 80,7% siswa merespon kunci jawaban D. Alternatif jawaban C dipilih oleh kurang dari 5% siswa sehingga perlu dilakukan revisi sedangkan alternatif jawaban A dan B telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari besarnya daya beda tiap alternatif jawaban, kunci jawaban D telah berfungsi dengan baik karena daya bedanya sebesar 0,556, lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban A (-0,563), B (0,341), dan C (0,149).

19. Soal Tipe A Seorang penderita rabun jauh atau miopi dapat ditolong menggunakan lensa. Gambar berikut yang paling tepat untuk menggambarkan jalannya sinar yang masuk ke mata setelah mata miopi ditolong oleh lensa yaitu a. c.

b.

d.

Soal nomor 19A termasuk soal yang sulit karena memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,274. Daya beda soal ini juga sangat rendah yaitu 0,089 yang berarti siswa kelas atas cenderung menjawab salah sedangkan siswa kelas bawah cenderung menjawab benar soal ini. Meskipun demikian, distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 11.3% siswa

merespon alternatif jawaban A; 44,3% siswa merespon alternatif jawaban B; 17,0% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 27,4% siswa merespon kunci jawaban D. Namun, ditinjau dari daya beda, ternyata kunci jawaban D belum berfungsi dengan baik karena daya bedanya bernilai negatif yaitu -0,089 dan lebih kecil daripada daya beda alternatif jawaban B dan C yang justru bernilai positif yaitu sebesar 0,287 dan 0,056. Soal Tipe B Seorang penderita rabun dekat atau hipermetropi dapat ditolong menggunakan lensa. Gambar berikut hipermetropi ditolong oleh lensa yaitu a. c. yang paling tepat untuk

menggambarkan jalannya sinar yang masuk ke mata setelah mata

b.

d.

Soal nomor 19B termasuk soal yang sulit dengan tingkat kesukaran sebesar 0,266. Daya beda soal ini cukup baik yaitu sebesar 0,222 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana alternatif jawaban A direspon oleh 30,3% siswa, kunci jawaban B direspon oleh 26,6% siswa, alternatif jawaban C direspon oleh 18,3% siswa, dan alternatif jawaban D direspon oleh 24,8% siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Alternatif jawaban A memiliki daya beda 0,214,

kunci jawaban B memiliki daya beda 0,222, alternatif jawaban C memiliki daya beda -0,361, dan alternatif jawaban D memiliki daya beda -0,164. Tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih kecil daripada daya beda kunci jawaban sehingga dapat dikatakan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Namun, alternatif jawaban A lebih baik direvisi karena daya bedanya juga bernilai positif dan tidak berbeda jauh dari daya beda kunci jawaban.

20. Soal Tipe A Seorang penderita cacat mata rabun dekat tidak dapat membaca pada jarak baca normal. Beberapa cara yang dapat dilakukan agar orang tersebut dapat membaca pada jarak baca normal dengan jelas adalah sebagai berikut, kecuali a. memakai kacamata berlensa positif b. memakai kacamata berlensa cembung c. memakai kacamata berlensa cekung * d. menjauhkan mata dari tulisan yang sedang dibaca Soal nomor 20A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,434 dengan nilai daya beda yang cukup tinggi yaitu 0,559 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban cukup merata yaitu 5,7% siswa merespon alternatif jawaban A; 27,4% siswa merespon alternatif jawaban B; 43,4% siswa merespon kunci jawaban C; dan 23,6% siswa merespon alternatif jawaban D. Semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari besarnya daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = -0,373, B = -0,276, dan D = 0,278, tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih besar daripada daya beda kunci jawaban yang besarnya 0,559. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Seorang penderita cacat mata rabun jauh tidak dapat melihat dengan jelas benda benda yang letaknya jauh tak hingga. Beberapa cara yang dapat

dilakukan untuk mengatasi cacat mata tersebut adalah sebagai berikut, kecuali a. mendekatkan mata dengan benda yang dilihat b. menggunakan teropong c. memakai kacamata berlensa cembung d. memakai kacamata berlensa cekung * Soal nomor 20B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,587, tetapi daya bedanya rendah yaitu sebesar 0,144, sehingga soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Apabila ditinjau dari distribusi jawaban siswa, terdapat 6,4% siswa merespon alternatif jawaban A; 5,5% siswa merspon alternatif jawaban B; 29,4% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 58,7% siswa merespon kunci jawaban D; maka dapat dikatakan bahwa semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda alternatif jawaban A = 0,039, B = -0,317, C = -0,074 dan kunci jawaban D = 0,144, kunci jawaban D telah berfungsi dengan baik karena tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih besar daripada daya beda kunci jawaban.

21. Soal Tipe A Ketika melihat tulisan di papan tulis, seorang anak merasa tulisan tersebut buram. Setelah diperiksa ternyata mata anak tersebut mengalami rabun jauh dan disarankan untuk memakai kacamata. Jenis lensa apa yang tepat bagi kacamata anak tersebut? a. lensa cekung, agar cahaya yang masuk ke mata dapat menyebar kemudian difokuskan di retina * b. lensa cekung, agar cahaya yang masuk ke mata dapat mengumpul kemudian difokuskan di retina c. lensa cembung, agar cahaya yang masuk ke mata dapat menyebar kemudian difokuskan di retina d. lensa cembung, agar cahaya yang masuk ke mata dapat mengumpul kemudian difokuskan di retina

Soal nomor 21A memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,160 yang termasuk kategori soal sulit. Daya beda soal ini juga cukup rendah yaitu sebesar 0,065. Dengan demikian, soal ini dapat diterima dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 16,0% siswa merespon kunci jawaban A; 33,0% siswa merespon alternatif jawaban B; 15,1% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 35,8% siswa merespon alternatif jawaban D. Hampir semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu kunci jawaban A = 0,065, alternatif jawaban B = -0,053, alternatif jawaban C = 0,046, dan alternatif jawaban D = -0,020, maka kunci jawaban A telah berfungsi dengan baik karena tiak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih besar daripada daya beda kunci jawaban. Namun, alternatif jawaban C lebih baik direvisi karena daya bedanya juga bernilai positif dan besarnya hampir mendekati daya beda kunci jawaban. Soal Tipe B Ketika membaca koran, kakek Fulan tidak dapat melihat tulisan dengan jelas. Ternyata kakek Fulan menderita rabun dekat dan harus memakai kacamata. Jenis lensa apa yang tepat bagi kacamata kakek Fulan? a. lensa cekung, karena lensa cekung bersifat menyebarkan sinar b. lensa cekung, karena lensa cekung bersifat mengumpulkan sinar c. lensa cembung, karena lensa cembung bersifat menyebarkan sinar d. lensa cembung, karena lensa cembung bersifat mengumpulkan sinar * Soal nomor 21B termasuk soal sulit karena memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,284. Daya beda soal ini juga termasuk rendah yaitu sebesar 0,045 sehingga agar soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik maka harus direvisi. Distribusi jawaban pada soal ini cukup merata yaitu 16,5% siswa merespon alternatif jawaban A; 42,2% siswa merespon alternatif jawaban B; 12,8% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 28,4% siswa merespon kunci jawaban D. Berdasarkan distribusi jawaban siswa, semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik.

Daya beda yang dimiliki alternatif jawaban A sebesar -0,090, alternatif jawaban B sebesar -0,047, alternatif jawaban C sebesar 0,122, dan kunci jawaban D sebesar 0,045. Daya beda alternatif jawaban C lebih besar daripada daya beda kunci jawaban D berarti kunci jawaban D belum berfungsi dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan penguasaan konsep oleh siswa serta kekurangtelitian siswa dalam memahami soal.

22. Soal Tipe A Proses jalannya cahaya yang masuk ke mata hingga mata kita mampu melihat dapat dituliskan dalam bentuk skema yaitu a. cahaya saraf mata kornea lensa retina otak b. cahaya kornea lensa retina saraf mata otak * c. cahaya saraf mata lensa kornea retina otak d. cahaya kornea lensa saraf mata retina otak Soal nomor 22A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,481 dengan daya beda yang cukup tinggi sebesar 0,475. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban cukup merata yaitu 11.3% siswa merespon alternatif jawaban A; 48,1% siswa merespon kunci jawaban B; 7,5% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 33,0% siswa merespon alternatif jawaban D, hal ini berarti semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari besarnya daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = -0,185, C = 0,321, dan D = -0,298, tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih besar daripada daya beda kunci jawaban yang besarnya 0,475. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Urutan mulai dari cahaya masuk hingga sampai ke otak pada proses mata melihat dapat ditunjukkan melalui skema yaitu a. cahaya lensa kornea retina saraf mata otak b. cahaya saraf mata kornea lensa retina otak

c. cahaya kornea lensa saraf mata retina otak d. cahaya kornea lensa retina saraf mata otak * Soal nomor 22B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,349 sedangkan daya bedanya rendah yaitu sebesar 0,090 sehingga soal ini tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, terdapat 45,9% siswa merespon alternatif jawaban A; 5,5% siswa merespon alternatif jawaban B; 13,8% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 34,9 % siswa merespon kunci jawaban D, maka semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = 0,057, B = 0,130, C = -0,188, semuanya lebih kecil daripada daya beda kunci jawaban D yang bernilai 0,090 sehingga kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

23. Soal Tipe A Perhatikan pernyataan di berikut : 1. Untuk melihat benda yang dekat, mata berakomodasi maksimum 2. Pada saat melihat benda yang dekat, lensa mata mencembung 3. Untuk melihat benda yang jauh, mata tidak berakomodasi 4. Pada saat melihat benda yang jauh, lensa mata mencembung Pernyataan yang salah ditunjukkan oleh nomor a. 1, karena saat melihat benda yang dekat, mata tak berakomodasi b. 2, karena saat melihat melihat benda yang dekat maka lensa mata memipih c. 3, karena saat melihat benda yang jauh maka mata berakomodasi maksimum d. 4, karena saat melihat benda yang jauh maka lensa mata memipih * Soal nomor 23A memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,189 sehingga termasuk soal yang sulit. Dilihat dari indeks biserial soal ini memiliki daya beda yang cukup tinggi yaitu sebesar 0,565. Dengan demikian, soal ini tetap dapat dapat dipertahankan sebagai soal yang baik dengan

melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa untuk soal ini cukup merata dimana terdapat 5,7% siswa merespon alternatif jawaban A; 37,7% siswa merespon alternatif jawaban B; 37,7% siswa merespon alternatif jawaban C; serta 27,4% siswa merespon kunci jawaban D. Hal ini menunjukkan bahwa semua kunci jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = 0,003, B = 0,236, dan C = -0,167, terlihat bahwa tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban D yang bernilai 0,565. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Perhatikan pernyataan berikut : 1. Saat melihat benda yang jauh, mata berakomodasi maksimum 2. Apabila intensitas cahaya lemah, maka pupil membesar 3. Pada saat melihat benda yang jauh, lensa mata memipih 4. Pada saat melihat benda yang dekat, mata berakomodasi maksimum Pernyataan yang salah ditunjukkan oleh nomor a. 1, karena saat melihat benda yang jauh, mata tak berakomodasi * b. 2, karena apabila intensitas cahaya lemah, maka pupil akan menyempit c. 3, karena saat melihat benda yang jauh, lensa mata mencembung d. 4, karena saat melihat benda yang dekat, mata tak berakomodasi Soal nomor 23B memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,183 sehingga termasuk soal yang sulit. Berdasarkan indeks biserial, soal ini memiliki daya beda yang rendah yaitu 0,052. Dengan demikian, soal ini dapat diterima dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 18,3% siswa merespon kunci jawaban A; 17,4% siswa merespon alternatif jawaban B; 29,4% siswa merespon alternatif jawaban C; serta 34,9% siswa merespon alternatif jawaban D. Hal ini menunjukkan bahwa semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari indeks biserial dimana A = 0,052; B =

-0,093; C = 0,221; dan D = -0,179, ternyata daya beda alternatif jawaban C lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban A, berarti kunci jawaban A belum berfungsi dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena siswa kurang memahami pertanyaan dan pilihan jawaban.

24. Soal Tipe A Salah satu perbedaan antara cara kerja mata normal dengan kamera sederhana ditunjukkan oleh karakteristik mata normal yaitu a. banyak cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil yang dapat membesar dan mengecil b. bayangan pada mata dibentuk pada retina yang peka cahaya c. bayangan yang dibentuk pada mata bersifat maya, tegak, diperkecil d. lensa mata dapat mencembung dan memipih secara otomatis * Soal nomor 24A memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,274 sehingga termasuk soal yang sulit. Daya bedanya cukup tinggi yaitu sebesar 0,495. Dengan demikian, soal tetap dapat diterima dengan melakukan revisi. Ditinjau dari distribusi jawaban siswa, terdapat 56,6% siswa merespon alternatif jawaban A; 8,5% siswa merespon alternatif jawaban B; 7,5% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 27,4% siswa merespon kunci jawaban D. Semua alternatif jawaban dipilih oleh lebih dari 5% siswa sehingga telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban dimana A = -0,344, B = -0,113, dan C = 0,112, semua daya beda alternatif jawaban lebih rendah daripada daya beda kunci jawaban yang bernilai 0,495. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Salah satu perbedaan antara prinsip kerja kamera dengan mata normal ditunjukkan oleh karakteristik kamera yaitu a. banyak cahaya yang masuk ke kamera diatur oleh diafragma yang berfungsi seperti pupil mata b. lensa kamera dapat diubah kedudukannya sesuai jarak benda *

c. bayangan pada kamera dibentuk pada plat film yang peka terhadap cahaya d. pada kamera terjadi sebuah bayangan yang bersifat terbalik dan diperkecil Soal nomor 24B memiliki tingkat kesukaran tinggi yaitu sebesar 0,275 dengan daya beda yang cukup baik yaitu 0,238 sehingga untuk dapat diterima sebagai soal yang baik maka soal ini perlu direvisi. Distribusi jawaban siswa telah merata dimana 49,5% siswa merespon alternatif jawaban A; 27,5% siswa merespon kunci jawaban B; 8,3% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 14,7% siswa merespon alternatif jawaban D. Semua alternatif jawaban direspon oleh siswa sehingga alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Daya beda alternatif jawaban A sebesar -0,031, alternatif jawaban C sebesar 0,125, alternatif jawaban D sebesar -0,209, sedangkan kunci jawaban B memiliki daya beda sebesar 0,238. Tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban berarti kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

25. Soal Tipe A Sebuah kamera digunakan di tempat yang terang kemudian digunakan di tempat yang lebih gelap. Agar kamera mampu menghasilkan gambar yang jelas maka yang harus dilakukan oleh pengguna kamera tersebut adalah a. menambah jumlah lensa b. mengubah diafragma * c. mengubah kedudukan lensa d. mengganti lensa Soal nomor 25A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,396, sedangkan daya bedanya cukup baik yaitu 0,272 sehingga soal ini dapat diterima. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 19,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 39,6% siswa merespon kunci jawaban B;

29,2% siswa merespon alternatif jawaban C; serta 11,3% siswa merespon alternatif jawaban D. Dengan demikian, semua alternatif jawaban telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Kunci jawaban B memiliki daya beda sebesar 0,272 sedangkan alternatif jawaban A memiliki daya beda sebesar -0,332, alternatif jawaban C sebesar -0,095 dan alternatif jawaban D sebesar 0,107. Tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih besar daripada daya beda kunci jawaban B yang berarti kunci jawaban B telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Sebuah kamera baru saja digunakan untuk memotret benda yang letaknya jauh. Jika kemudian kamera digunakan untuk memotret benda yang letaknya dekat, agar pengguna kamera tersebut memperoleh gambar yang bagus maka yang harus dilakukan adalah a. menambah jumlah lensa b. mengubah diafragma c. mengubah kedudukan lensa * d. mengurangi jumlah lensa Soal nomor 25B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu sebesar 0,569, sedangkan daya bedanya cukup tinggi yaitu 0,615. Dengan demikian, soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Namun, distribusi jawaban siswa belum merata dimana 2,8% siswa merespon alternatif jawaban A; 22,9% siswa merespon alternatif jawaban B; 56,9% siswa merespon kunci jawaban C; dan 17,4% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban A perlu direvisi karena direspon oleh kurang dari 5% siswa, sedangkan alternatif jawaban lain tidak perlu direvisi karena sudah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban dimana A = 0,010; B = -0,376; serta D = -0,499; tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban yang nilainya 0,615. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

26. Soal Tipe A Mengapa kamera termasuk salah satu alat optik? Karena kamera a. dapat menangkap bayangan benda b. menggunakan peristiwa dispersi c. menggunakan peristiwa refleksi d. menggunakan peristiwa refraksi * Soal nomor 26A termasuk soal yang sulit karena memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,038. Daya bedanya juga sangat rendah yaitu 0,043. Dengan demikian, soal ini belum dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban siswa belum merata karena 83,0% siswa merespon alternatif jawaban A, sedangkan alternatif jawaban B direspon oleh 4,7% siswa, alternatif jawaban C direspon oleh 8,5% siswa serta kunci jawaban jawaban D direspon oleh 3,8% siswa. Daya beda kunci jawaban D = 0,043, sedangkan daya beda alternatif jawaban A sebesar 0,035, alternatif jawaban B = 0,047, alternatif jawaban C = -0,113. Daya beda kunci jawaban D lebih rendah daripada daya beda alternatif jawaban B berarti kunci jawaban belum berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Jenis lensa apa yang digunakan pada kamera sederhana? a. b. c. d.

lensa bikonkaf

lensa bikonveks *

lensa plan konkaf

lensa konkafkonveks

Soal nomor 26B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,560 dan daya cukup tinggi yaitu 0,385 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Distribusi jawaban siswa sudah merata dimana 18,3% siswa merespon alternatif jawaban A; 56,0% siswa merespon kunci jawaban B; 14,7% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 11,0% siswa merespon alternatif jawaban D. Semua alternatif jawaban sudah berfungsi sebagai

pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda alternatif jawaban, dimana A = -0,400, C = -0,277, dan D = 0,096, tidak ada daya beda alternatif jawaban yang lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban yang bernilai 0,385. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

27. Soal Tipe A Lensa yang digunakan pada kamera tidak dapat mencembung dan memipih secara otomatis. Bagaimana cara kita mengatur fokus lensa kamera agar bayangan benda dapat dilihat dengan jelas? a. lensa kamera dibuat fleksibel sehingga dapat diatur kedudukannya * b. lensa kamera dibuat otomatis membesar dan mengecil c. lensa kamera dibuat ganda d. menambah dan mengurangi jumlah lensa sesuai jarak benda yang akan dipotret Soal nomor 27A memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,311 dan daya beda rendah yaitu 0,187 sehingga untuk dapat diterima sebagai soal yang baik maka perlu dilakukan revisi. Distribusi jawaban siswa cukup merata dimana 31,1% siswa merespon kunci jawaban A; 12,3% siswa merespon alternatif jawaban B; 7,5% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 49,1% siswa merespon alternatif jawaban D. Semua alternatif jawaban mendapat respon sehingga sudah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Daya beda kunci jawaban bernilai positif yaitu 0,187 sedangkan daya beda alternatif jawaban B = -0,263, B = -0,020, dan D = -0,025. Daya beda kunci jawaban lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban berarti kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Lensa pada kamera tidak memiliki daya akomodasi seperti mata manusia. Oleh karena itu, gambar yang terlihat pada kamera terkadang kabur dan tidak fokus. Apa yang harus dilakukan agar lensa kamera dapat tetap memfokuskan bayangan meskipun tidak memiliki daya akomodasi?

a. mengubah ukuran besar kecilnya lensa sesuai jarak benda b. menambah jumlah lensa c. menggeser posisi lensa sesuai jarak benda * d. mengurangi jumlah lensa Soal nomor 27B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,450 dan daya bedanya tinggi 0,668 sehingga soal ini dapat diterima sebagai soal yang baik. Namun, distribusi jawaban siswa belum merata dimana 45,9% siswa merespon alternatif jawaban A; 9,2% siswa merespon aternatif jawaban B; 45,0% siswa merespon kunci jawaban C; dan 0% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban D perlu direvisi karena tidak direspon oleh siswa sedangkan alternatif jawaban A dan B telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = -0,647, B = -0,046, dan D = -9,000, semua alternatif jawaban memiliki daya beda yang lebih rendah daripada daya beda kunci jawaban C yang bernilai 0,668. Hal ini menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

28. Soal Tipe A Mata dan kamera memiliki prinsip kerja yang identik. Pupil pada mata memiliki fungsi yang identik dengan bagian kamera yaitu a. penutup lensa b. film c. lensa kamera d. diafragma * Soal nomor 28A termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang yaitu 0,387 dan daya bedanya cukup tinggi yaitu 0,544 sehingga soal ini termasuk kategori diterima sebagai soal yang baik. Namun, distribusi jawaban siswa belum merata dimana 5,7% siswa merespon alternatif jawaban A; 1,9% siswa merespon alternatif jawaban B; 53,8% siswa merespon alternatif jawaban C; serta 38,7% siswa merespon kunci jawaban D. Alternatif jawaban B perlu direvisi karena direspon oleh

kurang dari 5% siswa, sedangkan alternatif jawaban A dan C telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Ditinjau dari daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = -0,431, B = 0,217, dan C = -0,426, tidak ada alternatif jawaban yang daya bedanya lebih tinggi daripada daya beda kunci jawaban D yang bernilai 0,544. Hal ini berarti kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Prinsip kerja mata identik dengan prinsip kerja kamera. Bagian mata yang memiliki fungsi yang identik dengan film pada kamera yaitu : a. iris b. kornea c. pupil d. retina * Soal nomor 28B termasuk soal dengan tingkat kesukaran sedang yaitu 0,477. Daya beda soal ini termasuk tinggi yaitu 0,508. Dengan demikian, soal ini masuk kategori diterima sebagai soal yang baik. Namun, distribusi jawaban siswa belum merata karena 0% siswa merespon alternatif jawaban A; 10,1% siswa merespon alternatif jawaban B; 42,2% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 47,7% siswa merespon kunci jawaban D. Tidak adanya respon untuk alternatif jawaban A dapat terjadi karena menurut siswa alternatif jawaban tersebut dianggap sangat tidak sesuai dengan konsep. Oleh karena itu, alternatif jawaban A perlu direvisi sedangkan alternatif jawaban B dan C telah berfungsi sebagai pengecoh yang baik. Kunci jawaban D telah berfungsi dengan baik karena daya bedanya yang bernilai 0,508 lebih tinggi daripada daya beda alternatif jawaban A (-9,000), B (-0,480), dan C (-0,300).

29. Soal Tipe A Perhatikan gambar (A.10) berikut!

kacamata

lensa kontak ( Gambar A.10 )

lup

lensa cekung

Jika seseorang ingin mengamati simbol berukuran kecil yang terdapat pada sebuah peta, alat optik manakah yang harus dipilih oleh orang itu agar simbol yang ingin dilihatnya dapat terlihat lebih besar? a. kacamata, karena kacamata menghasilkan bayangan bersifat maya, tegak, diperbesar b. lensa kontak, karena lensa kontak menghasilkan bayangan bersifat maya, tegak, diperbesar c. lup, karena lup menghasilkan bayangan bersifat maya, tegak, diperbesar * d. lensa cekung, karena lensa cekung menghasilkan bayangan bersifat nyata, tegak, diperbesar Soal nomor 29A memiliki tingkat kesukaran 0,915 yang termasuk dalam kategori sangat mudah. Daya beda cukup tinggi ditinjau dari indeks biserial yaitu 0,325. Dengan demikian, soal ini tetap dapat dipertahankan dengan melakukan revisi. Distribusi jawaban siswa belum merata dimana 0,9% siswa merespon alternatif jawaban A; 0,9% siswa merespon alternatif jawaban B; 91,5% siswa merespon kunci jawaban C; dan 6,6% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban A dan B perlu direvisi karena direspon oleh kurang dari 5% siswa. Daya beda tiap alternatif jawaban yaitu A = -0,452; B = 0,457; D = -0,394 dan daya beda kunci jawaban C = -0,325. Kunci jawaban C belum berfungsi dengan baik karena daya bedanya lebih rendah daripada daya beda alternatif jawaban B. Hal ini kemungkinan terjadi karena siswa kurang memahami pertanyaan dan pilihan jawaban.

Soal Tipe B Perhatikan gambar (B.10) berikut!

lup

mikroskop ( Gambar B.10 )

kamera

teropong bintang

Di antara alat optik pada gambar (B.10), manakah yang dapat menghasilkan bayangan akhir yang bersifat maya, tegak, diperbesar? a. lup * b. mikroskop c. kamera d. teropong bintang Soal nomor 29B memiliki tingkat kesukaran sedang yaitu 0,468, tetapi daya bedanya sangat rendah yaitu 0,059 sehingga soal ini perlu direvisi. Distribusi jawaban cukup merata dimana 46,8% siswa merespon kunci jawaban A; 19,3% siswa merespon alternatif jawaban B; 6,4% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 27,5% siswa merespon alternatif jawaban D. Kunci jawaban A memiliki daya beda sebesar 0,059, alternatif jawaban B = 0,159, C = -0,169, dan D = -0,138. Terlihat bahwa daya beda kunci jawaban lebih rendah daripada daya beda alternatif jawaban B yang berarti kunci jawaban belum berfungsi dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan penguasaan konsep siswa.

30. Soal Tipe A Perhatikan beberapa pernyataan yang menujukkan eksperimen berikut! 1. Menggunakan cermin rias untuk memantulkan cahaya matahari ke selembar kertas

2. Menggunakan lup untuk memfokuskan cahaya matahari ke selembar kertas 3. Menggunakan prisma kaca untuk membiaskan cahaya matahari ke selembar kertas 4. Menggunakan cermin cembung untuk memantulkan cahaya matahari ke selembar kertas Dari beberapa eksperimen tersebut, eksperimen yang dapat menyebabkan kertas menjadi terbakar ditunjukkan oleh nomor a. 1 b. 2 * c. 3 d. 4 Soal nomor 30A termasuk soal yang mudah karena memiliki tingkat kesukaran 0,896. Daya beda soal ini cukup tinggi yaitu 0,352 sehingga agar dapat diterima sebagai soal yang baik maka perlu dilakukan revisi. Namun, distribusi jawaban siswa belum merata dimana 0,9% siswa merespon alternatif jawaban A; 89,6% siswa merespon kunci jawaban B; 3,8% siswa merespon alternatif jawaban C; dan 5,7% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban A dan C perlu direvisi karena direspon oleh kurang dari 5% siswa. Daya beda kunci jawaban B sebesar 0,352, lebih tinggi dibandingkan daya beda alternatif jawaban A (-0,193), C (-0,638), dan D (-0,055), menunjukkan bahwa kunci jawaban telah berfungsi dengan baik. Soal Tipe B Perhatikan beberapa pernyataan yang menujukkan eksperimen berikut ! 1. Menggunakan prisma kaca untuk membiaskan cahaya matahari ke selembar kertas 2. Menggunakan sendok untuk memantulkan cahaya matahari ke selembar kertas 3. Menggunakan lup untuk memfokuskan cahaya matahari ke selembar kertas

4. Menggunakan cermin cembung untuk memantulkan cahaya matahari ke selembar kertas Dari beberapa eksperimen tersebut, eksperimen yang dapat menyebabkan kertas menjadi terbakar ditunjukkan oleh nomor a. 1 b. 2 c. 3 * d. 4 Soal nomor 30B termasuk soal yang mudah karena memiliki tingkat kesukaran 0,899 dengan daya beda yang cukup baik yaitu 0,317 sehingga termasuk soal yang perlu direvisi. Distribusi jawaban siswa masih belum merata dimana 3,7% siswa merespon alternatif jawaban A; 0% siswa merespon alternatif jawaban B; 89,9% siswa merespon kunci jawaban C; dan 6,4% siswa merespon alternatif jawaban D. Alternatif jawaban A dan B perlu direvisi karena dipilih oleh kurang dari 5% siswa. Alternatif jawaban B tidak dipilih oleh siswa dapat terjadi karena alternatif jawaban dianggap sama sekali tidak sesuai dengan pertanyaan. Daya beda kunci jawaban C yaitu 0,317; lebih besar daripada daya beda alternatif jawaban A (-0,434), B (-9,000), dan D (-0,169). Hal ini menujukkan kunci jawaban telah berfungsi dengan baik.

Email : emi.fisika08@yahoo.com