Anda di halaman 1dari 24

OD TRAUMA OKULI PERFORANS

Oleh : Rachmawaty Thalib 110 206 067 Pembimbing : dr. Muliana Supervisor : dr. Azizah yunus, Sp.M

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M

Umur
Jenis Kelamin Agama

: 36 Tahun
: Laki-laki : Islam

Bangsa
Pekerjaan Alamat

: Indonesia
: Wiraswasta : Luwuk

Tanggal Pemeriksaan: 25 Januari 2012 No. Register : 532337

Dokter pemeriksa

: dr. J

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Nyeri pada mata kanan Anamnesis Terpimpin: Dialami 24 hari sebelum masuk rumah sakit, akibat terkena ledakan petasan yang berjarak 2m dari pasien. Saat itu pasien langsung hilang kesadaran. Penurunan penglihatan disadari saat pasien sadarjan diri. Mata merah (+). Kelopak mata bengkak (+). Airmata berlebih (+). Kotoran mata berlebih (+). Riwayat keluar darah dari bola mata (+). Riwayat keluar cairan gel dari bola mata tidak diketahui pasien. Riwayat di rawat di rumah sakit Palu selama 7 hari dan mendapat pengobatan C.Polygran, C.Floxa, C.Gentamisin salep. Direncanakan untuk operasi di palu tapi dokter anastesi tidak ditempat, sehingga di rujuk ke RS.Wahidin. Riwayat DM (-)

Foto mata kanan pasien

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI
INSPEKSI
PEMERIKSAAN OD OS

Palpebra

Edema (+), ptosis (+), luka Edema (-) jahitan di regio palpebra inferior (+), perdarahan (-), pus (-)
Lakrimasi (+) Sekret (+) Lakrimasi (-) Sekret (-)

Apparatus Lakrimalis Silia Konjungtiva Kornea

Hiperemis (+), kemosis (+) Hiperemis (-) (-) Jernih

Bilik mata depan

Tidak dapat dievaluasi

Normal

PEMERIKSAAN Iris

OD

OS

Tidak dapat dievaluasi Coklat, kripte (+)

Pupil
Lensa

Tidak dapat dievaluasi Bulat, central, RC (+)


Massa lensa terekspose, hanya tinggal setengah Jernih

Gerakan Bola Mata

Tidak dapat dievaluasi Kesegala arah

PALPASI
PEMERIKSAAN Tensi Okuler Nyeri Tekan Massa Tumor Glandula Preaurikel OD Tn-2 (+) (-) Tidak ada pembesaran OS Tn (-) (-) Tidak ada pembesaran

TONOMETRI

: Tidak dilakukan pemeriksaan

VISUS

: VOD = 0 : VOS = 20/20

PENYINARAN OBLIK
PEMERIKSAAN Konjungtiva Kornea Bilik Mata Depan Iris Pupil Lensa Sclera OD Hiperemis (+), kemosis (+) (-) Tidak dapat dievaluai Tidak dapat dievaluasi Tidak dapat dievaluasi Massa lensa terekspose, hanya tinggal setengah Tampak hilang sebagian, hanya tersisa yang sejajar dengan lensa OS Hiperemis (-) Jernih Normal Coklat, kripte (+) Bulat, central, RC (+) Jernih (-)

RESUME
Laki-laki 36 tahun, datang ke UGD RSWS dengan

keluhan nyeri pada mata kanan. Dialami 24 hari

sebelum masuk rumah sakit, akibat terkena ledakan petasan yang berjarak 2m dari pasien. Saat itu pasien langsung hilang kesadaran. Penurunan penglihatan disadari saat pasien sadarkan diri. Mata merah (+). Kelopak mata bengkak (+). Airmata berlebih (+). Kotoran mata berlebih (+). Riwayat keluar darah dari bola mata (+). Riwayat keluar cairan gel dari bola mata tidak diketahui pasien. Riwayat di rawat di rumah sakit Palu selama 7 hari dan mendapat pengobatan C.Polygran, C.Floxa, C.Gentamisin salep. Direncanakan untuk operasi di Palu tapi dokter anastesi tidak ditempat, sehingga di rujuk ke RS.Wahidin. Riwayat DM (-)

RESUME
Pemeriksaan fisis: Inspeksi : OD palpebra udem (+), ptosis (+), tampak luka jahitan di palpebra unferior. Konjungtiva hiperemis (+), kemosis (+). Kornea (-). Pupil dan Iris sulit dievaluasi. Lensa terekspose, hanya tinggal setengah. Palpasi : tekanan intraokuler OD Tn-2. Pemeriksaan visus : OD = 0, OS = 20/20 Pemeriksaan Laboratorium : HbsAg (+)

Foto mata kanan pasien

DIAGNOSA : OD Trauma okuli perforans TERAPI IVFD RL 20 tpm Cefotaxime 1gr/12jam/iv Dexametason 1amp/8jam/iv Topikal : C. Floxa ED 4x1, C.Polygran 2x1 Rencana OD enukleasi

PENDAHULUAN
Perforasi bola mata merupakan keadaan emergency

untuk bola mata kuman mudah masuk ke dalam bola mata selain dapat mengakibatkan kerusakan

susunan anatomik dan fungsional jaringan intraokuler.


Trauma tembus dapat berbentuk perforasi sklera,

prolaps badan kaca maupun prolaps badan siliar.

INSIDEN
Penyebab kebutaan unilateral di seluruh dunia.
Dewasa muda terutama laki-laki merupakan

kelompok yang kemungkinan besar mengalami trauma okuli.

KLASIFIKASI
Berdasarkan Birminghamm Eye Terminology System (BETTS) :
Trauma okuli

Closed globe

Open-globe

Kontusio

Laserasi lamellar

Laserasi

Ruptur

Penetrasi

IOFB

Perforasi

PATOFISIOLOGI

COUP

COUNTER COUP

DIAGNOSIS

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan fisis Anamnesis

ANAMNESIS

Mekanisme trauma dan onsetnya. Penyebab terjadinya luka Nyeri sedang sampai berat. Penurunan visus mendadak. Keluar cairan gel dari mata

PEMERIKSAAN FISIS

Ruptur cornea atau sclera BMD dangkal Hifema di BMD Bentuk dan letak pupil berubah Terdapat jaringan yang prolaps seperti cairan mata, iris lensa, badan kaca atau retina. Tekanan bola mata rendah akibat keluarnya cairan bola mata

Non- operatif Verban mata dengan kasa steril AB sistemik & topikal Analgetik

Operatif

Eviserasi

Enukleasi

TT

KOMPLIKASI
1. Infeksi : endoftalmitis, panoftalmitis 2. Katarak traumatik 3. Glaukoma sekunder 4. Ablasi retina

5. Oftalmika simpatika