Anda di halaman 1dari 16

LBM 1

1. definisi penduduk, kependudukan, fekunditas, fertilitas, fertilisasi, Penduduk adalah sekelompok orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah Penduduk menurut UU RI no.10 th 1992 : orang dalam mantranya sebagai pribadi , anggota keluarga , anggota masyarakat warga Negara dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah egara pada waktu tertentu Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

Orang yang tinggal di daerah tersebut Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Kependudukan adalah: Ilmu yang merupakan penghubung antara penduduk dan sistem sosial sehingga dapat mencari faktor yang menyebabkan perubahanperubahan dari demografi dengan menganalisa determinandeterminan dan konsekwensi-konsekwensi dari pertambahan penduduk.

Fekunditas : kemampuan wanita untuk menghasilkan keturunan keturunan.

fekunditas berarti potensi seorang wanita untuk menjadi hamil. Berbeda dengan fertilitas, fekunditas berkaitan dengan potensi untuk melahirkan, tanpa memperhatikan apakah seorang wanita benar-benar melahirkan

seorang anak atau tidak. Atau kemampuan wanita untuk menghasilkan keturunan keturunan

2. pengukuran fertilitas Ada 2 jenis, yaitu pengukuran fertilitas kumulatif dan tahunan. Pengukuran fertilitas kumulatif ialah mengukur jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seseorang perempuan hingga mengakhiri batas usia subur. Sedangkan pengukuran fertilitas tahunan (vital rates) ialah mengukur jumlah kelahiran pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Fertilitas kumulatif : a. Tingkat Fertilitas Total Adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan: Tidak ada seseorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya Tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada perode waktu tertentu.

TFR= 5 ASFRi =Penjumlahan tingkat fertilitas menurut umur ASFRi = Tingkat fertilitas menurut umur ke1 dari kelompok berjenjang 5 tahunan

b. Gross Reproduction Rates Adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya, seperti tingkat fertilitas total.

c. Net Reproduction Rates Adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 perempuan dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan perempuan-perempuan itu sebelum mengakhiri masa reproduksinya

Fertilitas tahunan : a. Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate ). Yaitu, jumlah kelahiran per 1000 penduduk dalam suatu ahun tertentu CBR = B/ P x k B = jumlah kelahiran pada suatu tahun tertentu P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama K = konstanta (1000) b. Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility Rate). Yaitu, jumlah kelahiran per 1000 perempuan dalam usia rerpoduksi ( 15-44 atau 15-49) untuk suatu tahun tertentu. GFR= B / Pf (15-44 atau 15-49) x k

B = jumlah kelahiran pada suatu tahun tertentu Pf (15-44 atau 15-49) : jumlah wanita usia 15-44 atau 15-49 tahun pada pertengahan tahun yang sama K = 1000 c. Tingkat Fertilitas Umur (Age Specific Fertility Rate ) Yaitu, banyaknya kelahiran menurut umur tertenu antara 15-4 tahun per penduduk wanita pada kelompok umur yang sama ASFRi = Bi/ Pfi x k i = kelompok umur wanita ( 15-19, 20-24.45-49) Bi = jumlah kelahiran pada kelompok umur I pada suatu tahun tertentu Pfi = jumlah wanita pada kelompok umur I pada pertengahan tahun yang sama K = 1000

d. Tingkat Fertilitas Menurut Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates). BOSFR: Boi / Pf (15-49) x k

B0i Pf (15-49) tahun K

: Jumlah kelahiran urutan ke 1 : Jumlah perempuan umur ke 15-49 pertengahan

: konstanta

(Sumber : Ida bagus mantra Ph.D. Demografi umum. Pustaka pelajar. Yogyakarta.2003)

B xk B ? Boi k x k x Bi xk CBR = Pm GFR = Pf (15-29) BOSFR= = Pf (15-49) ASFRi Pfi

i.Pengukuran Fertilitas Tahunan : mengukur jumlah kelahiran pada tahun tertentu dihubungkn dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut
1. Tingkat Fertilitas Kasar : banyaknya kelahirn hidup pada suatu tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun

2. Tingkat Fertilitas Umum

3. Tingkat Fertilitas Menurut Umur

4. Tingkat Fertilitas menurut Urutan Kelahiran

Total BSOFR = GFR

ii.Pengukuran Fertilitas Kumulatif : mengukur jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang

NRR = Ei ASFRi x nLx GRR = 5 . Ei ASFRi Io TFR = a . E ASFRi

perempuan hingga mengakhii batas usia subur 1. Tingkat Fertilitas Total = jumlah kelahiran hidup bayi laki-laki dan perempuan pada tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya

2. Gross Reproduction Rates = jumlah kelahiran hidup bayi perempuan yang dilahirkan oleh seorang perempuan pada waktu perempuan itu memasuki usia 1529

3. Net Production Rates = jumlah kelahiran hidup bayi perempuan yang dilahirkan oleh sebuah kohor hipotesis dari1000 perempuan pada waktu perempuan itu memasuki usia 15-29

3. faktor2 yg mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat fertilitas

Demografi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Struktur umur Struktur perkawinan Umur kawin pertama Paritas Disrupsi perkawinan Proporsi yang kawin Keadaan ekonomi penduduk Tingkat pendidikan Perbaikan status perempuan Urbanisasi Industrialisasi

Non demogarfi :

(Sumber : Ida bagus mantra Ph.D. Demografi umum. Pustaka pelajar. Yogyakarta.2003) 4. faktor2 demografi mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk a. Dipengaruhi : i.Birth = B, besarnya kelahiran ii.Death = D, besarnya kematian iii.In Migration = IM, migrasi masuk iv.Out Migration = OM, migrasi keluar Laju pertumbuhan penduduk ditentukan oleh tingkat kelahiran dan kematian. Tingkat kelahiran kasar dan tingkat kematian kasar masingmasing menunjukkan jumlah kelahiran hidup dan jumlah kematian per 1000 penduduk per tahun. Dengan demikian terdapat 4 kemungkinan dari 2 variabel ini, yaitu : tingkat kelahiran tinggi dan tingkat kematian tinggi, tingkat kelahiran tinggi dan tingkat kematian rendah, tingkat kelahiran dan kematan rendah, serta tingkat kelahiran rendah dan tingkat kematian tinggi.

(Sumber : Ida bagus mantra Ph.D. Demografi umum. Pustaka pelajar. Yogyakarta.2003) STUDI KEPENDUDUKAN

5. faktor2 non demigrafi yg mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk VARIABEL LAINNYA sosiologi antropologi ekonomi geografi biologi

Faktor non demografi : keadaan ekonomi penduduk,tingkat pendidikan,perbaikan status perempuan,urbanisasi dan industrialisasi. 6. bentuk dan mafaat piramida penduduk Ada 3 jenis piramida penduduk yaitu: Expansive :jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda Constrictive: jika penduduk yang berada dalam kelompok umur termuda jumlahnya sedikit Stationary: jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama kecuali pada kelompok umur tertentu.

manfaat : Mengetahui perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan. - Mengetahui keadaan jumlah penduduk di waktu yang akan datang. - Untuk mengetahui struktur umur penduduk suatu negara secara umum.

7. dampak dari pertumbuhan penduduk yg cepat a. Masalah akibat angka kelahiran Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatanketimbang aspek intelektual. Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negative dengan

tingkat kesejahteraan penduduknya.

Angka kelahiran perlu ditekan melalui : Partisipasi wanita dalam program KB. Tingkat pendidikan wan ita wanita mempengaruhi umur kawin pertama dan penggunaan kontrasepsi. Partisipasi dalam angkatan kerja mempunyai hubungan negatif dengan fertilitas Peningkatan ekonomi dan sosial.

b. Masalah dengan angka kematian Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan. Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita). Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi Indonesia dimata dunia.

Angka kematian perlu ditekan : Pelayanan kesehatan yang lebih baik Peningkatan gizi keluarga Peningkatan pendidikan (Kesehatan Masyarakat)

c. Masalah komposisi jumlah penduduk Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. yang Banyaknya harus dipenuhi beban biaya tanggungan yang hidup. Aspek pemenuhan gizi. Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda ( 0 -5 tahun). Akan mengganggu mental perkembangan ( mental otak bahkan ). Ini dapat berarti terbelakang retardation lebih

hidupnya oleh sejumlah manusia produktif sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hayat

mengurangi mutu SDM masa yang akan datang. Aspek Pendidikan

Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yang mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang Lapangan Kerja

Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan

lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan. Alternatif Pemecahan yang diperlukan : (a) Pengendalian angka kelahiran melalui KB. (b) Peningkatan masa pendidikan. (c) Penundaaan usia perkawinan

d. Masalah kependudukan dan angkatan kerja Produktifitas yang dihasilkan oleh sebagian kecil manusia kemungkinan perkapita bisa habis rendah dikonsumsi sebagian besar penduduk. Pendapatan masyarakat. akan sehingga berpengaruh pada sektor ekonomi

Alternatif Pemecahan Masalah : (a) Penyediaan lapangan kerja (b) Peningkatan mutu SDM melalui pendidikan dan keterampilan.

e. Masalah mobilitas penduduk Pertumbuhan penduduk perkotaan selalu menunjukan menerus peningkatan yang terus

Guna menekan derasnya arus penduduk dari desa ke kota,

maka pola pembangunan yangberoreantasi pedesaan perlu digalakan dengan memasukan fasilitas perkotaan ke pedesaan, sehingga merangsang kegiatan ekonomi pedesaan.

f. Masalah kepadatan penduduk Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik maupun non fisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan untuk pindah semakin tinggi.

Untuk

memecahkan

masalah dari

ini

dilaksanakan padat ke

program daerah

pepindahan

penduduk

daerah

kekurangan penduduk, yaitu program transmigrasi. g. Masalah perkawinan dan perceraian Masalah yang timbul akibat perkawinan antara lain: Perumahan Fasilitas kesehatan

Masalah yang timbul akibat perceraian meningkat adalah : Sosial Ekonomi Nilai agama yang lemah

Alternatif Pemecahan : Perkawinan 1. Menambah masa lajang. 2. Meningkatkan masa pendidikan.

Peceraian : 1. Konsultasi Keluarga. 2. Pendalaman Agama.

Masalah kependudukan di negara indonesia, sri rahayu sanusi,skm,mkes. Fakultas kesehatan masyarakat universitas sumatera utara.

8. bagaimana strategi untuk menghindari second baby booming Untuk merealisasikan langkah-langkah mencegah baby booming, pemerintah bisa menyusun skala prioritas kerja. a. Pemetaan ulang perkembangan kepadatan penduduk

miskin di semua daerah lebih akurat. Data terbaru tentang kemiskinan itu penting bagi program-program lain seperti pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja baru. b. Merevitalisasi Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sejak era reformasi, BKKBN mengalami kemunduran berkaitan dengan pencanangan KB Mandiri. Kampanye KB secara simultan perlu dilakukan sebagaimana pernah dilakukan rejim Orde Baru. c. Memberikan layanan KB murah kepada penduduk miskin. Akses untuk mendapatkan alat-alat kontrasepsi yang lebih mudah dijangkau rakyat miskin perlu dibuka seluasluasnya d. Mensosialisasikan pengetahuan tentang kesehatan

reproduksi. e. Melaksanakan program transmigrasi