Anda di halaman 1dari 14

TREN permintaan kayu sengon yang terus meningkat, baik untuk menopang kebutuhan industri furniture, pulp dan

kertas maupun kayu lapis (papan) membuat banyak orang tertarik untuk menanam. Apalagi pengusahaan tanaman hutan ini tidak harus dengan areal yang luas. Pendeknya sengon merupakan pohon yang minimalis tapi serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat memiliki manfaat. Daun sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi untuk hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing. Sementara itu sistem perakaranya yang banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium akan menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur dan ladang yang pas untuk mengembangkan tanaman palawija. Tentu yang memberikan manfaat terbesar adalah kayunya yang dapat diolah untuk berbagai keperluan, ujar Mamak salah seorang mantan pegawai Dinas Kehutanan Jember yang kini menggeluti bisnis pembibitan sengon solomon di Jember. Lahan sawah,maupun pekarangan yang kurang dari 1000 meter persegi pun tak menjadi masalah untuk tumbuh kembangnya sengon yang dikenal juga sebagai sengon hybrida dari Kanada. Apalagi masa panenya relatif lebih cepat dibanding kayu sengon biasa. Bahkan pengembangan pembibitannya pun relatif mudah. Proses pembibitan sengon solomon ini hanya membutuhkan dua bulan untuk siap ditanam, Mamak sendiri cukup memanfaatkan beberapa area di sekitar perumahan. Pasalnya, kata dia, usaha pembibitan tidak memerlukan lahan yang luas. Biasanya lahan 200 m2 hingga 300 m2 sudah dapat memprduksi bibit sengon sebanyak 25.000 -30.000 batang. Satu batang harganya sekitar Rp2.000 dan satu kali pembelian bisa mencapai ribuan batang. Untuk lahan satu hektar diperlukan bibit antara 1.600 batang hingga 2.000 batang tergantung dari jarak tanam yang diinginkan petani, ujarnya. Dibandingkan sengon biasa, sengon Solomon memiliki pertumbuhan sangat cepat dan rantingnya kecil sehingga batang induk cepat besar. Cara menanamnya pun tidak beda jauh dari sengon biasa. Namun yang paling terpenting, saran dia, adalah sengon mencari bibit yang berasal dari benih atau biji yang betul-betul tua untuk meminimalkan risiko kegagalan tanam. Saat ini pembibitan milik Mamak tidak hanya untuk memenuhi permintaan petani di Jember tetapi juga dari Bondowoso, Banyuwangi hingga sejumlah kota di Jawa Tengah. (dw) Tips mengembangkan tanaman sengon solomon: 1. Beli bibit jenis unggul, harga lebih mahal sedikit tetapi hasil 2x lipatnya. 2. Beli diawal musim tanam antara Oktober-November. kalau diakhir musim tanam dimungkinkan dapat bibit afkiran. 3. Pilih bibit yang bagus. 4. Untuk bibit kultur jaringan pertumbuhannya akan seragam. dan penjarangan bukan karena kerdil tapi untuk mempercepat pertumbuhan diameter batang. 5. Lubang tanam 40cm x 40cm x 40cm tambahkan pupuk kandang (ayam /kambing lebih baik)

dan tambahkan 100gram pupuk NPK/Phonska. 6. Jarak tanam ideal 3 x 3 meter. 7. Pada usia tanam 2 mgg 1 bln, kontrol tanaman. dan jika ditemukan serangga pemakan daun semprot dengan decis. 8. Pada umur 1 tahun, dan 2 tahun gali lubang tanam diantara pohon isi dg 0,3 m kubik pupuk kandang dan 0,5 kg NPK. hilangkan gulma/rumput di sekitar pohon. 9. Setelah umur 1 tahun baru boleh dilakukan penanaman tumpang sari dengan palawija.

Awalnya Coba-Coba, kini Bisa Jual 2000 Batang Sehari Usaha pembibitan kayu sengon alias albazia falcataria cukup marak dalam beberapa tahun terakhir. Usaha tersebut kini mampu menjadikan petani sebagai jutawan. KUKUN ASM, Sinar Tanjung Rahman (47), warga RT 15 RW 11 Dusun Pananjung Desa Sinar Tanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar, sudah delapan bulan membuka usaha pembibitan kayu sengon. Dan, ia memilih lahan di Jalan Pengairan sebagai tempat budi daya. Dia sendiri tidak menekuni usaha pembesaran sengon. Melainkan usaha pembibitan. Dia tertarik menekuni usaha tersebut karena sejak tahun 2008 harga sengon --kayu asal Maluku-- mengalami lonjakan. Hal itu sebagai dampak dari tingginya permintaan kayu sengon olahan dari dalam maupun luar negeri. Meskipun tidak terjun langsung pada usaha pembesaran, bapak dua orang anak ini mengatakan bahwa usaha kayu sengon cukup menjanjikan. Lantas dia membuat itung-itungan sederhana. Dari tanah seluas satu hektar, seorang petani dapat menanam sekitar 200 batang sengon. Sejak 2008 harga satu batang sengon berusia lima tahun ke atas bisa mencapai Rp 800.000 - Rp 1 juta. Kalau hasil panen mencapai 1.000 - 1.500 batang, petani bisa bayangkan jumlah yang diterima pada saat panen, bebernya kepada Radar, kemarin. Rahman pun membuat kalkulasi modal dan biaya pemeliharaan. Untuk lahan seluas satu hektar, seorang petani sengon menghabiskan dana sekitar Rp 75 juta - Rp 100 juta. "Biaya itu meliputi biaya angkut, sewa tanah, bibit, pupuk, pagar dan tenaga kerja selama dua tahun. Kalau lahan milik sendiri biaya akan menjadi lebih murah, jelasnya. Untuk menjual sengon, sambung Rahman, para petani tidak perlu susah payah mencari pembeli. Begitu sengon genap berusia lima tahun atau lebih, petani tinggal menelepon perusahaan kayu untuk transaksi. "Saat ini banyak perusahaan kayu siap menebang sendiri, ungkapnya. Kembali ke usaha pembibitan sengon yang Rahman lakukan selama delapan bulan terakhir. Menurut dia, usaha yang semula hanya coba-coba kini berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari omzet penjualan bibit yang mencapai 2000 batang sehari. Per batang Rp 500. Selain bibit sengon, Rahman juga menyediakan berbagai macam jenis tanaman buah-buahan, tanaman hias seperti bunga anggrek, mawar, asoka hingga aglonema. Dia pun menyediakan potpot bunga dari ukuran kecil sampai besar di tempat usahanya itu. Harga satu batang pohon keras, buah-buahan dan bunga cukup variatif, tergantung besar kecil dan jenis tanaman. Paling murah Rp 3.000 dan paling mahal Rp 1,5 juta. Sedangkan harga pot

bunga dilihat dari besar kecil dan nilai seninya. Tapi rata-rata seharga Rp 8.000 hingga Rp 150.000. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, pihaknya kerap mendapat orderan dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Usaha ini sendiri cukup menjanjikan, ujarnya. (*)2010

1. Persiapan Pembibitan

a) Benih

Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin m benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tega inang dari hama ataupun penyakit.

Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Kulit bersih berwarna coklat tua Ukuran benih maksimum Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan Bentuk benih masih utuh.

Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuh b) Kebutuhan Benih

Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan me sederhana berikut : Keterangan : Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m) Jarak tanam 3 x 2 meter

Satu lubang satu benih sengon Satu kilogram benih berisi 40.000 butir Daya tumbuh 60 % Tingkat kematian selama di persemaian 15 %

Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tum maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar d dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram. c) Perlakuan benih

Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam k benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : B mendidih (80 C) selama 15 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, la benih siap untuk disemaikan.

d) Pemilihan Lokasi Persemaian

Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena it persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :

1. Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 % 2. Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( deka atau dekat persawahan). 3. Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat. 4. Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu

Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. S pengetahuan yang cukup diandalkan. e) Langkah-Langkah Penyemaian Benih Sengon Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah benjadi tahap tahap kegiatan sebagai berikut: 1. Penaburan

Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik aka

pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas. Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Benih Bedeng tabur/bedeng kecambah Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1 Peralatan penyiraman Tersedianya air yang cukup dan sebagainya.

Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan a kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.

Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkec kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadin

Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm a kira kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

2. Penyapihan Bibit Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :

1. Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 4 lubang pada ba 2. Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Ji pasir dikurangi. 3. Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk seting sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah. 2. Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau da tersengat terik matahari. 3. Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan secara intensip. 3. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut : 1. Penyiraman

Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyirama hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dap keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas. 1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir: sebagai berik Disiapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang. Tambahkan air sampai volumenya 15 kg TSP, lalu diaduk rata. Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.

Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 12 kebun. 1. Penyulaman

Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulam bibit lainnya. 1. Penyiangan

Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan ala hati hati agar jangan sampai akar bibit terganggu. 1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang terg bibit yang disebabkan oleh cendawan. 1. Seleksi bibit

Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, ma bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas p kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan ya pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yan

2. Persiapan Lahan

Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan m tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan menjadi 3 car mekanik dan manual. Jenis kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ;

Pembersihan lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang rumput. Selanjutnya di tidak mengganggu ruang tumbuh tanaman.

Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (se

3. Proses Penanaman

Jenis kegiatan yang dilakukan berupa : 1. Pembuatan dan pemasangan ajir tanam

Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 1 m, lebar 1 1,5 cm. Pe untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus s digunakan

1. Pembuatan lobang tanam, lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah 2. Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaia sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara 3. Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati hati agar bibit tidak ru lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaru selanjutnya.

4. Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan :

1. 1. Penyulaman

yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilaku tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berum bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan ya 2. Penyiangan

Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengg gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit ya atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya.

Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman seng selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbu 3. Pendangiran,

Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki st pertumbuhan tanman. 4. Pemangkasan, Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman). 5. Penjarangan

Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka banya pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang a Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.

Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dila kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupu Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ad

5. Panen & Pascapanen

Pohon sengon secara umum memiliki daur antara 5-7 tahun. Umur masak tebang pohon sengon adalah 7 tahun. P sengon sudah dapat dimanfaatkan kayunya sebagai kayu pertukangan, bahan baku pabrik kertas dan untuk kayu b kualitas pohon sengon selanjutnya pada umur 5 tahun jika diperlukan maka dilakukan tebang penjarangan, teban penyelamatan pada pohon-pohon yang terserang hama dan penyakit. Pada tempat yang dilakukan penebangan di agar produk dan kesuburan lahan dapat terjaga secara lestari dan berkesinambungan. Selain itu kegiatan penjaran pendapatan antara selama penanaman hutan tanaman sengon.

Proses pemanenan kayu sengon yakni : 1. Perencanaan Pemanenan Kayu beberapa hal yang perlu dilakukan dalam perencanaan untuk kegiatan pemanenan adalah : pembanguna finansial, dan kemudian penetapan biaya finansial.

2. Penebangan dan pembagian Batang Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penebangan adalah penentuan takik balik, takik rebah d

diakibatkan pada saat penentuan arah rebah tersebut bisa menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasi

Setelah pohon rebah, kegiatan selanjutnya adalah pembersihan cabang dan ranting serta pembagian batang. dengan chain saw, sedangkan ranting dibersihkan dengan parang. Selanjutnya batang dipotong sepanjang b dibagi-bagi dalam potongan sesuai kebutuhan.

- Untuk bahan pulp-kertas, papan partikel, papan serat, dan produk serat lainnya, panjang batang bebas cab dipotong-potong lagi menjadi 3-4 bagian.

- Sabagai bahan baku kayu olahan, Plywood dan sebagainya pemotongan disesuaikan dengan ukuran ka disepakati bersama dengan pembeli.

Pembagian batang ini akan mempengaruhi kualitas kayu karena secara umum pelaksanaannya harus memperhati a. Syarat yang diminta oleh pasar b. Kebijaksanaan penjualan kayu sengon yang telah disepakati. c. Kemungkinan Penyaradan dan Pengangkutan. d. Adanya industri penampung dan penglah kayu sengon e. Pesanan-pesanan

3. Penyaradan Secara umum kegiatan penyaradan yang dilakukan pada pengusahaan hutan rakyat khususnya dipulau jawa para buruh tani. Walaupun tingkat efektifitas dan efisiensinya rendah, penggunaan jasa hewan dan pa penyaradan masih banyak dilakukan. hal itu terkait dengan kecilnya biaya penyaradan (upah) yang dikelua kegiatan penyaradan secara modern.

Pada Penanganan Pasca panen terdiri dari pengangkutan dan pengolahan.

1.

Pengankutan Dalam menentukan cara dan teknik pengangkutan perlu memperhatikan beberapa faktor antara lain : - Letak dan topografi lapangan - Geologi, keadaan tanah dan iklim - Luas daerah yang dieksploitasi - Jumlah dan ukuran kayu - Keadaan jalan - Jarak dan Biaya Angkutan. 2. Pengolahan Sebelum diolah lebih lanjut kayu sengon biasanya dikeringkan dan diawetkan terlebih dahulu. Proses kembang susut kayu dan ketahanan terhadap serangan rayap.

Berinvestasi di Hutan Tanam Industri perkebunan Sengon saat ini sangat menarik, karena tidak perlu menunggu lama sampai puluhan tahun seperti jenis pohon perkebunan lainnya, hanya dalam 5-7 tahun sudah bisa kita panen dan industri perkayuan sampai industri kertas sdh menunggu. Sebagai ilustrasi dengan modal awal 40juta-an kita bisa memiliki - Kebun sengon seluas 1 hektar dengan - Jumlah pohon 2500 btg pohon dengan - Status tanah sewa/kontrak selama 7 tahun. Potensi Pendapatan : 1. Panen Penjarangan Tahun ke 3 dan ke 5 : 75 % btg pohon dapat menhasilkan Rp.79 juta-an 2. Panen Raya Tahun ke 7 : 25 % dari 2500 tangkal , 1,5 m3 /tangkal dengan harga Rp.600rb/m3 dapat menghasilkan Rp.500 jt-an Berikut ini perhitungan detailnya :

Selasa, 08 November 2011 10:35:19 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara Malang (beritajatim.com) - Memasuki musim penghujan, sejumlah lahan pertanian jenis kayukayuan mulai dijadikan mata pencaharian para petani. Di Kabupaten Malang, permintaan Bibit Kayu Sengon Laut (Basia) meningkat drastis. Sejumlah tempat pembibitan sengon dan kayu lainnya terpaksa menolak permintaan petani. Pasalnya, kelangkaan bibit sudah lebih dulu diborong sejumlah pabrik-pabrik besar untuk komoditas bahan berbaku kayu. "Untuk bibit rata-rata sudah habis terjual dan ada yang memesannya. Kita bisa menjual kalau pembeli pesan lebih dulu dalam jumlah banyak," ungkap Ponidi, Pedagang Bibit Sengon, Selasa (8/11/2011) siang. Menurutnya, menipisnya stok bibit lantaran proyek pembibitan dari pemerintah sudah habis. Proyek pembibitan yang diminta pemerintah, biasanya dalam jumlah besar. Setelah bibit sengon umur 2-3 bulan, diambil dan dibagikan pada masyarakat serta petani. Hanya saja, kualitas proyek pembibitan dari pemerintah tidak sebagus bibit tanaman kayu kualitas utama. Ponidi mengatakan, stok habis karena sudah ada pesanan dalam jumlah cukup besar. Biasanya, tempat-tempat pembibitan lebih dulu jadi target pabrik untuk dijadikan share keuntungan. "Khusus pabrik polywood contohnya, sehari kita bisa keluarkan bibit antara 50.000 per harinya. Kalau untuk dijual pada petani, kisaran 15.000 sampai 20.000 bibit sengon per harinya," ucap Ponidi. Ponidi menambahkan, bibit sengon dalam poliback umur 3 bulan dengan ketinggian 50 centimeter, harga jualnya berkisar Rp.750 sampai Rp.1000. Masih ada harga yang lebih murah yakni Rp.400-Rp.500 saja. "Petani biasanya mencari bibit sengon harga sedang-sedang. Untuk musim penghujan ini, bibit sengon banyak diburu karena kontur tanah cocok untuk menanam bibit kayu-kayuan," terang Ponidi yang punya Stand Pembibitan di Jalan Raya Wajak-Turen, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu. [yog/kun]

Lumajang - Kelompok Tani, Kelompok masyarakat (LSM) dan Pondok Pesantren mendapat bantuan masing-masing Rp. 50 juta dari Balai Pengelolahan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Kementerian Kehutanan untuk melakukan Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) ditahun 2011 ini. Sebagai fasilitator Dinas Kehutanan mengajak 20 Kelompok Tani, 6 LSM dan 5 Pondok Pesantern di Lumajang untuk ikut serta.

Para penerima bantuan hibah dari BP DAS dikumpulkan di Aula Kantor Dinas Kehutanan Lumajang untuk di berikan pengarahan, agar program bisa sukses. Karena Pembibitan pohon sengon akan didampingi oleh Petugas BP DAS dan Dishut, nantinya akan diberikan secara gratis pada masyarakat lainya. "Kami hanya fasilitator, ini program BP DAS Bodowoso yang ditempatkan disini," ujar, Kadishut Lumajang, Ir. Imam Suryadi dikantornya usai memberikan sambutan, Rabu (07/09). Menurut dia, untuk pembinaan dan pengawasan akan dilakukan bersama antara BP DAS Kemenhut dan Dishut. sehingga, dalam pembibitan sengon berkualitas sertifikasi bisa bagus dan lancar. "Meski mendapat bantuan dana hiba, secara moral kelompok tani, LSM dan Pondok Pesantren memiliki tanggung jawab" terangnya. Kelompok Tani, LSM dan Ponpes yang mendapat program KBR sudah dilakukan verifikasi sendiri oleh BP DAS Kemenhut dari beberapa kelompok yang diajukan. (adm)