Anda di halaman 1dari 13

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL

RENCANA PROGRAM LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS)

Oleh DADAN ANDANA, M.Pd. (WAKA BIDANG KURIKULUM)

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMEDANG

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL


SUMEDANG 2011

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL LEMBAR PENGESAHAN

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL SEMESTER GENAP TAHUN 2011/2012

Disetujui; Kepala SMPN 1 Jatinunggal,

Drs. Ajat Bahtiar Sudrajat, M.M.


NIP 19660828 199412 1001

Mengetahui; Pengawas Sekolah,

Drs. Asari, M.M.Pd.


NIP 19640503 198603 1012

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa kedudukan guru adalah sebagai tenaga profesional. Seseorang yang menyatakan dirinya profesional harus terus menerus meningkatkan layanan profesinya untuk meningkatkan kemaslahatan anak didiknya. Karena tugasnya yaitu membelajarkan siswa, seorang guru harus terus menerus belajar bagaimana caranya membelajarkan siswanya lebih baik karena tuntutan zaman yang makin berubah. Kalau dulu dianggap cukup apabila siswa hanya menguasai aspek-aspek kognitif saja dalam pembelajaran sekarang hal itu sangatlah tidak memadai. Siswa juga harus menguasai berbagai kecakapan hidup yang oleh Unesco dirumuskan dalam bentuk empat pilar pendidikan yaitu learning to be, learning to know, learning to do, dan learning to live together. Seorang guru produk lama kalau tidak mau membaca lagi dan mengikuti kemajuan dan tuntutan zaman akan tidak tahu mengenai perlunya menegakkan keempat pilar pendidikan itu. Selain pasal dan ayat tersebut dalam UUGD juga dinyatakan pada pasal 60 bahwa Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban: merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Memperhatikan tuntutan guru masa mendatang maka lesson study dapat dijadikan sebagai suatu alternatif untuk mengatasinya. Lesson studymerupakan sebuah proses pengembangan kompetensi professional untuk para guru dan dikembangkan secara sistematik dalam sistem pendidikan di Jepang dengan tujuan utama menjadikan pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif (Cerbin dan Kopp, 2006). Menurut Stigler dan Hieberet (1999), lesson study umumnya mengikuti 8 langkah utama yaitu: 1) mendefinisikan permasalahan, 2) merencanakan proses belajar mengajar, 3) melaksanakan proses belajar mengajar (PBM), proses ini dilaksanakan oleh salah seorang guru sementara anggota yang lain berperan sebagai observer yang mencatat perilaku peserta didik dan hal-hal yang terjadi selama PBM, 4) melakukan diskusi dan refleksi terhadap proses PBM, 5) melakukan revisi terhadap rencana proses PBM, 6) melaksanakan PBM kembali untuk mencoba rencana PBM yang baru disusun, 7) evaluasi dan refleksi lebih lanjut, 8) membagi hasil pengalaman tersebut dalam bentuk diskusi ataun publikasi berupa tulisan.Walaupun demikian, ke-8 langkah ini tidak bersifat mutlak harus diikuti karena beberapa versi menggunakan jumlah tahapan yang berbeda tetapi dengan substansi pada umumnya sama. SMP Negeri 1 Jatinunggal untuk meningkatkan kualitas guru dalam rangka menghadapi tantangan masa depan melakukan kegiatan lesson study berbasis sekolah. Artinya, peserta lesson

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL study hanya berasal dari SMP Negeri 1 Jatinunggal. Beberapa pertimbangan yang dapat memberikan asumsi positip akan manfaat lesson study antara lain: lesson study memicu munculnya motivasi untuk mengembangkan diri; lesson study melatih pendidik melihat peserta didik; lesson study menjadikan penelitian sebagai bagian integral pendidikan; lesson study membantu penyebaran inovasi dan pendekatan baru; lesson study menempatkan para pendidik pada posisi terhormat. Para guru SMP Negeri 1 Jatinunggal sebagian besar, baik yang telah tersertifikasi, belum tersertifikasi, maupun guru non-PNS pembinaannya belum optimal maka lesson study berbasis sekolah diharapkan bisa menjadikan guru lebih terbuka untuk menerima saran perbaikan mutu pembelajatan, meningkatan kemampuan melakukan inovasi pembelajaran melalui hans-on activity, mind-on activity, daily life, dan local materials.

B. Maksud Lesson study menargetkan pencapaian berbagai kualitas siswa yang memengaruhi kegiatan belajar mengajar. Hal ini terkait dengan kegiatan belajar adalah kebiasaan berpikir dan bersikap (the habbits of mind and heart that are fundamental to success in school). Kebiasaan berpikir dan bersikap itu berupa ketekunan (peristence), kerjasama (cooperation), tanggung jawab (responsibility), dan kemauan untuk bekerja keras (willingness to work hard). Oleh karena itu, guru harus bekerja sama sebagai satu tim untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik.

C. Tujuan Lesson study dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan keprofesionalan guru (PKB), yaitu dengan menguraikan delapan pengalaman yang diberikan lesson study kepada guru. Lesson Study memungkinkan guru untuk: 1. memikirkan dengan cermat mengenai tujuan dari pembelajaran, materi pokok, dan bidang studi; 2. mengkaji dan mengembangkan pembelajaran terbaik yang dapat dikembangkan; 3. memperdalam pengetahuan mengenai mengenai materi pokok yang diajarkan; 4. memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan dicapai berkaitan dengan siswa; 5. merancang pembelajaran secara kolaboratif; 6. mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku siswa; 7. mengembangkan pengetahuan pedagogis yang kuat/penuh daya kreasi.

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL BAB II PENGORGANISASIAN DAN PELAKSANAAN

A. Pengorganisasian Dalam melaksanakan lesson study di SMP Negeri 1 Jatinunggal perlu dibentuk tim inti lesson study sebagai penanggungjawab, sekretaris, bendahara, dan anggota-anggota kelompok lesson study.

Penanggung Jawab Koordinator Pelaksana Sekretaris Bendahara Anggota : Rumpun Bahasa

: Drs. Ajat Bahtiar Sudrajat, M.M. (Kepala Sekolah) : Dadan Andana, M.Pd. (Waka Bidang Kurikulum/BERMUTU) : Aat Nurhayati, S.Pd. (LS Matematika) : Apong Nurhayati, S.Pd.

: 1. Dadan Andana, M.Pd. 2. M. Rahmat Hidayat, S.Pd. 3. Asnip, S.Pd.(LS IPA) 4. Bebeng Alisyahbana, S.Pd. 5. Yayat Rohayati, S.Pd. 6. Apong Nurhayati, S.Pd. 7. Siti Rohayani, S.Pd. (BERMUTU)

Rumpun Sains dan Teknologi : 1. Agus Sobardin, S.Pd., M.T. 2. Nuraeni, S.T. 3. Heni Hendayani, S.Pd.(LS Matematika) 4. Erni Yulia, S.Pd. 5. Dedeh Setiawati, S.Pd. 6. Rini Winarti, S.Pd. 7. Wawan Setiawan, S.Pd. Rumpun Akhlak & Moral : 1. Drs. Taryu 2. Drs. Mumuh Muhyadi 3. Dra. Armina Lilia Rumpun Sosial : 1. Uyun, S.Pd. 2. Uus Sobirin, S.Pd. Rumpun Estetika : 1. Lilis Kurnia, S.E. 2. Febiola Novindri, S.Pd. Rumpun Penjaskes : 1. Refan Fauzi M. Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL B. Pelaksanaan Lesson Study Berbasis Sekolah Lesson study sebagai sebuah inovasi tidak akan mudah untuk diterapkan tanpa berbagai kendala. Dukungan untuk terciptanya kondisi ideal menjadi sangat penting terutama untuk meyakinkan para peserta didik bahwa lesson study akan memberikan manfaat optimal bagi mereka. Pelaksanaan LSBS di SMP Negeri 1 Jatinunggal direncakan setiap satu bulan sekali, yaitu minggu ketiga setiap bulannya dengan memperhatikan beberapa prinsip. Prinsip kolegalitas dan mutual learning (saling belajar) diterapkan dalam berkolabirasi ketika melaksanakan kegiatan lesson study. Dengan kata lain, peserta kegiatan lesson study tidak boleh merasa superior (merasa paling pintar) atau inferior (merasa rendah diri), tetapi semua peserta kegiatan lesson study harus diniatkan saling belajar. Peserta yang sudah paham atau memiliki ilmu lebih harus mau berbagi dengan peserta yang belum paham, sebaliknya peserta yang belum paham harus mau bertanya kepada peserta yang sudah paham. Narasumber atau pendamping dalam forum lesson study harus bertindak sebagai fasilitator, bukan instruktur. Fasilitotor harus dapat memotivasi peserta untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar para peserta dapat maju bersama. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pertama adalahplan (merencanakan), tahapan kedua adalah do (melaksanakan), dan tahapan ketiga adalah see (merefleksikan). Dengan kata lain lesson study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Tahap perencanaan bertujuan merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa, bagaimana supaya siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian tetapi dilakukan bersama, beberapa guru dapat berkolaborasi atau guru-guru dan dosen pendamping dapat pula berkolaborasi untuk memperkaya ide-ide. Perencanaan diawali dari analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Permasalah dapat berupa materi bidang studi, bagaimana menjelaskan suatu konsep. Permasalahan dapat juga berupa pedogogik tentang meteda pembelajaran yang tepat agar pembelajaran lebih efektif dan efisien atau permasalahan fasilitas, bagaimana mensiasati kekurangan fasilitas pembelajaran. Tahap kedua dalam lesson study adalah pelaksanaan (do) pembelajaran untuk menerapkan ramcamgan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam perencanaan. Dalam perenanaan telah disepakati siapa guru yang akan mengimplementasikan pembelajaran, guru dan atau dosen pendamping bertindak sebagai pengamat (observer) pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai sebaiknya dilakukan briefieng kepada para pengamat untuk

menginformasikan kegiatan pembelajaran yang direncanakan oleh seorang guru dan mengingatkan bahwa selama pembelajaran berlangsung pengamat tidak mengganggu kegiatan pembelajaran Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL tetapi mengamati aktivitas siswa. Berdasar masukan selama diskusi dapat dirancang kembali pembelajaran berikutnya. Pada prinsipya, semua orang yang terlibat dalam kegiatan lesson study harus memperoleh lesson learn.Dengan demikian, kita membangun komunitas belajar melalui lesson study. Robinson (2006) mengusulkan ada delapan tahap berdasarkan pada banyaknya kegiatan yang diperlukan dalam pelaksanaan lesson study, yakni: Tahap 1: Pemilihan topik lesson study Tahap 2: Melakukan reviu silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Selajutnya bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pembelajaran. Tahap 3: Setiap tim yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau

mempresentasikan rencana pembelajarannya, sementara kelompok lain memberi masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana pembelajaran yang lebih baik. Tahap 4: Guru yang ditunjuk oleh kelompok menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki rencana pembelajaran. Tahap 5: Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan semua anggota kelompok lesson study untuk mendapatkan balikan. Tahap 6: Guru yang ditunjuk tersebut memperbaiki kembali secara lebih detail rencana pembelajaran dan mengirimkan pada semua guru anggota kelompok, agar mereka tahu bagaimana pembelajaran akan dilaksanakan di kelas. Tahap 7: Para guru dapat mempelajari kembali tentang rencana pembelajaran tersebut dan mempertimbangkannya dari berbagai aspek pengalaman pembelajaran yang mereka miliki, khususnya difokuskan pada hal-hal yang penting seperti : hal-hal yang akan dilakukan guru, pemahaman siswa, proses pemecahan oleh murid, dan kemungkinan yang akan terjadi dalam implementasi pembelajarannya. Tahap 8: Guru yang ditunjuk tersebut melaksanakan rencana pembelajaran di kelas, sementara guru yang lain bersama dosen/pakar mengamati sesuai dengan tugas masing-masing untuk memberi masukan pada guru. Pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya kegiatan pelaksanaan pembelajaran, untuk memperoleh masukan dari guru observer, dan akhirnya komentar dari dosen atau pakar luar tentang keseluruhan proses serta saran sebagai peningkatan pembelajaran, jika mereka mengulang di kelas masingmasing atau untuk topik yang berbeda. Dari delapan tahapan di atas tampak adanya upaya penyusunan dan perbaikan rencana pembelajaran yang berulang-ulang untuk memperoleh rencana pembelajaran yang terbaik.Dalam implementasi lesson study yang dilakukan oleh IMSTEP-JICA di Indonesia, Saito, dkk (2005) Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL mengenalkan lesson study yang berorientasi padapraktik. Lesson study yang dilaksanakan tersebut terdiri atas 3 tahap pokok, yakni: 1. merencanakan pembelajaran dengan penggalian akademis pada topik dan alat-alat pembelajaran yang digunakan, yang selanjutnya disebut tahap Plan; 2. melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada rencana pembelajaran dan alat-alat yang disediakan, serta mengundang rekan-rekan sejawat untuk mengamati. Kegiatan ini disebut tahap Do; 3. melaksanakan refleksi melalui berbagai pendapat/tanggapan dan diskusi bersama

pengamat/observer. Kegiatan ini disebut tahap See;

a. Perencanaan (Plan) Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Identifikasi masalah dalam rangka perencanaan pemecahan masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi pelajaran) yang relevan dengan kelas dan jadwal pelajaran, karakteristik siswa dan suasana kelas, metode/pendekatan pembelajaran, media, alat peraga, dan evaluasi proses dan hasil belajar. Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan (dalam kelompok lesson study)tentang pemilihan materi pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta jenis evaluasi yang akan digunakan. Pada saat diskusi, akan muncul pendapat dan sumbang saran dari para guru dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan diterapkan. Pada tahap ini, pakar dapat mengemukakan hal-hal penting/baru yang perlu diketahui dan diterapkan oleh para guru, seperti pendekatan pembelajaran konstruktif, pendekatan pembelajaran yang memandirikan belajar siswa, pembelajaran kontekstual, pengembangan life skill, Realistic Mathematics Education, pemutakhiran materi ajar, atau lainnya yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan tersebut. Hal yang penting pula untuk didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama penentuan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam suatu proses pembelajaran dan indikatorindikatornya, terutama dilihat dari segi tingkah laku siswa. Aspek-aspek proses pembelajaran dan indikator-indikator itu disusun berdasarkan perangkat pembelajaran yang dibuat serta kompetensi dasar yang ditetapkan untuk dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Dari hasil identifikasi masalah dan diskusi perencanaan pemecahannya, selanjutnya disusun dan dikemas dalam suatu perangkat pembelajaran yang terdiri atas : i. Rencana Pembelajaran (RP) ii. Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran (Teaching Guide) iii. Lembar Kerja Siswa (LKS) Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL iv. Media atau alat peraga pembelajaran v. Instrumen penilaian proses dan hasil pembelajaran. vi. Lembar observasi pembelajaran. Penyusunan perangkat pembelajaran ini dapat dilakukan oleh seorang guru atau beberapa orang guru atas dasar kesepakatan tentang aspek-aspek pembelajaran yang direncanakan sebagai hasil dari diskusi. Hasil penyusunan perangkat pembelajaran tersebut perlu dikonsultasikan dengan dosen atau guru yang dipandang pakar dalam kelompoknya untuk disempurnakan. Perencanaan itu dapat juga diatur sebaliknya, yaitu seorang atau beberapa orang guru yang ditunjuk dalam kelompok mengidentifikasi permasalahan dan membuat perencanaan pemecahannya yang berupa perangkat-perangkat pembelajaran untuk suatu pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam kelompok. Selanjutnya, hasil identifikasi masalah dan perangkat pembelajaran tersebut didiskusikan untuk disempurnakan.

b. Implementasi dan Observasi Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk (disepakati) oleh kelompoknya, melakukan implementasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun tersebut, di kelas. Pakar dan guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang diperlukan. Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam proses pembelajaran, terutama dilihat dari segi tingkah laku siswa. Selain itu (jika memungkinkan), dilakukan rekaman video (audio visual) yang mengclose-up kejadian-kejadian khusus (pada guru atau siswa) selama pelaksanaan pembelajaran. Hasil rekaman ini berguna nantinya sebagai bukti autentik kejadian-kejadian yang perlu didiskusikan dalam tahap refleksi atau pada seminar hasil lesson study, di samping itu dapat digunakan sebagai bahan diseminasi kepada khalayak yang lebih luas.

c. Refleksi Selesai praktik pembelajaran, segera dilakukan refleksi. Pada tahap refleksi ini, guru yang tampil dan para observer serta pakar mengadakan diskusi tentang pembelajaran yang baru saja dilakukan. Diskusi ini dipimpin oleh Kepala Sekolah, Koordinator kelompok, atau guru yang ditunjuk oleh kelompok. Pertama guru yang melakukan implementasi rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran, baik terhadap dirinya maupun terhadap siswa yang dihadapi. Selanjutnya observer (guru lain dan pakar) menyampaikan hasil analisis data observasinya, terutama yang menyangkut kegiatan siswa selama berlangsung pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil rekaman pembelajaran. Selanjutnya, guru yang melakukan Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL implementasi tersebut akan memberikan tanggapan balik atas komentar para observer. Hal yang penting pula dalam tahap refleksi ini adalah mempertimbangkan kembali rencana pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana pembelajaran berikutnya. Apakah rencana pembelajaran tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance keaktifan belajar siswa. Jika belum ada kesesuaian, hal-hal apa saja yang belum sesuai, metode pembelajarannya, materi dalam LKS, media atau alat peraga, atau lainnya. Pertimbangan-pertimbangan ini digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran selanjutnya.

C. Pelaksana Lesson Study Berbasis Sekolah Pelaksana LSBS di SMPN 1 Jatinunggal adalah seluruh tenaga pendidik baik yang telah menjadi guru tetap (PNS) maupun guru tidak tetap (Non-PNS). Penentuan pelaksana LSBS dilakukan dengan cara pengundian di setiap awal bulan. Selanjutnya, setelah terpilih seorang pelaksana LSBS, yang bersangkutan melakukan kolaborasi dengan guru lain yang serumpun atau se-vaks dengan pelaksana. Pada saat pelaksanaan LSBS, semua guru baik yang serumpun maupun yang tidak serumpun diwajibkan hadir dan berperan sebagai observer.

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL BAB III PENUTUP

Lesson study berbasis sekolah yang dilakukan secara rutin akan memunculkan inovasi pada sekolah sehingga dapat digunakan sebagai upaya memperbaiki citra publik sekolah.Agar kegiatan bisa berlangsung dengan baik, perlu adanya komitmen kepala sekolah dan kemauan guru untuk memperbaiki diri.

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL Datar Pustaka

Cerbin, Bill dan Kopp, Bryan. 2006. Lesson Study for College Teacher: An Online Guide, (On line) http://www.unwlax.edu/sotl/lsp/intro.htm. diakses 19 September 2007

Direktorat Ketenagaan. 2008. Program Perluasan Lesson Study Untuk LPTK Buku 3. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidik-an Tinggi Depdiknas.

Hendayana, Sumar dkk. 2007. Lesson Study Suatu Strategi Untuk Mening-katkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Ban-dung: UPI PRESS

Lutfi, Achmad. 2008. Lesson Study Berbasis Sekolah Sebagai Alternatif Meningkatkan Citra Publik Sekolah (Makalah Seminar Nasional Kimia). Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA Unesa.

Widhiarta, Putu Ashintya, Dwi Sudarwanto, Nining Ratnaningsih. 2008.Lesson Study Sebuah Upaya Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan Non-Formal. Surabaya: Balai Pengembangan PendidikanNonformal dan Informal Regional IV Surabaya.

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011

SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL Lampiran JADWAL KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH SMP NEGERI 1 JATINUNGGAL SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Pert . I

Waktu

Rumpun

Kegiatan Workshop: diskusi materi ajar yang akan ditampilkan pada open lesson, diskusi perangkat pembelajaran (RPP & LKS) untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menantang Implementasi ke-1: observasi pemb. & refleksi Implementasi ke-2: observasi pemb. & refleksi Implementasi ke-3: observasi pemb. & refleksi Implementasi ke-4: observasi pemb. & refleksi Implementasi ke-5: observasi pemb. & refleksi Implementasi ke-6: observasi pemb. & refleksi

II III IV V VI VII

Jumat, 20 Jan IPA 2012 MATEMATIKA BAHASA IPS ETIKA & MORAL SENI Jumat, 3 Feb *sesuai 2012 undian/kepentingan Jumat, 17 Feb *sesuai undian 2012 Jumat, 3 Mart *sesuai undian 2012 Jumat, 21 April *sesuai undian 2012 Jumat, 5 Mei *sesuai undian 2012 Jumat, 19 Mei *sesuai undian 2012

Jatinunggal, Desember 2011 Kepala SMPN 1 Jatinunggal, Koordinator Pelaksana,

Drs. Ajat Bahtiar Sudrajat, M.M. NIP 19660828 199412 1001

Dadan Andana, M.Pd. NIP 19701207 199802 1001

Doc/adan_andana/lsbs_sajati 2011