Anda di halaman 1dari 2

Diskusi / Pembahasan Potensial Dekomposisi (ED) adalah selisih potensial minimum yang diperlukan agar reaksi elektrolisis dapat

berlangsung. Komponen yang dianalisis diendapkan pada suatu elektroda yang

telah diketahui beratnya dan kemudian setelah pengendapkan sempurna kembali dilakukan penimbangan elektroda beserta endapannya. Untuk tujuan ini maka endapan harus kuat menempel padat dan halus, sehingga bila dilakukan pencucian, pengeringan serta penimbangan tidak mengalami kehilangan berat. Selain itu sistem ini harus menggunakan elektroda yang Inert. Umumnya dipakai elektroda plantine. Pada praktikum kali ini, tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa ion-ion akan mengalami reaksi elektrolisis secara bertahap di elekktrode, berdasarkan penggunaan catu daya berdaya rendah. Arus listrik yang diperlukan untuk melaksanakan proses elektrolisis suatu ion akan menyebabkan penurunan potensial, sehingga reaksi dekomposisi ion bersangkutan akan berlangsung tanpa gangguan. Setelah ion tersebut habis, potensial polarisasi akan naik sehingga ion-ion berikutnya akan mengalami reaksi.Potensial akan kembali turun ke posisi kesetimbangan reaksi.Catu daya yang diberikan relatif terlalu besar, sehingga kuat arus yang digunakan untuk proses reduksi ion Cu 2+ tidak menurunkan

potensial secara nyata. Akibatnya nilai potensial katode terus nak dan memungkinkan reaksi untuk kation-kation yang lain. Reaksi katode sekaligus erjadi untuk ion H + dan ion Cu2+, menghasilkan endapan Cu yang tidak bisa melekat kuat di elektrode karena diganggu oleh pembentukan gas hidrogen. 1. Elekrolisis larutan Tembaga

Elektrolisis larutan tembaga dengan konsentrasi sekitar 10 -2M yang mengandung asam sulfat 0,05 M (konsentrasi H+ = 0,1 M) Katoda Anoda : Cu2+ : H+ H2
2

E = 0,337 V

+ 2H+ + 2e E = 1,23 Volt

E Cu2+/Cu = 0,337 0,059/2 log (10-2) = 0,278 Volt

E O2/H2O = 1,23 0,059/2 log (10-1) = 1,17 Volt Esel = Ekatoda-Eanoda = 0,278-1,17 = 1,148 Volt Maka agar terjadi reaksi elektrolisis maka Eapp harus lebih besar dari 1,148 Volt.
2. Elektrolisis larutan Timbal

Elektrolisis larutan tembaga dengan konsentrasi sekitar 10 -2M yang mengandung asam sulfat 0,05 M (konsentrasi H+ = 0,1 M) Katoda Anoda : Pb2+ : H+ H2
2

E = 0,1029 V

+ 2H+ + 2e E = 1,23 Volt

E Cu2+/Cu = 0,1029 0,059/2 log (10-2) = 0,0439 Volt E O2/H2O = 1,23 0,059/2 log (10-1) = 1,17 Volt Esel = Ekatoda-Eanoda = 0,0439-1,17 = 1,126 Volt Maka agar terjadi reaksi elektrolisis maka Eapp harus lebih besar dari 1,126 Volt.

Kesimpulan Potensial aplikasi tidak sesuai dengan Potensial dekomposisi, teori tersebut hanya berlaku untuk catu daya yang relatif berdaya rendah.

Nama Praktikum

Asisten Pemeriksa,

................................. NIP.